Home Blog Page 13428

Bantah Skandal dan Cedera Parah

TURIN- Skandal Calcioscomesse kembali menyerang skuad Italia. Setelah Domenico Criscito yang akhirnya dicoret dari skuad ke Euro dan Leonardo Bonucci, kapten tim sekaligus kiper utama Gli Azzurri – sebutan Italia – Gianluigi Buffon diberitakan juga terlibat.

Guardia di Finanza (polisi pajak di Italia) telah memeriksa transaksi finansial Buffon beberapa bulan terakhir. Hasilnya, Buffon diketahui menyerahkan cek dengan nominal besar, 1,5 juta Euro atau sekitar Rp17,3 miliar, kepada seorang pengusaha tembakau asal Parma yang juga memiliki bisnis judi bola.
Guardia di Finanza pun telah melaporkan hasil pemeriksaan mereka kepada Jaksa Turin yang lantas diteruskan ke Jaksa Cremona.  Pasalnya, dia menengarai Buffon terlibat judi bola dan mungkin ada kaitannya dengan skandal Calcioscomesse yang telah menyeret 19 tersangka.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, Buffon segera mengklarifikasi. Kiper Juventus tersebut menyangkal terlibat dalam judi bola dan mengatakan apabila cek yang diberikannya kepada pengusaha asal Parma merupakan pembayaran untuk 20 jam tangan mewah Rolex.

“Saya tidak berbuat salah atau membunuh seseorang. Saya telah berkata jujur dan tidak ada gunanya berbohong. Saya juga tidak perlu menjelaskan apapun karena semuanya sudah jelas,” kata Buffon seperti dilansir Rai Sport.

“Tentang pengeluaran saya, apakah membeli jam tangan untuk koleksi atau membantu teman untuk membeli rumah, sifatnya pribadi dan tidak menjadi konsumsi publik,” sambung kiper dengan 114 caps tersebut.

Buffon pun mendapat dukungan dari pengacaranya, Marco Valerio Corini. “Itu adalah fitnah, gosip, dan pencemaran nama baik. Sebelum Piala Dunia 2006, Gigi (sapaan akrab Buffon) juga diperiksa polisi karena dugaan keterlibatan dalam Calciopoli, tapi dia akhirnya tidak terbukti bersalah,” ungkapnya kepada RadioCalciomercato.

Selain sibuk membantah tudingan terlibat judi bola, Buffon juga menjawab kekhawatiran penggemarnya terkait cedera yang dialaminya saat melawan Rusia. Buffon diganti Morgan de Sanctis saat turun minum karena mengalami masalah pada bahunya.

“Saya mengalami sedikit kesakitan pada tendon bahu ketika saya mencoba menepis bola bawah. Tapi, saya akan baik-baik saja dan tidak ada yang parah. Setelah menjalani fisioterapi dan beberapa treatment, saya akan berada dalam kondisi normal lagi,” jelas kiper terbaik Euro 2008 tersebut. (dns/bas/jpnn)

My Way Saving Private Ryan ala Korea

Di masa pemerintahan kolonial Jepang atas Korea, dua orang anak laki-laki tumbuh dengan ambisi menjadi pelari marathon olimpiade. Tatsuo Hasegawa adalah cucu seorang Jendral Jepang, sementara Kim Jun-Shik adalah anak pekerja penjaga peternakan sang Jendral.

Sebuah insiden kemudian meninggalkan konflik diantara keduanya, hingga keduan ya bertemu kembali di sebuah Tokyo Olym pics. Jun-Shik yang merupakan peserta underdog dan kesehariannya menjadi penarik becak berhasil memenangkan pertandingan dan mencoreng malu di wajah Jepang dengan Tatsuo yang tetap berstatus bangsawan dan calon dokter sehingga memperuncing konflik diantara keduanya. Hasilnya, kemenangan Jun-Shik tak diakui dan rekan-rekannya yang ikut memberontak dijatuhi hukuman untuk mendaftar paksa sebagai prajurit Jepang.

Di sana, Jun-Shik yang mendapat tekanan dari prajurit Jepang malah tergerak untuk menyelamatkan seorang sniper Cina, Shirai (Fan Bing Bing) yang merupakan tentara musuh. Tekanan itu makin bertambah kala Tatsuo yang sudah berpangkat kolonel di masa-masa Perang Dunia II menemukan jalannya untuk memimpin pasukan Jun-Shik. Tujuannya hanya satu, menyiksa pelan-pelan rivalnya, namun perang yang berkembang membuat mereka bersama menjadi tawanan Soviet di kamp konsentrasi Gulag, berperang untuk Jerman sampai akhirnya semua memuncak di tengah serangan D-Day AS ke Normandia. Dan seperti pelari profesional, Jun-Shik tak akan pernah berhenti sampai sejauh mana ia bisa.

Nama-nama sineas Korea Selatan seperti Kim Ki-Duk, Park Chan-Wook atau Na Hong-Jin mungkin sudah bersinar atas film-film Korsel yang go-international ke festival-festival dan dipuji kritikus dimana-mana dengan style mereka dalam trend sekarang. Penuh twist, mostly like an artwork, penuh kesadisan fisik atau psikologis yang sangat dalam. Namun jangan pernah lupa dengan Kang Je-Gyu / Kang Je-Kyu.

Dalam terms blockbuster, ia memang bekerja seperti seorang Steven Spielberg, bahkan ada yang menganggapnya sekelas Michael Bay. Ia tak pernah muncul dengan kedalaman plot dan dalam-dalam yang lain, kecuali dalam visual dan emosi yang kesannya sangat pop, kadang terasa sangat Hollywood blockbusters. Penuh dengan klise-klise, adegan-adegan yang ‘inspired from’ (biasanya dari film-film raksasa Hollywood) dan ekplosifitas lainnya termasuk bujet.

Tanpa dia, tak akan pernah perfilman Korsel melebarkan sayap sebesar sekarang. ‘Shiri’ (1999) adalah tonggak menginternasionalnya perfilman mereka, dan awal-awal masa keemasan ini berlanjut lagi dengan ‘Taegukgi’ (2004) yang semakin membawa perfilman mereka dikenal belahan dunia lain.  Sebuah ‘versi lain’ dari ‘Saving Private Ryan’ dengan porsi hati yang kelewat gede bahkan visual yang nyaris melampauinya. Setelah istirahat hampir 7 tahun dan batal membesut sebuah sci-fi yang katanya groundbreaking bagi perfilman mereka, Je-Gyu kembali dengan tema yang tak jauh dari ‘Taegukgi’. Sebuah drama tentang ikatan laki-laki di tengah kekejaman perang sebagai dasarnya, tapi tak akan sulit digolongkan sebagai ‘war movies’ atas tampilannya.

Dan ini, juga sebuah karya groundbreaking, dalam hal bujet yang mencapai hampir 30.000.000 KW (Korean-Won), sepantaran bujet produksi film Hollywood. Ada 5 negara untuk set (Korea, China, Perancis, Rusia dan Latvia) plus set sebesar 250 ha, 5 bahasa dalam skenario, dan masa pembuatan nyaris 10 bulan dengan riset bertahun. Masih ditambah dengan lebih 57.000 peluru yang ditembakkan plus setahun lebih melobi seorang Andrea Bocelli untuk menyanyikan theme song yang ditulis khusus, ‘To Find My Way’. Sebelum peredaran luasnya, promo dan premierenya juga sudah melanglang buana ke berbagai festival dunia. Just huge. (*)

Messi tak Ingin Tinggalkan Barca

BUENOS AIRES– Keinginan Chelsea membeli Leonel Messi agar dapat mendatangkan Pep Guardiola ke Stamford Bridge tampaknya bakal sulit terealisasi. Pasalnya, Messi dengan tegas mengatakan, dia tak akan meninggalkan Barcelona mengikuti jejak Pep Guardiola.

Striker asal Argentina ini percaya, Barcelona mampu mengatasi kompetisi musim depan, kendati ditinggal pelatih sekaliber Josep Guardiola. Guardiola memutuskan pergi setelah mempersembahkan 14 trofi selama empat musim.

Mengambil alih kendali pada 2008 lalu dengan menggantikan pelatih sebelumnya Frank Rijkaard, Guardiola sukses mengantar Barca mendominasi dunia, dan La Liga khususnya. Bahkan, namanya tertulis dengan tinta emas sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Blaugrana.
Messi percaya bahwa Tito Vilanova dapat melanjutkan sukses Guardiola bersama raksasa Catalan itu. Karenanya, ia tidak berniat untuk mengikuti jejak Guardiola meninggalkan Camp Nou.

“Saya lebih senang berada di Barcelona, dan saya tidak pernah berpikir tentang pergi ke klub lain. Saya tidak akan pergi!” tegas Messi seperti dilansir Goal, Sabtu (2/6).

“Kami akan mengatasi kepergian Guardiola. Kini kami akan melakukan kerjasama dengan pelatih baru Tito. Guardiola dan Tito melakukannya bersama-sama selama beberapa musim, dan saya yakin tidak aka nada yang berubah,” sambungnya.

“Kepergian Guardiola adalah pukulan terberat untuk kami, dia mengajarkan dunia bagaimana memainkan permainan yang indah. Kami akan segera beradaptasi dengan Tito dan kami berharap hasilnya akan sama,” tandasnya.(net/bbs)

Zeman Bakal Kembali ke Roma

ROMA– Peluang AS Roma mendatangkan Vicenzo Montella untuk menangani klub berlambang Serigala itu tampaknya semakin kecil. Pasalnya, Catania tampaknya belum mau melepas pelatih muda tersebut.

Tak ingin berlama-lama, AS Roma pun mencari allenatore baru. Klub ibu kota ini akhirnya mendekati Zdenek Zeman. Tak perlu waktu lama, kini Roma dan Zeman tinggal menyelesaikan beberapa masalah kecil.

Zeman memang tidak asing lagi bagi Roma. Pria asal Ceska ini pernah melatih Il Lupo antara 1997 dan 1999. Kini, Baldini optimistis bisa mendatangkan Zeman sebagai suksesor Luis Enrique.

“Saya yakin tidak akan ada kejutan. Kami memiliki peluang untuk bertemu dengan Zeman. Saya harus terima kasih kepada presiden Pascara (Daniele Sebastiani) untuk bisa bertemu dengannya,” kata Franco Baldini, manajer umum Roma. (net)

Maradona Ingin Rekrut Drogba

LONDON- Mantan bintang Argentina, Diego Armando Maradona yang kini melatih klub Uni Emirat Arab, Al Wasl meminta agar bomber Chelsea, Dadier Drogba bergabung bersamanya. Maradona ingin agar striker Pantai Gading tersebut menjadi juru gedor lini depan klub di negara kaya minyak tersebut guna menghadapi ketatnya persaingan musim depan.

“Siapakah di dunia ini yang tidak menginginkan Drogba? Setiap tim akan senang mempunyai pemain berkelas seperti dia,” ujarnya seperti dikutip The Sun, Jumat (1/6).

Seperti diketahui, sejak beberapa pekan terakhir sejumlah klub ingin memakai jasa Drogba. Yang paling santer diberitakan adalah ambisi klub Liga Super China, Shanghai Shenhua yang siap menggaet pria 34 tahun tersebut.
Tak tanggung-tanggung Shanghai Senhua berani meggaji 300 ribu poundsterling per pekan untuk pahlawan Chelsea menjuarai Liga Champions itu.(zul/jpnn)

Dejan Petkovic Latih Lazio

Roma- Selama sebulan mencari pelatih baru, akhirnya Lazio menetapkan Dejan Petkovic menggantikan Edy Reja. Pria asal Bosnia Herzegovina ini terakhir kali melatih di klub Liga Swiss, Sion.

Pelatih berusia 48 tahun itu sudah mengunjungi pusat latihan Lazio di Formello dalam beberapa hari terakhir dan mengaku sangat senang bisa melatih klub asal ibukota Italia itu. “Vladimir Petkovic adalah pelatih baru Biancocelesti,” demikian pernyataan resmi Lazio yang dilansir Football Italia.

Nama Petkovic memang masih asing di persepakbola dunia, karena dia banyak menghabiskan karier melatihnya di klub-klub Swiss seperti plus pernah melatih di klub Turki, Samsunspor.(net/bbs)

Nani Beri Sinyal Hengkang dari MU

LISBON–Lima musim bersama Manchester United, Luis Nani telah banyak merasakan gelar juara. Kini, Nani tampaknya ingin mencari tantangan lain dengan mencari klub baru.

Sejatinya, Nani masih menyisakan kontrak dua tahun lagi bersama Setan Merah. Kendati begitu, winger berusia 25 tahun itu hingga kini belum menyentuh sodoran perpanjangan kontrak yang ditawarkan United kepadanya.

Tentunya, ini mengindikasikan Nani bakal melanjutkan perjalanan kariernya bersama klub lain. Namun, semuanya diserahkan Nani kepada sang agen. Pasalnya, Nani masih berusaha mencurahkan perhatiannya kepada tim nasional Portugal, jelang Euro 2012.

“Saya sudah menjalani lima musim di Manchester United dan saya telah memenangkan semua gelar. Saat ini saya masih bahagia, tapi saya tak tahu bagaimana masa depan saya,” terangnya, seperti dikutip The Guardian, Sabtu (2/6).

“Saya dan agen saya akan mempelajari beragam kesempatan. Sepakbola tak hanya Inggris atau Spanyol. Masih mungkin bagi saya untuk menikmati sukses di negara lain,” lanjutnya.

Walau sudah berkumpul dengan para kompatriotnya di tim Seleção das Quinas – julukan timnas Portugal, Nani mengaku belum mampu membersihkan pikirannya dari kekecewaan mempertahankan gelar Premier League musim ini.
United nyaris meraih gelarnya yang ke-20, tapi Manchester City dengan menawan dan mengejutkan, merebutnya di saat-saat terakhir. United hanya kalah selisih gol dari tim sekotanya itu.

“Sungguh sebuah luka yang memilukan bagi saya, gagal meraih gelar di menit terakhir. Tapi City dengan keberuntungannya, tampil luar biasa,” pungkas pemain kelahiran Cape Verde itu. (net/bbs)

Balapan F1 Makin Seru

MONACO – Bekas juara dunia F1 Alain Prost menilai saat ini F1 tidak bisa diprediksi. Situasi sekarang ini berbeda jauh dengan masa-masa ketika dia masih membalap di era 1980-an dulu.

Prost merupakan pembalap legendaris asal Prancis pemegang empat titel juara dunia, yakni 1985, 1986, 1989, dan 1993. Hanya Juan Manuel Fangio dan Michael Schumacher yang mempunyai titel lebih banyak daripada Prost.

Menjelang GP Monaco akhir pekan ini, F1 sudah menghadirkan lima pembalap dari lima tim yang berbeda sebagai juara. Jenson Button (McLaren), Fernando Alonso (Ferrari), Nico Rosberg (Mercedes), Sebastian Vettel (Red Bull), Pastor Maldonado (Spanyol) sudah merasakan manisnya kemenangan.
“Kamu tidak bisa membandingkan dengan situasi yang kami alami 10, 20, atau 30 tahun yang lalu. F1 telah berubah dan terlalu sulit diprediksi,” kata Prost seperti dikutip dari Autosport, Sabtu (26/5/2012).

“Bagi pemirsa televisi, situasi yang tidak diprediksi semacam ini bagus tapi bagi para mekanik hal tersebut adalah mimpi buruk,” ujar Prost. (bbs/jpnn)
Saat ditanya siapa yang dia favoritkan sebagai juara dunia musim ini, Prost menjawab pembalap McLaren Jenson Button.Tapi sekarang dirinya menjadi tidak yakin.

“Di awal musim, sebelum dimulainya seri pertama, saya kira titel akan jatuh ke tangan Jenson Button. Tapi hari ini saya tidak tahu. Mungkin masih tetap Jenson karena dia lebih konsisten tahun ini tapi saya tidak yakin,” kata Prost. (bbs/jpnn)

China Juara Piala Uber

WUHAN-China berhasil membalas kekalahan dari Korea pada tahun 2010 silam. Bertanding di Wuhan Sports Gymnasium, Sabtu (26/5/2012), China menang 3-0 atas Korea untuk mengklaim gelar juara.

Seperti disaksikan langsung wartawan detikSport, Doni Wahyudi, dari Wuhan, Pertarungan ketat terjadi di game pertama, di mana tunggal pertama China, Wang Yihan, dibuat kesulitan oleh Sung Ji Hyun. Wang, yang terlihat sedikit gugup, menang melalui pertarungan tiga set; 14-21, 22-20, dan 21-13.
Pada set pertama, Wang sempat unggul 13-8 di pertengahan set. Namun, Sung berhasil menyamai perolehan angka menjadi 14-14 setelahnya. Pada akhirnya, Wang pun harus merelakan set pertama tersebut kepada sang lawan.

Set kedua pun berjalan ketat. Wang sempat tertinggal 16-20 dari Sung, namun berhasil membalikkan kedudukan dan memenanginya. Setelah bertanding selama sekitar satu setengah jam, Wang pun berhasil memberikan poin pertama untuk China.

Poin kedua China disumbang oleh pasangan ganda Yu Yang/Wang Xiaoli. Keduanya menang dua set langsung atas Kim Min Jung/Ha Jung Eun dengan skor 21-15 dan 21-13. Berbeda dengan Wang, Yu/Wang tampil relatif dominan atas Kim/Ha sehingga tak kesulitan memenangi game.
Kemenangan China pun dipastikan oleh Wang Xin, yang menang 21-10 dan 21-16 atas Bae Youn Joo. Wang Xin menang dalam tempo 39 menit dengan dominasi total di set kedua, di mana tak sekalipun Bae berhasil melewati perolehan poinnya.

Sebagai catatan, pada final Piala Uber tahun 2010, China harus mengakui keunggulan Korea dan kalah 1-3. Catatan lainnya, China menjuarai Piala Uber tahun ini tanpa pernah kehilangan satu poin pun. Di fase grup, mereka menang 5-0 atas Afrika Selatan dan Indonesia.  (bbs/jpnn)

Stoner Tetap Ngotot Pensiun

AALST – Keputusan pensiunnya Casey Stoner, sepertinya belum meredakan keterkejutan banyak pihak. Tapi siapapun takkan bisa mengubah pendiriannya. Bos Honda, Livio Suppo pun takkan mencobanya karena sudah tahu upayanya akan sia-sia.

Tapi bagaimanapun juga, tentu keputusannya untuk gantung helm di akhir musim ini amat disayangkan. Apalagi bagi Honda yang telah mendapatkan berkah dari menawannya performa dan raihan Stoner untuk pabrikan Jepang itu.

Seperti yang sedikit tertera di atas, Suppo takkan mencoba sama sekali untuk mengubah keputusan The Kurri Kurri Boy. Karena segala ikhtiarnya takkan berujung sukses, keputusan Stoner dianggap takkan bisa diganggu gugat.

“Saya pikir, keputusannya itu takkan bisa dipaksa dan diganggu gugat oleh siapapun. Anda bisa mencobanya sebagai teman untuk mengatakan apa yang harus dilakukan,” ucap Suppo kepada MCN, Sabtu (26/5).

“Tapi setelah itu, siapapun dirasa takkan bisa memaksanya mengubah pikiran akan keputusannya itu,” lanjut sosok yang sudah bersama-sama dengan Stoner sejak di Ducati itu.

Soal alasan, Suppo tak mau salah bicara tentang yang bersangkutan. Dari lima tahun pertemanannya dengan Stoner, Suppo tak bisa menyalahi alasan sang rider yang tidak lagi merasa antusias dengan segala hal tentang dunia balap.

“Sejujurnya, sejak saya mengenal Casey pada 2—7 silam, dia memang selalu begitu. Dia mencintai balapan dan membenci hal lain di sekitar dunia balap. Sulit baginya jika tak lagi menikmati apa yang dia sukai (balapan),” tuntas Suppo. (bbs/jpnn)