26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 123

Abdullah, Petani Lansia di Aceh Jaya: “Kalau Tak Ada BPJS, Entah Berapa Banyak Uang yang Keluar

ACEH – Di usia senjanya, Abdullah (59), seorang petani palawija asal Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, masih harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Namun di tengah keterbatasan ekonomi, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat bagi hidupnya dan keluarga.

Pria sederhana dengan enam anak dan tujuh cucu ini mengaku, selama ini JKN dari BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah (PBI) sangat membantu dalam biaya pengobatan penyakit Diabetes Mellitus (DM) dan hernia yang dialaminya.

“Saya dirawat di Puskesmas Indra Jaya tadi malam karena pusing dan sakit lambung, ditambah penyakit gula saya kambuh. Alhamdulillah, ada BPJS yang selalu bisa saya gunakan ketika sakit,” ujar Abdullah dengan nada lega, Kamis (13/11/2025).

Sebagai petani yang berumur lansia, penghasilan Abdullah tidak menentu. Karena itu, ia bersyukur seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN.

“Kalau nggak ada BPJS, mungkin sudah keluar duit banyak. Beruntung saya dan keluarga sudah punya BPJS. Terima kasih juga kepada pemerintah yang peduli dengan masyarakat kecil seperti kami,” ucapnya penuh haru.

Abdullah menceritakan, dirinya pernah mengalami benjolan di paha yang belakangan diketahui sebagai hernia. Dari Puskesmas Indra Jaya, ia dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh untuk menjalani operasi. Semua biaya pengobatan dan tindakan medis ditanggung penuh oleh JKN.

“Awalnya saya kira cuma nyeri biasa, tapi setelah diperiksa ternyata hernia. Saya dirujuk ke rumah sakit, operasi, dan alhamdulillah semua gratis, asal ikut prosedur. Saya tidak keluar biaya sepeser pun,” jelasnya.

Sejak tahun 2024, Abdullah juga harus mengontrol kadar gula darahnya yang sempat mencapai 467 mg/dl. Ia mengakui, gaya hidup dan konsumsi minuman manis membuat gula darahnya tidak stabil. Kini, ia rutin menjalani pemeriksaan dan mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan.

“Sejak ikut Prolanis, saya rutin minum obat, ikut senam, dan dapat penyuluhan dari dokter. Jadi lebih semangat hidup, tetap bisa kerja di ladang,” katanya tersenyum.

Program JKN yang bersifat non-diskriminatif ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan berkualitas dapat diakses siapa saja, tanpa memandang status sosial dan ekonomi. BPJS Kesehatan menanggung lebih dari 140 jenis penyakit, dari ringan hingga berat, selama peserta mengikuti prosedur yang berlaku.

Menutup kisahnya, Abdullah berharap agar pemerintah tetap berkomitmen terhadap keberlanjutan Program JKN. “Saya berharap JKN terus berlanjut. Banyak masyarakat tidak mampu yang terbantu. Kalau bisa, pelayanan juga ditingkatkan, terutama keramahan petugas medis, karena sikap baik bisa bikin orang sakit jadi lebih cepat sembuh,” harapnya. (rel/ila)

Berikan Kursi Roda kepada “Anak Istimewa” di Deliserdang, LPA: Semangat Mu Inspirasi Kami…

DELISERDANG, SumutPos.co- Kisah perjuangan seorang anak penyandang disabilitas di Deliserdang, telah mengetuk hati banyak orang, termasuk Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang. K, bocah 9 tahun warga Kabupaten Deliserdang itu sangat aktif dan ceria meski memiliki keterbatasan fisik dan berjalan menggunakan kedua belah tangannya. Ia tetap semangat menjalani hari-harinya.

Pembina LPA Sarianto, Dewan Pengawas Muslim Susanto, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengkaderan Haru Yudhistira, dan Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik SH, bersama-sama mengunjungi kediaman K, untuk memberikan bantuan kursi roda, Rabu (12/11/2025).

“Kami sangat tersentuh dengan semangat adik kecil ini. Meskipun memiliki keterbatasan, dia tetap aktif dan ceria. Ini adalah inspirasi bagi kita semua,” ujar Junaidi Malik.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari sang anak, dan memberikan kemudahan baginya untuk bergerak dan bermain. “Kami berharap kursi roda ini dapat bermanfaat bagi adik kecil ini. Kami akan terus memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak disabilitas lainnya di Deliserdang,” kata Sarianto.

Momen penyerahan kursi roda ini diwarnai suasana haru dan bahagia. Senyum ceria terpancar dari wajah sang anak saat mencoba kursi roda barunya. “Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan dan untuk terus memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (rel/adz)

Tim PkM dan BEM Institut Kesehatan Deli Husada Delitua Bantu Masyarakat Produksi Minyak Herbal Tawar Latih

BERSAMA: Tim PkM dan anggota BEM Institut Kesehatan Deli Husada Delitua saat diabadikan bersama masyarakat Desa Ajibaho, Kecamatan Si Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang.(Istimewa)
BERSAMA: Tim PkM dan anggota BEM Institut Kesehatan Deli Husada Delitua saat diabadikan bersama masyarakat Desa Ajibaho, Kecamatan Si Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang.(Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Di tengah gempuran produk modern, masyarakat Desa Ajibaho, Kecamatan Si Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang, menunjukkan, warisan tradisional bisa menjadi sumber ekonomi kreatif yang menjanjikan. Melalui Program Pelatihan Produksi Minyak Herbal Tawar Latih, dua kelompok masyarakat, yakni Mawar Merah dan Mawar Putih, berhasil mengolah rempah lokal menjadi produk minyak herbal berkualitas tinggi dan bernilai jual.

Kegiatan ini digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Kesehatan Deli Husada Delitua. Dengan konsep learning by doing, warga dilatih mengolah bahan alami, seperti jahe, kunyit, serai, dan kayu manis menggunakan alat modern, yakni oil mixing machine dan basket filter berbahan stainless steel.

“Dulu kami masak pakai kayu bakar dan saringan kain bekas, minyaknya sering keruh. Sekarang hasilnya jauh lebih jernih dan wangi, karena diolah menggunakan alat atau mesin produksi,” ungkap Ndut Keliat, seorang peserta pelatihan dari Kelompok Mawar Merah.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan. Kapasitas produksi naik menjadi 100 liter per produksi, bahan produk rusak berkurang 20 persen, dan kualitas minyak menjadi lebih tahan lama. Tak hanya itu, kelompok muda yang tergabung dalam Kelompok Mawar Putih, juga aktif memasarkan produk melalui platform digital, seperti Shopee, TikTok, dan YouTube.

“Anak muda desa sekarang jadi kreatif membuat video promosi. Penjualan akan dimulai pada Desember 2025 nanti,” ungkap dosen pendamping kegiatan, Evfy Septriani br Ginting.

Menurut Evfy, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Pemerintah Desa Ajibaho, pun turut mendukung dengan membantu promosi di kegiatan UMKM tingkat kabupaten.
“Minyak Herbal Tawar Latih akan kami jadikan produk unggulan desa,” tutur Kepala Desa Ajibaho.

Keberhasilan ini membuktikan, kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah, mampu melahirkan inovasi berbasis budaya lokal. Dari dapur tradisional, kini lahir produk herbal modern yang siap bersaing di pasar digital, membuktikan rempah Karo tak hanya berkhasiat bagi kesehatan, tapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat. (rel/saz)

Densus 88 Satgaswil Sumut Ajak Siswa SMA Katolik Kabanjahe Tanamkan Semangat Nasionalisme

DIABADIKAN: Densus 88 Anti Teror Satgaswil Sumut diabadikan bersama pra guru usai gelaran upacara di SMA Katolik Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (10/11).(Istimewa)
DIABADIKAN: Densus 88 Anti Teror Satgaswil Sumut diabadikan bersama pra guru usai gelaran upacara di SMA Katolik Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (10/11).(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap 10 November, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Satuan Tugas Wilayah Sumatera Utara (Satgaswil Sumut) hadir sebagai pembina upacara di SMA Katolik Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (10/11) lalu.

Kehadiran personel Densus 88 ini, membawa pesan penting bagi para pelajar, agar terus menumbuhkan semangat nasionalisme, menjaga persatuan, serta menjauhi paham-paham intoleran dan radikal.

Dalam amanatnya, perwakilan Densus 88 Satgaswil Sumut, menekankan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para siswa diimbau untuk tidak terpengaruh oleh ajakan kelompok radikal, menghindari perilaku bullying, dan senantiasa meneladani semangat juang para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus mencerdaskan diri, berprestasi, dan berperan aktif menyongsong Indonesia Emas 2045,” pesan perwakilan Densus 88 Satgaswil Sumut di hadapan ratusan siswa SMA Katolik Kabanjahe.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna. Para pelajar tampak antusias mendengarkan arahan yang disampaikan, sembari mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Terpisah, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Densus 88 di lingkungan sekolah merupakan langkah positif dalam membangun karakter generasi muda yang cinta Tanah Air dan berwawasan kebangsaan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Densus 88 tidak hanya bertugas menindak, tapi juga mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal dan intoleran. Kami berharap semangat kebangsaan dan toleransi terus tumbuh di kalangan generasi muda,” ungkapnya, Selasa (11/11).

Dia berharap, melalui kegiatan ini para pelajar semakin menyadari, menjadi pahlawan di era modern tidak harus dengan mengangkat senjata.

“Kita bisa melakukannya dengan berbuat positif, menghormati perbedaan, serta berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Siti. (dwi/saz)

Bank Indonesia Dukung Keberlanjutan Penelitian Sistem Traceability Coffee Berbasis GPS untuk Ekspor Kopi Sumut

MEDAN, SumutPos.co– Tim peneliti dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) bersama Politeknik Wilmar Indonesia melaksanakan diseminasi hasil penelitian bertajuk “Sistem Traceability Coffee Berbasis GPS Mendukung Ekspor Kopi Sumatera Utara” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Jalan Balai Kota No. 4, Medan.

Diseminasi ini dihadiri langsung Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, Konsultan PUMKM BI Dani Sutanta S, serta Muhammad Ghazi dan Windu Rachinanda. Dari pihak peneliti, hadir ketua tim Dr. Arfanda Anugrah Siregar, S.T., M.Si dari Polmed bersama anggota tim, yakni Marlya Fatira AK, S.E., M.Si (Polmed), Dr. Ismael, S.Kom., M.Kom (Polmed), Eli Safrida, S.E., M.Si (Polmed), Amelira Haris Nasution, S.P., M.Si (Politeknik Wilmar Indonesia), Dina Arfianti Siregar, S.E., M.Si (Polmed), dan Putri Syuhada (Polmed)

Turut hadir pula perwakilan AEKI Sumut dan dari PT Matoga Fadli Hazmi, S.T., M.Si, yang selama ini berperan aktif dalam ekspor kopi Sumatera Utara. Penelitian ini didukung CV Mandiri Kopi sebagai mitra strategis penelitian bersama PT Matoga

Dorong Transparansi dan Keberlanjutan Ekspor Kopi Sumut
Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem SICAFEE (Smart Integrated Coffee Traceability for Export Enhancement) berbasis teknologi GPS, yang bertujuan menciptakan rantai pasok kopi yang transparan, akuntabel, dan dapat ditelusuri secara digital mulai dari petani, pengepul, hingga eksportir.

Sistem ini diharapkan mampu memperkuat daya saing kopi Sumatera Utara di pasar global dengan memenuhi standar keberlanjutan dan kualitas internasional.

Ketua tim peneliti, Dr. Arfanda Anugrah Siregar, menjelaskan, sistem ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara bidang teknologi informasi, ekonomi, dan agribisnis. “SICAFEE bukan sekadar sistem pencatatan digital, melainkan bagian dari ekosistem yang menghubungkan petani, eksportir, dan lembaga keuangan. Dengan GPS, setiap pergerakan kopi dapat dipantau secara transparan untuk meningkatkan kepercayaan buyer internasional,” ungkapnya.

Dukungan Bank Indonesia untuk Keberlanjutan Riset
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Darius Tirtosuharto menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti. Darius menegaskan dukungan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara terhadap keberlanjutan program ini.

“Bank Indonesia mendukung penuh keberlanjutan penelitian sistem traceability coffee ini. Kami siap menjadi mediator dalam sosialisasi sistem SICAFEE kepada para petani binaan BI serta mendukung penyediaan dana pendamping agar penelitian ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata,” ujar Darius.

Kolaborasi Strategis untuk Ekosistem Kopi Digital
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku industri kopi dalam memperkuat ekosistem digitalisasi kopi Sumatera Utara.
Melalui dukungan dan sinergi lintas sektor ini, diharapkan sistem traceability coffee berbasis GPS dapat menjadi model nasional dalam pengembangan ekspor kopi Indonesia yang berdaya saing, transparan, dan berkelanjutan. (rel/adz)

Agar Program Nasional Tepat Sasaran, Kemenko Polkam Dorong Optimalisasi Data Kependudukan di Sumut

MEDAN, SumutPos.co- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia mendorong optimalisasi pemanfaatan data kependudukan dan informasi kewilayahan sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan yang lebih sinkron antara pusat dan daerah. Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Rabu (12/11/2025).

Rapat yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto itu, dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, serta sejumlah pejabat instansi vertikal dan perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Heri Wiranto menegaskan pentingnya pemanfaatan data kependudukan secara lintas sektor guna memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara akurat dan terukur.

“Data adalah kunci tata kelola pemerintahan yang efektif. Dengan data yang presisi, program nasional maupun daerah tidak hanya sinkron, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan. Inilah wujud nyata dari pemerintahan yang responsif dan berbasis bukti,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, penggunaan data kependudukan dan informasi kewilayahan yang terintegrasi memungkinkan pemerintah daerah di Sumatera Utara melakukan perencanaan pembangunan yang lebih realistis, termasuk dalam hal penanggulangan kemiskinan, penguatan stabilitas politik, serta peningkatan ketahanan sosial di tingkat lokal.

Rapat koordinasi ini juga menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengumpulan, validasi, dan pemanfaatan data yang selama ini kerap menjadi kendala dalam sinkronisasi program lintas instansi. “Kemenko Polkam hadir untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan baik. Setiap data yang dikumpulkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan secara optimal demi kepentingan rakyat,” tambah Heri.

Ditegaskannya, data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi merupakan pondasi utama kebijakan publik berbasis (evidence based policy). “Tanpa dukungan data yang kredibel, program Pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran dan menurunkan efektivitas pelayanan publik,” ujarnya.

Provinsi Sumatera Utara, sebut Heri, menjadi salah satu fokus utama pembahasan, mengingat jumlah penduduknya terbesar keempat di Indonesia, yaitu lebih dari 15.785.839 jiwa. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem data kependudukan yang adaptif dan terintegrasi lintas sektor, di tengah dinamika urbanisasi dan mobilitas penduduk yang tinggi.

Sementara, Staf Ahli Gubsu Dra Manna Wasalwa Lubis MAP menyambut baik inisiatif Kemenko Polkam tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem informasi pemerintahan daerah dan menjembatani perbedaan persepsi dalam pelaksanaan program pembangunan lintas kabupaten/kota.

Rapat yang berlangsung sehari penuh itu menghasilkan sejumlah rumusan kerja sama dan rekomendasi teknis untuk memperkuat pengelolaan data kependudukan dan informasi kewilayahan di Sumatera Utara.

Semangat kolaborasi yang tercipta di forum ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, dan presisi — demi pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. (adz)

MTQ Tingkat Kota Tebingtinggi 2025, Kecamatan Padang Hilir Raih Juara Umum

BERSAMA: Camat Padang Hilir Furqon diabadikan bersama Sekdako Tebingtinggi Eriwn Suhri Damanik, Ketua DPRD Sakti Khddafi Nasution, dan AKP Herliandri mewakili Kapolres Tebingtinggi, usai menerima Piala Juara Umum MTQ Tingkat Kota Tebingtinggi 2025 di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebingtinggi, Senin (10/11).(Istimewa)
BERSAMA: Camat Padang Hilir Furqon diabadikan bersama Sekdako Tebingtinggi Eriwn Suhri Damanik, Ketua DPRD Sakti Khddafi Nasution, dan AKP Herliandri mewakili Kapolres Tebingtinggi, usai menerima Piala Juara Umum MTQ Tingkat Kota Tebingtinggi 2025 di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebingtinggi, Senin (10/11).(Istimewa)

Kecamatan Padang Hilir sukses meraih gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 2025 Tingkat Kota Tebingtinggi, yang digelar di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebingtinggi, Senin (10/11) malam.

Acara penutupan yang berlangsung meriah dan khidmat dimulai pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, yang datang mewakili Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih. Turut hadir Ketua DPRD Sakti Khaddafi Nasution, serta Kapolres yang diwakili AKP Herliandri.

Dalam kesempatan itu, panitia menyerahkan piala bergilir dan hadiah uang tunai kepada para pemenang dari berbagai cabang lomba. Sorak tepuk tangan menggema saat Kecamatan Padang Hilir diumumkan sebagai juara umum, usai berhasil mengungguli kecamatan lainnya dengan perolehan nilai tertinggi.

Camat Padang Hilir, Furqon menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih kafilahnya. Dia menuturkan, kemenangan ini merupakan hasil kerja keras, semangat kebersamaan, serta dedikasi para peserta dan pembimbing yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh.

“Alhamdulillah. Ini buah dari kerja sama seluruh pihak. Kami bangga atas prestasi ini, dan semoga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari Alquran,” ungkap Furqon.

Lebih lanjut, Furqon juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Tebingtinggi dan seluruh panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan MTQ dengan sukses dan meriah. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tapi juga wadah memperkuat nilai-nilai keislaman dan mempererat silaturahim antarwarga.

Furqon juga menuturkan, sudah lama Kecamatan Padang Hilir menanti gelar juara MTQ.

“Alhamdulillah. Tahun ini Padang Hilir berhasil meraih Juara Umum MTQ Tingkat Tebingtinggi,” katanya lagi.
Warga pun menyambut dengan penuh rasa syukur dan bangga atas prestasi ini.

“Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Luar biasa camat kita kali ini,” ujar sejumlah warga Kelurahan Deblot Sundoro dengan antusias.

MTQ tingkat kota tahun ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam mempelajari serta mengamalkan Alquran. Pemko Tebingtinggi berharap, para qari dan qariah terbaik dapat terus berprestasi hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional.

Acara penutupan ditandai dengan sesi foto bersama dan penyerahan piala kepada para juara di atas karpet merah, dengan latar panggung megah bernuansa Islami yang menambah kekhidmatan malam penutupan MTQ tersebut. (mag-3/saz)

PDI Perjuangan Minta Fasilitas Pesantren di Sumut Lebih Layak dan Manusiawi

MEDAN, SumutPos.co- Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menegaskan, pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keadilan sosial.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan H Syahrul Efendi Siregar dalam rapat paripurna DPRD Sumut dengan agenda penyampaian pendapat fraksi-fraksi terhadap jawaban Gubernur Sumut atas Ranperda Fasilitasi Pengembangan Pesantren, Selasa (11/11).

“Pesantren bukan sekadar tempat mengaji, tetapi wadah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya beriman, berakhlak, dan berkepribadian Pancasila. Karena itu, pengembangannya harus berpihak pada kemanusiaan,” kata Syahrul dalam keterangannya, Rabu (12/11).

Dalam sikap resminya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima sebagian besar saran Gubernur Sumut, termasuk perubahan judul Ranperda dari “Pemberdayaan dan Pengembangan Pondok Pesantren di Sumatera Utara” menjadi “Fasilitasi Pengembangan Pesantren”.

Fraksi PDIP menilai, perubahan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Namun demikian, Fraksi PDI Perjuangan tetap menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kultural dalam dunia pesantren, termasuk makna kata pondok yang sarat filosofi kebersahajaan dan gotong royong.

“Bagi kami, kata pondok bukan hanya istilah, tetapi ruh dari tradisi pendidikan rakyat yang membentuk karakter bangsa hidup sederhana, berdisiplin, dan berjiwa sosial tinggi,” ujar Syahrul.

PDIP juga mengajukan dua catatan penting yang menyoroti dimensi kemanusiaan di lingkungan pesantren, yaitu: Pembatasan jumlah santri dalam satu kamar asrama, agar tidak menurunkan kualitas kesehatan dan istirahat santri. Penyediaan kamar mandi privat, menggantikan sistem kamar mandi massal demi menjaga privasi dan mencegah perilaku menyimpang di usia remaja.

“Pendidikan pesantren harus memerdekakan jiwa dan menyehatkan raga. Kita tidak ingin ruang-ruang pendidikan justru menimbulkan beban psikologis bagi anak-anak bangsa yang sedang tumbuh menjadi kader moral dan spiritual,” tegasnya.

Dengan sikap ini, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan komitmennya menjaga marwah pesantren sebagai pusat pembentukan manusia beriman, berilmu, sekaligus berjiwa kebangsaan. “Pesantren adalah benteng moral bangsa. PDI Perjuangan akan terus berpihak pada pendidikan yang humanis, gotong royong, dan berkeadilan sosial,” pungkas Syahrul. (adz)