Home Blog Page 13305

Cornel Kunjungi Ibunda Syamsul

SILATURAHMI: Cornel Simbolon (paling kiri) berpose dengan Ibunda Syamsul Arifin, Hj Padlah (dua dari kiri). Pertemuan itu menjalin tali silaturahmi.//sumut pos
SILATURAHMI: Cornel Simbolon (paling kiri) berpose dengan Ibunda Syamsul Arifin, Hj Padlah (dua dari kiri). Pertemuan itu menjalin tali silaturahmi.//sumut pos

LANGKAT- Letjen (purn) Cornel Simbolon bersilaturahmi kepada keluarga besar Gubsu non-aktif Syamsul Arifin. Dalam pertemuan di kediaman ibunda Syamsul, Hj Fadlah, di Jalan Stasiun, Pangkalan Brandan, Langkat, Kamis (28/6), itu Cornel meminta restu dari Hj Fadlah.

Cornel didampingi sang istri, Elisabeth Ratnasari boru Sagala, Ketua Umum Himpunan Keluarga Batak (Hikba) Kabupaten Langkat T Robert Panggabean, Wakil Ketua Parna se-Indonesia, Amel Sialagan, dan mantan aktivis Parlin Manihuruk mengaku silaturahmi itu demi restu atas perjuangan  pencalonannya di Pilgubsu tahun depan. Menurut mantan Wakasad ini, motivasi dirinya maju di Pilgubsu untuk melanjutkan pengabdian pasca-pensiun dari kemiliteran. Cornel berniat melanjutkan pekerjaan yang sudah dirintis Syamsul sebelumnya. ‘’Saya sendiri mengagumi sosok Syamsul yang tampil apa adanya, mengayomi seluruh lapisan masyarakat, dan terkenal dengan slogan ‘Sahabat Semua Suku’ itu,’’ ujarnya.

Cornel menyebutkan sejumlah pekerjaan Syamsul saat menjabat Gubsu tinggal dilanjutkan. Jika kelak dipercayakan Partai Demokrat sebagai calon Gubsu dan memenanginya, dia berjanji menuntaskan grand design pekerjaan Syamsul.

Dalam kesempatan itu, Hj Fadlah menyatakan dukungannya dan mendoakan cita-cita mulia Cornel tersebut. Dia mengaku sukacita dengan kunjungan Cornel dan rombongan ke kediamannya. Perempuan berusia 76 tahun ini mengharapkan kedatangan Cornel berikutnya dan dipersilakan menginap untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Syamsul. (ari)

Abang Becak Sumbang Kontingen Sumut

MEDAN- Suasana mengharukan sempat terjadi di halaman parkir Kantor KONI Sumatera Utara, Jumat (29/6) sore. puluhan abang becak dari Forum Silaturahmi Penarik Becak Stasiun Besar Kereta Api Medan datang untuk memberikan sumbangan kepada Kontingen PON Sumatera Utara.

Kedatangan para penarik becak tersebut sempat membuat beberapa pengurus KONI Sumut kaget. Namun, setelah mengetahui maksud kedatangan mereka untuk memberikan sumbangan kepada Kontingen PON Sumut, para pengurus tersebut menjadi terharu.

Bahkan, Ketua Kontingen PON Sumut yang juga Ketua Harian KONI Sumut, Jhon Lubis dan Sekretaris Umum KONI Sumut Drs Chairul Azmi MPd serta Sekretaris Pengprov FORKI Sumut, Zulkarnaen Purba sempat menitikkan air mata dan tidak sanggup berkata-kata. Ketua Forum Silaturahmi Penarik Becak Stasiun Besar Kereta Api Medan, Antoni mengatakan, kedatangan mereka ke KONI Sumut tersebut merupakan spontanitas setelah membaca berita di beberapa media cetak terbitan Medan, bahwa atlet Sumatera Utara kini mengalami krisis keuangan.

“Setelah membaca beberapa media cetak terbitan Kota Medan, kami para penarik becak yang sering mangkal di Stasiun Besar Kereta Api Medan sepakat mengumpulkan uang untuk membantu para atlet Sumatera Utara yang akan berlaga di PON 2012 mendatang,” ujar Antoni.

Antoni menambahkan, uang yang mereka kumpulkan sebesar Rp1 juta dan bukanlah jumlah yang besar, tapi sumbangan tersebut murni sebagai rasa solidaritas kepada atlet Sumatera Utara. “Kami berharap agar atlet Sumatera Utara yang berlaga di PON nanti tidak pernah putus asa, tapi lebih termotivasi untuk mengharumkan nama daerah ini,” harapnya.

Sedangkan, Wakil Ketua III KONI Sumut Drs M Syahrir mengatakan pihaknya sangat terharu dengan kedatangan penarik becak tersebut. Dirinya tidak pernah menyangka para abang becak sangat peduli dengan kekuarangan Kontingen PON Sumatera Utara. “Kami tidak bisa lagi berkata-kata karena merasa sangat terharu,” kata Syahrir.

Syarir menambahkan, kedatangan para abang becak tersebut akan menambah motivasi atlet Sumatera Utara untuk meraih prestasi terbaik di PON 2012 mendatang. “Kami akan membayar perhatian abang-abang dengan meraih prestasi di PON 2012 mendatang,” janjinya.
Sementara, Sekum Pengprov FORKI Sumut Zulkarnaen Purba juga merasa terharu dengan kedatangan para abang becak tersebut. Dirinya mewakili pengurus cabang olahraga se-Sumatera Utara, tidak bisa berkata banyak dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian para abang becak itu. Hingga saat ini, KONI Sumut belum tahu kapan menerima anggaran dari Pemprovsu, sehingga terancam tidak ikut serta di PON 2012 mendatang. Bahkan, bila dana tersebut tidak cair, maka olahraga di daerah ini akan mati suri. (jun)

Lopez Mulai Pasrah

PSMS vs Persiba

MEDAN- Setelah libur cukup panjang, PSMS Medan akan kembali menjalani laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Sabtu (30/6) sore ini, Persiba Bantul akan menjadi batu sandungan bagi Ayam Kinantan untuk keluar dari zona degradasi.

PSMS saat ini berada di posisi 11, satu strip di atas juru kunci, Bontang FC. Namun di saat keharusan meraih poin penuh mutlak, gairah tak terlihat dari skuad PSMS IPL. Tunggakan gaji tiga bulan tak ayal sangat memengaruhi menurunnya semangat pemain. Tak terlihat lagi nada optimisme yang biasa dikoarkan. Namun nada pasrah lebih mendominasi.

Betapa tidak, skuad PSMS sempat tidak melakukan latihan selama enam hari sejak 19 Juni lalu. Entah karena memang mogok latihan atau karena ketiadaan bus yang biasa mengangkut skuad latihan ke Lapangan Thamrin Graha Metropolitan, tak ada lagi semangat yang terlihat. Bahkan niat untuk mogok main sempat terencana. Seperti yang sudah direalisasikan Persema yang menolak bertanding menghadapi Persija pekan lalu.

PSMS Medan baru menggelar latihan kemarin sore. Seluruh pemain sudah bergabung. Kecuali bek asal Makedonia, Goran Gancev masih absen karena dalam proses pemulihan usai operasi lutut. Pelatih Fabio Lopez yang biasanya berperan membangkitkan semangat skuadnya kini pun hanya pasrah. Ia tak lagi menuntut hasil apapun kepada skuadnya. Ia pun enggan dimintai komentarnya terkait persiapan tim jelang pertandingan. “Tidak ada yang bisa saya komentari,” ujarnya.

Sementara  Kapten PSMS Medan, Vagner Luis masih berusaha mengapungkan sisa optimisme. Kompleksnya masalah di tim yang bersumber dari belum mengucurnya dana dari konsorsium tak dipungkirinya membuat suasana tim tidak kondusif. Namun dirinya bersama rekan-rekan lainnya tak punya opsi lain selain memenangkan laga.

“Masalah di tim ini, pemain tidak gajian, bus latihan tidak ada. Itu masalah bagi kami. Tapi untuk bertanding besok (hari ini), tidak masalah,” ungkap bek asal Brasil itu.

PSMS Medan diuntungkan dengan keterlambatan Persiba Bantul ke Medan. Skuad besutan Sajuri Syahid baru tiba di Medan sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam. Akibatnya, sesi technical meeting yang biasanya digelar batal.
“Persiba datang terlambat. Mereka tiba di Medan Jumat (29/6) malam,” ujar ketua panpel pertandingan PSMS Medan, Saryono. Tak jauh berbeda dengan PSMS, Persiba juga dilanda permasalahan finansial yang tak jauh berbeda. Satu-satunya yang bisa membangkitkan semangat adalah keinginan untuk tak kembali mengecewakan publik Teladan dengan kekalahan.
Sebelumnya Persema Malang sudah cukup mempermalukan PSMS dengan kekalahan 0-2. “Kami paham kondisi saat ini. Kami tidak bisa berharap banyak kepada pemain. Tapi, semangat mereka akan turut menentukan hasil,” ungkap CEO PSMS, Freddy Hutabarat. (mag-18)

Akhiri Penantian 17 Tahun

Kalahkan Laos, Timnas Muda Pasti ke Mongolia

SINGAPURA- Tim Nasional Muda Indonesia (U-18) berhasil mengakhiri penantian panjang basket tanah air. Untuk kali pertama sejak 1995, Indonesia berhasil lolos ke kejuaraan FIBA Asia, yang rencananya digelar Agustus mendatang di Mongolia.

Kemarin (29/6), Timnas Muda menang telak 78-31 atas Laos di Singapore Basketball Centre. Ini adalah kemenangan ketiga mereka di ajang 8th SEABA U18 Championship, setelah sebelumnya menundukkan Malaysia dan Singapura. Sabtu hari ini (30/6), Timnas Muda akan menghadapi lawan terakhir sekaligus terberat, Filipina. Namun, apa pun hasilnya, Indonesia sudah memastikan diri lolos ke Mongolia.

“Lega rasanya berhasil mencapai target lolos ke FIBA Asia. Apalagi ini pencapaian bersejarah, mengakhiri penantian selama 17 tahun. Sulit dipercaya sudah begitu lama Indonesia tidak tampil di pentas Asia. Saat terakhir kali tampil itu, banyak pemain Timnas Muda baru saja lahir!” kata Azrul Ananda, chief executive officer (CEO) Timnas Muda.

Azrul menyebut ini sebagai hasil sukses kolaborasi antara PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia, penyelenggara liga-liga terbesar di tanah air, dengan Pengurus Pusat Perbasi. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang punya peranan besar.

“Terima kasih tentu kepada semua pemain, yang telah bekerja keras. Terima kasih khusus kepada Coach Nathaniel Canson, yang bersedia menerima tawaran kami melatih tim ini. Dia benar-benar luar biasa. Terima kasih juga kepada Pak Danny Kosasih, manager Timnas Muda dari PP Perbasi yang selalu tekun menemani dan memperhatikan anak-anak,” tuturnya. “Juga terima kasih kepada pihak pendukung. Jawa Pos (grup Sumut Pos), Blibli.com, dan League. Kita semua berhasil mencatat sejarah,” pungkas Azrul.

Hari ini, Timnas Muda bisa mencatat sejarah baru lagi bila mampu mengalahkan Filipina, yang selama ini dianggap sebagai penguasa Asia Tenggara. Setelah melihat persaingan di ajang ini, Nathaniel Canson merasa Indonesia punya peluang.

“Kita akan berusaha sekuat tenaga melawan Filipina. Memang mereka lebih diunggulkan. Kalau kita bisa menghentikan transisi Filipina yang cepat, kita punya peluang untuk menang”  ujar Nath, sapaan Nathaniel Canson kemarin.(dra/jpnn)

Pesilat PPLP Sumut Siap Hadapi Kejurnas

MEDAN- Meski ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, atlet Pencak Silat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut mengaku siap menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar PPLP yang akan digelar di Kalimantan Selatan.

“Kejurnas ini ditunda karena adanya kejuaraan antar pelajar se-Sumut yang digelar di Madina. Sebelum hari ‘H’ Kejurnas di Kalimantan Selatan tiba, kita tentunya sudah siap 100 persen,” kata Suprapto, pelatih kepala pencak silat PPLP Sumut kepada wartawan, Jumat (29/6).

Suprapto menambahkan, dirinya beserta anak asuhnya Siti Amelia Nasuba, Annur Rifay Nasution, Riska Andini serta Anni Laurensia Barus optimis bisa meraih hasil yang lebih baik dari hasil kejurnas pencak silat pada tahun lalu yang berlangsung di Jambi. Saat itu, tim pencak silat PPLP Sumut hanya mampu meraih dua medali perunggu yang diraih Riska Andini di kelas 54-57 kg, dan Anni Laurensia Barus di kelas 45-47 kg.

“Kami akan memanfaatkan pengunduran jadwal ini menjadi penambahan waktu latihan sehingga persiapan semakin matang untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi,” katanya. (mag-10)

2 Rumah Hangus Dilalap Api di Jalan Letda Sujono

MEDAN-Dua unit rumah di Jalan Letda Sujono, Gang Bantan, Lingkungan II, Kelurahan Medan Tembung, hangus dilalap api, Jumat (29/6) siang. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

M Sahid Sembiring, saksi mata yang ditemui di lokasi mengatakan, api pertama kali terlihat dari rumah Ibu Upik.
“Setelah selesai salat Jumat, warga berteriak minta tolong ada kebakaran. Api pertama terlihat dari rumah Bu Upik,” ujarnya.
Warga yang melihat kejadian itun langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Dibantu warga, Upik sempat berusaha mengeluarkan harta benda miliknya. Namun dengan cepat api melalap seluruh harta benda yang ada di rumah itu.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan, semuanya terbakar,” ujar Upik.

Dikatakannya, api pertama kali terlihat lantai dua rumahnya. Tiba-tiba saja api dengan cepat membesar. “Saya baru saja menjemur pakaian di lantai 2. Tiba-tiba ada percikan api dari stut listrik,” sebutnya.

Tak berapa lama kemudian, akibat tipuan angin api menyambar rumah yang ada di sebelahnya. Petugas pemadam kebakaran terpaksa menjebol asbes rumah untuk menghindari kobakaran api semakin meluas.

10 unit pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi, akhirnya berhasil memadamkan api sekitar 20 menit kemudian.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak belum dapat memastikan penyebab kebakaran. “Masih kami selidiki apa penyebabnya,” ujarnya singkat.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chaniago SH mengaku, api diduga dari hubungan arus pendek. (mag-12/jon)

‘CH Center’ Bantu Korban Kebakaran

MEDAN- Anggota DPR-RI yang menetapkan hati maju kembali di perhelatan Pilgubsu tahun depan, Chairuman Harahap, memberikan bantuan kepada ratusan warga nelayan yang mengalami musibah kebakaran di Kecamatan Medan Belawan, beberapa waktu lalu.

Bantuan yang dilakukan Chairuman Harahap, berupa beras dan mie instan kepada warga korban kebakaran yang menghanguskan 39 rumah nelayan, di Lingkungan IV Lorong Proyek Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan ini disampaikan Tety Derlina Harahap dan Dedi Humala Siregar dari ‘Chairuman Harahap Center’, Kamis (28/6).

Dalam penyerahan bantuan itu, Chairuman Harahap, tidak dapat hadir karena berada di Jakarta dalam rangka menjalan tugas sebagai anggota Komisi II DPR-RI. “Kedatangan kami  merupakan bentuk solidaritas dan kekeluargaan yang dibangun antara pak Chairuman dengan masyarakat di Kelurahan Bagan Deli yang terkena musibah kebakaran ini,” kata Dedi.

Kendati Chairuman tak dapat hadir bersama korban kebakaran, tim ‘Chairuman Harahap Center’ merupakan perpanjangan tangan untuk membantu korban yang terkena musibah kebakaran.

Bantuan beras dan mie instan dari ‘Chairuman Harahap  Center’ diterima salah seorang warga korban kebakaran Abdul Majid. Abdul Majid yang mewakili korban kebakaran mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan oleh ‘Chairuman Harahap Center’. Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Syahfrizal. Ia berharap bantuan ‘Chairuman Harahap Center’ menjadi berkah buat korban kebakaran.

‘’Mewakili masyarakat  di sini, saya mengucapkan terima kasih kepada pak Chairuman Harahap. Mudah-mudahan sumbangan ini mampu mengurangi beban yang saat ini ditanggung para korban,” ujar Syafrizal. Dia mengingatkan penderitaan warga korban kebakaran cukup berat mengingat tempat tinggal dan seisinya musnah dilalap si jago merah dalam tragedi naas tersebut. (rud)

Mantan Wadir dan Bos PT Buana Bakal Tersangka

Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek SIR Rp7,7 Miliar di RSU Pirngadi

MEDAN-Kasus dugaan korupsi dana Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) di RSUD dr Pirngadi Medan Rp7,7 terus bergulir di Kejatisu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyidik Kejatisu tengah membidik 2 orang yang terlibat dalam penandatanganan kontrak pengelolaan SIR tahun 2009, di an taranya mantan Wakil Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Nasrullah Anas dan Direktur PT Buana.

“Tersangkanya tentu saja mengarah ke pejabat yang menandatangani berkas kontrak pengelolaan SIR tersebut. Kalau ditanyakan siapa, ya man tan Wakil Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dan Direktur PT Buanalah,” terang salah seorang sumber dari Kejatisu kepada Sumut Pos, Jumat (29/6).
Dikatakannya, penetapan status tersangka hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Penetapan tersangkanya sebentar lagi. Tinggal menunggu waktu saja. Karena penyidik juga tidak akan tergesa-gesa menetapkan siapa tersangkanya. Tentunya masih ada yang harus dilengkapi,” ujarnya lagi.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Marcos Simaremare mengatakan penyidik Kejatisu sudah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi baik dari pihak rumah sakit milik pemerintah tersebut maupun dari PT Buana.

“Kita mengerti bahwa masyarakat menginginkan kejelasan terkait kasus ini. Tetapi tim penyidik masih mengumpulkan data yang akan disingkronkan antara pendapat ahli IT (Universitas Sumatera Utara) USU dengan saksi dari setiap unit kerja rumah sakit dan pengelola tersebut,” ungkap Marcos.
Namun demikian, tim penyidik Kejatisu sudah menerima hasil penilaian yang dilakukan oleh tim ahli IT dari USU. Terkait hasil penilaian yang diberikan oleh tim ahli IT USU, Marcos mengaku tidak bisa mempublisnya.

“Kalau hasilnya, tidak mungkin kita beberkan, yang pasti ahli IT USU sudah menyerahkan hasil penilaian kepada tim penyidik yang selanjutnya dipelajari kembali,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Marcos, jika dalam hasil kajian ahli sesuai dengan alat bukti yang terkumpul, maka langkah yang ditempuh adalah menentukan tersangka dan pemberkasan. Namun, jika hasil kajian ahli ada yang belum singkron, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemanggilan saksi lain untuk mensingkronkannya.

“Hasil dari ahli IT USU mengkaji apakah sistem informasi sesuai dengan sistemmya. Hasilnya mengarah pada apakah sitem informasi yang ada di rumah sakit sesuai atau tidak. Termasuk bagaimana sistemnya apakah sesuai yang diharapkan atau tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (far)

Gaji ke-13 Pensiunan Cair

PNS: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemko Medan menandatangani Absensi seusai Pelantikan Pegawai Negeri Sipil angkatan 2009-2010 di kantor Walikota Medan, Jumat (27/5) lalu.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
PNS: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemko Medan menandatangani Absensi seusai Pelantikan Pegawai Negeri Sipil angkatan 2009-2010 di kantor Walikota Medan, Jumat (27/5) lalu.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
JAKARTA – Kabar baik untuk para pensiunan pegawai negeri sipil, pensiunan TNI/Polri, dan pensiunan pejabat negara. PT Taspen akan mulai membayarkan tunjangan pensiun ke-13 mulai 2 Juli hingga 20 Juli mendatang.

“Pembayaran akan dilakukan secara serentak melalui kantor bayar pensiun. Para pensiunan akan menerima jumlah pensiun pokok ditambah tunjangan keluarga, tambahan penghasilan, dan pembulatan jika ada. Namun, tidak termasuk tunjangan beras,” ujar Sekretaris PT Taspen Wiharto di Jakarta kemarin (29/6).

Tunjangan pensiun yang akan diterima juga tidak termasuk dana kehormatan veteran dan tunjangan khusus Provinsi Papua sebesar Rp 100 ribu. “Penerima pensiun dan tunjangan yang besarnya melebihi penghasilan tidak kena pajak namun belum menyampaikan NPWP, maka akan dikenakan tarif pajak penghasilan lebih tinggi sebesar 20 persen,” terang Wiharto.

PNS yang masih aktif hingga 31 Mei dan pensiun mulai 1 Juni akan mendapatkan pensiun ke-13. Namun, PNS yang pensiun mulai 1 Juli belum berhak mendapatkan pensiun ke-13. Penerima pensiun yang berhak atas pembayaran pensiun sebelum Juni 2012 dan mengajukan klaim pada atau setelah Juni 2012 berhak menerima pensiun bulan ke-13.

“Duda, janda, anak penerima pensiun yang meninggal dunia dan berhak atas pembayaran pensiun pada 1 Juni 2012 akan memperoleh pensiun bulan ke-13 sebesar penerimaan pensiunnya,” katanya.

Pejabat negara yang berhak memperoleh tunjangan pensiun meliputi: presiden, wakil presiden, ketua, wakil ketua, dan anggota MPR, DPR, BPK, KPK, Komisi Yudisial, menteri dan jabatan setingkat menteri, ketua, wakil ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi, hakim agung Mahkamah Agung, hakim pada Badan Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Agama, dan Peradilan militer, gubernur dan wakil gubernur, serta bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota.

Termasuk dalam ketentuan yang akan memperoleh gaji ke-13 ini adalah pensiunan Pegawai Negeri, pejabat negara  janda, duda, anak penerima pensiun, dan penerima pensiun orang tua PNS yang tewas. Juga masuk dalam kategori ini adalah veteran, anggota KNIP, perintis pergerakan kebangsaan, kemerdekaan atau janda atau dudanya. (noe/jpnn)

Miranda Yakin KPK tak Miliki Bukti

JAKARTA – Tidak lama lagi, tersangka kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Goeltom bakal menjalani proses persidangan. Penyidik KPK kemarin (29/6) telah melimpahkan berkas perkara mantan DGS BI tersebut sudah dinyatakan lengkap dan siap dilimpahkan ke tahap penuntutan. “Berkas MSG (Miranda Swaray Goeltom) sudah P-21,”ujar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, kemarin.

Dengan pelimpahan berkas tersebut, setidaknya dalam waktu dua minggu mendatang, Miranda akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor. Kemarin, untuk menandatangani pelimpahan berkas P21, Miranda datang bersama kuasa hukumnya, Andi Simangunson untuk menandatangani pelimpahan berkas P21. Miranda yang kala itu mengenakan busana hitam, seperti biasa tampak tenang.

Sebelum masuk gedung KPK, Miranda pun sempat mengatakan dirinya dalam keadaan sehat. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu juga menyatakan lega, saat mengetahui dirinya segera disidang. Dia mengatakan tidak sabar untuk segera menghadapi persidangan. Sebab, sosialita ibukota tersebut juga mengaku penasaran dengan kasus yang menjeratnya tersebut.

“Saya berterimakasih sudah melakukan penyelidikan dengan tepat dan terhitung cepat, sesuai permintaan saya. Sama seperti publik, saya juga tidak sabar untuk mengetahui apa sih sebenarnya ini,”jelasnya usai menandatangani berkas perkaranya.

Miranda juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Untuk kesekian kalinya, dia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan sejumlah uang atau apapun kepada para anggota dewan. “Jadi tadi pada saat penyerahan berkas, saya sampaikan bahwa saya konsisten sudah menjawab sejujurnya. Saya tidak tahu, tidak pernah memberi atau menyuruh orang untuk memberi kepada anggota DPR, jadi kita tunggu saja dengan sabar seperti apa persidangan nanti,”tegas dia.  Karena merasa yakin dirinya tidak bersalah, Miranda pun mengaku tidak akan repot-repot menghadirkan banyak saksi yang meringankan. Dia juga tidak berniat meminta Menkeu menjadi saksi untuk dirinya.(ken/jpnn)

Miranda berpendapat, tidak ada bukti konkrit yang menunjukkan bahwa dirinya melakukan pemberian berupa cek perjalanan kepada sejumlah anggota dewan.
“Tidak perlu banyak saksi yang meringankan karena saya tidak bikin apa-apa. Tidak usah (Menkeu) juga. Saya yakin tidak ada bukti yang menunjukkan saya telah memberikan sesuatu,”ujar dia.
Ketika disinggung soal pertemuan dirinya dengan beberapa anggota dewan di Hotel Dharmawangsa, Miranda kembali menekankan bahwa pertemuan semacam itu adalah wajar. Dia menyebutkan, Ketua KPK dan anggota “OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga melakukan hal serupa seperti dirinya. “Itu semua juga melakukan, KPK dan anggota OJK juga melakukan. Pertemuan itu diperbolehkan,”imbuh dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Miranda ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 26 Januari lalu. Miranda yang terpilih sebagai “Deputi Gubernur Senior BI pada 2004, diduga turut serta dalam tindak pidana suap yang dilakukan pengusaha Nunun Nurbaeti. Suap tersebut ditujukan kepada anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 untuk memenangkan Miranda dalam pemilihan. (ken)