Home Blog Page 13373

14 SSB Bersaing Menuju Polandia

Jakarta- Sebanyak 14 tim dari 14 provinsi se-Indonesia bakal mengikuti babak kualifikasi AQUA Danone Nations Cup (DNC) di GOR Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, 16 dan 17 Juni mendatang. Pemenang dari festival sepak bola anak-anak terbesar di dunia ini akan mewakili Indonesia berlaga di ajang World Final DNC di National Stadium, Warsawa, Polandia, 6 hingga 9 September 2012.

Diperkirakan lebih dari 2,5 juta anak dari 40 negara akan berpartisipasi dalam DNC tahun ini. Sementara di Indonesia, AQUA-DNC diikuti oleh 5.000 tim sepak bola anak-anak Indonesia atau sekitar 70.000 pemain dari 14 kota. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 35 persen dibandingkan jumlah peserta pada 2011 lalu.

Penyelenggaraan AQUA-DNC tahun ini menandai sepuluh tahun komitmen Danone AQUA mendukung anak-anak Indonesia meraih mimpi melalui ajang olahraga internasional di AQUA-DNC. Hingga saat ini, terbukti anak Indonesia berhasil mengukir prestasi di ajang ini. AQUA-DNC juga telah melahirkan bibit-bibit muda sepak bola nasional, yang pada gilirannya akan mampu mengharumkan nama Indonesia, sekaligus mewujudkan mimpi mereka.
“Kejuaraan ini sesuai dengan program PSSI untuk pembinaan berjenjang yang dimulai sejak usia dini. Kami serius melakukan pembinaan usia muda karena Indonesia akan kuat jika pembinaan usia muda dilaksanakan dengan benar,” ungkap Ketua PSSI Djohar Arifin Husin.

Sebelumnya, pada peresmian AQUA-DNC di Jakarta beberapa waktu lalu, Brand Director Danone AQUA, Febby Intan mengatakan, pihaknya selalu mendukung peran orang tua dalam menciptakan keluarga sehat dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak. “Melalui AQUA-DNC, kami ingin memupuk antusiasme, sportivitas, keterbukaan dan persahabatan sejak dini dalam ajang sepakbola khusus anak-anak bertaraf internasional,” ungkapnya.(sih)

Hadiah Dinaikkan, Manjakan Penonton dengan Berbagai Hiburan

Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012

Turnamen Indonesia Open Super Series Premier kembali dilangsungkan di Istora Senayan Jakarta. Tahun ini penyelenggara menjanjikan banyak hal berbeda. Apa saja?

M Ali Mahrus, Jakarta

Gedung Istora Senayan Jakarta kemarin tampak begitu berwarna. Berbagai pernik berbau bulu tangkis terpasang di seputaran gedung yang diremikan pada 24 Agustus 1962 itu.

Di halaman depan terpasang dua shuttlecock raksasa yang menjadi pintu masuk dan keluar pengunjung. Dinding -dinding dan lantai Istora yang sebelumnya kusam disulap menjadi “cerah” berbalut warna warni media sponsor dan karpet merah.  Ya, Istora telah siap kembali menggelar turnamen bulu tangkis bergengsi, Djarum Indonesia Open Super Series Premier.

Tahun ini, panitia penyelenggara ingin ajang ini berlangsung lebih wah dari sebelumn-sebelumnya. Banyak  hal hal baru yang disiapkan panitia untuk even yang akan berlangsung pada 12-17 Juni itu. Diantaranya  yang membuat beda adalah dari jumlah hadiah yang disediakan.

Dimana pihak sponsor Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 menaikkan jumlah prize money sebesar USD 50 ribu dari dari tahun lalu. Kini turnamen premier terakhir sebelum Olimpiade London 2012 ini akan memperebutkan hadiah total sebesar USD 650 ribu.

“Kompetisi yang lebih ketat dan hadiah yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya membuat Djarum Indonesia Open ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, juga bagi para atlet yang akan bertanding. Tentu kami berharap dukungan masyarakat tidak luntur, dan agar Indonesia sebagai tuan rumah dapat mengantongi prestasi” kata Yan Haryadi mewakili PT Djarum selaku sponsor.

Dengan jumlah hadiah sebesar itu, tak heran jika turnamen ini disebut-sebut sebagai salah satu turnamen dengan penyelenggaraan terbaik di dunia. Bukan hanya meningkatkan hadiah bagi para pemain, penonton pun akan mendapat hiburan tersendiri yang pada umumnya jarang didapat di turnamen-turnamen lain di dunia.

“Kami mendapat banyak pujian mengenai penyelenggaraan turnamen Djarum Indonesia Open. Turnamen ini disebut sebagai salah satu turnamen terbaik di dunia” ungkap Yacob Rusdianto, Sekretaris Jenderal PB PBSI yang juga Ketua Panitia Pelaksana Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012.
Berbagai sarana hiburan dan informasi disediakan panitia. Seperti entertainment booth, face painting, permainan-permainan bertema bulu tangkis, booth foto bersama atlet bulu tangkis dunia dengan teknologi Augmented Reality, stand bazaar merchadise DIO, serta tersedianya LED TV raksasa berukuran 8×6 meter yang menayangkan siaran pertandingan.

Selain hiburan, sarana informasi dan edukasi pun akan disediakan. Booth ini menyediakan informasi pada layar dengan teknologi touch screen yang berisi seputar pertandingan, profil pemain, peta venue, dan lain sebagainya.

Tak hanya pemain dan penonton yang mendapat perhatian panitia penyelenggara. Awak media yang diperkirakan akan membanjiri turnamen ini pun akan mendapat support guna melancarkan kegiatan peliputan acara ini. Sejumlah keperluan logistik di media center, mixed zone (area interview atlet) serta ruangan konferensi pers telah disiapkan panitia.

“Kami memastikan semua keperluan teknis dan logistik media sudah siap,” ungkap Mimi Irawan, Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PB PBSI.(*)

Aspal di Kecamatan Sunggal Rusak Parah

085371528xxx

Bapak Bupati Deliserdang Yth. Jalan di daerah Mencirim, Suka Maju dan Medan Krio Kecamatan Sunggal tolong diaspal, karena jalan tersebut sangat rusak parah. Terima kasih.

Koordinasikan ke Muspika Setempat

Terima kasih atas informasinya. Pemkab Deliserdang tetap memberi perhatian terhadap pembangunan khususnya akses jalan. Sehubungan dengan keterbatasan yang ada, perbaikan jalan dilaksanakan sesuai prioritas. Untuk itu warga dapat berkoordinasi ke Muspika setempat untuk mengusulkan ke Pemkab Deliserdang.

Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Keterbatasan Daerah Picu Pengelolaan Pariwisata tak Optimal

MEDAN-Undang-Undang nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan belum memberikan gambaran keseimbangan antara aspek internal (pengelolaan) dan aspek eksternal (promosi/pemasaran).  Selain itu, rendahnya kualitas pengelolaan destinasi pariwisata dapat dilihat pada praktik tata kelola yang belum optimal sehingga besaran perolehan pariwisata di daerah masih tergolong rendah.

Dilatar belakangi persoalan tersebut, Komite III DPD RI yang salah satu tugasnya membidangi pariwisata, tahun ini berinisiasi mengajukan RUU inisiatif tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengingat salah satu adanya keterbatasan daerah dalam mengelola pariwisata di daerahnyaKomite III DPD RI.

Hal ini dikatakan Ketua Komite III Provinsi Sumatera Utara Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Drs H Hardi Selamat Hood MSi pada Seminar RUU Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dan Focus Group Discussion (FGD) di Grand Aston, Selasa (12/6).

Dikatakan Hardi, hal lain yang juga menjadi pertimbangan untuk dilakukan revisi terhadap undang-undang tersebut terkait keterbatasan daerah dalam mengelola potensi pariwisata. “Sedangkan otonomi daerah juga turut menimbulkan paradigma sektoral yang mempengaruhi peran lintas sektoral pariwisata dan dapat menghambat pembangunan pariwisata,” paparnya.

Sementara, Prof Dr Darmayanti Lubis yang juga Anggota DPD RI utusan Sumut menambahkan, selama ini undang-undang tentang pariwisata belum memberi kontribusi dan belum memberikan apa-apa kepada masyarakat, sifatnya masih pemerintah dan swasta. “Bahkan, nilai-nilai budaya lokal belum diakomodir dalam RUU  tersebut. Di samping itu, permasalahan pariwisata juga belum nampak dalam RUU itu. Padahal kita tahu, persoalan pariwisata ternyata masih banyak,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Darmayanti, mereka ingin merevisi undang-undang dengan mengumpulkan saran dan masukan dari pelaku pariwisata, masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk diakomodir agar nantinya diakomodir dalam undang-undang tersebut.
Salah seorang pembicara Hendry Hutabarat dari Sumatra Promo menyampaikan, rendahnya kualitas pengelolaan destinasi pariwisata, disebabkan karena Undang-Undang hanya menyentuh instansi-instansi terkait, sehingga menimbulkan birokrat-birokrat baru dan hanya menyentuh jajaran atas atau kadis dan kepala daerah.

Selain itu, di daerah belum ditempatkan orang-orang yang profesional, qualified, acceptable dan capable di bidang pariwisata. “Oleh karena itu perlu undang-undang yang menyentuh semua lini, membuat undang-undang dengan standarisasi SDM profesional, qualified, acceptable dan capable di bidang pariwisata,” saran Hendry.

Seminar ini dihadiri  pelaku pariwisata, pengusaha, asosiasi pariwisata, dosen dari Akpar dan lainnya. Sedangkan pembicara yang hadir, Dosen Unimed Dr Isda Pramuniati, Pastor Keuskupan Agung Medan Dr Anecitus Sinaga, Sekretaris Disbudpar Sumut Sudarno. (ram)

Angel Lelga Hamil 5 Bulan

Nampaknya Angel Lelga tak bisa jauh dari pernikahan siri. Setelah Rhoma Irama dan pengusaha batu bara Aman Jagau, Angel dikabarkan baru dinikahi siri pejabat daerah asal Sulawesi Tengah. Bahkan dari pernikahan siri terbarunya itu, Angel saat ini tengah hamil lima bulan.

“Iya, cuma ya gitu, nikah siri kayaknya. Setahu saya nggak tinggal serumah,” ungkap sumber, kemarin.

“Iya emang benar hamil. Udah gede kok, lima atau enam bulan deh. Udah kelihatan hamilnya. Dia juga sudah nanya-nanya tempat lahirin di mana yang bagus. Teman-temannya juga sudah tahu, tapi dia nggak bilang ke media,” sambung sumber.

Sayang, sampai kemarin, bintang film Sosok Pocong itu belum bisa dikonfirmasi. Angel dan manajernya, Tata Liem, yang biasanya ramah, tidak merespons saat dihubungi via ponselnya. Begitu pula rekan bisnis Angel, Indra Bruggman.

Informasi lebih terang datang dari Ageng Kiwi, sahabat Angel yang bisa dikonfirmasi wartawan, kemarin.
“Kalau yang saya tahu sih dia selalu tertulis di BB-nya duta wisata Morowali, Sulawesi Tengah. Kalau soal itu (nikah siri dan hamil), cuma dengar selintas. Tapi saya nggak pernah tanya, takut salah,” kata Ageng Kiwi.

Pelantun Rindu  itu hanya memastikan kehidupan Angel telah berubah. “Dengar dari orang sih Angel sekarang berubah. Berubahnya dia sekarang sudah maju, Bisnisnya berkembang, kita sih senang lihatnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Angel dinikahi Rhoma Irama dan pengusaha Aman Jagau. Hal ini diartikan sendiri oleh Ageng Kiwi. “Nggak mungkin lah kalau Angel mencari cowok yang biasa-biasa. Wajar lah kalau cewek mencari yang lebih baik (materi),” katanya.

Dalam sebuah kesempatan, Angel pernah berkeluh kesah tentang pernikahannya dengan Aman Jagau. Aman, yang kala itu berstatus suami Cucu Cahyati itu, bersikeras telah menikahi Angel. Tapi anehnya, Angel malah membantah. (bbs/net)

Ini Alasan Produser Tampilkan Mr Bean KW

Produser K2K Production KK Dheeraj akhirnya meminta maaf sekaligus memberikan klarifikasi mengenai penggunaan Mr. Bean KW dalam film ‘Mr. Bean Kesurupan Depe’.  KK Dheeraj dan Depe akhirnya mengaku bahwa pemeran utama Mr. Bean bukan Rowan Atkinson, tapi pria asal Inggris bernama Beanly.

Produser KK Dheeraj memang sengaja menggaet Mr Bean KW bukan Rowan Atkinson untuk tampil pada film garapannya ‘Mr Bean Kesurupan Depe’. Kenapa?

“Rowan Atkinson untuk main film di sini, itu nggak gampang ya. Dia pemain yang sangat besar sekali. Makanya saya dikenalin sama orang ini (Beanaly) dan saya tertarik dengan dia,” ujarnya saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Menurut KK Dheeraj, Beanaly memang sangat mirip dengan Rowan. Bahkan, ia disangka Rowan saat dirinya tiba di bandara Soekarno-Hata.
“Mr bean saya pas di bandara, semua orang sudah minta tanda tangan sama dia. Di hotel juga. Di lokasi syuting di Cibubur, orang pada minta foto semua,” tuturnya.

Terkait menampilkan nama Mr Bean pada judul filmnya, KK Dheeraj mengaku sudah meminta izin dari pihak Rowan.
Sementara itu, Dewi Persik yang menjadi bintang utama di film tersebut merasa reputasinya rusak atas kasus ini. “Merusak reputasi saya, itu sudah,” ujarnya.

Ketika filmnya menjadi polemik, Depe pun berinisiatif untuk mengajak Dheeraj menggelar jumpa pers. Ia mengatakan jika penggunaan Mr. Bean KW dalam film itu merupakan strategi promosi film tersebut.

Munculnya Mr Bean KW dalam film ‘Mr Bean Kesurupan Depe’ akhirnya berbuntut panjang.  Sang produser KK Dheeraj Dewi Persik dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tak hanya dipidanakan, mereka juga dituntut secara perdata oleh seseorang yang bernama Muhammad Zainal Arifin.  Ia adalah salah satu penonton film ‘Mr Bean Kesurupan Depe’ yang merasa dirugikan karena merasa ditipu. (bbs/net)

Penerapan GCG Tahun 2011, PTPN 3 Raih Predikat Sangat Baik

MEDAN- Badan Pengawasan Keuangan Publik (BPKP) Propinsi Sumatera Utara mengungkapkan hasil penilaian atau assessment terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau bisa disebut dengan istilah Good Corporate Governance (GCG) untuk PT Perkebunan Nusantara 3 (Persero) untuk tahun 2011 dengan nilai skor mencapai 93.08 dengan kategori sangat baik.

Kepala Perwakilan BPKP Propinsi Sumut Muhammad mengatakan, capaian skor hasil penilaian yang dilakukan oleh lembaga pemerintah tersebut mengindikasikan bahwa telah terjadi perubahan ke arah yang lebih baik setiap tahunnya.

Hal ini terbukti dari 3 tahun sebelumnya dimana skor hasil evaluasi penerapan GCG pada tahun 2009 mencapai 86,72 dengan kategori baik, pada tahun 2010 mencapai 89.84 dengan kategori baik dan untuk tahun 2011 naik dengan angka 93.08 dengan kategori sangat baik. Predikat tertinggi adalah sangat baik dengan rentang nilai 90 hingga 100.

Pemaparan ini disampaikan di hadapan jajaran Direksi PTPN 3, di antaranya Direktur Utama PTPN 3 Megananda Daryono, Wakil Dirut Kusumandaru NS, Direktur Pemasaran Bagas Angkasa, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Nurhidayat, Direktur Keuangan Erwan Pelawi, Direktur Produksi Balaman Tarigan, Direktur SDM Rachmat PK, para kepala bagian, distrik manajer, manajer dan para pimpinan perusahaan serta team dari BPKP Sumut.
“Tentu saja hal ini membanggakan dan memberi dampak yang positif bahwa upaya manajemen untuk melaksanakan berbagai aturan yang diterapkan pemerintah demi perbaikan pelaksanaan bisnis korporasi negara ke depan lebih baik dan terus mengalami peningkatan,” ujar di aula sawit kantor Direksi Jalan Sei Batanghari Medan.

Direktur Utama PTPN 3 Megananda Daryono, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tim manajemen. Sebab menurutnya, capaian skor yang sangat menggembirakan terhadap tata kelola perusahaan yang meliputi berbagai aspek penilaian. Seperti, hak dan kewajiban pemegang sama, kebijakan GCG, penerapan GCG, Komisaris, Komite Komisaris, Direksi, satuan Pengawasan Intern, Sekretariat Perusahaan, Disclosure dan Komitmen yang menjadi aspek kriteria assessment GCG. (ram)

Rawat Kosmetika dengan Benar

Seperti makanan, make up atau kosmetika memiliki masa kedaluwarsa. Untuk bisa dimanfaatkan secara maksimal, makeup perlu dijaga dan Anda harus tahu kapan waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya.

Perhatikan tempat penyimpanannya

Sebaiknya simpan make up di tempat yang kering dan sejuk. Jangan pernah menyimpan kosmetika di rak dalam kamar mandi yang lembab. Jangan pula membawa make up dalam tas yang Anda tahu akan berada dalam suhu panas, misal ditinggal dalam mobil atau dibawa ke pantai. Jika zat tersebut sempat meleleh, ia bisa kehilangan konsistensinya, termasuk fungsinya.

Jaga kebersihannya

Bahkan alat rias termahal pun bisa rusak jika dalam keadaan kotor. Idealnya, kuas sintetis dibersihkan setiap dua hari sekali. Jika Anda sering menggunakan satu kuas yang sama untuk warna berbeda, amat disarankan  mencucinya sebelum digunakan lagi.

Pertahankan

Untuk alat-alat makeup tertentu, seperti serutan untuk lipstik pensil atau pensil mata, akan lebih tahan lama jika yang diserut dalam keadaan cukup keras dan tidak lembek.

Maka, ketika Anda sudah mulai melihat pensil alis atau lipstik pensil lembek, coba masukkan ke dalam lemari pendingin selama setengah jam sebelum diserut.

Ucapkan selamat tinggal

Cara termudah untuk mengetahui apakah produk masih baik atau tidak adalah dengan mencoba mencium baunya. Jika mulai tercium bau yang asing, entah itu pada lipstik atau produk krim, sebaiknya segera dibuang.  (bbs/net)

Saling Berbagi Ilmu dan Peluang

Mereka yang Hobi Cinemafotografi dan Fotografi

Berawal dari kesenangan akan dunia audiovisual dan dukungan dari para senior, para gadis muda yang masih duduk di bangku kuliah ini  berkumpul untuk menyalurkan hobinya. Terutama di bidang cinemafotografi dan fotografi.

Focus, mereka memberikan nama kelompok ini. Anggota kelompok yang pada umumnya adalah wanita yang kuliah di Universita Muhammaddiyah Sumatera Utara (UMSU) ini sering berbagai info tentang ilmu pembuatan video dan pengambilan angle foto. Tetapi, karena mayoritas wanita, tidak heran mereka juga membahas masalah pribadi. “Kalau perempuan kan lebih nyaman saat membicarakan masalahnya dengan perempuan juga. Tapi, pembahasan tentang pribadi, itu kita lakukan personal. Kalau dalam Focus, pembahasan khusus untuk ilmu,” ujar salah satu anggota, Rina.

Kedekatan mereka, selain karena Focus, juga karena sebagian dari mereka sudah berteman sebelum gabung di Focus. “Tetapi di Focus, kita jadi makin akrab. Sudah seperti saudara,” tambah Rina.

Saat berkumpul, banyak hal yang dibahas anggota kelompok yang sudah dibentuk sejak 2010 ini. Seperti membahas kegiatan pameran, perlombaan foto dan sebagainya. “Kelompok ini intinya share berbagai masalah. Dan kita juga ingin kelompok kita memberikan pengaruh positif bagi setiap anggotanya,” ujar Winda yang juga merupakan salah satu anggota. Selain berkumpul untuk membahas kegiatan kelompok, tak jarang para ladies ini hunting bareng mengambil objek pemotretan. Baik yang bertema human interest, maupun yang komersial. Tak jarang juga mereka berkumpul hanya sekedar hang out bareng, seperti minum kopi dan sebagainya.

“Kadang kita juga menerima foto pre wed (pre wedding), wisuda, dan lainnya. Ini untuk menghasilkan uang. Ada yang bawa nama pribadi, ada juga yang bawa nama Focus,” lanjut Rina.

Beberapa waktu dekat ini, para anggota Fokus akan melakukan kegiatan seminar tentang cinemafotografi. (ram)

AMPK Sumut Cari Cagubsu Peduli Pesisir

BELAWAN- Aliansi Masyarakat Peduli Kebangkitan (AMPK) Sumut menilai sebagian besar bakal calon (balon) gubsu masih didominasi mereka yang pintar retorika dan dominan sebagai politisi ketimbang negarawan.

“Sumut tak butuh sosok pemimpin yang ahli berpolitik, tapi calon pemimpin punya kemampuan strategis di bidang pembangunan,” ungkap Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Kebangkitan (AMPK) Sumut, Rion Aritonang, Senin (11/6).

Selain memiliki kemampuan strategis di bidang pembangunan, menurut Rion, calon pemimpin yang layak dipilih adalah figur yang memiliki prestasi dan latar belakang pendidikan birokrat. “Itu karena pendidikan merupakan aspek yang sangat penting,” ujarnya.

Dari beberapa balon yang mulai bermunculan, Rion mengaku, AMPK masih mengumpulkan nama-nama Cagubsu yang sesuai kriteria dan komitmen membantu masyarakat pesisir. (mag-17)