24 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 117

Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Kesiapsiagaan Lansia Hadapi Bencana Angin Puting Beliung

SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)
SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Studi (Prodi) Diploma 3 Keperawatan Dairi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Medan, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Pengabdian dimaksud berupa edukasi dan pelatihan kepada warga lanjut usia (lansia) dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam puting beliung.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, belum lama ini.

Ketua Tim PkM, Perak Maruli Asi Roha Hutagalung, didampingi Heriaty Berutu, serta Rugun Togianur Lingga, menjelaskan, edukasi dan pelatihan itu untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga lansia terhadap bencana alam angin puting beliung.

“Pelatihan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya warga lansia dan perangkat desa itu, juga merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi, dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam,” ungkap Maruli.

Kegiatan itu, lanjut Maruli, mencakup berbagai sesi, mulai dari penyuluhan mengenai fenomena angin puting beliung, simulasi evakuasi mandiri, hingga pelatihan. Tim PkM juga memberikan modul edukatif yang dapat digunakan lansia dalam keadaan bencana.

“Kami berharap edukasi yang kami berikan dapat menjadi bekal bagi lansia di Desa Bintang Mersada ini, untuk lebih siap menghadapi bencana serta mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi,” jelasnya.

Maruli juga mengatakan, kolaborasi dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ini, menjadi langkah awal membangun masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap bencana.

Sementara itu, seorang warga lansia bermarga Sinurat, mengapresiasi edukasi dan pelatihan penanganan bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi tersebut.

“Kami mendapat banyak pengetahuan baru, yang sebelumnya tidak tahu apa yang harus dilakukan saat angin kencang datang. Sekarang kami jadi lebih siap dan tidak panik,” ujarnya.

Kepala Desa Bintang Mersada, Uswatun Bintang, menyambut baik edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan lansia menghadapi bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi yang bekerja sama dengan BPBD Dairi tersebut. Menurutnya, penting ada sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.

“Karena Dairi merupakan wilayah yang rawan bencana angin puting beliung. Diperlukan pemahaman yang baik di masyarakat, khususnya bagi lansia, tentang cara mengenali tanda-tanda awal serta langkah-langkah penyelamatan diri,” kata Uswatun.

Seperti diketahui, bencana alam telah melanda Desa Bintang Mersada pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu. Sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan. (rud/saz)

Polres Karo-Perum Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)
PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo bersama Perum Bulog KCP Kabanjahe, menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini.

Kegiatan yang mengusung semangat Polri untuk Masyarakat ini, dihadiri Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo Siti, para pejabat utama Polres Tanah Karo, personel, serta masyarakat pembeli di lokasi.

Dalam pelaksanaannya, disediakan 400 zak beras Bulog SPHP kemasan lima kilogram, dengan harga Rp60.000 per zak. Warga yang hadir membeli secara tertib dan teratur dengan pendampingan personel Polres Tanah Karo.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika harga pangan.

“Melalui sinergi dengan Bulog, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Karo,” pungkasnya. (deo/saz)

Tifatul Sembiring: Bangsa Indonesia Sudah Khatam Soal Toleransi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Masalah intoleransi bukan lagi menjadi sesuatu yang besar di negeri ini. Pasalnya, Bangsa Indonesia sudah khatam (sangat memahami) soal toleransi. Sebab, Indonesia adalah negara yang majemuk dan terbiasa saling hormat-menghormati dan saling menghargai.

Hal ini disampaikan Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Taqwa, Jalan Kelambir V, Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, pada Rabu (6/8/2025). “Kita bisa lihat di Sumatra Utara ini ada yang beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu, dan lainnya.

Sukunya ada Jawa, Batak, Karo, Minang, Tionghoa, dan lainnya. Tapi toh mereka bisa hidup berdampingan, rukun dan guyub. Memang terkadang ada gesekan, tetapi semuanya bisa kita selesaikan dengan musyawarah dan baik,” kata Tifatul seperti dikutip Sumut Pos dalam siaran persnya, Rabu (20/8/2025).

Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan kebudayaan yang ada di Indonesia justru merupakan sebuah berkah dari Allah Swt. “Tuhan menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal dan menghargai,” ujar Tifatul.

“Bahkan para anak muda tahun 1928 sudah berjanji lewat Sumpah Pemuda, bahwasanya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia adalah sudah final. Ini menunjukkan semangat toleransi sudah ada sejak jaman dulu, kita tinggal meneruskannya saja,” imbuh kader senior PKS ini.

Pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini Tifatul Sembiring menjelaskan tentang poin-poin penting yang terdapat dalam 4 Pilar MPR RI seperti Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi dan Ketetapan MPR. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI berjalan lancar dengan diselingi tanya jawab. Seorang peserta merasa senang bisa hadir pada kegiatan ini. “Saya jadi bisa berdiskusi langsung dengan pak dewan kita. Selama ini hanya bisa lihat di televisi dan facebook,” ujarnya. (rel/adz)

Rico Wass Serahkan SK PPPK kepada 1.018 orang

Rico Wass menyerahkan SK PPPK.
Rico Wass menyerahkan SK PPPK.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I TA 2024 di lingkungan Pemko Medan kepada 1.018 orang.

Pengangkatan PPPK ini, kata Rico Waas, bukan sekedar pengakuan administrasi saja, melainkan juga merupakan bentuk kepercayaan dan amanah dari negara, khususnya Pemko Medan untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab.

“Reformasi birokrasi menuntut adanya aparatur yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. Maka dari itu, PPPK menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang efektif dan efisien, serta memberikan ruang lebih luas bagi tenaga profesional untuk berkontribusi,” kata Rico Waas saat memimpin upacara penyerahan SK PPPK Tahap I TA 2024 di Lapangan Cadika, Rabu (20/8/2025).

Dalam momentum itu, Rico Waas juga menyampaikan pesan penting yang harus dilaksanakan oleh PPPK yang baru saja diangkat, diantaranya pertama, pegang teguh integritas dan loyalitas serta jadilah aparatur yang bekerja dengan sepenuh hati, mengedepankan kejujuran, disiplin dan tanggung jawab dalam setiap tugas.

Kedua, tingkatkan kompetensi dan keterampilan. Sebab, di era digitalisasi menuntut kita untuk terus belajar dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Lalu yang ketiga, bilang Rico Waas lagi, utamakan pelayanan publik yang berkualitas. Dan yang ke empat, bangun sinergitas dan etos kerja positif.

“Saya percaya dengan semangat dan dedikasi tinggi, saudara dapat menjadi bagian dari perubahan positif di Kota Medan. Mari bersama-sama kita wujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, serta mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” ajak Rico Waas.

Di bagian akhir amanatnya, Rico Waas mengatakan PPPK dan PNS memiliki kedudukan yang sama mulianya sebagai ASN. Keduanya sama-sama bekerja untuk masyarakat dan mengabdi untuk negara.

“Untuk itu saya mengharapkan rekan-rekan semua untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kota Medan, tempat anda bekerja, jadilah kebanggaan bagi Pemko Medan,” harap Rico Waas.

Upacara penyerahan SK PPPK tersebut turut juga dihadiri Kepala Kantor Regional VI BKN Medan Janry Haposan UP Simanungkalit, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para Asistan dan Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah, para camat dan Lurah. (map/ila)

Perkuat Kolaborasi, PLN UP3 Pematang Siantar, PLN Electricity Services, dan PT KINRA Teken MoU Jual Beli Tenaga Listrik 32,51 MVA

PLN UP3 Pematang Siantar bersama PLN Electricity Service dan PT Kawasan Industri Nusantara mendatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA.
PLN UP3 Pematang Siantar bersama PLN Electricity Service dan PT Kawasan Industri Nusantara mendatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematang Siantar bersama PLN Electricity Services dan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA (14/8/2025).

Penandatanganan berlangsung di Kantor PLN UID Sumatera Utara dan dihadiri oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, SRM Niaga & Manajemen Pelanggan Donny Adrianysah D, Manager UP3 Pematang Siantar Ramses Manalu, Direktur Utama PT KINRA Arif Budiman, SEVP PT KINRA Kennedy NP. Sibarani, Vice President PLN Electricity Services Agung Fajar, serta Manager UPP 6 PLN ES Randhy Kusriansyah.

Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN Group dalam mendukung kebutuhan tenaga listrik pelanggan industri. Melalui sinergi ini, PLN Electricity Services akan memberikan layanan operasi dan pemeliharaan instalasi kelistrikan PT KINRA, sehingga terjamin keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional kawasan industri.

PT KINRA, anak perusahaan PTPN III (Persero), merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei—KEK pertama di Indonesia yang beroperasi sejak 2012. Seiring berkembangnya kawasan, konsumsi listrik PT KINRA terus meningkat. Pada tahun 2025 ini, total perjanjian jual beli tenaga listrik yang telah ditandatangani mencapai 32,51 MVA. Peningkatan kebutuhan listrik ini menjadi indikator positif tingginya minat investasi, khususnya dari investor asing, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru di Sumatera Utara.

Dengan bertambahnya daya tersambung di PT KINRA, PLN UID Sumatera Utara berpotensi meningkatkan penjualan listrik tambahan sebesar 5,8 juta kWh per bulan (berdasarkan perhitungan 200 jam nyala). Selain itu, PLN Electricity Services juga memperoleh peluang tambahan pendapatan beyond kWh melalui layanan operasi dan pemeliharaan instalasi pelanggan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis ini.
“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi PLN Group dalam mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Sumatera Utara. PLN siap memberikan layanan terbaik serta memastikan keandalan pasokan listrik agar setiap kegiatan usaha dapat berjalan optimal. Kami percaya, hadirnya listrik andal akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri, menggerakkan roda perekonomian, dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Syauki.

PLN UID Sumatera Utara terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan guna mendukung perkembangan sektor industri dan bisnis di wilayah Sumatera Utara. (ila)

Polda Sumut Pamerkan Tangkapan Narkoba Sepanjang Januari-Pertengahan Agustus Binjai-Langkat Rawan Narkoba

KETERANGAN: Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (pegang foto kapal nelayan), saat menyampaikan keterangan di Polres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).(Teddy Akbari/Sumut Pos)
KETERANGAN: Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (pegang foto kapal nelayan), saat menyampaikan keterangan di Polres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut memamerkan hasil pengungkapan kasus pada rentang 1 Januari hingga medio Agustus 2025. Hasil analisis dan evaluasi Ditresnarkoba Polda Sumut menunjukkan, Kota Binjai dan Kabupaten Langkat rawan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Sepanjang kurun waktu kurang dari delapan bulan, Ditresnarkoba Polda Sumut mengungkap 429 kasus dengan 534 tersangka. Dengan pengungkapan itu, Polda Sumut mengklaim berhasil menyelamatkan 1.533.564 jiwa, dan nilai barang bukti narkoba yang disita mencapai Rp298.361.400.000.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, kolaborasi dan koordinasi pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan pada sektoral. Artinya, tidak dapat hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja.
“Tapi, semua lini harus terlibat dalam pemberantasan narkoba,” ungkap Calvijn di Mapolres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).

Barang bukti yang diamankan sepanjang kurun waktu itu, berupa 206 kilogram sabu-sabu, 70 ribu butir pil ekstasi, sembilan ribu butir pil happy five, 170 gram kokain, dan ganja. Tak ketinggalan, juga ada botol minuman keras dari berbagai merek yang diamankan dari tempat hiburan malam (THM).

Lima Modus Peredaran Narkoba di Binjai-Langkat

Jebolan Akademi Kepolisian 1999 ini, juga membeberkan lima modus yang terjadi dalam melancarkan praktik peredaran gelap narkoba di Binjai dan Langkat.
“Ada lima modus yang sering digunakan oleh pelaku-pelaku narkoba di Langkat dan Binjai. Yang pertama para tersangka selalu melakukan transaksi melalui laut dan darat,” beber Calvijn.

Kedua, lanjut Calvijn, pengguna narkoba dimanjakan dengan adanya sebuah barak atau loket pembelian yang berdiri di wilayah perkebunan atau ladang. Ketiga, media sosial (medsos) menjadi sarana untuk melakukan transaksi peredaran narkoba, khususnya pil ekstasi.

“Ini sangat miris sekali, COD. Tim akan melakukan patroli cyber untuk mengungkap kasus-kasus lainnya,” tegasnya.
Keempat, peredaran narkoba di THM.

“Ada beberapa THM yang menjadi lokasi peredaran narkoba yang terungkap. Transaksi narkoba yang ditawarkan secara terbuka untuk seluruh pengunjungnya, melibatkan manajemen di dalamnya. Ini sangat miris sekali,” kata Calvijn lagi.

Dan terakhir, menggunakan tim pantau. Calvijn menyebutkan, lokasi penjualan atau barak maupun loket yang menjual narkoba memberi pengamanan berlapis. Ada tim pengawas dan tim pengamanan yang berkomunikasi melalui handy talky (HT).

“Tim pantau biasanya orang-orang atau pelaku yang dewasa. Dan sekali lagi sangat miris, mereka banyak menggunakan anak-anak di bawah umur, untuk dijadikan tim pantau berlapis. Apabila aparat masuk ke dalam, sudah ada di gerbang satu, dua, dan tiga. Ini dilakukan di THM dan di barak-barak narkoba,” jelasnya.

Ada tiga THM di Langkat yang sudah dilakukan penindakan dan pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Sumut, peredaran narkoba tersebut berjalan secara terstruktur, yang melibatkan menejemen.

“Ada tersangka, dan tersangka adalah menajemen di dalamnya. Ada pengendali narkoba, contohnya di D4, dan ada sebagai pelayan atau waiters yang menawarkan (narkoba) secara terbuka kepada pelanggan saat masuk, dan ada juga LC atau pendamping nyanyi,” imbuh Calvijn.

Ketiga THM dimaksud, yakni D4 Karoke di Brandan Barat, NBS di Sei Bingai, dan BS di Bahorok. Ironisnya, sambung Calvijn, juga berdiri gubuk-gubuk yang diduga menjadi barak atau lapak isap narkoba di sekitaran tempat disko tersebut.

“Kami sedang mendalami, apakah ada kaitannya antara gubuk-gubuk dan loket yang didirikan di belakang ladang dan berdekatan dengan lokasi THM tersebut. Apakah ada kaitannya, apakah yang membangun sama, dan apakah perintahnya sama dengan pemilik THM, ini sedang kami dalami,” tuturnya.

190 Kilogram Narkoba Pengungkapan Polda Sumut di Perairan Langkat
Belum lama ini, Ditresnarkoba Polda Sumut mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 190 kilogram, yang gagal masuk melalui jalur perairan di Langkat. Kristal putih itu diangkut menggunakan kapal nelayan.

Kata Calvijn, ada dua orang yang diamankan dan mereka mendapat perintah dari seseorang berinisial YD, yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Menariknya, 190 kilogram sabu-sabu itu, dimuat dalam bagian kapal yang sudah dimodifikasi untuk mengelabui pemeriksaan petugas.

“Tim pada saat melakukan penggerebekan sempat terombang-ambing di laut, sehingga membutuhkan setidaknya enam jam untuk tim kedua menjemput dari TKP,” paparnya.
Dia menyebutkan, DPO berinisial YD masih dalam pengejaran.

“DPO ini yang mengendalikan kedua tersangka dan kami (juga) sedang mendalami, yang mengendalikan kapal oskadon (nelayan) tempat narkoba tersebut,” jelas Calvijn.
Anev Ditresnarkoba Polda Sumut: Langkat-Binjai Diatensi

Dengan serangkaian pengungkapan yang terjadi di wilayah hukum Polres Binjai dan Langkat, Calvijn menyebutkan, kedua daerah ini menjadi lokasi yang rawan peredaran narkoba. Secara geografis, Langkat memiliki jalur perairan dan perlintasan darat menuju Provinsi Aceh. Sementara Binjai adalah kota penyangga sebelum tiba di Ibukota Provinsi Sumut, Kota Medan.

“Langkat dan Binjai merupakan pemetaan, hasil analisis dan evaluasi (anev) tim kami, merupakan satu bagian yang diatensi dan diperkuat dalam hal pengungkapan kasus. Diperkuat itu maksudnya bukan berarti ada pelemahan di dalamnya,” jelas mantan Kasubdit Narkoba Polda Metro Jaya tersebut.

Calvijn menegaskan, Binjai dan Langkat akan menjadi atensi pengungkapan narkotika.
“Kami pertebal, ada beberapa tim yang kami masuki ke dalam dua wilayah ini (Binjai-Langkat) untuk mengungkap jaringan narkoba di dalamnya. Saat ini kami fokus di Binjai dan Langkat. Kenapa? Tadi saya sampaikan ada modus perairan, faktanya 190 kilogram (sabu-sabu) ini, kami temukan dengan menggunakan kapal nelayan.

Kedua, ada barak-barak narkoba, ladang ataupun kebun yang di situ ada barak narkoba, yang beberapa kali Polda Sumut dan polres melakukan penindakan di dalamnya,” tuturnya.
Dia menyerukan kepada polres jajaran untuk melakukan penindakan, tidak hanya sebatas seremoni.

“Melakukan penindakan ini harus sampai dengan tuntas ke akar-akarnya, dan itu tidak dapat dilakukan sektoral, harus kolaborasi Forkopimda yang ada, karena ada domain-domain, tanggung jawab yang berbeda,” pungkas Calvijn. (ted/saz)