31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 1308

Perjuangkan Hak Normatif Pekerja, Partai Buruh Kota Medan Buka Posko Pengaduan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Buruh Kota Medan menegaskan jika hingga saat ini masih banyak buruh di Kota Medan yang belum mendapatkan hak-hak normatifnya meskipun telah bekerja bertahun-tahun di perusahaan tersebut.

Adapun hak-hak normatif yang dimaksud seperti upah, jam kerja/lembur, status hubungan kerja, BPJS Ketenagakerjaan BPJS Kesehatan, THR Keagamaan, PHK/pesangon. Padahal, semua itu diatur dalam perundang-undangan.

Ketua Exco Partai Buruh Kota Medan yang juga Ketua Serikat FSPMI – KSPI Kota Medan, Tony Rickson Silalahi, mengatakan Partai Buruh melalui Executive Committee (Exco) akan mengakomodir keluhan para buruh dengan membuka Posko Pengaduan Ketenagakerjaan bernama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Posko Orange Partai Buruh Kota Medan.

“Kita membuka Posko Pengaduan Ketenagakerjaan yang bernama LBH Posko Orange. LBH Posko Orange ini sebagai bentuk komitmen kita dalam memperjuangkan pemenuhan dan pembayaran hak kawan-kawan Buruh yang mengalami pelanggaran hak-hak normatifnya ditempat kerja oleh pengusaha. Perjuangan pemenuhan hak-hak tersebut akan kita advokasi secara litigasi/hukum maupun non litigasi/diluar hukum,” ucap Tony Rickson, Senin (17/7/2023).

Diterangkan Sekjend Exco Partai Buruh Kota Medan, Hotbinner Silaen yang juga advokat spesialis kasus-kasus Buruh di Kota Medan, sejak posko pengaduan dibuka, total pihaknya sudah memfasilitasi 31 orang pekerja/buruh dari 10 perusahaan.

“Saat ini sudah ada kasus 31 orang Pekerja/Buruh dari 10 perusahaan yang kita advokasi. Kita akan perjuangkan kasus ini hingga sipengusaha bersedia menyelesaikan dan membayar hak-hak Buruhnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua I Exco Partai Buruh Kota Medan yang juga merupakan Direktur LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan, Jemis AG Bangun, menambahkan bahwa kasus yang menimpa 31 orang pekerja tersebut tengah berproses di pengadilan.

“Kasus-kasus 31 orang Pekerja/Buruh dari 10 perusahaan tersebut sudah mulai kami advokasi dan sudah berproses melalui perundingan Bipartit, Tripartit, maupun mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Medan,” katanya.

Untuk itu, Rickson Silalahi mengajak para buruh di Kota Medan yang tidak mendapatkan hak-hak normatifnya untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang mereka siapkan dengan datang langsung ke kantor Exco Partai Buruh Kota Medan atau LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan yang beralamat di Jalan Cemara No. 17A, Brayan Bengkel, Medan Timur.

“Atau bisa juga dengan menghubungi melalui HP/WA di nomor 0831 8720 9033 – 0922 4692 1511 – 0823 6188 8356. LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan yang terdiri dari belasan orang Advokat/Pengacara rakyat siap memberikan bantuan hukum untuk memperjuangkan penyelesaian kasus kawan-kawan Buruh,” tutup Tony.
(map)

Jenazah ABK asal Belawan yang hilang Selama Sepekan, ditemukan di Perairan Selat Malaka

EVAKUASI : Jenazah ABK asal Belawan, Deddy Susilo (37) berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas Kota Medan di Pelabuhan Belawan, Sabtu (15/07/2023) malam.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Anak Buah Kapal (ABK) KM Permata Maju yang dinyatakan hilang saat melepas pukat ke laut di sekitar perairan Selat Malaka pada Minggu, (9/7/ 2023) kemarin, akhirnya ditemukan.

ABK bernama Deddy Susilo (37) itu ditemukan pada Sabtu (15/07/2023) kemarin. Deddy ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jasad mengapung sekitar 40 mil dari lokasi awal dilaporkan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang tengah mencari ikan di arah utara Pelabuhan Belawan. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Basarnas Medan.

“Sore sekitar Pukul 17.25 WIB kita menerima informasi terkait penemuan korban. Selanjutnya kita langsung kerahkan tim menuju lokasi untuk evakuasi korban menggunakan Kapal SAR RB 203,” ujar Budiono, Minggu (16/7/2023).

Budiono menambahkan, Tim Basarnas, tiba di lokasi penemuan mayat sekitar pukul 22.05 WIB. Tim pun langsung mengevakuasi korban.

”Korban kemudian dibawa menuju dermaga Pelabuhan Belawan dan tiba dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di Pelabuhan Belawan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu di dermaga,” ujarnya.

Kronologi kejadian bermula pada Minggu (09/07/2023) pagi sekitar pukul 02.35 WIB saat korban berjalan di sebelah kiri lambung kapal hendak menurunkan pukat ke laut untuk mencari ikan. Nahas, korban tiba-tiba terjatuh ke laut dan hilang.

Kemudian nakhoda kapal dan seluruh kru langsung melakukan pencarian namun tak kunjung ditemukan hingga akhirnya pada Senin,(10/07/2023) siang kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Basarnas Medan.(mag-1)

Produk UMKM Dairi Memikat Hati Pengunjung PRSU

PAVLIUN DAIRI: Paviliun Dairi di arena PRSU ke-49 di Medan memikat hati pengunjung karena masarkan sejumlah produk UMKM.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi memamerkan produk unggulan hasil karya usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada malam pagelaran seni Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 di Medan, Rabu (12/7/2023). Hasil karya tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung PRSU, salah satunya disampaikan Else Siallagan.

“Di sini saya mengunjungi Paviliun Dairi dan tadi saya sudah mencicipi kopi khas Dairi. Rasa kopinya sangat enak dan mengingatkan saya dengan kampung halaman di Dairi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Else juga menyampaikan kekagumannya terhadap tenunan Ulos Silalahi yang telah dimodifikasi menjadi produk turunan berupa jaket, gaun, tas, sepatu, dan beberapa produk lainnya.

“Tenun Ulos Silalahinya memiliki warna yang sangat indah dan diklaim terbuat dari bahan-bahan alami. Warnanya unik dan sangat menarik,” katanya.

Else juga menyampaikan ketertarikannya terhadap produk UMKM yaitu minyak wangi yang terbuat dari sereh.

“Ternyata minyak wangi berbahan utama sereh ini baru diproduksi pada tahun 2023, aromanya sangat menenangkan. Intinya saya sangat terkagum atas produk-produk yang dipamerkan Kabupaten Dairi, keren dan mantap,” ujar Else.

Hal yang sama juga disampaikan Bintang Lesmana Hutasoit, pengunjung Paviliun Dairi, yang menyampaikan ketertarikannya terhadap produk-produk unggulan Dairi.

“Tadi saya sudah mengelilingi paviliun Dairi dan melihat banyak produk-produk unggulan Dairi yang sangat menarik, seperti tenun Ulos Silalahi, Kopi Dairi, dan beberapa produk UMKM lainnya,” ujar Bintang.

Tadi, kata Bintang, kedatangan pengunjung ke paviliun Dairi disambut hangat oleh Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing yang juga hadir dalam acara tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi pertunjukan dan partisipasi Kabupaten Dairi dalam kegiatan PRSU ini. Pengunjung paviliun Dairi sangat ramai, bahkan banyak juga teman-teman yang bukan warga Dairi berkunjung ke sini,” ujarnya.

Pria yang merupakan mahasiswa asal Tapanuli Utara tersebut juga menyampaikan harapannya terhadap produk-produk unggulan Dairi.

“Melalui kegiatan ini, kiranya kebudayaan lokal Kabupaten Dairi semakin banyak dikenal masyarakat, produk-produknya semakin diminati konsumen, serta semakin banyak wisatawan yang menjadikan Dairi sebagai destinasi wisata favoritnya,” ujarnya.

Jika sudah dikenal masyarakat luas, kata Bintang, Kabupaten Dairi akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui sektor pariwisata dan sektor industri kecil menengah yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (rud/ram)

Bupati Dairi: Workshop Kurikulum Merdeka Siapkan Siswa Kompeten, Kreatif, dan Berbudi Pekerti

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu diabadikan bersama peserta workshop, Sabtu (15/7/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menutup Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru kelas I dan IV serta kepala sekolah SD negeri dan swasta se Kecamatan Sumbul, Sabtu (15/7/2023), di Aula SD Katolik Maria Bunda Karmel Sumbul.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, laporan Kepala Dinas Pendidikan, Fatimah Boangmanalu, kegiatan ini mempersiapkan guru menghadapi tahun pelajaran baru serta persiapan pengimplementasian Kurikulum Merdeka.

Eddy KA Berutu menyambut baik kegiatan itu. Dia mengatakan, workshop ini mengajak semua guru mengenal Kurikulum Merdeka. Menyusun strategi pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan situasi sekolah masing-masing.

Disebutkan Eddy, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan memanfaatkan platform Merdeka Mengajar ini di satuan pendidikan di tahun ajaran baru.

“Kurikulum merdeka harus bisa menangkap peluang di masa depan dan menyiapkan siswa yang kompeten serta siap untuk menyambut masa depan yang memberikan semangat serta dukungan untuk bapak-ibu guru dalam menyusun sebuah kurikulum yang bisa memberikan hasil terbaik bagi lulusannya,” kata Bupati.

Dengan adanya workshop ini, Bupati mengharapkan para guru bisa sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan menyisipkan poin-poin penting tentang Kurikulum Merdeka ke dalam administrasi pembelajaran.

“Saya berharap kegiatan ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dalam melahirkan anak didik yang memiliki rasa toleransi, cinta tanah air, dan saling menghormati. Pemkab Dairi akan selalu mendukung penguatan karakter pada anak agar merdeka, bebas berekspresi, kreatif namun tetap menjunjung budi pekerti dan nilai-nilai Pancasila,” kata Bupati mengakhiri.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Fatimah Boangmanalu, Camat Sumbul, Tetap Lingga, Bunda PAUD Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata serta lainya. (rud/ram)

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Gelar Seminar Masyarakat Adat di Nias Selatan

BERSAMA : para peserta seminar diabadikan dengan foto bersama narasumber aliansi masyarakat adat nusantara, Abdon Nababan pada akhir seminar, Jumat, (14/7/2023).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar seminar masyarakat adat di Nias Selatan dengan tema ‘Eksistensi Masyarakat Adat di Nias Selatan dalam Menghadapi Tantangan Global’ di SEM Hotel, Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (14/7/2023).

Pendiri AMAN, Abdon Nababan mengatakan seminar ini perdana dilaksnakan di Nias Selatan. Walau terlihat aman-aman saja, ternyata ada persoalan yang akan menjadi masalah di masa depan di Kepulauan Nias, terutama Nias Selatan.

“Karena isu ini menjadi sangat penting di tengah-tengah situasi yang pasti kita hadapi jauh keras di masa depan di Nias Selatan, juga kami menemukan bahwa 174.000 hektar diduga itu wilayah-wilayah adat dan sekarang dimasukkan secara sepihak oleh pemerintah daerah menjadi kawasan hutan,” tambahnya.

Hak masyarakat adat yang diambil secara sepihak ini akan menjadi perjuangan AMAN untuk memulihkan harkat dan martabat kepulauan Nias Selatan.

“Bahkan kami mendengar dari para peserta seminar bahwa di Kepulauan Tello juga ada dia konsensi besar yang berada di pulau-pulau kecil dan juga diyakini bagian dari wilayah adat. Semua ini kita pastikan menjadi agenda perjuangan bersama lewat seminar ini dan dilanjutkan juga dengan kegiatan-kegiatan lain,” ungkapnya.

Abdon Nababan berharap melalui kegiatan seminar tersebut, semangat peserta ini akan terus tinggi dan akan menjadi perintis dan pelopor untuk gerakan masyarakat adat selanjutnya di Nias Selatan.

“Kepada para peserta tentu saja saya berharap setelah mengikuti seminar ini mereka sudah mulai mendokumentasikan sejarah-sejarah mereka bahkan mulai mematahkan wilayah-wilayah adat sehingga proses di masyarakat adat ini paralel dengan proses kebijakan di pemerintahan Kabupaten Nias Selatan,” imbuhnya.

Abdon Nababan juga mengharapkan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Nias Selatan harus segera berupaya untuk membentuk peraturan daerah tentang pengakuan penghormatan dan perlindungan masyarakat adat di Nias Selatan.
“Jikalau Pemda dan DPRD Nias Selatan ini bisa berjalan, saya yakin mungkin dalam 1-2 Tahun Nias Selatan sudah bisa punya peraturan daerah tentang masyarakat adat dan mulai memproses pengembalian hak-hak adat yang selama ini masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat adat,” harapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kepengurusan aliansi masyarakat adat nusantara di Kabupaten Nias Selatan sudah membentuk tim formatur dengan diketuai oleh Pilton Welcoer Dakhi, Duhu Janolo Giawa Wakil Ketua, Witasa Halawa menjadi Sekretaris, dan Hendriyanto Fau Bendahara.
Sementara Tokoh masyarakat adat Kabupaten Nias Selatan, Hikayat Dachi sangat apresiasi kepada aliansi masyarakat adat nusantara (AMAN) dengan diselenggarakan seminar tentang masyarakat adat di Nias Selatan.
“Terimakasih kepada aliansi masyarakat adat nusantara (AMAN) atas waktunya bisa hadir di Nias Selatan, dan kiranya hak-hak masyarakat adat Nias yang selama dikuasai sepihak oleh pemerintah di kembali kepada masyarakat melalui wadah AMAN,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pdt. Foluaha Bidaya, M.Th M.Div dari tokoh Agama, Hidayat Dachi, tokoh masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Martiman Sarumaha (Akademisi/Rektor Uniraya), dan Elhayati Zagoto, Kabid pengendalian pencemaran, kerusakan lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Nias Selatan. (mag-8/ram)

Wiriya Alrahman Buka Raker DPRD Kota Medan Tahun 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan senantiasa melakukan pendampingan dengan pemerintah dan masyarakat Kota Medan, sesuai dengan tema yang diusung, ‘Bergerak Berkolaborasi Untuk Percepatan Pelayanan Publik dan Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan Mewujudkan Kota Medan Yang Berkah, Maju dan Kondusif’.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE dalam Rapat Kerja (Raker) DPRD Kota Medan Tahun 2023 untuk Tahun Anggaran 2024 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (16/07/2023) siang.

Raker bertema, ‘Optimalisasi dan Penyelarasan Tri Fungsi Dewan Melalui Program Kerja DPRD untuk Mewujudkan Medan Kota Kolaborasi yang Berkah, Maju dan Kondusif’ ini, berlangsung selama 3 hari, yakni sejak 16 – 18 Juli 2023 yang dibuka Wali Kota Medan Bobby Nasution, diwakili Seda Kota Medan, Wiriya Alrahman.

Dalam sambutannya, Hasyim mengatakan bahwa Raker ini bertujuan membahas rencana kerja anggota legislatif Tahun Anggaran 2024, revitalisasi sekaligus optimalisasi tugas dan fungsi DPRD Kota Medan sebagai presentasi perwakilan warga Kota Medan, untuk mewujudkan Medan menjadi kota yang berkah, maju dan kondusif.

“Rapat Kerja ini merupakan sarana komunikasi dan memperkuat sinergitas DPRD Kota Medan dengan Pemko Medan, melalui program kerja yang menguatkan Tri Fungsi dewan, termasuk fungsi penganggaran,” ucap Hasyim.

Sebagai lembaga kerakyatan, sambung Hasyim, DPRD Kota Medan senantiasa mendorong dan mendukung Pemko Medan untuk tetap proaktif mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.

Selanjutnya terkait penguatan fungsi pengawasan, politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, hal itu terlihat melalui pengawasan terhadap implementasi peraturan daerah dan pelaksanaan APBD, pengawasan terhadap berbagai urusan pemerintahan dan pengawasan tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK.

Begitu juga dengan penguatan fungsi pembentukan Peraturan Daerah (Perda), di mana dewan harus bertindak secara maksimal, baik dalam hal perencanaan perda inisiatif serta revisi perda yang sudah kadaluarsa, dengan langkah pengkajian akademis untuk menghasilkan perda yang berkualitas

“Termasuk juga dalam Rapat Kerja ini, membahas peningkatan kapasitas dan optimalisasi DPRD Kota Medan, menyerap dan menghimpun aspirasi masyarakat, baik melalui pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah maupun proses yang dilakukan segenap anggota dewan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Wiriya Alrahman, mengharapkan dengan kegiatan Rapat Kerja ini tercipta sinergitas, antara Pemko dan DPRD Medan dalam membangun opini yang baik di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.

“Selama ini, masyarakat tidak benar-benar memahami apa itu dewan dan apa itu pemerintah, karena feedback yang dirasakan masyarakat tidak nyata,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Rapat Kerja ini dinilai sangat penting karena terkait putusan anggaran untuk tahun berikutnya dan berharap adanya masukan-masukan yang membangun untuk Pemko Medan.

Wiriya juga menyampaikan keinginannya kepada DPRD Medan untuk mengusulkan perda yang menjadi skala prioritas Wali Kota Medan saat ini.

“Sehingga, program tersebut dapat terlaksana dengan benar, agar masyarakat kota Medan merasakan dampak positifnya,” tuturnya.

Selain program prioritas, Wiriya juga menyinggung terkait pengggunaan anggaran agar bisa difokuskan dalam satu wilayah atau dapil. Agar pertumbuhan infrastruktur, sosial, kesehatan dan pendidikan bisa dirasakan masyarakat dalam proses 5 tahun masa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Tentunya penerapan poin poin ini bisa menginspirasikan bagi kita untuk perubahan Kota Medan, mumpung kita mempunyai pemimpin yang inovatif serta miliki koneksitas dengan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Selanjutnya Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman melakukan pemukulan Gong tanda dimulainya Raker DPRD Kota Medan yang disaksikan Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, HT Bahrumsyah, Rajudin Sagala, para narasumber dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Medan, Ali Sipahutar.

Sebelumnya, Sekwan Ali Sipahutar dalam laporannya, menjelaskan rangkaian kegiatan raker, yakni diskusi panel dengan narasumber Kementerian Dalam Negeri, Sidang Pleno Penyampaian Usulan dan pembahasan rencana kegiatan dewan, serta pembacaan keputusan hasil Rapat Kerja 2023 DPRD Kota Medan.

Turut hadir dalam raker, 50 anggota DPRD Kota Medan, narasumber antara lain Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Direktur Produk Hukum Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Perwakilan BPKP Sumut, perwakilan Kakanwil Kemenkum HAM Sumut serta Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan.
(map/ram)

Komisi II Medan Minta Pemko Dalami Dugaan Praktik Pungli PPDB

Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Medan Tahun 2023 telah berakhir 30 Juni lalu. Namun, beredar informasi adanya dugaan aksi pungutan liar (pungli) dalam proses PPDB di beberapa sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Medan.

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadhan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan untuk mendalami segala informasi yang ada terkait PPDB tahun 2023 tersebut.

“Sebaiknya dinas terkait segera melakukan langkah-langkah konkrit agar tidak membawa nilai buruk untuk dinas itu sendiri,” ucap Syaiful, Minggu (16/7/2023).

Dikatakan Syaiful, dirinya sendiri belum ada mendapatkan informasi terkait adanya dugaan pungli di SMPN1 dan SMPN2 Kota Medan.

“Belum ada informasi yang pasti tentang hal (praktik pungli) itu, namun tetap harus didalami semua informasi yang ada. Ini sangat disayangkan bila benar terjadi,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini.

Syaiful menyebutkan, bahwa sepengetahuan dirinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan sangat fokus memberantas pungli di lingkungan sekolah maupun dinasnya.

“Infonya Disdikbud justru fokus memberantas pungli, bahkan saya lihat sangat masif. Contohnya, dinas menyebar nomor HP khusus untuk memberantas pungli. Saya sangat mengapresiasi hal itu, agar semua selaras. Saya harap informasi dugaan pungli ini harus didalami,” pungkasnya. (map/ila)