32 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1126

Wanita Paruh Baya Tewas Hanyut di Sungai Deli

EVAKUASI: Petugas BPBD mengevaluasi jasad korban dari jembatan Sungai, usai tergelincir di bantaran Sungai Deli.

LABUHANDELI, SUMUTPOS.CO – Demina Hotmaria Br. Rajagukguk (49), hanyut terbawa arus Sungai Deli, di Jalan Sungai Deli, Dusun IX A, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sabtu (16/09/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban hanyut di Sungai Deli, saat ia mencari barang bekas di seputaran aliran Sungai Deli.
Namun karena satu malam hujan deras, bibir sungai basah dan licin sehingga korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Deli, yang saat itu kondisi debit air sungai cukup tinggi.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, M.Ridwan (25), warga Jl.Banten Dusun IX A Desa Helvetia yang berprofesi sebagai penjual ayam potong pajak di Pajak Bunut, sempat melihat korban jatuh masuk di Sungai Deli, yang saat sedang berada di bantaran Sungai Deli.

“Menurut Ridwan, Korban awalnya sedang cari botot, tak lama ada temannya yang sehari hari juga mengorek dan mencari nasi busuk dari tong sampah warga.

Kemudian, teman korban yang juga tukang cari nasi busuk, mengatakan jangan dekat-dekat karena sungai lagi banjir. Tak dinyana, Ridwan mendengar jeritan korban minta tolong, dan melihat Demina sudah berada di dalam sungai dan terbawa arus.

“Kondisi hujan deras dan air sungai meluap warga yang mendengar jeritan korban tidak berani menolong korban di karenakan Sungai Deli banjir dan meluap airnya, hingga hampir mendekati benteng sungai deli tersebut, “ucap Ridwan.

Kabar hanyutnya korban pun sampai ke Polsek Medan Labuhan, dan langsung terjun ke lokasi kejadian guna menyusuri sungai dibantu oleh BPBD, Pemerintah Desa Helvetia, dan Pemerintah Kecamatan Labuhan Deli.

Setelah dilakukan pencarian, sekitar pukul 12.30 WiB, jasad korban ditemukan di bawah jembatan Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, atau berjarak sekitar 6 Km dari lokasi kejadian.

Kepala Dusun IX A, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Dicky Chandra ketika ditemui di lokasi kejadian mengatakan, korban atas nama Dosmaria warga Jalan Persatuan XI, tergelincir ke aliran sungai Deli, korban ditemukan sejauh 6 km dari lokasi kejadian tepatnya di bawah jembatan Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli sekitar pukul 12.30.WIB.

Babinkamtibmas Desa Helvetia yang mewakili Kapolsek Medan Labuhan, Bripka Ismail Bahmid Nasution ketika dikonfirmasi di rumah duka mengatakan, korban sudah kita bawa kesini, dengan menggunakan ambulance dari BPBD, untuk kejadian ini adalah murni kecelakaan.

Setelah dievakuasi jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Persatuan XI, Tanah Garapan, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, untuk disemayamkan.(mag-1/Han)

AKP Zuhatta Mahadi Jabat Kasat Reskrim Polres Binjai

AKP Zuhatta Mahadi (kiri) yang akan mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kekosongan pejabat untuk jabatan kepala satuan reserse kriminal (kasat reskrim) Polres Binjai, akhirnya terjawab. Sejak 2 bulan belakangan ini, jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai diisi oleh pelaksana harian, Iptu M Ramadan yang menjabat definitif sebagai Kepala Urusan Pembinaan Bagian Operasi Satreskrim.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah membenarkan perwira baru yang bakal mengisi kursi orang nomor satu di Satreskrim Polres Binjai. “Ya benar, sudah ada. Sertijab akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Riswansyah, Minggu (17/9/2023).

AKP Zuhatta Mahadi, adalah perwira pertama (pama) yang bakal mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai. Dia merupakan lulusan akademi kepolisian (akpol) yang berpengalaman di bidang reserse.

Sebelum menjabat Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara. Saat masih berpangkat iptu, Zuhatta telah mengisi jabatan di kepala unit reserse kriminal di jajaran Polrestabes Medan.

Mulai dari Polsek Delitua dan Polsek Helvetia. Kemudian tak lama berselang, pama kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) atau Aceh ini juga mengisi mengisi jabatan Kanit Resmob Polrestabes Medan dan Kanit IV Satreskrim Polrestabes Medan. (ted)

Civitas Ganjar Paparkan Kinerja Ganjar Pranowo di Jawa Tengah

Civitas Ganjar saat kegiatan 'Sekolah Politik, Kilas Balik: Manifestasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Perpolitikan Bangsa' di Aula YPPIA, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Disinggung soal Ganjar Pranowo, Politisi Senior PDIP sekaligus Alumni USU, Samulya Surya Indra memberikan tanggapannya dalam melihat sosok Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Dimatanya, Ganjar merupakan sosok yang sederhana, pembawaan apa adanya dan mengerti permasalahan masyarakat akar rumput.

Berasal dari keluarga yang sederhana, lanjutnya, Ganjar memiliki empati besar dan paham betul bagaimana cara untuk bertindak kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ganjar sendiri apabila kita lihat, beliau sendiri memang pemimpin yang berasal dari rakyat biasa dan tidak memiliki latar belakang orangtua yang memiliki kekuasaan, artinya dia paham permasalahan rakyat kecil karena dia punya empati dan kepedulian,” kata Indra saat diwawancarai seusai kegiatan ‘Sekolah Politik, Kilas Balik: Manifestasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Perpolitikan Bangsa’ yang diadakan Civitas Ganjar di Aula YPPIA, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/9).

Jawab Indra, banyak pencapaian dan program yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwa Ganjar sangat mengerti persoalan masyarakat lapisan bawah.

“Kalau kita mengikuti kinerjanya di Jawa Tengah, berapa banyak Ganjar memperbaiki rumah tak layak huni, kemudian dilihat dari angka kemiskinan ekstrem jumlahnya semakin menurun dan terbosan lainnya, seperti kartu tani salah satu yang terbaik di Indonesia dan asuransi nelayan. Masih banyak saya kira program keberhasilan yang bisa kita lihat dari Ganjar,” jawabnya.

Dengan demikian, Indra yakin apabila Ganjar menjadi Presiden kelak, sosoknya akan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah. (rel/tri)

Penjelasan Kadisdikbud Medan Soal Video Guru Menangis, Viral, Akibat Gaji Ditahan Kepsek

MENANGIS: Video sejumlah guru menangis akibat gaji mereka ditahan Kepsek.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah video yang menunjukkan sejumlah guru di Kota Medan yang mengeluhkan nasib mereka karena tidak kunjung mendapatkan gaji akibat ditahan oleh oknum kepala sekolah, viral di media sosial.

Dari video berdurasi 1 menit 9 detik itu diketahui, bahwa peristiwa tersebut dialami oleh sejumlah guru di SMP Negeri 15 Medan.

Dikonfirmasi Sumut Pos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, membenarkan video tersebut.

“Benar, video tersebut terjadi di SMP Negeri 15 Medan. Guru-guru di video tersebut juga merupakan guru-guru di SMP Negeri 15 Medan,” jawab Putra kepada Sumut Pos, Minggu (17/9/2023).

Hanya saja, kata Putra, dirinya mengaku heran akan video tersebut yang justru beredar beberapa hari belakangan. Sementara, masalah yang diungkapkan para guru di video tersebut telah selesai sebelum video itu tersebar hingga viral di media sosial.

“Perlu saya tegaskan, bahwa masalahnya sudah selesai sebelum video itu beredar,” ucapnya.

Dijelaskan Putra, aduan tentang penundaan atau penahanan gaji para guru tersebut telah diterima pihaknya pada tanggal 5 September 2023. Begitu menerima aduan tersebut, Disdikbud Medan pun bergerak cepat dengan melakukan mediasi antara para guru dan kepsek SMPN 15 Medan.

“Kami di Disdikbud Medan mendapatkan aduan itu tanggal 5 September. Tanggal 7 (September) nya langsung kita mediasi antara guru dengan kepseknya,” ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, Disdikbud Medan memerintahkan Kepsek SMPN 15 Medan untuk segera menandatangani surat permohonan pembayaran gaji para guru pada hari itu juga.

“Jadi saat mediasi di tanggal 7 September itu, kita sudah perintahkan kepada kepsek (SMPN 15) agar segera menandatangani pencairan gaji para guru. Alhasil hari itu juga, di tanggal 7 September itu, si kepsek sudah langsung menandatanganinya. Jadi masalahnya sebenarnya sudah clear di tanggal 7 September itu,” katanya.

Hanya saja, sambung Putra, saat ini di Pemko Medan tidak ada lagi pembayaran gaji secara tunai, melainkan pembayaran gaji dikirimkan secara langsung ke rekening masing-masing pegawai.

Usai surat pengajuan pembayaran gaji guru-guru tersebut ditandatangani kepsek pada tanggal 7 September, surat tersebut pun langsung dikirimkan ke bagian keuangan Pemko Medan.

“Lalu satu hari setelahnya, gaji tersebut telah masuk ke rekening masing-masing guru di SMP Negeri 15 Medan, tepatnya pada tanggal 8 September sore. Namun siangnya, atau tepatnya pada tanggal 8 September siang, mereka sempat membuat video tersebut. Makanya saya berani tegaskan, bahwa masalah ini sebenarnya sudah selesai sebelum video itu beredar,” ungkapnya.

Disdikbud Medan Sudah Berikan Sanksi Teguran ke Kepsek

Saat menerima laporan atau aduan dari para guru atas kepsek SMPN 15 Medan tersebut, terang Putra, sejatinya mereka langsung melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Tak hanya itu, Disdikbud Medan bahkan secara tegas memastikan telah memberikan sanksi kepada oknum kepsek yang dimaksud.

“Sesuai instruksi Pak Wali, kami di Disdikbud Medan berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aduan yang masuk, sebab hal ini demi kemajuan pendidikan di Kota Medan. Tentunya kami langsung melakukan konfirmasi kepada oknum kepsek yang bersangkutan. Hasilnya, kami telah memberikan sanksi berupa teguran kepada oknum kepsek tersebut,” terangnya.

Begitupun, Putra menjelaskan jika pihaknya juga tidak membenarkan sikap para guru tersebut. Sebab sejatinya, kepsek SMPN 15 tersebut mengaku memiliki alasan melakukan hal tersebut kepada sejumlah guru.

Dari hasil pemeriksaan Disdikbud Medan kepada kepsek tersebut, oknum kepsek mengaku kesal atas sikap 7 orang guru yang seringkali tidak hadir atau tidak mengajar pada saat jam pelajaran.

“Katanya ada 7 orang guru yang sering tidak hadir, sering tidak mengajar. Si kepsek ini sudah sering menegur, tapi guru-guru ini tetap saja begitu,” jelas Putra.

Bahkan, lanjut Putra, salah seorang guru ada yang meminta anaknya untuk menggantikannya mengajar di sekolah tersebut. Sementara anak oknum guru tersebut tidak berstatus sebagai guru di SMPN 15 Medan.

“Bahkan katanya ada seorang guru yang tidak mengajar dan meminta anaknya yang menggantikan. Padahal anaknya ini bukan guru disana (SMPN 15),” lanjutnya.

Tentunya bila benar, para guru tersebut telah melakukan perbuatan indisipliner, sehingga kepsek berhak untuk melakukan pembinaan hingga pemberian sanksi.

“Jadi sebenarnya, si kepsek yang tidak menandatangani gaji tersebut berniat untuk memberikan pembinaan kepada para guru yang tidak disiplin ini. Hanya saja penahanan gaji itu tidak kita benarkan sebagai bentuk pembinaan ataupun sanksi, makanya kita berikan sanksi kepada kepsek yang bersangkutan,” tuturnya.

Terkait sikap indisipliner sejumlah guru, lanjut Putra, pihaknya memberikan kewenangan kepada kepsek untuk memberikan sanksi. Hanya saja, sanksi ya g diberikan harus sesuai dengan PP No.4 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Sekali lagi sesuai instruksi Pak Wali, kita terus berusaha agar pendidikan di Kota Medan terus berbenah ke arah yang lebih baik. Baik kepsek, guru, maupun tenaga pendidikan lainnya harus berkolaborasi, sama-sama bertanggungjawab dalam membenahi pendidikan di Kota Medan,” pungkasnya.

Amatan Sumut Pos terhadap video yang dimaksud, seorang guru wanita di SMPN 15 Medan mengaku ditekan oleh oknum kepsek di sekolah tersebut. Oknum guru tersebut tampak sedang berada di ruangan guru dan disaksikan guru-guru lainnya.

“Pak, kami guru di SMPN 15 (Medan), seperti inilah kami ditekan, diteror kami secara mental. Dibuat surat panggilan satu panggilan dua, nggak sewajarnya seperti ini,” ucapnya sambil menangis.

Guru tersebut mengaku telah menerima surat panggilan hingga tiga kali yang semuanya tidak berdasar. Ia pun mengaku, gaji mereka para guru SMPN 15 ditahan oleh kepsek.

“Hanya karena kami dipanggil pak kabid. Kenapa kami dipanggil pak kabid, gaji kami ditahan, sampai hari ini kami belum gajian tanpa alasan yang jelas. Dibilanglah gaji birokrasi, padahal tidak, itu karena 8 orang kami dipanggil,” tangisnya diikuti tangis guru yang lain.

Guru tersebut pun mengatakan telah mengabdi selama puluhan tahun di sekolah tersebut, tetapi dirinya mengaku tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.
(map)

Kembali Dukung Borobudur Marathon 2023, Generali Indonesia Siap Beri Proteksi kepada 10.000 Pelari

Direktur, Chief Operation Officer Generali Indonesia Jutany Japit didampingi Windra Krismansyah selaku Head of Corporate Communications saat melihat kegiatan mini medical check up di acara Friendship Run Medan - Road to Borobudur Marathon 2023.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) hadir sebagai official insurance partner Borobudur Marathon 2023. Untuk ke enam (6) kalinya sejak tahun 2018, Generali Indonesia kembali bekerja sama dan mendukung lomba lari berskala internasional yang akan diselenggarakan pada 19 November 2023 mendatang. Sebagai mitra resmi asuransi, Generali Indonesia siap memberikan proteksi kepada 10.000 pelari Borobudur Marathon 2023 dalam bentuk proteksi jiwa dan kesehatan jika para pelari mengalami kecelakaan saat berlari.

Mengangkat tema tahun ini ‘Voice of Unity’, Borobudur Marathon mengajak masyarakat untuk saling menginspirasi dengan menyuarakan hal-hal positif demi membangun persatuan. Jutany Japit selaku Direktur, Chief Operation Officer mengungkapkan, “Merupakan kebanggaan bagi kami kembali hadir menjadi bagian dari Borobudur Marathon 2023. Lari memang terlihat olahraga yang mudah dan digemari banyak orang, namun bukan berarti lari marathon bebas dari risiko dan untuk itu sebaiknya kita memiliki persiapan penuh. Sama seperti mengikuti ajang marathon, hidup juga butuh persiapan matang agar terus bisa meraih mimpi-mimpi dalam kehidupan,”.

Sebagai rangkaian Borobudur Marathon 2023, fun run Friendship Run 5K hadir di 10 kota di Indonesia. Kota Medan menjadi kota ke 9 setelah sebelumnya Friendship Run diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Banjarmasin serta kemudian akan berlanjut ke Palembang.

Dalam acara ini, Generali Indonesia juga turut hadir memeriahkan acara dengan menyediakan mini medical check up gratis bagi pelari dan pengunjung serta membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelari yang ingin mengetahui proteksi Generali lebih detail.

Dalam kunjungannya ke Medan, Generali Indonesia juga mengajak masyarakat agar bisa memiliki proteksi sedini mungkin dan membuka peluang khususnya para generasi muda, untuk bisa menjalin kerjasama menjadi mitra bisnis Generali dengan konsep yang mudah diterapkan dan memiliki pengembangan pembelajaran terpadu.

Jutany menambahkan, Sumatera Utara merupakan salah satu pasar terbesar Generali Indonesia yang menandakan bahwa tingginya kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi. Untuk periode Januari hingga Agustus 2023, Provinsi Sumatera Utara sendiri berkontribusi sebesar 32,37% dari keseluruhan premi baru Generali Indonesia dari jalur keagenan.

Dukungan pada Borobudur Marathon 2023 juga menjadi bagian dari wujud value Generali, live the community, yang berarti Generali bergerak aktif tumbuh bersama masyarakat dan komunitas dimana Generali berada, yang dalam hal ini Generali Indonesia mengajak masyarakat untuk hidup fit dan bugar di tengah risiko yang masih tinggi.

Komitmen Generali Indonesia terus digencarkan mengingat masih tingginya angka klaim jiwa dan kesehatan yang dibayarkan. Untuk periode Januari hingga Agustus 2023, Generali Indonesia telah membayarkan total klaim senilai Rp761,4 Miliar untuk lebih dari 165.000 kasus klaim. Dari angka klaim yang telah dibayarkan ini, terjadi kenaikan pada klaim kesehatan sebesar 52,13% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tingginya angka klaim ini, juga diikuti oleh kenaikan biaya medis Indonesia yang diprediksi mencapai 13,6% tahun ini dan ini membuktikan bahwa proteksi asuransi semakin dibutuhkan masyarakat untuk meminimalisir kerugian finansial yang bisa terjadi. (rel/sih)

Penuhi Hak Tahanan, Rutan Labuhan Deli Gandeng LBH Filadelfia Gelar Penyuluhan Hukum

PENYULUHAN: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar penyuluhan hukum bersama Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Deli. Sabtu (16/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya pemenuhan hak-hak setiap tahanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar penyuluhan hukum bersama Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (16/9/2023)

Kegiatan penyuluhan hukum ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) Warga Binaan, dan dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Benny Tarigan yang mewakili Kepala Rutan Labuhan Deli, Kasubsi Bantuan Hukum, Amran, Staf Bankum dan jajaran Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia.

Dalam sambutannya, Benny Tarigan menyampaikan kerjasama ini merupakan kerjasama di bidang pelayanan hukum sebagai bentuk kepedulian negara kepada warga binaan.

“Semoga Warga Binaan yang hadir dapat memahami dan mengerti akan penyuluhan hukum yang diberikan oleh LBH Filadelfia,” ujarnya.

Sebagai pemateri, Rony Hutajulu menyampaikan Prinsip Negara Hukum dalam Pasal 1 ayat (3) UUD Negara Indonesia adalah negara hukum, yang secara konstitusional bahwa hak hukum setiap warga Negara Indonesia dijamin oleh negara.

“Oleh karena itu seorang tersangka atau terdakwa berhak untuk mendapatkan bantuan hukum gratis bagi warga binaan yang kurang mampu,” ungkapnya.

Dalam pemaparan materi juga disampaikan bagi setiap tahanan yang ingin memperoleh bantuan hukum gratis dapat mengikuti tata cara memperoleh bantuan hukum gratis baik mengajukan permohonan identitas pemohon, menyerahkan dokumen yang berkenaan dengan perkara, dan melampirkan surat keterangan tanda tidak mampu.

WBP juga diberikan kesempatan untuk bertanya dalam sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Tahanan dapat memperoleh informasi terhadap bantuan hukum gratis.(mag-1/ram)

Haknya Tak Terpenuhi, Guru PAI Medan Curhat ke M Nuh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perwakilan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Medan, menyampaikan keluh kesahnya (curhat) kepada Anggota DPD RI dari Sumatera Utara, H Muhammad Nuh. Pada pertemuan yang berlangsung di Jalan Karya Kasih, Medan Johor, Sabtu (16/9), para guru PAI mengatakan, ada 61 guru PAI honorer yang sudah inpassing atau penyetaraan ke PNS, tetapi mereka tidak mendapatkan hak-haknya pada rentang waktu 2010 hingga 2014.

Masih menurut para Guru PAI ini, yang terbaru adalah 25 guru PAI yang sudah berstatus ASN PPPK belum mendapatkan hak-hak mereka sejak April hingga September 2023. Ketika para guru PAI ASN PPPK menanyakan permasalahan ini ke Kemenag Medan, jawaban yang didapatkan, bahwa dananya tidak ada. “Dan mereka yang mengajar Agama Islam di sekolah umum (Kemendikbud), sebenarnya bukan orang Kemenag. Padahal, kebijakan itu dari atas. Bahwa guru PAI di sekolah umum, dana sertifikasinya melalui Kemenag,” ungkap seorang perwakilan guru PAI.

Menanggapi curhatan ini, Muhammad Nuh mengaku sangat prihatin dengan apa yang dialami oleh guru-guru Agama Islam di Kota Medan. “Saya akan mengklarifikasi masalah ini ke pihak terkait, seperti Kemenag Medan. Semoga para pihak yang terkait dapat bersinergi untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi guru-guru PAI di Medan,” kata Nuh.

Menurut Nuh, keberadaan guru PAI di sekolah umum sangat diperlukan. “Apalagi kita merasakan tantangan yang dihadapi generasi muda kita, utamanya dalam masalah moral.
Kita juga resah dengan banyaknya kasus begal dan geng motor, yang pelakunya di antaranya anak-anak sekolah. Kita sadari bahwa hal tersebut penyebabnya yang paling nyata adalah tidak diperhatikannya nilai-nilai agama,” sebutnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan terus saling menyemangati dan mendoakan, semoga guru PAI di Medan segera mendapatkan hak-hak mereka. “Dengan demikian diharapkan mereka dapat melaksanakan tugas mulia mereka mendidik nilai-nilai agama untuk generasi muda kita,” pungkas Nuh. (adz)

Bangun Kepulauan Nias, Hasto Ajak Anak-anak Muda Belajar dari Bung Karno

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menantang anak-anak muda di Kepulauan Nias untuk membangun daerah dan menjadi wilayah yang kuat di Samudera Hindia, termasuk mengalahkan kemajuan Singapura. Hal ini disampaikan Hasto saat memberikan arahan dalam Rapat Konsolidasi tiga pilar partai di Kabupaten Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Sabtu (16/9/2023).

“Pulau Nias sangat penting secara geopilitik. Sangat penting bagi PDI Perjuangan sebagai partai politik yang memiliki rekam jejak yang panjang untuk bersekutu dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Hasto juga menyampaikan, PDI Perjuangan menyuarakan pembangunan di Kepulauan Nias ke pemerintah pusat demi kemajuan Kepulauan Nias. Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI ini juga menyampaikan, Kepulauan Nias memiliki luas daerah hampir 5.600 km persegi, sedangkan Singapura itu hanya 728 meter persegi. Namun, lanjut Hasto, Singapura mampu memanfaatkan geostrategis dengan baik.

Menurut Hasto, Kepulauan Nias pun seharusnya bisa maju dengan memanfaatkan geostrategisnya. “Nias 7,7 kali luasnya dari Singapura, maka seharusnya seluruh anak-anak muda di Kepulauan Nias harus bermimpi untuk membangun kepulauannya. Sebab itulah yang diwarisi Soekarno,” jelas Hasto.

Hasto juga menyampaikan, Bung Karno memiliki konsep agar Kepulauan Nias menjadi pintu gerbang kemajuan ke Pasifik. Bung Karno, tambah Hasto, juga mencita-citakan Kepulauan Nias berperan bagi Indonesia agar menjadi negara yang kuat di Samudera Hindia. “Secara geopilitik, secara geostrategis, Kepulauan Nias itu berada di ujung depan Samudera Hindia, maka mulai hari ini kita mulai merancang kalau Nias menjadi kepulauan yang hebat,” seru Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini mengingatkan, Proklamator RI Bung Karno saat usia 16 tahun sudah menggembleng diri belajar, bahkan di ruangan yang sangat sempit, yaitu 2×3 meter. Di ruangan itu, Bung Karno hanya menggunakan lampu teplok untuk membaca. “Soekarno yang lahir dari kalangan rakyat biasa tidak pernah kehilangan daya imajinasinya untuk menjadi pemimpin besar. Maka Soekarno menggembleng dirinya ketika anak-anak sebayanya asyik main kasti, main bola, Soekarno kecil lebih suka menekuni buku di ruang-ruang sempit,” kata Hasto.

Oleh karena itu, Hasto mengajak anak muda Nias untuk menggembleng diri dengan pendidikan seperti Bung Karno. Hasto juga mengajak kepala daerah, anggota legislatif, hingga struktur Partai bergotong royong demi kemajuan pendidikan di Kepulauan Nias.

“Maka kalau kita tekun, Nias lebih hebat dari Singapura. Kuncinya anak-anak muda kita harus digembleng dengan semangat yang sama untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak mungkin kita mau mencapai kemajuan tanpa perjuangan,” lanjut Hasto.

Dalam agenda konsolidasi ini, hadir sekitar seribu jajaran pengurus DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut), yang dipimpin Ketua Rapidin Simbolon dan Sekretaris Soetarto. Tampak juga kader PDIP yang juga Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting. Hadir juga Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, dan Bupati Nias Yaatulo Gulo. (adz)

PeTebu Dukung Ganjar Gotong royong Normalisasi Saluran Air di Medan

Relawan Petani Tebu (PeTebu) Dukung Ganjar bersama masyarakat menanda tangani kain putih sebagai bentuk dukungan terhadap Ganjar Pranowo maju menjadi Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi musim penghujan dengan intensitas tinggi yang akan berdampak pada bencana banjir, Relawan Petani Tebu (PeTebu) Dukung Ganjar bersama Komunitas Pecinta Lingkungan dan masyarakat bahu-membahu melakukan kegiatan gotong royong normalisasi saluran air, Sabtu (16/9).

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan di Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Gotong royong pembersihan parit dilakukan untuk mengantisipasi banjir karena parit yang tersumbat.

“Beberapa hari ini intensitas hujan di Kota Medan sangat tinggi, sehingga kita mengajak masyarakat untuk peduli dalam rangka menjaga kebersihan, membersihkan saluran parit yang tersumbat dalam rangka pencegahan banjir,” kata Ketua Harian Relawan PeTebu Dukung Ganjar Sumut, Adep Prabudi.

Menurut Adep kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan masukan dari masyarakat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan setempat.

“Masyarakat berharap kondisi tersebut harus segera diantisipasi dengan melaksanakan salah satu kegiatan melaksanakan kebersihan parit, pembersihan drainase, kemudian saluran yang tersumbat untuk melancarkan aliran air ketika hujan turun,” ungkap Adep.

Menurut Adep, kondisi di lingkungan setempat cukup mengkhawatirkan dengan banyaknya tumpukan sampah dan sumbatan yang terjadi akibat tumbuhan yang menumpuk menghalangi parit. Sehingga, hal tersebut berpotensi tinggi menyebabkan banjir akibat saluran tersumbat.

“Banyak tumpukan sampah maupun rerumputan hingga mengakibatkan aliran tersumbat. Maka, tadi kami membersihkan sampah, mencabut rumput, membersihkan beberapa sangkutan sampah sehingga memudahkan lancarnya parit,” lanjutnya.

Adep menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar dan rutin melakukan pembersihan lingkungan secara berkala untuk meminimalisir ancaman banjir yang melanda lingkungan tersebut.

“Jangan buang sampah sembarangan, lakukan kegiatan pembersihan secara rutin minimal di lingkungan masing-masing supaya persoalan sampah itu bisa di selesaikan,” tutup Adep.

Selain normalisasi saluran air, PeTebu Dukung Ganjar melakukan aksi sosial lainnya, seperti donor darah. Hal tersebut menuai tanggapan positif dari masyarakat yang hadir dan menilai program yang dilakukan relawan Ganjar merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kepedulian antar masyarakat. (rel/tri)

Strategi PTPN Group Tingkatkan Produktivitas Petani Melalui Digitalisasi

APLIKASI: Seorang wanita menunjukkan aplikasi Sawit Rakyat Online, aplikasi android besutan PT Perkebunan Nusantara V berhasil menjadi terobosan untuk meningkatkan akselerasi peremajaan sawit rakyat dan peningkatan produktivitas petani sawit. Aplikasi tersebut mendapat sambutan positif dari para petani setelah diunduh lebih dari 10.000 kali.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui anak perusahaannya PT Perkebunan Nusantara V melakukan beragam terobosan dalam upaya memangkas ketimpangan produktivitas petani sawit, salah satunya melalui pendekatan digitalisasi.

Strategi tersebut diwujudkan anak perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau tersebut melalui sawit rakyat online, sebuah aplikasi berbasis Android yang memudahkan petani mengakses dan mendapatkan bibit sawit unggul bersertifikat.

Pasca diluncurkan pertama kali pada akhir 2021 lalu, aplikasi yang dapat diakses melalui Play Store tersebut telah diunduh lebih dari 10.000 kali. Bahkan, aplikasi yang dirancang dengan sederhana dan dapat digunakan dengan mudah oleh para petani tersebut mendapat penilaian positif dari para pengguna.

“Kita bersyukur aplikasi yang dirancang dan dikembangkan oleh insan-insan PTPN V ini memberikan manfaat besar kepada petani untuk mendapatkan bibit sawit berkualitas dan bersertifikat,” kata Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

Ia mengatakan, maraknya bibit sawit palsu yang beredar luas di kalangan para petani menjadi dasar utama lahirnya kebijakan pembukaan kran bibit sawit yang dilepas secara daring tersebut. Program tersebut dilangsungkan secara masif dan berkelanjutan di tujuh sentra sekitar unit perusahaan pada 2021 lalu.

Selama tiga tahun terakhir program itu berjalan dengan sangat baik dan mendapat antusiasme tinggi dari para petani. Seolah oase di gurun pasir, dalam kurun waktu dua tahun, lebih dari 1,6 juta bibit diserap sekitar 4.300 petani sawit.

Jatmiko mengatakan bahwa keberadaan bibit palsu sejatinya telah mendera petani begitu lama. Keberadaan bibit palsu membuat petani merana hingga tiga dekade lamanya.

“Bayangkan, ketika salah pilih bibit. Petani tertipu. Selama 25 hingga 30 tahun lamanya sawit mereka tidak tumbuh maksimal, produktivitas rendah, dan ekonomi pun terganggu. Inilah kenapa program ini kita hadirkan, termasuk melalui sentuhan teknologi,” ujarnya.

Tidak hanya fasilitas penjualan bibit, lanjutnya, aplikasi tersebut juga menyediakan fitur diskusi daring. Para pemilik akun dapat melakukan komunikasi dua arah untuk melaksanakan budidaya perkebunan berkelanjutan. Perusahaan menyiapkan kolom diskusi dan admin khusus untuk menjawab pertanyaan para petani.

Lebih jauh, Jatmiko turut menjelaskan bahwa sejak awal, semangat berdirinya PTPN V adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama petani. Dalam empat tahun terakhir, ragam transformasi yang diusung PTPN V salah satunya adalah mengembalikan perusahaan tersebut kembali ke khitahnya.

“Dan alhamdulillah, program bibit sawit unggul bersertifikat kepada petani ini mendapat atensi dari Menteri BUMN Bapak Erick Thohir. Beliau mengapresiasi program ini karena disaat perusahaan lainnya menutup kran bibit unggul, PTPN V justru membuka selebar-lebarnya,” paparnya lagi.

Sementara itu, salah seorang petani sawit Rustam Efendi mengatakan kebijakan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat disertai dengan sentuhan teknologi sangat memudahkan petani.

Selain transparan, dia mengatakan petani juga diberikan kemudahan untuk melacak ketersediaan bibit sesuai alamat pembeli.

Rustam yang telah membeli 1.000 bibit untuk peremajaan 8 hektare kebun sawitnya pada 2021 lalu mengatakan saat ini perkebunan sawit miliknya telah tumbuh dengan sangat baik. Bahkan, tanaman sawit mudanya telah menghasilkan tandan buah segar.

“Ini terobosan yang luar biasa dari PTPN V. Sebagai petani sawit, program ini menjadi jawaban atas kerisauan kami akan tsunami bibit sawit palsu di pasaran,” ujar Rustam.

Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mendorong transformasi digitalisasi untuk menjawab tantangan era revolusi industri 4.0. Tranformasi digital bertujuan untuk mengembangkan sistem pengelolaan perkebunan menjadi lebih efektif dan efisien.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat, PTPN III bersinergi melakukan digitalisasi untuk mengintegrasi aktivitas perkebunan. Program itu bertujuan untuk meningkatkan efesiensi dalam pengelolaan bidang perkebunan dan industri kelapa sawit di Indonesia yang selama ini dikelola secara konvensional, untuk bertransformasi menuju modernisasi dengan memanfaatkan teknologi digital. (rel/ila)