Home Blog Page 13413

Indonesia 4 Kali Alami Gerhana

Usai Gerhana Bulan akan Muncul Gerhana Matahari Total

Masyarakat Sumatera Utara (Sumut), dan Indonesia pada umumnya melihat fenomena alam yang sangat jarang terjadi, yakni gerhana bulan, Senin (4/6). Gerhana bulan yang hanya sebagian itu, akan terlihat jelas jika cuaca cerah.

“Ya, gerhana bulan sebagian (GBS) itu terjadi mulai pukul 17.00 WIB ini hingga sekitar pukul 19.00 WIB, dan terjadi di seluruh Indonesia,” ujar Hendra Suwarta, Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumut, kepada Sumut Pos, Senin (4/6).

Dijelaskannya, ekses dari GBS tersebut lebih terasa di Indonesia bagian Barat. Prosesnya sendiri terjadi saat bulan belum terbit.

“Di Indonesia bagian Barat terjadi saat bulan belum terbit. Di Indonesia Bagian Timur ketika sudah terbit, saat gerhana nanti, sepertiga sisi purnama akan gelap disebabkan terhalang bayangan bumi,” tambahnya lagi.

Dijelaskannya, gerhana yang terjadi itu dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika, Samudera Pasifik, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara serta sebagian kecil Asia Selatan bagian Timur. Sementara di Asia bagian Barat, Afrika dan Eropa tidak dapat menyaksikannya.
“Di Amerika dapat mengamati gerhana pada saat bulan akan terbenam, sehingga, prosesi akhir gerhana tidak teramati.

Di wilayah pasifik, sebagian besar Australia Timur dan Papua gerhana dapat diamati secara keseluruhan prosesi gerhana,” terangnya.

Kata Hendra, di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara serta Asia Selatan bagian Timur akan mengamati gerhana pada saat bulan akan terbit, sehingga, prosesi awal gerhana tidak akan teramati. Terkecuali, di bagian Timur Papua, di sebagian besar wilayah Indonesia tidak akan dapat mengamati proses awal gerhana ini, karena gerhana sedang berlangsung pada saat bulan terbit.

Selanjutnya, Hendra mengatakan, sebelumnya pada 21 Mei lalu, telah terjadi gerhana matahari pertama di tahun 2012 ini. Dan terjadi mulai terbit matahari, diawali dari wilayah China hingga berakhir di Amerika Serikat.

Gerhana matahari tidak akan terjadi secara penuh, namun yang terjadi adalah gerhana matahari cincin. Pada 2012, diprediksi akan terjadi empat gerhana. Menurut data yang ada, ada dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Gerhana matahari berupa gerhana matahari cincin, yang terjadi pada 21 Mei 2012 lalu. Sementara gerhana matahari total akan berlangsung pada 14 November 2012,” cetusnya.(ari)

Badai Mawar Datang, 3 Tewas dan 6 Hilang

MANILA – Amuk badai tropis yang menerjang wilayah Filipina sejak Sabtu lalu (2/6) menelan korban jiwa. Tiga bocah tewas dan enam nelayan dinyatakan hilang setelah badai tropis Mawar menyerang dengan disertai hujan lebat serta gelombang laut tinggi di sebagian wilayah negara itu.

Dua bocah bersaudara tewas tenggelam setelah tersapu banjir akibat air sungai yang meluap di wilayah Pulau Palawan, sebelah barat Filipina. ’’Seorang bocah berusia tujuh tahun juga tenggelam alibat luapan dan arus sungai di timur Manila,’’ ujar Benito Ramos, juru bicara Departemen Pertahanan Sipil Filipina, kemarin (4/6).

Sejauh ini para petugas penyelamat terus melakukan pencarian terhadap enam nelayan. Mereka hilang setelah berlayar dalam tiga perahu yang berbeda sebelum terjadi badai. Laporan yang lain menyebutkan bahwa 32 nelayan berhasil diselamatkan setelah terempas gelombang tinggi di perairan Pulau Catanduanes, timur Filipina, Sabtu lalu. Kapal mereka terbalik setelah kehabisan bahan bakar di tengah laut.

Badai tropis Mawar mulai mengamuk Minggu pagi (3/6) dengan disertai angin kencang berkecepatan maksimum 120 kilometer perjam saat melintasi wilayah timur Filipina.

Sebelumnya, badai itu melewati perbatasan timur Filipina Sabtu lalu dengan kecepatan angin 100 kilometer perjam.  Kecepatan angin yang dibawa badai tropis Mawar sempat mencapai 660 kilometer perjam timur laut Manila pada dini hari kemarin sebelum melemah dan bergerak ke timur laut dengan kecepatan 15 kilometer perjam.

Meskipun badai tersebut tak menerjang wilayah Filipina secara langsung, efeknya telah mendatangkan hujan deras, khususnya di bagian timur kepulauan negara itu. Derasnya hujan juga membuat warga khawatir akan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang.

Ketika Mawar bergerak meninggalkan Filipina, badan meteorologi pemerintah memperingatkan terjadinya angin besar di utara dan pesisir tengah Filipina. Filipina memang menjadi wilayah rawan badai. Dalam setahun, negeri itu bisa dilewati sekitar 20 badai. (AFP/AP/cak/dwi)

Was-was Jebakan Politik

Venna Melinda

POLITIKUS wanita asal Partai Demokrat, Venna Melinda, menyatakan kerap merasa takut jika ada pihak yang ingin menjebaknya pada kasus-kasus pidana dan bisa mematikan karier politiknya.
“Doa saya bukan minta rezeki, doa saya, saya selamat sampai 2014 tanpa ada orang yang menjebak saya,” ungkap Venna kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/6).

Diakuinya, yang namanya jebakan politik itu tidak bisa diprediksi. “Kalau orang tahu itu jebakan, orang enggak bakal masuk ke situ. Tapi sometimes karena kepolosan, kita punya backround politik yang belum banyak. Nah itukan kita belum tahu. Saya pribadi selalu berdoa agar selalu di tempat yang aman,” paparnya.

Venna belajar dari mundurnya Theresia Pardede (Tere) sebagai anggota DPR. Maka sebagai politikus yang mengawali kariernya di dunia artis, dia akan lebih bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menjalani amanah konstituen, dengan cara berpolitisi di masing-masing.

“Setiap orang berbeda visi dan misi berpolitik caranya saya dan yang lain berbeda, intinya  PR buat saya bahwa kinerja kita sebagai anggota DPR, meskipun dari dunia artis kan enggak bisa di-under estimate terus menerus kan gitu,” terangnya.

Anggota komisi I DPR RI ini mengaku ingin menjadi politikus yang jujur seperti prinsip hidupnya. Dijelaskannya jika mencari materi bukan di Gedung Dewan tempatnya. Bahkan penghasilannya saja turun 70 persen dibanding saat menjadi artis. “Saya konsisten saja jujur, dan mudah-mudahan kejujuran itu menyelamtkan kita.” tutur mantan artis ini. (net)

Gara-gara Utang Piutang Anak Aniaya Ibu Kandung

MEDAN- Tober Saragih (35) tega menganiaya ibu kandungnya, Hanimaris boru Pardede (55), Senin (4/6). Akibat ibunya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Hanimaris tinggal bersama anaknya Tober di rumahnya di Jalan Rakyat, Medan Perjuangan.

Menurut Haninaris, kejadiannya bermula saat anaknya baru nyampai ke rumah. Tiba-tiba, anaknya merepet memintab utang kepadanya dengan nada emosi. Dia merasa tak senang sehingga terjadi cekcok mulut. Anaknya yang pengaguran itupun memukulnya.

“Dia pulang-pulang mukuli saya, karena dia mendapatkan kabar dari tetangga bahwa utang saya sudah saya titip kepadanya untuk segera dibayar. Padahal saya tidak ada menitipkan kepadanya. Ngomong aja pun saya tidak pernah sama dia,” ucap Hanimaris sambil menangis.

Saat mengadu ke Sat Reskrim Polresta Medan, terlihat kondisi tubuh janda tua itu masih lemas dan sempat jatuh pingsan di ruangan piket Reskrim Polresta Medan. Ibu tua itu menangis terus-menurus mengingat kejadian yang dialaminya, kemudian di kamar mandi Sat Reskrim Polresta Medan sempat muntah-muntah.

Polisi pun menganjurkan agar dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit demi kepentingan kesehatannya. Keluarga Hanimaris pun membawa ke RSUD dr Pringadi Medan. Hanimaris mengalami luka di bagian kepala dan luka lecet di bagian tubuhnya. (gus)

Kacamata Khusus Diet Bisa Kecohkan Pandangan

TOKYO – Ada kabar gembira bagi kaum hawa yang tak pernah sukses membatasi asupan makanan ke dalam tubuh. Kemarin (4/6) sekelompok ilmuwan di University of Tokyo mengumumkan keberhasilan mereka dalam menciptakan kacamata khusus diet.

Alat bantu lihat itu akan mengecoh pandangan dan mempengaruhi sensitivitas panca indera.
’’Realitas sesungguhnya amat bergantung pada pikiran,’’ kata Michitaka Hirose, profesor yang terlibat dalam proyek ilmiah tersebut.

Dia sengaja memanfaatkan teknologi yang bisa menipu pandangan mata. Pasalnya, mata merupakan jendela bagi otak dalam menerjemahkan rangsangan. Jika mata melihat sesuatu yang indah, otak akan memerintahkan seluruh indera untuk mereaksi objek tersebut dengan positif.

Dalam uji coba, kacamata itu sukses mengubah cemilan hambar menjadi kue cokelat. Dengan trik khusus, pemakai kacamata tersebut akan melihat cemilan hambar yang disajikan Hirose dan timnya sebagai kue coklat. Karena itu, si pemakai kacamata akan menyantap cemilan tanpa rasa itu dengan semangat layaknya menikmati kue cokelat.

’’Kuncinya memang terletak pada realitas virtual. Yakni, merekayasa gambar objek dengan bantuan komputer,’’ ujar Hirose soal cara kerja kacamata tersebut. Begitu kamera yang terpasang pada kacamata menangkap objek makanan, komputer akan menerjemahkan sebagai makanan dengan bentuk atau rasa yang lain. Dengan demikian, reaksi indera peraba atau pengecap pun akan berbeda.

’’Si pemakai kacamata bisa mengatur sendiri rasa yang paling dia suka. Lalu, otak pun akan menerjemahkan rasa yang diinginkan,’’ ungkap Hirose.

Dalam uji coba cemilan tanpa rasa itu, sang pemakai kacamata bisa menambahkan rasa cokelat atau stroberi pada makanan yang mereka lihat lewat kacamata tersebut. Maka, snack diet atau biskuit sayur pun akan terasa lezat.

Dalam percobaan yang lain, kacamata itu mengecoh pandangan si pemakainya atas biskuit. ’’Ukuran biskuit-biskuit akan terlihat dua kali lebih besar,’’ terang Hirose. Akibatnya, si pemakai kacamata akan merasa lebih cepat kenyang. Alhasil, dia tidak perlu mengudap banyak biskuit untuk memuaskan rasa laparnya. Cukup mengunyah satu atau dua biskuit mungil.

’’Kacamata ini membantu si pemakainya makan dalam porsi lebih kecil dan menikmati makanan yang kurang dia sukai rasanya,’’ terang Hirose. Sejauh ini, uji coba terhadap kacamata itu sudah sukses sekitar 80 persen. Dia yakin, kaum hawa akan sangat menyukai kacamata tersebut. Sebab, mereka lah yang biasanya terobsesi dengan diet dan sering gagal melakukannya.

Dalam uji coba,  biskuit akan tampak berukuran dua kali lipat saat menggunakan kacamata. Jelas, penkonsumsi biskuit akan lebih sedikit. (hep/dwi/jpnn)

SMP Shafiyyatul Amaliyyah Peringkat I Hasil UN

MEDAN- SMP Shafiyyatul Amaliyyah berhasil meraih peringkat pertama hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) SMP se-Kota Medan. Sementara SMA Shafiyyatul Amaliyyah menyabet peringkat kedua hasil UN SMA se-Kota Medan.

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YSPA) berhasil mengalahkan sejumlah sekolah unggulan lainnya. Hasil ini membuktikan bahwa YSPA berhasil menjalankan program pendidikan dengan baik.

Kepala Sekolah SMP YPSA, Indra Suardi MA ber syukur atas prestasi itu. Menurutnya semua ini ter capai berkat kerja keras pendidik dan sistem pendidikan yang baik di YPSAn
“Syukur kehadirat Allah SWT atas keberhasilan SMP YPSA. Ini merupakan buah usaha, kerja keras, dukungan dan motivasi yang diberikan kepada peserta didik,” kata Indra kemarin.

“Usaha yang sudah terprogram selama peserta didik menjalani proses belajar di YPSA, khususnya tujuh bulan terakhir menjelang Ujian Nasional,  peserta didik dibina secara intens melalui program intensif harian, try out lokal, dan try out akbar,” sambungnya.

Pihak SMA juga menyatakan kebanggan atas keberhasilan ini. Kepala Sekolah SMA YPSA, Rudi Sumarto, Ssi mengatakan nilai yang didapat tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Intinya dari semua ini adalah rasa syukur kepada Allah SWT. Dan Alhamdulillah nilai tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

ini juga merupakan hasil kerja keras guru, staf, dan lebih khususnya kepada pembina YPSA Drs H Sofyan Raz, Ak MM, dan Ketua UmumYPSA Hj Rahmawaty yang telah memberikan  motivasi kepada siswa-siswi ini untuk dapat memompa  semangat dan perjuangannya untuk mendapatkan hasil terbaik,” terang Rudi.

Program intensif jelang UN juga menjadi jawaban atas keberhasilan siswa-siswi YPSA dalam menempuh UN. “Program intensif, try out, pengadaan soal-soal dan pembahasannya juga dilakukan untuk ketajaman siswa yang dipersiapkan menjawab soal UN dengan baik dan benar,” pungkasnya. (ful)

Ingin Cepat Punya Anak

Catherine Wilson

Catherine Wilson (Keket) resmi dinikahi pengusaha bernama Akhmad Mukhlas Arofat. Akad nikah keduanya dilangsungkan dengan khidmat di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat kemarin.  Mas kawin yang diserahkan adalah uang tunai Rp 1 juta dan seperangkat hijab.

Keket tidak dihadirkan saat ijab kabul diucapkan. Ia baru dihadirkan setelah ijab terucap, didampingi tantenya yang duduk di samping mempelai pria. Keduanya menggunakan busana berwarna putih bersih. Keket tampak anggun dengan kebaya dan tudung yang menutupi sanggul tingginya.

Usai acara, Keket langsung menyatakan tidak sabar untuk berbulan madu sambil berwisata religi dengan Arofat. Bulan depan, atau sebelum Ramadhan, keduanya akan menjalankan ibadah umrah.

“Berangkatnya nggak berdua aja sama suami. Kami memang mau bulan madu sekalian ibadah juga di sana, mau ajak keluarga besar umrah juga, biar rame,” ucap Keket dengan wajah berseri-seri.

Bintang film Cinta Silver ini punya alasan khusus menyegerakan bulan madu. Keket memang berencana  melakukan program kehamilan. “Saya memang nggak menunda untuk punya anak, kalau bisa cepat (punya anak), kenapa harus nunggu lama-lama,” paparnya.

Sebelum berbulan madu, Keket dan Arofat masih harus menjalani resepsi pernikahan yang akan berlangsung di Lapangan Golf di kawasan Karawaci, Tangerang pada 23 Juni 2012. Sebelumnya, Keket mengakui bahwa Arofat adalah seorang duda beranak satu. Namun dia tak keberatan dengan status itu.  (rm/jpnn)

Kajatisu: Tersangka, Sabar Dululah…

Dugaan Korupsi Proyek SIR di Pirngadi

MEDAN-Kejatisu belum juga menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) RSUD dr Pirngadi Medan senilai Rp7,7 miliar. Meskipun sudah mengantongi nama-nama yang bakal dijadikan tersangka.

“Sabar dululah, dalam waktu dekat kita tetapkan tersangka. Pasti kita umumkan, tapi sabar dulu,” kata Kajatisu, Noor Rachmad singkat, saat ditemui keluar dari ruangannya, Senin (4/6).

Sementara itu, Direktur LBH Medan, Nuriono SH menilai penanganan kasus tindak pidana korupsi, khususnya kasus dugaan korupsi dana SIR RSU Pirngadi Medan, terkesan mandeg atau jalan di tempat. Sebab, hingga saat ini Kejatisu belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus itu.

Nuriono juga mempertanyakan kinerja seratus hari Kajati.  Pasalnya, jelas Nuriono, dirinya belum melihat kinerja Kajati dalam menangani kasus tindak pidana korupsi “Jadi, Kajati harus berani melakukan intervensi terkait dengan kurangnya kemajuan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang ada di Sumut. Khususnya terkait dengan tindak pidana korupsi di SIR RSU Pirngadi Medan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nuriono meminta agar Kajati melakukan tekanan kepada jajarannya dalam melakukan penyidikan. “Kalau memang tidak mampu jajarannya menyelesaikan penyidikan tersebut, Kajati harus berani mengganti jajarannya,” tegasnya.

Sebelumnya Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (mag-11)

Penataan Kota Jangan Instan Demi Penghargaan

Penghargaan piala Adipura untuk Kota Metropolitan yang diterima Wali Kota Medan, Selasa (5/6) di Istana Negara, diharapkan tidak hanya sekadar penghargaan yang dapat meningkatkan kapabilitas pribadi pemimpin, namun penataan dan perkembangan Kota Medan haruslah dilakukan secara berkesinambungan.

“Kita tentunya mengucapkan selamat kepada pak Wali Kota yang telah bekerja keras  untuk meraih piala Adipura. Namun, penataan dan perkembangan Kota Medan ke depan seharusnya tidak tambal sulam hanya dilakukan instan demi mendapatkan penghargaan semata,” kata Pengamat tata kota, Bhakti Alamsyah.

Dia memaparkan, sebaiknya penghargaan yang diterima itu tidaklah bertujuan negatif yang hanya bertujuan menaikkan kapabilitas pribadi, namun sifatnya harus menjadi program yang berkelanjutan. Apalagi, untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih akan lebih sulit dibandingkan saat meraihnya.

“Kita semua berharap apa yang sudah diraih tentunya dilakukan dengan kerja keras dan itu bisa dilakukan dalam waktu singkat. Tapi, apa yang dilakukan sebaiknya tidak instan melainkan harus tetap dipertahankan apa yang sudah baik menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ucapnya.
Bhakti mengingatkan, Pemko Medan harus melakukan pembangunan sesuai dengan master plan. Tentunya, siapapun pemimpin Kota Medan nantinya bila ingin berkelanjutan haruslah tetap membangun Kota Medan yang sesuai dengan perencanaannya.

Kini, paparnya Pemko Medan maupun Wali Kota Medan sudah memiliki credit poin yang baik, untuk mempertahankannya maka diperlukan kerja yang lebih giat. Untuk itu, aparatur di Kota Medan harus dapat satu hati dengan Wali Kota Medan dalam bekerja.
“Kepala Dinas, Camat juga harus bisa sepaham dengan Wali Kota yang penting pembangunan harus berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk peningkatan tata kota, sebutnya banyak hal yang masih harus dilakukan Pemko Medan, mulai dari penataan pedagang kaki lima, kebersihan dan lainnya.
“Warga juga harus mendukung. Kita bisa lihat seperti di Surabaya, di depan kantor Pemkonya ada Taman Surya yang kalau malam hari bisa dijadikan lokasi pesta rakyat. Pedagang kaki lima bisa berjualan di sana dan pagi harinya bersih kembali.

Medan juga bisa menata Jalan Pulau Pinang ataupun Jalan Bukit Barisan sebagai lokasi pesta rakyat setiap hari, di mana PKL bisa berjualan di sana dan malamhari lokasi itu bersih kembali. Untuk menata PKL tentunya mereka harus diberikan wadah dulu barulah bisa membuat aturannya seperti apa,” paparnya.(adl)

Kalabfor Poldasu: Tak Ada Rekayasa Tes Urine Apriyanto

MEDAN-Kepala Labfor Polda Sumut, Kombes Pol Chomsi Syafrian Simin membantah pernyataan mantan Wadir Reserse Narkoba Poldasu, AKBP Apriyanto Basuki Rahmat, yang mengaku kalau hasil tes urine dirinya direkayasa pada saat pemeriksaan di Labfor Poldasu.

Chomsi mengatakan kalau apa yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai prosedur dan tidak ada niat untuk merekayasa.

“Silahkan saja dia bilang gitu. Tapi apa yang saya lakukan sudah sesuai dengan prosedur. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau saya rekayasa, sama saja saya melanggar sumpah,” ujar Chomsi, Senin (4/6) kemarin.

Chomsi juga menganggap kalau pernyataan itu adalah untuk ‘sekedar’ pembelaan Apriyanto saja.
“Terlepas dari jabatan saya sebagai Kalabfor. Saya mengaggap kalau itu adalah untuk pembelaannya saja,” ungkap Chomsi.

Sebagaimana diketahui, dalam menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Medan beberapa hari yang lalu, AKBP Apriyanto menyebut, kalau sebelumnya urinenya dinyatakan negatif.
“Urine saya negatif, tetapi diganti dengan hasil tes urine Johnson Jingga (tersangka kepemilikan pil happy five lainnya, Red),” beber Apriyanto.

Tidak hanya itu, mantan orang nomor dua di Direktorat Reserse Narkoba Poldasu itu juga menyatakan kalau dalam pemeriksaan tes urine yang dilakukan di Labfor Poldasu itu sering ditukar-tukar.

“Ya seperti tes urine saya ini, ditukar dengan hasil tes urine tersangka lainnya,” ungkap Apriyanto.
Menanggapi hal itu, Chomsi kembali angkat bicara. Menurutnya Labfor Poldasu tidak ada merekayasa, ataupun menukar-nukar hasil tes urin siapapun itu. “Tidak pernah kita melakukan tukar menular hasil tes urine,” tegas Chomsi.

Disebutkan Chomsi, prosedur setiap pemeriksaan tes urine itu dilakukan berawal dari permintaan penyidik.
“Urine diperiksa jika ada surat dari penyidik. Bukan suka-suka kita untuk memeriksa urine itu,” tukas Chomsi.

Disebutkan perwira berpangkat melati tiga itu, walaupun kasus pemeriksaan urine yang ditangani pihaknya itu banyak, namun sejauh ini ia masih melakukannya dengan profesional.
“Dalam setahun kita bisa tangani 3 sampai 6 ribu pemeriksaan urine. Tapi  kami melakukannya sesuai dengan sumpah dan secara profesioanal,” sebut Chomsi.

Chomsi mengatakan dirinya siap untuk menuntut kembali jika tudingan ‘miring’ kepada Labfor Polda itu tidak terbukti.
“Silahkan saja menuding Labfor seperti itu. Nanti kalau itu semua tidak terbukti, saya siap untuk menuntut itu kembali,” pungkas Chomsi.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro untuk segera turun tangan. Jika didiamkan saja, lanjut Neta, masyarakat akan bingung dan bisa merusak citra kepolisian.

Menurut Neta, ada dua kemungkinan terkait pernyataan AKBP Apriyanto bahwa dirinya korban rekayasa terkait kasus penggunaan narkoba jenis happy five (H5) itu. Pertama, Apriyanto memang sedang membangun alibi agar dirinya bebas.

Kemungkinan kedua, memang ada rekayasa di balik kasus ini. Menurut Neta, konflik internal di tubuh kepolisian, antara pimpinan dengan wakilnya, seperti direktur dengan wadir, memang cukup tajam dan terjadi di banyak daerah.

“Konfliknya sengit. Itu sebabnya muncul hal yang aneh-aneh. Apa yang dikatakan mantan wadir (AKBP Apriyanto, red) bahwa dirinya dikriminalisasi, harus ditelusuri benar atau tidak. Kapolda lewat Propam-nya harus turun tangan agar masyarakat tak bingung,” ujar Neta S Pane kepada koran ini di Jakarta, kemarin (4/6).

Neta memberi contoh perkara mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Mindo Tampubolon yang divonis bebas dari jerat hukum atas tuduhan membunuh istrinya, Putri Mega Umboh. Bisa jadi, lanjut Neta, kasus Mindo ini merupakan kasus rekayasa akibat konflik di internal kepolisian, sehingga tatkala dibuktikan di pengadilan, dinyatakan bebas.

Neta mengatakan, konflik di internal kepolisian memang cukup sengit. Konflik ini, sambungnya, merupakan dampak persaingan sejak mereka masih menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).

“Sikap arogansi senior kepada yunor masih tinggi hingga persaingannya berlarut-larut, terbawa hingga mereka sudah menjadi perwira, dari perwira menengah hingga perwira tinggi. Konflik sangat tajam jika daerah penugasan merupakan daerah basah,” urai Neta, aktivis asal Sumut yang konsen menyoroti kinerja kepolisian itu.

Apa yang harus dilakukan Kapolda Sumut? Neta menyarankan, Kapolda segera memerintahkan Propam untuk melakukan penelusuran. Kalau memang dugaan AKBP Apriyanto terlibat narkoba ada buktinya yang kuat, maka berkas penyidikannya harus cepat diserahkan ke kejaksaan, selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan. “Sekaligus, Kapolda harus menjelaskan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebaliknya, jika hasil penelusuran Propam menemukan ada indikasi telah terjadi kriminalisasi kepada AKBP Apriyanto, maka penyidikan harus dihentikan dan nama baik Apriyanto dipulihkan.
“Yang bersangkutan selanjutnya bisa menuntut pihak yang diduga melakukan rekayasa,” kata Neta.

Sekadar mengingatkan, AKBP Apriyanto ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Poldasu, karena memiliki Psikotropika jenis pil Happy Five (H5). Dia diamankan saat Direktorat Reserse Narkoba Poldasu melakukan razia di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Merak Jingga, beberapa bulan yang lalu.

Marudut SH, selaku tim penasehat hukum terdakwa Aprianto meragukan keterangan Debora Hutagaol sebagai saksi ahli yang dihadirkan pada sidang sebelumnya.

“Kita meminta agar dia (saksi ahli) menunjukkan identitasnya sebagai ahli forensik. Apa yang menyatakan dia sebagai saksi ahli,” tegas Debora, saat dihubungi, Senin (4/6).
Selain itu, menghadapi sidang mendatang, Debora mengaku sudah menyiapkan beberapa materi pertanyaan yang akan diajukan nantinya kepada saksi ahli.

“Sudah saya siapkan. Intinya mempertanyakan sampai sejauh mana pengetahuan saksi ahli. Tapi lihat nantilah saat sidang. Kan nggak enak kalau dibeberkan,” ungkapnya.
Pihaknya juga meragukan hasil tes urine Apriyanto yang menyatakan positif mengandung psikotropika.

“Kita meragukan hasilnya. Karena seperti yang kita ketahui, Laboratorium Forensik Poldasu sendiri kenyataannya sering menukar hasil tes urin. Hasil negatif bisa jadi positif, dan sebaliknya. Jadi kemungkinan saja, tes urine klien saya juga ditukar. Tapi kalau ditukar dengan urine siapa, kita nggak begitu tahu, kemungkinan saja dengan tersangka lainnya,” tegasnya.