Pengaduan

Rekam Jejak Cemerlang, Malik Assalih Nilai Penunjukan Irjen Pol Dedy Kesuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri Langkah Tepat

JAKARTA, sumutpos.co— Pengangkatan Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri mendapat apresiasi positif dari pengamat publik. Langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam merotasi kepemimpinan di tubuh intelijen korps bhayangkara tersebut dinilai sebagai keputusan strategis yang sangat tepat.

Pemerhati Sosial, Politik, dan Keamanan, Malik Assalih Harahap menyatakan, Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti memiliki rekam jejak yang mumpuni di bidang intelijen. Jabatan Kabaintelkam, menurutnya, merupakan posisi krusial yang berfungsi sebagai “mata dan telinga” Kapolri dalam memetakan serta menjaga stabilitas keamanan di Indonesia.

“Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti per 2 Oktober 2026 resmi mengemban amanat sebagai Kabaintelkam Polri. Beliau menggantikan Komjen Pol. Yuda Gustawan, alumni Akpol 1993, yang dikabarkan mendapatkan penugasan baru di luar struktur Polri, yaitu ke Kantor Staf Presiden (KSP),” ujar Malik Assalih Harahap dalam keterangannya.

Malik, yang juga Ketua Umum DPP IKA SMAN 7 Medan ini meyakini, keahlian lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini akan mampu mengakselerasi visi misi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Diketahui, Kapolri mengusung visi “Polisi Bersama Masyarakat” yang menempatkan publik sebagai pusat orientasi tugas kepolisian melalui pendekatan humanis.

Arah transformasi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama reformasi Polri. Pertama, Transformasi Kultural: Mengubah budaya organisasi agar lebih terbuka terhadap keluhan dan kritik publik sebagai ruang evaluasi.

Kedua, Transformasi Struktural dan Instrumental: Menjaga serta memperluas capaian positif yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Dan Ketiga, Penyelarasan dengan Agenda Nasional (Asta Cita): Mendukung penuh program strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, termasuk supremasi hukum, pemberantasan korupsi dan narkoba, serta menjaga ruang aman bagi pembangunan sosial-ekonomi tanpa mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain.

Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti merupakan bagian dari Batalyon Wira Satya (Akpol 1996) dengan karier yang melesat tajam. Penunjukannya sebagai Kabaintelkam otomatis membawanya ke pangkat bintang tiga (Komjen Pol), menjadikannya bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan sebagai pionir alumni Akpol 1996 yang berhasil menembus pangkat perwira tinggi bintang tiga.

“Beliau memecahkan rekor di angkatannya dengan naik pangkat tiga tingkat dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Dari Kombes Pol di awal 2024, naik menjadi Brigjen Pol di Juli 2024, lalu Irjen Pol di 2025, hingga kini dipercaya menjadi Kabaintelkam Polri pada Oktober 2026,” tambah Malik.

Catatan prestasi Dedy Kesuma Bakti di lapangan teruji saat menjabat sebagai Dirintelkam Polda Kaltim (2022–2024). Ia berada di garda terdepan dalam mengawal stabilitas keamanan awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui pendekatan dialog dan intelijen persuasif, ia dinilai sukses menyelesaikan berbagai konflik agraria serta sengketa lahan masyarakat adat secara kondusif.

Sebelumnya, saat menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jabar (2019–2022), Dedy juga berhasil mengelola situasi kompleks di tengah gelombang demonstrasi masif dari serikat buruh dan mahasiswa terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Melalui deteksi dini dan koordinasi intensif dengan tokoh buruh, kerusuhan massal di wilayah hukum Jawa Barat berhasil dicegah.

Dengan kepemimpinan baru di Baintelkam, Polri diharapkan dapat makin responsif dan humanis dalam mendeteksi serta memitigasi segala bentuk potensi gangguan keamanan nasional di masa mendatang. (adz)

JAKARTA, sumutpos.co— Pengangkatan Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri mendapat apresiasi positif dari pengamat publik. Langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam merotasi kepemimpinan di tubuh intelijen korps bhayangkara tersebut dinilai sebagai keputusan strategis yang sangat tepat.

Pemerhati Sosial, Politik, dan Keamanan, Malik Assalih Harahap menyatakan, Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti memiliki rekam jejak yang mumpuni di bidang intelijen. Jabatan Kabaintelkam, menurutnya, merupakan posisi krusial yang berfungsi sebagai “mata dan telinga” Kapolri dalam memetakan serta menjaga stabilitas keamanan di Indonesia.

“Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti per 2 Oktober 2026 resmi mengemban amanat sebagai Kabaintelkam Polri. Beliau menggantikan Komjen Pol. Yuda Gustawan, alumni Akpol 1993, yang dikabarkan mendapatkan penugasan baru di luar struktur Polri, yaitu ke Kantor Staf Presiden (KSP),” ujar Malik Assalih Harahap dalam keterangannya.

Malik, yang juga Ketua Umum DPP IKA SMAN 7 Medan ini meyakini, keahlian lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini akan mampu mengakselerasi visi misi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Diketahui, Kapolri mengusung visi “Polisi Bersama Masyarakat” yang menempatkan publik sebagai pusat orientasi tugas kepolisian melalui pendekatan humanis.

Arah transformasi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama reformasi Polri. Pertama, Transformasi Kultural: Mengubah budaya organisasi agar lebih terbuka terhadap keluhan dan kritik publik sebagai ruang evaluasi.

Kedua, Transformasi Struktural dan Instrumental: Menjaga serta memperluas capaian positif yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Dan Ketiga, Penyelarasan dengan Agenda Nasional (Asta Cita): Mendukung penuh program strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, termasuk supremasi hukum, pemberantasan korupsi dan narkoba, serta menjaga ruang aman bagi pembangunan sosial-ekonomi tanpa mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain.

Irjen Pol. Dedy Kesuma Bakti merupakan bagian dari Batalyon Wira Satya (Akpol 1996) dengan karier yang melesat tajam. Penunjukannya sebagai Kabaintelkam otomatis membawanya ke pangkat bintang tiga (Komjen Pol), menjadikannya bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan sebagai pionir alumni Akpol 1996 yang berhasil menembus pangkat perwira tinggi bintang tiga.

“Beliau memecahkan rekor di angkatannya dengan naik pangkat tiga tingkat dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Dari Kombes Pol di awal 2024, naik menjadi Brigjen Pol di Juli 2024, lalu Irjen Pol di 2025, hingga kini dipercaya menjadi Kabaintelkam Polri pada Oktober 2026,” tambah Malik.

Catatan prestasi Dedy Kesuma Bakti di lapangan teruji saat menjabat sebagai Dirintelkam Polda Kaltim (2022–2024). Ia berada di garda terdepan dalam mengawal stabilitas keamanan awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui pendekatan dialog dan intelijen persuasif, ia dinilai sukses menyelesaikan berbagai konflik agraria serta sengketa lahan masyarakat adat secara kondusif.

Sebelumnya, saat menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jabar (2019–2022), Dedy juga berhasil mengelola situasi kompleks di tengah gelombang demonstrasi masif dari serikat buruh dan mahasiswa terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Melalui deteksi dini dan koordinasi intensif dengan tokoh buruh, kerusuhan massal di wilayah hukum Jawa Barat berhasil dicegah.

Dengan kepemimpinan baru di Baintelkam, Polri diharapkan dapat makin responsif dan humanis dalam mendeteksi serta memitigasi segala bentuk potensi gangguan keamanan nasional di masa mendatang. (adz)

Artikel Terkait

Pengaduan

Terpopuler

Artikel Terbaru