27 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 1080

STMIK Triguna Dharma Tingkatkan Kreativitas Anak Lewat Tools Robotik Berbasis STEAM

EDUKASI: Dosen STMIK Triguna Dharma saat education fieldtrip untuk meningkatkan kreativitas anak di SD Swasta Nurul Huda, Medan, baru-baru ini. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah dosen STMIK Triguna Dharma berinovasi dalam meningkatkan kreativitas anak. Lewat education fieldtrip atau studi lapangan, para dosen mengimplementasikan tools robotik berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Math (STEAM). Inovasi ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Adapun dosen yang melakukan, Devri Suherdi SKom MKom, Syarifah Fadillah Rezky Skin MKom, dan Kartika Sari SKom MKom. Para dosen juga dibantu mahasiswa dan Robobrick Lab (Robotik dan Bricks Laboratory).

Ketua Tim Pengabdian, Devri Suherdi menyampaikan berkembangnya teknologi industri menuntut manusia untuk berpikir maju. Karena itu, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. “Upaya meningkatkan kreativitas anak ini dilakukan lewat education fieldtrip, tentunya dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini akan diterapkan sejak usia dini dan remaja agar mereka melek IT. Namun demikian, support dan peran orang tua sangat membantu agar anak-anaknya tercapai menjadi anak yang berkreativitas tinggi, berinovasi tinggi serta berkarakter di masa depan,” ungkapnya, Selasa (3/10).

Devri menjelaskan, metode education fieldtrip ini merupakan studi lapangan yang akan dilakukan oleh siswa dan siswi sekolah atau lembaga untuk melakukan kegiatan belajar yang dilaksanakan baik di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Tujuannya, untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa dan siswi apalagi dengan diterapkannya media yang mendukung teknologi dan pembelajaran sekarang. Maka dari itu, sangat penting rasanya dukungan orang tua, sekolah dan para penggiat teknologi dan pendidikan.

Akan tetapi, mungkin tidak semua sekolah atau lembaga yang melakukan atau melaksanakan kegiatan fieldtrip ini. Hal itu mengingat jumlah siswa dan anggaran yang terbatas. “Kita, peneliti berupaya untuk mewujudkan kegiatan fieldtrip ini ke lembaga lembaga sekolah terkait agar siswa dan siswinya dapat menunjang pembelajaran sekolah dengan mengikuti kegiatan education fieldtrip, trial robot building,” terang Devri.

Dia menuturkan, permasalahan yang sering ditemukan adalah kurangnya wawasan siswa dan siswi mengenai keilmuan teknologi yang dapat menunjang pembelajaran mereka. Padahal, media teknologi dapat membantu cara mereka untuk berfikir sistematis, meningkatkan motorik halus pada anak usia dini, keterampilan imajinasi, merangsang keterampilan inovatif, melatih kerja sama serta melatih kesabaran dan ketekunan yang notabenenya hanya untuk mendukung kegiatan belajar formal mereka.

“Saat ini, robotik lah yang merupakan salah satu teknologi dan hadir di lingkungan masyarakat. Dimana, nantinya robot ini akan diciptakan dan dibuat untuk mampu membantu tugas manusia baik itu dalam skala besar maupun kecil. Sebuah robot yang nantinya dibuat dan akan dilengkapi dengan brain susunan komponen fisik serta software yang akan ditanamkan, hingga menghasilkan sifat dan tingkah laku. Salah satu media yang akan kita gunakan nantinya dalam kegiatan education fieldtrip ini adalah Wedo Education 1.0,” papar Devri.

Wedo Education 1.0 merupakan alat edukasi yang memperkenalkan sebuah bentuk pola dua dan tiga dimensi, hingga perpaduan warna untuk mengekspresikannya. Serta, programming puzzle dan blok untuk pengaplikasiannya. “Hal yang dipelajari dari media ini adalah tentang bagaimana kekokohan project yang dibangun dengan melatih sensor motorik anak. Tentunya banyak keuntungan yang didapat dari media edukasi ini, yaitu dapat mengembangkan kreatifitas dan imajinasi anak, mengasah keterampilan yang ada, membentuk cara berfikir sistematis, melatih kesabaran dan meningkatkan logika programming pada anak usia dini dan remaja,” sambung Devri.

Ia menambahkan, dengan menggunakan media ini dapat membantu anak anak untuk menunjang pembelajarannya di sekolah seperti ilmu pengetahuan, matematika, biologi dan fisika. Hal itu telah dilakukan di Kelas 4 Plus SD Swasta Nurul Huda pada beberapa waktu lalu (29/8).

Wali Kelas 4 Plus SD Swasta Nurul Huda, Sri Andalusiawati, SPdi memberikan apresiasi dan terima kasih kepada dosen STMIK Triguna Dharma karena sudah mau memberikan sumbangsihnya. Yaitu, pengabdian kepada anak-anak sehingga kelak nantinya mereka bisa berinovasi, berkarya sesuai dengan bakat dan minatnya yang dapat teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. “Ini juga merupakan salah satu tujuan dari kurikulum merdeka. Artinya, memberikan kemerdekaan kepada anak didik untuk berkarya, belajar sesuai dengan bidang yang ditekuninya,” ujar Sri. (rel/azw)

Accor Undang Tamu Rayakan Kekayaan Indonesia melalui KarnavALL Batik Nusantara

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Accor, grup perhotelan terkemuka di Indonesia, dalam rangka Hari Batik Nasional, mengundang para tamu untuk merayakan kekayaan lokal Indonesia melalui penawaran KarnavALL Batik Nusantara di hotel dan resor di lebih dari 30 destinasi di seluruh negeri. Tema “Wonders of Nature” mengambil inspirasi dari keindahan flora dan fauna Indonesia yang menawan, yang mewujudkan semangat harmoni dan warisan budaya.

Hari Batik Nasional secara resmi diperingati setiap tanggal 2 Oktober, bertepatan dengan pengakuan resmi UNESCO pada tahun 2009 atas Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pada perayaan spesial ini, bekerja sama dengan komunitas lokal dan UMKM batik, Accor mengajak para tamu untuk menyelami dunia batik yang mempesona dengan penawaran kamar eksklusif termasuk sarapan lezat, oleh-oleh batik yang dipilih dengan cermat, atau suvenir berbahan batik.

Pengalaman membatik yang mendalam lainnya juga disediakan di hotel-hotel, seperti hidangan teh sore bernuansa batik, pameran UMKM lokal yang menginspirasi, peragaan busana batik yang indah, lokakarya membatik, talkshow batik yang menarik, dan banyak lagi.

“Kami dengan bangga mempersembahkan KarnavALL Batik Nusantara – Wonders of Nature sebagai sarana untuk mempromosikan keunikan dan kekayaan batik, tidak hanya mencakup hotel dan resor kami di seluruh Indonesia, namun juga menginspirasi lebih dari sekadar pengalaman menginap. Kami dengan sepenuh hati mendukung inisiatif pemerintah dan menyadari pentingnya pemberdayaan komunitas lokal. Dukungan kami diperluas ke mitra ekonomi kreatif dan UMKM, dan tujuan kami adalah menginspirasi kejayaan Indonesia melalui seni batik,“ kata Garth Simmons, Chief Executive Officer of Accor’s Premium, Midscale and Economy Division in Asia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas perayaan yang memancarkan semangat dan keindahan budaya batik yang begitu berharga dalam sejarah dan warisan budaya ini. “Batik bukan hanya sebuah kain indah, tapi juga sebuah cerita tentang identitas kearifan lokal dan kreativitas tanpa batas,” kata Sandiaga Uno.

Grand Mercure Medan Angkasa, merayakan hari Batik Nasional dengan aktivitas membatik bersama Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 5 Pomdam I/Bukit Barisan. Berkonsep ramah lingkungan, Grand Mercure Medan Angkasa berkolaborasi dengan Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera) dalam pengadaan tinta batik yang terbuat dari ranting pohon mangrove yang direbus sehingga menghasilkan warna alami. Bangga dengan budaya lokal, para peserta begitu antusias membatik dengan corak Batik Gorga, batik khas Batak. Selain membatik, juga terdapat bazar UMKM, seni hena, kue batik hingga souvenir bernuansa batik.

Rachmad Suwardi, General Manager menyampaikan, tujuan terselenggaranya acara batik ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap budaya lokal khususnya batik. “Grand Mercure Medan Angkasa konsisten dalam mempromosikan beragam budaya lokal dan KarnavALL Batik Nusantara merupakan wujud kepedulian dalam menegakkan kearifan lokal dalam rangkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Para tamu dapat melakukan reservasi untuk penawaran menarik ini di https://all.accor.com/promotions-offers/hot-deals-offers/owm016387-001-karnavall-batik-nusantara.id.shtml mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2023, untuk masa menginap antara tanggal 4 Oktober sampai 31 Desember 2023. Sebagai suguhan istimewa dalam perayaan meriah ini, anggota ALL – Accor Live Limitless akan menikmati diskon eksklusif sebesar 5%, sedangkan anggota Accor Plus dapat menikmati diskon eksklusif sebesar 10%. Menjadi anggota ALL – Accor Live Limitless sangatlah mudah dan gratis dengan mengunjungi www.all.accor.com. (rel/adz)

400 Personel Bersihkan Aliran Sungai Deli di Jalan Pertempuran Medan Barat

BERSIAP: Para personel TNI bersiap akan memberihkan aliran Sungai Deli di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (2/10/2023). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 400 personel gotong-royong membersihkan aliran Sungai Deli di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (2/10/2023).

 Personel dari Kecamatan Medan Barat, Petisah, Sunggal, Perjuangan Amplas, Dinas SDABMBK, BWSS II, Satpol PP, BPBD, dan TNI AD ini bahu-membahu membersihkan lereng kiri-kanan aliran sungai tersebut.

 Camat Medan Barat, T. Roby Chairi saat ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan ini bagian dari Gotong Royong Bersih Sungai Deli kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD.

 “Hari ini, kita fokus membersihkan kiri kanan lereng Sungai Deli di aliran Jalan Pertempuran sepanjang 200 meter,” ujarnya.

 Roby menambahkan, peserta gotong-royong membabat ilalang dan tanaman keras yang menyemak di lereng sungai. Sedangkan pengorekan sedimentasi juga akan dilakukan dengan menggunakan alat berat yang kini masih melakukan penyisiran di aliran Kecamatan Medan Belawan.

 “Kegiatan ini berlangsung 64 hari kerja. Telah dimulai pekan lalu. Waktu itu hadir  Kasad Jenderal Dudung Abdurachman dan bersama Pak Wali Kota Bobby Nasution. Bahkan, keduanya menyusuri Sungai Deli dengan menggunakan perahu karet,” ujarnya.

 Roby menyebutkan, aliran di Jalan Pertempuran ini termasuk Sektor III Gotong Royong Bersih Sungai Deli ini.  “Sektor III dimulai dari RS Martha Friska  sampai ke Jalan Palang Merah. Panjangnya kurang lebih 7,5 km,” pungkas dia. (rel)

Gandeng IJTI Sumut, Kejari Simalungun Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Ketua Korda IJTI Siantar-Simalungun Daud Sitohang menyerahkan plakat kepada Kajari Simalungun, Irfan Hergianto saat beraudiensi di Kantor Kejari Simalungun.(ist/SUMUT POS)

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun bersama Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dalam melaksanakan pembekalan keahlian mengemas video (content creator) bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun.

Hal ini tertuang dalam audensi Pengurus IJTI Sumut dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun Irfan Hergianto, S.H, M.H di Kantor Kejari Simalungun, Jalan Asahan, Senin (2/10).

Dalam pertemuan tersebut hadir Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Pengda IJTI Sumatera Utara, Agus Supratman, Ketua Koordinator Daerah (Korda) IJTI Siantar-Simalungun Daud Sitohang dan Kasi Intel Edison Sumitro Situmorang, SH.

“Ya kita (Kejari) sangat terima kasih atas kunjungannya, ini adalah program yang sangat baik,” jelas Irfan, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/10).

Irfan juga menjelaskan bahwa pihaknya dapat peran untuk memberikan pemahaman tentang hukum kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Simalungun agar bijak untuk mengelola konten di media sosial.

“Tupoksi Kejari adalah memberikan pemahaman tentang hukum kepada masyarakat,” tambah Irfan.

Sementara itu Kordinator Bidang Hukum dan Advokasi Pengda IJTI Sumatera Utara, Agus Supratman mengatakan bahwa IJTI ingin ikut berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menggunakan smartphone khususnya untuk audio visual dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDA) di daerah masing-masing, khususnya masyarakat Kabupaten Simalungun.

“Bagaimana saat ini masyarakat butuh dasar untuk mengetahui cara mengemas audio visual agar bisa menyampaikan informasi disekitarnya dengan baik dan tepat, melalui saluran media sosial,” jelas Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa peran masyarakat dalam program ini nantinya akan bisa dapat pemahaman aturan dan dasar menjadi konten kreator.

“Yah, dalam program ini tentunya IJTI Sumut sangat berterimakasih kepada Kejari Simalungun dan semoga program ini bermanfaat,” ucap Agus.(gus)

Hingga September 2023, Kejatisu Hentikan Penuntutan 101 Perkara dengan Humanis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga September 2023, Kejati Sumut berhasil menghentikan penuntutan 101 perkara dengan pendekatan humanis, berdasarkan Perja No 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice atau Keadilan Restoratif.

Kajati Sumut Idianto SH MH melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH, Minggu (1/10/2023), saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan, penerapan Perja No 15 tahun 2020 tidak semudah dibayangkan.

Perlu proses dan tahapan yang jelas agar tidak sampai terjadi kesalahan. Bukan kuantitasnya diutamakan, tapi kualitas dari perkara yang berhasil dihentikan berdasarkan sisi kemanusiaan.

“Misalnya, seorang ayah mencuri berondolan kelapa sawit milik perkebunan swasta atau BUMN, dari hasil jual berondolan mendapatkan uang Rp120.000 demi membeli beras untuk keberlangsungan dapurnya tetap bisa berasap (bisa makan dengan keluarganya),” kata Yos.

Untuk perkara seperti ini, lanjut Yos JPU perkaranya harus melihat esensi dari kasus ditangani, kenapa ayah tadi mencuri. Mengacu pada alasan kemanusiaan, jaksa dituntut untuk menggunakan hati nuraninya.

“Karena, kalau ayah tadi dimasukkan ke penjara, ada dua alternatif menjadi dampaknya. Bertobat atau malah makin jahat di kemudian hari. Jaksa Agung menjalankan program ini sudah banyak menolong orang agar tidak sampai masuk penjara, antara tersangka dan korbannya dimediasi untuk berdamai dan tidak ada dendam di kemudian hari,” tandasnya.

Untuk memediasi perkara-perkara tindak pidana ringan yang hukumannya di bawah lima tahun, kata Yos A Tarigan Kejati Sumut juga sudah membentuk rumah Restorative Justice, dan baru-baru ini Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) meresmikan Rumah RJ di Kabupaten Samosir.

Seperti disebut di awal, penghentian penuntutan dengan pendekatan RJ di wilayah hukum Kejati Sumut sudah mencapai 101 perkara, urutan teratas dengan jumlah RJ tertinggi adalah Kejari Asahan 10 perkara, disusul Kejari Langkat 9 perkara dan Kejari Simalungun 8 perkara. Kemudian disusul Kejari Labuhan Batu dan Cabjari Deli Serdang di Labuhan Deli sebanyak 7 perkara.

Sementara Kejari dan Cabjari lainnya yang ada di bawah wilayah hukum Kejati Sumut bervariasi dari 1 perkara sampai 6 perkara.

Proses penghentian penuntutan dengan pendekatan keadilan testoratif dilakukan secara berjenjang dengan syarat utama tersangka belum pernah melakukan tindak pidana dan ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

“Setelah perkara yang diusulkan disetujui JAM Pidum, kesepakatan damai antara tersangka dan korban akan menciptakan harmoni di tengah masyarakat dan tidak ada lagi rasa demdam berkepanjangan,” ujarnya.(rel)

Dinas Pendidikan Nias Selatan Tepis Isu Kurangnya Traspransi Publik

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan.

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Nias Selatan membantah pemberitaan miring yang mengatakan bahwa tidak transparan dalam pelaksanaan kegiatan dan ‘alergi’ pada wartawan, Kepala Dinas melalui Kepala Bidang (Kabid) PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Yasatulo Lase menuturkan pihaknya sangat menyayangkan tuduhan tersebut, pasalnya pihaknya selalu mengedepankan transparansi dalam melaksanakan kegiatan dan juga tetap menjaga hubungan erat terhadap mitra wartawan.

“Jadi, terkait pemberitaan yang dituduhkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan bahwa tidak transparan dalam setiap kegiatan pekerjaan kepada publik, itu tidak benar. Karena seluruh kegiatan Dinas Pendidikan dapat dilihat atau diakses di LPSE Kabupaten Nias Selatan, dan juga dilapangan sudah terpasang yang namanya papan proyek,” ujarnya kepada sejumlah wartawan saat dikonfirmasi di ruangannya di Jalan Arah Lagundri KM 7 Kecamatan Fanayama, Senin (2/10/2023).

Lebih lanjut, Yasatulo Lase mengatakan bahwa setiap mitra kerja (wartawan) datang ke Kantor Dinas Pendidikan untuk melakukan konfirmasi, pihaknya selalu menerima. Dan seandainya mitra kerja itu tidak dilayani di kantor mungkin karena lagi banyak pekerjaan. Atau, bisa berkomunikasi lewat chat.

“Artinya Dinas Pendidikan tidak pernah alergi terhadap wartawan, malah kami tetap menjaga hubungan erat dengan wartawan,” ungkapnya. (mag-8/ram)

Pj Wali Kota Hadiri Pengukuhan Ikal SMANSA, Hal Paling Sulit Mengumpulkan Alumni

HADIRI: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus Ikal Smansa Kota Tebintinggi priode 2023-2026.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani bersama Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Basyaruddin Nasution menghadiri pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Menengah Negeri Satu (Ikal Smansa) Tebingtinggi periode 2023-2026 di Aula SMAN 1 Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi.

Beberapa alumni turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya, Eddy Sofian mantan Pj Wali Kota Tebingtinggi periode 2010-2011), Dr Farid, Wadir Royal Prima Hospital Medan hingga Dekan FISIP USU, Dr Hatta Ridho.

Rasa apresiasi disampaikan Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani karena kerja keras dan kerja sama panitia bersama pengurus Alumni, sehingga mampu menyatukan alumni-alumni semua angkatan, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, ungkap Syarmadani ada satu hal yang membuat alumni ini agak sulit untuk terkumpul, yaitu ketika pembicaraan keberhasilan itu agak memarginalkan yang merasa kurang berhasil itu tadi.

“Misalnya pas ajakan itu agak malu agak ragu untuk berkumpul, ini terjadi. Nah kalau boleh ini menjadi catatan-catatan etik buat pengurus supaya lain waktu, banyak kita bisa hadir, banyak bisa berkiprah, supaya dibangun soliditas,” ujar Syarmadani, Minggu (1/10/1023).

Syarmadani mengatakan bahwa melihat pengalaman-pengalaman dalam rangka kontribusi, standar yang dibikin kadang-kadang agak sedikit tinggi. Akibatnya, yang menyumbang itu hanya sekelompok orang, yang lain akhirnya malu mundur teratur.

“Nah kalau boleh saya memberikan saran pertimbangan, ketika kita ingin bergerak bersama, tidak usahlah bikin standar yang terlalu tinggi, bikin standarnya cukup rendah tapi yang mau tinggi. Apa harapan dari ini semua? bisa kompak, semua bisa ikut kontribusi,” sarannya.

Tak lupa, Syarmadani mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus sekaligus terimakasih atas kontribusi Ikal SMANSA Kota Tebingtinggi, yang telah melaksanakan kegiatan bhakti sosial pelayanan kemasyarakatan.

Sementara, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution mengatakan, bahwa DPRD Kota Tebingtinggi menerima saran dan masukan yang membangun dari para alumni SMA Negeri 1 demi kemajuan Kota Tebingtinggi.

“Kami DPRD berharap masukan-masukan dari semua alumni, buah pemikiran yang akan kami sampaikan kepada Pj. Wali Kota untuk sebagai tujuan kita bersama bagaimana membangun kota kita ini,” kata Basyaruddin.

Ketua Dewan Pertimbangan, Hatta Ridho (angkatan tahun 1990), menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 telah memiliki 50 angkatan, tersebar di berbagai wilayah Indonesia, bahkan mungkin ada yang bekerja di luar negeri.

“Potensi itulah yang kami harap pengurus untuk menghimpun. Kita sebagai Dewan Pertimbangan siap memfasilitasi alumni di luar daerah. Supaya tujuan kita langsung memberi dampak kepada pembangunan kota. Selamat kepada pengurus, selamat bekerja dan kami siap untuk senantiasa memfasilitasi,” tutupnya. (ian)