Home Blog Page 111

Menteri ESDM Tinjau Lokasi Terdampak Bencana, Pemulihan Listrik Sumatera Utara Dikebut

Para Personel PLN gotong royong menyiapkan tiang jaringan listrik pengganti untuk dipasang di wilayah Pandan, Tapanuli Tengah. Akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, sejumlah tiang jaringan listrik roboh dan mengalami kerusakan.
Para Personel PLN gotong royong menyiapkan tiang jaringan listrik pengganti untuk dipasang di wilayah Pandan, Tapanuli Tengah. Akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, sejumlah tiang jaringan listrik roboh dan mengalami kerusakan.

TAPTENG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau progres pemulihan kelistrikan yang saat ini sedang dikebut di sejumlah titik terdampak bencana Sumatra Utara pada Rabu (3/12).

Didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dirinya mengecek secara langsung wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, yakni dua lokasi dengan kondisi porak poranda akibat terjangan banjir dan tanah longsor akhir November lalu.

Bahlil menyampaikan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan kelistrikan, ketersediaan material perbaikan, serta kelancaran distribusi logistik di wilayah terdampak dapat dijalankan secara optimal.

Dirinya menegaskan, meski sempat terkendala akses yang terputus, pihaknya terus mendorong penanganan darurat dan pembangunan jaringan secara menyeluruh dapat diakselerasi pascainfrastruktur kelistrikan yang hancur akibat bencana di wilayah tersebut.
“Tolong doakan mudah-mudahan cuaca bagus. Untuk tower-tower (jaringan listrik) yang roboh, sekarang materialnya sudah ada. Memang ini bukan pekerjaan gampang. Kita doakan Jumat malam lampu sudah menyala sebagaimana mestinya,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN yang terus mempercepat proses pemulihan listrik di lokasi-lokasi terdampak banjir dan tanah longsor Sumatra Utara. Dirinya berharap penormalan listrik pascabencana ini dapat segera dituntaskan.

“Ini pertama adalah aliran listrik. Aliran listrik yang sampai dengan hari ini sudah berangsur pulih, seperti di Sibolga sudah lebih baik. Mudah-mudahan listrik di seluruh lokasi terdampak dapat segera pulih 100% sesuai target,” ujar Bobby.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, selain Sibolga dan Tapanuli Tengah, beberapa lokasi di Sumatra Utara juga menjadi episentrum bencana dan mengalami kerusakan parah di sisi kelistrikan, termasuk Desa Hutagodang dan Desa Garoga, Tapanuli Selatan. Pascabencana terjadi, tim PLN bersama pemerintah daerah dan TNI bahu-membahu membuka akses jalan menuju Desa Hutagodang hingga berhasil memulihkan suplai listrik untuk masyarakat.

“Alhamdulillah, pemulihan jaringan kelistrikan jalur Padang Sidempuan – Hutaimbaru pada Rabu malam membuahkan hasil. Desa Hutagodang dan sekitarnya telah menyala terang benderang teraliri listrik,” ucapnya.

Darmawan melanjutkan, secara paralel pemulihan kelistrikan juga dilakukan di sejumlah lokasi-lokasi terdampak, salah satunya di Desa Garoga yang sempat terisolasi akibat lumpur dan material banjir. Kondisi ini menyebabkan tim PLN kesulitan memasuki desa tersebut.

“Dengan semangat gotong royong bersama TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda), jalur menuju Desa Garoga berhasil dibuka Selasa kemarin. Dalam kurun waktu yang singkat, tim PLN segera mendirikan kembali 60 tiang yang roboh. Kami upayakan desa ini dapat segera teraliri listrik agar yang sebelumnya gelap gulita bisa kembali terang,” ucapnya.

Darmawan menekankan bahwa PLN bersama seluruh pihak terkait terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan pascabencana. Melalui kolaborasi ini diharapkan suplai listrik segera pulih dan seluruh masyarakat terdampak bisa menikmati terang kembali.

“Sesuai arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan listrik di Sumatra. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari TNI, Polri, dan Pemda yg terus mendampingi perjuangan tim PLN di lapangan. Sehingga ikhtiar kami mendapatkan kemudahan-kemudahan di tengah tantangan yang luar biasa,” pungkas Darmawan. (ila)

19 Jam Tempuh Medan Ekstrem, PDIP Sumut Salurkan 16 Ton Bantuan ke Tapteng-Sibolga

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba (dua kiri) bersama Sekretaris DPD PDIP Sumut Sutarto (kiri) saat pelepasan rombongan yang akan membawa bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sibolga-Tapteng, Minggu (30/11) malam.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba (dua kiri) bersama Sekretaris DPD PDIP Sumut Sutarto (kiri) saat pelepasan rombongan yang akan membawa bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sibolga-Tapteng, Minggu (30/11) malam.

TAPTENG, SumutPos.co- Rombongan PDI Perjuangan Sumut menempuh perjalanan ekstrem selama 19 jam dari Medan menuju Tapanuli Tengah untuk menyalurkan bantuan kepada korban dampak banjir dan longsor. Rombongan ini membawa 16 ton bantuan kemanusiaan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan makanan bayi dari Kota Medan.

Bantuan tersebut tiba di Tapteng pada Hari Rabu (3/12). Setibanya di lokasi, bantuan diserahkan secara estafet kepada DPC PDI Perjuangan Tapteng, diterima langsung oleh Plt Ketua DPC Sarma Hutajulu didampingi Sekretaris DPC Disman Sihombing yang juga Wakil Ketua DPRD Tapteng.

Misi kemanusiaan ini dipimpin Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba atas instruksi Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon. Mangapul turut didampingi Irwan Tavip Ginting dan Rita Mawarni Tampubolon.

Total ada 9 armada dikerahkan untuk menerobos medan berat yang rusak parah akibat longsor dan banjir bandang. Bantuan kemudian dibagikan oleh kader PDI Perjuangan secara tertutup, langsung kepada warga yang paling terdampak, guna menghindari potensi keributan akibat antrean dan rebutan bantuan di tengah kondisi warga yang sama-sama membutuhkan.

“Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan, kami menyampaikan duka sedalam-dalamnya kepada seluruh korban bencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Kami akan terus aktif memberikan dukungan semampu kami untuk meringankan beban rakyat,” ujar Mangapul Purba dalam keterangannya, Kamis (4/12). Ia berharap, masyarakat diberi kekuatan menghadapi musibah ini dan bencana serupa tidak terulang lagi.

Sementara itu, Sarma Hutajulu menyampaikan apresiasi atas kerja keras PDIP Sumut membawa bantuan ke wilayah yang masih banyak terisolir. “Listrik sebagian masih padam, air bersih sulit didapat, dan warga sangat kekurangan bahan makanan. Bantuan ini sangat berarti,” ujarnya.

Untuk mengatasi krisis air bersih, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon juga mengirimkan dua unit mobil tangki air ke Tapteng dan Sibolga yang saat ini masih dalam perjalanan. (adz)

M Nuh: Duka Sumut, Sumbar, dan Aceh adalah Duka Kita Semua…

JAKARTA, SumutPos.co – Anggota DPD RI Muhammad Nuh mengatakan, duka warga Sumut, Sumbar, dan Aceh adalah duka kita semua. Hal tersebut diungkapkan KH Muhammad Nuh, MSP anggota DPD RI dari Sumatera Utara ketika menghadiri Focus Group Discusion (FGD) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12).

Nuh yang hadir mewakili Ketua DPD RI.Sultan B Najamuddin, mengajak para peserta FGD untuk selalu membantu dan mendoakan para korban dampak bencana alam banjir dan longsor. “Saya atas nama DPD RI mengucapkan duka yang mendalam atas bencana yang menimpa saudara saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Mari kita saling membantu dan mendoakan saudara saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Nuh.

Berdasarkan data yang ia terima, korban jiwa bencana Sumatera sebanyak 780 orang meninggal dunia, dan 564 hilang. Dengan rincian, Sumatera Utara sebanyak 299 orang meninggal dunia, Sumbar 204 orang meninggal dunia, dan Aceh 277 orang meninggal dunia. “Ini adalah duka kita semua,” ujarnya.

Adapun FGD KMDT kali ini bertemakan “Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Mendunia Pasca Penguatan Green Card UNESCO Global Geopark”..Peserta yang hadir pada FGD KMDT yaitu; Edison Manurung, SH, MM (Ketua Umum KMDT), Prof Dr Iskandar Zulkarnain (Sekjen KMDT), Prof Dr Jhon Liberty Hutagaol (Ketua Dewan Pakar KMDT) , para Pengurus, Dewan Pakar, dan utusan KMDT dari daerah.

Pada FGD yang berjalan dinamis dan penuh keakraban tersebut. Hadir juga sebagai narasumber dari Kementerian Koordinator Pangan, Kemendagri dan Kementerian Pariwisata. (adz)

Asuransi Jasindo Tegaskan Kesiapsiagaan Penanganan Klaim Pasca Banjir di Sumatera

JAKARTA, SumutPos.co— Asuransi Jasindo menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam menangani laporan klaim pasca bencana banjir yang melanda Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Perusahaan juga menyampaikan keprihatinan atas dampak yang dialami masyarakat serta para pemegang polis.

“Asuransi Jasindo berkomitmen untuk memberikan layanan secepat dan seoptimal mungkin bagi para pemegang polis yang mengalami kerugian. Di tengah situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan kepastian dan rasa aman. Karena itu, seluruh proses klaim kami pastikan dikelola dengan profesional dan responsif untuk membantu pemegang polis pulih lebih cepat,” ujar Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo.

Untuk mempercepat proses penanganan, Kantor Cabang Asuransi Jasindo di Padang dan Medan telah mengaktifkan langkah tanggap darurat, termasuk penguatan tim dan pendampingan langsung kepada para pemegang polis. Di wilayah Sumatera, jumlah pemegang polis tercatat sebanyak sekitar 1.946 polis di wilayah Padang dan 1.148 polis di wilayah Medan, dengan jenis perlindungan yang beragam seperti polis asuransi kebakaran, kendaraan bermotor, dan lainnya.

Selain layanan tatap muka di kantor cabang, Asuransi Jasindo juga menyediakan jalur komunikasi khusus untuk mempermudah pelaporan kerugian yaitu melalui layanan contact center Asuransi Jasindo 1500-073.

“Upaya ini memastikan masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan perlindungan finansial yang menjadi hak mereka. Kami akan terus mengawal proses pemulihan para pemegang polis agar penanganan klaim berjalan efektif dan tertib sesuai ketentuan,” tambah Brellian.

Asuransi Jasindo menegaskan bahwa tanggung jawab perlindungan tidak berhenti setelah polis diterbitkan, tetapi berlanjut hingga nasabah benar-benar pulih dari kondisi sulit. Komitmen tersebut menjadi landasan perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik, terutama pada situasi darurat seperti bencana banjir di Sumatera. (adz)

Dampak Dugaan Pungli ASN Deliserdang Jadi Atensi Presiden, Asri Remedial 58 ASN Tak Lulus Kenaikan Pangkat

MEDIASI: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kelima kiri) bersama Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan (ketujuh kiri) beserta ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang Farida Purba (keenam kiri) usai dimediasi di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Sumut, Minggu (2/11)
MEDIASI: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kelima kiri) bersama Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan (ketujuh kiri) beserta ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang Farida Purba (keenam kiri) usai dimediasi di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Sumut, Minggu (2/11)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial TikTok yang diunggah oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang, Farida Purba. Dalam video tersebut, Farida mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses kenaikan pangkat ASN.

Menanggapi hal itu, Bobby memanggil Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, untuk melakukan pertemuan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Minggu (2/11/2025). Pertemuan ini digelar guna mencari solusi terbaik sekaligus memastikan penyelesaian kasus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Saya mendapat perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri atas atensi Presiden Prabowo Subianto terkait video tersebut. Presiden menanyakan langsung perkembangan kasusnya. Karena itu, kami berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan baik,” ujar Bobby Nasution.

Dalam pertemuan itu, Bobby memberikan sejumlah arahan kepada Bupati Deliserdang. Ia meminta agar kebijakan yang diambil mempertimbangkan aspek kepegawaian sekaligus kepentingan masyarakat.

Bobby juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan kepada ASN yang akan memasuki masa pensiun, termasuk melalui pemberian kenaikan pangkat, meski tidak berpengaruh besar terhadap kenaikan gaji pensiun.

“Remedial atau tes ulang bisa dijadwalkan kembali oleh Bupati dan diprioritaskan bagi pegawai yang akan pensiun. Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan baik dan ada solusi yang adil bagi semua pihak,” tegasnya.

Menanggapi arahan Gubernur, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan menyatakan siap mengambil langkah cepat. Ia memastikan Pemkab Deliserdang akan segera menyelenggarakan remedial test bagi 58 ASN yang sebelumnya tidak lulus dalam tes kenaikan pangkat, termasuk Farida Purba dari Dinas Kesehatan Deliserdang.

“Kita akan melaksanakan remedial kembali bagi 58 ASN yang tidak lulus, dan pelaksanaannya akan diselenggarakan oleh BKN Medan,” ungkap Asri Ludin.

Terkait dugaan pungli yang diungkapkan Farida, baik gubernur maupun bupati meminta agar Farida bersikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan informasi kepada Inspektorat Provinsi maupun Inspektorat Kabupaten Deliserdang.

“Kami minta kerja sama dari Saudari Farida untuk mengungkapkan nama-nama pihak yang diduga terlibat serta bukti-buktinya agar kasus ini dapat ditindaklanjuti secara hukum,” tegas Bobby.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk praktik pungli di lingkungan birokrasi demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap ASN.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bagi seluruh pemerintah daerah. Ia menyebut kasus ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan pimpinan daerah dengan pelaksana di lapangan.

“Kadang-kadang arahan yang diberikan dari pimpinan tidak dijalankan oleh aparatur di bawahnya. Bupatinya mau bersih-bersih, tapi di bawah masih kotor,” ujar Zeira, saat dikonfirmasi Sumut Pos Senin, (3/11/2025).

Zeira mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bobby dan Asri Ludin dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya kira ini sudah menjadi atensi Presiden dan telah difasilitasi dengan baik oleh gubernur bersama bupati. Ini juga menjadi pembelajaran bagi daerah lain agar lebih waspada terhadap praktik serupa,” katanya.

Zeira juga menilai keberanian ASN yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial layak diapresiasi.

“Ibu ASN itu menyampaikan aspirasi sebagai bentuk peringatan bagi petugas yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa praktik pungli sudah tidak relevan di era birokrasi modern.

“Hal-hal seperti pungli sudah tidak zamannya lagi. Kalau bisa, ditertibkan lah, sesuai dengan tupoksi masing-masing. Jangan sedikit-sedikit uang,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Zeira mengaku prihatin dengan kondisi ASN tersebut yang dikabarkan akan segera pensiun.

“Saya dengar ASN itu mau pensiun. Masak gara-gara pungli di tingkat bawah, dia tidak bisa naik pangkat. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.(san/azw)