CATEGORY

Cerpen

Ketika Perempuan Diberi Porsi ’Melawan’

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Membahas persoalan perempuan memang tak ada habisnya. Dibahas dalam berbagai cara, salahsatunya dalam cerpen. Adalah Dini Usman, seorang penulis perempuan asli...

Manca’

Celurit itu sudah setengah warsa ia kaitkan di sebatang bambu. Tempat satu-satunya pemberian orang yang pertama mengenalkan dunia sebelum mengucap pesan terakhir pada manis...

Lelaki yang (Mencoba) Tersenyum

 "Aku akan baik-baik saja," kataku sambil tersenyum. Walau palsu, itulah terakhir kali aku dapat tersenyum. Senyum yang sengaja kutempel di bibirku agar kau benar-benar...

Tukang Foto Mayat

Oleh: T Agus Khaidir Dari sekian banyak pekerjaan lain yang sebenarnya bisa saja ia lakoni, Rahmat Yanis memilih jadi tukang foto. Memang, tak seorang pun...

Lelaki yang Menaruh Gelisah di Segelas Kopi

Oleh: Muftirom Fauzi Aruan Lelaki muda itu berjalan memasuki kedai kopi, dengan hati penuh kegelisahan. Seakan-akan kegelisahan itu adalah bayi raksasa yang ia gendong di...

Tali, Kembang Tanjung

Oleh: Andy Moe  Selalu, pada setiap pagi gadis itu ada disana. Membungkuk seperti melihat. Ah, lebih tepatnya mencari sesuatu. Entah apa. Di tangan kirinya...

Kematian Wali Kota

Oleh: Sihar Emry Prihandy / 1 / Kota Nadem, Maret 16 2012 Rumah Esterita – Pukul 18.36 Waktu Nadem. Esterita menuju dapur. Lelah sehari mengajar hendak dihapus...

Pendar Tubuh di Kebun Sawit

Oleh: Budi Afandi “Kuburkan aku...di tengah...tengah...kebun sawit.” Kalimat yang diucapkan dengan terpenggal-penggal itu adalah kalimat terakhir yang mampu diucapkan Raniti. Di ujung kalimat itu Raniti melepas...

Rindu Segelas Tuak

Seribu tahun kemudian, setelah orang-orang kehilangan rasa rindu, kini mereka kembali merasakan rindu dan dapat menyaksikannya di segelas tuak. Betapa orang-orang kini telah candu...

Teratai Malika

Desaku berada di atas dataran lembah dengan jejeran bongkahan batu kapur di setiap kelokan. Warna putihnya terbungkus lumut yang menempel hingga tampak menyerupai bukit-bukit...

Draft Cerita Pesanan Tok Awang Yang Belum Sepenuhnya Rampung

Tiba-tiba aku berdiri tersandar pada satu bagian dinding. Iya, tiba-tiba saja. Bagaimana aku bisa sampai di sini, aku tak tahu. Letaknya di antara dua...

Kuda Akeila

Oleh: DHusen Arifin Kuda Akeila  Mobil merah Akeila tak segera melaju. Rentetan mobil di depannya membuat laju roda empat amat pelan. Akeila hendak menemui lelaki...

Tiga Ekor Kucing

Aku tidak pernah menyukai kucing. Apalagi kucing kampung yang seringkali menyelinap ke dalam rumah ketika tidak ada orang di rumah. Kucing yang langsung menuju...

Sumpah Orang Paling Setia

Sumpah. Setelah gagal menagih hutang yang tak seberapa itu, aku berusaha sabar masih menemani makan malamnya. Masih bersumpah untuk menjadi orang paling setia di...

Sugar Ray, Ali, Elly Pical, Julio Cesar Chavez

Oleh: T. Agus Khaidir PERTANDINGAN akan berlangsung kira-kira tiga puluh menit. Lelehan keringatnya membanjir. Sejak sepuluh menit lalu, Rahmat Yanis terus melakukan shadow boxing, sembari...

Kemenhub Masih Kaji Penundaan Operasional KIA

JAKARTA- Pemerintah pusat memastikan target pengoperasian Kualanamu International Airport (KIA) bakal meleset, dari yang sudah dijadwalkan semula, 4 April 2013. Belum siapnya infrastruktur jalan...

Negeri Para Penyanyi

Cerpen Incek Tirom Wangsit, langkahnya tak surut menapaki jalan yang mendaki menuju balik gunung Merayapi. Konon katanya, di balik gunung Merayapi itu terdapat sebuah negara...

Konspirasi

Saat engkau sendiri, jangan sekali-kali merindukan bulan di kala hujan, lantas berharap seorang bidadari datang membawa kabar suka dari padang perburuan. Jangan, cukup pesan...

Porkas

Orang  baik itu,  yang tubuhnya ditutup kain putih dan baru saja dua perawat berpakaian putih mendorongnya ke ruang mayat rumah sakit itu,  jadi mayat...

Kecoak Anggora

Oleh: Syaifullah Defaza Paman muda dari kota memutuskan keanehan. Bersama putra sulungnya yang baru lima tahun, paman pergi ke toko hewan peliharaan. Tak mencari kucing, anjing,...

Kidung Dahan pada Putik

Cerpen  Teguh Affandi Apakah dirimu mengerti, Putik. Sehelai daun yang gugur dan menyentuh punggung tanganmu yang mulus itu, kini masih kusimpan. Kusimpan rapi. Masih seperti...

Skenario Khayalan

Cerpen  Teguh Bagus Surya Anton terjaga dari tidurnya. Ia mengerjapkan mata. Ruangan kerjanya terasa seperti berkabut. Anton mengucek matanya, berusaha menyingkirkan kabut tersebut. Alunan musik...

Tukang Cukur Keliling

Cerpen  Muzammil Frasdia Rumah itu berada di sela-sela bangunan tinggi pinggir kali sungai. Rumah yang bila dipandang dari kejauhan terlihat mirip seperti rumah pengungsi, dan...

Mendekati Cahaya

Cerpen:   Tjak S Parlan Tidak terlalu buruk, aku kira. Mendengar  kehidupan dari ruang yang sempit ini. Mengintip cahaya dari lubang kecil  di lorong bawah...

Satu Hal

Jalanan sunyi dan gelap. Kelebat angin malam keras menghantam tubuh seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun. Paras pucatnya jelas terlihat. Udara malam kian dingin,...

Moon

Entah kapan itu. Tapi aku ingat, ada hal-hal aneh terjadi pada diriku. sesuatu yang memang tak akan kulupakan selama aku masih hidup. Cerpen: Fathromi R Aku...

Catatan-Catatan Mimpi

Di belakang rumah, kudapati Bik Iyah tengah mengumpulkan kayu bakar, aku tersenyum memandanginya, sarung lusuh bermotifkan bunga teratai yang dikenakannya membuat dia terlihat cantik...

Surat Terakhir

Cerpen: Anggrek Lestari Asy-Syifa Angin membisikkan selarik cinta  pada deru ombak yang memecah di tepi pantai. Jejak-jejak kaki yang kutinggalkan di pasir putih perlahan-lahan...

Ibu Guru Kayona

Beliau baru saja lulus sarjana, ketika beliau harus mendampingi kami menyelesaikan tugas akhir drama sekolah. Nilai itu diperlukan agar nilai-nilai kami bagus. Terutama nilai...

Para Takziah

Cerpen: T Agus Khaidir Kampung kami terguncang. Dua kabar duka sekaligus datang. Kematian mendadak dalam satu malam yang menghadirkan haru dan cibir tertahan. Kabar disiarkan pengeras...

Lelaki Purnama

Cerpen:  Lalu Hamidi Atmaja Aku menyebutnya lelaki purnama. Dia tidak datang dari purnama seperti para alien yang datang dari planet lain dan singgah ke bumi....

Benda Asing

Cerpen Muhammad Ferdiansyah Ini sebuah cerita tentang si kacau yang hidupnya kacau, pekerjaannya kacau sampai-sampai hubungan asmaranya juga kacau. Semua rentetan kekacauan ini bermula dari...

Suara-Suara Berkabut

Cerpen  Hasudungan Rudy Yanto Sitohang Dari depan rumah berpanggung itu, ia berdiri menatap ke arah danau. Sesekali matanya berkejap-kejap, seolah menanti sesuatu. Ya, ia tetap...

Lelaki Purnama

Cerpen: Lalu Hamidi Atmaja Aku menyebutnya lelaki purnama. Dia tidak datang dari purnama seperti para alien yang datang dari planet lain dan singgah ke bumi....

Kamu, Perempuan Itu, Aku dan Secangkir Kopi

Cerpen:  Ilham Wahyudi Scene 1 Usai langit memuntahkan seluruh kesedihannya. Ketika puting indera pencicipmu tiba-tiba saja merindukan semacam sesuatu yang pecah di lidah. Kamu pun kembali...

Balada Lelaki Tua

Sepasang bola mata lelaki tua itu masih lekat menghunjam gerombol-gerombol gemawan kehitaman yang bergelantungan di angkasa raya, menutupi birunya lelangit dan garangnya sang mentari...

Emak Melukis Surga

Cerpen:  Tandi Skober “Ini bukan fiksi, Tandi “tutur Tifatul di dinding dingin musholah bercat putih, pucat di rumah BQ. Saya terkejut. Agak ragu saya betulkan...

Serbung 1

Cerpen  Mawaidi D. Mas Tentu saja, sekarang merupakan hari yang sial bagi Rohim. Sepekan sudah sampannya tak beruntung. Sedang sampan yang lain, seperti milik Agus,...

Warung Umi

Cerpen Ronald Tarakindo Rajagukguk Takbir berkumandang.  Sorak menyorai memecah malam. Suara-suara kemenangan itu tak henti mengajak kita menyuarakan hal yang sama. Terdengar setahun sekali, tapi...

Dalam Lipatan Seragam

Puuih! Semburan cairan merah meluncur deras dari sela-sela gigi nenekku. Percikan cairan merah itu mengenai kakiku, meninggalkan bekas seperti totol-totol berwarna merah. “Kamu itu...

Menunggu Ibu Pulang

Cerpen  T Agus Khaidir SEPI sekali. Rumah kosong. Ibunya belum pulang juga. Padahal tadi, usai menjemputnya dari sekolah, ibu bilang hanya akan pergi sebentar. Ah,...

Memeluk Sepi Danau Toba

Cerpen  Tova Zen Langit yang tadinya masam dalam kelabunya mendung, tiba-tiba muntah mengeluarkan ribuan gerimis air serupa jarum yang menusuk bumi. Di tengah hujan yang...

Sang Penyuap

Cerpen  Sam Edy Yuswanto Suara cekakak tawa itu kembali membahana di sebuah ruangan khusus buat mengadakan pertemuan. Tepatnya di hunian mewah milik pria baya berkumis,...

Biografi Tangan

Cerpen  Muhammad Pical Nasution I/ Aku melihat gerakan sepasang tangan di antara tumpukan minuman kaleng berwarna merah-hijau dalam rak sebuah mall mewah. Tangan itu pelan-pelan beranjak...

Otak yang Hilang

Cerpen Eka Maryono Seorang laki-laki tiba-tiba masuk ke kantor polisi. “Lapor pak, otak saya hilang.” “Hah? Jangan bercanda saudara!” “Sungguh pak, otak saya hilang!” “Kok bisa-bisanya otak saudara hilang?...

Amak Sujut

Cerpen Budi Afandi Andaikata bukan Amak Sujut yang berulah, hari itu pasti terjadi perang besar antar kampung seperti belasan tahun silam. Jika saja warga tidak...

Perempuan dalam Kaleng

Cerpen Dadang Ari Murtono Dadanya berdegup kencang. Keringat dingin mengalir dengan deras dari keningnya. Seolah ada sumber air di kening itu. Berulang ia menggumam semata...

Gaung Suara Mumi Es

Cerpen: Tova Zen Aku terus memacu langkah kakiku, meski kadang-kadang terasa berat saat kedua kakiku terbenam dalam tanah berlapis salju hingga setinggi tumit. Aku harus...

Tentang Sakit (Gigi)

Oleh Rezi Gustiadi Entah ikut merasakan, entah ingin tahu atau sekedar penasaran. Belum pernah kurasakan sakit yang benar-benar luar biasa seperti dialami olehnya. bergulinjang, teriak-teriak, memaki-maki,...

Seorang Lelaki yang Menunggu Kekasihnya, Suatu Malam di Kafe

Cerpen T Agus Khaidir SENJA menua. Dari balik jendela kafe di lantai 29 gedung yang nyaris seluruh dindingnya terbuat dari beling, Zainuddin memandang segenap pernik...

Perjanjian Berdarah

Cerpen  Maulana Satrya Sinaga Perempuan itu selalu ke pantai ini saat maghrib menjelang. Kau akan menemukannya antara ambang senja dan malam. Ia akan datang apabila...

Sepasang Kaki

Sihar Emry Prihandy Horas terkapar di tepi jalan. Mati. Tepat pukul 22.16 WIB. Selasa Legi malam. Hanya sejumlah Rp 1.500 di saku kanan celananya. Selembar uang kertas pecahan...

Pulau Larangan

Adi Zamzam Langit penuh jingga ketika Mbak Runi melangkah riang ke pantai. Cakrawala malah sudah mulai berjelaga. Langkah Mbak Runi yang terus ke utara menumbuhkan...

Pulang

Sunlie Thomas Alexander Setelah tujuh tahun. Senja Pertama INI senja yang pertama baginya setelah bertahun-tahun pergi. Hidup di berbagai tempat: kota-kota serba gemerlap maupun kelabu, yang terus-menerus...

Aku Menyebutnya…

Ester Pandiangan Aku menyebutnya semesta, karena dia mempunyai semua. Sampai-sampai aku sempat berpikir mungkin Yang Maha Kuasa teledor menempatkan begitu banyak talenta kepadanya atau mungkin...

Juru Cerita Pernikahan

Cerpen: Dadang Ari Murtono Di kampung lain ada pengajian, atau wayang kulit, atau orkes musik dangdut untuk merayakan pernikahan. Namun di kampung saya, yang selalu...

Moncong Anjing Sayap Malaikat

Erry Indra Ayahku anjing. Ibuku malaikat. Ketika Ayah melolong di tengah malam nan jahanam, Ibu tengah menitikkan doa lewat air matanya. Sedangkan aku terlahir sebagai:...

Mata Penakluk

Cerpen  Riza Multazam Luthfy Bagai angin, berita kesaktian Mbah Urip berseliweran dari satu loka ke loka yang lain.  Bahkan, dari satu generasi ke generasi berikutnya....

Ratu Udik, Sahabatnya, dan Pena dari Rendra

Oleh: Riza Multazam Luthfy Ia berpunca dari udik. Teman-temannya meruahnya Ratu Udik. Karena memang perangainya yang kekampung-kampungan. Tampang dan tingkahnya yang lugu, tak sanggup menyembunyikan...

Perempuan Sepi, Purnama dan Melati

Cerpen: Intan Hs Ia melirik bulan. Kelam tertutup awan. Angin berdesir, menyebarkan wangi bunga melati. Malam kian pekat, namun matanya tak hendak pejam. Ia resah....

Senyum Niyala

Dua rumah dari rumahku, adalah rumah Niyala. Gadis yang beberapa hari ini kerap datang bermain ke rumahku sendirian. Kadangkala saat pekerjaan kantor menumpuk, Niyala...

Parasit

Cerpen Ester Pandiangan Kubanting keras tumpukan piring dan gelas di bak cuci piring. Dengan ekor mata, kulirik abangku yang tergolek kekenyangan di depan televisi. Sepiring...

Katya, adalah Tentang Pagar

Cerpen Restu Ashari Putra 1992, Cerita-cerita di depan pagar, sebelum petang menjelang. Demi menghargai perasaan cinta yang semakin bunga bermekaran, aku rela mendengarkanmu. Di suatu sore...

Kado

Kau adalah permaisuri baru dalam istana kayu saat usiaku genap 6 tahun. Usia yang masih terlalu belia untuk dapat menyetubuhimu dengan sempurna. Tapi aku...

Gelas Isak

Kita pernah sadar dengan cerita-cerita yang dulu pernah tertunda. Hanya dengan segelas kopi hitam pahit, asap rokok menggeliat berputar, dan angin sore berhembus pelan....

Dirahut Padan

Udara dingin mengalungi sekitar. Sisa hujan masih terlihat dari celah jendela. Menetes satu persatu, tapi cukuplah membuat daksa hati tak hendak pergi ke mana-mana....

Kincir di Bola Mataku

Jika ada yang sangat kuinginkan saat ini, itu adalah menikah denganmu. Ini sudah kesekian kalinya, aku pulang dengan jarum kekesalan menancap di hatiku. Sikapmu...

Langit

Gadis itu sendirian di situ. Putih. Gelembung-gelembung angkasa bagai terungkit, naik ke atas, melambai, melambai, melambai putih-putih, menjadi kapas. Tengadah. Ia meminta gulali. Gulali...

Halaman Terakhir Dan

Cerpen oleh: Ester Pandiangan Aku benci aroma pemakaman. Karena baunya begitu hening dan nelangsa. Membawa orang pada kesepian mendalam begitu menyiksa. Pemakaman memang selalu menerjunkan...

Mencongkel Wajah

Wajah itu datang padaku. Rupa karut marut yang ingin aku congkel. Tampang berkerut yang ingin aku ukir dengan belati. Jangan sebut aku keji, karena...

Lorong

Ternyata dia baru menyadari bahwa gelas minumannya sudah tidak ada di atas meja bar, setelah Tom Roberts, orang Palmer Street berambut pirang dengan kancing...

Keju di Kotak Bekalku

Aku lupa bagaimana rasanya keju, karena belakangan ini ibu memberiku sepotong tahu atau telur setiap hari. Dan belakangan itupun sudah berbulan-bulan kujalani. “Ibu, aku...

Kartini Br Regar

Ini bukan tentang pejuang perempuan yang hidup melawan buta aksara. Ini hanya tentang seorang perempuan, pekerja keras. Itu saja. Cerita oleh Muram Batu Kalaupun saya ceritakan...

Budaya Jampi Uci

Dengar jika satu waktu kalian singgah di daerah Ogan—entahlah kebetulan karena kemalaman di jalan, sengaja bertandang untuk menemui sanak keluarga-sahabat lama, atau seperti halnya...

Pisau Dalam Mata

Cerpen: Riki Utomi Saya selalu bergidik ketika berada di dekatnya. Untuk itu saya selalu berusaha menghidarinya. Dimanapun, saya lebih cenderung untuk mawas diri. Sebuah hal...

Malaikat Penjual Embun Air Mata

Lirih! Suara itu terdengar samar, merdu bahkan nyaris syahdu. Dalam gelegar teriakan petir yang terdengar kasar menggelegar, suara itu membaur dalam samar. Saat petir...

Di Sebuah Kota Asing

Cerpen  Tamim Ansyari Aku tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi di penjara, hanya bentuk dan perasaanku tentang tempat itu saja yang dapat kuingat. Langit-langit yang...

Baju Dinas

Cerpen:   Sobirin Zaini Aku tak dapat memastikan  sama sekali entah kapan abahku dapat membelikan handphone baru untukku seperti abahnya Yarti membelikan handphone baru untuknya. Karena aku...

Cerita dari Gorong-gorong

Cerpe:  Hasudungan Rudy Yanto Sitohang Senja kembali datang dari lorong sudut kota. Senja yang menawar luka, membawa air mata darah, dan bara menyala-nyala. Coba engkau...

Rumah Burung

Dengan kepak, aku mencoba berteman dengan burung-burung dan mengusir rasa sepi yang bertahun-tahun, membikin sarang di sini. Di kepalaku. Selepas dari musola untuk solat zuhur,...

Istriku Pergi

Jefri al Malay Entahlah! Belakangan aku kembali bertanya, akankah cinta juga bisa membunuh tuan pemiliknya? Lama sudah ia tak menari. Sekitar enam  tahun begitulah. Mungkin ia...

Cangkang

Cerpen:  DADANG ARI MURTONO TIDAK ada satu pun penduduk kampung itu yang tahu dari mana cangkang tersebut berasal. Dan, bagaimana cangkang itu tiba-tiba ada di...

Seruwit

Cerpen:     Mashdar Zainal Sepulang dari kerjanya—mengajar, buru-buru Hasbi ke ruang tengah, menengok meja makan. Tercenunglah ia sebentar di sana. Ditiliknya menu-menu ‘orang kota’ yang...

Sahabatku Irfan Sulaiman

“Dik Sunaryono, barusan tadi  saya kontak telpon Suhaili, antara lain dia bilang bhw Irfantelah meninggal pd tgl  7 April yg lalu  pd usia 73...

Anak Lelaki dan Meliana

Cerpen:  Cikie Wahab Seorang anak laki-laki menghampiri Meliana tiba-tiba dan menumpahkan gelas berwarna merah dari tangannya. Ia menatap jauh ke dalam mata guru matematika itu...

Suatu Malam di Rumah Tuan Ruffel

Cerpen  Delvi Yandra Lilian tidak menyangka peristiwa itu akan terjadi. Noki dan gerombolannya telah berencana mencuri wadah porselen ajaib yang konon dapat membuat seseorang menjadi...

Toko Sepatu

Cerpen : Sunlie Thomas Alexander Tentu, bagaimana bisa ia lupakan kenangan itu: usianya ketika itu masih begitu belia, sesegar pucuk dedaunan. Baru saja ia tamatkan...

Pertarungan Terakhir

Cerpen : Hermawan Aksan Pada suatu malam gerimis, ketika dedaunan bugenvil menampar-nampar jendela kaca rumah, aku kehilangan tokoh utama ceritaku. Tiba-tiba alur kisah yang tengah...

Sebuah Catatan

Aku akan naik shinkansen pagi ini menuju Bandara Internasional Narita, Tokyo, menjemput Naoto yang mendarat dari Timur Tengah. Ia  bekerja di salah satu perusahaan swasta...

Orang Gila

Cerpen : Miftah Fadhli Sudah tiga. Siang, pukul 12.05. Di rel yang sama. Penduduk sekitar bantalan rel berkerumun, dari atas, tampak seperti ribuan kantong sampah...

Perempuan di Jendela

Cerpen : Jusuf AN Kita pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau...

Sebatas Sayap Kembar

Cerpen : Zukhrini Khalis Maukah engkau menemaniku menangkap kupu–kupu? Kita berlari bersama. Berkejar–kejaran. Kau mengejarku dan aku akan mencoba berlari. Pegang erat jaringmu, sebelum...

Suara Itu…

Cerpen : Dessy Wahyuni “Bang, Bang, bangun Bang. Tak bisa tidur, ni!” Aku mengeluh sembari mengguncang-guncang tubuh besar di sampingku ini. Sudah dua jam aku...

Bayangan di Bola Matanya

Cerpen: Ahmad Ijazi H Kupandangi bola mata istriku. Kulihat sebuah bayangan mengambang di sana. Meski hanya samar-samar, aku dapat memastikan, laki-laki yang tengah bersemayam di...

Wak Diur Berhenti Memaki

Cerpen :  Anileda Hampir setiap hari suara Wak Diur terdengar. Berteriak atau memaki, tak pernah diam. Dan, tak ada yang melarang. Bak luka, teriakan itu mengering, tapi...

Upacara Terakhir

Cerpen :  Panda MT Siallagan Malam menjelang Lebaran di kampung kami selalu berlangsung eksotis. Usai takbiran, hampir seluruh warga memilih terjaga sambil menunggu detik-detik suci...

Purnama Ketujuh

Cerpen :  Afriyanti Kubiarkan malam yang pucat gelisah. Lolongan anjing menambah semarak misteriusnya kelam. Kepada malam buta yang menciptakan gerimis. Kepada tangis yang tidak akan...

Berita Terbaru