32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 1076

Putri KW Tersingkir di Babak 16 Besar Asian Games 2022

HANGZHOU, SUMUTPOS.CO – Perjuangan tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani di Asian Games 2023 terhenti di babak 16 besar, setelah dikalahkan pemain asal India Pusarla Sindhu dalam 2 set langsung di court 2 Binjiang Gymnasium, Rabu (4/10/2023) pagi WIB.
Putri KW sempat tertinggal 4-7 pada awal set pertama, sebelum mampu menyamakan kedudukan 8-8. Duel berjalan sengit jelang interval hingga Pusarla memimpin 11-10.

Pusarla Sindhu mulai lepas dari tekanan Putri Kusuma Wardani setelah interval dengan menjauhkan jarak poin. Jawara BWF World Championships 2019 ini menuntaskan gim pertama dengan keunggulan 21-16.

Susul-susulan poin terjadi memasuki set kedua hingga skor sama kuat 4-4. Pusarla selanjutnya memimpin 12-10 selepas interval.

Putri KW berusaha menyamakan kedudukan, tapi lawan selalu menjaga keunggulan poin. Pusarla memasuki match point dengan keunggulan 20-16.

Bola pengembalian Putri KW yang membentur net memastikan kemenangan Pusarla. Pebulutangkis 28 tahun ini menang 21-16 dan lolos ke babak perempatfinal. (bbs/ram)

2 Pria Diduga Bandar Narkoba di Asahan Diringkus Polisi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Asahan meringkus dua orang pria diduga bandar narkoba.

Keduanya pria tersebut berinisial, MT (39) dan KP (50) warga Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Kanit I Satresnarkoba Polres Asahan, Iptu Mulyoto, menjelaskan, kedua pelaku diamankan di Kelurahan Gambir Biru, Kisaran Timur, Kabupaten Asahan pada Jumat (29/9/2023) lalu.

Keduanya berhasil diamankan petugas kepolisian dengan cara menyamar sebagai petugas Peusahaan Perusahaan Listrik Negara(PLN).

Mulyoto menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba dilakukan atas keresahan masyarakat.

“Berdasarkan informasi masyarakat itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan cara menyamar sebagai petugas PLN dan berhasil mengamankan MT beserta barang bukti,” ujarnya, Selasa (3/10/2023).

Pelaku MT mengakui barang bukti yang ditemukan petugas diperolehnya dari seorang pria berinsial KP.

Adapun barang bukti yang ditemukan dari tangan pelaku MT yaitu 20 bungkus paket kecil berisikan sabu dan satu bungkus ganja.

Dari informasi pelaku, kata Mulyoto, petugas langsung mengejar dan berhasil mengamankan pelaku KT.

“Kepada petugas, pelaku KT mengakui bahwa dirinya hanya sebagai jasa pengantar barang kepada pelaku MT yang disuruh oleh pria berinsial AJ,” tandasnya.

“Dalam pengungkapan kasus ini, kami akan terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” ungkapnya.(mag-10/ram)

Klaim Kepemilikan Lahan Perumahan, Oknum Anggota DPRD Sumut Dilaporkan ke Poldasu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Anggota DPRD Sumut berinisial DT dari Fraksi Partai Golkar, dilaporkan ke Polda Sumatera Utara terkait lahan rumah subsidi di Perumahan Pondok Alam, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut itu dilaporkan dengan Surat Tanda Nomor Laporan (STPL) No.STTLP/B/449/IV/2023/SPKT/Polda Sumut tertanggal 11 April 2023. Saat ini, laporan masih diproses dan Polda telah memeriksa sejumlah saksi.

Laporan ke Polda Sumut ini dilakukan PT Rapi Ray Putratama (RPP) selaku developer melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Pahlawan Teguh Lubis & Partner.

Disebutkan, DT dilaporkan karena kerap ‘meneror’ konsumen dengan menyatakan dia satu-satunya pemilik lahan yang sah. DT juga menyurati Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang dan pihak bank, sehingga proses balik nama dari konsumen yang telah melakukan pembelian rumah subsidi tersebut menjadi terkendala.

DT menyurati bank dan BPN agar kepemilikan 930 surat tanah di perumahan Sigara-gara dibatalkan.

Menurut kuasa hukum PT RRP, DT dilaporkan karena pencemaran nama baik dan juga menyebarkan berita bohong karena mengakui lahan perumahan Sigara-gara adalah miliknya. Karena itu DT dilaporkan ke Polda.

“Saat ini laporan terhadap DT masih bergulir di Polda Sumut,” tutur kuasa hukum PT RRP kepada wartawan saat konferensi pers di Jalan Dolok Sanggul, Kecamatan Medan Maimun, Selasa (3/10/2023) sore.

Akibat surat yang dilayangkan DT ke bank dan BPN, saat ini pengurusan surat hak milik (SHM) dari 930 surat tanah di perumahan tersebut menjadi terkendala. Padahal, sudah ada 300 pembeli di perumahan subsidi tersebut dan sebagian diantaranya sudah melakukan balik nama.

Selain itu, pada 7 Juni 2023, DT juga melayangkan gugatan pembatalan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kepemilikan lahan 15 ha yang kini sudah dibangun menjadi perumahan subsidi sesuai program Presiden Jokowi.

Gugatan tengah bergulir di PTUN Medan dan melibatkan sejumlah pihak yakni tergugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang, Tergugat II Intervensi I PT RRP selaku developer area komplek perumahan rakyat tersebut dan pihak lain seperti bank sebagai pemegang hak tanggungan atas tanah tersebut, serta beberapa konsumen yang telah membeli rumah tersebut pun turut menjadi pihak tergugat intervensi.

Kronologi Kepemilikan Lahan oleh PT RRP

Kuasa hukum PT RRP menyatakan klien mereka adalah pemilik sah dari lahan seluas 15 hektare yang kini sudah dibangun rumah subsidi program Presiden Jokowi di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

PT RRP membeli lahan seluas 15 hektar tersebut pada tahun 2018 dari Kirem Ginting yang mempunyai alas hak atas tanah. Surat pemindahan dan penyerahan hak dengan ganti rugi tanggal 1 Juni 1985 atas nama Kirem Ginting.

Pembelian tanah seluas 15 Hektare tersebut dilakukan dihadapan pejabat pembuat akta tanah. Pada saat transaksi jual beli tanah tersebut, Ibu Kirem Ginting melampirkan Surat Pemindahan dan Penyerahan Hak dengan Ganti Rugi tanggal 1 Juni 1985.

Surat Keterengan Tanah diterbitkan Kepala Desa Sigara-gara denga nomor : 592.1/2401/SGR/2018 tertanggal 26 November 2018 yang menerangkan bahwa lahan tersebut benar milik Kirem br Ginting sejak tahun 1985, dan Surat Keterangan Silang Sengketa yang diterbitkan oleh Kepala Desa Sigara-gara dengan Nomor : 592.2/2400/SGR/XI/2018 tertanggal 26November 2018, yang pada pokoknya menerangkan di atas objek tanah tersebut tidak ada silang sengketa dengan batas-batasnya dan tidak dalam agunan kepada pihak bank maupun pihak lainnya.

“Artinya pembelian tanah tersebut clear maka PT RRP selaku pembeli dapat dikategorikan sebagai pembeli yang beritikad baik,” ujar kuasa hukum PT RRP.

Selanjutnya, PT RRP pun mengurus tanah yang sudah dibeli dari ibu Kirem Ginting tersebut ke Badan Pertanahan Deli Serdang dan terbitlah 2 sertifikat HGB atas tanah tersebut pada tahun 2019. Kemudian terhadap sertifikat tanah tersebut dilakukan pemecahan menjadi 2 sertifikat HGB tahun 2020 yakni sertifikat No.650 dab 649.

Dan sampai proses ini tidak ada bantahan atau gugatan dari pihak manapun, kemudian tahun 2020 dilakukan pemecahan total menjadi 936 sertifikat HGB. Dan karena di atas lahan tersebut dibangun proyek perumahan rakyat program Presiden Jokowi, maka terhadap 936 sertifikat tersebut beberapa diantaranya telah beralih menjadi sertifikat Hak Milik atas nama konsumen.

Sementara itu, kuasa hukum 18 warga yang merupakan pembeli rumah, Tri Zenius Perdana Limbong, menyayangkan tindakan salah oknum dewan yang melakukan gugatan tersebut. Pasalnya, sejak awal terdapat banyak kejanggalan dalam perkara ini. “Kami yang sudah menggali informasi dan menelusuri riwayat kepemilikan tanah atas objek tersebut adalah miik Kirem Br Ginting sesuai SK Bupati.

“Kami berharap jangan majelis hakim PTUN Medan mengadili dan memutus perkara ini agar waspada terhadap oknum-oknum yang diduga melakukan prkatik mafia tanah. Kami tidak mau hukum dijadikan permainan oleh oknum-oknum tersebut,” pungkasnya.
(map/ram)

Hari Jadi Dairi ke-76, Bupati : Momentum untuk Terus Bergerak

SAMPAIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu sampaikan sambutan pada Sidang Paripurna Istimewa peringatan hari jadi Kabupaten Dairi ke-76 di gedung dewan, Senin (2/10/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Dairi ke-76 merupakan momentum untuk terus bergerak meningkatkan capaian kinerja pemerintah.

Penegasan itu disampaikan, Eddy KA Berutu dalam sambutanya, saat mengikuti Sidang Istimewa DPRD atas hari jadi di gedung DPRD maupun dalam resepsi hari jadi di gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (2/10/2023).

Anggara Sinurat menyampaikan, dalam Sidang Istimewa di gedung dewan, Eddy KA Berutu memaparkan beberapa capaian kinerja sudah dilakukan pemerintah mulai tahun 2019 sebagai awal kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati, Eddy KA Berutu-Jimmy Andrea Lukita Sihombing sejak tahun 2019.

Eddy menyebut, ada perbandingan capaian kinerja makro Kabupaten Dairi pada tahun 2019 dan 2022. Secara perlahan, katanya, meningkat pada tahun 2022.

Dipaparkan, capaian kinerja makro tahun 2022 yaitu indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 72,56 persen, umur harapan hidup (UHH) 69,64 persen.

Selanjutnya, rata-rata lama sekolah adalah 13,24 persen, rata-rata pengeluaran Rp10.740.000, tingkat kemiskinan 0,88 %, tingkat pengangguran terbuka 0,88%, pendapatan per kapita sebesar Rp33.980.000, gini ratio adalah 0,221, ujarnya.

Eddy Berutu juga menyampaikan capaian program prioritas yang telah dilakukan untuk perbaikan dan pembenahan penyelenggaraan pemerintahan yakni meningkatnya implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) sebesar 47,23 persen.

Sektor pendidikan, Pemkab Dairi telah melakukan pembangunan, penambahan, dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah. Melaksanakan pelatihan belajar matematika yang gampang, asyik, dan menyenangkan (Gasing).

Sektor kesehatan, kegiatan prioritas yakni pembangunan dan rehabilitasi puskesmas, pengadaan alat-alat kesehatan, menyediakan layanan sistem informasi rumah sakit (SIMRS) di RSUD Sidikalang.

Menyediakan layanan hemodialisa atau cuci darah, serta penyediaan public safety center (PSC) 119 yang telah melayani 224 pasien sejak diresmikan pada 2020.

Kemudian sektor pekerjaan umum, telah dilakukan perbaikan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan rumah baru layak huni, pembangunan irigasi, pengembangan jaringan distribusi air minum, pembangunan tangki septik, peningkatan sistem penyediaam air minum (SPAM).

Masih kata Eddy KA Berutu, untuk sektor pertanian, pemerintah telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kluster kopi dan jagung, menyalurkan alat mesin pertanian (Alsintan).

“Membangun sarana pertanian, pengembangan kawasan pertanian terpadu hortikultura di Parbuluan serta peningkatan nilai tukar petani (NTP) serta melakukan perluasan tanaman kopi sebagai upaya mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang,” sebutnya.

Sektor perdagangan, telah melakukan revitalisasi pasar Sumbul, pembangunan gedung PLUT KUMKM dan pusat sentra industri tenun di Kecamatan Silahisabungan.

“Pemkab Dairi juga memperoleh capaian lain seperti ditunjuk sebagai salahsatu tuan rumah pelaksanaan World Aquabike Championship pada, 22-26 November 2023 mendatang,” tutup Eddy. (rud/ram)

Hotel Harper Wahid Hasyim Persembahkan Kelezatan Baru, Sate Lontong Bakar Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah pusat kuliner yang kaya akan cita rasa, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan mempersembahkan kelezatan baru yang pasti memanjakan selera pecinta kuliner: Sate Lontong Bakar Medan. Menggabungkan tradisi kuliner khas Sumatera Utara dengan sentuhan modern, menu baru ini menghadirkan pengalaman makan yang tak terlupakan bagi para tamu.

Inovasi Kuliner yang Menggoda Selera
Sate Lontong Bakar Medan bukanlah sekadar hidangan, melainkan sebuah karya seni kuliner. Setiap potongan daging ayam yang dipilih dengan teliti, dipanggang dengan sempurna hingga kecokelatan yang menggoda selera. Proses memanggang daging ayam secara hati-hati memberikan cita rasa yang unik dan mengunci kelembapan daging, menciptakan sensasi gurih yang memikat.

Saus kacang khas Sumatera Utara yang menyertai hidangan ini adalah kunci utama dari kelezatan Sate Lontong Bakar Medan. Dibuat dengan campuran bumbu rempah yang diwariskan dari generasi ke generasi, saus ini memberikan sentuhan khas yang sulit ditolak. Rasa gurih, pedas, dan manis yang menyatu dalam saus ini adalah penanda dari cita rasa otentik Medan.

Lontong, pendamping setia dari hidangan ini, memiliki peran penting dalam menghadirkan keselarasan rasa.Dipadukan dengan daging panggang dan saus kacang, lontong memberikan tekstur lembut yang sempurna, memberikan dimensi baru bagi hidangan ini.

Warisan Rasa dari Sumatera Utara
Sate Lontong Bakar Medan adalah bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner tradisional Medan. Kota ini terkenal dengan keanekaragaman rasa dan aroma yang tercipta dari campuran rempah-rempah dan bumbu-bumbu khas. Dalam setiap gigitan Sate Lontong Bakar Medan, Anda akan merasakan warisan rasa dari kota yang menggoda selera ini.

Pengalaman Makan yang Luar Biasa
Para tamu Hotel Harper Wahid Hasyim Medan dapat menikmati Sate Lontong Bakar Medan dalam suasana yang elegan dan nyaman. Restoran hotel ini tidak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga pemandangan yang menawan dan pelayanan yang ramah. Tempat ini adalah surga bagi para pecinta kuliner yang mencari pengalaman makan yang tak terlupakan.

Sate Lontong Bakar Medan sudah tersedia mulai hari ini di restoran Hotel Harper Wahid Hasyim Medan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan tradisional yang terangkum dalam menu baru ini. Sate Lontong Bakar Medan di Hotel Harper Wahid Hasyim Medan adalah pengalaman kuliner yang wajib  dicoba bagi pecinta kuliner sejati. (rel/adz)

122 Mahasiswa UPMI Medan KKN di Dairi

FOTO BERSAMA: Penjabat Sekda Dairi, Surung Charles Bantjin, Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit serta Wakil Rektor 3 UPMI, Evi Suryani Siregar saat foto bersama dengan mahasiswa dalam acara seremoni pelepasan ke Kecamatan, Selasa (3/10/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 122 mahasiswa Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan, mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) pembelajaran pemberdayaan masyarakat dan praktek kerja lapangan di Dairi.

KKN mahasiswa UPMI disebar di 2 Kecamatan yakni Sidikalang dan Siempat Nempu Hulu hingga Desember 2023 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat dalam keterangan pers, Selasa (3/10/2023) yang diterima Sumut Pos menerangkan, rombongan mahasiswa KKN dan PKL UPMI didampingi beberapa dosen.

Seremoni pelepasan mahasiswa/mahasiswi untuk melaksanakan KKN di Kecamatan dilepas Penjabat Sekretaris Daerah, Surung Charles Bantjin dari depan Kantor Bupati Dairi, Selasa (3/10/2023).

Anggara menyebut, Surung Charles Bantjin menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, dengan senang menyambut baik kehadiran mahasiswa UPMI di Dairi.

Diharapkan, para mahasiswa bisa membantu mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Tidak hanya itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat melahirkan terobosan yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

“Pengetahuan yang Anda dapat bisa diaplikasikan di tengah masyarakat. Harapan saya Anda bisa melahirkan kembali semangat kegotongroyongan selama berbaur dalam masyarakat,” katanya.

Tradisi KKN yang sudah digelar sejak dulu, kata Charles, kiranya dapat menumbuhkan kecintaan bermasyarakat serta mengajak berpartisipasi dalam membangun desa.

“Cepatlah beradaptasi, tinggalkan sejenak kebiasaan di kota yang tentu berbeda dengan di desa. Jalin komunikasi, ciptakan inovasi, dan ajak masyarakat berperan di dalamnya. Ingat yang paling penting, jaga nama baik kampusmu,” katanya.

Hadir Asisten Pemerintahan, Jhony Hutasoit, Camat Sidikalang, Swanto Sitakar, Kepa Desa Bintang Mersada, Uswatun Bintang, Wakil Rektor 3 UPMI, Evi Suryani Siregar dan dosen pendamping lapangan, Alwi Fahrozi dan lainya.(rud/ram)

Dalam Sepekan, JPU Kejati Sumut Tuntut Mati 16 Terdakwa Perkara Narkotika

DEPAN: Gedung Kejati Sumut tampak dari depan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut, dalam sepekan menuntut mati 16 terdakwa narkotika. Diantaranya dari Kejari Serdangbedagai (Sergai) dengan 9 terdakwa, Kejari Langkat 4 terdakwa serta Kejari Asahan 3 terdakwa.

Kajati Sumut Idianto melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan membenarkan sepekan ini, Kejari Sergai baru-baru ini menuntut mati 9 terdakwa pengantar (kurir) sabu jaringan internasional seberat 50 Kg. Tuntutan hukuman mati itu berlangsung dalam persidangan di Pengadilan Negeri Sergai, Selasa (26/9) lalu.

“Dimana ke- 9 terdakwa yang dituntut hukuman mati adalah Mat Jais alias Bulat bin Mat Jani, Sabran alias Sidik bin Shadan, Bukhari alias Enjang bin Rasip, Azwar alias Alang bin Zakaria, Usman Ana alias Emang Bin Sukardi,” ungkap Yos, Selasa (3/10).

Kemudian, sebutnya, Aidil Fitra Pohan Bin Zakaria Pohan, Irwan Syahputra alias Kinoy, Riza Zulham Nasution Bin Rachmad Nasution dan Heri Setiawan Bin Suryono.

Para terdakwa terbukti membawa sabu seberat 50 kg dari tengah laut yang diamankan Mabes Polri pada 4 Januari 2023 di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Sergai.

“Total hingga September 2023, Kejati Sumut sudah menuntut mati 73 terdakwa perkara narkotika dan obat-obat terlarang, yang telah disidangkan di wilayah hukum Kejati Sumut, sebagian dari perkara ini sudah inkrah dan sebagian lagi masih proses banding dan PK,” ungkap Yos.

Lebih lanjut kata Yos, pidana mati adalah pidana yang terberat menurut perundang-undangan pidana Indonesia dan tidak lain berupa sejenis pidana yang merampas kepentingan umum yaitu jiwa atau nyawa manusia. Salah satu peraturan khusus yang mengatur tentang pidana mati di Indonesia adalah Undang Undang Narkotika.

Dimana, hukum positif Indonesia yaitu UU No 35 Tahun 2009 sudah mengatur tentang kejahatan narkotika yang bahkan sanksi terberatnya dijatuhi pidana mati, justru tindak pidana narkoba secara kasat mata semakin meningkat para pemakai narkoba ini dapat dengan mudah mendapat narkotika dan obat-obat terlarang.

“Pidana mati adalah hukuman terberat dan seharusnya ini menjadi contoh bagi generasi muda bahwa narkotika itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Keluarga dan agama adalah benteng utama dalam mendidik generasi muda agar tidak mudah tergoda dengan narkoba,” pungkasnya. (man/ram)

Terdakwa Korupsi Jalan Silangit Terancam 15 Tahun Penjara

KEJAKSAAN: Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Jalan Silangit-Muara, saat dilimpahkan ke Kejaksaan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa dugaan korupsi pembangunan Jalan Silangit- Muara yang merugikan negara Rp466 juta, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Ketiga terdakwa yakni, Lindung Pitua Hasiholan Sihombing selaku Direktur PT Dinamala Mitra Lestari (DML), Irganda Siburian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, serta Horas Napitupulu selaku pengawas (Site Enginieer) PT Multi Phi Beta.

Ketiganya, dijerat pasal 2 dan 3 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan terancam 15 tahun penjara

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) David Tambunan diwakili Agustini disebutkan, tahun 2019 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Pembangunan Jalan Silangit-Muara, dengan anggaran dana sebesar Rp15.601.242.000.

“Pekerjaan pembangunan Silangit-Muara sepanjang 6,5 km yang dilaksanakan oleh LPHS, selaku Direktur PT Dinamala Mitra Lestari di mana Pejabat Pembuat Komitmen adalah IS, dan Konsultan Pengawas Ir HN (selaku Pengawas Lapangan (Site Enginieer) PT Multi Phi Beta). Ternyata terjadi perubahan Kontrak/ addendum pada Pembangunan Jalan Jalan Silangit-Muara, dari sepanjang 6,5 km menjadi 4 km,” kata JPU dihadapan Hakim Ketua Nelson Panjaitan, Senin (2/10).

JPU menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan lapangan bersama dengan tim dari Universitas Sumatera Utara yang dihadiri PPK serta kontraktor dan konsultan pengawas atas pekerjaan pembangunan jalan Silangit-Muara, tim penyidik telah memperoleh minimal 2 alat bukti terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi.

“Berdasarkan Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP Sumut ditemukan kerugian negara Rp466.437.818. Sementara nilai proyek pembangunan Jalan Silangit-Muara menelan anggaran Rp15.601.242.000,” pungkasnya. (man/ram)

Prudential Wujudkan Kesehatan dan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Tata Kelola Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka Hari Ozon Internasional yang diperingati pada September lalu, Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan wawasan baik karyawan maupun nasabah dan masyarakat umum. Aktivitas yang dilakukan adalah sesi ESG & Health Webinar yang meningkatkan keterampilan karyawan dalam melestarikan lingkungan untuk mengurangi dampak dari polusi udara.

Selain itu, perusahaan juga melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum melalui acara Customer Gathering dan Health Series di media sosial Prudential Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan pernapasan di tengah maraknya polusi udara yang sedang terjadi. Hal ini ditujukan sebagai tindakan prefentif yang dilakukan mengingat semakin meningkatnya keluhan masyarakat terkait ISPA akhir-akhir ini.

Kegiatan ini mempertegas komitmen Prudential Indonesia dalam menerapkan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) selama lebih dari 27 tahun beroperasi di Indonesia, sekaligus berkontribusi bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan, kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan merupakan dua hal penting yang saling berkaitan satu sama lain, sehingga perlu berjalan selaras. Tanpa lingkungan yang sehat, masyarakat tidak dapat menikmati hidup yang sehat dan berkualitas, seperti banyaknya pemberitaan tentang keluhan kesehatan yang muncul karena dampak polusi belakangan ini.

“Melalui kegiatan – kegiatan ini, kami berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi masyarakat  dan generasi mendatang dengan menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan tetap senantiasa secara proaktif melakukan berbagai inisiatif yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, sebagai langkah prefentif serta wujud komitmen berkelanjutan dalam mengajak masyarakat senantiasa mengedepankan hidup yang sehat untuk masa depan lebih baik, Prudential Indonesia mengadakan program khusus vaksinasi PCV 13 atau vaksin pneumonia, untuk para nasabah dan karyawan.

Informasi lebih lanjut tentang program ini bisa dilihat di website Prudential.co.id, media sosial resmi dan juga tenaga pemasar Prudential. Vaksin PCV 13 adalah vaksin yang memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri streptococcus pneumonia yang menyebabkan pneumonia pada manusia.

Inisiatif-inisiatif tersebut juga disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi, salah satunya tingginya tingkat polusi udara selama beberapa bulan terakhir di wilayah Jabodetabek. Selain masalah polusi udara, kondisi lain yang juga memerlukan penanggulangan bersama adalah pengelolaan limbah sampah secara bertanggung jawab.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Ditjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada 2021 tercatat 68,5 juta ton sampah dan meningkat hingga 70 juta ton di 2022, di mana 24% atau 16 juta ton sampah di antaranya tidak dapat dikelola.

Untuk itu, dalam sesi ESG & Health Webinar, karyawan juga diajak untuk mengimplementasikan metode 3R (reuse, reduce, recycle) di kehidupan sehari-hari, termasuk pilah sampah, untuk mengurangi polusi udara dan mewujudkan kota yang bersih dan nyaman. Diakhir sesi webinar, peserta mendapatkan tanaman hias yang dapat memproduksi oksigen sekaligus menyerap polusi.

Lebih jauh, sesuai data Laporan Keberlanjutan Prudential Indonesia tahun 2022, Prudential Indonesia juga telah mendukung pengurangan emisi karbon serta efisiensi energi dengan mengurangi konsumsi air hingga 34% pada tahun 2022. Di tahun yang sama, Prudential Indonesia juga melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Maju Prudential di Desa Mauk, Tangerang, yang terbukti efektif untuk menyerap emisi gas karbon sekaligus mencegah pemanasan global. Berbagai upaya tersebut berhasil menghantarkan Prudential Indonesia sebagai “Pemenang ESG Award 2023” untuk kategori produk asuransi berkelanjutan pada Q3 2023.

“Kami akan terus hadir dan mengambil peran aktif untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, nasabah, dan karyawan akan kesehatan diri serta lingkungan secara luas untuk memberikan kontribusi berkelanjutan guna melindungi setiap kehidupan, untuk masa depan” tutup Karin. (dek)

Agincourt Resources Raih 5 Penghargaan dari Kementerian ESDM

Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, menerima Penghargaan Aditama pada Aspek Pengelolaan Teknis Pertambangan Minerba dan tiga penghargaan lain di ajang Good Mining Practice (GMP) Award 2023 yang diadakan Kementerian ESDM. (Dok: PTAR)

JAKARTA, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, memperoleh pengakuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia atas penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik serta manfaat program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Terbukti, empat penghargaan Good Mining Practice (GMP) Award dan satu Penghargaan Subroto berhasil dibawa pulang.

Di ajang GMP Award 2023 yang berlangsung pada 29 September lalu, PT Agincourt Resources (PTAR) meraih penghargaan bersimbol emas yakni Penghargaan Aditama pada Aspek Pengelolaan Teknis Pertambangan Minerba yang diserahkan langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi kepada Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio.

“Terima kasih atas penghargaan dan apresiasi yang kami terima hari ini. Kami meyakini penerapan good mining practice dapat memberi manfaat bagi semua stakeholder, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tambang,” kata Muliady.

Menurutnya, aktivitas operasional Tambang Emas Martabe selalu mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Kepmen tersebut menjadi pedoman perusahaan dalam melakukan – antara lain – pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya yang efisien; upaya-upaya tanggung jawab sosial yang baik; pemanfaatan teknologi; kegiatan konservasi penambangan dalam optimalisasi pengelolaan pemanfaatan mineral yang terukur, efisien, bertanggungjawab dan berkelanjutan; pengolahan dan pemurnian; hingga rencana pascatambang.

Selain menerima Penghargaan Aditama di Aspek Pengelolaan Teknis Pertambangan Minerba, PTAR meraih tiga Penghargaan Utama di GMP Award 2023, yakni pada Aspek Pengelolaan Konservasi Mineral, Aspek Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral, dan Aspek Pengelolaan Standarisasi dan Usaha Jasa Pertambangan Mineral. Tidak hanya itu, PTAR menyabet Penghargaan tertinggi Subroto 2023 berupa trofi dalam Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif – Kategori Logam Sub Kategori Bidang Peningkatan Pendapatan Riil dan Pekerjaan.

“Apresiasi ini akan menjadi motivasi kami untuk terus menerapkan pedoman good mining practice sepanjang usia Tambang Emas Martabe,” ujar Muliady usai menghadiri GMP Award 2023.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan badan usaha dan jasa pertambangan yang telah menerapkan good mining practice diharapkan mampu menghadapi sejumlah tantangan, seperti transparansi dan akuntabilitas pertambangan, transisi energi yang mempengaruhi industri tambang, serta fluktuasi harga dan cadangan yang kian terbatas.

“Tantangan tersebut menuntut adanya pemanfaatan teknologi pertambangan yang efektif dan efisien. Semoga perusahaan yang telah memperoleh penghargaan ini dapat menjadi role model industri pertambangan di Indonesia dan terus memberikan kontribusi optimal bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Penilaian penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik di ajang GMP Award 2023 dilakukan atas kinerja tahun 2022. Penilaian tersebut diikuti 13 badan usaha pertambangan pemegang Kontrak Karya (KK), 33 badan usaha pertambangan pemegang PKP2B, 30 badan usaha pertambangan IUP PMA, 224 badan usaha pertambangan pemegang IUP PMDN, 20 badan usaha pertambangan pemegang IUP BUMN, 9 badan usaha pertambangan pemegang IUPK, dan 65 badan usaha pertambangan pemegang IUJP.

Pertanian Berkelanjutan

Program Petani Penangkar Benih Padi Unggul Bersertifikat di Kecamatan Batangtoru mengantarkan PTAR meraih Penghargaan Subroto 2023 Bidang PPM Mineral Terinovatif – Kategori Logam Sub Kategori Bidang Peningkatan Pendapatan Riil dan Pekerjaan. Penghargaan Subroto sendiri merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kementerian ESDM kepada para pemangku kepentingan yang telah melakukan kinerja terbaik dalam memajukan sektor ESDM di Indonesia. Penghargaan ini merupakan puncak peringatan Hari Jadi Pertambangan ke-78.

Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Ruli Tanio, mengatakan Perusahaan memiliki berbagai program PPM, termasuk program pertanian untuk petani penangkar benih padi bersertifikat, yang secara nyata telah berkontribusi pada program pemerintah dan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan kedua yaitu meningkatkan pertanian berkelanjutan.

“Dalam menjalankan program PPM, kami tentu melihat di antaranya pada kebutuhan masyarakat, serta berupaya menciptakan lapangan pekerjaan berbasis potensi lokal untuk peningkatan pendapatan dan penurunan tingkat pengangguran usia produktif di wilayah lingkar tambang. Penghargaan Subroto ini merupakan apresiasi tak terhingga atas upaya kami dalam berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitar area operasional kami,” kata Ruli.

Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, menambahkan program petani penangkar benih padi unggul bersertifikat di Batangtoru yang dimulai sejak tahun 2016 berawal dari Kelompok Tani Permata Hijau di Desa Sipenggeng, terus berkembang hingga tahun 2023, dan telah melibatkan 43 petani di enam desa. Dari 15 hektar areal tanam, mereka memanen lebih dari 37 ton. Total pembelian gabah dari petani penangkar mencapai Rp203 juta, sedangkan total penjualan benih bersertifikat unggul mencapai Rp263 juta. Proses panjang ini tentu hanya bisa dicapai berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak dan pemangku kepentingan yang berperan aktif dalam program ini.

“Program ini kami harapkan dapat menjadi model kemandirian ekonomi melalui pendekatan klaster pertanian yang kemudian menjadi rujukan pembelajaran di tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan. Program ini pun telah mulai menciptakan aktor-aktor pertanian andal dan kompeten dalam meningkatkan perekonomian desa melalui pengaktifan klaster-klaster produktif berbasis potensi desa,” ungkap Christine. (rel)