27 C
Medan
Sunday, January 11, 2026

Laznas AQL Peduli Salurkan Bantuan ke Dusun Lubuk Sidup yang Tersisa 4 Rumah dan 1 Masjid

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Pascabencana banjir di Aceh Tamiang, Dusun Lubuk Sidup, Kecamatan Sekarak, menjadi potret wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Dari lebih 170 rumah warga, hanya empat rumah dan satu masjid tersisa.

Tim Lapangan Laznas AQL Peduli, Gus Rumasisin mengatakan, secara geografis jarak Dusun Lubuk Sidup ke ibukota Aceh Tamiang sekitar 10-an Kilometer. Kondisi wilayahnya mengalami kerusakan infrastrukturnya sangat rusak, baik kerusakan rumah, fasilitas ibadah dan fasilitas jalan umum.

“Sedangkan warga-warganya, korban bencana masih banyak yang tidur di bawah tenda-tenda yang berdiri di tenah warga masing-masing,” kata Gus kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

 

Atas kondisi ini, Gus mengatakan, Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan logistik ke Dusun Lubuk Sidup sebagai bagian dari upaya pendampingan bagi warga terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan sandang serta paket pangan bernutrisi sepeti kurma.

“Penyaluran bantuan kali ini disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan yang menunjukkan tingkat kerusakan ekstrem di wilayah tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, dusun ini termasuk yang paling parah terdampak. “Bayangkan, dari lebih 170 rumah, hanya empat rumah dan satu masjid yang tersisa. Sisanya rusak berat bahkan rata dengan tanah. Itulah mengapa bantuan sandang dan pangan menjadi prioritas kami saat ini,” ungkapnya.

Pimpinan AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan Lubis menegaskan, penyaluran bantuan ke wilayah terpencil menjadi perhatian utama lembaga dalam merespons bencana.
“Kami berupaya untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. Tidak hanya di pusat wilayah, tetapi juga di dusun-dusun terpencil yang aksesnya sulit,” tutur Affan.

Bantuan logistik tersebut diserahkan kepada warga melalui Arma, istri Datuk (Kepala Dusun) Lubuk Sidup, untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian para donatur di tengah situasi mereka yang kehilangan harta benda.

“Terima kasih banyak atas bantuan pakaian dan makanannya. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian kecuali dengan doa. Semoga kalian dan seluruh penyumbang diberikan kesehatan selalu,” ucap Ibu Arma penuh haru.

Pada kesempatan terpisah, Azmi Habiburrahman selaku pimpinan posko AQL Peduli Aceh Tamiang menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Laznas AQL Peduli yang hingga saat ini masih membuka posko bantuan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi, agar warga dapat kembali beraktivitas secara bertahap dalam masa pemulihan pascabanjir. (adz)

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Pascabencana banjir di Aceh Tamiang, Dusun Lubuk Sidup, Kecamatan Sekarak, menjadi potret wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Dari lebih 170 rumah warga, hanya empat rumah dan satu masjid tersisa.

Tim Lapangan Laznas AQL Peduli, Gus Rumasisin mengatakan, secara geografis jarak Dusun Lubuk Sidup ke ibukota Aceh Tamiang sekitar 10-an Kilometer. Kondisi wilayahnya mengalami kerusakan infrastrukturnya sangat rusak, baik kerusakan rumah, fasilitas ibadah dan fasilitas jalan umum.

“Sedangkan warga-warganya, korban bencana masih banyak yang tidur di bawah tenda-tenda yang berdiri di tenah warga masing-masing,” kata Gus kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

 

Atas kondisi ini, Gus mengatakan, Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan logistik ke Dusun Lubuk Sidup sebagai bagian dari upaya pendampingan bagi warga terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan sandang serta paket pangan bernutrisi sepeti kurma.

“Penyaluran bantuan kali ini disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan yang menunjukkan tingkat kerusakan ekstrem di wilayah tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, dusun ini termasuk yang paling parah terdampak. “Bayangkan, dari lebih 170 rumah, hanya empat rumah dan satu masjid yang tersisa. Sisanya rusak berat bahkan rata dengan tanah. Itulah mengapa bantuan sandang dan pangan menjadi prioritas kami saat ini,” ungkapnya.

Pimpinan AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan Lubis menegaskan, penyaluran bantuan ke wilayah terpencil menjadi perhatian utama lembaga dalam merespons bencana.
“Kami berupaya untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. Tidak hanya di pusat wilayah, tetapi juga di dusun-dusun terpencil yang aksesnya sulit,” tutur Affan.

Bantuan logistik tersebut diserahkan kepada warga melalui Arma, istri Datuk (Kepala Dusun) Lubuk Sidup, untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian para donatur di tengah situasi mereka yang kehilangan harta benda.

“Terima kasih banyak atas bantuan pakaian dan makanannya. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian kecuali dengan doa. Semoga kalian dan seluruh penyumbang diberikan kesehatan selalu,” ucap Ibu Arma penuh haru.

Pada kesempatan terpisah, Azmi Habiburrahman selaku pimpinan posko AQL Peduli Aceh Tamiang menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Laznas AQL Peduli yang hingga saat ini masih membuka posko bantuan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi, agar warga dapat kembali beraktivitas secara bertahap dalam masa pemulihan pascabanjir. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru