Home Blog Page 13279

Uang Korupsi Syamsul Bisa Dipakai pada 2013

Sekda: Itu Hak Pemkab Langkat

LANGKAT-Uang korupsi Syamsul Arifin yang dikembalikan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tetap akan digunakan oleh Pemkab Langkat. Uang senilai Rp75 miliar tersebut bisa digunakan mulai pada 2013 mendatang. Untuk sementara, uang tersebut dimasukan ke kas daerah.

Kepastian ini dikatakan oleh Sekda Langkat, Surya Djahisa. Lelaki yang juga Ketua Tim Perencanaan Anggaran Daerah (TPAD) Langkat tersebut menekankan uang itu memang milik Langkat.

“Uang pengembalian itu sudah menjadi hak Pemkab (Langkat), maka dipergunakan untuk kepentingan rakyat atau belanja publik seperti pembangunan. Hal itu juga sesuai dengan arahan diberikan KPK, sesaat setelah pengembalian,” kata Surya, kemarin.

Surya yang ditemui di sela-sela persiapan kenduri rakyat di Alun-Alun T Amir Hamzah, Kamis (5/7) petang, menegaskan pihaknya akan menunda pemakaian uang itu lebih lama lagi jika ada ketentuan dikeluarkan pihak berkompeten. Namun, mantan Kepala Dinas (Kadis) PU serta Kabag Keuangan Langkat ini, pihaknya bersikukuh tetap menggunakannya mungkin di R-APBD TA 2013 mendatang sesuai penjelasan yang diperoleh dari KPK dengan alasan bahwa lembaga itulah yang terlebih dahulu menyatakan sudah menjadi hak Pemkab.

Pun demikian, uang pengembalian tersebut diupayakan masuk dalam sistem yang spesifik misalnya seperti Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kalau disebutkan penggunaannya di tahan dahulu mungkin saja ya, namun uang itu rencananya kita masukkan atau dibuat seperti DAK begitu. Kita pun berpendapat, uang itu dipergunakannya di R-APBD TA 2013 mendatang saja,” tutup Surya.

Ralin Sinulingga anggota DPRD Kab Langkat dari Komisi III (Bid Keuangan) meminta pengembalian uang sitaan dipergunakan untuk kebutuhan belanja publik. Mengingat, banyaknya infrastruktur belum representatif bahkan nyaris belum tersentuh.

“Uang yang dikembalikan itu merupakan hak rakyat, mengingat sumbernya dari APBD maka sebaiknya dipergunakan untuk kebutuhan rakyat. Perbaikan sekaligus penambahan infrastruktur, sepertinya tepat mempergunakan uang dimaksud,” diingatkan Ralin.

Terlepas dari itu,  Pemkab Langkat dipastikan tidak akan kebingungan jika putusan tingkat Peninjauan Kembali (PK) menyatakan Syamsul Arifin bebas dan uang Rp75 miliar lebih harus dikembalikan lagi ke mantan bupati Langkat itu.
Pasalnya, dari dana tranfer pusat yang disalurkan ke Pemkab Langkat saja, jumlahnya jauh lebih besar dibanding jumlah uang sitaan jaksa KPK dalam kasus korupsi APBD Langkat itu.

Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) misalnya, di tahun 2012 ini jumlahnya yang digelontorkan ke Pemkab Langkat sebesar Rp847,5 miliar. DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan ke daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Belum lagi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp56,05 miliar untuk 2012 ini. Hanya saja, DAK ini peruntukannya untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemda dan sesuai dengan prioritas nasional.

Masih ada lagi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) sebesar Rp3,58 miliar dan DBH Pakaj sebesar Rp107,02 miliar. Ada juga DBH cukai sebesar Rp175,12 juta. Untuk 2013, nilainya tidak akan jauh beda, bahkan biasanya malah meningkat.

Dari sejumlah dana transfer itu, dari DAU saja sudah cukup untuk mengembalikan dana Rp75 miliar yang telanjur dimasukkan ke APBD dan dipergunakan, jika nantinya putusan PK menyatakan Syamsul bebas murni dan uang itu harus dikembalikan kepadanya.

Sebelumnya, Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, sudah menyatakan bahwa jika kemungkinan itu terjadi, Pemkab Langkat tetap bisa memperhitungkannya dari arus kas, antara lain dari penerimaan DAU, yang ditransfer pusat per triwulan.”Ditambah dengan efiensi-efisiennya agar bisa mengembalikan uang yang telanjur dipakai itu,” ujarnya kepada koran ini Rabu (4/7) lalu.

Perlunya tambahan dari langkah efisiensi, karena tidak mungkin Rp75 miliar itu diambilkan semua dari dana transfer, yang peruntukannya sudah diatur tersendiri.

Reydonnyzar mengatakan Pemkab Langkat berhak dan sah menggunakan uang Rp75 miliar itu.  Hanya saja, mantan direktur Administrasi Pendapatan dan Investasi Daerah Ditjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) Kemendagri itu menyarankan sebaiknya ditahan dulu sambil menunggu keluarnya putusan PK kasus mantan Bupati Langkat itu.

SK Syamsul Belum juga Keluar

Sementara itu, hingga saat ini pemerintah tetap belum juga mengeluarkan Surat Keputusan pemberhentian secara permanen terhdapa Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Syamsul Arifin.

Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, di Jakarta, kemarin. “Tetap akan dilakukan (tanpa menunggu putusan PTUN). Yang penting aturan main dan mekanismenya kita ikutin saja,”ungkap Djohan.

Menurutnya, belum juga diterbitkannya SK pemberhentian, lebih karena pemerintah hingga saat ini belum juga menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung. “Jadi posisi kita sekarang menunggu putusan MA dulu. Kemudian kita akan proses pemberhentian Gubernur Sumut. Kan putusan MA bersifat incraht. Tapi putusan kasasi dari MA belum kita terima. Jadi proses itu dulu, baru kita keluarkan surat keputusan presiden untuk pemberhentian tetap,” tambahnya.

Artinya dijelaskan Djohan, walaupun saat ini tim Syamsul Arifin mengajukan upaya hukum lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), hal tersebut tidak mengganggu proses yang ada.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kuasa hukum Syamsul, Rudy Alfonso, memastikan kliennya akan mengajukan gugatan ke PTUN. Bahkan, Rudy menampik langkah ini hanya meniru-niru langkah kuasa hukum Agusrin, Yusril Ihza Mahendra. “Sebelum Yusril menggugat, jauh hari saya sudah punya rencana itu (mengajukan gugatan ke PTUN, Red),” ujar Rudy Alfonso.

Langkah menggugat Kepres pemberhentian Syamsul dilakukan, kata Rudy, karena masih ada peluang kliennya bebas dalam putusan tingkat Peninjauan Kembali (PK). Jika di tingkat PK Syamsul bebas tapi statusnya sudah diberhentikan sebagai Gubsu, kata Rudy, otomatis hak kliennya atas jabatan itu bisa lenyap.

“Jadi urusan kami, kalau ada PK yang membebaskan klien kami, jangan sampai klien kami dirugikan,” cetusnya. Dia juga menegaskan bahwa langkah pengajuan PK telah dilakukan. (mag-4/sam/gir)

Lebih Pentingkan Materi Ketimbang Pelayanan

Ruang IGD Pirngadi Belum Penuhi SOP

MEDAN-Sejumlah rumah sakit di Provinsi Sumatera Utara dianggap belum berjalan baik dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), pada program perencanaan bencana rumah sakit atau hospital disaster plan.

“RS di Sumut banyak yang tidak melakukan Standart Operasional Prosedur (SOP). Anehnya, begitu pasien masuk IGD, medis langsung menanyakan ke pasien sebagai pasien apa, Jamkesmas, Jamkesda atau apa?” kata Pengamat Kesehatan Sumatera Utara, Destanul Aulia. Destanul, Selasa (3/7).
Harusnya, kata Destanul, IGD sebagai pemegang peranan utama harus mengenyampingkan persoalan identitas pasien termasuk pembiayaannya. Rumah sakit kebanyakan lebih cenderung kepada materi dan bisnis semata, bukan sebagai tempat pelayanan.

Seharusnya, kata dia, yang perlu dilakukan oleh rumah sakit yakni melihat bagaimana stok obat, alat-alat yang dipakai yang bersifat darurat harus tersedia, dokter jaga harus ada.

“Tapi jangan dokter yang baru, melainkan dokter yang benar-benar sudah profesional. Artinya, dokter itu tahu bagaimana menangani kasus kegawatdaruratan,” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, pasien atau masyarakat belum mendapatkan jaminan ketika pasien dirawat di IGD. “Apalagi rumah sakit pemerintah. IGD harus jalankan SOP yang ada. Karena IGD adalah salah satu akses untuk masuk dan mendapatkan pelayanan ketika dalam keadaan emergency,” tegasnya.
Menurutnya, IGD rumah sakit seharusnya memainkan peran utama untuk penanggulangan gawat darurat dalam pemeriksaan awal kasus gawat darurat, resusitasi dan stabilisasi. Tapi, sayangnya peranan itu belum begitu terlihat.

“Pemerintah maupun pihak rumah sakit swasta, harus benar-benar memperhatikan fungsi pelayanan IGD yang sebenarnya, bukan lebih kepada persoalan finansial. Karena fungsi utama IGD itu untuk memberikan pertolongan kepada pasien yang emergency, bukan persoalan status pasien,” ujarnya.

Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian (Bimdal) Sarana dan Peralatan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Bambang Suprayetno menyebutkan, sesuai dengan SOP yang ada, begitu pasien masuk ke IGD harus segera ditangani dan tidak boleh mendahulukan mengenai status dan identitas pasien.

“Tidak boleh ditanyakan statusnya dahulu, tugas utama dari IGD yakni memberikan pertolongan terhadap pasien dengan sesegera mungkin karena IGD berfungsi untuk menyelamatkan pasien dengan kondisi yang tidak stabil,” ujar Bambang.
Setelah kondisi pasien stabil, sambungnya, pihak rumah sakit selanjutnya bisa mengkomunikasikan ini kepada keluarga pasien.
“Tunggu kondisi pasien stabil. Setelah stabil, barulah bisa ditanyakan kepada keluarganya. Apakah mau dirawat atau dirujuk ke rumah sakit lainnya. Salah, jika pihak rumah sakit menanyakan status pasien ketika masuk ke IGD,” tuturnya.
Sebelumnya, ketidaknyamanan di instalasi gawat darurat telah dialami oleh Anatasya Yolenta Situmeang. Bayi berusia 7 bulan warga Jalan Pelajar Ujung, Medan Denai meninggal dunia karena dua jam lebih tak mendapat penanganan dari petugas medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Jumat (6/4) lalu. (uma)

Merak Macet, Kerugian Rp1,8 Miliar Sehari

MACET: Antrean kendaraan pribadi dan truk terlihat di kawasan Cilegon, Banten, kemarin. Kepadatan dan antrean ini terjadi karena kendaraan yang menuju Merak lewat tol dialihkan demi mengurangi kemacetan yang lebih parah.//DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA/jpnn
MACET: Antrean kendaraan pribadi dan truk terlihat di kawasan Cilegon, Banten, kemarin. Kepadatan dan antrean ini terjadi karena kendaraan yang menuju Merak lewat tol dialihkan demi mengurangi kemacetan yang lebih parah.//DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA/jpnn
JAKARTA – Pengusaha angkutan dan logistik sangat dirugikan akibat kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Kejadian yang kerap terjadi itu bisa mengakibatkan kerugian pengusaha angkutan hingga sekitar Rp 1,8 miliar per hari.

Ketua Umum DPP Organda Eka Sari Lorena menghitung tahun lalu tiap hari pelabuhan Merak melayani 3.300 truk yang menyeberangin
pulau Jawa dan Sumatera. Tahun ini, jumlahnya meningkat 10 persen. Namun kapasitas kapal dan pelabuhan masih minim, yakni hanya menampung maksimal 2.100 truk per hari. Akibatnya, antrean di pelabuhan strategis tersebut kerap memanjang.

Kemacetan yang terjadi tahun lalu telah menyebabkan kerugian per hari hingga Rp 1,5 miliar. Eka menghitung kerugian yang terjadi tahun ini bisa meningkat sekitar  20 persen. “Kerugiannya meningkat karena makin macet di mana-mana,” kata Eka saat dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin.
Eka mendesak Direktorat ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) bisa lebih transparan dalam menjalankan kebijakan sehingga terhindar dari masalah kemacetan yang sangat klasik. “ASDP juga harus berani melakukan breakthru, berpikir kompetitif di lapangan,” kata Eka.  Menurut Eka, meskipun tidak ada solusi yang bisa langsung menyelesaikan persoalan, namun harus terlihat perbaikan yang dilakukan regulator.

Ia mengatakan, industri distribusi barang angkutan darat adalah tulang punggung perekonomian yang harus mendapatkan perhatian. Pertumbuhan ekonomi 6,5 persen seperti ditargetkan pemerintah, akan sulit tercapai jika tanpa didukung kegiatan distribusi dan pergerakan barang dan orang yang lancar.

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan  akan terjadi kepadatan kendaraan yang  menuju Pelabuhan Merak pada Kamis malam ini. Pasalnya, saat ini kapal yang beroperasi hanya sebanyak 20 kapal. Sebanyak empat kapal untuk sementara tidak dapat melayani karena sedang dalam proses perbaikan dan perawatan (docking)

“Lintas penyeberangan Merak-Bakauheuni sedang mengalami kekurangan kapal. Kondisi ini bisa menimbulkan antrian panjang sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini. Biasanya malam nanti yang rawan macet karena banyak truk dan bis yang bergerak,” ujar Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat saat dihubungi kemarin. Sejak Rabu lalu ada empat kapal yang keluar lintasan untuk melakukan perbaikan antara lain KMP SMS Kertanegara, KMP Duta Banten, KMP Labitra Salwa, KMP Munic dan KMP Prima Nusantara.

Demi kenyamanan, kata Cristine, diimbau agar truk industri dan kontainer dapat melalui pelabuhan umum, karena dalam masa liburan dan persiapan lebaran ini, ASDP Indonesia Ferry akan memprioritaskan truk sembako, bus penumpang dan kendaraan pribadi,”ASDP hanya mengoperasikan tiga kapal di Merak “ Bakauheni. Jadi  jelas sangat membutuhkan dukungan semua pihak supaya dapat segera mengurai kepadatan kendaraan ini,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan, ASDP mengadakan pertemuan dengan  pihak Administrator Pelabuhan(Adpel) dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Merak (OPP) Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut, Adpel Merak  akan membantu percepatan proses perijinan masuk lintasan untuk kapal-kapal yang selesai  docking. Namun, proses percepatan ini juga harus didukung dengan kesiapan dan kecepatan proses penyiapan dokumen dari para operator kapal,”Kami yakin, dengan dukungan  dari regulator dan komitmen operator untuk mengoperasikan kapal mereka serta pengertian dari  seluruh pengguna jasa dapat segera menyelesaikan kepadatan di Merak, “ tukasnya.

Hingga Kamis sore ekor antrian truk terpantau pada Kilometer 92 (KM.92) Jakarta-Merak, setelah sebelumnya sempat berkurang. Sebagai informasi  kondisi kepadatan pelabuhan Merak untuk pengguna jasa, ASDP telah memasang  Mobile Display (petunjuk kemacetan di Merak) yang dipasang di KM. 67 dan bagi kendaraan penumpang atau truk sembako telah diarahkan oleh kepolisian lalu lintas keluar di pintu tol Cilegon Timur atau Serang Barat,”Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengurai kemacetan ini,” lanjutnya.

Sementara Direktur ASDP Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sudirman Lambali mengatakan mengantisipasi terjadinya kekurangan kapal di lintasan penyebrangan Merak-Bakauheuni, pihaknya sudah menginstruksikan kepada para pemilik kapal yang sudah menyelesaikan docking untuk segera bergabung ke lintasan. Idealnya, kata dia, bila kapal-kapal ini beroperasi secara konsisten, pada lintasan Merak Bakauheuni itu di isi oleh 24 kapal. Ia mengatakan kemacetan akan terurai dalam dua hingga tiga hari ke depan. “Jika kapal beroperasi secara penuh yakni empaat rit atau delapaan kali dalam satu hari, maka truk yang diangkut bisa sekitar 3000 lebih. Dan itu tidak akan menimbulkan antrian seperti sekarang,” ungkapnya. (sof/wir/jpnn)

Amankan Program Pengembangan

Kongres I Alumni Universitas HKBP Nommensen

MEDAN-Sivitas akademika Universitas HKBP Nommensen (UHN) segera mencatatkan sejarah. Salah satu universitas tertua di Pulau Sumatera yang berdiri pada 1954 dan telah mengentaskan ribuan sarjana ini, akan memiliki lembaga alumni berskop nasional.

Ikatan alumni akan dibentuk melalui Kongres I Alumni UHN. Rangkaian kongres dimulai pukul 8 pagi ini (6/7) di Perpustakaan UHN dengan acara dialog interaktif bertema “Membangun Indonesia dari Sumatera Utara”. Rektor UHN, Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc akan tampil sebagai pembicara dengan 5 panelis dipandu moderator.

Menurut Jongkers yang ditemui sore kemarin, ada dua sasaran pembentukan alumni UHN. Pertama, sebagai stakeholder utama UHN, posisi alumni sangat krusial.

Diungkapkannya, dalam waktu dekat, 3 pilar UHN akan habis masa periode kepengurusannya. Diawali dengan priodeisasi pucuk pimpinan gereja HKBP yang akan berlangsung September mendatang. Diikuti periodeisasi pengurus yayasan UHN di awal tahun mendatang dan pemilihan rektor baru 2 tahun mendatang.

“Kita butuh alumni yang kuat untuk mengawal masa transisi 2014 (pemilihan rektor). Alumni juga sangat tahu program jangka pendek dan blue print UHN dan goal di tahun 2030,” ujar Jongkers kemarin (5/7).
Posisi strategis ini membuat kekuatan alumni pantas dijadikan pilar ke empat UHN.
Sasaran kedua, kegiatan alumni sangat berpengaruh pada penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). “Konteribusinya sangat tinggi dalam penilaian akreditasi,” beber Jongkers.
Kehadiran alumni pun diharap mampu menyumbang pemikiran terhadap perbaikan kurikulum. Tak bisa dipungkiri, alumni adalah produk perguruan tinggi yang menjadi cermin kualitas pendidikan saat berkiprah di masyarakat.

“Kita punya tradisi menyempurnakan kurikulum setiap 3 tahun. Masukan alumni paling baik sebagai koreksi, masukan dan revisi kurikulum. Kita butuh sekali pandangan alumni terhadap kurikulum, merekalah yang paling tahu kondisi di masyarakat.”

Dipaparkan Jongkers, pembentukan alumni skop nasional sudah didorong sejak Februari 2008. Dalam perjalanannya, pengurus alumni untuk tingkat Jabodetabek sudah terbentuk 2010 lalu. “Tahun inilah tingkat nasional bisa direalisasikan,” ujar dosen Fakultas Pertanian UHN tersebut.
Setelah pengurus Alumni UHN tingkat nasional ini terbentuk, Jongkers bersedia memberi berbagai fasilitas yang dibutuhkan. “Selain ruang kerja, kita akan sediakan karyawan, kalau mereka meminta,” janjinya.

Jongkers tidak mempermasalahkan bila kelak lembaga alumni UHN dijadikan alat penekan untuk mengkoreksi kebijakan politis. “Kami hanya meminta lembaga ini tidak mencampuri urusan akademik,” harapnya.

Ketua dewan pengarah (SC), Hasiholan Sidabutar SE MA, yang ditemui di Perpustakaan UHN kemarin sore memaparkan, kesediaan Menteri Pertahanan RI Dr Ir Purnomo Yusgiantoro untuk membuka kongres. Sedangkan seorang panelis, Drs Akmaluddin Hasibuan MSi, tidak bisa hadir.

Alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi angkatan 1964  yang saat ini menjabat Presiden Komisaris di PTPN VII, Lampung itu mendadak punya agenda kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan. “Beliau dipanggil Pak Menteri untuk hadir di Jakarta,” sebutnya.

Meski demikian, panitia telah menerima kepastian kedatangan panelis lain yang juga alumni UHN atas nama Drs Abdillah MBA, Dr Ir Matheus Yusuf, Dr Edison Hulu MEc dan Prof Dr Monang Sitorus serta panelis, Dr Hinca Panjaitan SH. Dengan demikian, dialog interaktif yang dihadiri diperkirakan dihadiri 700 alumni dan undangan itu menghasilkan pemikian besar untuk kejayaan universitas dan sumbangsihnya untuk kemajuan berbangsa dan bernegara. (tms)

AY Nasution Daftar ke Gerindra

Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen (Purn) AY Nasution didampingi istrinya Hanum Siregar dan  rombongan mendaftar secara resmi ke DPW Partai Gerakan Indonesia Raya Sumut, Jalan HM Joni, Medan, Kamis (5/7) sore sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara (Balon Gubsu) 2013-2018.

LELAKI yang juga diketahui mendaftar ke sejumlah partai lain sebagai balon Gubsu yakni Partai Demokrat, Golkar dan Hanura tersebut diterima oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I Partai Gerindra Sumut, A Mubarok, Ketua Tim Penjaringan dan Pendaftaran Cagubsu, Yantoni Purba, serta Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Idham Hasibuan saat menyerahkan formulir dan berkas pendaftaran.

AY mengatakan seluruh persyaratan            administratif  yang diberikan Partai Gerindra sudah lengkap. “Terima kasih kepada pengurus Gerindra yang hadir di kantor ini. Tujuan kami datang untuk menyerahkan berkas pendaftaran,” ujarnya. AY mengharapkan seluruh elemen masyarakat di Sumut bahu membahu membangun Sumut ke depan. Sebab, menurut AY, pembangunan Sumut ke arah yang lebih baik tak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat. Sebagai infromasi, AY merupakan sosok ke tiga yang secara resmi mendaftar ke Gerindra Sumut, setelah mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) yang juga mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Rustam Effendi (RE) Nainggolan dan Rohana Sianipar.

Masih tersisa dua sosok yang sudah mengambil formulir, namun tak kunjung mengembalikan ke Gerindra, yakni Mantan Wakasad Letjen (Purn) Cornel Simbolon, serta mantan Direktur Bank Sumut Gus Irawan. “Ada lima orang yang mengambil formulir, tiga sudah mengembalikan. Jadi dua lagi belum mengembalikan,  Cornel dan Gus Irawan. Menurut Yantoni, Gus Irawan sudah cukup lama mengambil formulir dan berjanji akan dikembalikan seminggu  kemudian. Akan tetapi pengurus Gerindra mengaku belum juga menerima kembali formulir  dimaksud.

‘’Kami tak tahu apakah Gus akan mengembalikan atau tidak. Yang pasti ada lima nama yang ambil,” ungkapnya. Hingga kini, lanjut Yantoni, Gerindra belum menetapkan batas waktu pendaftaran balon Gubsu/Wagubsu di partai yang dinakhodai mantan Danjen Kopassu Prabowo Subianto tersebut.
Alasannya , Gerindra harus berkoalisi dengan parpol lain karena hanya memiliki tiga persen suara dari total pemilih di Pemilu 2009 silam. Jumlah anggota legislatif di DPRD Sumut yang didudukkan partai berlambang Garuda itu ada tiga. Ditambahkan pula, Gerindra sudah menjajaki koalisi dengan seluruh par pol di DPRSU. Akan tetapi belum ada deal atau kesepakatan yang bisa dipegang dari pembicaraan tersebut.

“Pintu koalisi masih terbuka. Kami sudah membicarakan itu dengan sejumlah parpol,  seperti Golkar, Demokrat dan PDI-P.  Tapi  belum ada deal,” pungkasnya. (ari)apnya.(ari)

Sinyal Pergi RVP

London – Jangan harap melihat Robin van Persie masih mengenakan kostum Arsenal musim depan. Itu seiring pernyataan Van Persie bahwa dirinya telah menolak perpanjangan kontrak dari Arsenal. Keputusan yang mengindikasikan RVP – sebutan Van Persie – bakal mengakhiri kebersamannya selama delapan tahun terakhir bersama klub berjuluk The Gunners tersebut.

Kontrak Van Persie hanya tersisa setahun lagi. Praktis, Van Persie menjadi aset berharga yang harus segera dilepas Arsenal sebelum The Gunners tidak mendapat apa-apa apabila kontrak striker internasional Belanda tersebut habis akhir musim ini.

Dengan predikat top scorer Premier League musim lalu itu (30 gol), Arsenal hanya tinggal mencari penawaran terbaik dari deretan klub top Eropa yang meminati Van Persie. Di antaranya duo Manchester, City dan United, serta jawara Serie A Juventus.

“Setelah memilikirkannya berkali-kali dan dengan banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak (bersama Arsenal, Red),” kata Van Persie sebagaimana dilansir Daily Mail.

Keinginan Van Persie tidak memperpanjang kontrak sebenarnya sudah muncul awal tahun ini. Yakni setelah pemain terbaik Inggris musim 2011-2012 itu mendiskusikan masa depannya bersama pelatih Arsenal Arsene Wenger dan chief executive klub, Ivan Gazidis.

“Setelah pertemuan kedua dengan Wenger dan Gazidis di akhir musim dan setelah klub memaparkan strategi dan kebijakan ke depan, saya merasa tidak memiliki kesepahaman,” jelas Van Persie yang musim lalu menjabat kapten Arsenal tersebut.

Tidak diragukan lagi dan seperti saat eksodus bintang Arsenal sebelumnya, trofi juara adalah alasannya. Arsenal seret gelar selama tujuh tahun terakhir atau sejak Piala FA 2005 yang sekaligus menjadi satu-satunya trofi yang dikoleksi Van Persie bersama The Gunners.
“Saya memang baru saja menjalani musim yang hebat, tapi tujuan saya adalah memenangi trofi bersama tim yang saya bela dan membawa klub tersebut meraih kejayaan,” jelas Van Persie lagi.

Van Persie sadar keputusannya akan membuat kecewa, bahkan marah fans Arsenal (Gooners). “Fans, tentu saja, memiliki hak untuk tidak senang atas keputusan saya dan saya tetap menghargai opini mereka. Itu karena saya menaruh respek kepada Arsenal, fans, maupun kepada Wenger yang membentu saya menjadi pemain sesungguhnya,” papar striker yang hanya mengemas satu gol dari tiga kali penampilannya bersama Belanda di Euro 2012 tersebut.
Pernyataan dari Van Persie pun segera direspons Arsenal. Juru bicara Arsenal mengatakan bahwa mereka masih berharap bisa mengubah pendirian mantan striker Feyenoord Rotterdam tersebut. Tapi, mantan gelandang Arsenal Ray Parlour mengatakan akan lebih baik apabila Van Persie dijual.
“Tidak ada gunanya membujuk pemain yang tidak lagi memiliki komitmen  terhadap klub. Jika benar harganya 25-30 juta pounds, maka itu adalah sebuah investasi yang bagus bagi Arsenal,” kata Parlour kepada BBC.

Parlour juga berharap agar dan penjualan RvP dibelikan Papiss Cisse yang kini berkostum Newcastle.
Parlour menilai Cisse adalah sosok yang pas mengisi posisi yang kelak ditinggalkan Van Persie. Di musim lalu, striker 25 tahun asal Senegal ini tampil cemerlang dengan torehan 13 gol dalam 14 laga di Premier League. (dns/jpnn)

FFF Panggil Empat Pemain Indisipliner

FEDERASI sepak bola Prancis FFF ternyata tidak main-main dengan ancamannya. Menanggapi munculnya kasus pelanggaran indisipliner yang dilakukan penggawa Les Blues, FFF bakal memanggil empat pemain. Keempatnya dinilai sudah menjadi biang kegagalan tim Prancis dalam Euro 2012 kemarin.
Keempat pemain yang dipanggil menghadap komisi disiplin FFF itu di antaranya Samir Nasri, Hatem ben Arfa, Yann M”Vila, dan Jeremy Menez. Keputusan memanggil keempat pemain tersebut dilontarkan presiden FFF Noel Le Graet, Selasa lalu (3/7). “Mereka harus menjelaskan tindakannya kepada komisi disiplin,” ujar Le Graet dikutip dalam Goal.

Dari keempat pemain tersebut, aksi Nasri-lah yang dianggap sebagai kesalahan terbesar dari penggawa Prancis. Seperti diketahui, gelandang Manchester City itu terlibat adu mulut dengan salah seorang wartawan Prancis pasca disingkirkan Spanyol dalam babak perempat final Euro 2012.
Kesalahan ketiga pemain lainnya dinilai lebih ringan ketimbang Nasri. Sama halnya dengan Nasri, mereka juga memancing suasana panas di kamar ganti pemain. Menez adu mulut dengan penjaga gawang sekaligus kapten tim Hugo Lloris, Ben Arfa bersitegang dengan pelatih Laurent Blanc, sedangkan M”Vila tidak mau berjabat tangan dengan Blanc.

Le Graet menyebut, pihaknya masih belum bisa menjatuhkan vonis sanksi bagi keempat pemain itu secepatnya. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan oleh komisi disiplin sebelum mengambil keputusan. FFF membutuhkan waktu dalam beberapa hari untuk menentukan sanksi tersebut. (ren/jpnn)

Zidane Saingi Deschamps

Calon Pelatih Baru Prancis

PARIS – Didier Deschamps bukan lagi satu-satunya kandidat kuat pelatih baru Prancis. Deschamps kini mendapat saingan dari mantan rekan seangkatannya, Zinedine Zidane. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kabarnya juga tengah serius mempertimbangkan Zidane sebagai pengganti Laurent Blanc yang tidak dipertahankan seusai Euro 2012.

Presiden FFF Noel Le Graet mengatakan apabila Zizou – sapaan akrab Zidane – memang memimpikan bakal melatih timnas negerinya sendiri. “Saya bangga setelah dia (Zidane) mengekspresikan keinginanannya untuk selalu dekat dengan timnas Prancis. Dia bahkan sudah memimpikannya selama satu dekade terakhir,” kata Le Graet kepada AFP.

Hanya, FFF harus berpikir dua kali seandainya menunjuk pria yang kini menjabat sebagai direktur sepak bola Real Madrid tersebut. Itu karena Zidane yang menyelesaikan kuliah diploma dua tahun jurusan hukum dan finansial olahraga pada Oktober tahun lalu tersebut belum memiliki pengalaman melatih.
Di sisi lain, FFF dikabarkan masih belum memulai pembicaraan empat mata dengan Deschamps untuk mengisi kursi pelatih baru Les Blues – sebutan Prancis. Seperti dilansir RMC, Le Graet hanya mengontak mantan pelatih Olympique Marseille tersebut melalui Guy Stephan, tangan kanan Deschamps.

Bahkan, beredar rumor bahwa Deschamps akan menolak jabatan pelatih Les Bleus karena menghormati pertemanannya dengan Blanc. Deschamps dan Blanc, plus Zidane memang menjadi bagian skuad Les Bleus kala memenangi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

“Saya belum bisa mengatakan siapa (calon pelatih baru Prancis) sampai saat ini. Yang jelas pelatih kami adalah orang Prancis,” jelas Le Graet. Le Graet juga mengatakan apabila pelatih baru nanti akan mendapat kontrak berdurasi dua tahun (sampai Piala Dunia 2014 di Brasil) plus opsi perpanjangan dua tahun lagi (Euro 2016 yang digelar di Prancis.

“Kualifikasi Piala Dunia (2014) tidak akan mudah karena kami segrup dengan Spanyol. Setelah itu, baru kita menatap Euro 2016,” tutur Le Graet. (dns/jpnn)

Minimalisasi Gol Hantu, Warna Lebih Mencolok

Maxim, Bola Resmi Tiga Liga Elite Eropa Musim 2012-2013

Bukan hanya kontestan, pelatih, atau pemain yang baru dari Premier League, Serie A, dan Liga Primera musim depan (2012-2013). Tiga kompetisi paling elite di Benua Biru tersebut akan menggunakan bola baru buatan perusahaan apparel ternama, Nike. Namanya Maxim.

BOLA merupakan instrumen penting dalam olahraga sepak bola. Kualitas bola bisa memengaruhi permainan, bahkan hasil pertandingan. Lihat saja dalam dua turnamen besar terakhir. Jabulani (bola resmi Piala Dunia 2010) dan Tango 12 (bola resmi Euro 2012) mendapat kritik, khususnya dari kiper, karena sulit dijinakkan.

Kendati Jabulani dan Tango 12 adalah produk apparel Adidas, Nike belajar dari situasi yang terjadi. Maxim yang menjadi produk baru mereka pun memiliki beberapa kelebihan dibandingkan Seitiro, bola yang musim lalu juga digunakan di tiga liga elite Eropa.  Di antaranya lima lapisan pembungkus bola sehingga mem buat sentuhan pertama, sekalipun saat bola berputar, tetap lekat di kaki. Lapisan karbon lateks misalnya. Dibuat dalam enam sayap agar cepat berakselerasi sekalipun melawan angin. Lapisan mikro-alur juga menjaga stabilitas bola dan meningkatkan akurasi saat ditendang. Sedangkan lapisan busa nitrogen juga diperluas sehingga Maxim tahan terhadap segala cuaca.

Tidak hanya itu. Maxim juga menawarkan teknologi baru. Di antaranya The Geo II Balanced untuk aerodinamika bola. Juga RaDaR (Rapid Decision and Response), sebuah teknologi yang membuat pemain bisa melihat bola dengan baik meski dalam kecepatan tinggi sepersekian detik.

Sebelum teknologi garis gawang resmi diberlakukan FIFA, RaDaR bisa menjadi solusi meminimalisasikan kasus gol hantu. Itulah sebabnya, Maxim juga menggunakan corak warna terang dan kontras yang tajam sehingga bola juga terlihat jelas oleh penonton di stadion maupun mereka yang menyaksikan dari layar kaca.

“Maxim telah melalui tes standar di laboratorium maupun lapangan, dengan hasil memuaskan. Dalam pengembangannya kami juga bekerja sama dengan Universitas British Columbia,” kata General Manager Nike Italia Andrea Rossi seperti dilansir Football Italia.

Untuk Serie A, Maxim memiliki ciri khas warna tersendiri. Yakni, kombinasi hijau dan merah. Sedangkan di Premier League dan Liga Primera berwarna biru dan merah. Jika tidak ada aral, Maxim akan dijajal kali pertama dalam final Piala Super Italia antara Juventus versus Napoli di National Stadium, Beijing, 11 Agustus nanti. (dns/jpnn)

Negeri Samba Berjaya Lagi

Corinthians vs Boca Juniors

SAO PAULO- Brasil menunjukkan masih layak menyandang predikat sebagai penguasa sepak bola Amerika Latin. Itu setelah wakil negeri samba, Corinthians, menjuarai Copa Libertadores 2012 dengan mengalahkan klub raksasa Argentina, Boca Juniors.

Corinthians memastikan trofi pertama Copa Libertadores setalah menang dua gol tanpa balas atas Boca di kandang sendiri, Estadio Pacaembu, kemarin. Kemenangan dalam leg kedua tersebut membuat Timao -julukan Corinthians- unggul agregat 3-1.

Striker berdarah Brazil tapi dinaturalisasi Qatar, Emerson Sheik, tampil sebagai pahlawan dengan memborong kedua gol. Gol pertama pada menit ke-54 lahir setelah memanfaatkan umpan dari Danilo, sedangkan gol kedua di menit ke-72 berkat aksi individu striker 33 tahun tersebut.

Sukses Corinthians melanjutkan dominasi Brasil di Liga Champions-nya Amerika Latin tersebut dalam tiga tahun terakhir. Dengan kata lain, Corinthians membuat Brasil meraih hat-trick juara setelah Santos (2011) dan Internacional (2010).

Corinthians sekaligus menggagalkan Boca menyamai prestasi kompatriot mereka, Independiente, sebagai tim tersukses Copa Libertadores dengan koleksi tujuh gelar. Independiente selalu juara setiap kali tampil di final, sedangkan Boca sudah empat kali gagal di partai puncak.

“Piala ini untuk kalian yang terus menyemangati kami selama kejuaraan,” kata kapten Corinthians Alessandro di depan 40 ribu pendukung mereka, seperti dilansir O Globo.

“Saya merasa bangga bisa mengenakan kostum ini,” sahut bintang kemenangan Emerson.

Corinthians yang jawara Campeonato Brasileiro Serie A 2011 tersebut memang favorit juara setelah secara beruntun mengalahkan dua kompatriot mereka di babak sebelumnya. Yakni, Vasco da Gama di perempat final dan juara bertahan Santos yang diperkuat striker sensasional Neymar di semifinal.
“Kami tidak memiliki pemain bintang, tapi kami adalah tim yang tangguh dan kami bisa meraih juara,” ujar gelandang bertahan Corinthians Paulinho.
“Saya bangga memiliki para pemain yang bermain dengan terorganisasi dalam bermain dan mereka juga “terorganisasi” (bersahabat, Red) di luar lapangan,” tambah pelatih Corinthians Tite.

Sebagai jawara Copa Libertadores, Corinthians berhak mewakili Amerika Latin di ajang Piala Dunia Antarklub di Jepang 6-16 Desember mendatang.(dns/jpnn)