26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1112

Kapolsek Tigalingga Evakuasi Mayat Korban Lakalantas Mobil CV PAS yang Jatuh ke Sungai Lae Renun

BANTU EVKUASI: Kapolsek Tigalingga, Polres Dairi, AKP Sarbanua Siringoringo bersama personil membantu proses evakuasi mayat korban lakalantas di Dusun Lae Kinapan, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember terjadi, Minggu (17/9/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Tigalingga, AKP Sarbanua Siringo-ringo bersama personel, membantu proses evakuasi mayat korban kecelakaan lalulintas (Lalulintas) mobil penumpang CV PAS yang terjadi di Dusun Lae Kinapan, Sungai Lau Renun, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember, Minggu (17/9/2023).

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Dairi, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar melalui Kasi Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Rabu (20/9/2023) mengatakan, Kapolsek Tigalingga AKP Sarbanua Siringo-ringo dan personel bersama TNI, Tim SAR, BPBD dan pemerintah Kecamatan, membantu proses evakuasi mayat almarhum Tumpak Oppusunggu (62).

Donny mengatakan, begitu memperoleh informasi telah ditemukan mayat korban mobil naas itu, Kapolsek bersama personel berangkat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi mayat ke RSUD Sidikalang.

Sejak kejadian, pasangan suami istri itu bersama mobil yang mereka tumpangi dinyatakan hilang. Sementara, di hari ke-4, Rabu (20/9/2023) pagi, warga melihat mayat, Tumpak Oppusunggu mengapung di aliran sungai Lau Renun dekat jembatan Namo Sanggar, Desa Mangan Molih, Kecamatan Tanah Pinem.

Donny menambahkan, keterangan disampaikan Kapolsek Tigalingga, AKP Sarbanua Siringo-ringo, setelah selesai proses otopsi jenazah di RSUD Sidikalang, korban akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu.

Kapolsek Tigalingga, AKP Sarbanua Siringoringo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah membantu upaya pencarian serta proses evakuasi.

“Kita berharap, korban lainya yakni istri almarhum, Siti Sihombing, bisa segera ditemukan,” ungkapnya. (rud/ram)

Dihadapan Ratusan Mahasiswa Baru UISU, Prof Ridha: Bahaya Gadget Mengintai Generasi Muda

HADIR: Prof Dr.dr. Ridha Dharmajaya Sp BS hadir di Kampus UISU, Kota Medan.(Ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI) Prof Dr.dr. Ridha Dharmajaya Sp BS (K) mewarning penggunaan gadget berlebihan berdampak dengan kesehatan. Apa lagi, pengguna smartphone terbanyak di Indonesia di kalangan kaum muda.

Hal itu, diungkapkan Prof Ridha saat mengisi materi gadget sehat di hadapan ratusan mahasiswa baru di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), di Jalan SM Raja, Kota Medan. Ia menjelaskan penyebab utamanya adalah menggunakan gadget yang salah.

Ridha mengungkapkan penggunaan gadget yang salah berangkat dari cara penggunaannya yang membuat tekukan pada leher. Dimana, leher dipaksa menanggung beban yang cukup berat selama waktu yang lama.

Kemudian, berulang tak cuma sehari, sebulan bahkan hingga tahunan yang menjadi pemicu kerusakan tulang belakang pada bagian leher atau saraf kejepit di leher.

Prof Ridha menyayangkan jika kondisi ini banyak dialami generasi muda sebagai pewaris bangsa. Padahal saat ini, Indonesia dalam situasi menghadapi bonus demografi. Di mana jumlah penduduk produktifnya lebih tinggi dari non produktif.

“Saat ini hanya dua dunia yang mengalami bonus demografi yakni Indonesia dan India. Jika ini bisa dimanfaatkan dengan menghasilkan generasi berkualitas, maka Indonesia akan masuk dalam lima besar di dunia,” sebut Ridha, Rabu (20/9/2023).

Ridha mengatakan bahwa jika yang terjadi adalah generasi cacat akibat pengggunaan gadget yang salah dan berlebih, yang terjadi justru bencana demografi.

“Untuk itu, adik-adik harus lebih bijak menggunakan gadget jika ingin Indonesia melahirkan generasi yang berkualitas yakni generasi pintar, bermoral dan berahlak baik, serta fisik yang sehat,” kata Ridha.

Atas hal itu, Prof Ridha memberi peringatan sejak dini kepada mahasiswa baru Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) tentang bahaya mengintai para generasi muda lima tahun ke depan.

Bahaya yang dimaksudkan oleh pria yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah syaraf itu yakni syaraf kejepit pada bagian leher. Hal itu ditandai dengan berat di pundak, leher tegang, tangan kesemutan, dan bangun tidur tak segar.

“Ini biasanya dialami para orang tua usia 50 tahun ke atas tapi saat ini hampir semua usia mulai merasakannya,” jelas Ridha.

Jika gejala awal itu masih bisa ditanggulangi lewat meja operasi. Ia mengatakan jika kondisinya dibiarkan dan terus berlangsung maka yang terjadi adalah kelumpuhan tangan dan kaki, seksualitas hilang bagi kaum lelaki, buang air besar dan kecil tak terasa atau loss.

“Tidak ada obat yg menyembuhkan dan tidak ada operasi yang mengembalikan dan yang ada berujung kecacatan,” tutur Prof Ridha.

Sebelum menutup, Prof Ridha kembali menegaskan kepada para mahasiswa, bahwa pintar, bermoral dan berahlak baik serta fisik sehat bukanlah pilihan tapi menjadi kewajiban.

“Karena kita tahu lima hingga sepuluh tahun ke depan kita tidak lagi bersaing dengan sesama anak bangsa, namun juga bangsa lain karena Indonesia sudah mulai membuka diri dan juga persaingan dengan mesin yang mulai menggantikan peran manusia,” tandas Ridha.(gus/ram)

Puluhan Rumah Warga di Sei Mati, Medan Labuhan Tergenang Banjir

BANJIR: Puluhan rumah warga yang di Jalan Kail lorong 2 dan lorong 3 di kawasan Sei Mati tepatnya di depan kantor Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Rabu (20/09/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan rumah warga di Jalan Kail lorong 2 dan lorong 3 di Kawasan Sei Mati, tepatnya di depan kantor Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Rabu (20/9/2023)

Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 60 centimeter. Banyak sepeda motor yang melintas mogok, yang menyebabkan aktivitas warga setiap harinya menjadi terganggu.

Salah seorang warga, Usman Napitupulu mengatakan selain tingginya curah hujan yang turun, banjir ini juga disebabkan adanya pendangkalan di parit dan drainase yang tersumbat.

“Tidak menyalahkan pemerintah, tetapi kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih minim,” ungkapnya.

untuk itu dirinya berharap juga kepada Pemko Medan supaya Jalan Kail Simpang Kantor Sei Mati ini sepajang 100 meter harap di perbaiki sehingga warga dapat melintasinya dengan nyaman.

Selain itu warga juga berharap kepada pemerintah segera melakukan pengorekan atau perbaikan saluran air yang tersumbat di aliran parit yang tumpat.

Lurah Kelurahan Sei Mati, Eko Hartadi, banjir ini sudah sering terjadi sejak tahun 2015. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran warga, pihak kelurahan akan melakukan gotong royong.

“Solusi dari kami yaitu gotong royong, kami sudah mengirimkan surat kepada dinas terkait, seperti dinas PU namun masih dalam proses,” ucapnya.(mag-1/ram)

Danau Toba Terancam Keluar dari UNESCO, Kepala BPTCUGGp : Ini Evaluasi Bagi Kita

Kepala Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Geopark (BPTCUGGp) Sumut, Zumri Sulthony.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Toba Caldera Unesco Global Geopark (BPTCUGGp) Sumatera Utara mengajak seluruh stakeholder Pariwisata di kawasan Danau Toba bekerja sama, melakukan pembenahan menjadi rekomendasi dari UNESCO. Dengan tujuan, Danau Toba dari Yellow Card menjadi Green Card.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Geopark (BPTCUGGp) Sumut, Zumri Sulthony kepada wartawan, Rabu (20/9). Ia mengatakan hingga saat ini, belum ada rekomendasi dari UNESCO, bagian mana saja di Danau Toba yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.

“Saya belum dapat secara resmi (rekomendasi dari UNESCO) ada yang bilang 4, ada bilang 6. Kalau kita sudah dapat. Langsung kita tindak lanjuti. Kita harus benahi,” ucap Zumri.

Untuk diketahui, UNESCO menjatuhkan kartu kuning atau peringatan, kepada Toba Caldera Global Geopark atau Geopark Kaldera Toba atas minimnya aksi, yang dilakukan oleh TCUGGp Sumut. Keputusan memberikan kartu kuning kepada Geopark Kaldera Toba di kawasan Danau Toba diumumkan oleh UNESCO melalui laman resmi unesco.org.pk.

Zumri juga membantah bahwa minim apa dilakukan pihaknya. Namun, Yellow Card merupakan ada catatan harus diperbaiki dan tingkatan, agar Danau Toba tetap menjadi bagian dari Geopark UNESCO dan berstatus Green Card kedepannya.

“Istilah kartu kuning, kartu hijau dan kartu merah. Itu karena hasil validasi dari Toba Caldera UNESCO dilaksanakan pada bulan Agustus kemarin. Jadi, ada revalidasi Toba Caldera Geopark,” sebut Zumri.

Zumri yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut itu, menjelaskan bahwa kartu kuning didapatkan Danau Toba hasil rapat di Maroko, beberapa waktu lalu.

“Emang biasanya, green card empat tahun, kebetulan dari hasil ada meeting di Maroko hasil revalidasi kita, dua tahun katagorinya disebut dengan Yellow Card. Kalau dicabut, bukan UNESCO jadinya Red Card,” kata Zumri.

Zumri mengungkapkan bahwa Yellow Card diterima Danau Toba ini, menjadi evaluasi bagi stakeholder Pariwisata, untuk bersama-sama membangun dan membenahi danau terbesar di Asia Tenggara kedepannya lebih baik lagi.

“Jadi, ini evaluasi bagi kita. Tidak hanya Pemerintah Provinsi saja, bukan saja badan pengelola, tapi seluruh stakeholder pariwisata, khususnya kawasan Danau Toba,” tutur Zumri.

Zumri juga menjelaskan kenapa bisa Danau Toba mendapatkan kartu kuning dari UNESCO. Hal ini, banyak faktor. Apa yang terjadi di lapangan tentu saja, karena banyak kaitannya didalamnya.

“Baik pemberdayaan masyarakatnya, juga kebersihannya juga harus jadi perhatian. Artinya, itu terjadi karena apa dilihat validator atau assesor. Ada hal-hal yang harus kita tingkatkan kembali, kita harus perbaiki kembali. Agar kita menjadi bagian dari UNESCO, Global Geopark Caldera tetap menjadi bagian dari UNESCO,” ucap Zumri.

Zumri mengungkapkan bila dilihat dari halaman website UNESCO bukan Danau Toba saja yang dapat kartu kuning. Ada juga dari Italia, China dan negara lainnya. (gus/ram)

Bocah 9 Tahun yang Hanyut di Aliran Sungai Bingai Ditemukan 1 Km dari Lokasi Kejadian

JASAD: Tim gabungan menemukan jasad korban berinisial AA, bocah 9 tahun yang hanyut di aliran Sungai Bingai, Langkat.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan yang melakukan pencarian terhadap korban hanyut berinisial AA akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat. Bocah berusia 9 tahun ini ditemukan 1 km dari lokasi kejadian korban tenggelam atau persisnya di Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, Rabu (20/9/2023) siang.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Riswansyah menjelaskan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Setelah 3×24 jam pencarian jasad dilakukan tim gabungan, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah mengambang,” ujar Riswansyah.

Tim gabungan menemukan korban mengambang di aliran Sungai Bingai saat melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet dan langsung diangkat. Jasad korban pun kemudian dibawa ke tepi sungai.

Menurut Riswansyah, keluarga korban ikhlas menerima peristiwa ini karena musibah. Karenanya, keluarga korban memohon untuk tidak dilakukan autopsi.

“Pukul 11.30 WIB jenazah korban dibawa dengan menggunakan mobil ambulans ke rumah duka di Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dan akan langsung dikebumikan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa ini terjadi ketika korban datang bersama rombongan Pengajian Lembaga Pendidikan Dakwah Muslim Amanah. Setelah melakukan pengajian di Pantai Sehat, korban dan teman-temannya mandi-mandi.

Seorang saksi atas nama Zulfikar sempat melihat korban yang hanyut. Bahkan saksi juga berupaya menyelamatkan korban dengan meraih tangannya.

Namun korban terbawa air sungai dan Zulfikar sudah lemas hingga tangannya terlepas dari genggaman lalu tenggelam. (ted/rqm)

Nesar Situmeang Imbau Warga Daftarkan NIK dan KK di Pangkalan Elpiji 3 Kg Terdekat

Korwil Dairi DPC Hiswana Migas Sumut, Nesar Situmeang.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memastikan aturan baru pendistribusian gas elpiji (LPG) 3 Kg tepat sasaran mulai 1 Januari 2024, transaksi harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

Kordinator Wilayah Dairi DPC Hiswana Migas Sumut, Nesar Situmeang mengatakan, penggunaan KTP pada transaksi Elpiji 3 Kg, untuk proses registrasi/ pendaftaran masyarakat yang berhak mendapatkan barang bersubsidi tersebut.

Sebagian masyarakat sudah terdaftar sebagai penerima manfaat LPG 3 Kg, tetapi tetap membawa KTP saat transaksi, sehingga pangkalan mengimput NIK melalui MerchantApps subsidi tepat.

Kemudian, jika masyarakat belum terdaftar sebagai penerima barang subsidi tersebut bisa mendaftarkan/ meregistrasi melalui MerchantApps subsidi tepat, yang dilakukan pangkalan (sub agen).

“Pangkalan bisa mendaftarkan masyarakat sebagai penerima subsidi gas elpiji, dengan mengimput NIK dan foto calon pemerima manfaat,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/9/2023).

Katanya, pangkalan akan mengimput NIK, untuk mendaftarkan pengguna sebagai rumah tangga atau pelaku usaha UMKM.

Sampai saat ini, katanya, agen kepada pangkalan berkesinambungan melakukan sosialisasi, agar tetap mengimput NIK saat transaksi pembelian elpiji 3 Kg. Dan juga mengimput NIK masyarakat yang belum terdaftar.

“Semua pengguna elpiji 3 Kg harus segera mendaftar NIK dan KK di pangkalan terdekat. Kita mengimbau kepala desa/lurah mengarahkan penduduk, untuk mendaftar ke pangkalan elpiji terdekat,” tambahnya.

Apabila sudah terdaftar bisa melakukan pembelian di semua pangkalan, dengan estimasi pembelian rumah tangga setiap bulan maksimal 5 tabung dan UMKM sebanyak 20 tabung. (rud/ram)

Selama Ops Zebra Toba, Polres Tebingtinggi Lakukan 319 Penindakan

PIMPIN: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak ketika memimpin pelaksanaan Operasi Zebra Toba tahun 2023 beberapa waktu lalu.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi, melakukan penilangan sebanyak 319 set penindakan e- tilang dan tilang manual saat pelaksanaan Operasi Zebra Toba Tahun 2023 yang dimulai pada tanggal 4-17 September 2023 di wilayah hukum.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak, menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Toba tahun 2023 di wilayah hukum Polres Tebingtinggi berjalan aman dan kondusif.

“Terkait dengan penindakan e- tilang dan tilang manual meliputi pelanggaran menggunakan knalpot blong sebanyak 63 set, pelanggaran tidak menggunakan Helm SNI sebanyak 162 set dan pelanggaran melawan arus sebanyak 94 set,” ujarnya, Rabu (20/9/2023).

Dijelaskan AKP Dhoraria Simanjuntak selama Operasi Zebra Toba tahun 2023 data Laka Lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Tebingtinggi dengan jumlah kejadian sebanyak 2 kasus, jumlah meninggal dunia 1 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan sebanyak 1 orang dengan kerugian materi sebanyak Rp5 juta.

“Kepada seluruh penguna jalan raya diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalulintas. Sebelum melakukan berpergian, pengendara harus melengkapi surat-surat kenderaan dan menggunakan helm,” imbau AKP Dhoraria Simanjuntak.

Begitu juga dengan para orang tua agar memberikan eduksi kepada anaknya untuk tidak membawa kendaraan di jalan raya yang belum memiliki surat izin mengemudi, karena dalam pelaksanaan Operasi Zebra Toba tahun 2023, banyak pelanggaran di jalan raya didominasi anak remaja usia sekolah. (ian/ram)

Atasi Stunting, DP3AP2KB Dairi Sosialisasi Dashat di Kampung Keluarga Berkualitas

DASHAT: Tim dari DP3AP2KB sosialisasikan kampung keluarga berkualitas lewat Dashat di Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melakukan sosialisasi pemberdayaan kelompok masyarakat melalui dapur sehat atasi stunting (Dashat) di kampung keluarga berkualitas (KKB).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Rabu (20/9/2023) mengatakan, sosialisasi dimaksud mempercepat penurunan stunting di tingkat desa/keluarahan tahun 2023, di Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Selasa (19/9/2023).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk, Penyuluh dan Penggerak, Lasmi Sagala, mengatakan kegiatan ini merupakan edukasi tentang kandungan gizi.

“Kemudian kami praktikkan sehingga mereka mengerti tentang makanan apa yang bergizi. Selanjutnya, cara pengolahan yang benar supaya kandungan gizinya tidak rusak,” ucap Lasmi.

Dijelaskannya, peserta yang mengikuti Dashat dan nantinya dapat menjadi kader merupakan pasangan usia subur (PUS), keluarga memiliki bayi 2 tahun, ibu hamil, ibu menyusui dan calon pengantin yang memiliki risiko terkena stunting.

“Kita harapkan kader Dashat ini bisa mensosialisasikan kembali ke masyarakat lainya,” ungkapnya.

Kepala Desa Bakal Julu, Sahala Situmorang mengapresiasi kegiatan yang dilakukan DP3AP2KB sebagai upaya percepatan penanganan stunting.

“Kegiatan ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. Dan warga pun saya lihat sangat antusias hadir hari ini,” ucap Sahala.

Ditambahkan Sahala, di Desa Bakal Julu banyak jenis tanaman yang dapat diolah untuk sumber makanan bergizi.

“Namun, karena ketidaktahuan masyarakat, banyak bahan makanan salah olah sehingga gizinya menjadi rusak,” pungkasnya. (rud/ram)

Pj Gubsu Sebut Danau Toba APRC 2023 Berdampak Event Besar Bagi Masyarakat Sumut

AUDIENSI: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin menerima audiensi Pembina IMI Sumut, Musa Rajekshah.(ist/SUMUT POS)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Danau Toba Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2023 akan berlangsung di kawasan hutan industri, Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, 22 hingga 24 September 2023.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin berharap event sport tourism internasional memberikan dampak besar bagi masyarakat Sumut. Terutama mendorong perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba tersebut.

“Saya mendukung penyelenggaraan event internasional ini, kita harapkan event ini dapat membawa dampak besar bagi masyarakat Sumut,” ucap Hassanudin, Rabu (20/9/2023).

Selain itu, event tersebut juga sejalan dengan program destinasi wisata super prioritas Danau Toba. Menurut Hassanudin, program pariwisata mestilah dilengkapi dengan memperbanyak event nasional hingga internasional.

“Kita harap juga, event ini dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” kata Hassanudin.

Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah yang biasa disapa Ijeck mengatakan, pariwisata harus didukung dengan penyelenggaraan berbagai event.

“Pariwisata ini tanpa event tidak akan besar,” ucap mantan Wakil Gubernur Sumut itu.

Ijeck menjelaskan event tersebut akan diikuti oleh pebalap dari mancanegara dan lokal. Karena itu, event tersebut juga diharapkan menjadi ajang promosi Danau Toba pada pebalap mancanegara dan pengunjung yang menyaksikan balapan tersebut.

Sementara itu, Ketua IMI Sumut Harun Nasution mengatakan, ajang balap internasional tersebut diselenggarakan pada 22-24 September 2023 di kawasan Danau Toba. Ia mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Menurutnya, penyelenggaraan event tersebut akan mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat Sumut.

“Event ini kami laksanakan bukan hanya sekadar untuk hobby saja, kami laksanakan untuk tujuan besar yang sejalan dengan program pemerintah destinasi wisata super prioritas Danau Toba, kami juga datangkan UMKM, dan semoga dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” tandas Harun.(gus/ram)

Anggota DPRD Medan, Rizki Lubis Mengundurkan Diri dari Partai Golkar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, M Afri Rizki Lubis SM M.IP, menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar. Pengunduran diri Rizki Lubis itu dilakukan secara resmi setelah tim Rizki Lubis menyerahkan surat pengunduran dirinya ke kantor DPD Partai Golkar Medan, Rabu (20/9/2023).

“Per hari ini, Rabu (20/9/2023), saya M Afri Rizki Lubis menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar. Pengunduran diri ini saya lakukan dari lubuk hati yang paling dalam. Alhamdulillah, surat pengunduran diri saya telah diserahkan oleh tim ke kantor DPD Partai Golkar Medan,” ucap Rizki Lubis kepada Sumut Pos, Rabu (20/9/2023).

Anggota Komisi I DPRD Medan itu pun menjelaskan alasannya mengundurkan diri dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia menyebutkan, perbedaan visi dan misi antara dirinya dengan Partai Golkar menjadi salah satu alasan utama bagi dirinya untuk mengambil langkah tersebut.

Tak hanya itu, perbedaan pandangan politik antara dirinya dengan Partai Golkar juga menjadi alasan penting bagi dirinya untuk mengundurkan diri.

“Perbedaan visi misi antara saya dengan Partai Golkar menjadi salah satu alasan utama. Disini kita juga menyayangkan kurangnya ruang yang diberikan Partai Golkar kepada kader, yaitu saya dalam menyampaikan ide-ide politik,” ujarnya.

Rizki tak menampik bahwa perbedaan pandangan politik antara dirinya dengan Partai Golkar tersebut terkait dengan sikap politiknya pada Pilpres 2024 mendatang. Pasalnya, Rizki Lubis secara tegas menyatakan akan tetap mendukung dan memenangkan Anies Rasyid Baswedan sebagai Pilpres 2024.

Tentunya, hal itu berseberangan dengan instruksi DPP Partai Golkar yang memerintahkan seluruh kadernya untuk mendukung dan memenangkan Prabowo Subianto.

“Kemudian, saya dari hati nurani akan tetap mendukung dan memenangkan Bapak Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024,” ujarnya.

Bahkan kedepannya, kata Rizki, dirinya bersama tim akan berkeliling ke masyarakat untuk mensosialisasikan dan memenangkan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden.

Lantas, partai manakah yang akan menjadi ‘tempat pelabuhan’ Rizki Lubis selanjutnya? Rizki mengaku belum mengetahuinya.

“Saya belum tahu (akan berlabuh ke partai mana). Yang pasti mulai hari ini saya secara resmi mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar Kota Medan,” katanya.

Meski demikian, Rizki menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPRD Medan. Terkait langkah selanjutnya di DPRD Medan, Rizki Lubis menyerahkan sepenuhnya ke Partai Golkar.

Amatan Sumut Pos, surat pengunduran diri tersebut dibuat pertanggal 20 September 2023 dan ditandatangani langsung oleh M Afri Rizki Lubis. Surat tersebut ditujukan langsung ke Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan dan ditembuskan ke Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumut. (map/ram)