30 C
Medan
Friday, January 16, 2026

KH Bachtiar Nasir Semangati Alumni Timur Tengah untuk Terus Berdakwah di Aceh

ACEH TAMIANG, SumutPos.co – Para alumni Timur Tengah di Aceh mendapatkan kunjungan langsung dari Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir. Dalam kunjungannya, Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, menyerahkan bantuan kepada para alumni Timur Tengah yang menjadi korban banjir.

Ustad Marwan Ismail mengaku gembira mendapat kunjungan dari KH Bachtiar Nasir. “Saya alumni dari Libya tahun 1998, dan kami sangat berbahagia hari ini dikunjungi langsung Ketua JATTI dari Jakarta. Kami sangat senang sekali,” kata Ustad Marwan Ismail kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Ustad Marwan mengaku berasal dari Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), namun menetap di Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, karena memperistrikan orang Aceh Tamiang.

Pertemuan antara Alumni Timur Tengah di Aceh dengan Ketua JATTI, KH Bachtiar Nasir adalah pertemuan silaturahmi biasa saja, dari 25 orang alumni yang di Aceh, ada sebanyak 21 orang yang dapat hadir. “Dari 21 orang ini, semuanya adalah korban banjir,” katanya.

Marwan menambahkan, saat ini kondisi bangunan rumah, dan jalanan sangat rusak. Sehingga, suasana ini membuat kami kesulitan dalam berdakwah kepada masyarakat. “Semoga apa yang hilang milik kami, segera digantikan oleh Allah SWT, dan kami bisa lebih bergerak lagi dalam menjalankan dakwah ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta lainnya, Ahmad Nabawi, Alumni Mesir, yang kembali ke Aceh tahun 2010 mengatakan bahwa saat ini masih tergoncang secara mental, karena rumahnya masih berlumpur, jalannya juga belum beres, masih banyak lumpur. “Mau pergi ke luar dari kota, sementara di dalam kota juga lebih stres lagi melihat banyak bencana yang ada,” ceritanya.

Dia juga menyampaikan, keengganan menyampaikan kepada UBN tentang kondisinya saat ini, bahwa secara kondisi kami sangat tidak baik-baik saja, namun kami sangat tidak sampai hati untuk menyampaikan membutuhkan bantuan. “Inilah dilema bagi kami hari ini, kami butuh bantuan, tapi kami sangat tidak sampai hati menyampaikan jika kami butuh bantuan,” sebutnya.

Sebelumnya, KH Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN merupakan Pembinan Laznas AQL Peduli. Pada sejumlah kunjungan ke Aceh, UBN sudah mengucurkan bantuan melalui Posko Laznas AQL Peduli.

Khusus kepada pertemuan, UBN menyampaikan bantuan kepada Alumni Timur Tengah. Pada penyaluran bantuannya ada beragam, mulai berang-barang yang dibutuhkan para korban, ada juga diberikan bantuan berupa uang cash. “UBN telah memberi bantuan, kami menguvapkan Alhamdulillah atas bantuannya, semoga apa yang disalurkan dapat memberikan semangat bagi kami oara korban banjir,” kata Marwan.

Usai berkunjung ke Aceh Tamiang, UBN akan mengunjungi IDI, Aceh Timur. Dalam kunjungannya, UBN juga sekaligus mengecek Posko Laznas AQL Peduli di Aceh Tamiang dan Aceh Timur serta IDI. (rel/adz)

ACEH TAMIANG, SumutPos.co – Para alumni Timur Tengah di Aceh mendapatkan kunjungan langsung dari Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir. Dalam kunjungannya, Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, menyerahkan bantuan kepada para alumni Timur Tengah yang menjadi korban banjir.

Ustad Marwan Ismail mengaku gembira mendapat kunjungan dari KH Bachtiar Nasir. “Saya alumni dari Libya tahun 1998, dan kami sangat berbahagia hari ini dikunjungi langsung Ketua JATTI dari Jakarta. Kami sangat senang sekali,” kata Ustad Marwan Ismail kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Ustad Marwan mengaku berasal dari Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), namun menetap di Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, karena memperistrikan orang Aceh Tamiang.

Pertemuan antara Alumni Timur Tengah di Aceh dengan Ketua JATTI, KH Bachtiar Nasir adalah pertemuan silaturahmi biasa saja, dari 25 orang alumni yang di Aceh, ada sebanyak 21 orang yang dapat hadir. “Dari 21 orang ini, semuanya adalah korban banjir,” katanya.

Marwan menambahkan, saat ini kondisi bangunan rumah, dan jalanan sangat rusak. Sehingga, suasana ini membuat kami kesulitan dalam berdakwah kepada masyarakat. “Semoga apa yang hilang milik kami, segera digantikan oleh Allah SWT, dan kami bisa lebih bergerak lagi dalam menjalankan dakwah ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta lainnya, Ahmad Nabawi, Alumni Mesir, yang kembali ke Aceh tahun 2010 mengatakan bahwa saat ini masih tergoncang secara mental, karena rumahnya masih berlumpur, jalannya juga belum beres, masih banyak lumpur. “Mau pergi ke luar dari kota, sementara di dalam kota juga lebih stres lagi melihat banyak bencana yang ada,” ceritanya.

Dia juga menyampaikan, keengganan menyampaikan kepada UBN tentang kondisinya saat ini, bahwa secara kondisi kami sangat tidak baik-baik saja, namun kami sangat tidak sampai hati untuk menyampaikan membutuhkan bantuan. “Inilah dilema bagi kami hari ini, kami butuh bantuan, tapi kami sangat tidak sampai hati menyampaikan jika kami butuh bantuan,” sebutnya.

Sebelumnya, KH Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN merupakan Pembinan Laznas AQL Peduli. Pada sejumlah kunjungan ke Aceh, UBN sudah mengucurkan bantuan melalui Posko Laznas AQL Peduli.

Khusus kepada pertemuan, UBN menyampaikan bantuan kepada Alumni Timur Tengah. Pada penyaluran bantuannya ada beragam, mulai berang-barang yang dibutuhkan para korban, ada juga diberikan bantuan berupa uang cash. “UBN telah memberi bantuan, kami menguvapkan Alhamdulillah atas bantuannya, semoga apa yang disalurkan dapat memberikan semangat bagi kami oara korban banjir,” kata Marwan.

Usai berkunjung ke Aceh Tamiang, UBN akan mengunjungi IDI, Aceh Timur. Dalam kunjungannya, UBN juga sekaligus mengecek Posko Laznas AQL Peduli di Aceh Tamiang dan Aceh Timur serta IDI. (rel/adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru