32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1109

Jalan Ditutup Puskopad, Petani Ramunia Terancam Gagal Panen

UNJUK RASA: Kelompok Tani Maju Desa Perkebunan Ramunia gelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan petani tergabung dalam Kelompok Tani Maju Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Kamis (21/9/2023).

Para petani ini, mengeluhkan hasil pertanian mereka terancam gagal panen, karena tidak diberikan akses jalan untuk memasuki lahan pertanian oleh Pusat Koperasi Kartika Bukit Barisan.

Karena itu, sejumlah masyarakat Desa Perkebunan Ramunia mengadukan persoalan ini ke Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin. Para petani terlihat datang dengan membawa potongan padi yang sudah mulai menguning.

“Kami ini mau panen, karena kami tahu beras mahal sekarang, jadi kami mau panen dilarang dengan puskopat, sementara kami waktu nanam tidak dipermasalahkan puskopat,” ucap perwakilan petani Suryani Manurung, di Kantor Gubernur, Kamis (21/9).

Suryani mengatakan, konflik lahan antara Puskopad Kodam I/BB dengan mereka sudah terjadi kurang lebih 10 tahun tanpa ada proses penyelesaian. Petani juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapat kepastian dari Puskopad.

Akan tetapi, lanjut Suryani, seluas kurang lebih 30 hektare atau 16 lahan itu diakui oleh Puskopat akan adanya hak masyarakat atau kelompok tani yang sampai saat ini belum diganti rugi atau diselesaikan.

“Karena kami menuntut yang 16 persen yang diakui oleh Puskopad yang belum ganti rugi, 16 persen itu ada, ini ada buktinya tahun 2016 diakui juga, memang ada 16 persen, yang belum ganti rugi, dan tahun 2023 mereka juga mengakui 16 persen, jadi kamilah ini penduduk yang 16 persen itu yang menanam padi,” ungkap Suryani sembari menunjukkan surat dari Puskopad.

Suryani menceritakan, awalnya pada bulan Juli lalu, petani diberikan akses jalan untuk menanam lahan tersebut. Namun setelah padi mereka tanami, pihak Puskopat justru melarang mereka untuk merawat dengan menutup akses jalan.

“Kami dikasih menanam waktu bulan Juli, sudah kami tanami, sekarang sudah menguning, mau panen, akses jalan kami ditutup. Jadi padi kami ini gimana mau busuk, sementara kita indonesia ini kelaparan, harga beras melambung tinggi,” ungkapnya.

Suryani mengatakan, tidak mengetahui alasan yang jelas dari Puskopat mengenai pelangaran untuk memanen padi mereka. Apalagi secara surat lahan petani diakuai 16 persen. Namun anehnya, justru Puskopat mendirikan Posko di wilayah lahan itu.

“Mereka disitu berposko, alasannya lahan itu hak mereka, sementara HGU yang mereka milikipun salah objek, itu ada di Ramunia I HGU mereka. Kami di Desa Perkebunan, tapi memang berdampingan wilayah itu, ramunia 1 ada disebelah kanan, desa perkebunan ada di sebelah kiri, persisnya ramunia 1 alamat mereka, kalau kami desa perkebunan ramunia,” ungkapnya.

Suryani meminta agar Pj Gubsu Hassanudin memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Terlebih saat ini padi yang mereka tanam sudah mulai menguning. Menurut Suryani, jika tidak ada solusinya, mereka dipastikan akan terancam gagal panen.

“Kami mau jumpai gubernur, minta supaya diberikan solusinya, penyelesaiannya gimana, Kami ada 112 KK, kami nanam ini juga modal sendiri, ada yang ngutang juga,” tandasnya.(gus/ram)

Warga Gabion Belawan Terima Bantuan dari Wakapolri

BANTUAN: Ratusan warga terlihat antusias menerima bantuan dari Wakapolri Komjen Pol Agus Adrianto, ketika melakukan Baksos Presisi Polri, di Gudang Lelong, Kelurahan Gabion, Kecamatan Belawan, Kamis,(21/09/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga terlihat antusias menerima bantuan dari Wakapolri Komjen Pol Agus Adrianto, di Gudang Lelong, Kelurahan Gabion, Kecamatan Belawan, Kamis (21/09/2023).

Terlihat, ratusan warga sudah memadati gudang pelelangan ikan terbesar di Belawan tersebut, sebelum Wakapolri tiba ditempat tersebut.

Dari kegiatan tersebut, warga menerima satu paket sembako yang berisi lima kilogram beras, satu kilogram minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir.

Wita salah seorang warga mengatakan, merasa senang dengan kegiatan baksos ini, awalnya ia mendapatkan kupon tersebut dari kelompok nelayan, kebetulan suaminya berprofesi sebagai nelayan, dan tergabung dalam sebuah kelompok Nelayan di Belawan.

“Saya sangat berterima kasih dengan bantuan ini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah melonjaknya harga beras saat ini,” ujarnya. (mag-1/ram)

Komisi II Dukung Sikap Wali Kota Medan Minta Inspektorat Periksa Kepsek dan Guru SMPN 15 Medan

Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST, mendukung penuh sikap tegas Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang meminta inspektorat untuk memeriksa kepala sekolah (kepsek) SMPN 15 Medan dan para guru yang saling berpolemik. Komisi II menilai, memeriksa kedua belah pihak merupakan langkah yang bijaksana agar masing-masing pihak dapat membenahi kesalahannya masing-masing.

“Saya sepakat dengan pak wali, kedua belah pihak harus diperiksa oleh inspektorat. Semua harus jelas, beri sanksi kepada keduanya bila kedua belah pihak sama-sama terbukti bersalah,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (21/9/2023).

Dikatakan politisi PAN tersebut, sikap kepsek yang tidak menandatangani surat pencairan gaji para guru tersebut jelas sebagai sebuah kesalahan.

“Walaupun benar sejumlah guru di sana ada yang melakukan perbuatan indisipliner, namun tidak kita benarkan kepsek tersebut melakukan menahan gaji yang merupakan hak para guru,” ujarnya.

Disisi lain, sambung Sudari, temuan adanya guru SMPN 15 Medan yang disebut-sebut juga mengajar di sekolah swasta sehingga sering meninggalkan kewajibannya mengajar di SMPN 15 Medan adalah sebuah kesalahan. Bahkan, Sudari menyebutkan perbuatan tersebut sebagai pelanggaran berat.

“Jelas-jelas guru di sekolah negeri tidak diperbolehkan mengajar di sekolah swasta, itu jelas aturannya. Tetapi yang terjadi, masih ada guru sekolah negeri yang ‘mencuri-curi’ untuk mengajar di sekolah swasta. Ini jelas pelanggaran berat,” katanya.

Tak hanya melanggar aturan, sambung Sudari, perbuatan itu acap kali membuat guru tersebut harus bolos mengajar di sekolah negeri demi mengajar di sekolah swasta. Alhasil, proses belajar mengajar menjadi terbengkalai karena ketiadaan guru.

“Akibatnya siswa yang menjadi korban. Bagaimana kualitas pendidikan kita bisa membaik kalau kualitas guru-gurunya seperti itu,” tegasnya.

Untuk itu, Sudari meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan untuk mendukung penuh program Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Medan melalui peningkatan mutu SDM seluruh guru yang ada.

Oleh sebab itu, lanjut Sudari, Disdikbud Medan harus melakukan pengawasan yang ketat kepada setiap guru, khususnya guru sekolah negeri yang ada di Kota Medan agar tidak juga mengajar di sekolah swasta.

“Kalau guru sekolah negeri masih ‘mencuri-curi’ mengajar di sekolah swasta, bagaimana mungkin bisa tercipta SDM yang baik. Ini harus jadi perhatian Disdikbud Medan, lakukan pengawasan yang ketat terhadap setiap guru di Kota Medan,” lanjutnya.

Sudari pun meminta Disdikbud untuk terus menyosialisasikan layanan pengaduan yang telah mereka buka selama ini. Diharapkan, layanan pengaduan Disdikbud Medan itu juga bisa menjadi sarana bagi setiap orang untuk mengadukan adanya guru sekolah negeri yang mengajar di sekolah swasta.

“Dan setiap layanan aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dengan segera oleh Disdikbud Medan. Kita semua harus berkolaborasi, mari ciptakan dunia pendidikan yang jauh lebih baik di Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Latih Masyarakat Desa Sentang Membuat Bakso Ikan

PELATIHAN: Tim pengabdian masrarakat USU yang diketuai Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, PhD saat memberi pelatihan membuat Bakso Ikan kepada warga Desa Sentang, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara. (IST)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Tim pengabdian masyarakat USU menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sentang Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara pada 16 September sampai 17 September 2023. Adapun tim pengabdian masyarakat USU terdiri dari Prof. Lusiana Andriani Lubis MA, PhD, Prof M.Arif Nasution, MA, PhD, Dewi Kurniawati MSi, PhD, dan Lina Sudarwati MSi.

Pada kegiatan yang digelar di ruangan aula Desa Sentang Kecamatan Nibung Hangus ini, tim memberikan edukasi dan pelatihan membuat bakso ikan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri 30 orang peserta yang berasal dari perwakilan semua dusun yang ada di Kecamatan Nibung Hangus. Selain tokoh-tokoh masyarakat, penggerak PKK ikut hadir mengapresiasi kegiatan ini.

Kegiatan monoreguler profesor mengabdi ini bermaksud untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan masyarakat yaitu pasangan menikah khususnya yang memiliki balita, calon pengantin, tokoh masyarakat dan adat serta dari tim penggerak PKK desa. Dengan adanya penambahan / peningkatan pengetahuan dan keterampilan, diharapkan keluarga dapat memberdayakan dirinya dan memberikan kesadaran dalam menyelesaikan masalah stunting di Desa Sentang khususnya dan pencegahan stunting ke desa-desa lain yang ada di Kecamatan Nibung Hangus.

Pada sambutannya, Kepala Desa Sentang Idris Susanto berharap kepada masyarakat agar sepenuh hati mengikuti kegiatan pengabdian ini. ‘’Semoga ilmu yang didapatkan segera diaplikasikan dalam memberdayakan diri untuk menambah panganan sehat keluarga khususnya bagi yang mempunyai balita. Sehingga, desa kita bebas dari stunting. Selain itu, bisa terciptanya UMKM pembuatan bakso ikan dan udang di desa kita ini,’’kata Idris.

Ketua tim pengabdian masyarakat USU, Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, PhD, mengatakan, kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan, mengubah cara pandang pada masyarakat khususnya ibu-ibu dalam memberdayakan potensi yang ada dengan memanfaatkan alam sekitarnya. Terutama laut yang kaya dengan hewani laut. ‘’Oleh karenanya tim pengabdian masyarakat USU tidak salah melirik lokasi ini sebagai lokus yang tepat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk para peserta,’’ujarnya.

Selanjutnya Prof Lusiana dalam penyampaian materinya mengatakan, bauran multi media seperti komunikasi tatap muka, komunikasi kelompok, komunikasi media digital seperti Facebook, Whatshapp dan lainnya diharapkan mampu menambah pengetahuan dan kesadaran menggunakan gadget secara sehat.

Kemudian adanya upaya untuk meningkatkan keterampilan dalam pengolahan makanan kepada balita dengan gizi yang cukup dengan memanfaatkan sumber daya alam hewani yang ada di sekitaran mereka sendiri. Yaitu laut yang kaya sumber protein seperti ikan, udang, kerang , kepiting dan lainnya. ‘’Hal ini kita praktekkan melalui pelatihan membuat bakso, di antaranya adalah bakso ikan,’’paparnya.

Selain itu, kegiatan ini juga membawa beberapa mahasiswa FISIP USU khususnya dari Ilmu Komunikasi, agar bertambah ilmu pengetahuannya dan pengalaman di lapangan dengan interaksi langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, kehadiran tim pengabdian masyarakat USU disini dapat memberikan ilmu pengetahuan, pencerahan dari ketidakberdayaan masyarakat untuk mampu menolong dirinya , keluarga kecilnya dan sekitarnya. (rel/sih)

Jaksa Tolak Eksepsi Zainal Muttaqin

BALIKPAPAN, SUMUTPOS.CO – Sidang kasus dugaan penggelapan aset mantan Direktur PT. Duta Manuntung (penerbit koran Kaltim Post) dan PT. Jawapos Jaringan Media Nusantara (JJMN) Zainal Muttaqin kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kamis (21/9). Mengenakan rompi merah, Zainal Muttaqin duduk di kursi terdakwa. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Ibrahim Palino.

Sidang ketiga dengan agenda mendengarkan jawaban jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi terdakwa tersebut pun berlangsung singkat. Kurang dari 20 menit sejak Ibrahim Palino mengetuk palu tanda memulai persidangan yang terbuka untuk umum. Di mana dalam penyampaiannya, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan Asrina Marina menyebut menolak dan menyatakan keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum terdakwa.

“Bahwa alasan-alasan keberatan tim penasihat hukum terdakwa mengajukan keberatan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (1) Jo Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHP. Bahwa keberatan penasihat hukum mengenai surat dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum adalah tidak beralasan sehingga harus ditolak,” kata Asrina membacakan kesimpulan jawaban JPU terhadap eksepsi tim penasihat hukum Zainal Muttaqin.

Hakim pun lantas mengusulkan dilaksanakannya sidang lanjutan pada Rabu (27/9) mendatang. Namun sebelum sidang ditutup, salah satu anggota tim penasihat hukum terdakwa, Mansyuri menyampaikan ke majelis hakim soal masa penahanan kliennya yang disebut sudah berakhir. Sementara pihaknya belum menerima salinan surat atau informasi mengenai perpanjangan masa tahanan oleh JPU.

“Seharusnya masa penahanan klien kami berakhir di 12 September lalu. Tetapi sampai sekarang kami tidak menerima adanya bukti perpanjangan masa penahanan,” ujar Mansyuri. Menanggapi hal tersebut, JPUKetua majelis hakim menyampaikan telah ada surat penetapan penahanan sejak 4 September hingga 3 Oktober 2023. Surat tersebut telah disampaikan PN ke Rutan Balikpapan tempat Zainal Muttaqin ditahan dan memiliki tanda terima.

“Kemudian urusan apakah dari pihak rutan kemudian menyampaikan itu ke pihak bapak (Zainal Muttaqin) merupakan kewenangan dari pihak rutan. Bukan otoritas kami (pengadilan),” kata Ibrahim Palino.

Media berupaya meminta tanggapan kepada Zainal Muttaqin setelah proses sidang. Saat ditanya soal kasus yang menjeratnya, dirinya memilih tidak ingin menjawab. “Dari mana? Selama ini kan tidak pernah minta tanggapan kok sekarang minta tanggapan. Tidak usah saja. Terusin saja yang tidak pakai tanggapan itu,” ujarnya sambil menuju ruang tahanan sementara PN Balikpapan.

Sementara itu, anggota tim penasihat hukum Zainal Muttaqin, Mansyur menjelaskan upaya saat ini yang sedang dilakukan pihaknya adalah mengalihkan tahanan kliennya. Dari tahanan rutan ke tahanan kota atau tahanan rumah. Surat pun sudah disampaikan ke majelis hakim di PN Balikpapan. Namun hingga kemarin belum ada tanggapan.

“Belum ada balasan surat (persetujuan atau menolak pengalihan tahanan),” ujar Mansyur.

Diketahui sebelumnya, dalam eksepsi pada sidang sebelumnya, kuasa hukum terdakwa, Sugeng Teguh Santoso menyatakan kasus kliennya tidak layak masuk persidangan pidana. Akan tetapi lebih pada persengketaan kepemilikan aset berupa tanah atas nama Zainal Muttaqin yang kini dipersoalkan PT Duta Manuntung.

Di sisi lain, menurut kuasa hukum PT JJMN Andi Syarifuddin mengatakan, Zainal Muttaqin pernah menjadi Dirut PT Duta Manuntung. Saat menjadi direktur itulah diduga melakukan penyalahgunaan wewenang. Salah satunya, menggunakan nomor rekening pribadi sebagai lalu lintas keuangan perusahaan. (rdh)

Smart Meter AMI Terbukti Berikan Kenyamanan, Tagihan Listrik Stabil

Dari kiri ke kanan, Staf seksi Transaksi Energi PLN ULP Helvetia, Kamsia Arianto Simanjuntak, pelanggan PLN ULP Helvetia, Esterlina Sinaga dan petugas penggantian _smart meter AMI sedang memberikan edukasi cara melakukan monitoring pemakaian melalui aplikasi PLN Mobile.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menggenjot program penggantian smart meter AMI di 2 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan dan UP3 Medan Utara. Program ini ditargetkan rampung 100 persen pada Bulan Oktober 2023 mendatang.

Smart meter AMI merupakan salah satu transformasi digital yang dilakukan PLN, inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus dapat mengetahui tagihan listrik secara realtime melalui aplikasi PLN Mobile.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menjelaskan bahwa program penggantian smart meter AMI telah dimulai sejak Bulan Juli 2023. Smart meter AMI ini telah dilengkapi sistem komunikasi digital yang canggih, akurat dan berkualitas.

“Tercatat hingga tanggal 20 September 2023, progress implementasi program smart meter AMI sebesar 77,17 persen. 34.302 pelanggan telah merasakan dan menggunakan smart meter AMI tersebut (21/9),” ujar Awaluddin.

Esterlina sinaga, salah satu pelanggan di ULP Helvetia yang telah menggunakan smart meter AMI mengatakan dirinya merasa nyaman menggunakan smart meter AMI. Tidak ada perbedaan menggunakan smart meter AMI dengan kWh meter sebelumnya.

“Sejak menggunakan smart meter AMI kami merasa nyaman. Hal ini dikarenakan dalam proses penggantian smart meter AMI, kami tidak dikenakan biaya apapun. Selain itu, tagihan listrik kami Bulan September 2023 tidak mengalami kenaikan,” ungkap Esterlina.

Penggunaan smart meter AMI membuat pola layanan juga lebih fleksibel karena pelanggan bebas memilih layanan pascabayar atau prabayar. Selain itu, PLN dapat mempercepat recovery time apabila terjadi gangguan listrik dikarenakan dapat terdeteksi oleh sistem secara realtime.

Pada tahap pertama implementasi smart meter AMI dilakukan di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Medan Selatan dan ULP Helvetia. Untuk mempercepat implementasi program tersebut, PLN UID Sumatera Utara menurunkan 80 petugas khusus untuk melakukan penggantian kepada 44.499 pelanggan.

“Diharapkan program penggantian smart meter AMI ini dapat berjalan sesuai rencana. Teknologi ini tidak hanya bermanfaat untuk kelistrikan, namun masih bisa dikembangkan menjadi produk /beyond kWh,” tutur Awaluddin. (rel/ila)

Respon Cepat PLN Pulihkan Gangguan Listrik Akibat Tanah Longsor

Petugas PLN sedang melakukan penggalian tanah untuk memindahkan tiang tumbang pasca cuaca ekstrem di Desa Parmonangan, Tiga Balata, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (20/9).

PEMATANG SIANTAR, SUMUTPOS.CO – September 2023 – Cuaca ekstrim yang terjadi sejak tadi malam menyebabkan terjadinya longsor di Desa Parmonangan, Tiga Balata Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang mengakibatkan terganggunya aliran listrik ke pelanggan PLN di wilayah kerja UP3 Pematang Siantar pada Selasa (19/9/2023).

Manager PLN UP3 Pematang Siantar Hasudungan Siahaan menyampaikan bahwa dampak cuaca ekstrem yang melanda Desa Parmonangan menyebabkan satu tiang listrik tumbang. Imbas kejadian ini terdapat sekitar 24 Gardu Distribusi yang terdampak padam dengan estimasi sekitar 1.200 pelanggan.

Adapun daerah yang berdampak pemadaman diantaranya Parmonangan, Bahbirong, Bah Bunian, Bandar Huta, Jorlang Hataran, Hutadipar, Hutaurung, Blok 8, Pancur Onom, dan Negeri Dolok.

Di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk bergerak cepat dalam proses pemulihan saat terjadi bencana. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran baik Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) untuk segera melakukan pemulihan saat terjadi bencana. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk tim khusus saat terjadi bencana. Walaupun dalam kondisi cuaca ekstrem, petugas PLN yang berjibaku di lapangan,” ungkap Awaluddin.

Sulitnya medan di lapangan membuat petugas harus menunggu arus sungai kecil surut. Hal ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan tanah yang ada di sekitar tiang listrik terbawa arus sungai.

Dalam mempercepat proses pemulihan saat terjadi bencana. PLN menurunkan sebanyak 20 petugas. Selain itu, PLN juga memberikan informasi kepada Stakeholder melalui media grup Whatsapp dan segera melakukan pengamanan di lokasi gangguan saat penggantian tiang.

Hanya membutuhkan waktu 6 jam, PLN berhasil melakukan pemulihan tiang tumbang dan seluruh penyulang kembali normalkan sehingga pelanggan dapat kembali menikmati listrik. PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik demi pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Masyarakat juga dapat melaporkan potensi bahaya dan gangguan kelistrikan melalui Aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui /Playstore atau /Appstore demi memberikan kemudahan kepada masyarakat yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. (rel/ila)

Pemko Medan Diminta Tingkatkan Pelayanan Publik Secara Mudah dan Cepat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan terus mendorong peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat secara mudah dan cepat. Pelayanan publik tersebut terdiri dari pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pelayanan perizinan, dan pelayanan-pelayanan publik lainnya.

Dengan disahkannya P-APBD Kota Medan 2023 baru-baru ini, Pemko Medan diharapkan dapat memanfaatkan anggaran yang ada untuk memperbaiki pelayanan publik yang lebih baik.

“Dengan disahkannya P-APBD 2023 Selasa kemarin, kita harapkan dapat dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan publik di Kota Medan. Kita berharap, kedepannya masyarakat dapat lebih mudah dalam mengakses berbagai pelayanan publik,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Parlindungan Purba, Kamis (21/9/2023).

Tak hanya itu, dengan disahkannya P-APBD Kota Medan tahun 2023, kata politisi Partai Demokrat itu, pihaknya juga mendorong Pemko Medan melalui setiap OPD yang ada untuk menjalankan program-program yang bertujuan untuk mengatasi masalah kemiskinan.

“Kita juga mendorong agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar dapat melakukan program-program yang konkret dalam mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan, serta punya cara untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian
di Kota Medan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hal ini perlu disampaikan karena melihat anggaran yang dikucurkan untuk proyek-proyek pembangunan berbiaya hingga ratusan milIar rupiah, namun belum ada program yang benar-benar menyentuh serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

“Kami mencatat masih banyak warga yang rumahnya tidak layak huni serta masih ada anak-anak yang masih mengalami stunting. Sehingga, tidak relevan rasanya anggaran yang begitu besar namun tidak mampu mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, kita harapakan P-APBD tahun anggaran 2023 ini dapat menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya.

Parlin juga menilai, dalam hal pelayanan publik di bidang kesehatan, Pemko Medan belum bekerja secara maksimal. Pasalnya, masih banyak warga yang mengeluhkan buruknya pelayanan RS, baik milik pemerintah maupun swasta.

Menurut Parlin, banyak warga yang kecewa dengan pihak RS yang tidak menerima pasien dengan alasan tidak ada kamar rawat inap sehingga banyak warga yang kebingungan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, apalagi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, dia berharap kepada seluruh OPD Pemko Medan untuk benar-benar melaksanakan program yang sudah disepakati bersama di P-APBD 2023 agar dapat terserap maksimal guna mencegah terjadinya silpa yang besar.

“P-APBD juga harus mampu meningkatkan UMKM agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (map/ram)

Jelang Pemilu 2024, Wakapolri Ingatkan Jaga Kamtibmas

KETERANGAN: Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto memberikan keterangan saat menggelar baksos di Gedung Serbaguna Unimed, Kamis (21/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, mengingatkan kepada warga Sumatera Utara (Sumut), untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang Pemilu 2024 tetap kondusif.

“Selain mengajak menjaga situasi kamtibmas, saya mengingatkan kepada warga Sumatera Utara untuk menjaga jarinya agar tidak menyebar informasi hoax jelang Pemilu 2024,” ujarnya, saat menggelar bakti sosial Polri Presisi di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (21/9/2023).

Disamping itu, Agus juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan bangsa, sehingga pesta demokrasi dapat berjalan lancar.

Dia menerangkan, Pemilu 2024 adalah tantangan tugas bagi segenap anggota Polri yang berkewajiban menciptakan Indonesia yang aman, tentram dan kondusif.

“Untuk itu, dibutuhkan cooling system untuk menciptakan situasi yang aman kondusif dengan melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, jumat berkah, jumat curhat dan minggu kasih,” terangnya.

Lebih lanjut, Agus meminta agar dilaksanakannya kegiatan lain yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan kepada semua potensi yang ada di daerah.

“Ini harus kita lakukan agar lebih produktif dan mandiri,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan ini sebanyak 5.000 paket sembako dibagikan kepada Komunitas Becak Bermotor, HBB (Horas Bangso Batak), Pemuda Merga Silima (PMS), Penggali Kubur, Bilal Mayit, Pendawa Kota Medan, Pujakesuma, Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) dan lainnya.

“Acara ini merupakan pertemuan yang tertunda. Saya sudah lama berniat datang ke Medan menyapa warga Sumut. Sumut ini adalah kampung saya. Saya pertama bertugas sebagai Kapolsek Sumbul, Kab Dairi lalu Kapolsek Parapat. Kemudian, Kapolsek Percut Seituan,” ujar Agus.

“Tak sampai di situ, saya pernah menjabat Kasat Reserse Polresta Medan (Sekarang Polrestabes Medan), kemudian Direktur Reskrimum Poldasu hingga menjadi Wakapoldasu dan Kapoldasu. Pengabdian saya di Sumut selama 12 tahun ini sudah menjadi pengabdian terlama selama bertugas sebagai anggota Polri,” terangnya.

Agus mengungkapkan, kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan sebagai sarana cooling system menjelang kontestasi politik pada tahun 2024.

“Kontestasi politik yang tahapan-tahapannya sudah dilaksanakan saat ini, berpotensi untuk meningkatkan suhu kamtibmas. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk mendinginkan situasi adalah menggelar bakti sosial untuk masyarakat,” pungkasnya. (man/ram)

Tekan Angka Pengangguran, SMK Swasta Esa Prakarsa Gelar Job Fair

JOB FAIR: Wawako Binjai, Rizky Yunanda Sitepu saat menghadiri kegiatan job fair yang digelar SMK Swasta Esa Prakarsa.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu menghadiri kegiatan job fair yang dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Esa Prakarsa, belum lama ini. Kegiatan job fair ini merupakan bentuk upaya menekan angka pengangguran yang ada di Kota Binjai maupun Kabupaten Langkat.

Rizky datang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kota Binjai, Hamdani Hasibuan.

Rizky berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan kesempatan emas bagi setiap calon pekerja yang hadir. Tidak masalah untuk menjadi pencari kerja dan menerima gaji.

Sebab, bekerja menjadi salah satu upaya memperoleh pengalaman. Pengalaman kerja ini yang nantinya akan menjadi nilai tambah bagi diri seseorang sembari mengumpulkan modal jika nantinya ingin membuka usaha sendiri.

“Saya harap melalui job fair ini dapat memberikan akses peluang bagi calon pencari kerja dalam mencari pekerjaan yang kompetensi dan sesuai dengan skill masing-masing,” pungkasnya. (ted/ram)