Petinju Ben Whittaker menjadi penantang wajib untuk menghadapi juara kelas berat ringan (79,4 kg) International Boxing Federation (IBF) setelah mengatasi Conor Wallace melalui kemenangan angka di Birmingham, Inggris.
“Kami tahu Ben (Whittaker) berada dalam posisi untuk melawan pemenang Bivol-Smith, tetapi kemungkinan besar itu baru akan terjadi musim panas mendatang, jadi dia perlu bertarung sementara itu,” kata promotor Ben Whittaker, Eddie Hearn, dalam laman resmi yang dipantau Jakarta, Senin.
Whittaker hampir saja menelan kekalahan dari Wallace dalam pertarungan 12 ronde di hadapan pendukung tuan rumah di Utilita Arena, Birmingham. Petinju Inggris itu sebenarnya mengendalikan sebagian besar pertarungan dengan gaya pamer khasnya serta keterampilan tinju yang unggul.
​​​​Keadaan hampir berubah memasuki ronde-ronde akhir. Wallace mulai menemukan celah pada pertahanan Whittaker dan memberikan tekanan lebih besar. Ronde ke-10 menjadi salah satu titik penting ketika pukulan Wallace mampu mengguncang Whittaker.
Pada ronde terakhir, Whittaker harus menunjukkan kemampuan bertahan setelah Wallace berusaha mengejar kemenangan dramatis. Namun, para juri akhirnya memberikan skor 117-111, 116-112, dan 115-113 untuk Whittaker.
Kemenangan tersebut membuat Whittaker menjadi penantang wajib di kelas berat ringan IBF. Posisi barunya itu membuka jalan bagi petinju 29 tahun itu untuk mendapatkan kesempatan merebut gelar dunia dalam pertarungan berikutnya.
Pemegang sabuk juara dunia kelas berat ringan IBF saat ini adalah Dmitry Bivol. Petinju Rusia itu merebut kembali posisi puncak kelas tersebut setelah memenangkan pertarungan melawan Artur Beterbiev pada Februari 2025.
Bivol kemudian mempertahankan gelar IBF ketika menghadapi Michael Eifert pada Mei 2026. Dalam pertarungan tersebut, Bivol menang angka mutlak dan mempertahankan sabuk IBF dan World Boxing Association (WBA).
Dengan demikian, kemenangan Whittaker atas Wallace memiliki arti penting karena jalur menuju sabuk IBF kini semakin jelas. Namun, Whittaker kemungkinan masih harus menunggu sebelum mendapatkan kesempatan menghadapi Bivol.
Pasalnya, Bivol terlebih dahulu memiliki kewajiban menghadapi Callum Smith, yang merupakan penantang wajib World Boxing Organization (WBO) sekaligus pemegang gelar sementara (interim) WBO.
Bivol dan Smith telah menyepakati persyaratan pertarungan mereka. Pertarungan tersebut menjadi bagian penting dari agenda Bivol sebelum memasuki rencana berikutnya di kelas berat ringan.

