Home Blog Page 13269

Kebun Bunga dan Generasi Kosek ke Final MSC Cup

MEDAN- Tim SSB Kebun Bunga akan bertemu SSB Generasi Kosek di final turnamen Medan Sports Club (MSC) Cup I yang akan digelar Minggu (8/7). Kedua tim lolos ke final setelah mengalahkan lawan-lawannya lewat drama adu penalti.
Di semifinal, SSB Kebun Bunga berhadapan dengan SSB Karisma. Dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 0-0. Akhirnya, untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke final di lakukan adu penalti.
Dalam drama adu penalti ini, SSB Kebun Bunga sukses menjaringkan 4 gol melalui Geo, Rio, Fajar serta Ridho. Sementara SSB Karisma hanya mampu menjaringkan dua gol dari lima orang penendang.

Sedangkan SSB Generasi Kosek harus lalui perjuangan keras dengan menundukkan Generasi Medan. Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Dalam drama adu penalti, eksekutor Generasi Kosek sukses menjaringkan empat gol. Sementara eksekutor Generasi Medan cuma mampu mencetak tiga gol.

“Kita akan mempersiapkan tim semaksimal mungkin, dan tentunya masih banyak kekurangan di semua lini yang perlu diperbaiki, karena final adalah pertandingan sesungguhnya,” tutur Gunawan, pelatih SSB Kebun Bunga.(mag-10)
Hal yang sama juga disampaikan Sumitro Hadi, pelatih SSB Generasi Kosek. “Permainan anak-anak sudah mengalami peningkatan, tapi tetap harus ada pemolesan untuk menciptakan permainan yang lebih bagus lagi,” katanya.(mag-10)

Xabi Pimpin Indonesia Mengoper Bola

JAKARTA- Cesc Fabregas telah kembali ke Spanyol Jumat (6/7) lalu. Tapi, Indonesia tak perlu bersedih. Rekan setimnya saat menjuarai Piala Eropa 2012, Xabi Alonso, sudah berada di Indonesia sejak Jumat (6/7) lalu.
Pemain 30 tahun tersebut datang ke Indonesia untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan Kacang Dua Kelinci. Xabi memulai kegiatannya kemarin dengan mengadiri jumpa pers dan melakukan sesi interview khusus dengan beberapa media.

Dalam jumpa pers kemarin, pemain klub asal Spanyol Real Madrid itu langsung berusaha menunjukkan keramahannya. Dia tak ragu menyapa para wartawan dengan menggunakan bahasa Indoensia. “Selamat siang,” ujarnya dengan percaya diri.  Sontak para para wartawan langsung membalas dan tersenyum-tersenyum dengan sapaan dari Xabi.

Sebagai pemain yang turut mengantar Spanyol menjadi Juara Piala Eropa 2012, Xabi mengaku ingin membawa semangat juaranya itu ke Indonesia. Dia menilai sepak bola Indonesia cukup potensial dan ingin memberiakn support agar sepak bola Indonesia maju.

“Gairah sepak bola di sini sangat besar. Saya berahrap terus ada support untuk sepak bola kalian,” ujar pemain gelandang tersebut.
Tak banyak kegiatan yang dilakukan oleh Xab, kemarin. Dia akan melanjutkan kegiatannya di Indonesia dengan memimpin acara bertajuk Indonesia mengoper bola. Kegiatan yang akan dimulai di Monumen Nasional (Monas) itu, akan berusaha memecahkan rekor dunia untuk kategori passing terbanyak.

Rencananya, akan ada seribu orang yang disertakan memecahkan rekor dunia ini termasuk Xabi Alonso.(aam/jpnn)
“Saya berharap kegiatan ini sukses. Apalagi sampai untuk menciptakan rekor dunia. Saya sangat mendukung,” tuturnya.(aam/jpnn)

Sekali di Medan Tetap di Medan

Apa kabar radio Indonesia? Hm, baik-baik saja. Masih banyak kok stasiun dan masih banyak pendengarnya. Sekali di udara tetap di udara bukan? Ya, radio memang belum mati.

Setidaknya, meski sempat diragukan bisa bertahan ketika muncul televisi, radio tetap saja eksis. Begitulah, saya makin sadar radio tetap memiliki peminat karena Sabtu lalu seharian saya hidup bersama radio. Ceritanya, kemarin, saya dan istri diundang dalam resepsi pernikahan di berbagai tempat. Nah, karena lokasi pesta yang berjauhan, mengandalkan Lena (sepeda motor saya) adalah tidak mungkin. Jadi, kami menumpanglah dengan kendaraan orangtua; kebetulan orangtua dan kami diundang di pernikahan yang sama. Maka, berangkatlah kami sekira pukul 12 siang.

Nah, begitu masuk dalam kendaraan, terdengar suara dari radio. Cukup menyenangkan, setidaknya lagu dan ocehan penyiar mampu mengusir jenuh akibat Medan yang macet.

Lucunya resepsi pernikahan pertama yang kami datangi malah di stasiun radio plat merah. Pasangan yang berbahagia itu mengadakan pesta di auditorium yang ada di lingkungan kantor radio tersebut. Jadi, sudah pantas kan kalau saya lantunkan soal radio?

Tapi sudahlah, poinnya soal radio tetaplah sama dari masa ke masa. Kehadiran televisi, tape recorder, vcd, dvd, hingga internet tak juga menggoyahkannya. Radio tetap didengar meski tidak semuanya di rumah-rumah. Mereka yang memiliki mobil kini jadi konsumennya. Jalanan yang macet menjadi faktor pendukung keberhasilan radio bukan? Ayolah, ketika di mobil, nyamankah orang menonton televisi, membaca koran, atau berselancar di dunia maya?

Sekali lagi sudahlah, radio tetap radio; sekali di udara tetap di udara. Saya malah melihat kecenderungan lain dari perjalanan satu pesta ke pesta lainnya dengan alunan lagu dari radio, saya merasa ada yang menarik dari warga Medan. Maksud saya begini, dari sekian pesta yang kami datangi, nyaris tujuh puluh lima persen tamu yang datang memakai kostum batik. Nah, jika balik ke beberapa tahu silam, tentunya hal itu masih asing bukan?

Sembari memperhatikan corak batik yang dipakai para tamu, pikiran saya melayang jauh ke Pulau Jawa. Ya, bukankah batik berasal dari sana. Dan, hingga kini, setahu saya belum ada batik yang diproduksi di Medan. Saya berpikir, bagaimana batik bisa masuk Medan dan bagaimana pula hingga warga Medan bisa nyaman memakainya. Tentu pikiran saya ini tidak berusaha untuk membuat benteng antara Medan dan Jawa, tapi lebih mengarah pada kenyamanan berpakaian. Dulu, bukankah batik hanya dipakai ‘orangtua’ saat ke kondangan?

Kemarin yang saya lihat berbatik malah ‘anak muda’. Nah, ini dia masalahnya. Begini, seperti apa batik bisa mengubah sudut pandang warga Medan.

Jika dirunut ke belakang, saya ingat ada anjuran memakai batik pada hari Kamis dan Jumat bagi PNS? Yang harus diingat, batik yang disarankan tidaklah harus seragam. Nah, bayangkan berapa baju batik yang harus tersedia untuk para PNS di Medan.

Hm, mungkinkah ini salah satu sebabnya? Setidaknya, posisi PNS masih begitu diminati bukan? Jadi, kenapa tidak makai batik seperti PNS di saat Kamis dan Jumat? Hehehehe… Jika begitu, bayangkan lagi berapa pasokan batik untuk mereka yang ingin berlagak PNS. Bayangkan juga pasokan untuk warga Medan yang akhirnya benar-benar jatuh cinta pada batik. Ya, batik bisa cocok dengan celana jeans; meski pakai jeans, batik tetap berkesan formil kan? Nah, kalau begitu, gaya gaul formil batik dan berjeans cocok untuk kondangan bukan?

Begitulah batik telah hidup dan berkembang di Medan. Namanya Medan tetaplah Medan. Seperti radio; sekali di udara tetap di udara, Medan tetaplah Medan meski ada ‘serangan’ batik yang sejatinya dari Pulau Jawa. Mau bukti? Datanglah ke kondangan atau resepsi pernikahan, lihat warga Medan memakai batik: tetap Medan bukan? Sama sekali tidak mengubah warga Medan menjadi Jawa.

Akhirnya, ini bukan soal perbedaan atau membuat perselisihan antara Medan dan Jawa: warga Medan malah sangat banyak yang bersuku Jawa. Ini tentang eksis. Seperti radio, dia tetap di udara, Medan masih tetap Medan meski banyak perubahan yang ada. Dan, semua itu sama sekali tidak salah. (*)

Wladimir Waspadai Tony Thompson

BERN –Wladimir Klitschko siap menghadang perlawanan Tony Thompson yang mengicar gelar kelas berat versi IBF, WBA dan WBO miliknya. Thompson bukan lawan mudah, apalagi ini akan menjadi pertemuan kedua Wladimir versus Thompson.
Tahun 2008 lalu, Dr. Steelhammer – julukan Wladimir, sudah sempat meng-KO Thompson dan mempertahankan gelar IBF, IBO dan WBO-nya. Meski menang KO, Wladimir mengaku sulit untuk mengkanvaskan petinju yang diibaratkannya bagai laba-laba tersebut.

Dalam laga tarung di Hamburg pada 2008 silam, Wladimir baru bisa menyungkurkan The Tiger  (julukan Thompson) di ronde ke-11, setelah kombinasi Wladimir sukses menetralisir sengatan balik petinju southpaw itu serta membuka celah double cover Thompson.

Hari ini, keduanya akan kembali bersanding di atas ring. Kali ini, pertarungan kedua Wladimir vs Thompson akan digelar di tempat netral, Stade de Suisse Wankdorf, Bern (Swiss).: “Tony Thompsom jelas bukan lawan yang mudah,” terang Wladimir, seperti dilansir Boxing News24. (bbs/jpnn)

[table caption=”Hasil Etape VI Tour de France”]

1. ,Peter Sagan        , (Slovakia/Liquigas)
2. ,Andre Greipel     ,    (Jerman/Lotto)
3. ,Matthew Goss ,    (Australia/Orica)
4. ,Kenny Robert van Hummel    , (Belanda/Vacansoleil)
5., Juan Jose Haedo   ,  (Agentina/Team Saxo Bank)
6. ,Gregory Henderson    , (New Zealand/Lotto)
7., Alessandro Petacchi   ,  (Italia/Lampre)
8., Luca Paolini     ,    (Italia/Katusha)
9., Daryl Impey     ,    (Africa Selatan/Orica)
10., Brett Daniel Lancaster  ,  (Australia/Orica)

[/table]

Alonso Pole di Silverstone

SILVERSTONE-Fernando Alonso akan mengawali balapan GP Inggris Raya dari posisi terdepan, setelah mengukir catatan waktu terbaik dalam sesi kualifikasi yang sempat disetop sekitar 1,5 jam akibat hujan.
Sesi kualifikasi yang berjalan Sabtu (7/7) malam WIB sempat disetop karena hujan yang membuat kondisi lintasan dinilai tidak aman. Penyetopan dengan kibaran bendera merah itu dilakukan di sesi Q2 kualifikasi.
Ketika akhirnya sesi kualifikasi berjalan lagi, kondisi lintasan yang masih basah membuat persaingan berebut waktu tercepat jadi kian sengit. Di akhir Q2 Sergio Perez dan Nico Rosberg bahkan terpangkas, meski sebelum bendera merah dikibarkan sempat ada di posisi depan.

Pada akhirnya, Alonso dari Ferrari berhasil menuntaskan sesi kualifikasi dengan waktu terbaik. Catatannya yang 1 menit 51,746 detik tidak bisa dilampaui pebalap lain.
Mark Webber dari Red Bull sementara itu ada di posisi dua, diikuti oleh Michael Schumacher (Mercedes) di posisi tiga.  (bbs/jpnn)

[table caption=”Hasil Kualifikasi GP Inggris”]

1., Fernando Alonso     ,(Ferrari)
2. ,Mark Webber    , (Red Bull)
3.,Michael Schumacher   ,  (Mercedes)
4. ,Sebastian Vettel     ,(Red Bull)
5. ,Felipe Massa   ,  (Ferrari)
6. ,Kimi Raikkonen   ,  (Lotus)
7. ,Pastor Maldonado  ,   (Williams)
8., Lewis Hamilton   ,  (Mercedes)
9. ,Nico Hulkenberg    , (Mercedes)
10. ,Romain Grosjean ,   (Lotus)

[/table]

 

Fans Suns Murka, Nash ke Lakers

PHOENIX – Rumor kepindahan Steve Nash ke Los Angeles Lakers berbuntut panjang. Para pendukung Phoenix Suns murka hingga siap membakar jersey Nash, yang menjadi idola mereka.
Sebagaimana dilaporkan ABC15, Sabtu (7/7), mereka mencoba mencari tahu bagaimana reaksi para pendukung setia Suns mengenai rumor kepindahan Nash, yang akan ditrade ke Lakers.

“Saya mungkin akan menjadi orang pertama yang marah atas kepergian Nash. Saya akan menumpahkan bensin ke jersey, mengambil korek api dan membakarnya,” ungkap Bre Davis, yang menjadi penggila Nash.
Davis bukan orang pertama yang kecewa atas kepergian Nash. Beberapa fans lain juga akan merasa dikhianati oleh Nash. “Saya akan mengambil gunting, memotong di sini,” kata Laura Posteraro sambil mengarah ke arah jersey Nash. “Dan kemudian merobeknya. Dia bisa saja pergi ke tim mana pun, dan ia memilih Lakers? Musuh kami sebenarnya? Apakah Nash serius? Kami punya hak untuk bicara! Apa yang Anda lakukan? Itu adalah hal yang paling menyakitkan setiap pemain pernah bisa dilakukan.”

Fans Suns lain mencoba untuk mengerti keputusan Nash. Mereka akan mencoba untuk tetap mendukung mantan bintang Dallas Mavericks tersebut, dan mempertahankan jersey sang bintang.
“Saya mungkin akan menyimpannya seperti barang antik. Melihat kepergiannya mungkin sedikit pahit. Tapi, saya sangat senang karena dia akan mendapatkan kesempatan untuk meraih gelar juara dan saya rasa Nash pantas mendapatkan lebih dari siapapun,” ujar Chris Pistone, fans setia Nash.

“Saya sangat senang dengan waktu yang dihabiskannya bersama Suns dan meraih karier yang sukses. Tapi, saya tidak akan mendoakan kesuksesan buat Nash dengan jersey Lakers,” pungkas Tom Martin, fans Nash yang lain. (bbs/jpnn)

Kebanjiran Order, Orangtua terpaksa Menolak

Dafa Febrian, Drumer Cilik Peserta IMB

Dafa Febrian sudah menggebuk drum sejak masih berusia tiga tahun. Hingga kini usianya menginjak 10 tahun, pentolan band Daff itu kebanjiran undangan perform. Juri dan peserta audisi IMB di USU pun dibuat
berdecak kagum.

Bagus Syahputra – Medan

BERAKSI: Dafa Febrian saat beraksi di panggung audisi.//istimewa
BERAKSI: Dafa Febrian saat beraksi di panggung audisi.//istimewa
Bakat bermain drum Dafa Febrian sudah sejak usian 3 tahun. Menurut sang ayah, Kebanggaan terpancar di wajah Zulkarnaen, ayah Dafa ketika melihat aksi anaknya di audisi Indonesia Mencari Bakat (IMB) TransTV, Jumat (7/7) lalu. Zulkarnaen kemudian mengisahkan bagaimana anaknya itu berkenalan dengan drum. Waktu itu ada kerabatnya menintipkan satu set alat drum dirumarnya. Tanpa sepengetahuannya dan istri, Nurhasni, anak semata wayang mereka itu menggebuki alat musik tersebut hingga menimbulkan suara gaduh.Zulkarnaen terkejut. Bukan karena melihat bakat anaknya, tetapi takut drum yang dititipkan di rumah mereka rusak.

Ketika digendong, Dafa menangis, merengek meminta agar ayahnya memberi izinkan memainkan drum tersebut. Zulkarnaen pun memberikan izin Dafa kembali memainkan drum.

Di hari-hari berikutnya, keinginan dan bakat bermain drum Dafa kian nampak. Saat di dekat rumahnya ada festival band, anaknya itu senang melihat peserta, terutama drummernya. Pada  jam break, anaknya langsung naik ke panggung festival dan memainkan drum.

Hingga drum milik kerabatnya diambil kembali, Zulkarnaen berinisiatif membuat alat musik mirip drum memanfaatkan kemasan cat berbahan plastik untuk tom-tom, bid dan senar. Sedang untuk simbalnya, Zulkarnaen membuatnya dari tutup kaleng roti. Drum buatan Zulkaranaen lah yang setiap hari dimainkan Dafa. Hingga anaknya menginjak kelas II SD, Zulkarnaen menghadiahinya satu set drum.

Melihat perkembangan tingkat kemahiran Dafa, Zulkarnaen membawa anaknya ke sebuah les bermain drum. Hingga kini, saat anaknya duduk di bangku kelas IV di Perguruan Pendidikan di Glambir V Deli Serdang, Dafa susah mencatatkan prestasi terbaik di berbagai ajang lomba.

Dalam tiga tahun dari 2009 hingga 2012, ia menyabet 4 piala The Best Of Drumers diajang festival band di Deli Serdang dan di Kota Medan. Padahal di festival itu, Dafa bersaing dengan pemain drum yang sudah dewasa. Terakhir pada Mei 2012, Dafa kembali meraih The Best Of Drumers di ajang Rock In Stage di Medan.

Berbekal pengakuan atas kemampuannya di berbagai ajang, Dafa ikut audisi IMB. Ketika diminta menunjukkan kemampuannya di Fakultas Farmasi USU, Sabtu (7/7), di dewan juri tak ragu member pujian. Mereka menikmati ketukkan beat kencang yang disajikan Dafa. Mengkenakan baju merah dengan celana jeans biru, bocah yang mengidolakan Eno, drumers grup Band Netral, itu tampil enerjik.

Dafa yang periang ini menjadi pusat perhatian peserta lain. Selesai audisi, satu persatu peserta lain menyalaminya.
“Aku ingin terkenal lewat acara ini Bang,” ucapnya polos ketika ditanyai Sumut Pos.

Ia optimis bisa lulus audisi IMB di Kota Medan dan berangkat ke Jakarta. “Sepekan lagi pengumumanya, kata pihak panitia bisa dilihat di website IMB,” harapnya.

Menurut Zulkarnaen, anaknya kini sudah memiliki grup band sendiri. Namanya Daff, alir hard cord dan dia bermain bersama rekan-rekannya yang usianya lebih tua.
Diakui Zulkarnaen, Dafa sering kebanjiran orderan untuk perform di even-even. Namun untuk even di luar kota Medan, mereka terpaksa menolak. Orangtuanya tak ingin, sekolah anaknya terganggu. Zulkarnaen dan Nurhasni berkeinginan anak mereka bisa sekolah hingga jenjang perguruan tinggi.(*)

Segera Konsolidasi

Kongres I Ikatan Alumni UHN

MEDAN-Kongres I Alumni Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan berjalan sukses. Para alumni yang menjadi peserta dengan suara bulat mendukung Tongariodjo Angkasa SE MA MBA sebagai ketua umum. Untuk mendampingi pria yang akrab disapa Atong itu, peserta kongres memilih Hasiholan Sidabutar SE MA sebagai ketua harian. Turunan Gulo SP MSp sebagai sekretaris umum dan Bendahara Linda Tantri SE.

Atong yang ditemui usai pemilihan belum mau membeber program besar apa yang akan dijalankan selama kepemiminannya ke depan. “Saat ini masih konsolidasi internal dulu lah. Kita baru mengambil kebijakan setelah resmi dilantik 7 Oktober mendatang,” ujar alumni dari Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen angkatan 1980.

Konsolidasi tersebut termasuk membentuk pengurus-pengurus lainnya. Meski demikian, Atong memastikan pihaknya sudah mempersiapkan beberapa program awal. Diantaranya, segera mendata para alumni, mendorong terbentuknya cabang-cabang ikatan alumni di daerah-daerah dan di provinsi, serta memastikan melakukan kegiatan minimal enam bulan sekali.

“Kita akan memberdayakan alumni dalam kegiatan itu. Bila dilakukan dalam bentuk seminar dan ceramah, pembicaranya dari kita untuk kita dan mahasiswa,” ujar pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Golgon ini.
Hasiholan Sidabutar menambahkan, pembentukan cabang-cabang alumni dimungkinkan bila di kabupaten/kota maupun di sebuah provinsi ada 15 alumni. Soal pemilihan tanggal pe lantikan pada 7 Oktober, hal itu disesuaikan dengan Dies Natalis UHN.

Untuk selanjutnya, pengurus ikatan alumni ini akan menempati sekretariat di Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran. “Pihak universitas sudah menyiapkan tempat itu untuk kita,” ujar Hasiholan.
Baik Atong, Hasiholan maupun pengurus lainnya mengharapkan alumni bersatu mendukung program kerja yang akan segera dibakukan demi mengawal cita-cita besar sivitas akademika UHN. (tms)

Pirro Tercepat, Stoner Terdepan

SACHSENRING-Pebalap Honda Gresini Michele Pirro berhasil keluar sebagai yang tercepat dalam latihan bebas terakhir MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (7/7) sore WIB.
Latihan ini berjalan dalam kondisi trek yang ‘abu-abu’ antara kering dan basah. Oleh karenanya beberapa pebalap termasuk dua pebalap teratas Casey Stoner dan Jorge Lorenzo memutuskan tidak ambil bagian.
Pebalap Tech 3 Cal Crutchlow juga kemudian memilih untuk tidak melengkapi satu putaran lintasan.

Pirro mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 30,692 detik, terpaut 0,967 detik dari pebalap Speed Master Aprilia Mattia Pasini di urutan kedua.
Nicky Hayden di urutan ketiga dengan catatan waktu 1 menit 33,132 detik yang diikuti Andrea Dovizioso dan Hector Barbera melengkapi lima besar.
Pebalap Yamaha Ben Spies menempati urutan enam dengan 1 menit 33,597 detik sementara Valentino Rossi berada dua posisi di belakangnya. Pebalap Repsol Honda Dani Pedrosa menghuni posisi 12.
Meski Pirro menjadi yang tercepat namun justru pebalap Repsol Honda Casey Stoner yang akan start terdepan pada balapan MotoGP Jerman karena berhasil keluar sebagai yang tercepat di sesi kualifikasi dengan mengungguli Ben Spies dan Dani Pedrosa.

Spies, yang memperkuat Yamaha, berada di belakang Stoner dengan selisih waktu 0,193 detik dengan Pedrosa melengkapi barisan depan.
Hasil cukup memuaskan juga didapat pebalap Tech 3 Yamaha Cal Cruthclow yang menempati posisi empat. Sementara Jorge Lorenzo berada di urutan kelima.
Stefan Bradl, yang sempat memimpin kualifikasi harus puas berada di urutan keenam dibuntuti oleh Nicky Hayden dan Andre Dovizioso. Valentino Rossi di posisi sembilan dan Aleix Espargaro melengkapi posisi 10 besar.  (bbs/jpnn)

[table caption=”Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman”]

1. ,Casey Stoner     ,(Repsol Honda)
2., Ben Spies,     (Yamaha )
3. ,Dani Pedrosa  ,   (Repsol Honda)
4. ,Cal Crutchlow  ,    (Yamaha Tech 3)
5. ,Jorge Lorenzo    , (Yamaha FR)
6. ,Stefan Bradl   ,  (LCR Honda)
7., Nicky Hayden  ,   (Ducati Team)
8., Andrea Dovizioso   ,  (Yamaha Tech 3)
9. ,Valentino Rossi  ,   (Ducati Team)
10. ,Aleix Espargaro  ,   (PE Aspar)

[/table]

Pohon Timpa Rumah, Seorang Ibu Tewas

Hujan Deras Guyur Medan, Puting Beliung di Patumbak

RUSAK-rumah yang rusak akibat diterpa angin puting beliung di Patumbak//SUMUT POS
RUSAK-rumah yang rusak akibat diterpa angin puting beliung di Patumbak//SUMUT POS
MEDAN-Hujan deras yang melanda Kota Medan tadi malam dan puting beliung di beberapa lokasi, menimbulkan korban jiwa. Seorang wanita paro baya, Tutinem (53) warga Afdeling 8, Patumbak, Deliserdang, tewas setelah pohon tumbang menimpa rumahnya saat ia memasak, sekira pukul 18.00 WIB.

“Berdasarkan informasi, korban sedang memasak di rumah. Tiba-tiba pohon waru di dekat kediamannya tumbang diterjang angin puting beliung dan menimpa rumah serta Tutinem,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Heru Prakoso, tadi malam.

Setelah kejadian itu, pihak kepolisian melakukan penjagaan di sekitar lokasi. “Personel Polsekta Patumbak berjaga di tempat kejadian, menghindari hal tak diinginkan,” katanya.

Di lokasi lain, di Dusun 5 Kongsi, Patumbak I, puting beliung mengakibatkan 11 rumah rusak. Lima diantaranya rusak parah dan enam lainnya rusak ringan. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sore itu mendung begitu tebal di kawasan tersebut. Tiba-tiba terdengar suara angin menderu diikuti sampah-sampah beterbangan.

Menurut keterangan Agus (35), warga sekitar,  angin puting beliung membuatnya harus bersembunyi menghindari terjangannya.

“Awalnya kami dengar dari jauh suara ribut dari kejauhan. Tak berselang lama, suara itu semakin dekat dan menerbangkan beberapa seng hingga menumbangkan pohon,” ujarnya.

Warga lain menambahkan, peristiwa itu hanya terjadi sekejap tetapi merusak belasan rumah yang ada di sekitar. “Suara anginnya jelas terdengar dan bagaikan melewati daerah ini saja, tapi merusakkan rumah warga,” kata seorang wanita berkulit gelap. (bay/smg)