28 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 122

Ada 837 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut, Sekdaprov Minta Dinas PPPA-KB dan Pemkab/Pemko Berkolaborasi 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara rentan akan terjadinya kasus kekerasan kepada perempuan dan anak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) Sumut, Dwi Indah Purwanti, mengatakan hingga akhir 2014, terjadi sebanyak 837 kasus.

Bahkan Dwi Indah Purwanti, memastikan masih banyak lagi anak mengalami kekerasan yang belum diketahui, sehingga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya untuk melakukan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Karena itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, menegaskan Dinas PPPA-KB Sumut harus berkolaborasi dengan Pemkab/Pemko dalam program prioritas pemberdayaan perempuan dan mendidik anak.

Hal tersebut ditegaskan Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong saat kunjungan kerja di Kantor Dinas PPPA-KB Sumut, Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa (12/8). “Karena keluarga adalah pilar utama mendidik anak dan ini harus diterapkan oleh seluruh kabupaten/kota di Sumut,” ujar Togap Simangunsong.

Namun Togap berharap, Dinas PPPA-KB Sumut dapat melaksanakan program-program kerjanya, walau dengan keterbatasan anggaran. Togap meminta terus berinovasi dan bekerja lebih baik lagi. “Saya berterima kasih dan apresiasi seluruh ASN Dinas PPPA-KB yang telah melaksanakan seluruh program meski anggaran terbatas. Saya minta terus berinovasi dan tetap semangat dalam melaksanakan semua program kerja,” ucap Togap

Di samping itu, Togap berpesan kepada seluruh ASN PPPA-KB agar dapat mengoptimalkan seluruh pekerjaan, dengan berupaya mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi. Juga tetap bersinergi, jaga kekompakan dan dapat bekerja sama. “Jangan merasa lebih hebat dari orang lain dalam segala hal, karena kita adalah makhluk sosial yang tentunya membutuhkan orang lain. Maka dari itu perlu dipupuk kerja sama, apalagi dalam bekerja,” katanya.

Kepala Dinas PPPA-KB Sumut Dwi Indah Purwanti menambahkan, pihaknya terus berupaya melaksanakan seluruh program dan target capaian sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Meskipun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang belum siap untuk diselesaikan.

Menurut Indah, program prioritas Dinas PPPA-KB Sumut, yakni fokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup dan peran mereka dalam masyarakat melalui berbagai program dan pendampingan.

Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan, pelatihan, dan akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar mereka dapat mandiri dan berkontribusi lebih optimal. (rel/adz)

Oknum Kades Dalu X B Diduga Jual Aset Desa

ASET DESA: Gang aset Desa Dalu X diduga di oknum Kades kepada pengusaha
ASET DESA: Gang aset Desa Dalu X diduga di oknum Kades kepada pengusaha

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Oknum Kepala Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, WA diduga menjual aset desa berupa gang berukuran 3 meter dengan panjang 23 meter di Dusun VII Desa Dalu X B, Senin (10/8).

Disebutkan penjualan aset berupa gang itu kepada pengusaha pengolahan pupuk. Dengan nilai sekitar jutaan rupiah. Diterangkan, bahwa lahan gang itu awalnya hibah dari warga setempat.

Setelah menerima hibah itu, dilahan gang itu dilakukan pengerasan dengan membuat pavin blok sekitra tahun 2020 silam.

“Setahui kami itu akses warga untuk jalan dari arah depan kebelakang. Gang pakai paving blok,”ungkap SN (45) seorang warga ketika ditemui di lokasi.

Namun, pascadijual kepada pengusaha pupuk tersebut, kondisi gang tidak bisa dilintasi karena sebagian bibir gang sudah ditutup tembok. Dari ukuran 3 meter bibir gang kini tersisa tinggal 1 meter lagi.

Akibat ditutupnya gang tersebut, memaksa warga yang bermukim dibagian belakang harus memutar.”Warga disini harus memutarlah kalau mau kebelakang,”jelas SN kembali.

Sementara itu ketika awak media ini mengkonfirmasi kepada pihak pembeli lahan gang tersebut, Jhowan selaku pihak pembeli membenarkan hal itu.”Kami beli dari ahli waris, soal dulunya itu gang kami tidak tau,” akunya.

Sementara itu, beberapa kali dilakukan konfirmasi kepada Kepala Desa  Dalu X B, WA namun belum berhasil. Beberapa kali nomor ponselnya dihubungi, namun tidak memberikan respon. (btr/azw)

Rapat Paripurna Rancangan Perda RPJMD 2025-2029, Bupati Labura: Dokumen Ini akan Saya Sampaikan ke Gubsu

PEMBUKAAN: RPJMD Tahun 2025-2029 dibuka langsung Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus didampingi Wakil Ketua 1 Arli Simangunsong dan Wakil Ketua II Edrwad Silver Sitorus di Kantor DPRD Labuhanbatu Utara, Senin (11/8).
PEMBUKAAN: RPJMD Tahun 2025-2029 dibuka langsung Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus didampingi Wakil Ketua 1 Arli Simangunsong dan Wakil Ketua II Edrwad Silver Sitorus di Kantor DPRD Labuhanbatu Utara, Senin (11/8).

LABURA, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H Hendri Yanto Sitorus di dampingi Wakil Bupati H Samsul Tanjung, Sekda H Muhammad Suib, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dalam acara penyampaian laporan hasil pembahasan panitia khusus terhadap rancangan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Labuhanbatu Utara tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025- 2029.

Rapat Paripurna tentang RPJMD tahun 2025-2029 itu dibuka langsung Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus didampingi Wakil Ketua 1 Arli Simangunsong dan Wakil Ketua II Edrwad Silver Sitorus di Kantor DPRD Labuhanbatu Utara, Senin (11/8).

Dalam sambutannya, Hendri Yanto Sitorus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD Labura khususnya panitia khusus yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi serta komitmen dalam membahas rancangan peraturan daerah tentang RPJMD Kabupaten Labura tahun 2025-2029.

Bupati juga menyampaikan dalam sambutannya, bahwa rapat paripurna hari ini menjadi momentum penting dalam proses pembangunan daerah Kabupaten Labura. Karena melalui pengambilan keputusan dan penandatanganan nota kesepakatan hari ini, kita telah menyepakati arah kebijakan pembangunan Kabupaten Labura lima tahun ke depan.

Lebih lanjut, bupati menyampaikan persetujuan bersama hari adalah bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, dimana sinergi tersebut akan dituangkan dalam dokumen RPJMD 2025-2029.

Selanjutnya, dokumen Ranperda RPJMD ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) untuk dilakukan evaluasi, mudah-mudahan proses evaluasi tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga Ranperda RPJMD 2025-2029 ini dapat kita tetapkan menjadi peraturan daerah sebelum batas waktu yang telah ditentukan. (mag-4/azw)

Sukseskan Piala Kemerdekaan 2025, RSU Haji Siap 100 Persen Sebagai Tempat Rujukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, S.si, Apt, M.Kes menegaskan, pihaknya 100 persen siap mendukung dan mensukseskan Piala Kemerdekaan 2025.

“Tentu siap mendukung agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sukses sebagai panitia dan harapannya Indonesia dapat juara,” ujarnya kepada Wartawan Forwakes, Rabu (13/8/2025).

Lebih lanjut, Sri mengatakan RSU Haji ditunjuk sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan dan telah mempersiapkan tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kami juga sudah siapkan ruang rawat inap untuk membantu, bila ada pemain Timnas ataupun ofisial tim yang memerlukan perawatan lebih lanjut,” ucapnya.

Kamar VIP, dikatakan Sri, juga disiapkan sebagai fasilitas untuk pemain maupun tim ofisial dan menyiapkan tenaga medis maupun ambulans.

“Kami mengirimkan satu unit ambulans yang standar dan lengkap, beserta tim medisnya satu orang dokter, dua orang perawat dan seorang sopir ambulance telah tersertifikasi,” katanya. (ila)

Prodi PGSD Universitas Battuta Gelar Webinar Nasional Bertajuk Inovasi Media Pembelajaran di Era Society 5.0

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Battuta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan nasional. Melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Battuta menggelar webinar nasional dengan tema, “Inovasi Media Pembelajaran di Era Society 5.0: Membangun Pengalaman Belajar Interaktif Berbasis Teknologi Digital.”

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang penuh inspirasi, seperti Dr. Ir. Kahlil Muchtar, S.T, M.Eng—Associate Professor Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh & Pendiri COMVISLAB USK, dan Nurhayati, S.Pd, Gr seorang Guru PNS di MIN 33 Aceh.

Seminar ini dihadiri sekitar 265 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, guru, dosen, hingga masyarakat umum yang tertarik dengan dunia pendidikan berbasis teknologi.

Kegiatan yang digelar secara daring ini berlangsung dengan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, guru sekolah dasar, hingga mahasiswa pendidikan di seluruh Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta inspirasi terkait penggunaan dan pengembangan media pembelajaran inovatif yang selaras dengan tuntutan abad ke-21.

Webinar ini dibimbing langsung oleh dua akademisi muda inspiratif, Muhammad Dekar, S.Pd., M.Pd dan Dinda Widyastika, S.Pd., M.Pd yang berhasil mengarahkan jalannya kegiatan dengan interaktif, komunikatif, dan penuh semangat kolaboratif. Mereka memfasilitasi para panitia untuk mengadakan Webinar Nasional ini.

Ketua panitia, Trisno Benaya Gea, dalam sambutannya menyampaikan, Webinar ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana membangun pengalaman belajar interaktif berbasis teknologi digital. “Kami berharap melalui Webinar ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalami mengenai peran AI X Pendidikan,” katanya.

Selanjutnya ketua program studi, Nurwahyuni S.Pd., M.Pd juga menyampaikan, seminar ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa, dosen, praktisi, dan umum dalam penerapan AI X Pendidikan, untuk semua jenjang pendidikan di indonesia; memberikan wawasan mengenai pemanfaatan dan penerapan sistem pendidikan inklusif dan pendidikan yang merapkan penggunaan teknologi untuk memudahkan seorang guru dalam proses pembelajaran.

Sementara itu dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Battuta Junaidi Lubis, S.H, M.H menyampaikan, betapa pentingnya inovasi media pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital sebagai kunci utama dalam menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna. “Selain itu, webinar ini diharapkan dapat membuka wawasan baru dan mendorong kolaborasi dalam menciptakan solusi pembelajaran yang adaptif dan progresif,” jelas Junaidi Lubis.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta begitu antusias menyampaikan pertanyaan dan gagasan kepada para narasumber. Sri Rahayu, peserta dari MIN 14 Aceh Timur menyampaikan, saat ini banyak tantangan dalam pembelajaran, mulai dari pengusahaan teknologi, penerapan pembelajaran digital, penekanan dalam membina akhlak peserta didik, tuntutan administrasi, mengetahui kebutuhan belajar siswa dengan karakternya, pembelajaran harus berdiferensiasi, ada juga yang sekolahnya sudah inklusif. “Dari sekian banyak tuntutan dalam dunia Pendidikan, apa yang paling mendesak untuk dilakukan?” ujarnya.

Peserta lainnya, Tri Nanda Syapitri menyampaikan pertanyaan mengenai cara meminimalisir tantangan dalam sudut pandang guru dalam kurikulum Merdeka. “Saat ini tantangan dari proses pembelajaran adalah tingginya plagiasi dan ketergantungan teknologi. Jadi, bagaimana cara meminimalisir tantangan dalam sudut pandang guru dalam kurikulum Merdeka?” ujarnya.

Sementara Anggi Nadilla, menanyakan bagaimana AI dapat membantu meningkatkan aksesbilitas Pendidikan bagi siswa yang berkebutuhan khusus? Semua pertanyaan yang disampaikan, dijawab dengan gamblang oleh para narasumber.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan seminar ini, diharapkan semakin banyak inovasi dan kolaborasi yang muncul untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Dalam hal ini mahasiswa PGSD Universitas Battuta berkomitmen untuk terus menghadirkan forum-forum akademik yang dapat menjadi wadah bagi para pendidik dalam berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan pendidikan nasional. (adz)

Oknum Debt Collector Dinilai Permalukan Debitur, Suami Korban Minta OJK Bertindak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Beragam aksi para oknum penagih utang (debt collector) semakin meresahkan warga. Seperti yang dialami seorang wanita, staf kantor di Jalan Letda Sujono Medan, Selasa (12/8/2025).

Akibat ulah debt collector, wanita tersebut mengalami trauma dan stres. Hal ini diungkapkan Fawzi, suami korban kepada wartawan.

Menurut Fawzi, Selasa (12/8) sore sekira pukul 16.00 WIB, tiga pria mengaku dari BFI Finance Juanda Medan, mendatangi kantor istrinya di Jalan Letda Sujono untuk menagih cicilan kredit mobil. Kebetulan istrinya tidak berada di tempat.

“Padahal cicilan mobil itu baru kami bayar hari itu juga, sekira jam 12 siang. Namun debt collector itu tidak perduli dan terus menanyakan keberadaan istri saya. Mereka juga tak percaya kalau istri saya tidak ada di kantor,” kata Fawzi.

Karena para debt collector tersebut tak mau pergi jika tidak bertemu langsung, reken-rekan kerja istrinya pun menelpon istri Fawzi. “Istri saya merasa sangat dipermalukan sehingga seisi kantor tahu mengenai utang kredit, yang notabene masih kami cicil,” ujar Fawzi.

“Seolah-olah mobil yang kami kredit itu sudah kami gelapkan. Padahal, unitnya masih ada, dan kami tetap membayar cicilan hingga tanggal 12 Agustus. Sedangkan periode Agustus kan masih berjalan. Jika pun ada denda, tetap kita bayar,” imbuhnya.

Fawzi menyayangkan cara para debt collector tersebut dalam menagih tunggakan cicilan tersebut. “Mengapa caranya sampai mempermalukan, sehingga seluruh teman-teman kantor istri saya tahu? Hak konsumen juga ada, jadi tolong dihargai,” ketusnya.

Fawzi mengaku sangat kecewa dengan sikap debt colector yang telah mempermalukan istrinya. Untuk itu, pria yang tinggal di Percut Sei Tuan ini berharap, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa lebih tegas.

“Seharusnya dalam proses penagihan, kolektor harus membawa beberapa dokumen seperti dokumen identitas, sertifikat profesi dalam penagihan dari lembaga sertifikasi profesi sektor keuangan yang terdaftar di OJK, surat kuasa dari perusahaan keuangan, fotokopi sertifikat jaminan terpercaya, dan dokumen bukti kelalaian pihak. debitur. Jadi bukan asal-asalan,” tandas Fawzi.

Terkait.hal ini, Head Collector BFI Finance Sarwono Sihombing yang dikonfirmasi Sumut Pos via aplikasi WhatsApp, Rabu (13/8/2025) pagi, tidak menjawab. Pukul 08.14 WIB, Sumut Pos melayangkan chat/pesan WhatsApp, tidak dibalas.

Kemudian Sumut Pos menghubunginya via panggilan suara WhatsApp sebanyak tiga kali yakni pada pukul 08.36 WIB, 08.47 WIB, dan pukul 09.27 WIB, namun tidak diangkat.

Namun, dikutip dari posmetromedan.com, Sarwono membantah kalau pihaknya mempermalukan debitur. Bahkan Sarwono mengungkapkan beberapa fakta dalam masalah ini.

Pertama, korban tidak mengkonfirmasi pembayaran cicilan kepada pihaknya. “Adakah dia konfirmasi pembayaran kepada anggota saya? Tidak ada,” katanya.

Kedua, lanjut Sarwono, korban mengajak jumpa. Tapi nomor ponsel korban tidak aktif saat dihubungi. “Yang ketiga, ada buat ribut dia di situ. Coba tanya kawan kerjanya. Malah kawan-kawan kerjanya mengajak anggota saya bercanda,” jelasnya.

Terkait tunggakan kredit, Sarwono mengakui kalau tagihan Bulan Juli sudah dibayar pada Selasa siang. Namun untuk Agustus belum. “Cobalah bang, anggota saya tiap hari ke sana (rumah korban) gak bisa jumpa. Otomatis anggota saya ke kerjaan kan. Di sana anggota saya bagus-bagusnya. Bisa ditanya rekan kerjanya, sekuritinya, biar akurat lagi beritanya,” ungkapnya.

Sarwono pun mengaku, pihaknya memiliki rekaman terkait peristiwa itu. “Rekaman dia memaki anggota saya, ada saya pegang,” pungkasnya. (adz)

EcoWave Mag – Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengeringan Maggot Berbasis Circular Economy

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) didukung Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), melaksanakan program pengabdian masyarakat 2025 berjudul “EcoWave Mag – Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengeringan Maggot Berbasis Circular Economy”, pada Hari Sabtu, 14 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat bertema ekonomi dan sosial (sumber dana Non PNBP LPPM USU T.A 2025), dengan sasaran peningkatan kualitas produksi maggot kering melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang efisien dan ramah lingkungan.

Program ini diketuai Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan, S.T., M.Sc., Ph.D dengan anggota tim Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T., Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T., dan Muhammad Hendra Sahputra Ginting, S.T., M.T. Adapun mitra kegiatan adalah kelompok peternak BSF Ratna, Rumah Larva Indonesia dan masyarakat sekitar di Medan, yang selama ini mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan alternatif berbasis ekonomi sirkular.

Selama ini, proses pengeringan maggot di BSF Ratna masih mengandalkan metode konvensional seperti penjemuran di bawah sinar matahari dan oven sederhana. Metode tersebut membutuhkan waktu yang panjang, mengonsumsi energi lebih besar, dan menghasilkan kualitas yang kurang seragam.

Melalui program ini, tim USU memperkenalkan microwave dryer sebagai solusi. Teknologi ini mampu mengeringkan maggot dengan cepat, mempertahankan kandungan nutrisi, serta menghemat energi.

Selain penyerahan alat, tim juga menggelar pelatihan penggunaan dan perawatan agar mitra dapat mengoperasikan teknologi ini secara mandiri dan berkelanjutan. “Harapannya, teknologi ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan mutu dan daya saing maggot kering di pasar,” ungkap Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan,S.T.,M.Sc.,Ph.D.

Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan nilai jual produk, efisiensi biaya operasional, dan penguatan peran peternak dalam rantai ekonomi sirkular.

Tim juga menyiapkan rencana kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan inovasi pengolahan maggot yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, EcoWave Mag menjadi bukti bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata. (adz)

Perlu Kepastian Retribusi di Kawasan Wisata Danau Toba, Pemerintah Diminta Serius Lanjutkan Pengembangan Destinasi Strategis Nasional

KETERANGAN: Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, saat menyampaikan keterangan.(Istimewa)
KETERANGAN: Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, saat menyampaikan keterangan.(Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan di sejumlah kawasan wisata Danau Toba. Satu di antaranya soal ketidakjelasan tarif retribusi masuk ke sejumlah objek wisata kawasan tersebut.

Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, menyoroti serius persoalan ini. Dia mengatakan, banyak wisatawan yang mengeluhkan perbedaan tarif masuk yang kerap berubah-ubah dan ditentukan secara sepihak oleh pengelola setempat. Menurutnya, hal ini bisa berdampak buruk terhadap citra Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

“Banyak wisatawan merasa tidak nyaman karena tidak adanya standar tarif retribusi yang pasti. Bahkan, ada pengunjung yang dikenakan harga berbeda di tempat yang sama. Ini tentu merusak kesan wisata yang seharusnya menyenangkan dan profesional,” ungkap Pantur, Selasa (12/8).

Pantur menekankan pentingnya kepastian tarif dan regulasi retribusi wisata yang transparan. Menurutnya, sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat, pengelolaan kawasan Danau Toba harus mencerminkan tata kelola profesional dan akuntabel.

“Sudah saatnya ada regulasi yang tegas dan sistem pengawasan yang ketat. Jangan sampai praktik pungutan liar merusak pengalaman wisatawan dan memperburuk reputasi kita di mata dunia,” tegas legislator dari Dapil Sumut 9 itu.

Lebih lanjut, Pantur mendorong agar pembangunan yang sudah dirintis sebelumnya tidak dibiarkan stagnan. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan fasilitas wisata harus menjadi perhatian serius pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“Pemerintah sekarang tidak boleh melepas tanggung jawab. Apa yang sudah dibangun sebelumnya harus dilanjutkan, jangan sampai terbengkalai. Harus ada kesinambungan dalam pembangunan, supaya Danau Toba benar-benar bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Dia juga mengingatkan, pengembangan sektor pariwisata tidak semata-mata membangun jalan, jembatan, atau penginapan, tapi juga menyangkut peningkatan kapasitas SDM lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

“Kalau kita mau Danau Toba benar-benar jadi destinasi unggulan kelas dunia, maka semua aspek harus dirancang sebagai satu kesatuan. Tidak cukup hanya pembangunan fisik,” jelas Pantur.

Pantur juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam membangun sektor pariwisata. Dia menyarankan agar pemerintah provinsi bisa menjadi motor penggerak sinergi antarkabupaten kota di kawasan Danau Toba, agar memiliki visi dan arah yang sama.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus menjadi lokomotif untuk mendorong agar semua pemerintah daerah sekawasan Danau Toba satu tujuan dalam mengembangkan pariwisata. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Pantur menilai, satu tantangan utama dalam pengembangan pariwisata adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor ini. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih melihat pariwisata sebagai usaha sampingan, padahal sektor ini bisa menjadi tumpuan ekonomi utama.

“Mindset ini harus diubah. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat paham, pariwisata bisa menjadi sumber penghidupan yang utama, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Pantur menyampaikan harapannya agar setiap wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba pulang dengan kesan positif. Dia percaya, promosi terbaik adalah pengalaman langsung para wisatawan itu sendiri.

“Kita ingin setiap orang yang pulang dari Danau Toba membawa cerita baik, pengalaman menyenangkan, dan membagikannya kepada keluarga dan lingkungannya. Jika itu terjadi, maka masyarakat sendiri yang akan menjadi duta wisata Danau Toba,” pungkasnya. (map/saz)