25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Indonesia U-17 vs Palestina U-17: Pertahankan Puncak

Timnas Indonesia U-17 akan melanjutkan perjuangannya di ajang Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Lawannya kali ini adalah Palestina. Duel yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor tersebut terbilang krusial bagi kedua tim.

Palestina butuh kemenangan untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Mereka kini ada di posisi buncit Grup B dengan nihil poin dari 2 pertandingan. Sementara Indonesia ada di puncak klasemen dengan 6 poin hasil 2 kemenangan.

Dalam laga ini, Timnas U17 Indonesia layak diunggulkan setelah menang dalam 2 laga terakhir, melawan Guam dan UEA. Setelah menang besar 14-0 atas Guam, tim asuhan Bima Sakti mampu mengalahkan UEA dengan skor 3-2.

Penampilan impresif itu mengantarkan Garuda Asia ke puncak klasemen Grup E. Hasil serupa diharapkan kembali terukir kala Palestina menjadi lawan Indonesia berikutnya.

Indonesia sebenarnya sempat lengah ketika menghadapi UEA. Keunggulan dua gol Garuda Muda berhasil disamai UEA sesaat sebelum turun minum. Garuda Asia baru bernafas lega ketika Arkhan Kaka mencetak gol lagi sehingga menyegel kemenangan untuk tuan rumah.

Merebut tiga poin dari lawan seberat UEA, jelas menguntungkan Indonesia. Meski kedua tim sama-sama berpoin 6, Timnas Indonesia U17 lebih berhak memuncaki tabel Grup B berkat catatan head to head dan selisih gol. Hal ini memperbesar peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U17, asal menuntaskan dua laga sisa kualifikasi dengan hasil positif.

Meskipun sanggup menundukkan UEA, Timnas Indonesia U17 bukan tanpa kekurangan. Arkhan Kaka dan rekan-rekan masih memiliki masalah yang perlu dibenahi. Sejumlah kelemahan Garuda Asia setidaknya mesti beres sebelum turun beraksi meladeni Palestina. “Kami mau pemain mengurangi kesalahan, terutama ketika bertahan dan berkoordinasi pada laga berikutnya. Pemain juga mesti menekan ego,” ungkap Bima Sakti.

Palestina saat ini berstatus sebagai tim juru kunci Grup B, tepatnya di posisi ke-5. Dua kekalahan beruntun telah ditelan wakil Timur Tengah itu karena keok dari Malaysia (0-4) dan UEA (4-3). Tren negatif Palestina membuat perjuangan mereka kian berat untuk meraih tiket menuju putaran final Piala Asia U17.

Tekanan memang cenderung berada di kubu Palestina, tetapi Indonesia pun mesti waspada. Postur anak asuh Loai Alsalehi yang lebih besar menjadi perhatian Bima Sakti. “Koordinasi lini belakang kami harus lebih rapi,” ujar Bima, yang belum lama ini mengantarkan Tim Nasional Indonesia U16 menjadi juara Piala AFF U16 2022. (bbs/adz)

Timnas Indonesia U-17 akan melanjutkan perjuangannya di ajang Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Lawannya kali ini adalah Palestina. Duel yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor tersebut terbilang krusial bagi kedua tim.

Palestina butuh kemenangan untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Mereka kini ada di posisi buncit Grup B dengan nihil poin dari 2 pertandingan. Sementara Indonesia ada di puncak klasemen dengan 6 poin hasil 2 kemenangan.

Dalam laga ini, Timnas U17 Indonesia layak diunggulkan setelah menang dalam 2 laga terakhir, melawan Guam dan UEA. Setelah menang besar 14-0 atas Guam, tim asuhan Bima Sakti mampu mengalahkan UEA dengan skor 3-2.

Penampilan impresif itu mengantarkan Garuda Asia ke puncak klasemen Grup E. Hasil serupa diharapkan kembali terukir kala Palestina menjadi lawan Indonesia berikutnya.

Indonesia sebenarnya sempat lengah ketika menghadapi UEA. Keunggulan dua gol Garuda Muda berhasil disamai UEA sesaat sebelum turun minum. Garuda Asia baru bernafas lega ketika Arkhan Kaka mencetak gol lagi sehingga menyegel kemenangan untuk tuan rumah.

Merebut tiga poin dari lawan seberat UEA, jelas menguntungkan Indonesia. Meski kedua tim sama-sama berpoin 6, Timnas Indonesia U17 lebih berhak memuncaki tabel Grup B berkat catatan head to head dan selisih gol. Hal ini memperbesar peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U17, asal menuntaskan dua laga sisa kualifikasi dengan hasil positif.

Meskipun sanggup menundukkan UEA, Timnas Indonesia U17 bukan tanpa kekurangan. Arkhan Kaka dan rekan-rekan masih memiliki masalah yang perlu dibenahi. Sejumlah kelemahan Garuda Asia setidaknya mesti beres sebelum turun beraksi meladeni Palestina. “Kami mau pemain mengurangi kesalahan, terutama ketika bertahan dan berkoordinasi pada laga berikutnya. Pemain juga mesti menekan ego,” ungkap Bima Sakti.

Palestina saat ini berstatus sebagai tim juru kunci Grup B, tepatnya di posisi ke-5. Dua kekalahan beruntun telah ditelan wakil Timur Tengah itu karena keok dari Malaysia (0-4) dan UEA (4-3). Tren negatif Palestina membuat perjuangan mereka kian berat untuk meraih tiket menuju putaran final Piala Asia U17.

Tekanan memang cenderung berada di kubu Palestina, tetapi Indonesia pun mesti waspada. Postur anak asuh Loai Alsalehi yang lebih besar menjadi perhatian Bima Sakti. “Koordinasi lini belakang kami harus lebih rapi,” ujar Bima, yang belum lama ini mengantarkan Tim Nasional Indonesia U16 menjadi juara Piala AFF U16 2022. (bbs/adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/