31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1092

Denny Sumargo Jadi Owner di ‘Dodds’

PAMERAN: Dave (kanan) salah satu owner 'Dodds' saat di pameran Vinkoo Jakarta Fest di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Brand lokal produk pakaian ‘Dodds’ Bersiap untuk mengembangkan sayapnya hingga keluar negeri. Produk yang berpusat di Bandung ini bahkan sudah dilirik artis dan youtuber Denny Sumargo.

Dave, salah satu owner ‘Dodds’ mengatakan bahwa Denny Sumargo sudah join menjadi owner untuk produk pakaian ini.

“Dia sudah join menjadi owner. Ini akan mempermudah kita untuk meluaskan pasar,” ujarnya saat ditemui di ajang Vinkoo Jakarta Fest di Center Point Mall, Kamis (28/9/2023).

Dijelaskannya, keikutsertaan Denny Sumargo bukan hanya untuk melebarkan pemasaran di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Mengikuti berbagai ajang pameran, seperti Vinkoo Jakarta Fest ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan produk kita. Jadi, kita siap bila Vinkoo melakukan pameran di luar negeri,” tambahnya.

Dave mengatakan, bahwa ‘Dodds’ sudah dilirik oleh berbagai kalangan, karena dia cocok digunakan oleh pria dan wanita. Terutama mereka yang suka pakaian jenis oversize.

“Wanita berhijab juga sudah banyak yang menggunakan brand kita. Karena ukurannya yang oversize, jadi cocok. Selain kaos, kita juga ada jual Hoodie dengan harga yang cocok dengan kantong masyarakat,” tutupnya. (ram)

Minta Periksa Izin dan Legalitas Seluruh Panti Asuhan di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, mengecam adanya praktik eksploitasi anak. Belakangan, praktik eksploitasi anak tersebut muncul dengan modus panti asuhan yang marak terjadi akhir-akhir ini di Sumut.

Untuk itu, Baskami meminta agar pemerintah, mulai dari Pemprov Sumut hingga Pemkab/Pemko di seluruh Sumatera Utara agar harus melakukan pemeriksaan izin dan legalitas seluruh panti asuhan yang ada di Sumut.

“Ini menjadi peringatan bagi kita untuk mengawasi lingkungan sekitar dari praktik eksploitasi pada anak. Saya tegaskan, tidak boleh ada eksploitasi anak, khususnya di Sumatera Utara,” ucap Baskami, Kamis (28/9/2023).

Baskami pun memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Medan yang telah menindak panti asuhan yang diduga melakukan eksploitasi anak tersebut.

“Kemungkinan, masih ada panti asuhan lainnya yang melakukan eksploitasi terhadap anak dengan berbagai modus. Ini juga harus menjadi perhatian kita semua, selamatkan anak-anak itu dari eksploitasi,” ujarnya.

Baskami menjelaskan, berdasarkan undang-undang, negara menjamin bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Untuk itu, mereka berhak mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.

“Anak-anak kita merupakan generasi penerus, mereka harus dijamin hak-haknya. Bila ada praktik eksploitasi anak, maka harus segera ditindak. Berantas semua praktik eksploitasi terhadap anak,” tambahnya.

Untuk itu, Baskami juga mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar melakukan pendampingan dan penyuluhan ke panti-panti asuhan.

“Juga saya minta Dinas Kominfo untuk mengawasi praktik-praktik eksploitasi anak melalui media sosial, seperti tiktok, instagram dan lain-lain. Awasi secara serius,” tegasnya lagi.

Diterangkan Baskami, peran masyarakat juga sangat penting dalam mengawasi praktik eksploitasi terhadap anak.

“Saat ini banyak modus yang berkembang, segera laporkan kepada pihak berwajib. Menjaga generasi bangsa merupakan kewajiban kita bersama,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan pengelola Yayasan Panti Asuhan Karya Putra Tunggal Anak Indonesia sebagai tersangka kasus eksploitasi anak.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, saat ini pengelola panti asuhan yang beralamat di Jalan Rinte Raya, Kota Medan ini telah ditahan.

“Pengelolanya sudah ditetapkan jadi tersangka, laki-laki,” kata Fathir, Rabu (27/9/2023).

Fathir menyampaikan, adapun modus pelaku yakni melalui eksploitasi anak panti asuhan melalui media sosial Tiktok.

“Modus pelaku ini sama seperti panti asuhan di Kecamatan Perjuangan kemarin. Mengekploitasi anak melalui media sosial, uang yang didapat dipakai untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Dikatakannya, panti asuhan ini baru beroperasi selama tiga bulan dan telah mendapatkan keuntungan jutaan hingga puluhan juta rupiah.

“Sudah tiga bulan beroperasi, pendapatan yang didapat dari media sosial itu bervariasi. Selain itu dia juga dapat dari donatur-donatur yang lain,” pungkasnya.
(map/ram)

Mulai Januari 2024, Buang Sampah ke Sungai Kena Denda Rp10 Juta

TEGASKAN: Wali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan bahwa warga yang membuang sampah ke Sungai akan didenda usai menyusuri Sungai Deli bersama KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di hari pertama Gotong Royong Bersih Sungai Deli, Rabu (27/09/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan akan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan mulai Januari 2024. Tak main-main, nantinya setiap orang yang terbukti membuang sampah ke Sungai akan dikenakan denda Rp10 juta atau kurungan penjara 3 bulan.

Disebutkan Bobby usai menyusuri Sungai Deli bersama KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di hari pertama Gotong Royong Bersih Sungai Deli, Rabu (27/09/2023) itu, aturan tersebut jelas disebutkan dalam Pasal 35 ayat 1 pada Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 yang mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan, khususnya di sungai.

“Kita akan berlakukan Perda tentang larangan pembuangan sampah sembarangan. Di bulan Januari 2024, siapapun warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai, akan di kenakan sanksi Denda Rp 10 Juta atau kurungan (penjara) selama 3 Bulan,” tegas Bobby.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemberlakuan Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 itu nantinya juga akan disampaikan oleh Tim Sosialisasi yang termasuk dalam rangkaian kegiatan gotong royong bersih sungai Deli yang merupakan program Kolaborasi Pemko Medan Bersama TNI AD dan BWS II yang mengusung tema ‘Peduli Deli’.

“Saya sudah minta kepada jajaran Pemko Medan untuk dalam kegiatan sosialisasi menyampaikan Perda yang sudah lama ada terkait dengan aturan larangan buang sampah sembarangan. Nantinya setelah selesai 63 hari normalisasi sungai Deli, Perda tersebut akan diterapkan,” jelas Bobby.

Bobby Nasution menambahkan, dalam kegiatan gotong royong bersih sungai Deli itu, pastinya sudah terlihat mana-mana saja titik yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah. Ia pun memerintahkan setiap camat agar harus memantau titik-titik tersebut guna memastikan tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan.

Bila perlu, lanjut Bobby, kamera CCTV dapat dipasang pada titik tersebut agar dapat melihat siapa saja warga yang masih membuang sampah ke sungai.

“Camat harus terus memantau titik mana yang sering ada sampah, kalau perlu pasang CCTV dan bangun Pos lakukan segera. Pembersihan dan normalisasi sungai Deli ini sekalian menjadi alat monitoring titik mana saja yang sering dijadikan sebagai tempat buang sampah,” lanjutnya.

Kemudian, sambung Bobby, kegiatan normalisasi Sungai Deli dengan aksi gotong royong ini juga dilakukan untuk menekan kapasitas penurunan tampung air sungai Deli hingga berkurang 10 – 18 persen. Artinya, gotong royong bersih sungai Deli ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai dan menambah kapasitas tampung air di sungai Deli.

“Bayangkan kalau dari 10 sampai 18 persen ini itulah yang tumpah selama ini ke jalan, tumpah selama ini ke permukiman yang menyebabkan banjir. Harusnya 10 sampai 18 persen bisa ditampung di sungai. Keinginan kita ini bisa kembali seperti itu lagi,” pungkasnya. (map/ram)

Indosat Jadi Sponsor Resmi Timnas Sepakbola

SPONSOR: Presiden Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat mengumumkan Indosat resmi menjadi sponsor timnas sepakbola satu tahun ke depan pada acara PSSI Partner Summit di Jakarta, Rabu (27/9/2023).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menjadi sponsor resmi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia selama satu tahun ke depan, sebagai bagian dari komitmen memberdayakan Indonesia dengan mendukung perkembangan sepak bola tanah air untuk meraih prestasi tertinggi di pentas dunia.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indosat memiliki tujuan besar dalam memberdayakan Indonesia.
“Kali ini kami ingin berkontribusi langsung dengan menjadi pendukung utama perkembangan dunia sepak bola Indonesia, lewat tim nasional. Kami yakin semangat gotong royong dari semua pihak akan mewujudkan peluang tanpa batas serta mendorong para pemain memberikan performa terbaik mereka dalam mengharumkan nama Indonesia, baik di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya pada acara PSSI Partner Summit di Jakarta, Rabu (27/9/2023).

Partner Summit ini diadakan untuk mengumpulkan mitra strategis yang berkomitmen untuk mendukung prestasi sepak bola Indonesia di pentas dunia. PSSI menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indosat yang telah menunjukkan konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam mendukung sepak bola nasional. Sebelumnya Indosat juga pernah menjadi sponsor penting bagi berbagai tim besar di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan, pihaknya yakin bahwa hanya dengan bersatu dan memberikan dukungan sebaik mungkin, akan membawa Garuda terbang lebih tinggi dan menjadi tim yang diperhitungkan.

“Bukan hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di Asia dan dunia. Keberadaan Indosat Ooredoo Hutchison di Timnas membuktikan bahwa sepak bola semakin menarik, menjanjikan, dan memiliki potensi besar untuk terus menciptakan prestasi,” ungkapnya.

Komitmen Indosat dalam mendukung Tim Nasional Indonesia ke pentas dunia adalah langkah positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Indosat dan PSSI berharap bahwa kemitraan strategis ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia untuk meraih kesuksesan besar dalam dunia sepak bola internasional. (rel/ram)

Dana Desa Diperuntukkan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

AMANAT: Asisten Adm Ekbangsos H Sukhyar Mulyamin saat membacakan pidato amanat dari Plt Bupati Langkat, pada Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat di Halaman Kantor Bupati Langkat, Senin (25/9/2023).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin diwakilkan oleh Asisten Adm Ekbangsos H Sukhyar Mulyamin, menjadi Pembina Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat di Halaman Kantor Bupati Langkat, Senin (25/9/2023).

Pada kesempatan itu, H Sukhyar Mulyamin, menyampaikan bahwa pada tahun ini 2023 pemerintah pusat menyalurkan dana desa kepada pemerintah Kabupaten Langkat sebesar Rp236.620.647.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Enam Milyar Enam Ratus Dua Puluh Juta Enam Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah) yang di peruntukan bagi 240 Desa yang ada di Kabupaten Langkat.

“Oleh karenanya pada tahun 2023 ini prioritas pembangunan dana desa diperuntukkan bagi pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional dan mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam,” jelasnya.

Sementara itu untuk penghasilan tetap (SILTAP) Perangkat Desa, Pemerintah Kabupaten Langkat telah menganggarkan sebesar Rp126.992.191.500,- (Seratus Dua Puluh Enam Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Satu Ribu lima Ratus Rupiah) yang akan di bayarkan menjadi 2 (dua) tahap yaitu : tahap l (pertama) sebesar 60%, dan tahap ke ll (dua) sebesar 40%.

H Sukhyar Mulyamin menyampaikan berbagai penghargaan yang diraih Kabupaten Langkat, seperti juara Harapan 3 lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 Bumdes Wahana Mandiri Sejahtera Desa Perkebunan Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, kategori daya tarik pengunjung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif Republik Indonesia.

Kemudian untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Langkat juga mengikuti kegiatan lomba bumdes terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Utara. Di mana Bumdes Bertuah Maju Jaya Desa Secanggang Kecamatan Secanggang meraih juara harapan 2 (dua) yang hadiahnya langsung diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara di Medan.

Turut hadir Asisten Setda Kabupaten Langkat, Staf Ahli Setda Kabupaten Langkat, Pejabat Eselon ll dan lll di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Para Aparatur Sipil Negara dan seluruh peserta apel.(mag-6/ram)

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Lewat Program 5Ng

EFEKTIF: Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang dibuat Ganjar Pranowo terbukti mampu menurunkan angka kematian Ibu dan bayi serta stunting.Humas Pemprov Jateng.

SUMUTPOS.CO – PROGRAM 5Ng (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) atau dalam Bahasa Indonesia berarti “memantau orang hamil” merupakan kegiatan sistematis dan terpadu untuk mengurangi angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Semua ibu hamil perlu dipantau agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sehingga ibu selamat, dan bayi sehat.

Karena itu, program 5Ng dilaksanakan dalam empat fase yakni sebelum hamil, kehamilan, persalinan, dan nifas. Langkah tersebut efektif, berdasar hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat angka kematian bayi (AKB) mengalami penurunan tajam hingga 91,13 persen dalam lima dekade terakhir.

“Hal ini karena program imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah, imunisasinya lengkap serta peningkatan rata-rata lama pemberian ASI, utamanya ASI eksklusif, membuat bayi yang dilahirkan semakin mampu bertahan hidup lebih lama dibandingkan jika tidak mengonsumsi ASI eksklusif,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jateng Muh Saichudin.

Sedangkan, angka kematian Ibu (AKI) di Jateng berada di bawah AKI nasional. Jateng mencatatkan 183 yang selaras dengan penurunan yang ditargetkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni 183/100 ribu Kelahiran Hidup.”AKI tahun 2020 sudah mencapai 183, sedangkan level nasional mencapai 189. Ini menurun jauh,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mendukung aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (Elmisil) yang digagas oleh BKKBN RI. Pasalnya, hal itu sejalan dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang salah satu tujuannya adalah pencegahan stunting.

“BKKBN mempunyai program bagus, tiga bulan sebelum mereka (pasangan) menikah diperiksa, wabil khusus calon pengantin putri. Pemeriksaan mencakup kadar hemoglobin, lingkar lengan, hingga tinggi badan, serta kesehatan secara menyeluruh dari calon pengantin putri,” kata Ganjar.

Sementara untuk calon pengantin putra, pemeriksaan melingkupi beberapa aspek kesehatan, salah satu yang jadi fokus adalah kebiasaan merokok.”Yang merokok, kalau bisa berhenti merokoknya paling tidak tiga bulan, sehingga nanti pada saat berproses (reproduksi) mereka semuanya (sehat). Insha Allah bayinya akan sehat,” lanjutnya.

Ganjar berharap dengan program tersebut pemerintah bisa melakukan lebih banyak intervensi guna pengendalian stunting. Termasuk, edukasi untuk tidak menikah di usia muda karena menurutnya ketidaksiapan mental calon pengantin menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.

Pengamat Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), dr Amalia mengatakan, program untuk mendukung kesehatan ibu hamil memang perlu digalakkan. Di Indonesia, sendiri, kata dia, program Kesehatan Ibu Hamil sudah dimulai sejak tahun 1988, yang dikenal dengan Program Safe Motherhood (SM). Dan mulai dikenalkan oleh WHO di Indonesia dengan tujuan utama menurunkan angka MMR dan IMR.

Dijelaskannya, ada empat pilar safe motherhood, yakni Keluarga Berencana (KB), pelayanan Ante Natal/Ante Natal Care (ANC), persalinan yang aman, serta memberikan pelayanan nifas kepada ibu dan bayi dan pelayanan Obstetri Esensial. Untuk itu, Amelia mengharapkan agar program tersebut harus semakin gencar digalakkan. Tujuannya menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia agar semua perempuan di Indonesia dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan aman, dan bayi dilahirkan hidup sehat. (rel/dwi/ila)

Komitmen Berantas Narkoba, Polres Sergai Amankan 24 Pelaku

Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Terhitung sejak tanggal 12 hingga 24 September 2023, Polres Serdangbedagai (Sergai) bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 19 kasus tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba dari berbagai lokasi.

“Dari pengungkapan 19 kasus tindak pidana narkoba tersebut, kita berhasil mengamankan 23 orang terduga pengedar dan seorang terduga pemakai, serta menyita barang bukti diduga sabu sebanyak 60,49 gram dan 16,90 gram diduga ganja,” ungkap Kapolres Sergai, AKBP Oxy Yudha Pratesta didampingi Kasat Narkoba, AKP Juriadi di Polres Sergai Seirampah, Selasa (26/9/2023).

Oxy merinci, dari 19 pengungkapan kasus tersebut, 12 kasus diungkap Satnarkoba Polres, 2 oleh Polsek Perbaungan, dan masing-masing 1 kasus oleh Polsek Firdaus, Polsek Dolokmasihul, Polsek Tanjungberingin, Polsek Pantaicermin, dan Polsek Kotarih.

Orang nomor satu di Polres Sergai ini menegaskan, pihaknya akan terus memburu para pelaku narkoba dan tidak pidana lainnya demi mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif di Wilkum Polres Sergai, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2024 mendatang.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan bekerja sama dalam memerangi narkoba dengan ikut berperan aktif mengawasi lingkungan masing-masing.

“Apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat atau dapat menghubungi call center Polres Sergai 110 maupun WA layanan polisi Polres Sergai di nomor 0811-6124-110, agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya. (fad/ram)

Lepas Dari Pengawasan Guru, Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Kolam Renang

INDENTIFIKASI: Polres Tebingtinggi dan Tim Inafis melakukan indetifikasi di lokasi kejadian tepatnya Kolam Renang Pondok Kencana Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- IH (12) siswi pelajar SMP Negeri 1 Tebingtinggi warga Dusun XIII Kampung Banten Desa Paya Lombang Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Chevani Kota Tebingtinggi.

Awal penyebab meninggalnya korban dikarenakan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berenang pelajar SMP Negeri 1 Tebingtinggi di Kolam Renang Pondok Kencana Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Selasa (26/9/2023).

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto, mengatakan, korban meninggal akibat kekurangan oksigen ketika melakukan kegiatan ekstrakulikuler berenang dari sekolahnya.

“Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Chevani Kota Tebingtinggi, namun tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal kerena kekurangan okisgen,” jelasnya, Rabu (27/9/2023).

Sedangkan keterangan yang diambil dari Guru Honorer yang mendampingi siswa siswi SMP Negeri 1 Tebingtinggi melakukan ekstrakurikuler, Samsul Persautan Sianipar (32) menerangkan rombongan siswa SMP Negeri 1 Kecamatan Tebingtinggi yang berjumlah 55 orang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler berenang di Kolam Renang Pondok Kencana di Jalan Soekarno Hatta Kota Tebingtinggi.

Selaku guru mendampingi anak didiknya, meminta siswa untuk menganti baju dan memberikan pengarahan kepada semua siswa untuk melakukan pemanasan sebelum berenang, kemudian siswa masuk kedalam kolam renang dan mendapatkan pengarahan bagaimana cara berenang yang benar.

“Saat melakukan pengarahan kepada siswa siswi pelajar SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi yang mengikuti kegiatan berenang, tiba tiba korban langsung terjun kedalam kolam renang tanpa mendengarkan perintah dari guru pendamping,” ujarnya.

Dikatakannya, melihat kejadian tersebut guru dan siswa lainnya mencoba menyelamatkan korban dengan menariknya keatas dan mencoba memberikan nafas buatan melalui mulut, tetapi korban tampak lemas kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Chevani Kota Tebingtinggi untuk mendapatkan perawatan medis.

“Setelah dilakukan penyelamatan kepada korban, kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia,” papar AKP Agus Arianto.

Sedangkan menindaklanjuti kasusnya, pihak kepolisian Polres Tebingtinggi sudah melakukan identifikasi ke lokasi kejadian dan memeriksa keterangan saksi-saksi. (ian/ram)

Kapolres Pelabuhan Belawan Hadiri Gotong Royong Bersih Sungai Deli Bersama KASAD & Wali Kota Medan

HADIR: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, menghadiri kegiatan Gotong Royong Bersih Sungai Deli Kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD "Peduli Sungai Deli" Tahun 2023, Rabu (27/09/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, menghadiri kegiatan Gotong Royong Bersih Sungai Deli Kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD “Peduli Deli” Tahun 2023 di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (27/09/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi Sungai Deli dan mengatasi potensi banjir di wilayah Medan .

Dalam kegiatan gotong royong bersih sungai Deli ini, melibatkan lebih dari 2.300 orang serta sejumlah alat berat dan truk dari TNI AD dan Pemerintah Kota Medan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan kondisi Sungai Deli menjadi lebih asri dan menjaga kebersihan sungai sebagai upaya pencegahan banjir.

Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajaran turut berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga kebersihan sungai Deli dan mendukung inisiatif Pemko Medan dan TNI AD dalam upaya pencegahan banjir.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pelabuhan Belawan,” ujarnya. (mag-1/ram)

Target Prevelensi Stunting 25,37 Persen, Dairi Harus Kerja Keras

SAMBUTAN: Wabup Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing menyampaikan sambutan pada sosialisasi terkait penurunan angka stunting, Rabu (27/9/2023).Istimewa

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing mengatakan, prevalensi stunting di Dairi masih berada di angka 28,6%. Sementara target di tahun 2023 ini harus bisa mencapai, 25,23 persen.

Memang, angka itu sudah mengalami penurunan sebesar 5,6 persen dari jumlah stunting di tahun 2021 sebesar 34,2 persen. Namun untuk mencapai target itu, butuh kerja keras. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan penguatan pendampingan calon pengantin (Catin) dan sosialisasi aplikasi Elsimil di Sidikalang, Rabu (27/9/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat mengatakan, sosialisasi ini diikuti dari Kementerian Agama, tokoh agama, pimpinan gereja dan penyuluh agama.

Kegiatan tersebut bertujuan, sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Dairi sesuai peraturan presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Dalam kesempatan itu, Jimmy menyampaikan, salah satu upaya menekan angka stunting melalui pengembangan aplikasi elsimil (elektronik siap nikah dan hamil) yang merupakan inovasi dari BKKBN dengan tujuan utamanya adalah menekan angka stunting.

“Aplikasi Elsimil dapat mendeteksi calon pengantin yang berisiko memiliki balita stunting. Aplikasi Elsimil juga ditargetkan untuk kelompok sasaran remaja yang kelak akan menjadi calon pengantin,” ucap Jimmy.

Jimmy menegaskan, pencegahan dini perlu dilakukan dengan memberikan edukasi kesiapan nikah dan hamil dari perspektif agama guna mengatasi lahirnya balita stunting.

Pemerintah berharap agar koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi dapat terjalin dengan baik antara pemerintah dan semua mitra kerja dalam hal membangun komitmen bersama untuk percepatan penurunan stunting melalui pendampingan calon pengantin dengan pengembangan aplikasi elsimil.

Wakil BKKBN Sumut, Mai Debora Gultom mengatakan, Sumatera Utara termasuk provinsi prioritas yang perlu dilakukan percepatan penurunan stunting sehingga mendapatkan tambahan untuk intensifikasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan sosialisasi terkait aplikasi elsimil untuk percepatan penurun stunting di Dairi.

“Angka stunting di Dairi 28.60 persen, meski ada penurunan dibanding tahun 2021, tetapi angka itu masih tinggi dibandingkan kabupaten/kota yang lain di Sumut,” ungkapnya.

Diharapkan, tahun 2023 ini bisa dibawah 25 persen. Penurunan angka stunting ini harus terus dilakukan.

“arena stunting berhubungan dengan perkembangan anak kedepannya termasuk perkembangan ekonomi,” tutupnya. (rud/ram)