Home Blog Page 13335

Ramai-ramai Menari Tortor

Festival Seni Budaya Tradisional Daerah Sumut Pasca Klaim Malaysia

FESTIVAL Seni dan Budaya Tradisional Daerah Sumut digelar di kampus Universitas Medan Area (UMA) pada tanggal 19-20 Juni 2012. Festival ini mendapat perhatian luas karena beberapa peserta menampilkan atraksi tari tortor yang sempat diklaim Malaysia sebagai kebudayaan mereka.

Peserta atraksi seni dan budaya yang diikuti siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat di Medan sekitarnya menampilkan tari tortor yang berasal dari budaya Batak tersebut. Selain tari, kegiatan di kampus UMA menampilkan bazar jajanan tradisional dan photography competition on the spot.
Wakil Rektor UMA diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir Zulhery Noer MP saat membuka festival mengungkap rasa miris dan protes atas klaim Malaysia atas tortor dan Gordang Sembilan. Dihadapan para mahasiswa dan siswa SLTA, Zulhery menggunggah kepedulian semua kalangan terutama pemerintah dan dunia pendidikan di Indonesia dalam merawat kesenian dan budaya tradisional termasuk di Sumut.

Wakil Rektor UMA menyadari selama ini perhatian terhadap pembinaan seni dan budaya di tanah air belum mendapat perhatian serius. Ia menambahkan, generasi muda di tanah air dapat belajar melihat kepedulian pemerintah negara lain dalam membina seni dan budaya.

“Mari kita merawat dan memelihara kesenian dan kebudayaan tradisional yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia. UMA akan terus memberi perhatian pada pembinaan kesenian dan kebudayaan yang diikuti para generasi muda bangsa. Tahun depan, kita akan menggelar festival serupa dengan lebih besar dalam memeriahkan 30 tahun UMA,’’ kata Zulhery.(*/dmp)

Kalah Tenar dengan Paul Gurita

Hewan Peramal Euro 2012 Kurang Jago

Gurita Paul langsung tersohor ke seluruh dunia setelah berhasil menebak semua laga yang dimainkan Jerman di Piala Dunia 2010 dengan akurat. Gurita milik Oberhausen SeaLife Aquarium Jerman tersebut juga menerka dengan tepat bahwa Spanyol akan mengalahkan Belanda
di partai final.

Pengelola SeaLife mengatakan, aksi Paul awalnya hanya bertujuan untuk menghibur pengunjung. Paul diberi pilihan makanan yang sama dalam dua kota plastik berlabel dua tim yang bertanding. Jika Paul memilih makanan di kotak pertama, tim itulah yang diprediksi menang.

Pada laga perdana grup D, Paul langsung menebak benar bahwa Jerman akan mengalahkan Australia. Setelah itu, nama gurita yang mati pada Oktober 2010 itu langsung melesat ke seluruh dunia. Terlebih, setelah ia memilih bendera Serbia daripada Jerman pada pertandingan kedua. Uniknya, Serbia yang di atas kertas kalah segala-galanya atas Jerman berhasil memenangi laga dengan skor tipis 1-0.

Setelah itu, tebakan Paul tidak pernah meleset alias seratus persen. Ini mempertajam catatan Paul yang menebak benar 80 persen laga-laga Jerman di Euro 2008.

Nah, fenomena Paul ini mewabah di Euro 2012. Hewan-hewan yang dipaksa menjadi “paranormal”  bermunculan. Mulai gajah, babi, berang-berang, sampai arwana. Namun, tidak ada satu pun yang sejitu Paul dalam meramal. Contohnya, Chitta, gajah asal Polandia. Gajah ini menebak Polandia akan memukul Yunani di laga perdana. Faktanya, pertandingan berakhir imbang 1-1. Padahal, Chitta juga diberikan opsi draw.

Nelly, gajah dari Serengeti Park di Hodenhagen, Jerman, juga salah meramal. Dia memilih Portugal akan mengalahkan Der Panzer (julukan Jerman). Buktinya, Jerman menang 1-0.

Maya si berang-berang dan Manolo si gurita dari SeaLife Benalmadena, Spanyol, juga salah ketika menebak kemenangan Spanyol atas Italia di laga perdana grup C.
Sapi Yvone dari peternakan Gut Aiderbichl di Deggendorf Eichberg, Jerman, juga salah menerka Portugal akan mengalahkan Jerman.   “Hewan memiliki insting hebat dalam mempertahankan hidupnya. Namun, jangan percaya insting mereka tajam untuk meramal hasil pertandingan sepak bola,” kata Sumaria Jones, peramal profesional dari Hollywood, Amerika Serikat. (nur/bas/jpnn)

LVRI Dukung Amri Tambunan Maju Cagubsu

DELISERDANG- Keluarga Besar Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) Deliserdang mendukung Drs H Amri Tambunan untuk maju menjadi calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) 2013 mendatang. Dukungan itu disampaikan lansung Ketua LVRI Deliserdang, H Amaluddin pada acara  silaturahmi Keluarga Besar LVRI Deliserdang di Gedung Tanjung Indah Tanjungmorawa, Selasa (19/6).

Dalam acara ini hadir Camat Tanjungmorawa Drs Zainal Abidin Hutagalung, Mewakili DPD LVRI Provinsi Sumatera Utara, Buchari AS dan ratusan anggota veteran dari 22 Kecamatan di Deliserdang.

H Amaluddin didampingi Syahrial BSc dalam pernyataan mengajak seluruh anggota keluarga besar veteran untuk mendukung Drs H Amri Tambunan sebagai calon Gubernur 2013 mendatan.

Dukungan itu diajukan setelah memperhatikan kegiatan Amri Tambunan mulai menjadi Bupati Deliserdang sejak 2004 hingga sekarang.

Hasil kerja Amri Tambunan selama menjadi Bupati di Deliserdang telah mensejahterakan masyarakat melalui Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM), percepatan rehabilitasi sekolah dengan konsep cerdas, pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dengan konsep bedah 10.000 unit rumah di setiap kecamatan. Kemudian bidang kesehatan dengan konsep ceria serta pembangunan infrastruktur dalam rangka kesejahteraan  masyarakat.
Semua itu kata Amaluddin telah dirasakan masyarakat Deliserdang. Memang tujuan semua itu dalam rangka mengentaskan kemiskinan masyarakat guna meningkatkan perekonomian masyarakat Deliserdang.
“Bapak Drs H Amri Tambunan adalah anak ke kedua dari 9 bersaudara dari Bapak Djamaluddin Tambunan (Alm) dan Ibu Lettu (Purn) Hj Nurbanun Siregar (Alm) yang merupakan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945-1948 dan mendapat penghargaan Bintang Gerilya Perang Kemerdekaan I dan II,” katanya.(*/azw)

Cowok Menangis, Cewek Tetap Ceria

SELESAI sudah kiprah kontestan tuan rumah pada Euro 2012. Setelah Polandia yang lebih dulu tersisih, giliran Ukraina menyusul kemarin dini hari. Kekalahan 0-1 dari Inggris membuat mereka melupakan tiket perempat final.

Kesedihan langsung terpancar dari wajah para suporter Ukraina. Mereka seolah tidak percaya tim pujaannya harus tersingkir lebih awal. Banyak fans Ukraina yang memilih meninggalkan Stadion Donbass Arena, Donetsk, sebelum peluit panjang berbunyi. Mereka sudah telanjur putus asa. “Sudah jelas hasilnya, lebih baik pulang saja,” kata Andriy Kaskov, fans Ukraina, kepada Jawa Pos.

Suasana di luar stadion pun langsung senyap. Tidak ada gegap gempita dan fans yang berkumpul. Di area mixed zone para pemain Ukraina terlihat sedih. Mereka ogah melayani sesi wawancara dengan para jurnalis. Hanya Andriy Shevchenko dan Anatoly Timoschuk yang bersedia.

Sheva “sapaan Shevchenko” menjadi pemain yang paling terakhir keluar dari mixed zone. Dia ogah diwawancarai jurnalis Inggris, hanya jurnalis Ukraina. Legenda Ukraina itu sempat berhenti ketika bertemu jurnalis Italia. Mereka sempat berbincang dan Sheva menunjukkan lutut kirinya yang masih bengkak.

Begitu Sheva berlalu menuju bus, jurnalis Ukraina dan Italia memberikan tepuk tangan dan mengelu-elukan nama mantan pemain AC Milan itu. “Bagaimanapun, dia tetaplah pahlawan bagi sepak bola kami. Dia telah memberikan segalanya,” kata Yehven Rybalka, jurnalis asal Ukraina.
Dukungan fans Ukraina pada laga pemungkas grup D sangat besar. Di fan zone Kiev ribuan massa hadir untuk memberikan support kepada Andriy Shevchenko dkk. Sebelum pertandingan, para fans dihibur berbagai macam atraksi di panggung utama. Mereka menari sembari membawa atribut-atribut khas Ukraina.

Saat pertandingan digelar, para suporter optimistis timnya bakal mengalahkan Inggris. Sebab, jalannya pertandingan didominasi anak asuh Blokhin tersebut. Namun, harapan itu pupus ketika Wayne Rooney mencetak gol untuk Inggris. Para suporter terdiam beberapa saat. Tapi, mereka tak putus asa. Mereka terus-menerus meneriakkan nama Shevchenko. “Sheva, Sheva, Sheva”

Fans Ukraina meradang ketika tendangan Marco Devic sudah melewati garis gawang Inggris, tapi tidak disahkan sebagai gol. “Itu seharusnya gol. Bola sudah melewati garis. Apa wasit tidak melihat?” kata Alina Gerus, fans cewek Ukraina, di fan zone di Kiev.
Saat laga berakhir, fans Ukraina larut dalam kesedihan. Beberapa di antara mereka menumpahkan kekecewaan dengan menendang kaleng-kaleng minuman yang berserakan. Beberapa suporter cowok tak kuasa menahan air mata. Ada juga yang sendirian tercenung sambil memegangi kepala.
Yang menarik, suporter perempuan justru tidak terlihat sedih. Mereka tetap bergembira apa pun yang terjadi. Bahkan, saat lahirnya gol Rooney, mereka sempat spontan bersorak sebelum menyadari bahwa itu justru malapetaka bagi Ukraina. “Saya kira itu tim kami yang membobol Inggris. Sedih sih, tapi kami harus tetap gembira dan mendukung Ukraina,” kata Alina. (ham/aga/c14/ca/jpnn)

Tiga Ormas Tanam Sejuta Pohon

MEDAN- Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Presidium Pusat Persatuan Rakyat Desa (Parade) dan Study Club Masyarakat (SCM), berencana menanam sejuta pohon di empat kabupaten se-Sumatera Utara.

Untuk memuluskan niat itu, Ketua GRIB Darwin Syamsul, Wakil Ketua Parade, Raudin Purba dan perwakilan dari SCM menemui Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro di Mapoldasu, Kamis (14/6). Dan Kapoldasu memberi dukungan penuh terhadap kegiatan itu.

Dijelaskan Darwin Syamsul, penanaman sejuta pohon itu akan digelar di Deliserdang, Langkat, Tanah Karo dan Simalungun. “Kami datang memohon dukungan dan arahan bapak Kapoldasu, karena kegiatan penanaman 1 juta pohon kami orientasikan untuk mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan merangsang percepatan iklim pariwisata yang semakin kondusif,” kata Darwin.

Menurut Darwin, pohon-pohon yang akan ditanam berjenis buah-buahan sehingga bermanfaat bagi warga maupun bisa dijadikan motivasi menggairahkan pendapatan masyarakat. “Misalnya saja mangga, alpukat, jambu dan jenis pohon lain yang sering ditanam warga,” terangnya.
Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro SH menyambut baik kegiatan positif yang dipersiapkan GRIB, Parade Nusantara dan SCM Sumut. Kapoldasu mengatakan, sepanjang kegiatan organisasi kemasyarakatan ditujukan untuk kebaikan daerah dan kemaslahatan masyarakat dirinya akan memberi dukungan dan apresiasi yang tinggi.

“Saya sambut baik kegiatan penanaman satu juta pohon, programnya bagus dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup di masa depan. Apalagi setahu saya Kodam I/BB punya program serupa menyangkut penghijauan lingkungan,” ujar Kapoldasu sembari berinisiatif akan mencarikan bibit pohon trambesi.
Jenderal bintang dua itu juga bercerita berbagai permasalahan sosial yang bisa dikategorikan “bom waktu” dan membutuhkan perhatian serius semua komponen masyarakat di Sumut. Di antaranya soal konflik lahan.

Untuk antisipasi, Kapoldasu bertekad menanyakan secara serius kepada manajemen PTPN yang ada di Sumut, menyangkut luas lahan HGU, eks HGU dan dugaan penjualan aset-aset negara yang tidak sesuai aturan.

Selanjutnya mendorong muspida plus Sumut agar duduk satu meja mencari jalan keluar terbaik, artinya berbagai persoalan yang melanda masyarakat, perkebunan swasta/BUMN hingga tudingan miring keterlibatan oknum-oknum institusi kepolisian di lahan-lahan sengketa menjadi satu prioritas untuk dituntaskan.

“Saya sendiri telah menyiapkan satu buku panduan menyangkut lahan-lahan PTPN yang bermasalah. Kasus tanah sangat rawan kalau dibiarkan. Mafia dan oknum tentu saja ada bahkan tidak tertutup kemungkinan anak buah saya terlibat,” kata Wisjnu. (ful)

Portugal di Atas Angin

MEDAN- Pentas Euro 2012 kini memasuki babak perempat final. Dijadwalkan, laga perdana babak perempat final ini akan mempertemukan Republik Ceko dengan Portugal. Di atas kertas, Portugal lebih diunggulkan untuk melaju ke babak semifinal. Namun di lapangan, semuanya bisa terjadi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut, Parlindungan Purba memprediksikan, pertandingan antara Ceko versus Portugal ini akan berlangsung sengit dan didominasi oleh Portugal. Apalagi permainan Portugal cukup bagus, didukung kecepatan para pemainnya.

“Namun, daya dobrak Portugal cuma bertumpu pada satu pemain saja yakni Cristiano Ronaldo. Dan ini pastinya sudah dibaca oleh pelatih Ceko. Ronaldo pasti dijaga ketat, minimal tiga orang,” ungkap Parlindungan kepada wartawan koran ini, Rabu (20/6).

Menurut Parlindungan, jika Ceko berhasil mengunci pergerakan Ronaldo, dia yakin Ceko bisa mengatasi perlawanan Portugal. “Saya yakin Ceko bisa memenangkan pertandingan ini dan lolos ke semifinal. Saat ini stamina pemain Ceko lebih baik dari Portugal. Apalagi mereka memiliki masa jeda yang lebih, dibanding Portugal. Didukung lagi team work yang sedang di atas angin,” katanya.

Lain halnya dengan Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin yang menjagokan Portugal dengan skor 2-1. Menurutnya, meskipun permainan bakal berimbang, tapi kalau melihat kolektivitas permainan dan kekompakan tim, portugal lebih baik dibanding Ceko.

Apalagi Portugal punya pengalaman bagus setelah mampu mengalahkan salahsatu kandidat juara yakni Belanda dalam babak penyisihan. “Dengan modal kemenangan tersebut, membawa angin segar bagi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan untuk bisa mengalahkan Ceko,” kata Edison.

Senada dengan Edison, sejumlah lurah di Kota Medan juga menjagokan Portugal yang akan melaju ke babak semifinal. Lurah Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Topan OP Ginting menilai, kemenangan akan diraih Portugal. Pasalnya, skuad Portugal cukup kompak dan memiliki kecepatan yang luar biasa.
“Permainan Portugal tidak usah diragukan lagi. Mereka memiliki kekompakan dan kecepatan yang luar biasa. Apalagi Cristiano Ronaldo sukses membobol gawang Belanda dua kali di fase grup,” kata Topan. Menurutnya, skor yang tercipta pada laga ini 2-1 untuk kemenangan Portugal.

Lurah Babura, Kecamatan Medan Baru, Ahmad Zukri Al-Rasyid SSos juga menjagokan Portugal. Pasalnya, beberapa pemain andal Ceko diragukan tampil dalam laga ini. Seperti Tomas Rosicky yang dikabarkan cidera. Namun dia memprediksi, Portugal hanya menang tipis 1-0. (ram/uma/omi/mag-18)

Berhasil pada Kesempatan Kedua

Kathy Carissa Bangun,  Dara Utama Kota Medan 2012

Gagal di kesempatan pertama, tidak membuat dara kelahiran Medan ini menyerah.  Justru dari kegagalan ini dia  memperbaiki segala sesuatunya untuk mencapai predikat utama. Tidak sia-sia, usaha itupun tercapai.

Kathy Carissa Bangun, Dara Utama Medan 2012 ini berhasil mengalahkan finalis pemilihan Dara Medan 2012 lainnya. Tahun sebelumnya, putri pertama dari pasangan Nelson Bangun dan Susiwati ini gagal mencapai predikat sesuai keinginannya. “Ini kesempatan kedua. Pada  2011 saya ikut, hanya sampai finalis.  Pada 2012 ini saya ikut lagi, semua saya perbaiki,” ujar mahasiswi semester II  Fakultas Hukum USU ini.

Salah satu yang diperbaiki oleh Kathy adalah Attitude (bersikap). Mulai dari cara berbicara, hingga penampilan di depan publik. Disadarinya, sebagai wanita dirinya harus mampu memberikan yang terbaik, apalagi dengan predikat Dara Medan yang saat ini disandangnya.   “Bagi wanita, penampilan merupakan hal yang penting. Tetapi lebih dari itu, cara bersikap juga sangat penting,” ujarnya.

Gadis kelahiran 1993 ini menjelaskan, untuk berbicara yang harus diperhatikan adalah apakah lawan bicara kita usianya  sebaya,   lebih tua atau lebih muda. “Kalau lebih tua, lebih baik menggunakan kata yang lebih sopan.  Kalau lebih muda, gunakan bahasa yang lebih dipahami. Nah, kalau yang seusia, lebih mudah. Pergunakan bahasa sehari-hari yang tidak memaksa,” lanjut Kathy.

Nah, kalau untuk bersikap dalam pergaulan,  Kathy menjelaskan ini yang termasuk sulit. Apalagi, zaman sekarang, wanita lebih suka dengan segala hal yang berbau simpel. Diakuinya, menjadi wanita dengan segala peraturan  yang ada, bukanlah hal yang mengasyikkan.”Tapi, walau sulit, kalau ada kemauan. pasti bisa kok,” lanjutnya.

Sedangkan untuk  penampilan berbusana  di depan umum,  menurutnya lebih mudah pengaplikasiannya.   Asalkan si pemakai tetap percaya diri dengan apapun yang dikenakannya. “Kalau percaya diri, apapun yang kita kenakan pasti cantik,” lanjut gadis yang memiliki rambut lurus dan panjang ini.

Saat ini, beberapa tugas akan dijalaninya sebagai Duta Pariwisata Medan. Meski begitu,  Kathy  tidak akan mengabaikan  tugasnya sebagai mahasiswi. “Pendidikan sangat penting. Kalau kegiatan sekarang ini adalah pendukung saya ke depannya,” lanjutnya.

Karena itu,  Kathy akan lebih banyak sharing dengan seniornya bagaimana membagi waktu . “Saya butuh bimbingan, agar semua kegiatan saya tidak menganggu satu dengan yang lain,” tambahnya. (ram)

Usul BM PAN, Bandara Baru Diberi Nama Kualanamu

MEDAN- Polemik penetapan nama bandara baru yang dibangun di Kualanamu, Deliserdang, mengusik perhatian Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumut.

Melalui ketuanya Anang Anas Azhar, BM PAN Sumut meminta kepada Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan dan Penjaringan nama bandara baru di Kualanamu yang diketuai Fadly Nurzal, agar nama bandara tersebut tidak mengatasnamakan tokoh dan tak menonjolkan etnis kedaerahan.
“Selama ini cukup banyak nama yang diusulkan untuk nama bandara baru tersebut. Mulai dari Amir Hamzah, Adam Malik, Sultan Serdang, Sisingamangaraja hingga Rizal Nurdin.

Menyikapi ini, BM PAN menilai, lebih baik nama bandara tersebut lebih menonjolkan tempat di mana bandara itu dibangun,” kata Anang Anas Azhar didampingi Sekretaris Edi Syahputra, Wakil Ketua Sahban S Sos, Azhari Marpaung dan Bendahara Faisal Azari Siregar kepada wartawan di gedung dewan, kemarin.

Untuk itu, kata Anang, pihaknya mendesak fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sumut, khususnya Fraksi PAN, agar tidak mengusulkan nama tokoh atau nama pahlawan yang berbau kedaerahan kepada pansus penjaringan nama bandara baru tersebut.

“BM PAN menilai, nama Kualanamu merupakan nama yang pas untuk nama bandara baru tersebut. Karena tidak menonjolkan tokoh maupun etnis kedaerahan. Sama seperti Bandara Polonia Medan yang tidak menggunakan nama tokoh,” bilang Anang.
Menurutnya, persoalan nama ini menjadi sangat penting, karena akan berpengaruh terhadap pengenalan Sumut secara nasional maupun internasional.(*/ade)

Benny Pasaribu Daftar ke Empat Parpol

MEDAN- Mantan pesaing Syamsul-Gatot di Pilgubsu 2008 silam, Benny Pasaribu terus menyebar asa di sejumlah parpol untuk kembali  bersaing di Pilgubsu 2013 mendatang.

Setelah mendaftar sebagai bakal calon (balon) di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mantan pasangan Tri Tamtomo itu mendaftar ke Partai Demokrat.

Tak berhenti di situ, Benny yang juga mantan anggota DPR RI ini juga ikut mendaftar ke Partai Golkar, Jumat (15/6). Terakhir, Benny sudah menetapkan hati mencoba peruntungan di Partai Hanura. Hanura tercatat menjadi partai ke empat yang didatangi Benny.
Kepastian Benny mengembalikan formulir ke Hanura dikemukakan anggota Tim Persiapan Benny Pasaribu Center, Rion Aritonang, di kantor DPD Partai Golkar Sumut, pekan lalu. “Ambil formulir pendaftaran Kamis (14/6), ke Hanura melalui perwakilan kuasa hukumnya (Benny Pasaribu, Red), Tunggul Habeahan,” aku Rion.

Setelah sempat mempertanyakan terlebih dahulu kepastian pengembalian formulir pendaftaran cagubsu Benny Pasaribu ke Hanura Sumut kepada yang bersangkutan, akhirnya dipastikan Rion, jika Benny Pasaribu akan mengembalikan formulir pendaftaran cagubsu ke Hanura pada Senin (19/6) pekan depan. “Pastinya, hari Senin (19/6) pekan depan,” tambah Rion.

Terkait hal itu, Benny Pasaribu yang menyampaikan pernyataannya sebelum prosesi penyerahan formulir pendaftaran cagubsu dan berkas lainnya kepada tim penjaringan dan pendaftaran cagubsu Golkar Sumut, juga membenarkan jika dirinya telah dan akan mendaftar ke partai-partai lainnya.
“Kamis (14/6) lalu, melalui kuasa hukumnya Benny Pasaribu mengambil formulir pendaftaran Balon Gubsu ke Hanura. Kita belum tahu kapan akan dikembalikan. Dan sejauh ini masih Benny yang mengambil formulir pendaftaran Balon Gubsu ke Hanura,” ungkap anggota tim penjaringan dan pendaftaran cagubsu/cawagubsu Partai Hanura Sumut, Eddy Syahputra Tahir.

Sekjen DPD Partai Golkar Sumut Hanafiah Harahap saat menerima berkas pendaftaran Benny di ruang rapat kantor DPD Partai Golkar Sumut mengakui Benny bergerak cepat mendaftar ke Golkar. ‘’Siapa pun yang diusung kami serahkan kepada DPP,” kata Hanafi .

Kepada Sumut Pos, Benny mengatakan dirinya berpikir cukup panjang. Ini mengingat pengalaman sebelumnya. Soal motivasi maju kembali, Benny menjawab, ada tantangan yang belum diselesaikannya. ‘’Saya ingin membangun Sumut dengan basis ekonomi kerakyatan atau ekonomi berkeadilan. Tapi bukan anti kapitalisme,” ujarnya. (ari)

AY Nasution Getol Cari ‘Perahu’

MEDAN- Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnand Jenderal (Letjen) AY Nasution, mendaftar secara resmi sebagai bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) ke Partai Golkar Sumut di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Selasa (19/6).

AY Nasution saat ditanya wartawan seusai menyerahkan berkas pendaftaran kepada tim penjaringan dan pendaftaran Cagubsu Partai Golkar Sumut antara lain, Amru Daulay, Firdaus Nasution, Eswin Sukarja, Sri Rahayu, Dhody Thahir, Sudirman Halawa serta beberapa anggota lainnya, terkait dirinya  yang juga mendaftar sebagai balon Gubsu ke Partai Demokrat Sumut menyatakan, dirinya juga akan mendaftar ke partai lainnya yang membuka pendaftaran balon gubsu.

“Saya berteman dengan semua partai politik, saya selalu melakukan komunikasi politik dengan semua partai lainnya. Mungkin setelah ini, saya akan mendaftar ke partai lain,” akunya.

Ketika disinggung niatnya untuk maju sebagai cagubsu, apakah didasari dirinya merasa kurang begitu maksimal untuk memberikan yang terbaik kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), sehingga memotivasi dirinya untuk maju menjadi cagubsu dalam upaya membangun Sumut ke depan, AY Nasution menjawabnya dengan mengatakan, ada sinergitas antara masyarakat dan TNI.

“Saya pikir, bersinergi dengan masyarakat untuk membangun Sumut. Dan karena saya putera daerah. Kalau saya bukan putera daerah, saya tidak berpikir ke situ,” katanya yang saat itu didampingi besannya mantan Sekda Kota Medan Afifuddin Lubsi, Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Zulkarnaen Lubis dan segenap keluarganya beserta istrinya, Hj Hanum Siregar.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD I Partai Golkar Sumut, yang juga juru bicara (jubir) tim penjaringan dan pendaftaran cagubsu Partai Golkar Sumut, Firdaus Nasution menjelaskan, AY Nasution merupakan sosok ke empat yang mengembalikan formulir pendaftaran ke Golkar Sumut, dengan kata lain resmi mendaftar sebagai Balon Gubsu, setelah Chairuman Harahap, HT Erry Nuradi dan Benny Pasaribu.

“Pak AY Nasution merupakan orang ke empat, setelah Pak Chairuman Harahap, Erry Nuradi dan Benny Pasaribu. Setelah proses pendaftaran ditutup nantinya, maka proses selanjutnya adalah DPD akan berkonsultasi dengan DPP. Kemudian dari hasil itu diserahkan ke lembaga survey,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Firdaus sempat mempersilahkan AY Nasution, untuk mengunjungi DPD-DPD II Partai Golkar se-Sumut. “Kita menyerahkan bagi Pak AY untuk mengunjungi DPD-DPD II yang ada. Karena memiliki hak yang sama dengan yang lainnya,” terangnya.

Sebelumnya, tepat pukul 14.00 WIB, salah seorang warga DKI Jakarta, Rohana S Herutomo, mengambil formulir pendaftaran ke Golkar Sumut. Diketahui, Rohana adalah kelahiran Medan, 20 April 1965 lalu yang beralamat di Villa Galaxi Blok B.7/11, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Rohana sendiri berprofesi sebagai profesional. Saat mengambil formulir, Rohana didampingi temannya Diarina Sianipar yang disambut sejumlah anggota tim penjaringan dan pendaftaran cagubsu Partai Golkar Sumut, antara lain Firdaus Nasution, Sri Rahayu, Eswin Sukarja dan Dhody Thahir.
“Dia kader Golkar di Jakarta dan informasinya merupakan Mantan Bupati Kalimantan Timur (Kaltim). Jadi sekarang yang mengambil formulir ada sembilan, dan yang sudah resmi mengembalikan ada empat orang. Lima orang lainnya belum mengembalikan,” terang salah seorang pengurus Golkar Sumut, Elly. (ari)