28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1284

Dorong Pemko Bentuk Satgas Mafia Gas, DPRD Medan Panggil Pertamina Pekan Depan

Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution, mendorong Pemko Medan melalui Diskop UKM Perindag dan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan untuk membentuk tim gabungan berupa Satgas Mafia Gas guna mengusut dan mengatasi masalah kelangkaan LPG 3 kg di Kota Medan. "Terkait kelangkaan LPG 3 kg di Kota Medan, kita minta Diskop UKM Perindag Kota Medan dan OPD terkait lainnya untuk membentuk tim atau tepatnya Satgas Mafia Gas," ucap Mulia kepada Sumut Pos, Kamis (27/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution, mendorong Pemko Medan melalui Diskop UKM Perindag dan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan untuk membentuk tim gabungan berupa Satgas Mafia Gas guna mengusut dan mengatasi masalah kelangkaan LPG 3 kg di Kota Medan.
“Terkait kelangkaan LPG 3 kg di Kota Medan, kita minta Diskop UKM Perindag Kota Medan dan OPD terkait lainnya untuk membentuk tim atau tepatnya Satgas Mafia Gas,” ucap Mulia kepada Sumut Pos, Kamis (27/7/2023).

Dikatakan Mulia, pembentukan satgas tersebut dinilai sangat penting untuk memberantas praktek kecurangan yang dilakukan para mafia gas yang ada di Kota Medan.

Pasalnya, tindakan para mafia gas tersebut jelas-jelas sangat merugikan masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai pengguna LPG 3 kg.

“Kemudian kelangkaan gas 3 kg ini juga sangat ‘memukul’ para pelaku UMKM, sementara saat ini Wali Kota Medan sedang berfokus untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM. Untuk itu Satgas Mafia Gas ini harus segera dibentuk dan bekerja, agar masalah kelangkaan gas 3kg ini dapat segera diselesaikan,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, lanjut Mulia, Komisi III DPRD Medan juga telah memanggil pihak Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas masalah kelangkaan gas di Kota Medan.

“Kita di Komisi III sudah memanggil pihak Pertamina untuk hadir dalam RDP. Masalah ini harus segera dibahas dan dituntaskan, kita tidak mau masalah ini berlarut-larut, sebab kelangkaan gas 3 kg ini sudah sangat menyulitkan masyarakat dalam beraktifitas, baik aktivitas rumah tangga maupun ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Benny Iskandar Nasution mengatakan, pihaknya telah menyurati Pertamina terkait kelangkaan LPG 3 kg. Bahkan, Pemko Medan juga akan meminta Pertamina untuk menambah suplai LPG 3 kg.

“Terkait kelangkaan LPG 3 kg, kita sudah menyurati Pertamina. Bahkan, kita nanti akan minta agar dilakukan penambahan suplainya,” ucap Benny kepada Sumut Pos, Kamis (27/7/2023).

Terkait indikasi adanya kecurangan seperti penimbunan di tingkat pangkalan gas, Benny tidak menampik jika praktik-praktik kecurangan tersebut bisa saja terjadi disana. Untuk itu, pihaknya akan segera membentuk tim untuk memantau pendistribusian LPG 3 kg dan mengusut masalah tersebut di Kota Medan.

“Kalau pangkalan (gas) kan selama ini sudah kita awasi, namun bisa saja ada yang selip. Makanya sekarang kita sedang membuat tim untuk memantau itu benar-benar,” tutupnya.
(map/ram)

Aryaduta Medan dan IHGMA DPD Sumut Menggelar Bazar Makanan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati hari Kuliner Sedunia yang jatuh pada 25 Juli 2023, Aryaduta Medan mengadakan bazar makanan di The Kitchen Restaurant – Aryaduta Medan mulai hari ini, Jumat (28/7/2023) hingga Minggu (30/7/2023) pukul 18.00 – 21.00 WIB . Bazar makanan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kampanye Sap7a Rasa yang dilaunching pada 10 Mei 2023 lalu di seluruh Hotel Aryaduta Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk merayakan kekayaan rasa dalam kuliner Indonesia dengan menawarkan hidangan-hidangan khas dari daerah setiap Hotel Aryaduta yang mencerminkan tujuh rasa, yaitu asin, manis, asam, pedas, pahit, lemak, dan umami. “Aryaduta Medan bekerja sama dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Sumut, bersama 9 hotel lain di Medan dan Berastagi, antara lain Grand Mercure Medan Angkasa, Santika Dyandra Hotel & Convention Medan, Hotel Sibayak Internasional Berastagi, Grand Kanaya Hotel Medan, Four Points by Sheraton Medan, Emerald Garden, Harper Wahid Hasyim, Griya Hotel dan M Hotel Medan, menyajikan 10 menu khas nusantara terbaik dengan konsep all-you-can-eat,” kata Maria Sinambela selaku Marcom Manager Aryaduta Medan melalui siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Jumat (28/7/2023)

General Manager Aryaduta Medan yang sekaligus Bendahara IHGMA DPD Sumut – Silvey Tangkilisan menambahkan, selain untuk memperingati hari Kuliner Sedunia, Aryaduta Medan sangat bangga menjadi tuan rumah bazar makanan yang bekerjasama dengan IHGMA, yang merupakan event ketiga sebagai bagian dari program kerja IHGMA, dan akan turut serta berpartisipasi mendukung penuh program kerja berikutnya.

“Pada bazar makanan ini, Aryaduta Medan menyajikan menu andalan yang terinspirasi dari menu launching Sap7a Rasa yang lalu, yaitu Nasi Bakar Beef Saksang, puding dan Avocado Mousse. Selain bisa menikmati 10 (sepuluh) menu andalan dari masing-masing hotel yang turut berpartisipasi, pengunjung juga dapat menikmati live music dan berkesempatan mendapatkan voucher kamar bagi para pemenang lucky draw,” ungkap Silvey.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bazar makanan dan produk-produk kuliner dari Aryaduta Medan, tamu-tamu Aryaduta Medan bisa mendapatkan informasi lewat akun Instagram resmi Aryaduta Medan: @aryadutamedan, @ihgmasumut atau bisa menghubungi nomor reservasi Food & Beverage Department di nomor 0821-1248-9654. (rel/adz)

Inalum Lakukan Sosialisasi Penanganan Stunting di Kawasan Operasional

Inalum saat sosialisasi penanganan stunting di masyarakat sekitar daerah operasional.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Anak Nasional, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan sejumlah kegiatan untuk pencegahan stunting dengan mengangkat tema “Inalum Lakukan Sosialisasi Penanganan Stunting di Kawasan Operasional”. Pada kegiatan kali ini, perusahaan berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk memberikan pengetahuan atau ilmu – ilmu kepada masyarakat sekitar mengenai pencegahan stanting.

Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin Ende mengatakan bahwa program ini merupakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Sekaligus komitmen perusahaan dalam menciptakan generasi penerus yang baik dan sehat di Kawasan operasional Inalum.

“Inalum sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia pada Hari Anak Nasional 2023 ini kembali melakukan komitmen untuk mempersiapkan generasi penerus Indonesia dengan membantu Indonesia memberantas stunting. Kami berharap kolaborasi dan kerja baik ini bisa memberikan dampak positif dan memberikan kebaikan untuk masa depan Indonesia yang memiliki visi Indonesia Bebas Stunting 2030,” ujar Mahyaruddin.

Untuk Kabupaten Batu Bara, Inalum melakukan penanganan stunting terhadap 30 balita stunting yang berasal dari 30 keluarga di Kawasan operasional Inalum yaitu Desa Kuala Indah dan Desa Kuala Tanjung. Upaya tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu edukasi dan sosialisasi perbaikan gizi balita, bantuan pemberian makanan tambahan untuk balita, pelatihan memasak variasi makanan bergizi, keterlibatan karyawan dalam program bapak asuh, dan senam untuk ibu hamil. Tidak hanya itu, Perusahaan juga memberikan bantuan sebanyak 30 paket PMT yang berisi beras merah, kacang hijau, biskuit bayi, multivitamin, sayuran, dan sembako.

Sedangkan di Paritohan Kabupaten Toba, Inalum melakukan pemeriksaan pencegahan stunting kepada 150 anak. Selain itu, program pencegahan juga dilakukan kepada 100 peserta terdiri dari masyarakat, kader pencegahan stunting dari sekolah SD sampai dengan SMA di Pintu Pohan Meranti.

“Saya berharap anak-anak di sekitar operasional menjadi penerus bangsa, generasi penerus yang terbaik. Saat ini stunting masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia. Oleh karena itu pada Hari Anak Nasional, saya meminta tidak hanya kepada perusahaan tapi juga seluruh masyarakat sekitar untuk terus semangat dalam mencegah stunting untuk para generasi penerus kita,” ok ungkasnya. (rel/tri)

Stok Gas di Medan Utara Perlahan Membaik, Warga Pakai KK dan KTP Untuk Membeli Tabung Gas

GAS : Persediaan Gas di Kawasan Medan Utara perlahan sedikit membaik, yang sebelumnya terjadi kelangkaan yang sangat signifikan selama dua pekan terakhir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Persediaan Gas di Kawasan Medan Utara perlahan mulai membaik, yang sebelumnya terjadi kelangkaan yang sangat signifikan selama dua pekan terakhir.

Beberapa Pangkalan yang ada di Kawasan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan sudah ada yang menerima beberapa tabung gas.

Pangkalan Gas milik Maryono, Kamis (27/07/2023) menerima sekitar 265 tabung gas isi yang masuk Ke Pangkalannya.

Sebelumnya pada dua Minggu belakangan hanya masuk sekitar 123 tabung gas isi, malah semakin hari semakin berkurang.

“Sebelumnya hanya sekitar seratusan aja bang yang masuk, makanya semua pelanggan pada ngeluh, karena cuma dapat sedikit,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, untuk kisaran harga masih berkisar diantara Rp18 ribuan per tabungnya.

Terpisah, Toko Kelontong milik Ana, di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, memberlakukan sistem pakai KK atau KTP dalam setiap pembelian satu tabung gas.

Pemberlakuan ini sudah dibuatnya seminggu yang lalu, dengan tujuan dengan langkanya gas sekarang ini gas bisa terjual merata kepada setiap warga.

“Jadi kenapa dibuat seperti itu, kadang kadang warga satu orang saja bisa beli dua sampai empat tabung gas, jadi yang lain gak kedapatan,” ucapnya.

Ana pun menambahkan, dengan pemberlakukan ini, jadi setiap warga minimal satu rumah bisa mendapatkan jatah satu tabung gas.

UIN Sumatera Utara Memerlukan Super Tim

38 PEJABAT: Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MAg usai melantik 38 pejabat perguruan tinggi tersebut, Kamis (27/7).

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr Hj Nurhayati MAg melantik 38 wakil dekan, wakil direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala pusat dan kepala UPT masa bakti 2023-2027.

Pelantikan digelar di Gelanggang Mahasiswa UIN Sumatera Utara Jalan IAIN Medan, Kamis (27/7). Rektor meminta pejabat kampus agar berniat benar dan tulus dalam menjalankan tugas.

Prof Dr Hj Nurhayati MAg meyakini bahwa sebagai insan cendikia dan ulul albab, pejabat baru akan melaksanakan tugas dan amanah dengan ikhlas dan percaya diri sehingga dapat lancar dan mendapat berkah.

Untuk kemajuan kampus, rektor meminta semua pejabat ikut membangun dan menjaga kebersamaan, kekompakan dan bersama-sama membangun UIN Sumatera Utara. ”Jaga integritas. Berikan layanan terbaik atau service excellent, harus bersifat melayani. Bekerjalah optimal sesuai dengan tupoksi demi kemajuan kampus,” tegas rektor.

Rektor juga berpesan untuk meningkatkan kualitas akademik untuk peraihan akreditasi unggul. Kemudian memahami, menerapkan administrasi dan keuangan dan perencanaan dengan baik. Juga fokus pada perbaikan dan pembenahan kemahasiswaan.

Prof Dr Hj Nurhayati MAg mengariskan bahwa UIN Sumatera Utara memerlukan super tim, bukan superman atau super women. Namun tim super yang mampu bekerja sama dan berkolaborasi memberikan pengabdian terbaik.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Dr Sugeng Wanto MAg, Dr Fatimah Zahara MA dan Dr Nurul Huda Prasetiya MA (wakil dekan fakultas syari’ah dan hukum) serta Dr Elly Warnisyah Harahap MAg, Dr Muhammad Nuh Siregar MA dan Dr Uqbatul Khoir Rambe MA (wakil dekan fakultas ushuluddin dan studi Islam).

Prof Dr Candra Wijaya MPd, Dr Muhammad Dalimunte MHum dan Dr Muhammad Rifa’i MPd (wakil dekan fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan) serta Dr Hasnun Jauhari Ritonga MA, Dr Elfi Yanti Ritonga MA dan Dr Anang Anas Azhar MA (wakil dekan fakultas dakwah dan komunikasi).

Dr Isnaini Harahap MAg, Dr Fauzi Arif Lubis MA dan Dr Marliyah MAg (wakil dekan fakultas ekonomi dan bisnis Islam serta Dra Retno Sayekti MLis, Dr Abdul Karim Batubara MA dan M Yoserizal Saragih SAg MIKom (wakil dekan fakultas ilmu sosial).

Dr M Ridwan MAg, Dr Nurhanifah MA dan Prof Dr Achyar Zein MAg (wakil dekan fakultas sains dan teknologi) serta Dr Hasrat Efendi Samosir MA, Dr Asnil Aidah Ritonga MA dan Dr Irwansyah MH (wakil dekan fakultas kesehatan masyarakat).

Prof Dr Nurussakinah Daulay MPsi (wakil direktur pascasarjana), Dr Muhammad Yafiz MAg (ketua lembaga penjamin mutu, Dr Nispul Khoiri MAg (ketua lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat), Dr Chuzaimah Batubara MA (kepala pusat pengembangan standar mutu) dan Khairina Tambunan MEI (kepala pusat audit dan pengendalian mutu).

Dr. Mustapa Khamal Rokan MH (kepala pusat pendampingan dan pengembangan mutu mahasiswa), Dr Muhammad Irwan Padli Nasution MM (kepala pusat penelitian dan penerbitan), Putra Apriadi Siregar MKes (kepala pusat pengabdian kepada masyarakat) dan Fitri Hayati SE MA (kepala pusat studi gender dan anak).

Muhammad Ikhsan ST MKom(kepala pusat teknologi informasi dan pangkalan data), Dr Watni Marpaung MA (kepala pusat pengembangan bahasa), Rahmat Daim Harahap MAk (kepala pusat pengembangan bisnis, Prof Dr Ansari MA (kepala pusat layanan internasional dan Hildayati Raudah Hutasoit S.Sos (kepala perpustakaan). (dmp)

Pembangunan Underpass Jalan Juanda, Pemilik Dalitan Coffee Layangkan Gugatan ke PTUN Medan

Disain Underpass Juanda, Kota Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tim kuasa hukum Ir. Hj. Masra Chairani Dalimunthe pemilik Dalitan Coffee, melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, terkait dengan pembangunan Underpass di Jalan Juanda, Kota Medan.

Kuasa Hukum Dalitan Coffee, H. Refman Basri, SH, MBA menyatakan, gugatan tersebut sudah diserahkan ke PTUN Medan, Rabu (26/7/2023) kemarin.

Dalam layangan gugatan tersebut, tergugat pertama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Kota Medan.

Tergugat dua, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan. Tergugat ketiga, Wali Kota Medan. Tergugat keempat, Gubernur Sumut, Tergugat kelima, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tergugat keenam, Dekan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), dan tergugat ketujuh, Mendikbudristek cq Rektor USU.

Dirinua mengharapkan majelis hakim PTUN Medan mengabulkan seluruh materi gugatan tersebut, dengan menunda dan menghentikan pembangunan Underpass di Jalan Juanda Medan, tepatnya setelah Jembatan Sungai Deli Medan, menuju Jalan Sisingamangaraja Medan dan melewati Jalan Brigjend Katamso Medan.

“Mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan objek sengketa, yang dimohonkan penggugat. Memerintahkan para tergugat, untuk menunda dan menghentikan seluruh aktifitas dan kegiatan yang berkaitan, dengan pembangunan Underpass yang menjadi objek sengketa. Berupa tindakan faktual pembangunan Underpass tersebut,” kata Refman kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).

Refman meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan dan menyatakan tidak sah, tindakan Pemerintahan yang dilakukan oleh tergugat 1 sampai dengan tergugat VII berupa tindakan faktual Pembangunan Underpass tersebut.

“Mewajibkan tergugat 1 sampai dengan tergugat VII, untuk tidak melakukan tindakan Pemerintahan dan menghentikan tindakan Pemerintahan berupa tindakan faktual Pembangunan Underpass tersebut,” kata Refman.

Refman mengungkap pihaknya sudah menyampaikan surat penolakan pembangunan ke Wali Kota Medan, Bobby Nasution, Presiden RI, Joko Widodo, DPR RI hingga Ombudsman RI. Namun, tidak mendapatkan respon. Sehingga pihaknya, melakukan gugatan ke PTUN Medan.

Refman mengungkap menyayangi kajian dilakukan oleh Fakultas Teknik USU. Dimana, pembangunan Underpass itu, hanya terkena pelebaran sebelah kiri dari Jalan Juanda menuju persimpangan Brigjen Katamso. Sedangkan bagian kanan alah sebalik tidak terkena pelebaran. Hal ini, pembangunan tidak menciptakan keadilan.

“Kenapa pelebaran jalan sebelah kiri saja, sebelah kanan nggak, ada apa atau ada apa ini atau apa ada hotel itu, hotel tuh ya kan?. Habis itu, mall perlengkapan rumah juga tidak terkena. Itu pendapat saya, bahwa pelebaran itu harusnya kiri kanan,” jelas Refman.

Dengan itu, Refman mengaku merasa terzolimi, karena usaha-usaha kecil yang menjadi korban pembangunan tersebut. Sedangkan, pengusaha besar seperti ada hotel hingga mall perlengkapan rumah tangga, tidak terkena imbas pembangunan Underpass tersebut.

“Nah pengukuran dilakukan selama ini, gak pernah sebelah kiri aja lah. Kan enggak ini, teknis. Saya akan pertanyakan nanti ilmu apa yang dipakainya, melebarkan jalan itu sama harusnya kan kiri dan kanan sama, ini tidak,” ucap Refman.

Refman mengkritik soal pembangunan patung di bundaran Jalan Juanda. Yang dinilai akan membuat macet di sekitar jalan tersebut.

Begitu juga, Puluhan pekerja Dalitan Coffee di Jalan Juanda, Kota Medan menggelar unjuk rasa di Kantor Camat Medan Maimun, di Jalan Melati, Kota Medan, Selasa pagi, 18 Juli 2023, sekitar pukul 09.00 WIB.

Pembangunan rencana Underpass ini, akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Massa menilai akan memberikan dampak buruk bagi pelaku usaha di sekitar jalan Juanda seperti akan dialami Dalitan Coffee, akan tutup dan pekerjaan harus di PHK.

Refman juga mengungkap jangan sampai underpass mengurangi kemacetan, tapi membuat hancur usaha masyarakat. Hal itu, dia mencontohkan pembangunan Underpass Titi Kuning di Jalan AH Nasution, Kota Medan. Banyak usaha dan tokoh-tokoh jadi tutup. Kemudian, di jalan tersebut, tetap saja terjadi kemacetan.

“Kolaborasi menghancurkan usaha kecil masyarakat di sepanjang jalan. Ya kita lihat juga underpass Titi Kuning itu. Tidak menghindari Kemacetan, malah tambah macet sampai di atas macet Titi Kuning,” sebut Refman.

Refman menjelaskan Pemko Medan harus melakukan kajian ulang untuk mengurai kemacetan di Jalan Juanda, Medan. Ia menilai tidak meski untuk mengurangi kemacetan dengan membangun underpass, bisa dilakukan rekayasa jalan dengan menerapkan satu arah.

“Jadi, bukan jadi yang yang perlu kita lihat di sumber kemacetan. Jangan gara-gara orang orang lancar, kita jadi apa hancur kan gitu. Usaha usaha kecil semua di sana dan rata-rata itu adalah pribumi,” kata Refman dengan tegas.

Demi menyelamatkan 20 pekerja Dalitan Coffea, Refman mengungkap akan terus berjuang menuntut keadilan. Ia mendukung pembangunan di Kota Medan. Tapi, jangan usaha masyarakat jadi hancur.(gus/ram)

Pemko Medan Segera Bentuk Tim Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota (Pemko) Medan menanggapi situasi kelangkaan LPG 3 kg atau yang akrab disebut gas melon di Kota Medan. Pasalnya sejak beberapa waktu belakangan ini, warga Kota Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas kecil berwarna hijau tersebut.

Bila pun ditemukan, harganya akan jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dikonfirmasi Sumut Pos terkait hal itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan, Benny Iskandar Nasution, mengatakan telah melakukan peninjauan ke lapangan. Hasilnya, stok LPG 3 kg memang sulit ditemukan di pasaran.

Oleh sebab itu, kata Benny, pihaknya telah menyurati pihak Pertamina terkait kelangkaan LPG 3 kg. Bahkan, Pemko Medan juga akan meminta Pertamina untuk menambah suplai LPG 3kg.

“Terkait kelangkaan LPG 3kg, kita sudah menyurati Pertamina. Bahkan, kita nanti akan minta agar dilakukan penambahan suplainya,” ucap Benny kepada Sumut Pos, Kamis (27/7/2023).

Terkait surat yang telah dikirimkan Pemko Medan, kata Benny, pihak Pertamina telah memberikan penjelasan bahwa PT Pertamina tidak pernah mengurangi suplai LPG 3kg ke setiap pangkalan gas resmi di Kota Medan.

“Pertamina sendiri tidak ada mengurangi suplai LPG 3kg. Begitupun, kita akan minta lagi agar dilakukan penambahan suplai LPG 3kg” ujarnya.

Benny pun menerangkan, usai memastikan bahwa Pertamina tidak pernah mengurangi suplai LPG 3kg, pihaknya pun langsung melakukan peninjauan ke lapangan. Hasilnya, indikasi kecurangan justru tertuju pada pengecer.

“Indikasi ‘bermain’ itu ada di pengecernya,” ujarnya.

Terkait indikasi adanya kecurangan seperti penimbunan di tingkat pangkalan gas, Benny tidak menampik jika praktik-praktik kecurangan tersebut juga bisa saja terjadi disana. Untuk itu, pihaknya akan segera membentuk tim untuk memantau pendistribusian LPG 3kg dan mengusut masalah tersebut di Kota Medan

“Kalau pangkalan (gas) kan selama ini sudah kita awasi, namun bisa saja ada yang selip. Makanya sekarang kita sedang membuat tim untuk memantau itu benar-benar,” katanya.

Bila nantinya ditemukan pangkalan gas yang melakukan kecurangan, sambung Benny, maka Pemko Medan akan meminta Pertamina untuk memberikan sanksi tegas, yakni dengan menghentikan suplai LPG ke pangkalan tersebut.

“Bila ada pedagang atau pangkalan yang ‘bermain’, kita akan surati Pertamina agar mereka jangan di kasih (suplai gas) lagi. Dan bisa-bisa nanti ada pidananya kan,” pungkasnya.
(map/ram)

Mayor Laut (P) Feby Awal Romansyah Jabatan Komandan KRI Torani-860

JABATAN: Serah terima jabatan Komandan. KRI Torani-860 dari Mayor Laut (P) Romy Sitorus, S.E, kepada Mayor Laut (P) Feby Awal Romansyah, di Gedung Serbaguna Satrol Lantamal I, Jalan Bengkalis Belawan, Rabu (26/07/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- TNI Angkatan Laut (AL) Lantamal I Belawan, Komandan Satrol Lantamal I Kolonel Laut (P) Sarkolim, S.T, M.Tr.Hanla, M.M, memimpin acara serah terima jabatan Komandan KRI Torani-860 dari Mayor Laut (P) Romy Sitorus, S.E, kepada Mayor Laut (P) Feby Awal Romansyah, di Gedung Serbaguna Satrol Lantamal I, Jalan Bengkalis Belawan, Rabu (26/07/2023).

Mayor Laut (P) Romy Sitorus akan menempati jabatan baru sebagai Komandan KRI BLD, Satkat Koarmada I.

Dalam amanatnya, Komandan Satrol Lantamal I menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kerja sama serta pengabdiannya, dan berharap sukses saat bertugas di tempat yang baru.

” Saya juga mengucapkan selamat kepada Mayor Laut (P) Feby Awal Romansyah atas kepercayaan yang diberikan oleh pemimpin TNI AL sebagai Komandan KRI Torani-860, pertahanan prestasi yang telah dirintis pendahulu dan ditingkatkan dan kembangkan kreatifitas dalam memberikan karya terbaik untuk TNI AL, semoga sukses dalam setiap tugas yang dihadapi,” ujarnya.

Dijelaskannya, pergantian jabatan merupakan salah satu tuntutan organisasi dalam menghadapi dinamika perkembangan Angkatan Laut, jabatan Komandan KRI merupakan jabatan strategis dikarenakan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan alutsista beserta personel pengawaknya, sehingga diharapkan mampu hadir di laut untuk menegakkan hukum dan pertahanan kedaulatan perairan wilayah barat Indonesia, serta dapat menjalankan tugas bantuan kemanusiaan berupa pertolongan di wilayah laut.

Hadir dalam acara tersebut, Kadishum Lantamal I, Para Komandan KRI, ABK ARI, serta prajurit dan PNS Satrol Lantamal I. (mag-1/ram)

Kota Medan Sudah Miliki 2.756 Guru PPPK, Dan Masih Butuh 2.990 PPPK Guru

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mengaku terus fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan. Salah satunya, dengan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di setiap jenjang pendidikan, yakni mulai dari sekolah-sekolah tingkat SD hingga SMP di Kota Medan. Termasuk, melantik para guru sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemko Medan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar mengatakan, sejak tahun 2019 hingga 2022, Pemko Medan telah melantik 2.756 PPPK guru.

“Total, Pemko Medan telah melantik 2.756 PPPK guru sejak tahun 2019 hingga tahun 2022,” ucap Putra, Kamis (27/7/2023).

Dirincikan Putra, dari data yang ada di Disdikbud Kota Medan, pihaknya telah melantik 79 PPPK guru di tahun 2019, sebanyak 1639 orang di tahun 2021, dan 1.083 orang di tahun 2022.

“Kemarin Pak Wali Kota baru melantik sebanyak 1.038 orang PPPK guru untuk tahun 2022. Dengan begitu, total keseluruhan guru PPPK yang ada di Kota Medan hingga saat ini sudah mencapai 2.756 orang,” ujarnya.

Diterangkan Putra, meskipun saat ini jumlah PPPK guru di Kota Medan sudah mencapai 2.756 orang, namun Pemko Medan masih membutuhkan lebih banyak lagi guru berstatus PPPK di Kota Medan.

“Jika dihitung, kita masih kekurangan PPPK Guru sebanyak 2.990 orang. Kenapa kita masih membutuhkan banyak PPPK guru, karena memang dinamika guru ini sangat dinamis, salah satunya karena banyaknya guru-guru kita yang telah memasuki masa pensiun,” katanya.

Untuk mengisi kekurangan tersebut, Putra mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih memberdayakan guru honorer pada sekolah-sekolah di Kota Medan, baik tingkat SD maupun SMP.

“Tentunya kita berharap, kedepannya kebutuhan Kota Medan terhadap PPPK guru ini dapat terpenuhi,” pungkasnya.
(map/ram)

Pencuri Besi Rel Kereta Api Medan-Binjai Ditangkap, KAI Sumut Alami Kerugian Rp 12,6 Juta

PENCURI: Kedua pelaku pencurian besi rel kereta api saat diamankan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumut, meringkus dua pelaku pencurian besi rel kereta api di Petak Jalan Medan-Binjai KM 8+8/9.

Manager PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin menjelaskan peristiwa pencurian itu, terjadi Selasa (25/7/2023) malam. Dari 10 orang terduga pelaku pencurian, petugas Polsuska berhasil mengamankan dua pelaku, masing-masing berinisial S (59) dan A (41).

Sedangkan, 8 orang terduga pelaku, saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Dari aktifitas patroli tersebut, Tim Pengamanan Divre I Sumut, menangkap dua pelaku pencurian, sedangkan delapan orang lainnya melarikan diri,” sebut Anwar, Kamis (27/7).

Petugas keamanan berhasil menyita barang bukti berupa 2 batang rel ukuran 10 meter, 2 buah gergaji besi, 1 buah pahat dan 1 buah sepeda motor matic (tidak ada Nopol). Kedua pelaku bersama barang bukti diserahkan kepada Polsek Sunggal untuk proses hukum selanjutnya.

“Akibat perbuatan para pelaku, KAI mengalami kerugian materi sebesar Rp12.600.000, serta kerusakan prasarana yang dapat berdampak membahayakan perjalanan kereta api,” ucap Anwar.

Anwar mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah bersinergi menindak para pelaku pencuri rel.

“Kemudian, kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kami dan membantu untuk terus menjaga prasarana kereta api. Semoga hal ini, terus menumbuhkan kepedulian kita semua dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan selamat,” tandas Anwar.(gus/ram)