Home Blog Page 13385

Garuda yang Kalahkan MAS dan BatanTek yang Mengasia

Dua lagi perusahaan BUMN yang tahun ini melejit melampaui batas negara: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Batan Teknologi (Persero).
Garuda, secara mengejutkan, saat ini sudah lebih besar daripada Malaysia Airlines (MAS) dan Thai Airways, Thailand. Bahkan, sudah lebih besar daripada Air France! Value Garuda kini mencapai Rp18 triliun. Sudah sekitar Rp1 triliun lebih besar daripada MAS dan Thai. Dengan demikian, untuk Asia Tenggara kini Garuda tinggal kalah dari Singapore Airlines.

Memang tidak ada alasan bagi Indonesia untuk serba kalah dari sesama negara ASEAN. Di antara 10 negara Asia Tenggara, kekuatan ekonomi Indonesia sudah mencapai 51 persen sendiri. Baru yang 49 persen dibagi sembilan negara lainnya.

Di bawah direksi Garuda yang sekarang dengan Dirut Emirsyah Satar, prestasi itu akan terus bisa dipacu. Inilah direksi yang dari segi umur relatif masih muda-muda. Inilah direksi yang berada di puncak antusias dan gairahnya. Iklim seperti itu secara otomatis akan menjalar dan mewabah ke jajaran di bawah dan di bawahnya lagi.

Ekonomi Indonesia yang terus membaik memang bisa menjadi ladang subur bagi Garuda. Penambahan pesawat yang terus dilakukan, termasuk yang kelas 100 tempat duduk, akan membuat Garuda terbang kian tinggi.

Langkah terbarunya untuk bisa dipercaya Kanada sebagai pusat perawatan pesawat Bombardier se-Asia Pasifik memberikan hope yang lebih besar lagi. Dengan demikian, GMF AeroAsia, salah satu anak perusahaan Garuda, akan menjadi perusahaan kelas dunia juga. Ini karena pembuat mesin pesawat terkemuka di dunia lainnya, GE dari USA, juga sudah memercayakan perawatan mesin GE ke GMF AeroAsia.

Seperti tidak kalah dengan prestasi Garuda dan enam BUMN kelas dunia lainnya (BRI, Bank Mandiri, Telkom, BNI, PGN, dan Semen Gresik) kini muncul si cabe rawit: PT Batan Teknologi.

Tahun ini di bawah Dirut baru Dr Ir Yudiutomo Imardjoko, BatanTek tidak hanya bisa bangkit dari kuburnya. Bahkan, begitu bangkit langsung bisa berlari dengan kencangnya. Larinya pun ke mana-mana, termasuk ke puluhan negara Asia.

Padahal, pada 2010 lalu BatanTek sudah dicabut nyawanya. Ini gara-gara ada larangan internasional untuk melakukan pengayaan uranium tingkat tinggi. Ini dikhawatirkan bisa disalahgunakan menjadi senjata nuklir. Sejak itu PT BatanTek berhenti memproduksi radioisotop. Tim BatanTek sudah berusaha mengubah proses pengayaan uranium menjadi tingkat rendah, tapi tidak mampu. Bahkan, BatanTek sudah mendatangkan ahli dari USA untuk menularkan pengetahuan proses uranium tingkat rendah. Tapi, ini juga gagal.

Akibatnya, rumah-rumah sakit yang selama ini menggunakan radioisotop dari BatanTek memilih membeli dari sumber lain. Semua pelanggan marah dan memutuskan hubungan. BatanTek praktis mati.

Untunglah Dr Yudiutomo datang dan menjadi Dirut baru. Anak Maospati, Magetan, lulusan Fakultas Teknik Nuklir UGM ini memang bukan sembarang orang. Dia meraih gelar doktor di bidang nuklir di Iowa State University, USA.

Dr Yudiutomo mengajak ahli nuklir sealmamater di UGM, Dr Ing Kusnanto, untuk menjadi direktur produksi. Dr Kusnanto meraih gelar doktor nuklir dari Aachen, Jerman.

Karena PT BatanTek masih dalam keadaan sulit, sejak awal dua ahli nuklir ini memilih menghemat: menyewa satu rumah untuk dihuni berdua. Keluarga ditinggal di Jogja.

Dua orang inilah yang tidak henti-hentinya berpikir agar BatanTek bisa melakukan pengayaan uranium tingkat rendah. Siang malam dua ahli ini terus berdiskusi. Keputusan untuk tinggal satu rumah membuat diskusi mereka berlanjut setelah jam kantor sekalipun. Di rumah kontrakan itulah mereka bisa berdiskusi sampai pukul dua dini hari.

Hasilnya luar biasa: mereka menemukan cara baru mengayakan uranium tingkat rendah. Bukan cara yang sudah dikenal di dunia sekarang ini, tapi cara baru yang untuk mudahnya saya beri saja nama “Formula YK” (Yudiutomo Kusnanto). Formula YK ini menggunakan prinsip electro plating. Menggantikan cara lama sistem foil target. Prinsipnya, sebelum dimasukkan ke reaktor nuklir, uranium di-plating dengan rumus tertentu. Cara ini, meski kelak diketahui ahli lain pun, akan sulit ditiru. Rumus angka-angkanya tidak akan diungkap.

Masalahnya: dari mana perusahaan dapat tambahan modal” Reaktor nuklirnya sih bisa tetap menggunakan reaktor milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang di Serpong itu. Tapi, banyak peralatan PT BatanTek yang harus diperbarui atau diperbaiki.
“Perlu berapa?” tanya saya saat rapat dengan dua ahli nuklir itu di Serpong.

“Cukup besar, Pak. Rp85 miliar,” jawab Dr Yudiutomo.
Saya carikan!”

Saya pun menghubungi Bank Rakyat Indonesia. Saya memang sangat kagum dan terharu melihat kegeniusan dua ahli ini. Saya bisa merasakan getaran semangatnya yang meluap. Saya juga melihat kilatan matanya yang menyiratkan keinginan untuk maju. Inilah ilmuwan yang memiliki kemampuan manajerial yang andal. Intelektual sekaligus entrepreneur!

Dengan penemuan baru Formula YK ini Indonesia berhasil menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu memproduksi radioisotop. Kini seluruh negara Asia datang ke BatanTek untuk membeli radioisotop!

Radioisotop adalah bahan yang sangat penting untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Radioisotop adalah bahan yang tidak bisa dipisahkan dengan kedokteran nuklir. Dengan radioisotop organ-organ di dalam badan bisa dilihat secara berwarna dan tiga dimensi.
Ini sudah berbeda dengan radiologi yang hanya bisa hitam putih dan dua dimensi.

Maka, pemeriksaan melalui MRI, CT, gamma camera, serta operasi yang menggunakan pisau gama mutlak memerlukan radioisotop. Jepang pun tidak memproduksinya sehingga pasar radioisotop kita amat besar. Apalagi Tiongkok.

Waktu saya mendampingi Presiden SBY makan siang dengan Presiden Hu Jintao di Beijing yang lalu, saya pun promosi radioisotopnya BatanTek. Kebetulan saya berada di sebelah menteri perdagangan Tiongkok. Selama makan siang itu saya terus minta agar Tiongkok membeli radioisotop kita.
Dengan kemampuan Dr Yudiutomo dan timnya menembus pasar Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan negara-negara Asia lain, masa depan PT Batan Teknologi amat cerah. Tahun ini omzetnya langsung bisa mencapai Rp 200 miliar. Tidak mustahil bakal bisa mencapai Rp1 triliun dan kemudian Rp3 triliun di kemudian hari.

Amerika dan Australia, meski mampu membuat radioisotop, bukan pesaing kita. Umur radioisotop ini hanya 60 jam. Setelah itu daya radiasinya habis. Untuk kebutuhan Tiongkok 10 curie, misalnya, Tiongkok harus membeli 60 curie. Yang 50 curie hilang di jalan. Karena itu, pengirimannya harus dengan pesawat. Harus dihitung waktu pengirimannya sejak dari Serpong ke bandara dan seterusnya.

Saya tentu ingin dua ahli kita ini tidak berhenti di radioisotop. Keduanya juga optimistis pengetahuannya akan sangat berguna untuk pertanian dan pengeboran minyak.

Tapi, biarlah BatanTek maju dulu. Jadi raja Asia dulu. Dua tahun lagi kita bicara nuklir untuk mengamankan pangan kita. (*)

Toko Menjual Alat Bangunan Terbakar

MEDAN DELI- Satu bangunan rumah toko (ruko) milik, Adi Susanto di Jalan Platina Raya Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli, Minggu (10/6 ) kemarin, terbakar. Terbakarnya ruko yang menjual bahan bangunan ini, diduga hubungan pendek arus listrik (kronsleting).

Dalam peristiwa ini meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan menurunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran, untuk menjinakan api yang telah menghanguskan ruko Adi Susanto.

“ Api sempat berkobar, hampir satu jam karena di dalam toko banyak bahan kimia, lima mobil pemadam kebakaran yang datang kemudian berhasil memadamkan api,” ucap A hok.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran dimaksud. “Kita masih melakukan penyelidikan, hanya saja dugaan sementara karena kronsleting listrik,” ungkapnya.(mag-17)

Talk Show Character Development di Pema FE Unika

MEDAN – Pemerintahan Mahasiswa (Pema) FE Unika Santo Thomas Medan menggelar talk show Character Development di Bina Media Convention Hall, Komplek Unika Santo Thomas Medan, belum lama ini. Sebanyak 560 peserta dari tujuh fakultas ikut ambil bagian dalam talk show yang dimeriahkan kuis Rp6 juta dan puluhan suvenir dari beberapa sponsor.

Ketua Panitia Talk Show, Jhony Sinurat mengatakan, talk show ini menghadirkan delapan alumni dan mahasiswa untuk berbagai pengalaman, memberikan motivasi dan materi yang mendukung pengembangan karakter mahasiswa Unika Santo Thomas Medan.

“Talk show ini diharapkan menambah pengetahuan dalam menangkap peluang kesempatan untuk berkarir di dunia kerja dan sebagai bekal  pengalaman mahasiswa Unika Santo Thomas dalam berinteraksi dengan lingkungannya,” kata Jhony.

Para pembicara yang hadir adalah: Charles Simarmata (Staf Ernst&Young Eindhoven, Belanda), Eldwin Limbong (Financial Advisor di Pricewaterhousecoopers, Belanda), Yohannes Sembiring (Owner PT Tirta Jeram Sumatera), Duma Sari Siahaan (Pemkab Sergai), Heri Resna Sembiring (Staf Pengajar FKIP Unika), Simon Tobing (PT Wijara Nagatsupazki) dan Mangarambo Sinaga.  (azw)

Peserta SNMPTN Harus Tinjau Lokasi Ujian

MEDAN-Seiring akan digelarnya ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis pada 12 hingga 13 Juni 2012. Panitia Lokal (Panlok) Universitas Sumatera Utara (USU) mengimbau kepada 35.591 orang peserta yang terdaftar agar meninjau lokasi ujian.

Waktu yang paling tepat untuk meninjau adalah sehari sebelum pelaksanaan atau tepatnya pada hari Senin (11/6), dapat melakukan peninjauan ke lokasi atau tempat berlangsungnya ujian.

Peninjauan ini penting dilakukan agar peserta dapat memperkirakan waktu tempuh menuju ke lokasi/tempat ujian, dan terhindar dari tersesat ke lokasi saat pelaksanaan ujian.

Hal ini disampaikan Ketua dan Sekretaris Panitia Lokal (Panlok) USU Prof Ir Zulkifli Nasution MSc Phd dan Ir Saipul Bahri Daulay MSi melalui Ka Humas USU Bisru Hafi SSos MSi disela persiapan pelaksanaan ujian kemarin.

Zulkifli mengatakan, pada hari pertama ujian yakni pada pukul 07.30 WIB, peserta sudah harus memasuki ruangan ujian untuk mengisi biodata dan pemeriksaan identitas.

“Hindari keterlambatan, karena bila peserta terlambat dari batas waktu yang ditoleransi panitia dapat berakibat peserta tersebut tidak dibenarkan untuk mengikuti ujian,” sebutnya.

Dalam hal ini, panitia juga mengingatkan agar para peserta jangan sampai lupa membawa perlengkapan ujian seperti Kartu Bukti Pendaftaran (Kartu Peserta Ujian), Kartu Identitas Asli (KTP, SIM, Kartu Pelajar atau lainnya), Foto Copy Ijazah yang telah dilegalisir atau Tanda Lulus Asli, Pensil 2B dan Karet Penghapus secukupnya, serta peraut pensil jika diperlukan.

“Isilah biodata dan lembar jawaban ujian dengan teliti dan benar. Demi menjaga kenyamanan dalam mengikuti ujian, diminta kepada seluruh peserta untuk tidak membawa alat komunikasi atau perangkat elektronik seperti Telepon Genggam/HP dalam berbagai bentuk, kamera, alat hitung dan sebagainya ke dalam ruangan ujian. Jangan melakukan kecurangan, karena setiap kecurangan yang dilakukan akan merugikan peserta ujian sendiri,” tuturnya.

Adapun jumlah peserta sebanyak 35.591 ini merupakan jumlah peserta yang terdaftar di Panitia Pusat SNMPTN yang ikut ujian di Panlok USU dengan rincian 13.684 untuk kelompok IPA, 9.890 IPS, dan 12.017 IPC. Dimana peserta tersebut akan mengikuti ujian tertulis pada 47 lokasi ujian yang tersebar di 3 Sektor.

Yakni sektor I IPC FKG USU dengan 16 jumlah lokasi ujian, Sektor II IPA Politeknik Medan dengan 17 lokasi, dan Sektor III IPS Perguruan Yaspendhar dengan 14 lokasi ujian.

Sementara pengawas yang akan diturunkan untuk mengawasi pelaksanaan ujian tertulis ini sebanyak 3.600 orang yang terdiri dari 1.165 pengawas untuk kelompok IPC, 1.400 pengawas IPA, dan 1.045 pengawas untuk kelompok IPS. (uma)

Warga Johor Jaga Lingkungan demi Pertahankan Adipura

MEDAN-Piala Adipura yang diraih Medan harus dipertahankan. Untuk itu, Camat Medan Johor Muhammad Azwarlin Nasution berharap warganya untuk terus bekerja sama menjaga lingkungan.

“Kiranya kita dapat terus saling membahu untuk menjaga kebersihan di setiap lingkungan. Demi mempertahankan Piala Adipura yang telah diraih kota Medan, yang langsung diterima Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM,” ucap Muhammad Azwarlin Nasution saat acara syukuran keberhasil Kota Medan meraih Piala Adipura bersama anak yatim dan petugas bestari serta melati di Aula Kecamatan Medan Johor Jalan Karya Cipta, Jumat (8/6) lalu.
Diterangkannya, Piala Adipura tersebut berkat kerja keras para warga masyarakat dalam menjaga kebersihan di tingkat kecamatan. “Patut kita bagi rasa kebahagian kita bersama para anak yatim dan petugas bestari serta melati. Yang mana, berkat mereka juga kebersihan terkendali,” bilang Azwarlin.

Azwarlin  menambahkan, pihaknya memberi tali asih terdiri untuk 40 anak yatim se-Kecamatan Medan Johor serta 30 pasukan bestari/melati. Sementara, dalam acara tersebut turut hadir unsur muspika seperti Kapolsek Deli Tua Kompol Sinulingga, Danramil 08 Kapten Azwar, serta pihak kelurahan dan para tamu undangan lainnya. (omi)

Formaksi Laporkan Kadishubsu ke KPK

Anggap Kejatisu Lambat

MEDAN- Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formaksi) akan melaporkan dugaan korupsi Kepala Dinas Perhubungan Sumut (Kadishubsu) Rajali Ssos ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menganggap Kejatisu terlalu lambat.

“Kejatisu lamban. Sudah jelas-jelas yang bersangkutan Kadishubsu melakukan dugaan tindak pidana korupsi di Jembatan Timbang, namun sampai saat ini tidak ada tindakan tegas terhadap kasus itu. Maka dari itu, kami dalam jangka waktu dekat ini akan membawa dan melaporkan masalah ini ke KPK,” tegas Ketua Formaksi, Doli Siregar kepada Sumut Pos, Minggu (10/6).

Lebih lanjut, Doli menuturkan, kendati demikian pihaknya tidak hanya tinggal diam untuk terus mendesak Kejatisu segera memproses laporan yang mereka berikan.

“Kami akan terus menuntut agar Kejatisu bekerja, memanggil dan memeriksa Kadishubsu dan oknum-oknum Dishubsu lainnya yang terlibat. Untuk itu, kami akan terus-terusan menggelar aksi sampai Kejatisu memproses laporan itu demi tegaknya hukum di Sumut. Senin (hari ini, red) kami akan kerahkan massa, untuk kembali menggelar demo menuntut agar Kejatisu segera memeriksa dan menetapkan tersangka terhadap Kadishubsu Rajali dan oknum-oknum Dishubsu lainnya,” tegasnya.

Begitu halnya dengan yang disampaikan Sekretaris Formaksi, Sabar Sirait yang membenarkan, jika Formaksi tidak tanggung-tanggung dalam upaya agar kasus dugaan korupsi di Dishubsu dibongkar secara tuntas.

“Kami tidak main-main, dan tidak tanggung-tanggung. Jika Kejatisu melempem, maka kami akan melaporkan kasus ini ke KPK secepatnya,” tukasnya.
Diketahui, dugaan korupsi, yang diduga dilakukan Rajali SSos dilaporkan Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formaksi), ke Kejatisu, dengan No: 03/B/III/SEK/FORMAKSI-SU/2012, Kamis (31/5) lalu.

Dugaan korupsi di Dishubsu ini diawali pada Peraturan Daerah (Perda) Pemprovsu No 14/2007, tentang pengendalian kelebihan angkutan muatan barang. Namun, nyatanya Perda tersebut dalam aplikasinya dijadikan untuk ajang memperkaya diri dan kelompok.

Kadishubsu, Rajali menerbitkan Surat Tugas Kepala/Wakil Kepala/Personel Jembatan Timbang yang masa berlakunya setiap enam bulan, dengan adanya kewajiban menyetor uang dengan jumlah yang bervariasi.

Untuk tiap calon kepala jembatan timbang dikenai biaya Rp200 juta, wakil kepala Rp150 juta, dan personel regu tiap jembatan timbang dibebankan biaya Rp45 juta.

Kalkulasinya, jumlah regu tiap jembatan timbang maka uang hasil penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kadishubsu adalah Rp2,2 miliar ditambah Rp2,2 miliar ditambah Rp3.975.000.000. Jadi totalnya adalah Rp8.175.000.000.

Adapun dana yang dibebankan kepada para petugas di lapangan meliputi, Dana Untuk Bantuan Dinas (Bandis), Dana Untuk Bagian Dinas (Bagdis), Dana Untuk Taktis Lokal, Dana Untuk Bagian Kepala/Wakil Kepala Jembatan Timbang, dan dana untuk kesekretariatan. (ari)

Pancing HP dengan Parfum

Ari Azhari punya cara unik untuk mengais pendapatan. Dia berjualan minyak wangi alias parfum. Tapi, bukan itu yang utama. Dia menjadikan parfum sebagai pemancing untuk mencuri handphone alias ponsel (HP).Ya, warga Jalan Utama, Amaliun, Medan, menjual parfum sebagai modus untuk mencuri handphone Samsung milik Syahrul Ramadhani (19)penduduk Jalan Rel, Teratai 33, Bandar Khalifah, Tembung, Sabtu (9/6).

Pada sekira pukul 10.00 WIB, Ari menawarkan parfum kepada Syahrul Ramadhani. Nah, sebelum transaksi jual beli parfum tersebut terjadi, Syahrul Ramadhani sempat kembali masuk ke dalam rumah dan meletakkan hanphone Samsung miliknya di atas meja teras rumahnya.

Situasi itu langsung dimanfaatkan Ari, untuk menggasak handphone Samsung tersebut. Namun sayang, perilaku tidak terpuji yang ditunjukkan Ari tersebut diketahui Budiman, anggota sentra komunikasi (Senkom) Mitra Polri yang tengah melintas. Saat itu, Ari masih berdalih hanphone tersebut adalah miliknya.
“Waktu saya tanya, katanya hanphone itu miliknya,” kata Budiman.

Perbuatan itu baru diketahui secara pasti, ketika Syahrul Ramadhani keluar rumah dan berniat untuk mengambil handphone miliknya tersebut.
“Baru waktu Syahrul Ramadhani keluar, dia (Ari Azhari, Red) tidak bisa mengelak lagi. Katanya, karena dia lagi butuh uang. Tapi nggak tahu untuk apa,” tambahnya.

Saat itu sempat terjadi kegaduhan antara Ari Azhari, Budiman dan Syahrul Ramadhani. Kegaduhan itu sontak membuat warga sekitar datang dan berkerumun. Naas bagi Ari Azhari, massa yang geram langsung menghajarnya sampai babak belur.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, warga menyerahkan Ari Azhari Polsek Percut Sei Tuan. (ari)

Hari Ini Medan Dapat Penghargaan Lagi

MEDAN – Setelah sebelumnya memperoleh penghargaan lingkungan paling bergengsi, Piala Adipura, Pemerintah Kota (Pemko) kembali mendapatkan penghargaan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Penghargaan yang berlabel Pemeringkatan e-Goverment Indonesia (PeGI).
Berdasarkan undangan yang diterima dari Kominfo RI melalui Direktorat Jenderal  Aplikasi Informatika, penyerahan penghargaan PeGI ini diserahkan langsung oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring di Grand Sahid Jaya Hotel  Jakarta hari ini pukul 08.30 wib.

“Penghargaan ini diberikan karena Pemko Medan dinilai berhasil dalam melakukan penataan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi informasi yang mendukung hubungan antar pemerintah, pemerintah dengan dunia usaha serta pemerintah dengan publik,” kata Wali Kota Medan Rahudman di Medan, kemarin.

Dijelaskan Rahudman, penghargaan yang diberikan ini merupakan pertama diberikan Kementrian Kominfo kepada kabupaten kota di Indonesia. Selama ini penghargaan itu diberikan hanya untuk tingkat provinsi. Dan untuk daerah di luar Pulau Jawa, Medan merupakan satu-satunya kota yang mendapatkan peringkat terbaik.

Karenanya, Rahudman mengaku gembira sekali dengan penghargaan yang di terima ini.  Diakuinya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan yang terus di bangun di lingkungan Pemko Medan. Dia optimis, jika kebersamaan seperti itu  terus dibina maka kota ini akan lebih mudah menerima penghargaan lainnya.

“Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh jajaran Pemko Medan untuk terus meningkatkan kinerja, bekerjalah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab dan jauhkan diri dari penyakit hati seperti iri, dengki dan tidak pernah mau menghargai hasil kerja orang lain. Mari terus kita  jalin kebersamaan ini, saya yakin dengan kebersamaan ini, penghargaan lainnya bakal dapat kita terima,” ucapnya. (adl)

Merampok Pakai Senpi, Residivis Dibekuk

MEDAN- Polsekta Medan Timur meringkus Muhammad Ridwan Alias Ucok Kakek (40) warga Jalan Prof HM Yamin Gang Istirahat Kelurahan Sei Kera Hulu Kecamatan Medan Perjuangan. Dia ditangkap saat sedang berada di Kawasan Jalan Singa Medan, Sabtu (9/6) malam.

Dalam paparan yang dilakukan di Mapolsek Medan Timur, Minggu (10/6), diketahui bahwa tersangka merupakan seorang penjahat kambuhan dan diduga terlibat aksi perampokan dengan menggunakan senjata api. Tersangka diringkus karena diduga melakukan aksi perampokan kalung emas milik Eva Sari Warga Jalan Mestika Kelurahan Tirtosari Kecamatan Medan Tembung, di kawasan Jalan Batu Putih Medan pada Senin (14/5) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, AKP Ridwan saat dikonfirmasi di Mapolsek Medan Timur mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap Ucok. “Kita sedang periksa dia, mungkin akan kita konfrontir dengan keterangan korban,” ujar Ridwan. (far)

Gagal Antisipasi

Rusia vs Republik Ceko

WROCLAW- Cukup mengejutkan ketika Republik Ceko harus menerima kekalahan telak dari Rusia. Menurut Tomas Rosicky, kekalahan timnya dikarenakan kegagalan mengantisipasi serangan balik yang digeber pasukan Beruang Merah.
Pada laga itu, Rusia menuai gol demi gol lewat Alan Dzagoev (dua gol). lalu digenapi oleh Roman Pavlyuchenko dan Roman Shirokov. Sedangkan pencetak gol tunggal Republik Ceko adalah Vaclav Pilar.
“Kami ingin aktif sejak kickoff, menggalang serangan namun kami gagal kapan pun kami kehilangan bola dan serangan balik Rusia sangat berat untuk diatasi,” kata Rosicky.

“Ada fase di awal ketika kami tak gentar, kami punya peluang dan kami menjadi tim yang lebih baik. Tertinggal 2-0 di saat turun minum, kami tak bisa mengatasi serangan balik mereka di sepanjang waktu sisa pertandingan.”
“Dalam laga berikutnya, kami akan menunjukkan seberapa bagusnya kami,” pungkas gelandang Arsenal itu.

Pelatih Rusia, Dick Advocaat mengaku senang dengan hasil itu. Namun dia tak begitu puas karena masih banyak kans mencetak gol pada laga itu.
“Kami sangat senang, kami mencetak empat gol dan dalam pertandingan internasional itu adalah hasil yang sangat bagus. Kami bisa saja mencetak gol lebih banyak, faktanya seharusnya kami mencetak lebih banyak karena kami menciptakan banyak peluang,” ucap pelatih asal Belanda itu seperti dikutip Sky Sports.

“Di kedudukan 2-1, kami menyulitkan diri kami sendiri jadi kami harus lebih baik karena mungkin tim yang lebih baik akan membobol gawang kami lebih banyak.”
“Itu bisa saja jadi 2-2, ada saat di mana kami harus lebih tajam. Di titik tertentu mereka punya banyak ruang dan sangat berbahaya. Tapi ini adalah laga pertama kami dan kami sangat senang dengan hasilnya,” tutupnya.
Kemenangan 4-1 itu merupakan kemenangan besar pertama mereka setelah kemenangan 6-1 atas Kamerun di Piala Dunia 1994.

Kemenangan atas Kamerun itu diingat juga sebagai momen di mana Oleg Salenko, penyerang andalan Rusia ketika itu, mencetak lima gol.
Sedangkan satu gol lainnya disumbang oleh Dmitri Radchenko. Salenko sendiri tampil sebagai top skorer Piala Dunia 1994 bersama Hristo Stoichkov dengan catatan enam gol. (bbs/jpnn)