Home Blog Page 13240

Ganja tak Bertuan di LP Tebingtinggi

TEBINGTINGGI-Ganja kering seberat 238,92 gram yang dibungkus dalam plastik hitam ditemukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B, Kota Tebingtinggi tepatnya di belakang sel Nomor 8 Blok 8, Jumat (13/7) sekitar pukul 08.30 WIB.

Petugas LP, Meldison Purba (55) dan Alamsya (30) yang pertama menemukan ganja tersebut. Saat itu mereka sedang mengontrol pembuatan sepsiteng di belakang sel tahanan. “Di lokasi itu kami temukan plastik hitam berisikan ganja, penemuan itu kami laporkan kepada Kalapas,” jelas Meldison.

Kepala Lapas Tebingtinggi, Sukardi Sianturi mengakui penemuan ganja kering seberat 238,92 gram itu. Diduga ganja itu milik jaringan pengedar ganja untuk di LP. Ganja itu sengaja dilemparkan dari luar pagar LP untuk diberikan kepada penghuni LP. (mag-3)

Pemain PSMS Pulang tanpa Sambutan

MEDAN- PSMS memang gagal menghindari jurang degradasi di Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Namun bukan berarti kepulangan tim ke Medan tak layak disambut. Tak ada manajemen maupun suporter yang menunggu dii Bandara Polonia, Jumat (13/7) kemarin.

Hanya Sekretaris tim, Fityan Hamdi, yang berinisiatif menjemput tim di bandara. Sementara Manajer PSMS, Benny Tomasoa maupun CEO PSMS, Idris tak kelihatan. Keduanya sebelumnya tidak ikut mendampingi tim pada saat-saat krusial di Kalimantan.

Kelesuan pun tampak di wajah pemain. Mereka langsung bergegas memasuki bus yang mengantar mereka ke Mess Kebun Bunga.
Memang tidak seluruh pemain bertolak ke Medan dari Samarinda. Rombongan skuad PSMS yang kembali hanya berisi tim pelatih, Suharto dan Sugiar, dan para pemain Medan yakni Novi Handriawan, Alamsyah Nasution, Yoseph Ostanika yang tiba sore tadi. Sementara Rahmad, Zulkarnain, dan dokter tim, dr Raja ikut penerbangan kedua pada malam harinya.

Sedangkan pemain yang berdomisili di luar Medan memilih kembali ke kampung halaman masing-masing. Anton Samba ke Palopo, Denny Rumba ke Semarang, Edi Kurnia, Ledi Utomo, Zainal Anwar ke Jakarta. Sementara dua pemain asing, Sasa Zecevic dan Nastja Ceh langsung terbang ke negaranya Serbia dan Slovenia.

Di luar hasil buruk yang diraih, para pemain menunggu realisasi janji manajemen membayarkan gaji pemain. Sasa mengatakan akan terus menuntutnya.
“Saya berharap janji manajemen tanggal 16 Juli itu benar. Dua tahun di liga Indonesia, setahun bersama Persiwa dan setahun di PSMS Medan. Musim ini yang paling melelahkan secara emosional,” sebutnya.(mag-18)

Rusuh di Madina Lima Polisi Diperiksa

JAKARTA – Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait kerusuhan massa di lokasi pertambangan emas milik PT Sorikmas Mining di Desa Humbang, Nagajuang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Di antara saksi saksi tersebut, lima orang berstatus sebagai anggota polisi.

“Kita masih terus melakukan pendalaman. Selain polisi, ada juga empat saksi dari perusahaan PT Sorikmas Mining dan tiga dari masyarakat,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar (Pol) Agus Rianto, di kantor Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (13/7). Namun, Agus tak menyebutkan identitas para saksi yang diperiksa tersebut.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tujuh tersangka dalam ricuh massa tersebut.  Ketujuh orang tersebut adalah YS, PT, YP, SF,KD, LP dan MN. (flo/jpnn)

Rusuh di Madina Lima Polisi Diperiksa

JAKARTA – Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait kerusuhan massa di lokasi pertambangan emas milik PT Sorikmas Mining di Desa Humbang, Nagajuang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Di antara saksi saksi tersebut, lima orang berstatus sebagai anggota polisi.

“Kita masih terus melakukan pendalaman. Selain polisi, ada juga empat saksi dari perusahaan PT Sorikmas Mining dan tiga dari masyarakat,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar (Pol) Agus Rianto, di kantor Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (13/7). Namun, Agus tak menyebutkan identitas para saksi yang diperiksa tersebut.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tujuh tersangka dalam ricuh massa tersebut.  Ketujuh orang tersebut adalah YS, PT, YP, SF,KD, LP dan MN. (flo/jpnn)

Spesialis Perampok Truk Dibekuk

MEDAN- Dua dari empat tersangka spesialis pencurian mobil truk yang kerap beroperasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dibekuk Reses Kepolisian Sumatera Utara (Poldasu). Keduanya, Rusman alias Wak Man (50) yang pertama kali ditangkap. Rusman diamankan petugas Subdit III/Umum Jahtanras Poldasu, di Jalan Platina B Medan Marelan, Kamis (12/7) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Dia diringkus dari petugas dari kediamannya.

Setelah menangkap Rusman, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu anggota komplotan lainnya, atas nama Adi P (48) warga Jalan Karangsari Medan Polonia. Adi diamankan Jumat pukul 13.00 WIB.

Rusman mengaku selalu beraksi berlima pada malam hari. Korban mereka buntuti dari belakang. Sewaktu di tempat sepi, mobil korban mereka pepet setelah itu truk mereka rampok. (mag-12)

Medan Tertinggi Lakalantas, 115 Kasus, 35 Tewas

Hari Kesembilan Operasi Patuh Toba 2012 Sumut

MEDAN- Jumlah Kecelakaan Lalulintas (lakalantas) yang terjadi di hari 9 pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2012 terus bertambah. Data yang dihimpun dari Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), menyebutkan ada 115 kasus lakalantas yang telah terjadi di wilayah hukum Poldasu. Itu adalah hasil rekapitulasi terhitung sampai 12 Juli.

Dari jumlah itu, 35 pengendara kendaraan dinyatakan tewas, 76 pengendara lainnya mengalami luka berat, sedangkan 104 pengendara lainnya hanya mengalami luka ringan.

Kasubbag Bin Opsnal Ditlantas Poldasu, AKBP Akhmad Nurdin menyebutkan angka lakalantas tahun ini meningkat dari tahun lalu. “Tahun lalu angka lakalantas ada 86 kejadian, ada peningkatan 34 persen jika dibandingkan dengan tahun ini,” ujarnya.

Kalau dilihat dari sisi kendaraan yang terlibat lakalantas, Nurdin menyebutkan sepeda motor masih mendominasi. “Ada 122 sepeda motor yang terlibat lakalantas. Menyusul kendaraan roda empat ada 87 dan 6 unit kendaraan roda tiga,” sebutnya.

Tak hanya itu, pelanggaran lalulintas hingga hari kesembilan pelaksanaan Operasi Patuh Toba tahun ini juga terus meningkat. Terhitung sudah ada 30.989 pelanggaran yang dilakukan para pengendara kendaraan bermotor.

Dari angka itu, disebutkan Nurdin yang ditilang ada 28.240 pelanggaran. “2749 pelanggaran lainnya hanya diberi teguran oleh petugas di lapangan,” sebutnya.

Polresta Medan yang paling dominan yang paling banyak terjadi lakalantas. “Di wilayah hukum Polresta Medan ada 20 kasus lakalantas. Menyusul Polres Labuhanbatu ada 12 kasus lakalantas dan Polres Asahan ada 12 kasus,” pungkas Nurdin.

Sekadar mengingatkan, Operasi Patuh Toba, berbeda dengan Operasi Simpatik Toba. Dalam Operasi Patuh Toba ini lebih mengedepankan penindakan hukum. Yakni, tilang sebesar 50 persen, tindakan preemtifnya 25 persen dan tindakan preventifnya 25 persen. Operasi Patuh Toba 2012 ini, masih bersisa 5 hari lagi dan dipastikan akan berakhir pada 17 Juli mendatang.(mag-12)

Latihan SSB Karisma Sering Molor

MEDAN- Persiapan SSB Karisma U-10 dalam menghadapi final turnamen Medan Sport Club (MSC) Cup I terkendala pada sesi latihan. Pasalnya, anak-anak SSB Karisma sudah disibukkan dengan sekolah umum mereka, sehingga banyak yang tidak bisa ikut latihan secara rutin.

“Dalam sepekan ini, anak-anak sudah mulai sekolah, jadi banyak siswa yang molor ikut latihan,” kata Sumitro, Ketua SSB Karisma ketika dijumpai di Lapangan Karisma, Jalan Veteran Pasar VII, Medan, Kamis (12/7).

Meski begitu, Sumitro yang juga pelatih kepala SSB Karisma, tetap menanamkan motivasi yang tinggi terhadap anak-anak asuhnya. “Kita ingin mengulang gelar juara yang kami peroleh pada Piala Rajawali Juni lalu,” harapnya.

Dia juga optimis anak-anak asuhnya seperti Gamesha dan Ilham yang membawa timnya melaju ke babak final tetap berkomitmen membawa timnya menghasilkann prestasi terbaik. “Tim kita tetap dikomandoi oleh M Ilham,” bilangnya.

Sumitro juga akan memasang strategi baru menghadapi SSB Tunas Bangsa mengingat SSB besutan Erita itu mampu membungkam SSB Tumpas dengan skor 7-0. “Meski sukses di semifinal, kita juga tidak bisa pandang rendah tim Tunas Bangsa yang permainannya saya akui juga tidak kalah bagus,” pungkasnya. (mag-10)

Apresiasi Nasabah Terhadap Kualitas Produk dan Layanan

Bank Bukopin Terima Penghargaan IPBA 2012

Performa bisnis Bank Bukopin terus mendapatkan perhargaan.  Kali ini, PT. Bank Bukopin, Tbk mendapatkan penghargaan Indonesia Property & Bank Award (IPBA) 2012 yang diberikan oleh Majalah Property & Bank untuk kategori The Best Overall Performance Banking  (Asset< IDR 200 Trillion).

Penghargaan yang diserahkan oleh Sekjen DPP REI – Eddy Hussy ini diterima langsung oleh  Kepala Divisi Kredit Konsumer – Tri Djoko Rusiono, Kamis, 5 Juli 2012 lalu di  Hotel Mulia Jakarta.

Penghargaan ini merupakan pengakuan publik terhadap produk dan layanan yang dimiliki oleh Bank Bukopin. Produk dan layanan tersebut mampu memberikan kepuasan terhadap nasabah dalam bentuk kenyamanan dan kemudahan bertransaksi.

Tri Djoko mengatakan bersyukur atas penerimaan penghargaan tersebut.   Dikatakannya, penghargaan tersebut merupakan apresiasi nasabah terhadap kualitas produk dan layanan Bank Bukopin. Dia Bank Bukopin bisa terus meningkatkan pelayanan pada nasabah. (*/ila)

Izin Jasa Pengamanan Ditingkat Polda Rp7,5 juta

Pungli Izin Perusahaan Satpam

JAKARTA-Korps Bhayangkara kembali mendapat sorotan. Setelah sumbangan pengusaha hingga miliaran rupiah ke sebuah Polsek, kini terkait pungutan perizinan. Indonesia Police Watch menyebut Polri menerima kutipan hingga miliaran untuk izin perusahaan jasa pengamanan.

“Jumlahnya ratusan miliar kalau ditotal,” ujar Ketua Presidium IPW Neta Sanusi Pane di Jakarta kemarin (13/07). Penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu mengaku sedang menyusun secara detail datanya untuk melakuka pelaporan secara resmi.  Neta menjelaskan nilai tersebut merupakan hasil pengurusan perizinan selama satu tahun. “Kalau Polri membantah, seharusnya ada audit pejabat. Pejabat yang selama ini mengurusi perizinan perusahaan itu,” katanya.

Saat ini ada 632 perusahaan jasa pengamanan. Menurut aturan, perusahaan tersebut harus mengantongi enam surat izin dari Polri untuk menjalankan usahanya.

Surat izin tersebut, antara lain, izin jasa pengamanan, jasa konsultasi keamanan, jasa kawal angkut uang dan barang berjasa, jasa pelatihan, jasa penerapan peralatan, dan jasa pengadaan satwa. Izin tersebut berlaku selama enam bulan, dan harus diperpanjang untuk enam bulan ke depan.
Aktivis kelahiran Medan itu menjelaskan bahwa setiap satu surat izin perusahaan jasa pengamanan dikenakan biaya Rp 7,5 juta di tingkat polda dan Rp7,5 juta di Mabes Polri. “Totalnya minimal Rp 15 juta per izin,” katanya.

Neta menyesalan tindakan pungli pihak Polri terhadap perusahaan penyedia jasa pengamanan. “Mereka ini bergerak juga membantu polisi, kenapa harus dibebani lagi dengan biaya biaya seperti itu,” katanya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Agus Rianto membantah adanya pungutan liar seperti yang dituduhkan IPW. “Kalau berani bicara tentu harus ada datanya, mereka harus membuktikan,” ujarnya usai salat Jumat kemarin (13/07).

Menurut Agus, perizinan di Mabes Polri berdasar aturan yang jelas. “Tidak mungkin ada pungutan tak berdasar seperti yang dituduhkan. Kalau ada yang masih dimintai seperti itu silahkan laporkan,” katanya.

Perwira menengah yang baru satu bulan menjabat di Divisi Humas itu menambahkan, laporan terhadap pungli harus jelas identitas terlapornya. “Nama, pangkat, jabatannya harus jelas, jangan katanya-katanya, harus spesifik jadi bisa ditindaklanjuti,” tegasnya. (rdl/jpnn)

Jero Wacik Pernah jadi Kondektur

Karir Jero Wacik di pemerintahan Presiden SBY cukup kinclong. Dari awalnya menjabat sebagai Menteri Budaya dan Pariwisata, sekarang Jero beralih jadi Menteri ESDM. Tapi siapa sangka, ternyata Jero memulai karirnya dari bawah.

Dalam kuliah umumnya di depan Wisudawan dan Wisudawati PTK Akamigas Cepu, Jero menceritakan kisahnya mencari uang saat duduk di bangku SMA dan kuliah.

Ia pernah jadi guru privat, dan kondektur bus. Itu ia lakukan ketika masih kuliah. Sewaktu di bangku SMA, Jero mengatakan dia pernah menjadi guru di kelasnya sendiri dan mengajar matematika.

Jero, terus berjuang dengan memegang trilogi atau tiga prinsip hidupnya yaitu keinginan, otak yang cerdas, dan uang, juga harus punya kartu nama sebagai senjata pergaulan dan komunikasi yang luas. (net)