Home Blog Page 13280

Makam Dibongkar di Hari ke-40

MEDAN DELI- Warga Jalan KL Yos Sudarso Km 7 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Kamis (5/7) kemarin, mendadak heboh. Pasalnya, kuburan almarhum Anisih, nenek berusia 60 tahun yang meninggal dunia 40 hari lalu, dibongkar orang tidak dikenal. Peristiwa pembongkaran kuburan itu diketahui setelah dua orang warga pejiarah menemukan kondisi kuburan sudah dalam keadaan berlubang dengan tali pengikat pocong terbuka.

Terbongkarnya kuburan itu diketahui pertama oleh dua orang pejiarah. Dalam hitungan menit, peristiwa pembongkaran keburan yang baru 40 hari dikebumikan itu menyebar.

“Saya tidak tahu untuk keperluan apa kuburan ibu saya dibongkar. Kami keluarga menyerahkan kasus ini sepenuhnya sama polisi,” kata, Suhartono yang bertugas di Kodam I/BB.(mag-17)

Pemprovsu Perbaiki 1.500 Rumah Warga

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berjanji membedah sebanyak 1.500 unit rumah tidak layak huni, yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut).

Rencananya, alokasi anggaran bedah rumah tidak layak huni tersebut digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012-2013 mendatang, dengan nominal penganggaran sebesar Rp30 miliar.

“Tahap awal 1.500 unit. Akan ada tahap dua. Keseluruhannya sebanyak 6.000 unit,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Kadistarukim) Sumut, Khairul Anwar usai rapat koordinasi rehabilitasi rumah tidak layak huni, di Ruang Beringin, Lantai VIII, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (5/7).

Dia menyebutkan, dalam pelaksanaannya, rumah tidak layak huni itu bekerjasama dengan Komando Daerah Militer (Kodam) 1/Bukit Barisan dengan anggaran tahap awal dalam APBD Perubahan 2012 berjumlah 1.500 unit dan 4.500 unit lainnya akan ditampung di APBD 2013 mendatang.
Sejauh ini, paparnya, Dinas Perkim Sumut belum mengetahui persis dan detil jumlah rumah tidak layak huni di Sumut. Tentunya, pihaknya masih menunggu laporan dari kabupaten/kota, berapa kebutuhan masing-masing.

Dari delapan kabupaten/kota yang menerima alokasi bedah rumah sebanyak 1.500 unit untuk tahap pertama antara lain, 187 unit untuk Kabupaten Deliserdang, 188 unit di Kota Medan, 188 unit di Kota Binjai, 188 unit di Pematang Siantar, 187 unit di Kota Tebing Tinggi, 188 unit di Tanjung Balai, 187 unit di Kota Sibolga, 187 unit, dan 187 unit lainnya di Padangsidimpuan.

“Pengerjaannya sendiri baru dilakukan sekira satu bulan mendatang, tepatnya Bulan Agustus 2012,” sebutnya.
Lebih lanjut, Khairul menerangkan, secara teknis pelaksanaan dan kebutuhannya serta penentuan materialnya. Sudah diserahkan kepada tim konsultan dan dilakukan verifikasi

Tapi, sebutnya untuk rincian anggaran masing-masing bedah rumah per unit mencapai Rp9 juta, termasuk upah pengerjaan per unit sebesar Rp1,6 juta. Sehingga total keseluruhan anggaran bedah rumah per unit sebesar Rp10,6 juta.
Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Nurdin Lubis mengatakan program tersebut merupakan program baru dari Pemprovsu. (ari)
Meskipun pada kenyataannya, program yang sama sudah ada dari kementerian dan beberapa kabupaten/kota di Sumut.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perkim Binjai, MP Daulay mengungkapkan dalam pelaksanaan bedah rumah tersebut, dilakukan sebaiknya dilakukan secara merata. Sehingga, pengawasannya lebih mudah.
Sedangkan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjung Balai, Abdul Azis menilai anggaran sebesar Rp9 juta per unit ditambah upah tukang Rp1,6 juta dinilai terlalu rendah. Pasalnya, di daerahnya di Tanjungbalai ada musim pasang surut. Sehingga, dibutuhkan anggaran untuk bedah rumah minimal Rp15 juta. (ari)

PTPN 3 Kebun Gunung Pamela Serahkan Sugu Hati

TEBING TINGGI- Manajemen PTPN3 Kebun Gunung Pamela memberikan suguh hati (tali asih) kepada 67 kepala keluarga (KK). Hal itu dikarenakan tanah seluas 34,86 hektar terletak di dalam Hak Guna Usaha (HGU) PTPN3 Kebun Gunung Pamela di Afdeling II, III dan IV.

Sengketa pengklaiman tanah perkebunan oleh masyarakat itu berakhir, setelah PTPN3 membayarkan tali asih sebesar Rp260.601.000. Uang itu dibayarkan sebagai pengganti tanaman yang ada diatas tanah seluas 34,86 hektar.

Adapun para penerima sugu hati sebagian besar mantan karyawan Kebun Gunung Pamela yang telah menggarap lahan HGU perkebunan berbentuk lembah, di lahan itu ditanami pohon keras seperti karet, sawit dan pepohonan lainnya.

Alasan manajemen PTPN3 membayarkan sugu hati kepada para penggarap dikarenakan pihak perkebunan hendak melakukan replanting dengan tanaman pohon sawit yang baru.

“Memang yang diterima eks karyawan itu tidak sama, dilihat dari rincian harga yang telah dihitung Dinas Pertanian Pemkab Serdang Bedagai,” kata Distrik Serdang I PTPN 3, Ir Felix Giwa Djaha MSc didampingi Manajer PTPN 3 Kebun Gunung Pamela H Tambal Siregar kepada Sumut Pos di Aula Gedung PTPN 3 Kebun Gunung Pamela, Desa Bulu Duri, Kecamatan Sipis Pis, Serdang Bedagai, Kamis (5/7) pago.

Menurut Felix, dari 67 KK yang mendapat sugu hati, sebaiknya jangan terprovokasi kepada pihak lain karena masalah lahan garapan di dalam HGU milik perkebunan. Pasalnya, 67 warga telah menandatangi kesepakatan dengan disaksikan oleh Muspika setempat.

Sementara itu, Camat Sipis Pis, Pribadi Prangin Angin mengatakan warga penerima sugu hati sebaiknya bisa mempergunakan uang tersebut menjadi keperluan dan kebutuhan keluarga, kemudian warga diminta jangan terprovokasi oleh hasutan-hasutan pihak luar yang hendak mencari keuntungan.
Sedangkan perwakilan warga penerima sugu hati, Selamat (52) warga Desa Gunung Pane mengaku bahagia pihak PTPN 3 Kebun Gunung Pamela memberikan sugu hati kepada warga yang menggarap di lahan areal milik PTPN 3, yang masih dalam areal HGU.

“Kami tak pernah memiliki tanah perkebunan itu menjadi areal pribadi, memang tanah tersebut diolah warga sejak lama,” katanya.
Warga penerima sugu hati berharap, PTPN 3 Kebun Gunung Pamela lebih peduli terhadap warga sekitar. “Kami meminta anak-anak kami bisa jadi karyawan perkebunan tahun depan,” pintanya. (mag-3)

Hatta Dijadwalkan Hadiri Pelantikan BM PAN Sumut

MEDAN- Pelantikan pengurus DPW Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Sumut dijadwalkan akan dihadiri Ketua DPP PAN Hatta Rajasa. Kegiatan ini sendiri rencananya akan berlangsung  di Convention Hall Hotel Danau Toba, Medan, Jumat (13/7).

“Insya Allah beliau akan hadir bersama Ketua DPP BM PAN Yandri Susanto, Hafiz Tahir dan pengurus pusat lainnya,” kata Ketua Panitia Zulfi Amri kepada wartawan di Sekretariat Jalan Selamet Ketaren.

Selain pengurus DPP PAN dan BM PAN Pusat, pelantikan juga akan dihadiri tiga anggota DPR RI dari Dapil Sumut 1,2 dan 3 yaitu Nasril Bahar, Yahdil Abdi Harahap dan H Ibrahim Sakti Batubara, anggota DPRD SU dari PAN, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Zulfi yang didampingi Sekretaris Abdul Majid Siregar, Bendahara Rindu Parhusip dan Fajar mengatakan, pelantikan ini menjadi momen penting BM PAN Sumut untuk melakukan konsolidasi dan merapatkan barisan. “Karena itu diharapkan kepada seluruh kader BM PAN Sumut untuk hadir pada pelantikan itu,” ungkapnya.

Pelantikan ini, ungkap Zulfi, selain menjadi ajang silaturahim kader juga sebagai koordinasi elit serta pengurus partai untuk mengusung Hatta Rajasa yang juga saat ini menjabat Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan sebagai Presiden RI.

Berkaitan dengan pelantikan itu, ungkapnya, BM PAN Sumut juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh yang dinilai berjasa untuk membesarkan Partai Amanat Nasional di daerah ini. Penghargaan kepada masyarakat yang memberikan pengabdian di berbagai bidang kepada masyarakat luas. “Mengenai siapa tokohnya sampai saat ini masih dibahas oleh BM PAN Sumut,” ujarnya.

Juga seiring dengan akan masuknya tahun ajaran baru, maka BM PAN Sumut akan menyerahkan bantuan seragam dan atribut sekolah kepada 1.000 pelajar yang kurang mampu dari tingkat SD, SMP dan SMA.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sebagian masyarakat untuk menghadapi tahun ajaran baru dan bisa menuntut ilmu dengan baik,” ungkapnya.(uma)

Mantan Polisi Ditangkap Bawa Sabu

TEBING TINGGI- Setelah dipecat sebagai anggota Polri di Polresta Tebingtinggi, Irsan Susanto Samosir (30) warga Kampung Durian, Dusun VIII, Desa Sei Blutu, Kecamatan Sei Bamban, Serdangbedagai ditangkap Satnarkoba Polres Tebingtinggi dari satu rumah kost di Jalan Sorek Merapi, Tebingtinggi, Rabu (4/7) petang karena kedapatan memiliki 13,50 gram sabu-sabu.

Dalam penangkapan itu, Susanto tak sendiri, melainkan ada dua rekannya, Joko Kristian Syahputera (29) warga Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Sergai dan satu perempuan muda masih di bawah umur diketahui pacar Irsan adalah Rani Julianti (17) warga Jalan Sudirman, Kelurahan Badak Bejuang, Tebingtinggi.

Saat diamankan ketiganya, Satnarkoba juga mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu 13 paket bungkusan plastik putih yang berisikan serbuk kristal narkotika jenis sabu-sabu, satu buah timbangan takar elektronik, seperangkat alat hisab bong dan dua plastik putih transfaran bekas isi pembukus sabu-sabu.

Dari pemeriksaan sementara, Irsan tidak banyak bicara tentang asal muasal barang haram tersebut didapat, tapi barang itu sengaja dipesan kepada seseorang yang tidak dikenal namanya. “Kami hanya kenal wajah saja, harga satu paketnya sekitar Rp 1,3 juta, katanya dari orang Medan,” kata Irsan sambil tertunduk malu.

Sementara untuk penjualan sabu, Irsan mengaku hanya melayani pesanan via telepon telpon seluler dan uang pembelian di transfer melalui bank.
“Untuk sampai kepelanggan sabu tersebut, kami manfaatkan jasa kurir,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai pemecatan pada Juni lalu, Irsan mengaku tidak menyesal dikeluarkan dari keanggotaan Polri. Bahkan, sejumlah tindakan kriminal yang dilakukannya saat menjadi anggota Polri dilakukan atas kehendak hatinya.

“Kasus itu sudah lama berlalu, saya merasa tidak menyesal keluar dari Polisi, yang penting hidup saya bebas,” terang Irsan.
Sedangkan Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti membenarkan tertangkapnya Irsan mantan anggota Polisi Polres Tebinggitinggi. Kini, tersangka sudah ditahan karena memiliki narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dan melanggar pasal 144 ayat 1 subs pasal 112 UU RI No. 35/2009. (mag-3)
“Apabila terbukti setelah pemeriksaan selesai, tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara,” ujar Ngemat didampingi Plt Kasat Narkoba Iptu Pandu Hendra Sasmita kepada Sumut Pos, Kamis (5/7).  (mag-3)

Warga Medan Terima e-KTP

e-KTP: Camat Medan Petisah Muhammad Yunus menunjukkan e-KTP yang siap dibagikan ke masyarakat di  Kantor Camat Medan Petisah, Kamis (5/7).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
e-KTP: Camat Medan Petisah Muhammad Yunus menunjukkan e-KTP yang siap dibagikan ke masyarakat di Kantor Camat Medan Petisah, Kamis (5/7).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
MEDAN- Sebagian warga Medan di beberapa kecamatan Kamis (5/7) sudah menerima Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Karena berbagai kendala, belum semua warga menerima pendistibusian e-KTP tersebut. Untuk Kecamatan Medan Denai, misalnya. Di kecamatan itu jumlah e-KTP yang telah terekam mencapai 82.594 jiwa. Dan yang sudah dibagikan ke warga sebanyak 3946 e-KTP. Tersisa tinggal 43098 e-KTP lagi.

Pembagiannya juga tidak sekaligus tetapi secara bertahap.

“Jadi pembagian e- KTP yang telah kita terima dari Jakarta melalui pos dan giro itu dibagi secara bertahap,”terang Camat Medan Denai Drs Edi Mulia Matondang.

Pria yang kerap disapa Edi itu menerangkan pihak kecamatan Medan Denai tidak pernah berhenti memberikan sosilasiasi kepada warga yang telah menerima e-KTP. Kita akan mencoba mengundang narasumber dari dinas kependudukan untuk menerangkan kepada warga bagaimana cara  penggunaan e-KTP dan bagaimana cara perpanjangan  e-KTP bila berada di luar kota.

“Saat ini masih banyak warga kita bertanya bagaimana manfaat e-KTP dan bila e-KTP habis masa berlakunya seperti apa proses perpanjangan,”katanya.
Sementara itu, pembagian e-KTP di  Kecamatan Medan Amplas saat ini belum bisa dilakukan. Hal ini karena masih menunggu alat deteksi sidik jari.
“Kalau e-KTP sudah kita terima sekira 3000 lebih dari Jakarta melalui Pos dan Giro, mamun, pihak kecamatan masih menunggu alat sidik jari. Sebab sebelum dibagikan e-KTP, warga harus kita deteksi dulu sidik jarinya,” ujar Camat Medan Amplas Emir Mahbob Lubis pada sumut pos.

Sementara di Kecamatan Medan Deli,  pembagian e-KTP dibagikan kepada warga di situ sebanyak 30 ribuan lebih. Pembagian dilakukan mulai Kamis (5/7) kemarin di kantor Kecamatan Medan Deli.

“Jadi 10 per lingkungan setiap kelurahan datang untuk mengambul KTP ke kecamatan setiap harinya,” bilang Camat Medan Deli, Hendra Asmilan, SIP yang pernah memimpin kecamatan Medan Tembung.  (omi)

Tahun Ini, Kuota CPNS 60 Ribu

JAKARTA-Pengangkatan tenaga honorer kategori 1 (K1) menjadi CPNS masih terganjal. Pemerintah belum bisa segera mengangkat mereka karena ketentuan petunjuk teknis (juknis) masih belum dituntaskan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam pengangkatan ini, pemerintah menjamin tidak akan ada mutasi. Kepala Biro Humas dan Protokol BKN Aris Widiyanto di Jakarta Kamis kemarin 5/7) menuturkan, pembuatan juknis pengangkatan tenaga honorer K1 maupun K2 ada di tengan BKN.
“Tapi kami tetap koordinasi dengan Kemen PAN-RB dan Kemenkeu,” ucap dia.

Aris menegaskan tenaga honorer K1, atau tenaga honorer yang digaji APBN/APBD, tidak bisa serta merta diangkat meskipun Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengangkatan mereka sudah diteken presiden. Aturan teknis pengangkatan tenaga honorer yang jumlahnya sekitar 72 ribu ini tetap membutuhkan juknis. Menurut Aris masyarakat, terutama para tenaga honorer K1, tidak perlu gusar atau gelisah karena hingga kini belum ada pengangkatan. Dia menerangkan bahwa dalam amanat PP pengangkatan honorer menjadi CPNS itu dijelaskan bahwa penganggatan ditenggat hingga akhir tahun ini.
“Jadi masih ada waktu. Kita tidak ingin karena tergesa-gesa lantas menimbulkan masalah,” kata dia.

Di tengah rencana pembahasan juknis yang belum tuntas, Aris menuturkan dalam pengangkatan honorer K1 ini tidak akan ada mutasi atau rotasi. Dia mencontohkan, jika yang diangkat itu adalah pegawai di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, maka setelah diangkat nanti yang bersangkutan tetap dipekerjakan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. “Tidak ada perpindahan instansi,” katanya. Selain itu, Aris menegaskan tidak ada juga pemindahan antar instansi lintas daerah. Menurutnya, tenaga honorer akan tetap bekerja di tempat yang selama ini dia mengabdi. Bedanya hanya mereka nanti berubah status dari tenaga honorer menjadi CPNS. Sementara untuk rencana penerimaan CPNS 2012 dari pelamar umum, Aris mengatakan masih terus digodok. Dari informasi yang dia kumpulkan di Kemen PAN-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). (wan/jpnn)

Menghukum Anak Bukan Suatu yang Mendidik

MEDAN-Sebagian besar orangtua sebenarnya tak menginginkan anak-anaknya dihukum, apalagi oleh ‘tangannya’ sendiri. Saat anak terlihat sedih, kecewa, menangis saat dihukum, sungguh hati orangtua pun merasakan perasaan yang sama seperti anak. Tapi dengan alasan demi kepentingan anak itu sendiri kadang menghukum anak memang tak bisa dihindari.

Saat mengajarkan pelajaran  sekolah misalnya.  Orangtua sering terbawa emosi. Dengan mengatakan si anak bodoh, tolol, hingga menghukum si anak dengan fisik. Padahal itu salah sangat tidak mendidik.

Menurut Pakar Multiple Intelegence dan Holistic Learning, Ayah Edy, dalam acara seminar mendidik anak yang diselenggarakan Smart FM di Uniland Plaza baru –baru ini,  anak memiliki perasaan yang sangat peka, dan memori yang cukup tajam. Sehingga perkataan dan perbuatan tersebut, bisa tertanam di otak anak. “Kalau sudah tertanam seperti itu, maka anak akan melakukan sesuai dengan perintah otak,” ujar Ayah Edy dalam seminar 1000 guru, mengajar dengan cinta.

Karena itu, saat mengajari anak, harus menanamkan hal yang baik pada diri sendiri dan juga anak. “Dari orangtua harus ditanamkan, bahwa anak adalah makhluk yang pintar, bijak, dan banyak akal. Sehingga saat anak salahpun kita dapat tersenyum,” lanjutnya.

Salah satu kesalahan dalam mengajari anak adalah kita tidak mengetahui karakter dan permasalahan anak. Dengan masalah sebagai orangtua juga menumpuk. “Cukup mudah, saat berhadapan dengan anak, posisikan diri sebagai anak, bukan orangtua. Bersahabat dengan anak akan memberikan dampak yang baik untuk anak,” lanjutnya.

Untuk menjadi si anak, cukup mudah diterapkan. Pertama cukup dengan tersenyum tulus. “Bila sulit bersandiwara dengan senyum. Senyum dengan bibir lebar minimal 7 detik. Itu akan membuat kita menjadi terkesan tulus,” ungkapnya.

Yang kedua, ubah cara berfikir. Bahwa anak yang terlahir didunia, tidak ada yang gagal. Hanya bagaimana cara kita mendidik, sehingga menjadikan anak lebih kreatif dan sanggup menghadapi tantangan.

Dan yang terakhir, jadilah seperti anak. Bermain, berfikiran bebas, tidak memiliki beban, dan berperasaan peka. “Jadi, jangan pernah menghukum anak dengan menyetrap, memukul, atau menjewer. Apalagi mengeluarkan kata-kata kasar, seperti bodoh, jahat, dan lainnya. Ini sama saja kita menanamkan sifat jelek pada anak,” lanjutnya.

Ayah Edy menjelaskan, selama ini banyak kasus yang ditemukannya dimana orangtua mengharapkan lebih pada anak. Yang akhirnya membuat si anak tertekan. “Pintarnya anak bagaimana kita mendidiknya, dan tentu saja bawaan lahir si anak. Jadi, jangan paksakan anak. Biarkan anak berkembang sesuai dengan permintaannya,” tambahnya.  (ram)

Yasser Arafat Tewas Diracun Polonium

RAMALLAH – Penyelidikan independen terkait kasus kematian mantan pemimpin dan Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat menemukan fakta terbaru. Kemarin (4/7) Institut de Radiophysique, University of Lausanne, Swiss, mengumumkan soal penemuan bahan radioaktif polonium-210 pada pakaian pribadi tokoh peraih Nobel Perdamaian pada 1994 tersebut.

Karena itu, dalam waktu dekat, pihak yang berwenang bakal menggali dan membongkar makam Arafat. ‘’Kami memiliki bukti bahwa terdapat terlalu banyak kandungan polonium (pada pakaian Arafat). Tapi, itu tidak berarti bahwa kami langsung menyimpulkan Arafat diracun dengan bahan radioaktif tersebut. Satu-satunya cara untuk menjawab anomali ini adalah melakukan uji pada mayat (Arafat),’’ ungkap François Bochud, direktur Institut de Radiophysique di Kota Lausanne, Swiss, dalam wawancara dengan CNN, kemarin.

Sebelumnya, stasiun televisi Al-Jazeera mengutip hasil riset laboratorium yang dirilis pada Selasa lalu (3/7). Dalam laporan itu, lapor Al-Jazeera, terungkap bahwa Arafat yang meninggal pada 2004 telah diracun dengan menggunakan polonium.

Al-Jazeera menyatakan bahwa para pakar dan sejumlah laboratorium di Eropa telah menganalisis pakaian maupun sejumlah barang milik Arafat. Benda-benda itu diserahkan kepada Suha Arafat (istri Arafat) oleh Rumah Sakit Militer Percy, Paris, Prancis, tempat tokoh kelahiran 24 Agustus 1929 tersebut dirawat sebelum meninggal.

Selanjutnya, Suha menyerahkan benda-benda itu pada Al-Jazeera, yang minta dilakukan sejumlah tes. Termasuk, uji atas pakaian, kafiyeh (penutup kepala), dan sweater yang dikenakan oleh Arafat.

‘’Kesimpulannya, kami memang menemukan polonium dalam jumlah yang signifikan pada sampel (pakaian milik Arafat, Red),’’ jelas Bochud. Afp/Rtr/Cnn/hep/jpnn)

Daftar Tunggu Haji Capai 77 Ribu

MEDAN- Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM mengharapkan sistem pelayanan haji tahun terus semakin baik dan petugas haji jangan ada lagi menjadi keluhan jamaah.

“Petugas kloter kita harap bekerja lebih baik dan sabar,” ujarnya saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Drs H Abd Rahim MHum di Ruang Kerja Sekdaprovsu, Kamis (5/7).

Kakanwil Kementerian Agama Sumut Drs H Abd Rahim M Hum yang juga Kepala Staf Urusan Haji Embarkasi Medan melaporkan hingga kemarin daftar tunggu jamaah calon Haji (Calhaj) mencapai 77.000 dan yang membayar BPIH saat ini direncanakan berangkat tahun 2021.
Jumlah calhaj yang akan berangkat tahun ini 8.234 orang dan kloter pertama dijadwalkan bulan September 2012. Jumlah kloter 18 dari Sumut dan kemungkinan bisa 19 kloter. Jamaah selama di Tanah Suci diperkirakan 41 hari.

Kepala Bidang Haji Kanwil Kementerian Agama Sumut Drs H Abdul Rahman Harahap mengemukakan calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini dan belum mengurus paspor agar menghubungi Kantor Kementerian Agama kabupaten atau kota karena sejak 15 Mei pengurusan paspor sudah dilakukan.
Juga dilaporkan persiapan Asrama Haji dilakukan secara baik. Kepada Sekdaprovsu, ia berharap debit air bersih di Asrama Haji dapat ditingkatkan.
Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM meminta petugas haji tetap berkoordinasi dengan Pemprovsu melalui Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Setdaprovsu dan mempersiapkan surat kepada PLN dan Tirtanadi guna pelayanan khusus tentang keberangkatan dan pemulangan haji.
Kakanwil Kemenag Provsu Abdul Rahim melaporkan, Medan ditetapkan menjadi Kloter I sesuai Rapat Koordinasi di Brastagi.

Tahun depan akan diadakan rapat menentukan kabupaten/kota yang menjadi Kloter I sehingga terkesan rasa kejujuran.
Tentang persiapan dari kabupaten/kota, masih 1.600 paspor yang telah diterima.

Selanjutnya masih dalam proses dan menurut Menteri Kemenag RI penerbangan masih tetap menggunakanmaskapai Garuda. Tentang tambahan kuota masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi.(ari)