29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1183

Danone Indonesia Dukung Pencegahan Anemia pada Anak

Danone Indonesia melalui SGM Eksplor akan menjalankan inisiatif program baru “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju” yang bertujuan meningkatkan kesadaran para Bunda di Indonesia tentang resiko anemia pada anak di bawah usia 5 tahun.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia masih termasuk dalam 5 negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara. Tingginya kasus anemia disebabkan karena seringkali anemia terjadi tanpa gejala dan orang tua kurang memahami pentingnya skrining anemia melalui pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) darah. Sebagian besar dari kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi yang merupakan salah satu nutrisi penting dalam asupan makanan harian anak. Kondisi ini juga makin diperparah dengan kurangnya konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia.

Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), Presiden Indonesian Nutrition Association mengatakan, 1 dari 3 anak Indonesia rentan menderita anemia. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi harian si Kecil. Saat asupan Zat Besi tidak tercukupi dalam makanan harian si Kecil maka dapat terjadi gangguan perkembangan kognitif atau otak, dan pertumbuhan anak. Lebih lanjut, ujarnya, pada anak di bawah lima tahun, pencegahan anemia dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya Zat Besi.

Namun sayangnya, kekurangan zat besi bisa juga terjadi karena sebagian besar Zat Besi tidak terserap dengan optimal di tubuh anak. ‘’Maka dari itu, dibutuhkan kombinasi antara Zat Besi dan Vitamin C yang mampu memaksimalkan penyerapan Zat Besidi dalam tubuh, untuk pencegahan anemia. Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil, bisa juga dipertimbangkan untuk memberikan sumber nutrisi yang difortifikasi, seperti susu terfortifikasi dengan Zat Besi dan Vitamin C agar si Kecil bisa tumbuh maksimal,” sebutnya.

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis Anak dan Keluarga mengatakan, orang tua perlu memahami bahwa anemia tidak hanya berdampak negatif secara fisik, namun juga terhadap kondisipsikologis anak. Dalam jangka pendek, secara kognitif anak cenderung kurang konsentrasi, tidak mudah menangkap dan mengingat, serta emosinya ajuga cenderung lebih negatif, lebih mudah sedih/marah dan rentan stres.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia mengatakan, Danone Indonesia berkomitmen untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia dan mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan generasi emas Indonesia. Danone Indonesia terus melakukan berbagai inovasi produk bernutrisi tepat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, inisiatif dan edukasi untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sebagai bentuk upaya pencegah anemia khususnya pada anak.

Dalam upaya pencegahan anemia, dari tahun ke tahun Danone Indonesia melalui SGM Eksplor telah menginisiasikan berbagai program edukasi berskala nasional dan telah menjangkau lebih dari 3,5 masyarakat.

Tahun ini, Danone Indonesia melalui SGM Eksplor akan menjalankan inisiatif program baru “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para Bunda di Indonesia tentang resiko anemia pada anak di bawah usia 5 tahun, serta pentingnya mengkonsumsi makanan tinggi zat besi dan Vitamin C yang berasal dari protein hewani.

Tanasha Suhandani, Brand Manager SGM Eksplor mengatakan, SGM Eksplor terus berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang maksimal anak Indonesia melalui penyediaan inovasi produk bernutrisi dan berbagai inisiatif. Salah satu inovasi SGM Eksplor untuk menjawab permasalahan anemia yang masih dihadapi anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun di Indonesia adalah dengan menghadirkan inovasi produk yang mengandung IronC™ – kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang teruji dapat bantu penyerapan secara maksimal hingga dua kali lipat, serta dilengkapi dengan nutrisi penting lainnya seperti DHA, Minyak ikan tuna, Omega 3&6, serta nutrisi penting lainnya.

Guna terus memberikan dukungan untukpencegahan anemia & dukung pemenuhan nutrisi dan stimulasi yang optimal, SGM Eksplor meluncurkan insiatif “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju”yang berkolaborasi dengan berbagai pihakuntuk mengedukasi melalui platform digital diantaranya melalui website www.generasimaju.co.id yang dikunjungi hampir 10 juta ibu setiap tahunnya. Tidak hanya itu, SGM Eksplor juga mendukung Bunda melalui layanan Careline SGM Eksplor yang terdiri dari para ahli terpercaya seperti ahli gizi, kebidanan, keperawatan, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Ke depannya SGM Eksplor terus berkomitmen secara berkelanjutan untuk melakukan berbagai inisiatif dan kolaborasi dalam memberikan dukungan nutrisi terbaik dan berkualitas yang dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh menjadi Generasi Maju. Mari kita bersama cegah anemia dan optimalkan kognitif anak Generasi Maju,” tutup Tanasha. (rel/sih)

Keluarga Korban Minta Jokowi Kawal Kasus Pembunuhan Berencana Mantan Anggota DPRD Langkat

PROTES: Keluarga Almarhum Paino dan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa berkumpul usai menyampaikan protesnya pasca mendengar tuntutan pidana 20 tahun kurungan penjara terhadap aktor intelektual penembakan, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Keluarga Almarhum Paino, mantan Anggota DPRD Langkat yang menjadi korban penembakan, meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Machfud MD, mengawal kasus yang menimpa mereka. Permintaan ini disampaikan Susilawati yang mewakili Keluarga Almarhum Paino pasca dalang penembakan atau aktor intelektual, Luhur Sentosa Ginting yang duduk di kursi pesakitan dituntut oleh jaksa penuntut umum dengan pidana 20 tahun kurungan penjara, Kamis (31/8/2023).

“Kami berharap, bermohon kepada Presiden Jokowi dan Pak Machfud MD tolong lihat kami korban. Bapak Jokowi, Bapak Machfud MD, datang lah pak ke Langkat, lihat lah hukum di Langkat ini, kawal lah kami, kami ingin keadilan, kami ingin kemerdekaan di bumi Indonesia yang sudah lama merdeka pak,” kata Susilawati didampingi penasihat hukum korban, Togar Lubis.

Usai JPU membacakan tuntutan pidana kepada terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa, anak korban meluapkan kekecewaan dan kekesalannya. Bersama masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, mereka menyesalkan tuntutan pidana yang sudah dibacakan JPU.

“Rasa kecewa masyarakat itu luar biasa, terutama korban. Karena ini pembunuhan sangat berencana sekali, sangat-sangat berencana tapi hanya dituntut 20 tahun,” ujarnya.

“Kami paham, kami tahu ini belum vonis hakim. Tetapi dari tuntutan, kami sangat kecewa. Kita jangan hanya memikirkan anak dari terdakwa, tapi anak korban juga harus kita pikirkan, bagaimana mentalnya, bagaimana masa depannya,” sambung Susilawati.

Dia membeberkan, terdakwa Tosa pernah dihukum hanya 3 bulan dalam kasus penembakan dengan menggunakan senjata api rakitan dan korbannya masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat. Menurutnya, keluarga terdakwa selalu memberi penindasan kepada masyarakat di sana.

Meski Indonesia sudah merdeka selama 78 tahun, tapi masyarakat di Dusun Bukit Dinding, belum merasakan kemerdekaan tersebut secara utuh. “Lihat lah kami ini, pembunuhan sangat berencana dan kemarin tahun 2021, pelaku ini (terdakwa Tosa) adalah orang yang sama dengan peristiwa penembakan Almarhum Paino, dia otak pembunuhannya. Namun kemarin, dia hanya divonis 3 bulan (kasus penembakan kepada masyarakat) dan korbannya belum sembuh,” bebernya.

“Dan kali ini otak pelaku dengan orang yang sama dan senjata yang sama! Pasti kami semua masyarakat resah, karena kami ragu, kami takut, korban berikutnya akan terjadi lagi. Karena kami mohon maaf sekali, bukan kami merendahkan hukum, yang kami ketahui orang awam 20 tahun misalkan nanti jatuh vonisnya, sebentar saja nanti sudah keluar,” sambung Susilawati.

Dalam amar tuntutan JPU, Dedi Bangun selaku eksekutor dan Luhur Sentosa Ginting selaku otak pelaku atau aktor intelektual atau dalang pembunuhan berencana mantan Anggota DPRD Langkat, Almarhum Paino, dituntut pidana 20 tahun kurungan penjara. Pembacaan amar tuntutan langsung dilakukan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Langkat, Hendra Sinaga, yang dimulai pukul 18.00 WIB.

Terdakwa Dedi yang pertama mendengarkan tuntutannya. “Kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menuntut, menyatakan terdakwa Dedi Bangun telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana, melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Hendra dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Ledis Meriana Bakara.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah telah menimbulkan penderitaan bagi keluarga dan sudah pernah dihukum serta juga menimbulkan keresahan masyarakat. Sementara hal yang meringankan terdakwa adalah berterus terang selama persidangan.

Usai Dedi, giliran terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting yang didakwa sebagai otak perencanaan pembunuhan atau aktor intelektual. Tosa mendengarkan tuntutan dari JPU pada pukul 19.00 WIB.

“Kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menuntut, menyatakan terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Hendra dalam sidang yang diikuti oleh keluarga korban Almarhum Paino dan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

Bagi JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah sebagai aktor intelektual dan perbuatannya menimbulkan penderitaan untuk keluarga korban. Terdakwa juga sudah pernah dihukum sebelumnya dalam kasus penembakan dengan hukuman 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian terdakwa juga berusaha mengaburkan tindak pidana pembunuhan berencana tersebut dan tidak mengakui perbuatannya selama persidangan. “Hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda dan memiliki 3 anak dan 1 istri,” pungkasnya. (ted)

Dihukum 5 Bulan Penjara, 2 Terdakwa Kasus Penganiayaan Bakal Lapor ke KY

PUTUSAN: Dua terdakwa kasus penganiayaan menjalani sidang putusan di PN Medan, Rabu (30/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terdakwa kasus penganiayaan mantan mertua, Nazmi Natsir Adnan dan Rinaldi Akbar Lubis divonis hakim 5 bulan penjara. Atas hal itu, kedua terdakwa berniat melaporkan hakim ke Komisi Yudisial (KY).

Majelis hakim diketuai Nelson Panjaitan dalam amar put menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada hukuman kepada kedua terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama 5 bulan,” tegas hakim, dalam sidang di Ruanf Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (30/8/2023).

Dalam persidangan, hakim juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinion) dari hakim anggota satu Fauzul yang menyatakan bahwa kedua terdakwa tidak terbukti sebagaimana dakwaan jaksa.

Sementara dalam persidangan hakim, hal memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. “Hal meringankan, kedua Terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan,” kata hakim.

Diluar persidangan, terdakwa Nazmi Natsir Adnan mengatakan kalau Ia menyesalkan vonis hakim. Menurutnya, dari fakta persidangan tidak ada saksi yang mengatakan kalau ia bersama Rinaldi melakukan penganiayaan.

Karena itu, katanya, dia bakal melaporkan Majelis hakim ke Komisi Yudisial terkait vonis bersalah yang dijatuhkan kepadanya.

“Terlihat dari hakim satu yang berbeda pendapat yang menyatakan kami tidak terbukti sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum dan harus dibebaskan dari tahanan,” ucapnya.

Sementara menanggapi vonis hakim, Nazmi mengatakan pikir-pikir terlebih dahulu, apakah menerima atau mengajukan banding. Di tempat yang sama, Penasehat Hukum terdakwa M Iman SH, mengatakan Hakim hanya mempertimbangkan keterangan saksi korban saja, saksi meringankan dikesampingkan.

“Padahal saksi yang meringankan ada 3 orang yang melihat mendengar dan mengalami langsung menyatakan dipersidangan bahwa tidak ada melakukan pemukulan atau penolakan,” tegasnya. (man/ram)

Bulog Apresiasi Mobil Pasar Keliling

RAMAI: Warga ramai menghadiri pasar murah keliling yang diselenggarakan di Mabar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimwil Bulog Sumut Arif Mandu, mengapresiasi pelaksanaan Pasar Keliling, dirinya berharap kegiatan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Pasar Keliling juga diharapkan bisa membantu masyarakat.

“Saya kira dengan semua instrumen ini, mudah-mudahan harga beras bisa terkensali, aman,” pungkas Arif ketika meninjau pelaksanaan Pasar Keliling di Mabar, Kamis (31/8/2023).

Sebelumnya, Ketua Komisi III Afif Abdillah, juga mengapreasi inovasi yang dilakukan pihak PUD Pasar Medan yang telah menghadirkan Pasar Keliling.

“Ini sebuah inovasi yang patut kita apreasi ditengah kenaikan harga kebutuhan bahan pokok,” ucap Afif Abdillah.

Hal senada disampaikan, anggota Komisi III lainnya Mulia Syahputra Nasution. Pasar Keliling, kata Mulia, benar-benar membantu masyarakat ditengah kenaikan harga bahan pangan saat ini.

Politisi Gerindra itu mengharapkan kegiatan seperti ini berlanjut. Bahkan bisa dilakukan penambahan armada Pasar Keliling. “Jadi benar-benar dampaknya dirasakan oleh masyarakat,” kata Mulia.
(map/ram)

Hingga 29 Agustus, Mobil Pasar Murah Keliling Sudah Sambangi 7 Kecamatan

MURAH: Dirut PUD Pasar Medan, Bobby Nasution menyerahkan beras kepada pembeli mobil keliling pasar murah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Pasar Keliling yang diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pasalnya, program ini tak hanya menjangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi dapat menjaga stabilitas harga pangan.

Program Pasar Keliling diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution bertepatan pada peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia, Kamis (17/8/2023) lalu.

Dirut PUD Pasar Medan, Suwarno, menuturkan Pasar Keliling yang diinisiasi Wali Kota Medan merupakan kolaborasi PUD Pasar Medan, PT Pilar Grup Indonesia dan Bulog, menjual beras ukuran 5 kg seharga Rp49.750, minyak goreng 1 liter seharga Rp13.500, dan gula 1 kg seharga Rp13.500.

Dijelaskan Suwarno, sejak peluncuran sampai dengan Selasa (29/8/2023), mobil Pasar Keliling telah menyambangi tujuh kecamatan, antara lain Medan Petisah, Medan Tuntungan, Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Barat.

“Harapannya agar dapat menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” beber Suwarno, Kamis (31/8/2023).

Keberadaan Pasar Keliling ini juga disambut antusias oleh warga. Salah satunya dari F br Siregar, warga Martubung. Dirinya menilai, hadirnya Pasar Keliling sangat membantu masyarakat. Karena dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang di pasaran.

“Terima kasih Pak Bobby yang telah membuat Pasar Keliling ini, karena memang sangat membantu kami. Terima kasih juga untuk PUD Pasar, mudah-mudahan bisa rutin diadakan di lingkungan kami,” ungkapnya. (map/ram)

Meriahkan Bulan Kemerdekaan Indonesia, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan Berbagi Sembako

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam semangat merayakan bulan kemerdekaan Indonesia, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan telah melaksanakan aksi sosial yang bermakna, dengan berbagi sembako kepada masyarakat sekitar. Adapun sembakk yang dibagikan berupa beras, telur, dan minyak goreng yang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan sehari-hari. Aksi ini merupakan langkah nyata hotel dalam turut meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, serta menjalin kedekatan yang lebih erat dengan komunitas di sekitar.

Seiring dengan semangat kebersamaan di bulan kemerdekaan, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan melihat bahwa aksi berbagi sembako adalah cara yang tepat untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Dalam konteks ini, beras, telur, dan minyak goreng dianggap sebagai bantuan penting yang dapat mendukung kebutuhan makanan sehari-hari masyarakat.

Dalam pelaksanaan aksi berbagi sembako, tim Hotel Harper Wahid Hasyim Medan merasa senang melihat tanggapan positif dari masyarakat sekitar. Masyarakat yang menerima bantuan sembako merasa terbantu dan berterima kasih atas perhatian dari pihak hotel. Tidak hanya itu, mereka juga berharap agar aksi sosial seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

Harper Wahid Hasyim Medan berkomitmen untuk terus menjadi bagian yang aktif dalam memajukan kualitas hidup masyarakat di sekitar. Aksi berbagi sembako ini adalah salah satu wujud dari komitmen tersebut, di mana hotel berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Dalam momen bulan kemerdekaan, semangat gotong-royong dan berbagi menjadi semakin berarti. Hotel Harper Wahid Hasyim Medan mengajak semua pihak untuk terus mendukung aksi sosial seperti ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan mewujudkan semangat kemerdekaan Indonesia dalam tindakan nyata. (adz)

Aulia Rachman Kunjungi Pameran Foto Destinasi Utara di Medan

Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman didampingi Kurator GFJA Ismar Patrizki, Koordinator Wilayah Sumatera PFI Hendra Syamhari, Ketua Pengurus Asosiasi Profesi Fotografer Indonesia Sumatera Utara Ferdy Siregar, dan sejumlah pengurus PFI Medan, Rabu (30/8

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman mengunjungi pameran foto Destinasi Utara yang diselenggarakan LKBN ANTARA, melalui Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan Disbudparekraf Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Parkir eks Medan Club, Rabu (30/8).

Pameran yang menampilkan 70 foto karya foto 14 jurnalis foto Antara dan anggota PFI Medan ini sudah berlangsung sejak 24 – 31 Agustus 2023 dalam rangka menyemarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-78.

“Saya kagum dan bangga dengan karya foto yang dipamerkan. Hasil karya foto yang ditampilkan ini sangat bagus dan patut diapresiasi,” kata Aulia Rachman, didampingi kurator pameran sekaligus Kurator GFJA Ismar Patrizki, Koordinator Wilayah Sumatera PFI Hendra Syamhari, Ketua Pengurus Asosiasi Profesi Fotografer Indonesia Sumatera Utara Ferdy Siregar, dan sejumlah pengurus PFI Medan.

Dalam kesempatan itu pendamping Wali Kota Medan Bobby Nasution ini menuturkan bahwa acara tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam bidang pariwisata khususnya di Kota Medan dan Propinsi Sumatera Utara.

Aulia menjelaskan, akhir Desember 2023 mendatang, lanjut Aulia, Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Medan juga berencana untuk menggelar pameran foto wajah Kota Medan dimasa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasuton dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman.

‘’Tadi kita sudah bicara dengan DInas Kominfo, bahwa kita berniat membuat pameran dan lomba foto tentang wajah Kota Medan dimasa kepemimpinan kami berdua bersama pak Wali Kota Medan Bobby Nasution. Mudah-mudahan akhir tahun ini Inshaallah,’’ ujarnya.

Aulia menambahkan, pameran dan lomba foto tersebut nantinya untuk mengasah bakat pewarta foto dan komunitas foto untuk bisa hunting tentang di Kota Medan. ‘’Karya-karya foto nantinya mengangkat keberhasilan pembangunan di Kota Medan,’’ pungkasnya. (rel/tri)

Lantamal I Belawan Gelar Seleksi Tes Kesamaptaan

SELEKSI: TNI Angkatan Laut Lantamal I Belawan menggelar tes Kesamaptaan para calon Bintara dan Tamtama. PK Gel II TA. 2023 di Komplek Perumahan TNI AL Barakuda Jalan Alumunium Raya, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Selasa,(29/08/2023).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMTUPOS.CO – TNI Angkatan Laut Lantamal I Belawan dan Panitia Seleksi Daerah Lantamal I Belawan menggelar tes Kesamaptaan para calon Bintara pria dan wanita serta Tamtama PK Gel II TA. 2023 di Komplek Perumahan TNI AL Barakuda  jalan Alumunium Raya, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Selasa,(29/8).

Dari data yang diperoleh, tercatat Caba yang mengikuti seleksi tersebut yakni Caba pria 98 orang, Caba wanita 21 orang, Catam 74 orang.

Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo, selaku ketua Panda Lantamal I mengatakan, pelaksanaan tes kesamaptaan dibagi atas dua gelombang. Pertama pada hari Selasa bagi para Caba pria dan gelombang berikutnya dan bagi para Caba wanita dan calon Tamtama yang akan dilaksanakan pada hari ini Rabu,(30/8).

Pelaksanaan tes tersebut, lanjutnya, meliputi baterai A berupa lari 12 menit dan baterai B meliputi pull up selama 1 menit, sit up selama 1 menit, push up selama 1 menit dan shuttle run serta Baterai C yaitu renang yang dilaksanakan di kolam renang Tirta Saghoro 04 Lantamal I Belawan.

“Sebelum dilaksanakannya tes, para casis terlebih dahulu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan. Di antaranya pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh dan denyut nadi oleh tim kesehatan Diskes Lantamal I,” paparnya.

Johanes melanjutkan, bahwa setiap peserta yang ingin menjadi bagian dari TNI AL sebelumnya harus dinyatakan lulus dari rangkaian tes yang sudah dilakukan.

“Rangkaian tes yang harus dilalui diantaranya tes Kesamaptaan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan fisik, jasmani bagi para casis, untuk diterima menjadi prajurit TNI AL yang baik dan siap melaksanakan tugas nantinya,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Haul ke-2 Haji Anif Berjalan Lancar, Wagubsu Ucapkan Terima Kasih

FOTO: Wagub Sumut Musa Rajekshah memamerkan foto almarhum ayahandanya, Haji Anif.ist/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan Haul ke-2 Haji Anif Bin Haji Gulrang Shah pada Jumat (25/8) lalu di Masjid Al Musannif Cemara Asri, Kabupaten Deliserdang. Acara ini dihadiri ribuan umat muslim dari berbagai daerah di Sumut hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ustad Adi Hidayat.

Haul berjalan khidmat, Ustad Adi Hidayat memberikan tausiyah dan dilanjutkannya dengan menjadi Khatib Salat Jumat. Presiden Jokowi juga turut Shalat Jumat di Masjid Al-Musannif sekaligus melakukan ziarah bersama-sama ke makam Almarhum Haji Anif.

“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, Ustad Adi Hidayat dan ribuan jamaah yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri Haul ke-2 Almarhum Dadak (ayah-red) dan ikut mendoakan. Ucapan sama juga kepada teman, saudara dan keluarga yang tidak hadir tapi tetap ikut mendoakan almarhum. Kami mohon maaf bila ada kekurangan dalam pelayanan dan penyambutan,” harap Ijeck, usai silaturahmi dengan panitia Haul ke-2 Haji Anif di Rumah Dinas Jabatan Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (28/8).

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara tersebut. “Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah ikhlas ikut membantu menyukseskan acara,” kata Ijeck.

Selain kegiatan agama, Haul ke-2 Haji Anif juga diisi dengan kegiatan sosial Pasar Raya Jumat hingga peluncuran buku “Dadak Tidak Pernah Pergi: Mengabdi untuk Mengabadi” bersama Gramedia. Buku ini pun bisa ditemukan di gramedia store di Indonesia. “Buku ini dijual di storenya gramedia karena memang aturannya seperti itu, tapi hasil penjualannya ini kembali ke Yayasan Haji Anif dan dari yayasan akan kembali ke umat,” katanya.

Buku ini melanjutkan niat Almarhum Haji Anif melanjutkan buku pertama ‘Hidup Ikhlas Tanpa Tipu Muslihat’ yang berisi perjalanan hidup Almarhum Haji Anif semasa hidup. “Buku Dadak Tidak Pernah Pergi ini adalah buku kedua, melanjutkan niat Dadak ingin membuat buku kedua. Tapi belum dibuat, Dadak sudah berpulang, jadi saya ingin menunaikan keingginananya,” ujarnya.

Niat membuat Buku ini, lanjut Ijeck disampaikan ke PT Elex Media Komputindo, penerbit di bawah naungan Kompas Gramedia. “Saat saya jumpa dengan PT Alex Media, saya cerita dan akhirnya kita diskusi siapa yang pas dan jumpalah dengan Gus Dhofir. Gus Dhofir yang menulis menjadi bahasa yang menarik saya cuma mengisahkannya saja,” ujar Ijeck.

Ijeck berharap kisah-kisah Almarhum Haji Anif yang dituangkan dalam buku ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapa saja yang membacanya khususnya generasi muda.(gus/ila)