Lepas Dua Kelas Angkatan VIII TA 2025/2026: SDIT Nurul Azmi Prioritaskan Integritas dan Akhlak Mulia

MEDAN, SUMUTPOS – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Grand Ballroom Hotel Madani Medan pada Senin (1/6/2026). Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Azmi Medan sukses menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa Kelas VI Angkatan VII Tahun Ajaran 2025/2026. Mengusung tema filosofis “The Light Year Journey”, prosesi ini menandai tuntasnya perjalanan enam tahun masa pendidikan dasar para siswa.

KEPALA SDIT Nurul Azmi Medan, Novrianti Nasution SPd, dalam sambutannya mengaku sangat terharu saat melihat presentasi pencapaian prestasi yang dipaparkan langsung oleh para siswa di hadapan orang tua mereka. Novrianti pun mengenang perjalanan enam tahun siswa kelas Abu Dzar Al-Ghifari dan Abu Hurairah di SD Nurul Azmi Medan.

“Pertama sekali masuk ke sekolah Nurul Azmi saat itu terasa sangat aneh. Karena pada masa itu masa pandemi Covid-19. Biasanya, anak baru masuk sekolah itu masuk ke dalam kelas jumpa sama gurunya, namun pada masa itu anak-anak jumpa sama gurunya via zoom. Begitu heboh,” ujarnya.

Menurutnya, tidak sedikit orangtua siswa berpandangan: aneh sekali pembelajarannya. “Itu wajar. Karena kita saat itu masih baru melakukannya. Itu semua menjadi kenangan bagi kita,” ujarnya.

Namun begitu, pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 telah mendorong percepatan transformasi digital di SDIT Nurul Azmi Medan. ‘Salah satunya adalah project colaboration waktu itu. Dan sekarang juga tetap kita lakukan digi origin, itupun atas inisiasi dari para orang tua,” ungkapnya.

Novrianti juga menyampaikan, pendidikan sebenarnya bukan hanya didapat di sekolah, tapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. Untuk itu, Novri berpesan kepada seluruh anak-anak SDIT Nurul Azmi untuk terus belajar dan menjadi yang terbaik bagi diri sendiri.

“Satu nasehat saya kepada anak anak semua. Do your best, do not just try to be the best. Lakukan yang terbaik sebagai dirimu sendiri, bukan sekadar menjadi yang terbaik di mata orang lain,” pungkasnya sembari menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh orang tua murid.

Rasa bangga juga diungkapkan Pengawas SD Dinas Pendidikan Kecamatan Medan Labuhan, Yulida Syahputri Pohan, S.Pd., MM. Ia memaknai “The Light Year Journey” sebagai refleksi waktu dan perjuangan.

Menurutnya, saat pertama kali menginjakkan kaki di kelas 1, tujuan para siswa terasa sangat jauh, sejauh bintang di langit. Namun kini, mereka telah berhasil menempuh jarak yang luar biasa tersebut.

“Ananda semua tidak hanya mencapai target, tetapi mampu mendefinisikan apa yang akan terjadi di masa depan. Sebagai pengawas dan pembimbing, saya mengucapkan terima kasih atas komitmen yang tiada henti. Perjalanan tahun cahaya ini tidak berhenti di sini, teruslah bersinar terang menaklukkan cakrawala baru,” pesannya menyemangati.

Suasana semakin syahdu saat perwakilan orang tua siswa menyampaikan kesan dan pesan. Perwakilan orangtua siswa kelas Abu Dzar Algifari mengibaratkan anak-anak mereka seperti bunga yang mekar berkat bimbingan guru.

“Enam tahun lalu kami datang hanya membawa ‘sekuncup bunga’. Anak-anak kami belum tahu apa-apa. Bahkan saat kami antarkan ke sekolah, jarinya masih gemetar. Kini “bunga” itu telah mekar dan kaya akan ilmu. Terima kasih ustadz dan ustadzah yang sabar mendidik anak kami menjadi pribadi mandiri dan berakhlakul karimah,” ungkapnya sembari memohon maaf atas kekurangan selaku orangtua.

Senada dengan itu, Ira Damanik perwakilan orangtua siswa kelas Abu Hurairah menyampaikan, SDIT Nurul Azmi terbukti tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak mulia. “Rasanya baru kemarin mengantarkan mereka, sekarang anak-anak sudah tumbuh mandiri dan siap melanjutkan pendidikan. Ini bukan akhir, melainkan awal menuju kesuksesan,” tuturnya.

Pendiri Yayasan SDIT Nurul Azmi Medan, Buya Muhammad Nasir memberikan pesan mendalam mengenai orientasi pendidikan karakter yakni prinsip adab di atas ilmu. Ia menegaskan, kecerdasan intelektual tanpa landasan moral yang kuat berpotensi disalahgunakan. “Tujuan utamanya bukan sekadar mencetak lulusan yang pintar, melainkan insan berintegritas, berempati, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, sebut Buya Nasir, Yayasan Nurul Azmi Medan yang berdiri pada 2 Februari 2012 dan menaungi TKIT, SDIT, SMPIT dan SMA IESS ini, menitikberatkan pendidikan pada pembentukan akhlak mulia. “Saya ingin berpesan, jika ada orangtua yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya ke pesantren, jangan hanya berorientasi agar anak menjadi ustadz. Sebab, fokus utama kita di sini adalah menitikberatkan akhlak. Silakan uji dan bandingkan kualitas akhlak anak-anak lulusan Nurul Azmi dengan sekolah lain,” tegas Buya.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen sekolah. “Para kepala sekolah, direktur, dan guru-guru adalah pahlawan yang sangat luar biasa. Jangan pernah ada kata mengeluh,” tegasnya.

Sebab, lanjut Buya, di masa depan bisa saja anak-anak ini ada yang menjadi pejabat, Kapolda, Kapolsek, dan profesi hebat lainnya. Maka kita patut berbangga hati karena anak didik kita bisa jadi orang hebat. Begitu juga kepada anak-anak didik, jangan pernah melupakan jasa para guru kita,” pungkas Buya Nasir.

Acara ini dihadiri Ketua Yayasan Sufi Handayani SE, Direktur Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan Eko Saputra, S.Pd., MM, Kepala SMA IESS Nurul Azmi Revita Rahman S.I.Kom, Kepala SMPIT Nurul Azmi Muhammad Ramadhoni, S.Pd.I, Kepala TKIT Nurul Azmi Naziha Taqwa SPd, para orangtua siswa dan undangan lainnya (adz)

MEDAN, SUMUTPOS – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Grand Ballroom Hotel Madani Medan pada Senin (1/6/2026). Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Azmi Medan sukses menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa Kelas VI Angkatan VII Tahun Ajaran 2025/2026. Mengusung tema filosofis “The Light Year Journey”, prosesi ini menandai tuntasnya perjalanan enam tahun masa pendidikan dasar para siswa.

KEPALA SDIT Nurul Azmi Medan, Novrianti Nasution SPd, dalam sambutannya mengaku sangat terharu saat melihat presentasi pencapaian prestasi yang dipaparkan langsung oleh para siswa di hadapan orang tua mereka. Novrianti pun mengenang perjalanan enam tahun siswa kelas Abu Dzar Al-Ghifari dan Abu Hurairah di SD Nurul Azmi Medan.

“Pertama sekali masuk ke sekolah Nurul Azmi saat itu terasa sangat aneh. Karena pada masa itu masa pandemi Covid-19. Biasanya, anak baru masuk sekolah itu masuk ke dalam kelas jumpa sama gurunya, namun pada masa itu anak-anak jumpa sama gurunya via zoom. Begitu heboh,” ujarnya.

Menurutnya, tidak sedikit orangtua siswa berpandangan: aneh sekali pembelajarannya. “Itu wajar. Karena kita saat itu masih baru melakukannya. Itu semua menjadi kenangan bagi kita,” ujarnya.

Namun begitu, pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 telah mendorong percepatan transformasi digital di SDIT Nurul Azmi Medan. ‘Salah satunya adalah project colaboration waktu itu. Dan sekarang juga tetap kita lakukan digi origin, itupun atas inisiasi dari para orang tua,” ungkapnya.

Novrianti juga menyampaikan, pendidikan sebenarnya bukan hanya didapat di sekolah, tapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. Untuk itu, Novri berpesan kepada seluruh anak-anak SDIT Nurul Azmi untuk terus belajar dan menjadi yang terbaik bagi diri sendiri.

“Satu nasehat saya kepada anak anak semua. Do your best, do not just try to be the best. Lakukan yang terbaik sebagai dirimu sendiri, bukan sekadar menjadi yang terbaik di mata orang lain,” pungkasnya sembari menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh orang tua murid.

Rasa bangga juga diungkapkan Pengawas SD Dinas Pendidikan Kecamatan Medan Labuhan, Yulida Syahputri Pohan, S.Pd., MM. Ia memaknai “The Light Year Journey” sebagai refleksi waktu dan perjuangan.

Menurutnya, saat pertama kali menginjakkan kaki di kelas 1, tujuan para siswa terasa sangat jauh, sejauh bintang di langit. Namun kini, mereka telah berhasil menempuh jarak yang luar biasa tersebut.

“Ananda semua tidak hanya mencapai target, tetapi mampu mendefinisikan apa yang akan terjadi di masa depan. Sebagai pengawas dan pembimbing, saya mengucapkan terima kasih atas komitmen yang tiada henti. Perjalanan tahun cahaya ini tidak berhenti di sini, teruslah bersinar terang menaklukkan cakrawala baru,” pesannya menyemangati.

Suasana semakin syahdu saat perwakilan orang tua siswa menyampaikan kesan dan pesan. Perwakilan orangtua siswa kelas Abu Dzar Algifari mengibaratkan anak-anak mereka seperti bunga yang mekar berkat bimbingan guru.

“Enam tahun lalu kami datang hanya membawa ‘sekuncup bunga’. Anak-anak kami belum tahu apa-apa. Bahkan saat kami antarkan ke sekolah, jarinya masih gemetar. Kini “bunga” itu telah mekar dan kaya akan ilmu. Terima kasih ustadz dan ustadzah yang sabar mendidik anak kami menjadi pribadi mandiri dan berakhlakul karimah,” ungkapnya sembari memohon maaf atas kekurangan selaku orangtua.

Senada dengan itu, Ira Damanik perwakilan orangtua siswa kelas Abu Hurairah menyampaikan, SDIT Nurul Azmi terbukti tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak mulia. “Rasanya baru kemarin mengantarkan mereka, sekarang anak-anak sudah tumbuh mandiri dan siap melanjutkan pendidikan. Ini bukan akhir, melainkan awal menuju kesuksesan,” tuturnya.

Pendiri Yayasan SDIT Nurul Azmi Medan, Buya Muhammad Nasir memberikan pesan mendalam mengenai orientasi pendidikan karakter yakni prinsip adab di atas ilmu. Ia menegaskan, kecerdasan intelektual tanpa landasan moral yang kuat berpotensi disalahgunakan. “Tujuan utamanya bukan sekadar mencetak lulusan yang pintar, melainkan insan berintegritas, berempati, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, sebut Buya Nasir, Yayasan Nurul Azmi Medan yang berdiri pada 2 Februari 2012 dan menaungi TKIT, SDIT, SMPIT dan SMA IESS ini, menitikberatkan pendidikan pada pembentukan akhlak mulia. “Saya ingin berpesan, jika ada orangtua yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya ke pesantren, jangan hanya berorientasi agar anak menjadi ustadz. Sebab, fokus utama kita di sini adalah menitikberatkan akhlak. Silakan uji dan bandingkan kualitas akhlak anak-anak lulusan Nurul Azmi dengan sekolah lain,” tegas Buya.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen sekolah. “Para kepala sekolah, direktur, dan guru-guru adalah pahlawan yang sangat luar biasa. Jangan pernah ada kata mengeluh,” tegasnya.

Sebab, lanjut Buya, di masa depan bisa saja anak-anak ini ada yang menjadi pejabat, Kapolda, Kapolsek, dan profesi hebat lainnya. Maka kita patut berbangga hati karena anak didik kita bisa jadi orang hebat. Begitu juga kepada anak-anak didik, jangan pernah melupakan jasa para guru kita,” pungkas Buya Nasir.

Acara ini dihadiri Ketua Yayasan Sufi Handayani SE, Direktur Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan Eko Saputra, S.Pd., MM, Kepala SMA IESS Nurul Azmi Revita Rahman S.I.Kom, Kepala SMPIT Nurul Azmi Muhammad Ramadhoni, S.Pd.I, Kepala TKIT Nurul Azmi Naziha Taqwa SPd, para orangtua siswa dan undangan lainnya (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru