Home Blog Page 13295

Butuh Rp5 T Lagi untuk Kuasai Inalum

JAKARTA- Pemerintah bersama DPR telah mengalokasikan dana Rp2 triliun di APBN-P 2012 untuk mengakuisisi 58,88 persen saham PT Indonesia Asahan Alumuniam (Inalum) yang selama ini dikuasai konsorsium 12 investor Jepang. Namun, dana itu masih jauh dari yang dibutuhkan, yakni total sebesar Rp7 triliun. Dengan kata lain, masih harus disiapkan lagi Rp5 triliun.

Kebutuhan total Rp7 trilun itu diungkapkan Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Hadiyanto saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Senayan, Senin (2/7). Selama ini, pemegang saham Inalum terdiri dari pemerintah RI 41,12 persen dan konsorsium 12 investor Jepang 58,88 persen.
Hadiyanto di depan para anggota DPR memastikan, pemerintah akan menguasai 100 persen saham Inalum pasca 2013. Proses akuisisi saham perusahaan pengolahan aluminium yang beroperasi sejak 1982 itu paling lambat harus sudah dilakukan 31 Oktober 2013, saat perjanjian kerjasama (Master Agreement) dengan konsorsium NAA berakhir.”Dalam rangka pengambilalihan itu diperlukan penganggaran mencapai Rp 7 triliun,” ujar Hadiyanto.
Sementara, yang sudah dialokasikan di APBNP 2012 baru Rp2 triliun. Tapi, katanya, dana yang dimasukkan dalam pos anggaran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) itu baru tahap pertama. Kekurangannya diharapkan dianggarkan di APBN tahun berikutnya.

Hadiyanto menjelaskan, dengan pengambilalihan 100 persen saham oleh pemerintah, ke depan Inalum bakal memberikan nilai tambah bagi Indonesia.  Jadi, lanjutnya, masa habisnya kontrak 2013 harus dijadikan momen bagi pemerintah untuk bisa masuk ke industri pengolahan alumunium itu.
Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar kepada koran ini pernah mengatakan, kekurangannya dana untuk Inalum akan dianggarkan lagi di APBN berikutnya.Besaran dana kebutuhan Rp7 triliun, tampaknya sesuai dengan estimasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan. Karenanya,  lewat perusahaannya,  PT Toba Sejahtera, Luhut telah menyiapkan US$ 700 juta untuk mengakuisisi 58,88 persen saham PT Inalum.

Dalam beberapa kali kesempatan, Luhut menjelaskan, dana sebesar itu akan dikucurkan oleh dua bank, yakni Deutsche Bank dan BNP Paribas.  Hanya saja, belum ada keputusan dari pemerintah pusat mengenai keinginan Luhut untuk mengambil alih 58,88 persen saham PT Inalum itu.  Belum ada penjelasan, apakah setelah diambil alih pemerintah, saham mayoritas itu akan diserahkan sepenuhnya ke perusahaan milik ‘orang dekat’ Aburizal Bakrie itu. (sam)

Luna Makin Mesra dengan Pengusaha Kafe

Luna Maya//kapanlagi.com
Luna Maya//kapanlagi.com
Pada 23 Juli  mendatang, Ariel akan menghirup udara bebas setelah dipastikan keluar dari penjara dengan status bebas bersyarat.
Hal itu tentu merupakan kabar menggembirakan untuk para penggemar, keluarga dan rekan-rekannya di band. Namun bagai dua sisi mata uang, kabar tersebut juga diiringi kabar terbaru mantan kekasih Ariel, Luna Maya.

Jelang bebasnya Ariel, Luna dikabarkan justru semakin lengket dengan pengusaha kafe di kawasan Kemang. Hal itu diketahui karena Luna terlihat sedang bersama pria yang diyakini sebagai pengganti Ariel itu belum lama ini di kafe tersebut.

Keduanya menghabiskan waktu bersama dengan saling berdekatan. Luna dan sang pria juga tampak mesra dan akrab.
Gosip seputar hubungan Ariel dan Luna memang memang tak pernah padam meski Ariel tengah meringkuk di penjara. Dahulu sebelum Ariel menikah dengan Sarah Amalia, sosok Luna sudah begitu melekat dengan Ariel.

Meski saat itu Ariel-Luna sudah menjalani hidupnya masing-masing, nyatanya kedua insan itu seperti tak terpisahkan.

Terbukti setelah bercerai dengan Sara, Luna kembali mengisi hati eks vokalis Peterpan itu. Lalu adakah kejutan lagi nantinya? Akankah Luna Maya kembali ke pelukan Ariel setelah sang punjangga keluar penjara? Let’s see. (net/bbs)

Zack Lee Bantah Bakal Cerai

Nafa Urbach & Zack Lee
Nafa Urbach & Zack Lee
Rumah tangga Nafa Urbach dan Zack Lee dikabarkan tengah retak. Selain membantah kabar tersebut, Zack menegaskan, tak ada yang mau bercerai.
“Puji Tuhan kita baik-baik saja, nggak ada yang mau cerai,” tuturnya seraya tertawa, Senin (2/7).

Kabar mengenai retaknya hubungan mereka berawal dari pemberitaan di sebuah majalah. Menanggapi hak itu, Zack menilai media tersebut salah.
“Mereka nangkapnya salah. Yang pasti kami baik-baik saja dan tak ada yang mau cerai,” tegasnya.

Meski begitu, ia tak membantah rumah tangganya pernah dinaungi masalah. Namun, hal itu dianggapnya sebagai hal yang wajar. “Iya, semua rumah tangga pasti punya masalah,” ujarnya. (net/bbs)

Baru 37 Persen RS di Sumut Terakreditasi

MEDAN – Dari total 190 rumah sakit yang ada di Provinsi Sumatera Utara, hanya 37 persen atau sekitar 70 rumah sakit saja yang telah terakreditasi. Padahal sesuai rencana strategis (Renstra) Nasional, setiap Provinsi, harus memiliki setidaknya 90 persen rumah sakit yang terakreditasi.

Hal ini disampaikan Kasi Bimdal Sarana dan Peralatan Kesehatan Dinkes Provsu, Bambang Suprayetno saat ditemui di ruang kerjanya Senin (2/7).
“Sesuai Undang-undang Rumah Sakit Nomor 44 tahun 2009 yang baru, bahwa tiap rumah sakit harus terakreditasi. Bahkan tiap Provinsi harus memenuhi 90 persen sesuai Renstra. Hanya saja Undang-undang yang mulai diimplementasikan pada 2010 ini belum bisa berjalan maksimal karena masih terkendala beberapa hal,”terangnya.

Kendala tersebut bilang Bambang, yakni masih banyaknya rumah sakit kecil yang terkendala dana saat mengajukan akreditasi perpanjangan kepada petugas Komite Akreditasi RS (KARS) Pusat.

Masih menurut Bambang, setidaknya hingga saat ini ada sekitar 25 RS di Sumut yang telah mengajukan untuk bimbingan dan akreditasi oleh KARS namun belum juga diproses.

“Jadi sebenarnya kalau kita lihat, bahwa rumah sakit di Sumut sudah banyak yang mengajukan untuk diperpanjang akreditasinya ke pusat. Karena sesuai tugas pokok dan fungsinya pengajuan dilakukan rumah sakit langsung ke Pusat, dan mereka hanya memberikan tembusan ke provinsi. Namun permohonan ini masih harus menunggu lama,”ujarnya.

Lambatnya proses bimbingan dan akreditasi yang dilakukan pusat atas permintaan sejumlah rumah sakit di Provinsi, menurut Bambang dikarenakan keterbatasan petugas KARS Pusat.

Pasalnya dari sekitar 3000 rumah sakit yang ada di Indonesia, hanya ditangani oleh sebuah lembaga akreditasi independen yakni KARS.
“Terang saja kondisi ini menyebabkan rumah sakit yang telah mengajukan perpanjangan akreditasi harus menunggu lama,”ungkapnya.
Padahal menurut Bambang, untuk Juli 2012, akreditasi yang akan dikeluarkan merupakan versi baru yang sudah mengarah ke standar Internasional.
“Bagaimana ini bisa berjalan efektif, sementara untuk akreditasi versi lama saja belum semua rumah sakit mendapatkannya. Sejauh ini kita hanya bisa melakukan sosialisasi ke beberapa rumah sakit baik negeri dan swasta terkait akreditasi versi baru, namun bisa atau tidaknya diterapkan, kembali kepada kebijakan pemerintah,”tuturnya.

Terkait dampak tidak diperpanjangnya akreditasi, menurut Bambang yakni lebih kepada efek pelayanan disebuah rumah sakit. Mengingat standarisasi rumah sakit lebih kepada standar operasional (SOP) pelayanan.

“Dengan tidak adanya akreditasi maka rumah sakit kurang optimal dalam pelayanan karena tidak ada SOP pelayanan. Apalagi saat ini, asuransi kesehatan (ASKES) sudah mulai mewajibkan penetapan kelas dan akreditasi untuk penanganan pasien peserta ASKES,”sebut Bambang.
Melihat kondisi ini Bambang mengatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkes sudah seharusnya mengambil kebijakan menyiasati agar pengajuan akreditasi bisa secepatnya direalisasikan. (uma)

Mahatala UHN Medan Juara I Lomba Lintas Alam

MEDAN – Mahasiswa Pecinta Alam (Mahatala) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan terpilih sebagai juara pertama lomba lintas alam yang digelar dalam acara Kemah Kerja Rehabilitasi Lahan dan Temu Rimbawan Nasional 2012 di Tahura Bukit Barisan, Tanah Karo pada tanggal 28 – 30 Juni 2012.  Acara ini sendiri diikuti oleh 204 tim seluruh Indonesia.

Ketua Mahatala UHN Medan, Sepri Manerson Sinaga (Coky) di Sekretariatan Mahatala UHN Medan Jalan Sutomo Ujung Senin (2/7) mengatakan, mereka   sangat senang karena mendapatkan kepercayaan dan  mendapatkan juara I tropi tetap dari Gubernur Sumut dan mendapatkan tropi bergilir dari Menteri Kehutanan RI.

Mahatala Univ HKBP Nommensen, ujarnya akan tetap berusaha untuk mempertahankan prestasi ini. Sepri mengatakan, tim Mahatala UMN menikutserta 6 orang peserta. “Peserta yang ikut diantaranya Amarpin Pinem, Hendrik P, Michael S, Dipo S dan Jeli Sinaga termasuk saya sendiri,” akunya.
Tambah Sepri, tujuan acara ini untuk pelestarian lingkungan alam dan sekaligus meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke Tanah Karo. “Semua tak bisa tercipta jika masyarakat tak membantu. Kerjasama dari semua elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan,”ujarnya.

Sepri yang akrab disapa Coky ini mengaku, Mahatala jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan untuk mengikuti kompetisi ini. ‘’Karena ini demi nama baik Sumut. Kita sudah mempersiapkan semuanya agar Sumut menjadi terbaik dan,” bebernya. Sepri juga mengampaikan terima kasih kepada tim dewan juri dan panitia pelaksanan yang mempercayakan Juara I ini kepada Mahatala Univ HKBP Nommensen Medan.  (jon)

Kereta Api Aceh-Lampung Segera Dibangun

Panjang 2.168 Km, Butuh Rp70 Triliun

REL: Kereta api melintas di kawasan padat penduduk di Belawan, beberapa waktu lalu. Pemerintah merencanakan pembuatan rel kereta api dari Aceh hingga Lampung.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
REL: Kereta api melintas di kawasan padat penduduk di Belawan, beberapa waktu lalu. Pemerintah merencanakan pembuatan rel kereta api dari Aceh hingga Lampung.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
JAKARTA-Pemerintah tidak hanya memikirkan pembangunan rel ganda (double track) yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya di Pulau Jawa, akan tetapi juga akan membangun jalur kereta di Pulau Sumatera. Studi kelayakan (feasibility study) mengenai jalur kereta yang akan mengubungkan Lampung hingga Aceh itu diharapkan bisa selesai Agustus tahun ini.

“Studi sedang dilakukan pemerintah dan akan memperhatikan titik-titik ekonomi di wilayah yang akan dilewati jalur kereta tersebut. Mudah-mudahan studi bisa selesai Agustus 2012,” ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Selasa (2/7).

Jalur kereta api trans Sumatera tersebut nantinya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Diharapkan dengan adanya jalur kereta tersebut aktivitas pergerakan penumpang, barang atau komoditi strategis lainnya dapat meningkat pesat di masa yang akan datang.

Studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini sudah mulai dilakukan secara terpisah di sejumlah provinsi dan untuk realisasinya akan dilakukan melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS). Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta cukup besar sehingga perlu keterlibatan investor swasta,”Perhitungan saat ini, pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Rencananya, sekitar 70 persen sumber dana berasal dari pemerintah, sisanya sebesar 30 persen swasta,” tukasnya.

Sebelumnya sudah ada studi mengenai rencana pembangunan jalur kereta dari Lampung hingga Rantauprapat sepanjang 1.650 kilometer yang membutuhkan perkiraan dana hingga Rp49,5 triliun. Namun karena ada perubahan desain dengan menambahkan jangkauan hingga Banda Aceh, maka pihak pemerintah akan melakukan studi ulang. Oleh karena itu Bambang tidak heran jika ada penambahan biaya dibandingkan estimasi biaya dalam perhitungan awal. “Otomatis kalau panjang yang dibangun bertambah, biayanya juga pasti tambah,” ungkapnya.

Sarana Perkeretaapian Kemenhub, Sugiadi Waluyo mengungkapkan, pemerintah serius menggarap infrastruktur transportasi massal di luar Pulau Jawa, salah satunya Sumatera. Pasalnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Pulau Sumatera sudah sangat layak untuk disediakan saran transportasi yang memadai, “Kami sedang menyiapkan studi tentang jalur kereta trans Sumatera, karena memang keinginan dan kebutuhannya cukup besar. Targetnya jalur kereta api tersebut sudah bisa beroperasi pada 2030,” sebutnya.

Pihaknya tengah mencari investor yang mau bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun jalur kereta tersebut. Studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini dilakukan secara sepotong-sepotong di masing-masing provinsi karena pemerintah setempatlah yang mengetahui dengan pasti karakteristik, kondisi geografis maupun masyarakat yang wilayahnya akan dilalui jalur kereta,”Kami hanya menyiapkan studinya kalau nanti ada yang mau ya silahkan, tentunya akan kami fasilitasi dan kami permudah,” tegasnya.

Per Kilometer Butuh Rp25 Miliar

Meski studi pembangunan dilakukan secara terpisah-pisah namun nantinya akan dibuat sebuah rencana induk (masterplan) pembangunan kereta api di pulau Sumatera. Untuk itu tim studi yang bekerja di Medan, Riau, dan Jambi nantinya akan digabung. Menurut Sugiadi, perkiraan kebutuhan dana pembangunan rel kereta mencapai Rp25 miliar per kilometer dalam kondisi normal. “Tapi kalau kondisi di lapangan terdapat banyak jembatan dan timbunan, diperkirakan bisa mencapai Rp35 miliar hingga Rp40 miliar,” tuturnya.

Panjang rel kereta di Pulau Sumatera yang ada saat ini (eksisting) mencapai 1.869 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 1.348 kilometer masih beroperasi, sisanya 512 kilometer tidak bisa dioperasikan lagi. Oleh karena itu perlu ada revitalisasi dan pembangunan rel baru. Kemenhub mencatat jumlah penumpang jalur kereta api di Sumatera mencapai 4,2 juta orang per tahun dan jumlah angkutan barang sepanjang 2011 sebanyak 14,7 juta ton,”Jumlah ini sudah sangat besar untuk kita tambah jalur-jalur baru hingga ke Aceh,” jelasnya (wir/jpnn)

[table caption=”Sejumlah Proyek Prestius Trans di Sumatera”]

Proyek: ,Koridor Trans Sumatera
Misi Proyek: ,Konektivitas jalan dari Bakeheuni (Lampung) – Aceh.
Panjang Jalan:,1.000 Km
Biaya:,Rp150 triliun
Konstruktor:,PT Jasa Marga
,
Proyek:,Mega Proyek Trans Sumatera High Garde Highway (HGH)
Misi Proyek: ,Mengkoneksi jalan tol Sumut-Sumbar- Riau. Trans-Sumatera Highway adalah bagian dari Indonesiaa connectivity yang dicanangkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekomoni Indonesia (MP3EI).
Panjang Jalan:,-
Biaya:,Rp60 Triliun
,
Proyek:,HGH Trans Sumatera
Misi Proyek: ,”-Duplikasi jariangn jalintimsum yakni sedikit bergeser dari Jalintim yang saat ini sudah eksisting.
,- HGH Trans Sumatera ini terdiri atas Koridor Bakauheni – Banda Aceh sepanjang Lintas Timur Sumatera (2.014 km) yang disertai jalan penghubung (feeder) sepanjang 720 km.
, “- Menghubungkan 8 Pusat Kegiatan Nasional, 6 pelabuhan udara, dan 7 pelabuhan utama”
Panjang:,2.700 Km
Biaya:,”Rp99,88 Triliun ”
[/table]

Data Olahan Sumut Pos

35 Jenis Produk Kosmetik Palsu Diamankan BPPOM

MEDAN – Tim Penyidik Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan menemukan 35 jenis produk kosmetik palsu di lokasi penyimpanan kosmetik palsu di Jalan Mestika, Mandala, Medan Tembung, Senin (2/7) pagi.

Atas temuan itu, petugas menyita ratusan karton dari 35 jenis produk kosmetik tersebut. “Adapun produk yang disita diantaranya tanpa label, bermerek paten tapi dipalsukan dan tidak terdaftar di BPOM,” ujar Plh Kepala BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, tak lama setelah melakukan penggrebekan di lokasi penyimpanan produk kosmetik palsu.

Bahkan dari penuturan Sacramento, seluruh produk tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta. “Dari pengakuan pemiliknya, seluruh produk bernilai Rp100 juta. Akan tetapi kita memprediksi nilainya lebih karena mereka bisa menjual tiga kali lipat di pasaran,” sebutnya.
Kini seluruh produk telah disita dan dibawa ke kantor BPPOM Medan. Sedangkan pemiliknya, bilang Sacramento, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk jenis produknya, akan kita periksa lagi di laboratorium untuk memastikan zat yang terkandung dalam produk tersebut,”ujarnya.
Penggerebekan tersebut langsung dipimpin Kepala Seksi Penyidikan BPOM, Ramses, dan sejumlah anggotanya.
Dari pengakuan Ramses,  sebulan belakangan petugas telah melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

Bahkan,  Jumat (29/6) lalu pihaknya juga telah melakukan penggerebekan. Akan tetapi, pemiliknya tidak berada di tempat. “Hari ini (kemarin, red), kita pagi-pagi sudah datang dan kebetulan ada pemiliknya sehingga lebih mudah untuk memprosesnya,” sebut Ramses.
Tim BPOM, lanjutnya, akan bekerja lebih ekstra lagi untuk mengungkap siapa sebenarnya distributor besarnya.

Pantauan wartawan, pemiliknya, A (26), terlihat santai. Dia mengaku, baru setahun ini mengedarkan produk kosmetik palsu tersebut. Dari nota penjualannya, dia sudah mengedarkan produk itu ke sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara. “Saya dapatkan produk ini dari Jakarta. Saya tahu ini dilarang, tapi bagaimana lagi, namanya bisnis. Saya ikut seperti ini karena belajar dari teman,” sebutnya.

Melihat bahasa tubuh A, petugas yakin, dia bukan sebagai pemilik barang tersebut. Soalnya, A kelihatan tenang dan selalu tersenyum. Dia terlihat koperatif dengan petugas. “Kita yakin, dia bukan pemiliknya.  Kalau pemilik, pasti sudah kalap atau meninggalkan lokasi ini,” ucap salah seorang petugas. (uma)

UPT Tahura PWI dan LSM Tabur Bibit Ikan

KARO- Dalam upaya sinergis membangun kerangka ekologi terkait pendekatan konservasi lahan plasma nuftah dan keragaman hayati penting mendapatkan perhatian multi stake holder bidang kehutanan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, bersama Lembaga Eckaronology Resources Institute (ERI) dan Pengelola Tahura Bukit Barisan Dishut Sumut melakukan penaburan ratusan bibit ikan nila Senin (2/7).
Ketua PWI Cabang Karo Dickson Palawi dan Ketua ERI BB Tarigan mengatakan penaburan ratusan bibit ikan, jenis Nila dilaksanakan dalam upaya sinergis membangun kerangka ekologi terkait pendekatan konservasi lahan. Dimana plasma nuftah dan keragaman hayati penting mendapat perhatian multi stake holder bidang kehutanan.

‘’Potensi Tahura sebagai obyek wisata, selain dari sisi konservasi harus juga dilengkapi dengan keragaman hayati dalam hal ini satwa seperti ikan, burung yang selain bermanfaat sebagai mata rantai ekosistim, upaya secara berkesinambungan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung obyek wisata,’’ ujar Palawi.

Menurut Dickson Pelawi tabur bibit ikan merupakan stimulan kerjasama erat antara Tahura dengan lembaga-lembaga pemangku kepentingan Tahura Bukit Barisan. Potensi Tahura yang sedemikian luas merupakan satu contoh sederhana guna mendukung kearah berkembangnya Tahura sebagai salah satu obyek wisata alamiah dan natural. ‘’Tahura tidak saja dapat dikemas setara dengan Kebun Raya Bogor atau Cibodas di Jawa Barat,’’ ucap Dickson.
Lanjut Dickson, ada sejumlah sumber mineral batuan dan kandungan air bersumber di Kawasan Tahura, yang bernilai tinggi melengkapi daya tarik maupun kebutuhan manusia akan pengetahuan rekreatif sumberdaya alam termasuk lingkungan hutan. (wan)

Korban Minibus Terjun ke Danau Toba tak Dapat Santunan

Angkutan Plat Hitam tak Diakui Asuransi Jasaraharja

SIANTAR- Kepala Perwakilan Jasa Raharja Pematangsiantar, Safaruddin Tanjung, Senin (2/7), menegaskan, 8 korban tewas dan 4 korban luka akibat mini bus L300 BK 11 70 XO terjun kejurang di Sibaganding-Parapat, Simalungun, lima hari lalu, dipastikan tidak mendapat santunan jasa raharja.

Santunan kecelakaan lalulintas itu tidak dapat diterima para korban, karena mobil Taksi Kita Bersama (TKB) jenis mini bus L300, tidak terdaftar sebagai mobil angkutan penumpang (taksi berplat hitam) di PT Jasa Raharja. Serta tidak pernah membayar iuran Rp 300 ribuper tahun, sebagai jaminan santunan bila terjadi kecelakaan. “Hal itu diatur di undang-undang nomor 34 tahun 64 (1964), untuk memberikan perlindungan terhadap penumpang pada angkutan umum. Baik angkutan udara, laut dan angkutan darat,” sebut Safaruddin Tanjung.

Dijelaskan, selain tidak terdaftar sebagai angkutan penumpang dan tidak membayar iuran Rp300 ribu per tahun, para korban tewas dan korban luka tidak mendapat santunan kecelakaan dari Jasa Raharja, juga karena bentuk kecelakaan yang terjadi berupa kecelakaan tunggal. Maksudnya, tidak melibatkan pihak atau kendaraan lain. “Jadi beda halnya, bila tidak kecelakaan tunggal. Seperti menabrak pejalan kaki, maka pejalan kaki itu akan mendapatkan santunan. Jadi yang terjadi di jurang Sibaganding itu kecelakaan tunggal,” ucapnya.

Hanya saja, meski secara ketentuan undang undang tidak mendapatkan santunan, tetap saja PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar yang memiliki wilayah tugas, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Simalungun, Taput, Humbahas, Tobasa, Samosir dan lainnya itu, masih menunggu kebijakan PT Jasa Raharja Sumut. “Kita masih menunggu kebijakan Jasa Raharja Sumut. Apakah kita akan memberikan bantuan,” katanya.

Untuk itulah, Tanjung berharap, agar pengusaha taksi plat hitam, supaya mendaftarkan armadanya ke PT Jasa Raharja. Menurutnya,masih banyak taksi plat hitam yang tidak terdaftar di PT Jasa Raharja. Seperti Halak Kita (Halkit) Taksi, Juliana Taksi dan lainnya. Katanya, pengusaha enggan mengurus asuransi Jasa Raharja, karena kurangnya kesadaran dari pengusaha tersebut akan pentingnya Jasa Raharja. “Biasanya, bila sudah kejadian, baru mereka (pengusaha), mengurus dan mendaftar ke Jasa Raharja. Jadi sebelum kejadian, kita minta pengusaha taksi agar mendaftar kemari,” ungkapnya.

Tersangka Belum Ditetapkan

Polres Simalungun diminta segera menuntaskan tugasnya. Dengan melakukan penyelidikan mendalam, guna mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan delapan orang itu. Karena sejak awal olah TKP Polantas, kemungkinan kecelakaan itu diyakini karena gundukan sisa material proyek aspal hotmix oleh pihak kontrkator PT Kasena. Sebaliknya, kelalaian sopir minibus Taksi Kita Bersama (TKB) BK 1170 XO yang dikendarai Parlindungan Harahap masih diselidiki.

Tak ubahnya yang diungkapkan Kapolres Simalungun, AKBP Agus Fajar bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan maut tersebut. (ndo/smg)

Menkes Baru dan Kondomisasi

Oleh: Ummu Dzakiy

Menteri kesehatan yang baru dilantik, Nafsiah Mboi, sudah membuat gebrakan. Ia tak sungkan-sungkan mengatakan salah satu programnya adalah kondomisasi bagi para remaja.

Kalangan ulama di beberapa daerah mengecam kebijakan tersebut, karena dianggap menyebarkan seks bebas.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR-RI menyesalkan statement Menteri Kesehatan yang ingin menggalakkan kampanye kondom untuk kelompok seks berisiko.

Menurutnya, hal itu justru menunjukkan bahwa pemerintah melegalkan seks bebas. Ustadz Iyus Khaerunnas (Ketua FUI Bogor) mengatakan  bahwa  program ini sungguh menyesatkan, karena secara langsung melegalisasi perzinahan.

Dengan kata lain, “Silahkan berzina asalkan memakai kondom,  ini bahaya jika menjadi program untuk para remaja kita yang mayoritas muslim ini,” ujar Ustadz Iyus.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu). Ia  menyatakan bahwa kampanye penggunaan alat kontrasepsi kondom merupakan hal yang biasa.

Hal itu memiliki tujuan yang baik. Kampanye kondom  menjadi sensasional karena masyarakat kita masih punya standar ganda soal kondom.

Sosok  Nafsiah Mboi

Andi Nafsiah Mboi Walinono menjadi Menkes menggantikan Endang Sri Rahayu Sedyaningsih yang meninggal dunia. Ia dilantik Presiden SBY pada Rabu (13/6) di Istana Negara untuk periode 2012-2014.

Dia dokter spesialis anak jebolan sejumlah perguruan tinggi di Amerika dan Eropa. Lahir di Sengkang, Sulsel, 14 Juli 1940. Ia adalah istri dari mantan Gubernur NTT Brigjen Purn Ben Mboi.

Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini melakukan gebrakan dengan mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom.

Dia berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja.
Dalam Undang-undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun Menkes menganalisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan.

Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN. Dia melihat, angka sebanyak itu menunjukkan bahwa banyak remaja mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Dia menegaskan, Undang-undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak yang dikandung sampai dilahirkan harus diberikan haknya sesuai UU.

Maka, mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan.
Nafsiah Mboi membantah akan melakukan kampanye dan pembagian kondom terhadap peserta didik di lingkungan sekolah. Para siswa hanya akan diberikan pengarahan mengenai risiko seks bebas melalui pendidikan moral serta keagamaan.

Sasaran penggunaan kondom ditujukan kepada kelompok usia 15-24 tahun. Dia melihat, di tempat pelacuran sekarang ini 34 persen pelacurnya berusia 15-24 tahun.

Kondom tersebut hanya dibagi-bagikan di tempat-tempat tertentu yang dirasa memiliki risiko seks tinggi, misalnya pelacuran dan panti pijat. Untuk menghindari penularan HIV/AIDS dan kehamilan.

Fakta Kondom

Pada kondom terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang; dalam keadaan meregang lebar pori-pori tersebut mencapai 10 kali. Virus HIV sendiri berdiameter 1/250 mikron.

Banyak  yang beranggapan bahwa virus HIV dapat  dengan leluasa menembus pori-pori kondom. Namun hasil evaluasi Cohrane Review yang dilaporkan pada 25 Mei 2001 menyimpulkan, penggunaan kondom secara konsisten mempunyai kemampuan untuk mencegah transmisi HIV dengan efektivitas 80 persen.

Evaluasi dilakukan terhadap 4.709 publikasi ilmiah mengenai efektivitas kondom. Logikanya, virus HIV akan bisa pindah kalau cairan pembawanya pindah.

Selama kondom bisa menahan cairan sperma maka virus HIV pun akan tertahan. Kondom yang dipasarkan di Indonesia adalah yang terbuat dari getah lateks yang tidak mempunyai pori-pori. Kondom yang berpori-pori adalah kondom yang terbuat dari usus binatang dan tidak dijual di Indonesia.
Menurut laporan Consumer Reports di Amerika Serikat tahun 1989, pada kondom lateks yang diregangkan, ketika dilihat dengan mikroskop perbesaran 30 ribu kali, tidak ditemukan adanya pori-pori.

Jadi memang sangat masuk akal jika pemakaian kondom secara benar dapat  menurunkan angka kehamilan yg tidak dikehendaki dan terbukti menurunkan angka kejadian penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk menurunkan angka kejadian HIV/AIDS.
Bukan Solusi

Namun kondomisasi menjadi masalah jika sasarannya adalah remaja yang mayoritas belum menikah. Kondomisasi tidak menyelesaikan akar masalah penularan HIV/AIDS yakni seks bebas. Kampanye kondom hanya akan melegalkan seks bebas.

Terlebih jika kondom dikampanyekan dan dibagi-bagikan di tempat pelacuran dan panti pijat. Kondomisasi adalah solusi pragmatis yang menyesatkan.
Karena hanya akan memberikan kemudahan akses pada remaja untuk mendapatkan kondom sama saja dengan melegalkan seks bebas.
Solusi untuk seks aman yakni  berhubungan seks dengan pasangan sah alias pernikahan antarlawan jenis.

Jalan yang benar dan tepat serta jitu sekaligus berkah mencegah AIDS dan kehamilan di luar nikah dengan menghentikan total zina, pelacuran dan seks bebas, sodomi, homoseks, lesbian dan segala bentuk penyimpangan seks. Tidak akan ada lagi kehamilan yang tak diinginkan, penyebaran penyakit menular seksual (termasuk HIV/AIDS).

Dalam  Alquran surat Al Isro ayat 32 Allah berfirman “Janganlah kalian mendekati Zina.”
Jangankan zina, mendekatinya pun kita dilarang. (*)

Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia