33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Shindoka Sumut Raih Juara Umum Kejurnas Shindoka 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (Pengda) Shindoka Sumut, meraih juara umum dalam Kejuaraan Nasional Shitoryu Indonesia Karatedo (Kejurnas Shindoka) 2023 yang diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur, 16 – 18 Juni 2023. Total, 12 pengprov mengikuti kejurnas tersebut.

Dijelaskan Ketua Dojo Shindoka Sumatera Utara, Dr Drs Zulkarnain MSi, dalam Kejurnas karate yang menampilkan pertandingan dalam kelompok kata dan komite tersebut, Shindoka Sumut Keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 15 emas, 7 perak dan 10 perunggu. Perolehan juara umum kejurnas ini baru yang pertama kali di raih Sumut, bahkan Pengda di luar Jawa.

“Sebab selama ini, juara umum biasanya selalu diraih Pengda-pengda dari Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Banten, dan lain-lain,” kata Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (19/6/2023).

Dikatakan Zulkarnain, hasil yang diperoleh ini tentunya sangat menggembirakan bagi Shindoka Sumut, sebab hal ini menunjukkan program pembinaan yang diselenggarakan selama ini sudah berjalan dengan baik melalui pengembangan dojo-dojo.

“Maupun program TC jangka panjang dapat berjalan efektif dalam arti menghasilkan atlet-atlet karate potensial yang diharapkan dpt berprestasi di tingkat nasional maupun internasional pada masa yang akan datang,” ucapnya.

Dijelaskan Zulkarnain, atlet yang paling berpeluang tentunya adalah atlet yang meraih juara pertama di masing-masing kelas yang dipertandingkan dalam kejurnas tahun 2023 ini.

Perlu diketahui, sambung Zulkarnain, sebagai organisasi karate, maka dalam perguruan Shindoka, kejuaraan shitoryu dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Pengcab, Pengda, Kejurnas, tingkat Asia Pasifik dan kejuaraan dunia yang dilaksanakan 3 tahun sekali dan biasanya diikuti antara 35 hingga 40 Negara.

“Kejurnas ini menjadi salah satu sarana pokok seleksi karateka-karateka shitoryu untuk mengikuti kejuaraan dunia Shitoryu yang kebetulan tahun ini dilaksanakan di Jakarta setelah tahun 2020 dilaksanakan di Jepang. Hasil kejurnas ini tentunya memberikan peluang bagi atlet-atlet Shindoka Sumut untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Shitoryu yang direncanakan dilaksanakan bulan September 2023,” jelasnya.

Oleh karenanya, diharapkan para atlet dapat lebih giat dala berlatih untuk menghadapi berbagai kejuaraan karate pada masa yang akan datang, termasuk dalam kejuaraan FORKI SUMUT yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pengda Shindoka Sumut sendiri secara reguler terus memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan yang ada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti beberapa bulan sebelumnya, Shindoka Sumut juga mengirimkan tim karate untuk mengikuti kejuaraan open turnamen di Silent Night Malaysia dan yang diselenggarakan di Surabaya, disamping kejuaraan-kejuaraan lokal yang dilaksanakan di Medan.

“Untuk itu kita juga berharap agar orang tua atlet terus memotivasi atlet untuk lebih keras berlatih agar bisa lebih berprestasi pada masa yang akan datang,” harapnya.

Melalui TC jangka panjang dan try out secara periodik, lanjut Zulkarnain, diharapkan para atlet dapat berkembang dengan baik sebagai atlet karate yang handal pada masa yang akan datang.

“Tekad Pengda Shindoka Sumut akan terus berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi di bawah naungan FORKI pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
(map/ram)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (Pengda) Shindoka Sumut, meraih juara umum dalam Kejuaraan Nasional Shitoryu Indonesia Karatedo (Kejurnas Shindoka) 2023 yang diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur, 16 – 18 Juni 2023. Total, 12 pengprov mengikuti kejurnas tersebut.

Dijelaskan Ketua Dojo Shindoka Sumatera Utara, Dr Drs Zulkarnain MSi, dalam Kejurnas karate yang menampilkan pertandingan dalam kelompok kata dan komite tersebut, Shindoka Sumut Keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 15 emas, 7 perak dan 10 perunggu. Perolehan juara umum kejurnas ini baru yang pertama kali di raih Sumut, bahkan Pengda di luar Jawa.

“Sebab selama ini, juara umum biasanya selalu diraih Pengda-pengda dari Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Banten, dan lain-lain,” kata Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (19/6/2023).

Dikatakan Zulkarnain, hasil yang diperoleh ini tentunya sangat menggembirakan bagi Shindoka Sumut, sebab hal ini menunjukkan program pembinaan yang diselenggarakan selama ini sudah berjalan dengan baik melalui pengembangan dojo-dojo.

“Maupun program TC jangka panjang dapat berjalan efektif dalam arti menghasilkan atlet-atlet karate potensial yang diharapkan dpt berprestasi di tingkat nasional maupun internasional pada masa yang akan datang,” ucapnya.

Dijelaskan Zulkarnain, atlet yang paling berpeluang tentunya adalah atlet yang meraih juara pertama di masing-masing kelas yang dipertandingkan dalam kejurnas tahun 2023 ini.

Perlu diketahui, sambung Zulkarnain, sebagai organisasi karate, maka dalam perguruan Shindoka, kejuaraan shitoryu dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Pengcab, Pengda, Kejurnas, tingkat Asia Pasifik dan kejuaraan dunia yang dilaksanakan 3 tahun sekali dan biasanya diikuti antara 35 hingga 40 Negara.

“Kejurnas ini menjadi salah satu sarana pokok seleksi karateka-karateka shitoryu untuk mengikuti kejuaraan dunia Shitoryu yang kebetulan tahun ini dilaksanakan di Jakarta setelah tahun 2020 dilaksanakan di Jepang. Hasil kejurnas ini tentunya memberikan peluang bagi atlet-atlet Shindoka Sumut untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Shitoryu yang direncanakan dilaksanakan bulan September 2023,” jelasnya.

Oleh karenanya, diharapkan para atlet dapat lebih giat dala berlatih untuk menghadapi berbagai kejuaraan karate pada masa yang akan datang, termasuk dalam kejuaraan FORKI SUMUT yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pengda Shindoka Sumut sendiri secara reguler terus memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan yang ada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti beberapa bulan sebelumnya, Shindoka Sumut juga mengirimkan tim karate untuk mengikuti kejuaraan open turnamen di Silent Night Malaysia dan yang diselenggarakan di Surabaya, disamping kejuaraan-kejuaraan lokal yang dilaksanakan di Medan.

“Untuk itu kita juga berharap agar orang tua atlet terus memotivasi atlet untuk lebih keras berlatih agar bisa lebih berprestasi pada masa yang akan datang,” harapnya.

Melalui TC jangka panjang dan try out secara periodik, lanjut Zulkarnain, diharapkan para atlet dapat berkembang dengan baik sebagai atlet karate yang handal pada masa yang akan datang.

“Tekad Pengda Shindoka Sumut akan terus berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi di bawah naungan FORKI pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
(map/ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/