Bukan Hanya Alex dan Zarco yang Jadi Korban, Kecelakaan Horor Catalunya Picu Kritik

LCR Honda mengonfirmasi Zarco mengalami cedera ligamen lutut, robekan meniskus, serta retak kecil pada fibula pergelangan kaki kiri. Pembalap Prancis itu harus menjalani observasi semalam di rumah sakit Catalunya sebelum dibawa ke Prancis untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Tiga Kali Start

Keputusan race direction melakukan dua kali restart –atau total tiga kali start- menuai kritik. Jorge Martin (Aprilia) menilai restart berulang membuat konsentrasi pembalap menurun. ”Setelah tiga kali start mungkin sudah waktunya berhenti. Saya yakin bisa melakukannya, tapi ada pembalap lain yang tidak. Mau sampai berapa kali lagi? Enam atau tujuh kali?” kata juara dunia MotoGP 2024 tersebut seperti dilansir Marca.

Penilaian Martin terbukti. Bagnaia, yang ikut terlibat dalam kecelakaan Zarco, sempat mengalami masalah fisik setelah restart kedua. ”Setelah tiga lap saya mulai merasa pusing. Setiap mengerem kepala saya terasa berputar,” ujar pembalap Ducati tersebut.

 

Masalah Tikungan Pertama

Sementara itu, insiden Zarco kembali memunculkan kritik terhadap layout tikungan pertama Sirkuit Barcelona-Catalunya. Area tersebut beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan besar. Seperti insiden Takaaki Nakagami pada 2022 atau Enea Bastianini setahun kemudian.

Sejumlah pembalap pun mengajukan satu solusi mengatasi masalah tersebut. Yakni memindah posisi garis start lebih dekat ke tikungan pertama. Tujuannya, untuk mengurangi kecepatan saat awal pengereman.

”Kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi dan belum tahu betul titik pengereman. Jadi, kesalahan kecil bisa membuat bencana besar,” kata Di Giannantonio kepada Crash. ”Saya pikir setiap pembalap akan setuju untuk start sedekat mungkin dengan tikungan pertama,” imbuhnya. (ka/dns/jpg)

LCR Honda mengonfirmasi Zarco mengalami cedera ligamen lutut, robekan meniskus, serta retak kecil pada fibula pergelangan kaki kiri. Pembalap Prancis itu harus menjalani observasi semalam di rumah sakit Catalunya sebelum dibawa ke Prancis untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Tiga Kali Start

Keputusan race direction melakukan dua kali restart –atau total tiga kali start- menuai kritik. Jorge Martin (Aprilia) menilai restart berulang membuat konsentrasi pembalap menurun. ”Setelah tiga kali start mungkin sudah waktunya berhenti. Saya yakin bisa melakukannya, tapi ada pembalap lain yang tidak. Mau sampai berapa kali lagi? Enam atau tujuh kali?” kata juara dunia MotoGP 2024 tersebut seperti dilansir Marca.

Penilaian Martin terbukti. Bagnaia, yang ikut terlibat dalam kecelakaan Zarco, sempat mengalami masalah fisik setelah restart kedua. ”Setelah tiga lap saya mulai merasa pusing. Setiap mengerem kepala saya terasa berputar,” ujar pembalap Ducati tersebut.

 

Masalah Tikungan Pertama

Sementara itu, insiden Zarco kembali memunculkan kritik terhadap layout tikungan pertama Sirkuit Barcelona-Catalunya. Area tersebut beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan besar. Seperti insiden Takaaki Nakagami pada 2022 atau Enea Bastianini setahun kemudian.

Sejumlah pembalap pun mengajukan satu solusi mengatasi masalah tersebut. Yakni memindah posisi garis start lebih dekat ke tikungan pertama. Tujuannya, untuk mengurangi kecepatan saat awal pengereman.

”Kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi dan belum tahu betul titik pengereman. Jadi, kesalahan kecil bisa membuat bencana besar,” kata Di Giannantonio kepada Crash. ”Saya pikir setiap pembalap akan setuju untuk start sedekat mungkin dengan tikungan pertama,” imbuhnya. (ka/dns/jpg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru