31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1298

Melalui Mangrove dan Pengembangan UMKM Inalum Dorong Industri Pariwisata di Batu Bara

Warga di Pantai Sejarah Kabupaten Batu Bara saat menanam mangrove.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Tahun 2023, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali berkolaborasi untuk merevitalisasi Pantai Sejarah yang merupakan salah satu program peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut) dalam pengembangan Pariwisata dan Konservasi Pantai melalui penanaman mangrove dan perlindungan satwa langka.

Ali Hasian selaku VP CSR Inalum mengatakan, program di Pantai Sejarah ini berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilihat dari perekonomiannya yang menghasilkan akumulasi hingga Rp910 juta/tahun untuk pariwisata dan melahirkan 70 UMKM baru di Pantai Sejarah dengan pendapatan Rp150 – 200 ribu/bulan.

“Adanya program ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Batu Bara dalam membangun pariwisata dan konversasi pantai. Program ini juga membangun inovasi dengan pemanfaatan bahan ramah lingkungan serta peningkatan sumber ekonomi keluarga, seperti pengembangan batik berbahan alam yaitu mangrove yang menjadi salah satu alternatif pemasukan keluarga melalui program pemberdayaan istri-istri nelayan,” Ungkap Ali.

Ali juga menjelaskan bahwa selain nilai ekonomi yang meningkat program di Pantai Sejarah ini yaitu konservasi mangrove telah berhasil menjaga areal hutan mangrove eksisting seluas 15 hektar, dengan melakukan penanaman bertahap selus 5 hektar. Selain itu KTCA juga terlibat dalam penyediaan bibit mangrove untuk ditanam di Pantai Jono, Desa Lalang dan di Pantai Asahan. Ekosistem Mangrove memiliki kemampuan efektif dalam menyerap CO2 hingga 871,9 Ton CO2 perhektar setiap tahunnya.

Ali menambahkan, penghasilan dari kunjungan wisata dan wahana yang mencapai Rp20 juta/minggu dan meningkat di hari libur Rp910 juta/pertahun. Tidak hanya itu, Penghasilan pelaku usaha UMKM yang terlibat sebesar Rp150-200 ribu/minggu untuk 70 orang dan konversi nilai ekonomis ekonomi karbon bila diperhitungkan berdasar harga ekonomis 13 USD/TonCO2, dengan total serapan 871,9 Ton CO2 perhektarnya.

“Saya optimis dengan adanya program ini, masyarakat sekitar dapat terus maju dan berkembang, sehingga dapat melakukan inovasi baru dalam mengembangkan potensi pariwisata,” tutup Ali. (rel/tri).

Ratusan Massa Unras di Kantor Bupati Desak Pencopotan Kabag Hukum DPRD Deliserdang

UNJUKRASA: Ratusan massa berunjukrasa di depan kantor Bupati Deliserdang mendesak agar Kabag Hukum Sekretariat DPRD dicopot.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pejuang Keadilan berunjukrasa di Kantor Bupati dan DPRD Deliserdang. Mereka menuntut agar Kepala Bagian Hukum Sekretariatan DPRD Muhamad Awal, dicopot dari jabatannya karena dugaan melakukan pengutipan uang terhadap pengurusan berkas di DPRD Deliserdang, Senin (17/7).

Dalam orasinya di depan Kantor Bupati Deliserdang, menyampaikan tuntutan untuk pencopotan Kabag Hukum DPRD Deliserdang dengan dugaan pungli dana sosper terhadap Anggota DPRD Deliserdang tahun 2023.

Kehadiran mereka pun diterima oleh Kepala Inspektorat Edwin Nasution di­dam­pingi Kabag Hukum Pemkab Deli­ser­dang Musli, Kepala Satpol PP Marzuki.

Tujuh orang perwakilan massa mendengarkan tanggapan dari Kepala Inspektorat. Disebutkan, inspektorat telah l melakukan pemeriksaan terhadap Kabag Hukum DPRD Deliserdang atas perintah Bupati. Namun Edwin tidak menyampaikan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan.

Karena tidak mendapatkan jawaban yang kongkrit dari Inspektorat dan Kabag Hukum Pemkab Deliserdang. Massa pendemo pun bergerak ke Kantor DPRD Deliserdang.

Aksi massa awalnya diterima oleh Anggota DPRD Deliserdang Dedi Syahputra didampingi Kabag Hukum DPRD Deliserdang. Namun massa menolak aksi mereka diterima oleh keduanya. Namun beberapa menit kemudian, massa diterima oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Deliserdang Mikail TP Purba.

Dalam pertemuan itu, Ketua Fraksi Golkar yang intinya mendukung massa pendemo untuk mendesak aparat penegak hukum melakukan pengusutan yang disampaikan. “Kami fraksi Golkar mendukung pengusutan dilakukan pihak Aparat Hukum mengusut kasus ini. Kita juga bersedia menjadi saksi karena hal itu benar,” tegas Mikail TP Purba.

Usai mendapat dukungan dan penjelasan dari Ketua Fraksi Golkar, ratusan massa bergerak ke Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang. Setelah melakukan orasi sekitar 20 menit, perwakilan massa diterima oleh Kasi Intel Kejari Deliserdang Boy Amali SH. Boy Amali meminta massa memberikan bukti dugaan pungutan liar yang dilakukan Kabag Hukum DPRD Deliserdang dalam waktu seminggu kedepan.

Kordinator wilayah Sumut LSM Pejuang Keadilan Nasional, Victor Nainggolan didampingi Sekertaris Wilayah Sumut Rupai Sembiring dan Kordinator Aksi Yudi Ade Saputra Napitupulu dan David Sinamo, mengatakan tuntutan mereka agar Bupati mencopot Kabag hukum Sekretariat DPRD Deliserdang. “Pecat yang bersangkutan dari ASN, dan lakukan proses hukum dugaan pungutan liar terkait dana sosper yang diterima anggota DPRD,” tegas Victor.(btr/han)

Inalum Konsisten Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumut Melalui Program BABE LUCU

Inalum bersama warga usai meresmikan Program Desa Binaan BABE LUCU (Batu Bara Bersama Lubuk Cuik) di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Berawal tahun 2020, ketika PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meresmikan Program Desa Binaan BABE LUCU (Batu Bara Bersama Lubuk Cuik) di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Program tersebut merupakan salah satu program peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Batu Bara melalui Swasembada Cabai serta kemandirian masyarakat di sekitar Perusahaan yang kebetulan merupakan lumbung cabai di Sumut

Ali Hasian selaku VP CSR Inaum mengatakan, hampir tiga tahun program ini berjalan membuat capaian kinerja program di Desa Lubuk Cuik ini terus meningkat. Hal ini terlihat dari penghasilan para petani setempat yang menghasilkan akumulasi ekonomi hingga Rp42,6 miliar pertahun dan mendukung aktivitas produktif ekonomi lebih dari 400 petani cabai.

“Program BABE LUCU ini ternyata terbukti dapat meningkatkan pendapatan petani setempat yang didominasi oleh petani cabai. Adanya pogram tersebut juga membuat berbagai inovasi baru dari olahan cabai seperti pengembangan produk baru dengan bahan dasar cabai kering seperti produk saus dan abon cabai,” kata Ali.

Ali juga menjelaskan selain nilai ekonomi yang meningkat program BABE LUCU ini juga menciptakan 34 Hektar lahan produktif sebesar 40 persen dengan nilai klaim 20 pesen, irigasi dengan nilai Rp3,4 miliar/tahun.

Tidak hanya itu, program tersebut juga menciptakan pengembangan lahan baru seluas 6,8 Hektar yang penanaman lahan baru tersebut selama 3 tahun mencapai 50 persen dengan hasil pertanian tahunan mencapai nilai Rp550 Juta/tahun. Terhitung total nilai ekonomi dari 85 Hektar lahan menghasilkan Rp42,6 Miliar/tahun.

Selama program ini berjalan, tambah Ali, Desa Lubuk Cuik mendapatkan irigrasi teknis yang optimal sehingga mampu melahirkan efisiensi dan optimalisasi penggunaan air permukaan (aliran air sungai). Kemudian, pertanian cabai yang bernilai ekonomis mendorong tetap terjaganya lahan pertanian yang produktif sehingga menjadi alasan ekonomi dan sosial dalam menahan laju konversi dari lahan pertanian ke pembangunan perumahan atau perkebunan yang lebih memberikan dampak degradative.

Ali berharap dengan adanya Program BABE LUCU ini dapat membantu masyarakat Lubuk Cuik dala menghadapi situasi yang sulit ini, apalagi harga cabai yang tidak menentu.

“Saya optimis dengan adanya program ini, masyarakat sekitar dapat terus maju dan berkembang, sehingga dapat melakukan inovasi baru dengan hasil penennya. Kami juga berkontribusi pada program BABE LUCU ini dengan melibatkan SDM kami, seperti pengerjaan irigrasi yang melihatkan bagian sipil dan lingkungan dan promosi produk yang melibatkan tim media dan humas.” Pungkasnya (rel/tri)

Pj Wali Kota Tebingtinggi Sampaikan Sejumlah Penghargaan Prestasi

SAMPAIKAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menyampaikan nota pengantar pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2022. SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tebingtinggi menggelar rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 Kota Tebingtinggi, dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Wali Kota, di ruang Sidang Utama DPRD Kota Tebingtinggi, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa (18/7).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Basyaruddin Nasution di­dam­­pingi Wakil Ketua I Muhammad Azwar dan Wakil Ketua II Iman Irdian Saragih.

Dalam penyampaiannya, Pj Wali Kota Syarmadani memaparkan hasil realisasi pendapatan dan realisasi belanja yang berkaitan dengan penerimaan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2022.

Pendapatan daerah yang ditargetkan pada APBD Kota Tebingtinggi Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp728 miliar, realisasinya mencapai Rp 663 miliar atau 91,06 persen dari jumlah anggaran yang ditargetkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar 109 miliar, realisasinya mencapai Rp 88 miliar atau 80,75 persen.

Sedangkan jumlah anggaran belanja daerah ditargetkan sebesar Rp 750 miliar dan realisasinya mencapai Rp 680 miliar atau 90,73 persen. Penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp 31 miliar dan terealisasi Rp 31 miliar atau 100 persen, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah dengan target sebesar Rp 9,8 miliar dan terealisasi Rp 9,2 miliar atau 93,44 persen.

Dalam kesempatan itu, Syarmadani juga menyampaikan penghargaan yang telah diterima Pemko Tebingtinggi, penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) peringkat anindya dari Kementerian PPA RI untuk tahun 2022, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) award dari Kemenko PMK RI, penghargaan kategori A atau pelayanan prima unit pelayanan publik dari kementerian lembaga dan pemerintah daerah tahun 2022, penghargaan terbaik I wilayah Sumatera TP2DD dari Kementerian Kominfo RI, penghargaan atas keberhasilan Kota Tebing Tinggi menjadi salah satu dari 50 Kabupaten/ Kota yang telah menyelesaikan program masterplan Smart City dari Kementerian Kominfo RI.

“Penghargaan terbaik ke-2 dari 74 kota yang terdaftar dalam program (I-Sim) for Cities tahun 2022 dari PT. Surveyor Indonesia, APEKSI, dan Kementerian PPN Bapenas Sekretariat nasional SGDs, penghargaan Manajemen ASN terbaik dalam BKN Award kategori special mention-pilot project SIASN,” ungkap Syarmadani.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tebingtinggi mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, penghargaan peringkat 4 dengan kategori kelas tinggi predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2022 dari Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara.

*Penghargaan sebagai pemenang kategori mitra pengendalian inflasi terkolaboratif wilayah Sumatera Utara tahun 2022 dari Bank BI wilayah Sumatera Utara, penghargaan unit pengendali gratifikasi dengan meraih nilai terbaik tingkat nasional kategori pemerintah kota,” jelas Syarmadani.

Sambung Syarmadani, penghargaan sebagai sahabat pers award dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) cabang Sumatera Utara dan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2022 dengan predikat informatif dari Komisi Informasi provinsi Sumatera Utara

“Pemko Tebingtinggi berharap melalui penyampaian Nota Pengantar Ranperda kiranya mendapatkan perhatian, dukungan, sekaligus masukan serta saran pendapat dari anggota Dewan yang terhormat dan sebagai upaya penyempurnaan materi Rancangan Peraturan Daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 dan selanjutnya memperoleh persetujuan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” bilang Syarmadani. (ian/han)

Desa Wisata Kampoeng Lama Masuk Nominasi ADWI 2023

NOMINASI: Wabup Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar apresiasi Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua ST MCOMM atas masuk nominasi Desa Wisata Kampoeng Lama di ADWI 2023.BATARA/Sumut Pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Desa Wisata Kampoeng Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang masuk nominasi 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

“Besar harapan kami, melalui visitasi ke Desa Wisata Kampoeng Lama ini, yang merupakan bagian dari Penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023 Nominasi 75 Besar, memberikan kesempatan bagi kami (Desa Wisata Kampoeng Lama) untuk menjadi desa wisata terbaik di Sumatera Utara, Indonesia, Asia, bahkan dunia,” harap Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar pada kunjungan dan penilaian lapangan Desa Wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023 Provinsi Sumatera Utara di Desa Wisata Kampoeng Lama, Kecamatan Pantai Labu yang dihadiri Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Indra Ni Tua ST MCOMM; dewan juri ADWI 2023, Adi Darmawan dan I Made Wena, Selasa (18/7) pukul 15.00 WIB.

Dijelaskan Wabup, Kabupaten Deliserdang memiliki 128 lokasi daya tarik wisata (alam, buatan dan budaya), 120 hotel non bintang, 11 hotel berbintang, dan 217 rumah makan/restoran.

“Kabupaten Deliserdang dengan Bandar Udara Internasional Kualanamunya menjadi penting karena merupakan pintu masuk ke wilayah barat Indonesia, serta sebagai penyangga destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba, terutama penyangga aksesibilitas (jalan dan bandara) dan amenitas (hotel dan restoran), berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten yang masuk dalam wilayah Danau Toba, yaitu Kabupaten Simalungun dan Karo,” papar Wabup.

Untuk itu, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Deli Serdang, dengan berbagai potensi dan daya tariknya masing-masing.

Desa Wisata Kampoeng Lama merupakan salah satu dari 128 desa lokasi wisata di Kabupaten Deli Serdang.

Desa Wisata Kampoeng Lama memiliki keindahan alam, berupa hijaunya petak-petak sawah yang membentang menjadikan spot pendukung bagi pengunjung untuk datang. Terutama, pada setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Selain menyajikan keindahan alam dan kulinernya, Desa Wisata Kampoeng Lama juga memiliki empat spot pendukung wisata berbasis pendidikan, seperti sanggar seni tradisional dan pendidikan karakter, pelatihan musik dan tari tradisional untuk anak-anak dan remaja sekitar.

Di tempat yang sama, Direktur Tata kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua ST MCOMM, mengatakan dari 150 desa wisata di seluruh Indonesia, salah satunya asalah Desa Denai Lama di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.(btr/han)

Silpa 2022 Dairi Capai Rp142 Miliar Lebih

SERAHKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, saat menyerahkan dokumen Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Dairi TA 2022 kepada Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Selasa (18/7).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, sampaikan nota pengantar atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran (TA) 2022.

Nota pengantar disampaikan pada Sidang Paripurna di Gedung DPRD Dairi yang dipimpin Ketua Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua Halpensius Tondang dan Wanseptember Situmorang, Selasa (18/7) lalu.

Sebelum penyampaian nota pengantar, Sabam mempersilakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Bahagia Ginting, membacakan jumlah surat masuk dan produk DPRD Dairi selama 2023.

Sementara itu, Eddy mengatakan, Ranperda dimaksud telah disesuaikan dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI wilayah Sumatera Utara (Sumut), sebagaimana diterima pada 12 Mei 2023 lalu.

Dalam nota pengantar, Eddy menyampaikan capaian kinerja serta prestasi, yang kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) selama 9 tahun berturut-turut dari BPK, terkait penyajian laporan keuangan Pemkab Dairi TA 2022.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, dan dedikasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun Dairi,” ungkap Eddy.

Eddy juga mengatakan, rekomendasi BPK RI terhadap sistem pengendalian intern dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, akan segera ditindaklanjuti dalam upaya peningkatan tata kelola APBD. Dalam nota pe­ngantar, disampaikan realisasi pendapatan daerah TA 2022 sebesar Rp1.156.956.282.477,79 dari anggaran sebesar Rp1.144.027.253.­000,00. Sementara realisasi belanja sebesar Rp1.123.338.555.302,52 dari total anggaran Rp1.181.752.253.000,00.

Begitu juga penerimaan daerah untuk pembiayaan terealisasi sebesar Rp114.730.263.325,65 dari anggaran Rp44 miliar. Dan pengeluaran daerah untuk pembiayaan terealisasi sebesar Rp6.275.000.000,00. Sementara itu, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD Dairi TA 2022 mencapai Rp142.072.990.500,92.

Usai dibacakan, dokumen nota pengantar Ranperda diserahkan Eddy, didampingi Plh Sekdakab Dairi Dapot Tamba, dan Sekwan, kepada Sabam, didampingi Halvensius dan Wanseptember, untuk dibahas selanjutnya oleh DPRD. (rud/saz)

Bupati Ajak Warga Berwisata ke Taman Kera

BERI MAKAN: Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga saat memberi makan kera di kawasan objek wisata kera Sibaganding Parapat.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) M Fikri M Damanik, meninjau kawasan objek wisata Taman Kera Sibaganding Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/7) lalu.

Dalam kesempatan itu, Radiapoh menyampaikan kepada pengelola, agar terus melestarikan objek wisata tersebut, dengan memberikan inovasi baru. “Jadi ketika pengunjung datang ke taman ini, mereka tidak akan bosan. Dan harus ada juga tempat edukasi untuk mengenal hewan primata di tempat ini,” ungkap Radiapoh.

Radiapoh juga menjelaskan, Pemkab Simalungun akan terus berupaya membantu agar Taman Kera Sibaganding Parapat tersebut bisa dikelola dengan baik.

Selanjutnya, dia pun meminta agar masyarakat atau pengunjung yang datang ke Kota Parapat atau sekadar lewat, jangan memberi makan kepada para kera di jalanan.

“Stop memberi makan kera di jalan kawasan Parapat, Danau Toba. Karena dapat membahayakan lalu lintas pengendara yang lain, dan juga kawanan kera yang ada di pinggir jalan. Di Taman Kera Sibaganding Parapat ini, sudah disiapkan makanan untuk para kera,” tutur Radiapoh.

Sementara itu, Abdurahman Manik, selaku pengelola ojek wisata Taman Kera Sibaganding Parapat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Pemkab Simalungun.

“Saya akan menuangkan ide saya untuk menata dengan baik tempat ini. Sehingga apa yang menjadi saran pemerintah bisa dikolaborasikan dengan (Disbudparekraf), untuk kemajuan tempat ini,” katanya. (mag-7/saz)