Home Blog Page 13334

Gubsu Minta Kepulauan Nias Diinventariskan

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho memerintahkan dua Bupati di Pulau Nias untuk mengecek keakurasian informasi tentang dua pulaunya telah dikuasai pihak asing. Dua pulau yang dimaksud itu Samaleko di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dan Pulau Asu di Nias Barat (Nisbar).
“Dua bupati tersebut telah kita surati atas nama Bapak Plt Gubsu agar mereka segera turun menyelidiki secara akurat tentang keberadaan kedua pulau tersebut,” tegas Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/6) sore.

Kedua bupati tersebut, lanjutnya yakni Bupati Nias Selatan (Nisel) dan Bupati Nias Barat (Nisbar) juga diminta pada kesempatan pertama melaporkan hasil pengecekan informasi tersebut kepada Plt Gubsu.

Didampingi Assisten I Pemerintahan Hasiholan Silaen SH beserta Kepala Biro Pemum H Noval Mahyar SH serta staf Carolin Br Simanjuntak dan Nelson Batubara, Sekdaprov menjelaskan surat dimaksud telah dikirim kemarin sore dengan Nomor 1878/BPU-RW/2012.

Dalam surat tersebut Sekdaprovsu atas nama Plt Gubsu meminta kepada Bupati Nisel dan Nisbar mengirimkan profil kedua pulau, Samaleko dan Asu, untuk diinventarisasikan. Begitu juga dengan pulau-pulau kecil dan pulau-pulau terluar yang ada di Kabupaten Nisel dan Nisbar.

“Kita minta profil tersebut lengkap dengan titik koordinat dan kepemilikannya serta segera disampaikan kepada Gubernur Sumut cq Biro Pemerintahan Umum Setdaprovsu pada kesempatan pertama,” jelas Sekdaprovsu.

Surat Plt Gubsu tersebut ditembuskan kepada Mendagri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Pangdam I/BB, Ketua DPRD Provinsi Sumut, Dan Lantamal I serta Ketua DPRD Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat.(ari)

Terpidana Korupsi BNI Masuk Lapas Cipinang

JAKARTA – Satu lagi terpidana kasus korupsi yang sempat melarikan diri berhasil diamankan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kali ini, tim intelijen Kejagung yang dibantu tim dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap terpidana enam tahun kasus korupsi pada BNI Jakarta Selatan, Faisal Amsir.

Faisal ditangkap saat berada di sebuah kamar hotel di Kabupetan Tanah Karo, Sumatera Utara, Kamis (21/6). Malam harinya, dia langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani eksekusi hukuman berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). “Sudah kami eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang,” ujar Kapuspenkum Kejagung Adi Toegarisman, kemarin (22/6). Faisal yang buron sejak tahun 2010 itu sempat diamankan di Kejati Sumut lalu diboyong ke Jakarta. (jpnn)

Mengapa Indonesia tak Pernah Membajak Malaysia?

Oleh: Marthin Fransisco Manihuruk

“Tari tor-tor dibajak”. Mungkin itulah kata yang paling tepat menyusul adanya klaim dari Malaysia yang rencananya akan membuat paten atas salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia yaitu
tari tor-tor.

Tindakan Provokatif dan menyedihkan dari pihak negara Melaysia untuk Indonesia, kembali terulang lagi. Tak tanggung-tanggung, cara yang sama juga dipakai Malaysia untuk memprovokasi Indonesia yaitu dengan “mencuri warisan kebudayaan Indonesia”.  Masih segar dalam ingatan kita yaitu tentang pengakuan batik sebagai warisan  budaya Malaysia, walaupun kini telah disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia. Kali ini objek dari korban nya Malaysia adalah tari Tor-tor Batak Toba dan Gordang sembilan dari Mandailing. Pihak Malaysia melalui situs web nya menyatakan bahwa Tor-tor dan gordang sambilan dari Mandailing adalah milik Malaysia. Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia melalui Menterinya Dr. Rais Yatim dengan entengnya mengatakan bahwa tarian tor-tor ini akan terdaftar dalam bagian 67 Undang-undang warisan Nasional 2005 melalui Kantor berita Malaysia, BERNAMA. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa hal ini muncul?.

Hal ini muncul setidaknya disebabkan 2 faktor. Yang Pertama adalah faktor Kecemburuan Budaya dan Kesenjangan Budaya di Indonesia. Seyogianya bahwa hal ini terjadi karena didasarkan atas adanya 500 ribu orang yang ber suku batak tinggal di Malaysia yang ingin budayanya eksis ditampilkan dimana saja. Robert A.K. Hasibuan yang merupakan warga yang sudah lama menetap di Malaysia, mengatakan bahwa selama ini Indonesia hanya menampilkan eksistensi dari budaya-budaya lain seperti jawa, minang, dan lain-lain, namun budaya batak tidak pernah ditampilkan baik di media ataupun yang lain.

Padahal warga suku Batak yang melihatnya dari Malaysia sangat berharap bahwa budaya Batak dapat ditampilkan di khalayak umum dan diketahui banyak orang. Ini adalah merupakan perwujudan dari tradisi Batak itu sendiri, yang mana warga suku batak itu sangat mengharapkan kehormatan dari orang lain. Namun sangat disayangkan, pihak pemerintah hanya mendengung-dengungkan budaya-budaya yang berasal dari jawa dan minang.
Akhirnya yang menjadi implikasi dari hal ini adalah, warga suku batak yang menetap di  Malaysia, mendukung tindakan Malaysia untuk meng klaim bahwa budaya tari tor-tor adalah berasal dari Malaysia. Tak bisa dipungkiri, bahwa tari tor-tor ini eksistensinya sangat begitu nampak di Malaysia. Tari tor-tor dimainkan dan ditampilkan di publik dan dalam acara resmi di Malaysia. Jadi sangat wajar mereka mendukung tindakan pemerintah Malaysia di tengah-tengah tidak adanya Eksistensi Budaya Batak di Indonesia. Ini adalah bentuk ketidakpuasan dari warga suku batak di negeri Malaysia terhadap pengakuan kebudayaan Batak.

Faktor yang kedua adalah bahwa memang sebenarnya keadaan menyedihkan dari  Malaysia memang masih seperti dulu yaitu “miskin kreatifitas dan miskin budaya” sehingga untuk memperkayanya, Malaysia masih mempergunakan cara konvensional dan sama dengan yang sudah dilakukan dahulu yaitu dengan cara “Mengklaim” baik itu budaya berupa tari, masakan, kesenian, pulau dan yang lainnya.

Bahkan tak jarang usaha tersebut beberapa diantaranya berhasil. Ini lah yang membuat Malaysia ketagihan. Dapatkah Malaysia disalahkan dalam hal ini?. Tentu saja tidak. Selain daripada mempunyai bukti-bukti yang kokoh, pihak Malaysia juga begitu hebat dengan dengan dokumen-dokumen dan seksyen atau undang-undang Kebangsaannya.

Contoh konkritnya adalah pulau Sipadan dan Ligitan. Malaysia berhasil mengklaim karena di pulau itu sudah ada kegiatan-kegiatan berdagang yang dilakukan dan ada melaksanakan kebijakan pajak. Dan di dalam undang-undang Malaysia sendiri mengatakan bahwa, apabila sudah ada kegiatan hukum seperti berdagang atau pengutipan pajak, maka wilayah tersebut adalah wilayah Malaysia. Di sinilah letak kecerdasan Malaysia.

Salah siapa?

Kelemahan Indonesia sangat jelas tampak dari tidak kepedulian Indonesia terhadap budaya dan masyarakatnya dan wilayahnya. Lagu Rasa Sayange, Tari Pendet, Reog Ponorogo dan Angklung juga sempat menjadi perebutan Malaysia dan Indonesia. Di sisi lain, para TKI yang ada di Malaysia khususnya yang mati dibunuh, sedikit pun tak ada diprotes Indonesia. Padahal sudah ada MoU antara Indonesia dengan Malaysia tentang TKI. Di sisi lain, bukan main-main wilayah Indonesia pun sudah ada yang dimiliki Malaysia, yaitu Sipadan dan Ligitan.

Lantas, yang menjadi pertanyaan utama adalah, kalau Malaysia berani berbuat demikian, siapa pihak yang pantas untuk dipersalahkan?. Sudah dapat kita bayangkan bahwa pihak yang seharusnya bertanggungjawab adalah Pemerintah sendiri. Indonesia, mulai dari jaman penjajahan sampai merdeka, sama sekali  tidak pernah ada program untuk membuat daftar budaya-budaya Indonesia dan mendaftarkan nya ke UNESCO. Padahal UNESCO sendiri telah memberi kemudahan dalam mendaftarkannya melalui deklarasinya tahun 2001.

Malaysia sudah membuat daftar-daftar budaya mereka di situs Malaysia sendiri yaitu di www.bernama.com sedangkan Indonesia, belum membuat hal yang serupa. Memang ada yang membuat, namun tidak lengkap. Sangat wajar, karena situs ini pun hanya dibuat oleh kalangan-kalangan yang peduli dengan budaya Indonesia. Dalam hal ini jelas Indonesia sangat lemah.

Bukan Sekedar Waspada

Tidak adanya Undang-undang khusus perlindungan kebudayaan di Indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Dalam kasus ini setidaknya kita perlu bercermin dari kasus serupa yang telah terjadi dahulu. Tak mungkin pemerintah ataupun masyarakat tidak mengetahui hal ini. Perlu hendaknya pemerintah membuat suatu terobosan baru di bidang mempertahankan budaya.

Seharusnya pemerintah harus segera mendafatar semua kebudayaannya. Tak hanya itu, pemerintah juga harus membuat MoU diantara negara-negara ASIA khususnya bagi negara yang kerap melakukan tindakan yang merugikan Indonesia.  Karena tanpa hal itu, mustahil kekayaan Indonesia dapat terlindungi.

Bukan hanya sekedar waspada yang perlu dilakukan pemerintah, tetapi juga harus berpikir panjang dan melakukan pembenahan. UNESCO sendiri telah memberikan keleluasaan bagi negara untuk mendaftarkan warisan budayanya melalui Deklarasi Universal tentang keberagaman Budaya 2001 dan melalui konvensi untuk perlindungan Budaya tak Benda tahun 2008, maka pergunakanlah untuk membajak Malaysia kembali!!!

(Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum USU)

BM PAN Sumut Gelar Kegiatan Amal

MEDAN-Barisan Muda (BM) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut menyambangi redaksi Harian Sumut Pos, Senin (18/6) kemarin. Dalam pertemuan itu, BM PAN Sumut menyinggung beberapa kriteria bakal calon Gubernur Sumut.

Ketua BM PAN Sumut, HM Iskandar Sakty Batubara, SE, M.SP dan rombongan yang turut hadir pada audiensi yang diterima Sekretaris Redaksi Sumut Pos, Desfita Desi Dongoran. Iskandar menjelaskan, BM PAN Sumut juga segera menggelar pelantikan kepengurusan 2012-2017.
Rencananya, pelantikan itu akan digelar pada Minggu (15/7) mendatang di Convention Grand Aston Hotel. Tak sekadar pelatikan, DPW BM PAN Sumut juga akan menggelar berbagai kegiatan amal.

“Banyak kegiatan yang akan kita gelar menjelang pelantikan. Di antaranya donor darah, pembagian paket bantuan peralatan sekolah. Kita juga akan menggelar peresmian sekretariat baru,” terang Iskandar Sakty Batubara yang akrab disapa Choki itu.

Di samping itu, BM PAN Sumut juga berencana menggelar BM PAN Award. Nantinya award ini diperuntukkan bagi tokoh-tokoh yang dianggap peduli terhadap persoalan yang terjadi di Sumatera Utara. “Mungkin sekitar September sudah bisa kita survei siapa saja tokoh yang layak mendapatkan award ini,” timpal Zulfi Amri SPd, MSi ketua panitia pelantikan.

Tak lupa, BM PAN Sumut juga menyoroti Pilgubsu yang segera digelar. Menurut Choki, pihaknya berharap bakal calon Gubernur Sumut mendatang dari kalangan muda. (ful)

Trauma Jenewa

DINI hari nanti gelaran Euro 2012 memasuki babak perempat final. Menatap babak ini, seluruh tim wajib konsentrasi penuh.
Sebuah kecerobohan akan berujung pada sebuah penyesalan yang memaksa mereka angkat koper dan melupakan mimpi berlaga di partai final yang berlangsung di Stadion Kyiv, Ukraina.

Nah, sebagai laga pembuka babak perempat final, Rep Ceko yang berstatus juara grup A akan menghadapi runner up grup B yang ditempati Portugal.
Rep Ceko tampil sebagai juara grup berkat penampilan impresif mereka ketika mengalahkan juara Euro 2004 Yunani dengan skor 2-1 dan menaklukkan tuan rumah Polandia dengan 1-0, meski pada laga awal mereka dibekap Rusia dengan 1-4.

Prestasi yang diraih Rep Ceko ini setali tiga uang dengan calon lawannya, Portugal. Setelah dibekap Jerman dengan skor 0-1, anak asuh Paulo Bento itu bangkit di laga kedua dengan mengalahkan Denmark dengan 2-1 serta mempermalukan tim favorit Belanda, juga dengan angka 2-1.
Bagi Rep Ceko dan Portugal laga dini hari nanti merupakan pertemuan yang ke-12. Pada sebelas pertemuan sebelumnya Rep Ceko dan Portugal sama-sama meraih 4 kemenangan, dengan 3 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Artinya, pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Narodowy, Warszawa (Polandia) merupakan kesempatan bagi kedua tim untuk menancapkan dominasinya atas sang lawan.

Memang, jika dilihat dari reputasi kedua tim di pentas sepak bola dunia, jelas Rep Ceko lebih beken dibanding Portugal, yang popularitas dan prestasi tim ini menanjak seiring pencapaian prestasi Ronaldo di tingkat klub. Sebelumnya. Portugal hanya menjadi runner up Euro 1996 serta semifinalis World Cup 2006.

Catatan prestasi di atas jelas tak sementereng torehan Rep Ceko yang ketika masih bernama Cekoslovakia sempat mencapai partai final World Cup 1934 dan 1962, serta sukses menjadi juara Euro 1976 dan menjadi runner up pada dua puluh tahun berselang.

“Tak ada yang menyanggah jika mereka (Rep Ceko) adalah tim besar dengan catatan prestasi yang hebat. Namun kami siap mengulangi kemenangan yang kami raih empat tahun lalu,” bilang kapten tim Portugal Cristiano Ronaldo.

Ya, empat tahun lalu saat Euro berlangsung di Swiss, kedua tim ini sama-sama menjadi penghuni grup A bersama Turki dan tuan rumah Swiss.
Pada matchday kedua yang berlangsung pada 15 Juni di Stade de Geneve, Jenewa, Cristiano Ronaldo dkk sukses menggulung Rep Ceko dengan skor 3-1. Tiga gol Portugal dilesakkan Deco, Ronaldo dan Quaresma, sedangkan gol bagi Rep Ceko dicetak Sionko.

“Saya masih ingat jika mereka adalah tim yang solid dan sukar untuk dikalahkan. Inilah yang membuat pertandingan besok (hari ini, Red) berlangsung seru dan menarik. Tapi kami siap untuk mengulanginya,” bilang  Ronaldo.

Ronaldo boleh optimis, namun dirinya tak boleh lupa jika Rep Ceko pun pernah mengalahkan Portugal di pentas Euro tahun 1996. Saat itu Portugal yang bermaterikan “generasi emas” Rui Costa dkk dibuat tak berdaya oleh Pavel Nedved dkk dengan skor 1-0.

“Kami memiliki peluang untuk mengalahkan mereka. Saat itu (tahun 1996) tak ada yang menyangka jika kami mampu melakukannya, karena  mereka memiliki materi pemain bertitel juara dunia (juara dunia U-20 tahun 1991),” bilang pelatih Rep Ceko Michal Bilek. (*)

Gagal Jajal Lapangan, Latihan di Polonia

PERSIAPAN Republik Ceko dan Portugal menghadapi perempat final terganggu. Kedua tim kecewa karena tidak bisa menjajal lapangan National Stadium yang menjadi venue pertandingan. Itu setelah UEFA membatalkan sesi jajal lapangan yang seharusnya dijalani kedua tim sehari sebelum pertandingan atau kemarin (20/6). Kenapa ?

“Rumput di beberapa bagian lapangan tereksploitasi (rusak, Red), bahkan tandus,” kata juru bicara UEFA Julius Gluski di situs resmi organisasi.
“Kami khawatir kondisi lapangan semakin buruk saat hari pertandingan jika digunakan dua tim sekaligus dalam waktu beruntun sekalipun hanya latihan. Jadi, kami harus menyelamatkan rumput,” sambungnya.

Kerusakan rumput National Stadium tidak terlalu aneh. Sebab, baru di-launching 29 Januari lalu, stadion berkapasitas 56.070 penonton itu sudah dua kali rumput lapangan diganti. Pergantian terakhir dilakukan sebulan sebelum turnamen.

Seiring Ceko dan Portugal gagal menjajal lapangan, UEFA menawarkan Stadion Municipal Polonia sebagai pengganti. Polonia sebelumnya menjadi tempat latihan Polandia selama Euro. Insiden gagal jajal lapangan National Stadium bukan kali pertama. Jelang laga pemungkas grup (16/5), Yunani dan Rusia juga gagal berlatih di sana.

“Kami jelas kecewa gagal berlatih di National Stadium. Karena itu, kami memutuskan untuk lebih memaksimalkan sesi latihan di markas kami di Wroclaw,” kata juru bicara Ceko Jaroslav Kolar sebagaimana dilansir Gazeta Wyborcza.

Di fase grup, Ceko memang menjalani semua laga mereka di Wroclaw. Hanya, Ceko masih mendingan dibandingkan Portugal yang memainkan semua laga grup di Ukraina. Dua laga awal di Lviv dan lawan terakhir grup di Kharkiv. Tapi, Portugal beruntung karena pernah sekali merasakan atmosfer National Stadium.

Yakni, ketika Cristiano Ronaldo cs tampil sebagai lawan Polandia dalam launching stadion yang bertepatan dengan H-100 menuju Euro 2012 (29/2). Kala itu, laga berkesudahan imbang tanpa gol. (dns/jpnn)

Tak Bergantung pada Ronaldo

PORTUGAL adalah tim besar yang memiliki karakter bermain cepat dan kokoh di tiap lini. Itu semakin lengkap ketika tim ini kerap memiliki talenta hebat.
Dahulu Portugal memiliki generasi emas seperti Rusi Costa, Luis Figo, Paulo Sousa dll.

Nah, kKini Portugal telah kehilangan generasi emas itu. Namun bukan berarti mereka kehabisan pemain bertalenta hebat. Saat ini ada sosok Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Nani (Manchester United) serta sederet bintang muda lainnya,

Inilah yang menjadi modal Paulo Bento untuk menggapai mimpinya membawa Portugal menjadi yang terbaik di pentas Euro 2012. “Ronaldo adalah pemain hebat, tapi bukan berarti kami bergantung kepadanya. Lihatlah ketika kami mampu membobol gawang Denmark sebanyak tiga kali, tak satupun yang berasal dari kakinya. Artinya, itu membuktikan kami memiliki banyak pemain hebat, bukan Ronaldo seorang,” bilang Bento. (jun)

Antisipasi Rosicky

TAK bisa dipungkiri Tomas Rosicky kerap tampil sebagai roh permainan Rep Ceko. Mobilitas yang tinggi dibarengi dengan visi bermain yang bagus, tak ayal membuat pemain ini menjadi sosok tak tergantikan di kubu Rep Ceko.

Artinya, penampilan Rep Ceko akan terlihat berbeda tanpa kehadirannya. Nah, itu pula yang kemungkinan besar bakal terjadi saat Rep Ceko menghadapi Portugal di babak perempat final Euro 2012, dini hari nanti.

Daniel Kolar yang oleh pelatih Rep Ceko Michal Bilek diplot sebagai suksesor Rosicky ternyata belum mampu tampil sesuai harapan.
Namun Bilek tak punya pilihan lain. Kuartet lini tengah Pilar, Kolar, Hubschmann, Jirácek dipaksa mengalirkan umpan-umpan ke lini depan Rep Ceko yang diisi Milan Baros dan Necid.

Di satu sisi, selain jeli mengintip peluang di daerah pertahanan lawan, keempat gelandang tadi, utamanya Kolar dan Hubschmann juga dituntut membantu lini pertahanan timnya dari ancaman striker  tajam Cristiano Ronaldo. (jun)

Karma Baik

Inggris vs Ukraina

DONETSK- Apa yang menarik dari laga antara Inggris versus tuan rumah Ukraina dini hari kemarin? Mungkin gol Wayne Rooney di debutnya pada Euro 2012 ini? Tentu yang paling menarik adalah sontekan Marko Devic menit 62.

Ya, Dalam keadaan tertinggal 0-1 setelah Wayne Rooney mencetak gol di menit awal babak kedua, Ukraina berpeluang menyamakan kedudukan lewat sebuah serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Devic. Bola yang ditendangnya sukses melewati hadangan Joe Hart dan melambung ke arah gawang, tapi John Terry berhasil menghalaunya.

Dari tayangan ulang, bola terlihat sudah melewati garis gawang ketika disapu oleh Terry. Para pemain Ukraina mengklaimnya sebagai gol. Akan tetapi, wasit Viktor Kassai asal Hungaria meneruskan permainan karena hakim garis dan asisten wasit di samping gawang tidak menyatakan tendangan Devic sebagai gol.

Tentu saja pelatih Oleg Blokhin marah bukan main. “Bola itu sudah 50 sentimeter di dalam gawang,” kata Blokhin geram. “Apa gunanya lima orang wasit itu?,” lanjutnya.

Dalam keadaan emosi memuncak, bahkan Blokhin terlibat perdebatan sengit dengan seorang wartawan lokal.
Blokhin kehilangan kesabarannya ketika salah satu wartawan saat jumpa pers usai pertandingan menanyakan kondisi fisik tim Ukraina. Blokhin merespon dengan sengit, “Hargai pekerjaan saya. Atau kita selesaikan saja ini di luar,” hardiknya.

Ketika reporter tadi berdiri, seorang moderator menengahi, namun kekesalan Blokhin tidak surut. “Anda harus tahu bahwa saya juga pemain bola. Apa anda pernah bermain? Hargai posisi saya. Saya tidak izinkan siapapun mengkritik tim saya,” tegas Blokhin.
Sebaliknya, kubu Inggris menanggapi keberhasilan itu dengan gembira. Bahkan Rio Ferdinand lewat live tweet-nya mengomentari gol ‘hantu’ Marko Devic adalah jawaban atas karma yang pernah terjadi bagi Inggris di Piala Dunia 2010 lalu.

Ya, di babak perempat final saat itu Inggris bertemu Jerman. Saat keadaan tertinggal, Steven Gerrard menceploskan gol yang jelas bola sudah melewati garis gawang. Namun wasit saat itu tak melihatnya sebagai sebuah gol. Inggris pun kandas.
“Inilah karma yang pernah kami rasakan di Piala Dunia 2012. Itu gol, bola Devic sudah melewati garis,” tulis Ferdinand. (bbs/ful)

Karyawan Hotel Madani Bersihkan Masjid Raya

MEDAN- Management Hotel Madani Medan menggelar kegiatan yang bertemakan ‘Madani Hotel Medan Peduli 2012’, Sabtu (16/6). Hal itu diwujudkan dengan membersihkan areal Masjid Raya Al Mashun, Jalan Masjid Raya Medan.

General Manager Hotel Madani Dedi Nelson F mengatakan, kegiatan ini rutin mereka gelar setiap tahun guna memperingati Isra Mikrat Nabi Besar Muhamad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1433 Hijriah.

Untuk tahun ini lanjut Dedi Nelson bagian masjid yang dibersihkan difokuskan pada bagian kamar mandi baik itu laki-laki atau pun perempuan. Ada yang membersihkan lantai kamar mandi dan WC, kemudian ada juga yang mengecat dinding kamar mandi.

Dalam kegiatan itu ada sekitar 80-an orang  karyawan yang ikut serta. Semuanya merupakan pegawai Hotel Madani Medan yang terdiri dari beberapa bagian. Sementara itu pada tahun lalu pembersihan diarahkan untuk mengecet bagian pagar masjid.

Lantas apakah aktivitas hotel berhenti? Ditanya begitu Dedi Nelson menjawab tidak. Soalnya karyawan yang ikut dalam pembersihan ini adalah karyawan yang kebetulan tidak masuk kerja (off) sehingga tidak menggangu aktivitas hotel. Apalagi saat ini aktivitas hotel sangat baik dimana sekitar 100 kamar setiap hari penuh. Demikian juga dengan ruang pertemuan semuanya penuh. Kemudian karyawan bekerja dalam waktu 24 jam.

Dedi Nelson menjelaskan, pihaknya sengaja memilih Masjid Raya Al Mashun Medan sebagai objek yang dibersihkan dikarenakan letaknya yang berdekatan dengan Hotel Madani.

Selain itu Masjid Raya Al Mashun juga dikenal sebagai salah satu objek wisata di Kota Medan. “Kita tahu setiap hari 80 sampai 100 wisatawan mengunjungi masjid raya tersebut. Kan kita malu kalau masjid yang dikunjungi itu jorok,” ungkap Dedi Nelson.

Lagi pula masjid juga berfungsi sebagai tempat ibadah, dan setiap umat muslim wajib untuk membersihkannya, di samping untuk menggalakkan dan mendukung terwujudnya dunia pariwisata yang maju khususnya di Kota Medan.  “Masjid Raya Al Mashun ini asetnya Pemko Medan. Jadi kita sebagai warga Medan wajib untuk menjaganya. Termasuk kami dari management Hotel Madani yang meluangkan waktu untuk ikut berpartisipasi guna membersihkan masjid tersebut,” pungkas Dedi Nelson. (dra)