32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 1263

Diikuti 1.487 Siswa Madrasah, Kabid Penmad Kemenagsu Buka KSM Provinsi 2023

BERSAMA: Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sumut, H Erwin Pinayungan Dasopang bersama para panitia saat membuka KSM Tingkat Sumut 2023, di Langkat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebanyak 1.487 peserta bersaing mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, yang resmi dibuka Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Sumut, H Erwin Pinayungan Dasopang, di Aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, Sabtu (5/8/2023).

Dalam sambutannya, melalui KSM ini siswa madrasah diharapkan siap menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dihadapan masyarakat luas, madrasah telah dinilai dapat memberikan benteng bagi anak-anak kita. Karena madrasah tidak hanya membekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga membekali juga dengan ilmu-ilmu dan pemahaman agama,” katanya.

Selain itu, kata Erwin, proses dan sarana pembelajaran di madrasah perlu tingkatkan. Serta iklim kompetisi di kalangan siswa madrasah juga perlu dibangun dan dikembangkan, dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakomodir siswa dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.

Maka lanjutnya, KSM menjadi salah satu wahana kompetisi sebagai upaya mengelaborasi sains dengan konteks nilai-nilai islami, antara lain elaborasi sains dengan konteks yang ada dalam Al Qur’an, konsep serta terapan yang ada dalam Islam, seperti zakat, falak, dan tema lainnya agar siswa tetap mengkaji konsep keislaman dengan sains yang holistik dan keilmuan sains murni.

“Ini dilakukan sebagai upaya tetap menyejajarkan dengan siswa-siswa olimpiade sains,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Erwin, tema KSM Tahun 2023 adalah Mandiri Berprestasi Membangun Kemuliaan Generasi, Semoga Ilmu yang digapai dapat menambah kualitas keimanan serta dibuktikan dengan amal sholeh pada kehidupan sehari-hari.

“Selamat berkompetisi, jaga sportivitas, kejujuran, dan junjung tinggi integritas. Jangan lelah untuk memberikan layanan, bimbingan dan pendidikan yang terbaik untuk murid-murid kita, semoga menjadi berkah. Dan untuk anak-anak kami sampai jumpa kembali di Kendari pada KSM tingkat Nasional,” pungkasnya. (man/ram)

Grab dan OVO Dorong Pertumbuhan UMKM, Ciptakan 1 Juta Lowongan Kerja Baru

Mukbang makanan khas Nusantara.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu setahun terakhir ini, lebih dari 500 ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baru telah bergabung dalam platform Grab dan OVO, serta menciptakan 1 juta lapangan kerja baru.

Di Medan, ada 38.383 UMKM yang terdata di aplikasi Sistem Pendataan Koperasi dan UMKM (SIMDAKOP) Kota Medan per akhir tahun 2022.

Sedangkan, Jumlah UMKM yang mendaftar sebagai binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperasi UKM Perindag) Kota Medan adalah sebanyak 1.825 UMKM.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kontribusi penting para pelaku UMKM tersebut, Grab dan OVO menggelar Hajatan UMKM 2023, dengan dukungan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI.

Acara yang merupakan rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari UMKM Nasional yang jatuh pada 12 Agustus nanti, digelar di Fresh Market, Bintaro, Tangerang Selatan, Mpinggu (6/8). Melalui Hajatan UMKM 2023, Grab memberikan kesempatan bagi puluhan pelaku UMKM dari berbagai kota, seperti Medan, Jabodetabek, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

Hal itu, untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Selain bazar dan pameran produk unggulan UMKM, pengunjung Hajatan UMKM 2023 dihibur dengan pertunjukan seni, area permainan keluarga dan sesi olahraga bersama.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, yang antusias mengikuti sesi makan kuliner khas Nusantara, bersama Mukbangers ternama dan tokoh publik di tengah-tengah acara.

“Saya menyambut baik inisiatif Grab dan OVO yang terus mendukung dan memfasilitasi UMKM untuk melakukan transformasi digital. UMKM memiliki posisi dan peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi PDB Indonesia sebesar 61% dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%,” ucap Teten.

Menurut data Kemenkop UKM RI, ada sekitar 22 juta lebih UMKM yang sudah onboarding dan pada 2023 akan ditargetkan ada 24 juta UMKM yang masuk ekosistem digital.

Menanggapi capaian tersebut, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan bahwa Grab dan OVO #PercayaUMKM Indonesia dan terus dukung pemerintah untuk capai target digitalisasi 30 juta UMKM pada 2024.

“Berbagai inisiatif akan terus dilanjutkan untuk memfasilitasi UMKM dalam mengembangkan usaha, seperti program pelatihan digital di aplikasi GrabMerchant, dan portal informasi satu pintu melalui akun Instagram @GrabMerchantID,” ucap Neneng.

Salah satu pelaku UMKM yang telah memperluas usaha dan membuka lapangan kerja baru setelah beralih ke digital adalah Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

“Kami memulai bisnis di 2018 dan beralih ke online lewat Grab di 2020. Omzet kami meningkat signifikan dan hingga sekarang kami sudah memiliki puluhan karyawan di empat cabang. Selain melayani orderan online, pelanggan yang datang langsung ke outlet juga makin dimudahkan, karena pembayarannya bisa pakai QRIS dan OVO. Sekarang, hampir 90% transaksi pembelian langsung sudah pakai digital,” tutur Titin Juherni dan Adi Nugraha pemilik Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

Kisah lainnya datang dari Hamit Bangun Sasmito, pemilik Geprek Penyet Mbak Warni. “Lewat berjualan online, kini saya bisa membuka cabang di lokasi yang strategis dan merekrut pemuda sekitar yang putus sekolah dan akhirnya menganggur. Usaha saya juga semakin dikenal banyak orang dan mengalami peningkatan pendapatan lebih dari dua kali lipat per harinya,” ungkapnya.

Tidak hanya pelaku UMKM di bidang kuliner, Grab dan OVO juga terus mendorong digitalisasi pedagang pasar. “Ribuan pedagang pasar telah bergabung dengan Grab melalui GrabMart Pasar di 26 kota di seluruh Indonesia,” tutur Neneng Goenadi.(rel)

Rumah BUMN Sibolga Ramaikan Festival Perhutanan Sosial

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid (baju batik) menjelaskan berbagai produk andalan rumah BUMN Sibolga kepada Kepala staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P, M.A (baju putih) (1/8)

DOlOK SANGGUL – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., M.A bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan resmi membuka Festival Perhutanan Sosial bertajuk Merdeka Berdaya Sambut HUT ke-78 Republik Indonesia di Lapangan Simangaronsang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (1/8/2023).

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., M.A mengatakan KSP bekerja sama dengan kementerian menjalankan dan mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo agar petani perhutanan sosial yang telah mendapatkan persetujuan mendapatkan program pemberdayaan dan dapat meningkatkan taraf hidup.

“Festival Perhutanan Sosial ini wujud nyata pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pemberdayaan kelompok usaha perhutanan sosial,” ujar Moeldoko.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menyampaikan dalam mewujudkan program pemerintah pusat dan daerah, PLN telah memiliki Rumah BUMN Sibolga. Rumah BUMN Sibolga berupaya untuk mendorong para pelaku UMKM agar memiliki akses economy ekosistem.

“Rumah BUMN Sibolga saat ini memiliki mitra binaan aktif sebanyak 40 pelaku UMKM dengan berbagai produk andalan mereka, mulai dari produk makanan, kopi hingga kerajinan tangan khas daerah mereka. Rumah BUMN memiliki tujuan untuk mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi,” kata Awaluddin.

Awaluddin menambahkan visi utama rumah BUMN adalah Digital Economy Ecosystem. Digital Economy Ecosystem adalah sebuah konsep dimana pelaku usaha dapat mengembangkan produk UMKM melalui ekosistem digital.

“Para pelaku UMKM yang tergabung di rumah BUMN akan mendapatkan pelatihan berupa pelatihan pengolahan produk, pelatihan packaging, pelatihan pemasaran, pelatihan penguatan kapasitas dan kualitas produksi serta persiapan Go Global, selain itu pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan berupa pengurusan serifikasi halal. Pada tahun 2022 sebanyak 27 mitra binaan rumah BUMN Sibolga telah memiliki sertifikat halal. Tidak hanya itu, rumah BUMN Sibolga juga mengikutsertakan mitra bunaan dalam ajang UMKM Expo tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Awaluddin.

Pada kesempatan yang sama Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., M.A sempat menyambangi booth PLN UID Sumatera Utara didampingi oleh General Manager Awaluddin Hafid. Saat melihat booth PLN, Awaluddin memperkenalkan berbagai produk mitra binaan rumah BUMN Sibolga seperti keripik khas Sibolga, berbagai kerajinan tangan berbahan baku sampah daur ulang dan masih banyak lagi.
PLN juga mengajak masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mendownload aplikasi superapps PLN Mobile. Melalui aplikasi ini pelanggan dapat mengakses berbagai layanan PLN dalam satu genggaman. (rel/ila)

MUI Pematang Siantar Gelar Sosialisasi Dispensasi Nikah Anak di Bawah Umur

Narasumber dan panitia foto bersama dengan para peserta Sosialisasi UU Dispensasi Nikah yang digelar Komisi Hukum, HAM dan Perundangan-undangan DP MUI Kota Pematang Siantar.

SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematang Siantar melalui Komisi Hukum, HAM dan Perundang-undangan menggelar Sosialisasi Dispensasi Nikah (UU Nomor 16 Tahun 2019) di Aula Gedung MUI Kota Pematang Siantar, Sabtu (5/8) pagi.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Zulfi Hariri dan doa yang dibawakan Drs H Nasril Jambak ini, mengusung tema mewujudkan keluarga yang harmonis, sehat dan berkualitas.

Ketua panitia acara Aris SH MH dalam laporan kegiatan mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan undangan yang hadir.

Melalui kegiatan ini, Aris berharap, para peserta dapat memahami materi yang disajikan oleh narsumber tentang dispensasi menikah di bawah umur, kemudian bisa mensosialisasikan kembali.

“Peserta kegiatan ini, berjumlah sekitar 80 orang, terdiri dari anggota Ormas (Muhammadiyah, NU, dan Alwashliyah), pemuda, penyuluh, guru dan organisasi mahasiswa Islam. Semoga kegiatan ini bermanfaat,” tutup Aris.

Hal senada disampaikan Sekretaris MUI H A Riduansyah Putra sesaat sebelum membuka kegiatan sosialisasi.

“Kita yang hadir merupakan duta untuk kegiatan sosialisasi ini. Semoga kita dapat menularkan, memaparkan kembali ilmu yang didapat di lingkungan kerja atau lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ucap Riduan sambil mengetuk palu pertanda kegiatan sosialisasi resmi dibuka.

Ada tiga pemateri yang mengisi sosialisasi. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Umum MUI Kota Pematang Siantar, H M Ali Lubis yang memaparkan materi tentang pernikahan ditinjau dari aspek syariat dan perspektif Islam.

Menurut Ali Lubis, pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup, yang bertujuan untuk sakinah, mawaddah dan warahmah. Dan, pernikahan juga mempunyai macam-macam hukumnya. Ada yang wajib, sunnah dan haram.

“Contoh pernikahan yang haram adalah ketika seorang pria yang sudah memiliki empat istri, kemudian dia menikah lagi untuk yang kelima kali,” papar Ali Lubis.

“Kamu boleh menikahi dua, tiga atau empat perempuan. Namun, jika kamu tidak bisa adil maka cukup menikahi satu perempuan,” pungkas Ali Lubis.

Sri Hartati SHI MH, Ketua Pengadilan Agama Kota Pematang Siantar, narasumber materi kedua dalam paparannya menyampaikan tentang Dispensasi Kawin di Pengadilan.

Di awal pemaparan, Sri Hartati menjelaskan tentang perubahan usia menikah menurut Pasal 7 Ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah perempuan berusia 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Sedangkan usia menikah menurut UU No 16 Tahun 2019 Pasal 7 Ayat (1) adalah 19 tahun untuk perempuan dan laki-laki.

“Selanjutnya, dalam Pasal 7 Ayat (2) UU No 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa perkawinan di bawah umur (kurang dari 19 tahun) dapat dilakukan dengan cara memohon dispensasi kawin ke pengadilan, oleh orangtua pihak pria/atau orangtua pihak wanita dengan disertai bukti-bukti pendukung yang cukup,” jelas Sri Hartati.

Narasumber terakhir, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Pematang Siantar Drs HM Hasbi MH, memaparkan materi Permasalahan Pernikahan di Bawah Umur, Pencegahan, Perspektif, Pelanggaran dan Sanksi.

Dalam paparannya, Hasbi menjelaskan defenisi pernikahan. Pertama, perkawinan adalah ikatan lahir dan bathin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Sedangkan menurut Hukum Islam, pernikahan adalah akad yang sangat kuat untuk menaati perintah Allah SWT dan melaksanakannya merupakan ibadah (Kompilasi Hukum Islam Pasal 2),” jelas Hasbi.

Hasbi menambahkan, adapun tujuan pernikahan adalah untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Secara khusus beberapa tujuan menikah adalah; menghindari perbuatan zina, mencari ketenangan jiwa, memperoleh keturunan dan menyempurnakan ibadah.

Kemudian, sambung Hasbi, pernikahan sah menurut agama Islam apabila memenuhi syarat dan rukun nikah. “Rukun nikah itu, ada calon suami dan calon istri, wali nikah, dua orang saksi serta ijab dan kabul,” papar Hasbi.

Hasbi juga menjelaskan pendaftaran nikah, persyaratan administratif nikah, penolakan pernikahan, modus menghindari penolakan pernikahan di bawah umur, pencegahan, terakhir alur pelayanan nikah. (ann/rel)

Dukung Pemerintah Lakukan Pendataan, Warga Medan Diminta Perhatikan dan Lengkapi Data Kependudukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, meminta setiap warga Kota Medan agar memperhatikan dan melengkapi data kependudukannya, khususnya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pasalnya saat ini, Pemerintah Kota Medan tengah berfokus dalam melakukan pendataan terhadap seluruh warganya.

Hal itu dikatakan Dedy Aksyari saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (5/8/2023).

“Pastikan setiap anggota keluarga sudah tercantum di dalam KK. Kemudian, pastikan KTP yang kita miliki sudah sesuai dengan alamat tempat tinggal kita saat ini. Intinya, kita semua harus tertib administrasi kependudukan,” ucap Dedy.

Dikatakan Anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra tersebut, ada banyak warga Kota Medan yang mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk Pemko Medan.

Warga tersebut menilai, status ekonomi lemah yang ada pada keluarganya menjadikannya sangat layak untuk mendapatkan bantuan dari Pemko Medan. Namun setelah dilakukan pengecekan, warga tersebut justru tidak memiliki data kependudukan sebagai warga Medan.

“Sebagai contoh, terdapat beberapa warga Medan yang belum mengurus data kepindahan mereka dari kabupaten/kota lain. Memang benar mereka sudah lama tinggal di Medan, tapi ternyata KTP mereka masih KTP luar Kota Medan karena tidak segera diurus begitu pindah ke Medan. Kasus seperti ini beberapa kali kita temukan di lapangan,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Medan tersebut.

Tentunya, sambung Dedy, Pemko Medan tidak dapat memberikan bantuan kepada warga yang tidak tercatat secara resmi di data kependudukan sebagai warga Kota Medan.

“Sangat penting memperbaharui ataupun melengkapi data kependudukan kita, karena hal ini akan mempermudah Pemko Medan untuk mendata warganya. Data kependudukan berupa Nomor KK dan NIK inilah yang menjadi dasar ataupun syarat wajib bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah,” katanya.

Untuk itu, Dedy mengimbau kepada setiap warga yang belum memperbaharui ataupun melengkapi data kependudukannya agar segera mengurusnya, baik melalui Kecamatan ataupun langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan.

“Bahkan perekaman KTP pun saat ini tidak lagi harus ke kantor Disdukcapil, tapi juga bisa ke Kecamatan. Untuk pengurusan data kependudukan lainnya, bahkan saat ini bisa dilakukan secara online,” tutur wakil rakyat asal Dapil Medan IV (Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, dan Medan Area) tersebut.

Begitupun, Dedy Aksyari mengaku siap memberikan kemudahan kepada warga yang ingin mengurus atau memperbaharui dokumen kependudukannya dengan menawarkan bantuan pengurusan data kependudukan dan catatan sipil kepada masyarakat secara gratis.

“Bagi warga yang ingin saya bantu untuk mengurus dokumen kependudukannya, silakan datang langsung ke Rumah Aspirasi Dedy Aksyari Nasution yang terletak di Jalan Kemiri II No.36. Kita akan bantu tanpa dikutip biaya sepeser pun,” pungkasnya. (map)

DPRD Medan Minta Kepling Pastikan Seluruh Program Penanggulangan Kemiskinan Berjalan Lancar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH, meminta kepada setiap kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan untuk memastikan jalannya program-program Pemerintah Kota (Pemko) Medan di tingkat lingkungan, terkhusus program bantuan yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan.

Hal itu diungkapkan Mulia saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Pintu Air IV Gg Telkom Lingkungan 8, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (5/8/2023).

“Pemko Medan dibawah kepemimpinan Pak Bobby Nasution sangat fokus dalam menanggulangi kemiskinan melalui program-program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepling harus bekerja keras, pastikan setiap masyarakat yang berhak mengetahui program-progran tersebut dan bisa mengurus segala persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan yang disiapkan pemerintah,” ucap Mulia.

Sebab hingga saat ini, kata Mulia, masih cukup banyak warga Kota Medan yang belum mengetahui ataupun kesulitan dalam mendapatkan program-program Pemko Medan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan berbagai jenis bantuan kepada warga yang membutuhkan. Sementara, kepling merupakan ujung tombak pemerintah.

“Jadi kepling itu jangan hanya mendata dan memberikan informasi, tapi harus membantu warganya untuk bisa mengurus persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan bantuan yang dimaksud. Kepling harus ‘jemput bola’, pastikan semua program yang disiapkan Pemko Medan berjalan di lingkungan yang anda pimpin,” ujar Mulia kepada sejumlah kepling yang hadir.

Ditegaskan Mulia, saat ini ada sangat banyak program yang disiapkan Pemko Medan untuk menanggulangi kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya program jaminan kesehatan UHC JKMB, bantuan lansia tunggal, bantuan UMKM, bantuan pelayan masyarakat, program bedah rumah, pelatihan-pelatihan kerja, job fair, dan masih banyak program serta bantuan lainnya.

“Belum lagi bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi seperti PKH, BPNT, PIP, dan masih banyak yang lainnya. Sekali lagi, kepling sebagai ujung tombak pemerintah harus memastikan bahwa program-program ini sudah disosialisasikan dan diedukasikan ke masyarakat. Bila masyarakat mengalami kesulitan dalam mengurus persyaratannya, maka kepling harus membantunya,” tegasnya.

Dihadapan perwakilan Kelurahan Kwala Bekala, BPJS Kesehatan, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) dan warga yang hadir pada kesempatan itu, Mulia mengatakan bahwa sejatinya tanggungjawab kepling memang sangat besar, khususnya dalam memastikan jalannya program-program pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, Pemko Medan dan DPRD Medan sepakat untuk meningkatkan kesejahteraan para kepling, yakni dengan menaikkan gaji seluruh kepling di Kota Medan pada tahun 2024 mendatang.

“Kita harapkan peningkatan kesejahteraan tersebut dibarengi dengan peningkatan kinerja kepling dalam melayani warganya. Sebab seyogiyanya, kepala lingkungan bukan hanya sebuah jabatan, tetapi juga pengabdian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Mulia Syahputra juga menggelar kegiatan yang sama pada Minggu (6/8/2023) di Jalan Perjuangan, Lingkungan 13-14, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal. (map)

Ngobrol Bareng Anak Muda Bandung, AHY: Negara Harus Punya Prioritas

BANDUNG, SUMUTPOS.CO- Ratusan anak muda menyambut meriah kehadiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan, di Bandung (5/8). AHY dan Anies hadir untuk ngobrol bareng anak-anak muda soal berbagai isu perubahan dan perbaikan yang menjadi perhatian mereka.

Pada anak-anak muda yang menyesaki ruangan, AHY menguraikan kembali lima klaster persoalan bangsa, disampaikannya dalam pidato politik pertengahan Juli lalu. “Negara harus memiliki prioritas yang tepat. Jangan besar pasak daripada tiang,” tegas AHY mengomentari anggaran infrastruktur dan utang luar negeri yang terus naik.

Bicara usai AHY, Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan juga menegaskan visi perubahan yang diusung koalisi. “Ruang-ruang kreativitas harus dibuka,” kata Anies sembari memuji anak-anak muda Bandung.

“Bandung harus terus memasok kreativitas bagi bangsa,” tegas Anies lagi.

Selain bertemu ratusan anak muda, AHY dan Anies juga akan bertemu dengan ribuan warga Bandung, Cimahi dan sekitarnya serta perwakilan dari 27 kabupaten/ kota di seluruh Jawa Barat, hari Minggu (6/8). (adz)

MIS Miftahul Jannah Membangun Pondasi Siswa yang Islami

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kemakmuran Masjid Raya Miftahul Iman Jalan Panglima Denai Medan berharap, Madrasah Miftahul Jannah sebagai bidang sosial pendidikan dimiliki BKM, bisa mencetak siswa dengan SDM berpondasi Islami sejalan dengan kebutuhan yang semakin kompleks.

Harapan tersebut tertuang dalam rangkuman pada acara Laporan Pertanggungjawaban Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah, yang dilaksanakan di sekolah tersebut berada di Komplek Masjid Raya Mistahul Iman, Jumat (04/08/2023) malam bada Shalat Isya.

Acara tersebut dihadiri Ketua BKM H Syamsuri, Sekretaris BKM Kariadi Bakat, H Bisri Batubara MPd Bendahara, H Rahmat Efendi SSos Bidang Pembangunan, Drs Samingin MA Bidang Pendidikan dan Wagianto.

Sedanghkan dari pihak yayasan sebagai pengelola madrasah tampak hadir Ketua Yayasan MIS Miftahul Jannah Ustad Khairul Fahmi MPdI, Pengawas Ustad Ridwan Harahap MPd dan Ustad M Yusuf Siregar S Fil I, Kepala MIS Miftahul Jannah Surya Ibdrawati Prtistiwa Spd dan jajaran pendidik di madrasah tersebut.

Acara LPj tersebut dipandu oleh Zam Harif SPd (Sekretaris yayasan) ditandai dengan penyerahan hasil laporan terkait perkembangan madarasah dan rencana kerja yang dibukukan setiap satu semester. Berkas diserahkan oleh Kepala Madrasah kepada BKMR Miftahul Iman setelah mendapat persetujuan dari forum yang hadir.

Ketua Yayasan Ustad Khairul Fahmi MPdI didampingi Kepala MIS Miftahul Jannah Surya Indrawati P SPd selaku pengelola menyebutkan, antusias masyarakat terhadap pendidikan di madrasah tersebut dari tahun ke tahun menujukkan perkembangan cukup baik, terutama dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, setelah pihak BKM yang didukung masyarakat jamaah membangun sarana dan prasarana gedung sebagai penunjang proses balajar mengajar.

Anak Yatim Gratis

Jumlah siswa setiap tahun yang mendaftar selalu over kapasitas, sehingga mereka terpaksa membatasi yang mendaftar karena keterbatasan ruang belajar. Jumlah siswa yang dibina di sekolah berbasis islami tersebut menurut data sudah lebih dari 500 orang, dari jumlah tersebut puluhan siswa mengikuti pendidikan secara gratis karena berstatus sebagai anak yatim (dengan katagori tertentu).

Oleh sebab itu, mereka sebagai pengelola yayasan berharap tahun selanjutnya bisa dibangun ruang belajar baru sebagai antiisipasi minat siswa yang mendaftar untuk bisa sekolah di MIS Miftahul Jannah, tambah Wakil Kepala MIS Miftahul Jannah, Fadlansyah M Sos.

Menyahuti harapan pengelola yayasan tersebut, pihak BKMR Miftahul Iman selaku pemilik menyatakan siap dan akan mengambil langkah langkah strategis dalam rangka penyediaan ruang belajar baru dengan memanfaatkan lahan yang masih tersedia di lokasi masjid.

Ketua BKM bersama Bidang Pembangunan, Pendidikan, Bendahara dan lainnya akan melakukan koordinasi bersama para jamaah selaku pewakaf, sebagaimana selalu dilakukan untuk perbaikan sarana dan prasarana masjid, karena keberadaan madrasah merupakan bagian dari Masjid Raya Miftahul Iman dan pemberdayaannya untuk kemakmuran masyarakat sebagai jamaah.

Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid Raya Miftahul Iman (BKMRMI), Kariadi Bakat SE pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap hasil dari LPj yang dilaksanakan.

‘Semangat pengelola yayasan, para guru dan staf di MIS Miftahul Jannah sungguh luar biasa. Berkembang jauh dibanding beberapa tahun sebelumnya yang kondisinya sangat memprihatinkan,’ sebut Kariadi Bakat.

Dia berharap untuk selanjutnya, agar semua pihak, stekholder ikut berkontribusi dan mendukung pertumbuhan sarana pendidikan milik umat tersebut, dengan hmm membangun pondasi komunikasi dan informasi secara kompak sejalan dengan kebutuhan, tambahnya. (rel/sih)

ITSI Kembali Buka Seleksi Mahasiswa Gelombang IV

Tes: Calon Mahasiswa ITSI tengah melakukan tes fisik, yang merupakan bagian dari seleksi, kemarin (4/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang IV Tahun Ajaran 2023/2024, di Lapangan Bola, Kampus Institut Teknologi Sawit Indonesia, Jalan Willem Iskandar, Medan, Jumat (4/8).

“Hari ini kita adakan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang IV dengan jumlah pendaftar sebanyak 90 orang undangan. Namun yang hadir hari ini ada 73 orang secara keseluruhan karena beberapa orang lainnya berhalangan hadir dengan alasan yang bisa kita terima dan kita toleransi,” jelas Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Sawit Indonesia, Pada Mulia Raja, di sela-sela kegiatan seleksi.

Menurut Raja, dari 73 orang calon mahasiswa yang mengikuti seleksi, di antaranya adalah mereka yang kemarin tidak bisa hadir dalam seleksi gelombang ke III. “Jadi diseleksi ini ada calon mahasswa yang tidak bisa hadir pada seleksi gelombang kemarin, dan kita undang kembali untuk mengikuti seleksi pada gelombang ini. Dan nantinya juga yang tidak bisa hadir pada gelombang ini akan kita undang kembali pada seleksi gelombang berikutnya,” jelas Raja kembali.

Institut Teknologi Sawit Indonesia merupakan Perguruan Tinggi Perkebunan milik BUMN yang bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebuanan (STIP-AP) sejak 15 Desember 2021.

Raja menyampaikan, dengan adanyanya seleksi gelombang ke IV ini akan mendapatkan mahasiswa-mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan industri sama seperti pada seleksi gelombang-gelombang sebelumnya.

“Dengan seleksi ini harapannya masih tetap sama dengan seleksi pada gelombang-gelombang sebelumnya, yaitu mampu mendapatkan mahasiswa-mahasiswa yang kriterianya sesuai dengan kebutuhan dari industri. Untuk itu, ada beberapa tahapan-tahapan yang dilakukan dalam seleksi,” terang Raja.

Dalam proses seleksi dilaksanakan beberapa tes, mulai dari seleksi dalam tes fisik, psikotest, dan juga pengetahuan. Setelah selesai ujian di hari ini, akan ada lagi tes yang dilakukan, yaitu hari ini (5/8) akan diadakan tes akademik dan psikotest.

Sementara itu, Rekor ITSI Medan, Aries Sukariawan, S.P.,M.P. berharap, pada gelombang ke IV ini banyak yang lulus seleksi seperti gelombang-gelombang sebelumnya. “Sehingga kita dapat mahasiswa yang cukup sesuai target,” ucap Aris.

Untuk tahun ini target mahasiswa keseluruhan adalah 666 mahasiswa, baik dari regular maupun beasiswa.

Aris menambahkan, ada 2 gelombang lagi yang akan diundangan mengikuti seleksi berikutnya. Di antaranya, satu gelombang beasiswa holding 30 orang kuota, melalui jalur PMBK atau penyelurusan minat bakat. Dan satu gelombang lagi adalah jalur khusus.

“Namun, ada 1 gelombang lagi yaitu beasiswa lagi, yang sudah masuk melalui proses seleksi dari Badan pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Jadi kita tinggal tunggu dari pusat,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, juga ada gelombang khusus yang diadakan bila masih ada kursi yang kosong. Ini biasanya dibuka setelah selesai semua proses dan hasil seleksi semua gelombang keluar. Untuk informasi penting, gelombang khusus sudah dibuka sejak Jumat (4/8) hinga 26 Agustus 2023. (ika/ila)

Gubsu Lantik 251 Kasek

LANTIK: Gubernur Edy Rahmayadi melantik 251 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB di Aula Tengku Rizal Nurdin.BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebulan jelang berakhir masa jabatannya pada 5 September 2023, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan pelantikan terhadap 251 Kepala Sekolah (Kasek) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.

Ratusan Kasek yang dilantik, yakni, Kasek SMA, SMK dan SLB yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Jumat (4/8) pagi. Pelantikan Kepsek secara langsung dan online (zoom).

Kemudian, di waktu bersamaan Gubernur Sumut juga melantik Pejabat Eselon III dan Pejabat Eselon IV. Pelantikan itu dihadiri Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, Kepala Badan Kepegawaian Safruddin, dan saksi yaitu Kadis Kesehatan Alwi Mujahit Hasibuan dan Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Rajali.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Edy Rahmayadi menginstruksikan para Kasek untuk memanajemen sekolah dengan baik. Tujuannya, agar murid-murid menjadi pintar. Sebab mereka kelak menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. “Kau ajari murid-murid itu. Bagaimana caranya si murid-murid itu ketemu dari jawaban job desk kalian, itu seni, sambil kalian bergembira membawanya, menggiring mereka, anak-anak kalian yang kalian kasihi,” ucap mantan Pangkostrad itu.

Dalam melaksanakan tugas sebagai Kasek, Edy Rahamayadi menekankan agar dipahami bahwa ada santi aji dan santi karma dalam bahasa sansekerta, dalam kepemimpinan.

“Santi aji membawa dia, memberikan arahan-arahan kepada anak-anak sekolah berdasarkan referensi yang ada,” terang Edy Rahmayadi.

Santi karma, lanjutnya, adalah contoh tauladan. Apa yang diucapkan dalam janj itu, maka wujudkan dalam santi aji, dalam santi karma. “Jangan sampai murid kalian nanti bodoh, tapi nantinya murid lebih pintar dari kita, dan itulah harapan kita,” terang Edy Rahmayadi lagi.

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga meminta para Kasek janganlah hanya fokus mengurusi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saja.

“Ada pembinaan pangkalan, ada pembinaan sekolahan, tanggung jawab kamu itu kepala sekolah,” tegas Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy Rahmayadi mengimbau para Kasek memaksimalkan jam belajar untuk memacu peningkatan kualitas keilmuan para siswa. Karena itu pula, Kasek harus memetakan sasaran pembelajaran jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Kepada sekolah jangan datang terlambat, begitu masuk diam. Tempatnya AC, tidur, diam. Nanti jam 12 dia pula pulang duluan. Pulang, makan sana-makan sini,” kata Edy Rahmayadi.

Untuk itulah, lanjut Edy Rahamayadi, masing-masing kepala sekolah harus menjalankan pembinaan guru. “Siapapun yang muridmu di situ, adalah tanggung jawabmu, apapun agama dia, apapun suku dia,” tegas Edy Rahmayadi.

Gubsu Edy menegaskan, sangat membutuhkan guru untuk membangun Sumut dari sektor pendidikan. Ia pun menyatakan siap mengapresiasi Kasek yang berprestasi.

“Yang pastinya saya butuh kalian. Makanya saya katakan, kepala sekolah yang masuk rangking 1 sampai 10, belikan dia mobil, kasih mobil,” pungkas Gubsu Edy.(gus/ila)