25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Ikut Bidding Olimpiade 2032, Menpora Bentuk Tim Khusus

no picture

SUMUTPOS.CO – Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bergerak cepat dalam menyukseskan rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Imam akan membentuk tim khusus untuk merealisasikan hal tersebut.

Imam mengatakan, tim khusus tersebut nantinya akan melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan para Olimpian Indonesia. Mereka nantinya akan bertugas untuk mempermulus dan meyakinkan negara-negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

“Seperti Ibu Menlu (Retno Lestari Priansari Marsudi, Red), beberapa menteri, KOI dan para Olimpian akan kami ajak juga menjadi bagian tim untuk meyakinkan negara-negara anggota IOC,” kata Imam, Kamis (21/2).

Menurut Imam, pembetukan ini akan dilakukan sematang mungkin mengingat waktu pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 baru akan berlangsung pada 2024. “Setiap kali kami bertemu negara-negara sahabat dan kunjungan resmi, Bu Menteri (Retno Marsudi, Red) memang kami minta untuk mendukung,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat resmi yang diserahkan kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Hasil bidding akan diumumkan pada tahun 2024 mendatang.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai bulu tangkis Indonesia akan sangat diuntungkan jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pernyataan Susy tersebut mengacu pada keberhasilan Merah Putih di Asian Games 2018 lalu.

Seperti yang sudah diketahui, Indonesia sukses tampil gemilang di Asian Games 2018. Mereka menyabet dua medali emas dari tangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan tunggal putra Jonatan Christe. Menurut Susy, keberhasilan itu tidak lepas dari faktor status tuan rumah.

Yang pasti sebagai tuan rumah kita akan jauh diuntungkan. Venue-nya kita sudah hafal. Adaptasi juga akan jauh lebih mudah, dukungan penonton juga akan menguntungkan bagi kita,” ujar Susy, Kamis (21/2).

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu juga menambahkan bahwa jika nantinya Indonesia betul menjadi tuan rumah, maka bukan tidak mungkin pencapaian di Asian Games 2018 lalu bisa kembali terulang, walaupun komposisi atlet yang turun pasti sudah berbeda. (bbs/don)

no picture

SUMUTPOS.CO – Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bergerak cepat dalam menyukseskan rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Imam akan membentuk tim khusus untuk merealisasikan hal tersebut.

Imam mengatakan, tim khusus tersebut nantinya akan melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan para Olimpian Indonesia. Mereka nantinya akan bertugas untuk mempermulus dan meyakinkan negara-negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

“Seperti Ibu Menlu (Retno Lestari Priansari Marsudi, Red), beberapa menteri, KOI dan para Olimpian akan kami ajak juga menjadi bagian tim untuk meyakinkan negara-negara anggota IOC,” kata Imam, Kamis (21/2).

Menurut Imam, pembetukan ini akan dilakukan sematang mungkin mengingat waktu pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 baru akan berlangsung pada 2024. “Setiap kali kami bertemu negara-negara sahabat dan kunjungan resmi, Bu Menteri (Retno Marsudi, Red) memang kami minta untuk mendukung,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat resmi yang diserahkan kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Hasil bidding akan diumumkan pada tahun 2024 mendatang.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai bulu tangkis Indonesia akan sangat diuntungkan jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pernyataan Susy tersebut mengacu pada keberhasilan Merah Putih di Asian Games 2018 lalu.

Seperti yang sudah diketahui, Indonesia sukses tampil gemilang di Asian Games 2018. Mereka menyabet dua medali emas dari tangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan tunggal putra Jonatan Christe. Menurut Susy, keberhasilan itu tidak lepas dari faktor status tuan rumah.

Yang pasti sebagai tuan rumah kita akan jauh diuntungkan. Venue-nya kita sudah hafal. Adaptasi juga akan jauh lebih mudah, dukungan penonton juga akan menguntungkan bagi kita,” ujar Susy, Kamis (21/2).

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu juga menambahkan bahwa jika nantinya Indonesia betul menjadi tuan rumah, maka bukan tidak mungkin pencapaian di Asian Games 2018 lalu bisa kembali terulang, walaupun komposisi atlet yang turun pasti sudah berbeda. (bbs/don)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/