Tanda-tanda kisruh di tubuh Partai Demokrat makin memanas makin terlihat. Anas Urbaningrum menyatakan, dirinya masih menyandang predikat sebagai ketua umum Partai Demokrat.
Dia pun membantah anggapan bahwa Ketua Dewan Pembina yang sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (8/2) malam sudah menyatakan dia dinonaktifkan sebagai ketum โpartai biruโ itu.
Menurut Anas, SBY sama sekali tidak menyampaikan masalah penonaktifan dirinya. โTidak ada,โ ujar Anas menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (9/2) pagi tadi

.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan di Cikeas tadi malam, SBY sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan penonaktifan dirinya sebagai ketua umum partai.
โDalam rapat itu Ketua Majelis Tinggi (SBY, red), menyatakan Anas Urbaningrum tetap ketua umum dan wakil ketua Majelis Tinggi,โ kata Anas.
Mantan Ketum PB HMI itu mengaku, dirinya berpegang teguh pada hasil rapat semalam, bahwa konstitusi partai menjadi acuan. โAda poin sesuai hirarki dan konstitusi partai,โ ucapnya.
Apakah berarti pergantian ketum harus melalui KLB yang mekanismenya sudah diatur? โAnda tafsirkan sendiri,โ ujar Anas singkat.
Anas melayani pertanyaan wartawan, dengan masih duduk di mobil Nissan Elgrand hitam B 1683 NKP. Dia hanya membuka kaca mobilnya, di depan rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Mobil yang ditumpanginya itu akan membawanya menghadiri acara pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat, Lebak, Banten, pagi ini, dalam kapasitasnya sebagai bos partai. โHari ini saya ke Banten,โ ujar Anas.
Wajah Anas tampak serius saat ditanya wartawan. Tak seperti biasanya yang murah senyum dan suka humor, pagi ini muka Anas kelihatan capek. Namun, sembari mobil melaju, dia masih sempat melambaikan tangannya ke arah wartawan. โAnda mau bilang apa terserah saja. Saya jalan dulu ya,โ ucapnya. (sam/chi/jpnn)