28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1255

Rudi Hartono Bangun Ingin Pertumbuhan Ekonomi Langkat seperti Batam

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rudi Hartono Bangun SE MAP mengatakan, progres pembangunan Kota Batam ke depan akan semakin maju dan berkembang. Hal itu terlihat dari pengembangan infrastruktur jalan hingga penambahan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Karena itu, Rudi menginginkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Langkat seperti Kota Batam. Apalagi, Kabupaten Langkat memiliki potensi untuk maju dengan adanya pelabuhan di Pangkalan Susu. “Saya sebagai Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumut III, merasa bangga apabila Kabupaten Langkat bisa maju serupa dengan Batam,” kata Rudi Hartono Bangun ketika menggelar Seminar Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional bertajuk, “Pembangunan Investasi Batam Saat Ini” di Hotel Grand Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (8/8). Kegiatan itu turut dihadiri oleh palaku UMKM, mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Rudi pun memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir dalam seminar tersebut. Disebutkannya, yang harus dilakukan, pertama semangat. Kedua, kreativitas. Ketiga, berpikir maju dan berkembang melihat potensi yang ada. Selain itu, pelayanan kita ditingkatkan dan jangan ketinggalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. “Cita-cita kita bersama yaitu Kabupaten Langkat sejahtera dan maju,” katanya.

“Dalam berbuat, kita harus berpikir global bertindak lokal. Pikiran secara global, tapi harus berbuat untuk Kabupaten Langkat tercinta ini, ekonominya maju dan berkembang,” pungkasnya. (adz)

Edy Rahmayadi Cup 2023 Sajikan Laga Menarik

BERSAMA: Ketua Panitia Rahudman Harahap bersama perwakilan empat tim yang menjadi peserta Turnamen Pra Musim Edy Rahmayadi Cup 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (8/8). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Turnamen Pra Musim Edy Rahmayadi Cup 2023 siap digelar di Stadion Teladan, 10-16 Agustus 2023 mendatang. Turnamen ini diperkirakan akan menghadirkan pertandingan-pertandingan menarik.

Turnamen Edy Rahmayadi Cup 2023 diikuti empat tim. Tiga tim Liga 2, yakni PSMS Medan, PSDS Deliserdang, dan Sada Sumut FC. Satu tim lagi berasal dari Liga 3, yakni Labura Hebat FC. Turnamen ini memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah.

Ketua Panitia Rahudman Harahap menegaskan, pihaknya sudah siap menggelar turnamen ini. Persiapan lapangan dan stadion sudah dilakukan. “Lampu penerangan Stadion Teladan sudah diperbaiki, sehingga bisa menggelar pertandingan malam hari,” ujar Rahudman Harahap pada temu pers di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (8/8).

Untuk kelancaran tuenamen, Rahudman Harahap mengatakan semua pihak harus terlibat. Pihaknya pun melaksanakan fakta integritas dengan kelompok suporter untuk menjamin turnamen berjalan aman dan lancar.

“Panitia akan menjual tiket pertandingan dengan murah. Meski begitu, kita berharap dukungan langsung dari pihak suporter untuk menciptakan turnamen yang sukses dan kondusif. Kita juga akan menjual tiket murah ,” ujar Rahudman.

Mantan Wali Kota Medan ini menambahkan, turnamen ini menyediakan hadiah cukup menarik. Juara akan memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta, runner up Rp 70 juta, posisi tiga Rp 30 juta, dan posisi empat Rp 20 juta.

“Edy Rahmayadi Cup ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Sumut sekaligus sebagai turnamen pra musim dalam menyongsong Liga 2. Keempat peserta akan menghadirkan pertandingan menarik,” jelas Rahudman.

Pernyataan panitia dibenarkan para peserta. Manajer PSMS Mulyadi Simatupang menganggap turnamen pra musim tersebut sangat penting. Turnamen ini juga sebagai ajang pemanasan bagi PSMS untuk mematangkan persiapan menuju Liga 2 musim ini.

“Pertandingan di turnamen nanti sangat penting sebelum kick of Liga 2. Ini ajang pemanasan sekaligus pemantapan tim sebelum liga. Meski hanya turnamen, ini juga ajang bergengsi bagi kami karena diikuti klub-klub liga 2. Ini sekaligus ajang untuk mencari komposisi pemain sebelum Liga 2,” ucap Mulyadi.

Mulyadi menegaskan, turnamen ini juga sebagai pembuktian para pemain baru, terutama pemain asing. “Pemain asing kemungkinan akan tampil di turnamen ini. Kita ingin lihat bagaimana kemampuannya,” ungkap Mulyadi.

Asisten Manajer PSDS Rudi Siregar juga akan menjadikan turnamen ini sebagai ajang pemantapan tim. Selain itu juga sebagai ajang pembuktian bagi para pemain yang masih berstatus seleksi.

“Target kita hanya bermain lebih baik. Kami akan menacari kerangka tim pada turnamen ini. Kemudian menjadi tempat seleksi bagi para pemain yang masih berstatus trial,” ujar Rudi Siregar.

Hal sama juga dikatakan Manajer Sada Sumut FC, Yosephine Sembiring. Sada Sumut menjadikan turnamen ini sebagai ajang persiapan serta evaluasi kepada pemain. Begitupun, Yosephine berharap setiap laga nanti bisa menjadi tontonan menghibur bagi masyarakat.

“Ini sangat mengembirakan karena sudah lama kami tidak saksikan tontonan sepakbola seru di Sumut. Turnamen ini adalah langkah untuk persiapan kita. Untuk melihat kesiapan kita. Target kami adalah menunjukkan tontonan yang terbaik saja. Mudah mudahan melalui turnamen ini bisa menjadi tontonan menarik bagi penonton,” terangnya.

Sedangkan Labura Hebat FC menyadari sulit untuk bersaing dalam turnamen kali ini. Asisten manager Labura Hebat FC, Tulus mengakui kualitas para pesaing lebih di atas dari klub Labura. “Target kami untuk bermain terbaik ajalah. Kalau juara kami belum sanggup lah. Insya Allah bisa mengimbangi lah,” kata Tulus.

Edy Rahmayadi Cup 2023 akan dibuka pertandingan perdana antara Sada Sumut FC melawan PSDS di Stadion Teladan pada Kamis (10/8) mulai Pukul 16.15 WIB. Kemudian dilanjutkan laga PSMS Medan melawan Labura Hebat FC mulai pukul 19.15 WIB. (dek)

14 Kecamatan Bersaing di Kempo Porkot Medan 2023

Ketua Perkemi Kota Medan, Ir Dial Rizal. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 95 atlet dari 14 kecamatan bakal bersaing pada pertandingan cabang Shorinji Kampo pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2023. Cabang kempo akan dipertandingkan di Sekolah GB Josua, 20 Agustus mendatang.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Medan, Ir Dial Rizal mengatakan, cabang kempo sudah berkembang pesat di Kota Medan. Ini terbukti dengan semakin banyaknya atlet dan jumlah kecamatan yang mengikuti cabang kempo di Porkot Medan 2023 ini.

“Terima kasih kepada KONI Kota Medan yang terus mendukung dan mensuport kempo. Dukungan itu membuat kempo terus berkembang di Kota Medan,” ujar Dial Rizal didampingi Sekretaris Jhon Piter Sihombing di Medan, Selasa (8/8).

Perkembangan kempo di Kota Medan juga terlihat di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON XXI/2024. Atlet asal Kota Medan mendominasi Pelatda Kampo Sumut.

Dial Rizal berharap agar pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini akan melahirkan atlet-atlet potensial. Meraka akan terus dibina untuk membela nama Kota Medan pada event-event lebih tinggi.

“Sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Medan kemarin, bahwa Porkot Medan 2023 ini mengutamakan kualitas. Kita pun berharap agar lahir atlet-atlet berkualitas,” harapnya.

Sedangkan Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter Sihombing menambahkan, kempo pada Porkot Medan 2023 akan mempertandingkan 20 kelas. Kelas yang dipertandingkan terdiri dari 11 kelas randori dan 9 kelas embu.

Randori terdiri dari kelas 40 kg putra, 45 kg putra, 50 kg putra, 55 kg putra, 60 kg putra, 65 kg putra, 40 kg putri, 45 kg putri, 50 kg putri, 55 kg putri, dan 60 kg putri. Embu terdiri dari tandoku solo kyu 7-6 putra dan putri, tandoku solo kyu 5-4 putra dan putri, tandoku solo 3-2 putra dan putri, tandoku solo kyu 1 putra/putri, embu berpasangan campuran, dan embu beregu campuran.

Sedangkan 14 kecamatan yang ambil bagian, terdiri dari Amplas, Area, Baru, Belawan, Denai, Helvetia, Labuhan. Marelan, Perjuangan, Petisah, Selayang, Sunggal, Tembung, dan Tuntungan. “Kita berharap pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini berjalan lancar,” pungkasnya. (dek)

M Nuh Sebut Kolaborasi Semangat Keislaman dan Kenusantaraan Selaras

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Buku ”Jejak Dakwah di Nusantara” karya DR Tiar Anwar Bachtiar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (8/8). Ketua Persis Sumut, Muhammad Nuh MSP selaku keynote speaker pada bedah buku ini, menyampaikan pandangannya.

“Kolaborasi semangat Keislaman dan semangat kenusantaraan selaras, dan buku ini menjelaskannya dengan sangat gamblang dan baik,” kata M Nuh.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara ini juga mengapresiasi buku karya DR Tiar Anwar Bachtiar yang ke-18 tersebut. “Semoga buku ini bisa menjadi referensi bagi umat Islam dalam menelisik sejarah Islam di Nusantara dan berkontribusi terhadap negara ini,” harapnya.

Penulis buku “Jejak Dakwah di Nusantara”, DR Tiar Anwar Bachtiar yang merupakan Ketua Bidang Tarbiyah Persis Pusat, dalam penjelasannya mengatakan, buku ini adalah sekuel kedua dari Jas Mewah. “Buku ini konsern akan pembahasan, bahwasanya Umat Islam bagian terpenting dari sejarah Indonesia, tetapi seolah-olah perjalanan sejarah Indonesia hanya dari kerajaan Sriwijaya, Majapahit, lalu Indonesia tanpa ada kontribusi Umat Islam di situ. Padahal kontribusi Umat Islam sangat rill dan konkrit,” jelasnya.

Sedangkan DR Sudirman Suparmin Lc MA sebagai pembanding pada bedah buku kali ini mengatakan, intisari dari buku “Jejak Dakwah di Nusantara” ini luar biasa. “Dengan membaca buku ini, kita melek akan sejarah Indonesia. Negara ini banyak berutang terhadap Umat Islam. Buku ini wajib, harus dan sudah sepatutnya dimiliki Umat Islam, terkhusus para pengurus Persatuan Islam (PERSIS),” harapnya.

Sementara Abdul Azis, selaku ketua panitia bedah buku ini mengatakan, peserta yang hadir pada acara kali ini berasal dari Pengurus Daerah (PD) Persis Medan, Deliserdang, Langkat, Labuhanbatu Selatan, Karo, Batubara, dan Simalungun. “Hadir juga kawan-kawan dari Forum Zakat (FOZ), KAHMI, Mathla’ ul Anwar, IKADI Medan, IKADI Sumut, PUI, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bamus Minang, dan perwakilan dari Pesantren Al Uswah,” pungkasnya. (rel/adz)

Tifatul: Persatuan adalah Anugerah yang Wajib Dijaga

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menegaskan, persatuan adalah anugerah dari Allah SWT yang wajib dirawat dan dijaga. Menurutnya, para founding father bangsa ini sudah menanamkan nilai-nilai persatuan dari jauh-jauh hari.

“Sumpah Pemuda tahun 1928 menjadi bukti persatuan sudah ditanamkan oleh para leluhur kita, meskipun berbeda beda dalam agama, suku dan ras tapi bangsa ini bisa bersatu jelasnya. Seperti di Sumatera Utara ini, meskipun banyak suku dan berbeda agama tetapi kerukunan dan persatuan masyarakatnya sangat baik dan kondusif,” kata Tifatul ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Desa Candi Rejo, Kecamatan Sibirubiru, Deliserdang, Kamis (3/8).

Menurut Tifatul, persatuan Indonesia juga tercantum dalam Pancasila, yaitu sila kedua. Ini memberikan sinyal bahwa persatuan adalah hal yang sangat krusial karena masuk didalam ideologi negara Pancasila. “Apalagi pada tahun tahun politik seperti sekarang ini, godaan kepentingan kelompok atau golongan menjadi perusak persatuan yang sudah ada. Maka kita semua harus mawas diri dan menahan diri agar Persatuan Indonesia tetap terjaga,” jelas mantan Menteri Kominfo era Presiden SBY ini.

Mantan Presiden PKS ini juga mengajak para peserta sosialisasi yang mayoritas berasal dari masyarakat sekitar Desa Candi Rejo, untuk selalu mendoakan para pemimpin bangsa ini dengan doa yang terbaik, karena sejatinya doa yang baik akan kembali kepada diri kita begitupun sebaliknya.

Dalam pemaparannya tentang 4 Pilar, Tifatul menjelaskan beberapa point penting yang terkandung didalamnya seperti; Pancasila sebagai Ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboya negara pungkasnya. (adz)

Milad 27 Tahun UMN Al-Washliyah, Membangun Peradaban Manusia

MILAD: Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP bersama dosen dan ketua prodi berprestasi serta undangan milad ke-27 UMN Al-Washliyah, Selasa (8/8). DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REKTOR Universitas Muslim Nusantara (UMN Al-Washliyah) Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP dan sivitas akademika melaksanakan milad ke-27 di aula perguruan tinggi tersebut di Jalan Garu II Medan, Selasa (8/8).

Dalam milad ini diserahkan penghargaan kepada dosen berprestasi yang diterima Dr Khairiah MSi, Nelvetia Purba MHum PhD, Asnarni Lubis SPd MPd, Dr aptv Gabena Indrayani Dalimunthe MSi, Dra Sukmawarti MPd, Farida Yani SP MP, Lisa Septia Dewi Ginting SPd MPd, Dr Rahmadi Ali MPdI, Dr Muhammad Hilman Fikri MM dan Vera Kristiana SPd MPd.

Lima ketua program studi (prodi) berprestasi juga menerima penghargaan. Mereka adalah Debbi Chyntia Ovami SPd MSi (akuntansi), Ramadhani SPd MPd (pendidikan matematika), Toni Hidayat SE MSi (manajemen), Ayu Melati Ningsih SPd MS (sastra Inggris) dan Abdullah Hasibuan SPd MPd (pendidikan bahasa dan sastra Indonesia).

Sebaiknya dosen yang berkinerja buruk juga diberi hukuman setelah dilakukan hasil sidang konfirmasi. ”Hal ini agar semua berjalan sesuai koridor yang berlaku sehingga UMN Al-Washliyah tetap utuh,” kata rektor.

Dua jenis penghargaan pada dosen dan ketua prodi berprestasi ini yang pertama kali dilaksanakan dalam memeriahkan milad UMN Al-Washliyah. Terhadap ”Yang berprestasi kita beri reward,” tegas Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Dalam acara yang juga dihadiri pengurus PB Al-Washliyah dan PW Al-Washliyah Sumut, juga diserahkan santunan dan bingkisan pada santri tahfidz dan anak yatim piatu.

Milad juga diisi dengan penyampaian tausyiah oleh Prof Dr HM Hasballah Thaib MA. Rektor bersama ketua BPH UMN Al-Washliyah dan wakil rektor I UMN Al-Washliyah juga melaksanakan pemotongan nasi tumpeng.

Prof Dr HM Hasballah Thaib MA menyebutkan bahwa UMN Al-Washliyah diharapkan dapat membangun peradaban manusia di tanah air, terutama di Sumut.

Disebutkan Prof Dr HM Hasballah Thaib MA, bangsa tanpa peradaban akan terjajah dan tertinggal. Kedepan, ia meminta sivitas akademika UMN Al-Washilyah dapat meningkatkan kualitas pendidikan seiring tantangan masa depan yang semakin besar. (dmp)

Sidang Dugaan Penganiayaan Mantan Mertua, Driver Ojol Sebut Terdakwa Tidak Memukul Korban

SIDANG: Saksi Ade Kesuma Putra (driver Gojek), memberikan keterangan terhadap kedua terdakwa dugaan penganiayaan di PN Medan, Senin (7/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga saksi meringankan dihadirkan Nazmi Natsir Adnan dan Rinaldi Akbar Lubis, terdakwa dugaan penganiayaan. Fakta persidangan terungkap, saksi driver ojok online menyebut jika kedua terdakwa tidak melakukan penganiayaan terhadap korban Ellia.

Ketiga saksi yang dihadirkan yakni, Ade Kesuma Putra (driver ojol), M Indra Hadiguna (pelanggan kafe) dan Ryan Pasaribu (pemilik Salea Coffee).

Dalam keterangan saksi Ade, peristiwa itu terjadi pada 18 Januari 2021 di Jalan Manunggal, Medan, sekira pukul 19.30 WIB.

“Saat itu saya lagi melintas di Jalan Manunggal, selepas mengantar orderan yang mulia. Saya mendengar ada teriakan penculikan anak, mau saya kipas (pukul) juga si Nazmi ini yang mulia,” ujar saksi kepada hakim ketua, Nelson Panjaitan di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (7/8/2023).

Saat itu, lanjut saksi, ia melihat terdakwa Nazmi sedang memeluk anak sambil berdiri. Kemudian, katanya, anak tersebut dalam penguasaan Nazmi, dan korban berusaha merebut dengan memiting leher Nazmi.

“Ternyata salah satu dari terdakwa ini menunjukkan bukti surat dari pengadilan yang mulia. Ini bukti anak dari terdakwa. Ya sudah saya tidak berani mendekat. Saya orang ketiga yang datang yang mulia,” beber saksi.

Ditanya hakim tentang sepeda motor yang terjatuh di lokasi kejadian, saksi Ade menyebut jika saat itu tempat kejadian perkara (TKP) sudah ramai karena teriakan provokasi penculikan anak.

“Karna sudah ramai lokasi pelukan (anak) dekat dengan kreta dan sudah jatuh dan tidak ada yang tertimpa kreta yang mulia,” katanya.

Kemudian dalam kesaksiannya, terdakwa Nazmi ditarik kedalam pekarangan rumah warga dan sempat mendapatkan penganiayaan.

“Didalam bapak ini (Nazmi) masih ditarik oleh warga, saya juga gak tau siapa-siapa. Tapi waktu ditarik-tarik bapak ini dipukul oleh dua orang. Terus anaknya bilang ‘ini ayah, ini ayah’,” beber saksi lagi.

Bahkan kata saksi, Nazmi tidak ada melakukan penganiayaan terhadap mantan mertuanya itu, sebagaimana ditanyakan hakim terkait peristiwa tersebut.

“Tidak ada yang mulia. Saya orang ketiga yang datang, orang kedua keluarganya. Saya memberikan keterangan yang benar, disumpah di Alquran pun saya berani,” tegas saksi.

Sementara dua saksi lainnya, Indra dan Ryan kompak menyebut jika terdakwa Rinaldi pada saat sebelum kejadian berada di kafe Salea Coffee. Kemudian, kedua saksi juga tahu, sekira pukul 19.45 WIB, terdakwa menerima telepon dan tak lama pergi meninggalkan kafe terburu-buru.

“Saya datang jam 12 sampai malam jam 8 malam. Rinaldi duluan keluar dari kafe, karna saat itu Rinaldi menerima telepon sambil berdiri. Saya tanya katanya sebentar langsung pergi yang mulia,” kata saksi Indra.

Usai mendengarkan keterangan saksi meringankan, hakim ketua Nelson Panjaitan menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda tuntutan terdakwa.

Mengutip dakwaan JPU AP Frianto Naibaho, Kedua terdakwa diancam pidana Pasal 351 dan 170 KUHPidana. (man/ram)

Tifatul Sebut Keadilan Sosial Masih Milik Segelintir Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengkritisi pengamalan sila ke lima dari Pancasila, yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, yang terjadi di masyarakat saat ini, keadilan sosial itu hanya dirasakan oleh segelintir orang saja.

“Defenisi keadilan sosial secara sederhana, bisa kita simpulkan bahwa semua warga negara mendapatkan perlakuan yang sama dan seimbang dalam segala aspek kehidupan. Seperti hukum, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan sebagainya,” kata Tifatul ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Jalan Masjid, Kelurahan Brayan, Kecamatan Medan Timur,Kota Medan, Minggu (30/7) lalu.

Tapi kenyataannya, sebut Tifatul, yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin, karena tidak adanya keadilan sosial dari pemangku kebijakan di negeri ini. “Yang punya uang, serba dipermudah urusannya. Sedangkan yang tidak punya uang, dipersulit urusannya,” ujar mantan Presiden PKS ini.

”Belum lagi masalah penerapan hukum, masih segar dalam ingatan kita seorang nenek yang mencuri tiga batang kayu dan harus mendekam di penjara selama beberapa bulan. Sedangkan para koruptor, malah bebas berkeliaran. Bisa dikatakan, keadilan sosial hanya milik segelintir orang,” tegasnya.

Untuk itu, mantan Menteri Kominfo era Presiden SBY ini mengajak para peserta sosialisasi yang mayoritas kaum Ibu, untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah berjalan dengan baik selama ini. Tifatul juga mendoakan kepada peserta sosialisasi yang hadir agar selalu dalam lindungan Allah SWT, yang langsung diaminkan para peserta sosialisasi.

Pada paparannya tentang 4 Pilar MPR RI, Tifatul menjelaskan beberapa point krusial yang terkandung di dalamnya, seperti Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. (adz)

Upaya Keberlanjutan TPBIS, Perpustakaan Nasional Selenggarakan Stakeholder Meeting Tingkat Sumut

NARASUMBER: Para narasumber pada acara Stakeholder Meeting Tingkat Sumut di Medan, Selasa (8/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) menyelenggarakan kegiatan Stakeholder Meeting (SHM) tingkat provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan di Medan, Selasa (8/8/2013) ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan Stakeholder Meeting Nasional yang telah dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 21 Juni 2023. Kegitan SHM ini sebagai tahapan Program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Dwi Endah Purwanti mengatakan stakeholder Meeting (SHM) Provinsi ini adalah kegiatan mempertemukan para stakeholder di tingkat provinsi untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun literasi masyarakat.

“Strategi Stakeholder Meeting menunjukkan pembelajaran kepada kabupaten dan provinsi tentang manfaat bersinergi dengan stakeholder lain untuk meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan self esteem perpustakaan untuk menyuarakan hal-hal terkait perpustakaannya,” ujarnya saat menjadi narasumber pada acara Stakeholder Meeting di Medan.

Dijelaskannya, adapun maksud dan tujuan penyelenggaraan acara ini, yaitu memperkuat dan melanjutkan sinergi dan kolaborasi stakeholder sebagai gerakan bersama dalam membangun literasi masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Membangun kesadaran tentang pentingnya transformasi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dan membangun dukungan stakeholder untuk perluasaan dan keberlanjutan program,” lanjutnya.

Dijelaskannya, kegiatan Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum sudah dimulai sejak tahun 2018, ditetapkan menjadi kegiatan Prioritas Nasional dengan nama Program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial.

Saat ini, sudah 33 perpustakaan provinsi, 296 perpustakaan kabupaten/kota, dan 1.696 perpustakaan desa/kelurahan telah menjadi penerima manfaat program TPBIS. Dan hingga Juni 2023, 1.396 perpustakaan desa/kelurahan di 27 provinsi telah melaksanakan replikasi TPBIS secara mandiri.

Sejalan dengan tagline Perpusnas, “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Untuk Kesejahteraan Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19”, TPBIS diupayakan agar dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu strategi peningkatan literasi masyarakat menuju keberdayaan untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi.

Demi tujuan tersebut, Perpusnas mengajak seluruh stakeholder TPBIS untuk sama-sama mengambil peran dalam memastikan keberlanjutan dan perluasan replikasi TPBIS.

Tahun 2023 ini, Stakeholder Meeting (SHM) Provinsi dilaksanakan di 33 provinsi secara onsite (tatap muka), dibagi dalam 4 gelombang dimana setiap gelombang dilaksanakan di 8 – 9 provinsi. Kegiatan ini dimulai tanggal 26 Juli hingga 10 Agustus 2023.

Peserta Kegiatan SHM Provinsi untuk setiap provinsi sebanyak 30 orang, terdiri dari, 5 orang Tim Sinergi Provinsi, 18 orang Stakeholder Provinsi, 2 orang Fasilitator daerah / PIC Provinsi, 1 orang Perwakilan Desa sebagai Role Model, 1 orang Dinas Perpustakaan Kabupaten / Kota sebagai Role Model, 1 orang Bappeda Kabupaten /Kota sebagai Role Model, 1 orang DPMPD Kabupaten / Kota sebagai Role Model, dan 1 orang pemustaka yang terdampak TPBIS.

“Stakeholder Meeting (SHM) Provinsi diselenggarakan untuk membahas perkembangan terbaru, tantangan, peluang, dan rencana tindakan untuk keberlanjutan TPBIS di tahun-tahun selanjutnya. Perpusnas mengharapkan diskusi yang produktif dan kolaboratif dari setiap stakeholder demi keberlanjutan proses membangun sumber daya manusia melalui penguatan literasi dalam transformasi perpustakaan,” tutupnya. (rel/ram)

Mujianto Serahkan Diri ke Kejati Sumut

ROMPI: Mujianto (memakai rompi) terpidana kasus korupsi di eksekusi usai menyerahkan diri ke Kajati Sumut, Selasa (8/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengeksekusi Mujianto alias Anam, terpidana kasus korupsi kredit macet yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp39,5 miliar. Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR) itu dieksekusi usai menyerahkan diri ke Kantor Kejati Sumut, Selasa (8/8/2023).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Yos A Tarigan mengatakan, Mujianto sebelumnya dinyatakan DPO, usai Mahkamah Agung (MA) menghukumnya dengan pidana penjara 9 tahun.

“Benar, terpidana sudah diamankan. Di eksekusi di kantor Kejati, setelah rangkaian upaya intelijen,” ujarnya.

Dikatakan Yos, sebelumnya, proses eksekusi sempat mengalami hambatan karena sejak putusan MA keluar dan proses eksekusi dilakukan terpidana mangkir dari panggilan jaksa.

“Namun pada akhirnya melalui kegiatan Intelijen pada Bidang Intelijen Kejati Sumut, terpidana berhasil dieksekusi,” kata mantan Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang itu.

Lanjut diaktakan Yos, perlu diketahui, bahwa pada tahap penuntutan Kejati Sumut melakukan penahanan terhadap Mujianto di Rutan Tanjung Gusta Medan dan kemudian pada saat persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan mengabulkan penangguhan penahanan terdakwa korupsi konglomerat Medan Mujianto dari tahanan Rutan jadi tahanan Kota.

“Penetapan penangguhan penahanan tersebut dibacakan hakim dalam sidang perkara dugaan korupsi kredit macet senilai Rp39,5 miliar di salah satu Bank BUMN Cabang Medan. Hakim pada akhirnya membacakan vonis bebas kepada Mujianto dan JPU langsung mengajukan kasasi,” sebutnya.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, kata Yos, terpidana langsung dibawa oleh Jaksa Kejari Medan untuk dieksekusi ke Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan.

“Terpidana sore ini akan dieksekusi ke Lapas Tanjunggusta Medan untuk menjalani hukumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, MA membatalkan vonis bebas Mujianto di tingkat PN Medan. Mujianto dihukum 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Mujianto juga dijatuhi hukuman untuk membayar Uang Pengganti kerugian negara senilai Rp13.400.000.000, dengan subsider 4 tahun penjara.

Sementara dalam dakwaannya jaksa mengatakan, Mujianto melakukan pengikatan perjanjian jual beli tanah kepada Canakya Suman seluas 13.680 m2 yang terletak di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Seiring waktu berjalan, PT KAYA dengan Direktur Canakya Suman mengajukan kredit Modal Kerja Konstruksi Kredit Yasa Griya di bank plat merah tersebut dengan plafon Rp39,5 miliar guna pengembangan perumahan Takapuna Residence di Jalan Kapten Sumarsono dan menjadi kredit macet serta diduga terdapat peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Kemudian, dalam pencairan kredit tersebut tidak sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku dalam penyetujuan kredit di perbankan, akibatnya ditemukan peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp39,5 miliar. (man/ram)