30 C
Medan
Saturday, June 15, 2024

Awal yang Berat

LATIHAN: Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl memimpin anak asuhnya latihan ringan jelang pertandingan melawan Filipina, sore nanti (25/11/2014).

BULACAN, SUMUTPOS.CO  – Indonesia sejatinya tidak butuh banyak perjuangan untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup A Piala AFF 2016. Karena, dengan total tiga kali bermain, skuad Garuda hanya butuh dua kali kemenangan. Hanya saja, itu bukan tugas yang muda bagi tim besutan Alfred Riedl ini.

Selain karena persiapan minim dengan materi pemain serba terbatas, Indonesia harus bertarung melawan tim-tim besar yang sudah melakukan persiapan cukup lama. Salah satunya adalah melawan Timnas Thailand dalam pertandingan pembuka di Stadion Philippine Sports Stadium, Bulacan Sore nanti (Tayangan langsung RCTI Pukul 15.30 WIB).

Sehari sebelum bertolak ke Filipina, Riedl sempat mengevaluasi targetnya untuk lolos ke babak final dalam turnamen kali ini. Namun, semua bisa berubah bila ada hasil bagus dari pertandingan mereka melawan Thailand itu. “Asal jangan sampai kalah saja lawan Thailand, saya pikir masih ada harapan,” kata Riedl, kemarin (18/11).

Agar misinya tersebut tercapai, pelatih asal Austria itu sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa menjinakan The War Elephant — julukan Timnas Thailand– itu. Salah satunya dengan mengurangi daya serang. Riedl memang berencana bermain dengan formasi 4-4-1-1 dengan menugaskan Boaz Solossa sebagai striker tunggal.

Keputusan itu diambil setelah Irfan Bachdim yang selama ini menjadi tandem Boaz harus absen karena cedera patah tulang fibula dua hari sebelum keberangkatan ke Filipina. Di belakang Boaz, Evan Dimas Darmono bisa menjadi penghubung antara Boaz dengan lini tengah yang akan dipadati oleh empat pemin, Zulham Zamrun, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly dan Andik Vermansah.

Hanya saja, Evan diragukan bisa bermain penuh dalam laga perdana tersebut. Sebab, dalam latihan terakhir yang dilakukan oleh Timnas di Stadion Philippine Sports Stadium, sore kemarin, kebugaran pemain asli Surabaya itu seperti sedikit terganggu. Mantan kapten Timnas U-19 itu juga terlihat tidak begitu energik menjalani latihan.

Di lini belakang, Benny Wahyudi, Fachruddin Wahyudi, Yanto Basna serta Abduh Lestaluhu masih menjadi opsi utama Riedl untuk menjadi tembok tebal bagi Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang. Tapi, kalau lawan agresif, Lilipaly bisa ditarik ke belakang untuk membantu pertahanan.

Saat memperkuat Telstar FC di liga kasta kedua Belanda, Stefano memang lebih banyak bermain sebagai gelandang bertahan. “Semua strategi bisa berubah, tergantung permainan lawan. Tapi, saya yakin Thailand akan bermain terbuka, karena mereka memiliki target tinggi dalam even ini,” lanjutnya.

Melihat rekaman pertandingan ujicoba internasional terakhir Thailand saat menahan imbang Australia 2-2, 15 Oktober lalu, Riedl memang sewajarnya memperkuat lini pertahanan skuad Merah Putih. Bagaimana tidak, lini depan tim besutan Kiatisuk Senamuang itu memiliki akselerasi di atas rata-rata.

Selain itu, lini depan Thailand juga terkenal licin untuk keluar dari jebakan offside. Gol pertama Teerasil Dangda ke gawang Australia pada menit ke-20 tidak lain adalah hasil lepas dari ranjau ofside yang dipasang oleh Australia. Tentu, Fachruddin Wahyudi dan kawan-kawan di lini belakang harus bekerja keras untuk menghalau striker berusia 28 tahun itu.

Sementara itu, kendati sangat diunggulkan, Kiatisuk Senamuang tetap bersikap merendah. Pria yang sukses membawa Thailand juara Piala AFF baik sebagai pemain dan pelatih itu hanya melempar senyum saat diberikan pertanyaan terkait laga melawan Indonesia. “Kami tetap respect dengan Indonesia. Mereka masih tetap lawan terberat di even ini,” kata Kiatisuk.

Terkait modal bagus yang baru dengan menahan imbang Australia, pelatih berusia 43 tahun itu menapikannya. Bagi dia, hasil bagus di pertandingan ujicoba tidak selalu menjamin ada hasil sama pertandingan resmi. Dengan begitu, dia sudah menginstruksikan semua penggawanya untuk bermain fight sepanjang laga. “Kami tidak mau lengah,” paparnya.

Salah satu bek timnas Indonesia, Yanto Basna menyebutkan bahwa dia siap memberikan semua kemampuan terbaiknya saat melawan Thailand nanti. Bagi bek Persib Bandung itu, dia sejak dulu selalu merasa tertantang untuk melawan tim-tim besar dengan striker kencang. “Karena selain bisa menambah mental bermain, juga menguji sejauh mana ketajaman skil saya,” tegasnya. (ben/jpg/adz)

LATIHAN: Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl memimpin anak asuhnya latihan ringan jelang pertandingan melawan Filipina, sore nanti (25/11/2014).

BULACAN, SUMUTPOS.CO  – Indonesia sejatinya tidak butuh banyak perjuangan untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup A Piala AFF 2016. Karena, dengan total tiga kali bermain, skuad Garuda hanya butuh dua kali kemenangan. Hanya saja, itu bukan tugas yang muda bagi tim besutan Alfred Riedl ini.

Selain karena persiapan minim dengan materi pemain serba terbatas, Indonesia harus bertarung melawan tim-tim besar yang sudah melakukan persiapan cukup lama. Salah satunya adalah melawan Timnas Thailand dalam pertandingan pembuka di Stadion Philippine Sports Stadium, Bulacan Sore nanti (Tayangan langsung RCTI Pukul 15.30 WIB).

Sehari sebelum bertolak ke Filipina, Riedl sempat mengevaluasi targetnya untuk lolos ke babak final dalam turnamen kali ini. Namun, semua bisa berubah bila ada hasil bagus dari pertandingan mereka melawan Thailand itu. “Asal jangan sampai kalah saja lawan Thailand, saya pikir masih ada harapan,” kata Riedl, kemarin (18/11).

Agar misinya tersebut tercapai, pelatih asal Austria itu sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa menjinakan The War Elephant — julukan Timnas Thailand– itu. Salah satunya dengan mengurangi daya serang. Riedl memang berencana bermain dengan formasi 4-4-1-1 dengan menugaskan Boaz Solossa sebagai striker tunggal.

Keputusan itu diambil setelah Irfan Bachdim yang selama ini menjadi tandem Boaz harus absen karena cedera patah tulang fibula dua hari sebelum keberangkatan ke Filipina. Di belakang Boaz, Evan Dimas Darmono bisa menjadi penghubung antara Boaz dengan lini tengah yang akan dipadati oleh empat pemin, Zulham Zamrun, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly dan Andik Vermansah.

Hanya saja, Evan diragukan bisa bermain penuh dalam laga perdana tersebut. Sebab, dalam latihan terakhir yang dilakukan oleh Timnas di Stadion Philippine Sports Stadium, sore kemarin, kebugaran pemain asli Surabaya itu seperti sedikit terganggu. Mantan kapten Timnas U-19 itu juga terlihat tidak begitu energik menjalani latihan.

Di lini belakang, Benny Wahyudi, Fachruddin Wahyudi, Yanto Basna serta Abduh Lestaluhu masih menjadi opsi utama Riedl untuk menjadi tembok tebal bagi Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang. Tapi, kalau lawan agresif, Lilipaly bisa ditarik ke belakang untuk membantu pertahanan.

Saat memperkuat Telstar FC di liga kasta kedua Belanda, Stefano memang lebih banyak bermain sebagai gelandang bertahan. “Semua strategi bisa berubah, tergantung permainan lawan. Tapi, saya yakin Thailand akan bermain terbuka, karena mereka memiliki target tinggi dalam even ini,” lanjutnya.

Melihat rekaman pertandingan ujicoba internasional terakhir Thailand saat menahan imbang Australia 2-2, 15 Oktober lalu, Riedl memang sewajarnya memperkuat lini pertahanan skuad Merah Putih. Bagaimana tidak, lini depan tim besutan Kiatisuk Senamuang itu memiliki akselerasi di atas rata-rata.

Selain itu, lini depan Thailand juga terkenal licin untuk keluar dari jebakan offside. Gol pertama Teerasil Dangda ke gawang Australia pada menit ke-20 tidak lain adalah hasil lepas dari ranjau ofside yang dipasang oleh Australia. Tentu, Fachruddin Wahyudi dan kawan-kawan di lini belakang harus bekerja keras untuk menghalau striker berusia 28 tahun itu.

Sementara itu, kendati sangat diunggulkan, Kiatisuk Senamuang tetap bersikap merendah. Pria yang sukses membawa Thailand juara Piala AFF baik sebagai pemain dan pelatih itu hanya melempar senyum saat diberikan pertanyaan terkait laga melawan Indonesia. “Kami tetap respect dengan Indonesia. Mereka masih tetap lawan terberat di even ini,” kata Kiatisuk.

Terkait modal bagus yang baru dengan menahan imbang Australia, pelatih berusia 43 tahun itu menapikannya. Bagi dia, hasil bagus di pertandingan ujicoba tidak selalu menjamin ada hasil sama pertandingan resmi. Dengan begitu, dia sudah menginstruksikan semua penggawanya untuk bermain fight sepanjang laga. “Kami tidak mau lengah,” paparnya.

Salah satu bek timnas Indonesia, Yanto Basna menyebutkan bahwa dia siap memberikan semua kemampuan terbaiknya saat melawan Thailand nanti. Bagi bek Persib Bandung itu, dia sejak dulu selalu merasa tertantang untuk melawan tim-tim besar dengan striker kencang. “Karena selain bisa menambah mental bermain, juga menguji sejauh mana ketajaman skil saya,” tegasnya. (ben/jpg/adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/