25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 1347

Proyek Rp2,7 Triliun di Sumut 2022, BPK Temukan Kekurangan Volume Pengerjaan Rp14 Miliar

TINJAU: Peninjauan progres pembangunan dan perbaikan Jalan Provinsi di Wilayah Pematangsiantar dan Simalungun, baru-baru ini.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Utara, menemukan kekurangan volume pengerjaan sebesar Rp14 miliar pada termin pertama terhadap proyek Multi Years Contract (MYC) perbaikan jalan 450 Kilometer atau dikenalkan Proyek Rp2,7 triliun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas S Sitorus, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam pembayaran, dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Pemprov Sumut, pembayaran untuk termin pertama pada tahun 2022 dan baru membayar Rp199 miliar, sebagai uang muka.

“Dengan kata lain termin 1 pembayarannya, dipotong untuk ruas jalan yang kekurangan volume tersebut dan design and built kurang sesuai. Dan juga dikurangi uang muka (jadi) Rp119 M, lebih teknisnya MK (Manajemen Konsultan) dan Kadis PUPR yang mengimplementasikan hal tersebut,” ucap Ilyas.

Untuk diketahui, proyek Rp2,7 triliun tersebar di 33 kabupaten/kota Sumut dengan masa pelaksanaan 540 hari, sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan pemeliharaan 730 hari kalender.

Ketentuan pembayarannya, termin 1 Rp250 miliar setelah pengerjaan 33,56%, termin 2 pembayaran Rp250 miliar setelah 40%, termin 3 Rp500 miliar setelah 60%, termin 4 Rp500 miliar setelah 80% dan termin 5 Rp500 miliar setelah 100% dan termin 6 Rp648 miliar di tahun 2024.

Ilyas menjelaskan soal adanya informasi salah satu perusahaan Kerja Sama Operasi (KSO) tengah berupaya melakukan pinjaman ke PT Bank Sumut untuk membiayai proyek Rp2,7 triliun, tentunya ada mekanisme tersendiri yang diterapkan bank daerah itu untuk menghindari risiko kedepan

“Kalaupun informasi itu benar, pastinya PT Bank Sumut mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pasti ada SOP dan ketentuan sesuai perundang-undangan yang harus dipenuhi kedua belah pihak sebelumnya,” kata Ilyas.

Walau pembayaran belum dilakukan, saat ini masyarakat sudah menikmati perbaikan jalan dari proyek ini sebesar 45,6%. Total yang telah dikerjakan sebanyak 95 ruas dari total keseluruhan proyek ini (163 ruas), sedangkan yang sudah selesai pengaspalan berjumlah 39 ruas.

Ruas jalan yang telah selesai dilakukan pengaspalan antara lain Jalan Mayjen TNI DI Panjaitan, Nagahuta Timur, Pematangsiantar, Jalan Sukaramai-Salak (ruas 63), Simpang Pertempuran- Batas Medan (Marelan), Jalan Ngumbang Surbakti – Simpang Gatot Subroto, Simpang Beringin – Hamparan Perak, ruas Perdagangan dan ruas lainnya.

“Walau Pemprov Sumut masih membayar uang muka, tetapi masyarakat kita sudah bisa menikmati 45,6% dari proyek ini dan itu juga berdampak besar bagi perekonomian kita untuk memperlancar mobilitas dan distribusi logistik,” ucap Ilyas.

Bukan hanya untuk mendapatkan jalan yang layak dalam memperlancar mobilitas masyarakat, proyek Rp2,7 triliun harus benar-benar tepat administrasi dan tepat pengerjaan. Dengan begitu, anggaran yang digunakan bisa berdampak langsung kepada masyarakat.

“Proyek ini harus menambah perputaran uang di masyarakat, Rp2,7 triliun itu tidak sedikit, uang tersebut digunakan untuk belanja material, membayar puluhan ribu pekerja, membayar kontraktor. Orang-orang yang terlibat tersebut juga akan mengeluarkan uangnya tersebut untuk keperluannya sehingga terjadi perputaran uang di situ,” tutur Ilyas.

Proyek pembangunan jalan Pemprov Sumut ditargetkan akan selesai akhir tahun 2023 termasuk jembatan, drainase dan bahu jalan. Selanjutnya, Pemprov Sumut direncanakan akan kembali melakukan proyek serupa tahun berikutnya untuk memberikan jalan dengan status mantap sedikitnya 70% dari total jalan Provinsi Sumut 3.005 Km.

“Tahun depan direncanakan akan kita lakukan kembali proyek ini untuk memberikan jalan yang layak kepada masyarakat kita, karena jalan akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucap Ilyas.(gus/ram)

Idul Adha 1444 Hijriah, Grab Salurkan Hewan Kurban Sapi 1 Ton dan Ratusan Kambing

Grab Salurkan Hewan Kurban Sapi 1 Ton dan Ratusan Kambing.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, Grab Indonesia menyalurkan satu ekor sapi seberat 1 ton dan ratusan ekor kambing yang akan diberikan kepada Mitra Pengemudi, masyarakat di lingkungan perusahaan, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.

Sapi seberat 1 ton diserahkan perwakilan manajemen dan Mitra Pengemudi Grab Indonesia melalui Masjid Jami Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta, yang juga dikenal sebagai Masjid Gus Dur, pada hari Rabu, 28 Juni 2023.

Sementara ratusan ekor kambing kurban dibagikan secara bertahap kepada penerima manfaat yaitu Mitra Pengemudi dan masyarakat di lingkungan perusahaan di 30 kota termasuk Jabodetabek, Bandung, Medan, Makassar, Surabaya, DI Yogyakarta, dan Palembang.

Country Managing Director, Grab Indonesia, menyampaikan, Neneng Goenadi mengungkapkan penyaluran hewan kurban Idul Adha ini, merupakan wujud kepedulian dan simbol silaturahmi Grab Indonesia untuk berbagi dengan sesama.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan semangat kebaikan serta mempererat kerukunan, tidak hanya dengan Mitra Pengemudi tapi juga penerima manfaat di tanah air. Semoga dapat menjadi berkah bagi kita semua,” tutur Neneng.(gus)

Baru 2 Bacalon DPD RI Serahkan Perbaikan Vermin ke KPU Sumut

Kantor KPU Sumut, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, baru menerima pengajuan kembali perbaikan dua berkas dari bakal calon (Balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut, yakni Parlindungan Purba dan Sukadi.

“Untuk berkas Bacaleg belum ada yang mengembalikan dari Partai Politik,” ucap anggota KPU Sumut, Batara Manurung saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (3/7/2023).

Batara mengatakan untuk penyerahan berkas perbaikan Bacaleg DPRD Sumut dan Bacalon DPD RI periode 2024-2029, terakhir 9 Juli 2023. Oleh karena itu, Batara mengimbau kepada calon peserta pemilu 2024 ini, untuk dapat segera mengembalikan berkas perbaikan tersebut. Untuk dapat menggunakan fasilitas Helpdesk, untuk dapat konsultasi dalam memperbaiki berkas yang kurang tersebut.

“Imbauan kita sebenarnya dari awal mereka harus pertama melakukan konsultasi, kepada helpdesk di KPU Sumut. Kedua, jika sidah diyakini sudah dilengkapi syarat calon. Kalau masih ada kekurangan, bisa sudah jauh hari untuk diperbaiki kembali,” jelas Batara.

Sebelumnya, KPU Sumut sudah menyerahkan hasil verifikasi administrasi (Vermin), kepada perwakilan 18 partai politik untuk Bacaleg DPRD Sumut dan 21 Bacalon DPD RI Dapil Sumut.

“Sudah kita serahkan, ke 18 parpol dan 21 Bacalon DPD Sumut,” ucap anggota KPU Sumut, Batara Manurung saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (25/6).

Disinggung apa saja menjadi catatan kekurangan administrasi Bacaleg dan Balon DPD Sumut itu. Lagi-lagi Batara enggan menjelaskan. Karena, hal itu bukan menjadi konsumsi publik.

“Mereka melakukan perbaikan kita, sesuai Vermin kita. Nanti terkoneksi sama mereka apa menjadi kekurangan berkas itu. Apa menjadi kekurangan berkas itu, bukan menjadi konsumsi publik,” sebut Batara.

Hal yang sama dilakukan KPU Kabupaten/Kota juga menyerahkan catatan kekurangan persyaratan administratif Bacaleg DPRD Kabupaten/Kota se-Sumut.

“Sama-sama, ya sama 18 parpol (memiliki kekurangan administrasi persyaratan),” ungkap Batara.

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang Pencalonan anggota DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten/Kota.

Kemudian, pengajuan perbaikan dokumen persyaratan bacalon, sejak 26 Juni 2023 hingga 9 Juli 2023. Nantinya, baru disusun Data Caleg Sementara (DCS) hingga ditetapkan Data Caleg Tetap (DCT) pada bulan September 2023.

“Artinya, kita sudah selesai melakukan vermin. Hasil penelitian vermin kita itu, semua catatan administrasi yang untuk diperbaiki kita tuliskan untuk diperbaiki,” kata Batara.(gus/ram)

Medan-Brastagi Macet Lagi, Baskami Desak Pemprov Selesaikan Jalan Alternatif Kutalimbaru

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mendesak Pemprov Sumut untuk menyelesaikan jalan alternatif Medan- Brastagi via Kutalimbaru. Hal itu disampaikan Baskami, menyusul kembali terjadinya kepadatan parah di jalur tersebut pada libur panjang Idul Adha kemarin.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Marlindo yang baru dilantik agar melakukan gerak cepat dalam merampungkan proyek tersebut.

“Kebutuhan jalur alternatif ini sangat mendesak. Apalagi ketika terjadinya libur panjang seperti kemarin, sering kali jalur utama tak mampu menampung volume kendaraan yang semakin banyak,” ucap Baskami, Senin (3/7/2023).

Baskami menjelaskan, progres pengerjaan telah selesai sepanjang 9,75 Km. Jalur yang telah rampung dibangun berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang.

“Saat ini masih dalam proses jalan baru di Dusun Tanduk Benua, karena kontur jalan yang terjal dan curam,” ujarnya.

Baskami juga meminta pihak ketiga yang melaksanakan proyek tersebut agar segera menyelesaikan proyek jalur alternatif Medan Berastagi tersebut.

“Saya sudah berulangkali meninjau pengerjaan yang dilakukan PT. SMJ ini. Maka saya minta untuk terus dikerjakan sampai rampung 100 persen,” tambahnya.

Baskami berharap, dengan rampungnya jalur alternatif ini, dapat memperlancar kelancaran angkutan produk pertanian (logistik) dari Kabupaten Karo.

“Juga memperlancar transportasi wisatawan yang akan menjajal destinasi wisata di Karo dan sekitarnya,” harapnya.

Diketahui, jalur tersebut melintasi Tuntungan – Desa Sukamakmur Kecamatan Kutalimbaru – Dusun II Sukamakmur – Dusun X Tanduk Benua – Dusun Sembaikan II Kecamatan Sibolangit – Desa Jaranguda Berastagi. Total jalur alternatif via Kutalimbaru ini sekitar 55,87 Km, lebih pendek dari jalur utama (jalan nasional) 76 Km.

Selain itu, jalur ini juga lebih landai dari jalan nasional, sehingga akan mempercepat waktu tempuh antara Medan-Berastagi.
(map/ram)

Tingkatan Laba Jadi Rp 376 M, Komisi C DPRD Sumut Apresiasi Kinerja Direksi Bank Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi C DPRD Sumut, Hj Meilizar Latif, mengapresiasi pencapaian keberhasilan kinerja jajaran Direksi PT Bank Sumut yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan laba pada semester I tahun 2023 hingga 8,7 persen, yakni menjadi Rp376 Miliar.

Apresiasi ini dinyatakan Meilizar Latief kepada wartawan, Senin (3/7/2023) di ruang kerjanya pada gedung DPRD Sumut, terkait keberhasilan Bank Sumut yang membukukan laba bersih sepanjang semester I 2023 sebesar Rp376 miliar.

Dikatakan Meilizar, perolehan laba bersih itu meningkat 8,7 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp346 miliar. pencapaian kinerja semester I 2023 itu sangat positif dan merupakan buah dari kerja keras, juga soliditas seluruh jajaran Bank Sumut dalam mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.

Dengan pencapaian laba bersih tersebut, Anggota DPRD Sumut tiga periode dari Fraksi Partai Demokrat ini berharap agar kedepan pencapaian laba bisa lebih baik lagi. Tentunya, dengan memperhatikan effisiensi dan effektivitas terhadap variable-variable cost operasional.

“Demikian halnya terkait kredit baik corporate dan ritel landing, juga kedepan harus lebih meningkat, sehingga laba dan asset lebih bertambah dan meningkat,” ucap Meilizar.

Menurutnya, upaya perseroan fokus pada peningkatan laba bersih guna mencapai target laba dimaksud cukup baik dan sangat didukung, karena selain berupaya memacu pertumbuhan kredit, LDR Bank Sumut sendiri tercatat sebesar 85,8 persen dan menunjukkan optimalisasi DPK terhadap penyaluran kredit dan pembiayaan.

“Perseroan juga harus berupaya menekan biaya dana dengan fokus mengejar dana murah di sektor ritel. Sebagai perushaan BUMD, kita harapkan deviden yang dibayarkan kepada Pemerintah Sumatera Utara dari tahun ke tahun juga akan meninggat, karena deviden ini akan di gunakan untuk kepentingan masyarakat Sumatera Utara,” ujar anggota dewan dapil Sumut I ini.

Untuk penyaluran kredit dan pembiayaan, kata Meilizar, berdasarkan data yang ada, Bank Sumut mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,5 persen dengan total oustanding kredit dan pembiayaan Rp 28,6 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 26,4 triliun.

Kemudian, porsi portofolio penyaluran kredit produktif Bank Sumut mencapai 45 persen dari total penyaluran kredit. Porsi kredit produktif tersebut berasal dari kredit modal kerja dan kredit investasi yang disalurkan, menunjukan semakin berjalannya fungsi intermediasi bank sekaligus peningkatan peran Bank Sumut untuk menggerakan perekonomian di Sumatera Utara.

Karena itu, Meilizar yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini berharap, PT Bank Sumut dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara maksimal guna membantu pelaku usaha mikro kecil untuk mendapatkan sumber dana murah.

Selain itu, Meilizar pernah menjabat Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut ini berharap PT Bank Sumut berperan dalam mendukung permodalan para Exportir berskala UMKM.

“Salah satunya comodity export Sumut hasil pertanian,” pungkasnya. (map/ram)

Kemenag Kota Sibolga: Jamaah Kloter 13 Aman

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Kementerian Agama RI (Kemenag) Kota Sibolga, Bahrum Saleh Hasibuan, memastikan seluruh jamaah haji asal Kota Sibolga yang tergabung dalam kloter 13 aman dan tidak ada masalah.

Pernyataan Bahrum Saleh Hasibuan itu menyikapi video viral yang beredar di media sosial berjudul “ya Allah tolonglah jemaah Indonesia” yang diunggah sekitar tiga hari yang lalu.

Pemilik akun menyebut banyak jamaah haji asal indonesia, kloter 22 asal Labura, Paluta, Sibolga, terjebak di Muzdalifah, belum makan malam hingga sarapan pagi, tidak ada bus yang mengangkut ke Makkah.

“Ada info bahwa ada jamaah haji asal Indonesia yang terdampar atau yang tidak makan dan di situ ada disebut-sebut jamaah asal Sibolga. Kami informasikan bahwa jamaah Sibolga yang tergabung dalam kloter 13 aman, tidak ada masalah,” kata Bahrum Saleh Hasibuan kepada wartawan, Senin (3/7/2023).

Pihaknya juga sudah mengkonfirmasi ketua kloter dan pihak yang terkait termasuk juga menghubungi pihak Makkah untuk memastikan hal tersebut.

“Meski insiden tersebut adalah kloter 22, tapi mereka juga jamaah haji asal Sumut, Indonesia. Alhamdulillah, jamaah Sibolga tidak ada masalah,” katanya.

Bahrum Saleh Hasibuan menjelaskan, pihaknya bersama Bagian Kesra Pemko Sibolga terus memantau informasi dan perkembangan jamaah asal Sibolga.

“Hasilnya, mereka semua aman, tidak ada masalah, seluruh jamaah sehat dan mekanisme ibadah haji berjalan dengan baik. Namun, isu itu tetap kita sahuti, kebetulan ketua kloter 22 itu dari Kasi Haji kita pak Nasir dari Sibolga,” kata Bahrum Saleh Hasibuan.

Menurut dia, sesuai jadwal, jamaah haji asal Kota Sibolga yang tergabung dalam kloter 13 akan sampai di Medan pada 17 Juli 2023.

Setelah bermalam di Asrama Haji Medan, jamaah asal Sibolga kemudian diberangkatkan dari Bandara Kualanamu ke Bandara FL Tobing Pinangsori pada 19 Juli 2023.

Dari Bandara Pinangsori, jamaah langsung dibawa ke Masjid Agung Sibolga sekaligus dirangkai acara penyambutan dan tepung tawar.

“Tidak ada penjemputan oleh pihak keluarga di Medan maupun di Pinangsori. Karena pesawat sudah kita booking untuk seluruh jamaah. Kita berangkatkan naik pesawat dan kita pulangkan naik pesawat,” katanya.

Dengan demikian, pihak keluarga boleh menjemput jamaah di Mesjid Agung Sibolga sehingga ada kebersamaan. (mag-5/ram)

Agensi Bantah Yoona dan Junho 2 PM Pacaran

SUMUTPOS.CO – Drama Korea berjudul ‘King The Land’ berhasil mencuri perhatian masyarakat. Karenanya beredar kabar bahwa Im Yoona dan Lee Junho berkencan. Seorang sumber membocorkan keduanya sudah pacaran lama bahkan sebelum memulai syuting drama Korea King the Land yang kini sedang tayang di JTBC dan Netflix. Dalam drama Korea tersebut, Yoona dan Junho memerankan karakter yang saling suka.

Tak butuh waktu lama buat manajemen kedua artis, SM Entertainment (Yoona) dan JYP Entertainment (Junho) untuk menanggapi kabar tersebut. Lewat pernyataan resmi mereka, kedua manajemen sama-sama membantah kabar pacaran yang sebelumnya dikeluarkan oleh situs berita The Proof.

“Mereka hanya dekat saja, rumor pacaran itu tidak benar,” kata perwakilan SM Entertainment dikutip dari berbagai sumber seperti Newsan dan Hankyung.

Hal senada juga dibeberkan oleh JYP Entertainment. Lewat pernyataan resminya, manajemen menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan kroscek ke Junho.

“Mereka berdua memang dekat tapi setelah bertanya ke Junho, kabar pacaran itu hanya gosip tak berdasar,” tegas JYP Entertainment.

Sebelumnya, Yoona dan Junho tampil bersama dalam konferensi pers drama Korea King the Land. Keduanya tampak sangat klop saat itu. Mereka pun sempat berbagi kisah dari lokasi syuting dan juga menceritakan proses membangun chemistry bersama untuk drama ini.

Yoona mengaku karena sudah lama kenal Junho, tak sulit buatnya untuk menjadi nyaman berakting bersama member 2PM itu. Hal ini juga diamini oleh Junho yang menyebut pertemuan dan kerja bareng Yoona di drama Korea King the Land layaknya dua teman SMA yang ketemu lagi setelah sekian lama.

“Tentu saja kami punya banyak topik obrolan karena sudah ada di industri ini sejak lama. Kalau di lokasi syuting drama lain, aku berusaha untuk tetap humble dan lebih pendiam. Tapi ketika bersama Yoona di sini, rasanya seperti ketemu teman lama dan bisa ngobrol banyak. Lokasi syuting juga jadi menyenangkan, banyak momen lucu. Benar-benar seperti ketemu teman sekolah!” ujar Junho saat konferensi pers drama Korea King the Land pada Kamis (15/6/2023) yang dihadiri detikcom secara virtual.

Yoona mengakui sangat nyaman bisa bekerja sama dengan Junho dan memainkan karakter drakor komedi-romantis mereka tanpa beban. Sudah ada hubungan baik antara mereka sebelum disatukan dalam drama sehingga lebih mudah untuk menjalin chemistry antara karakter satu sama lain.

“Rasanya menyenangkan. Aku kenal Junho sejak kami masih sangat muda dan sering bertemu juga. Sekarang disatukan di drama ini rasanya senang. Betul seperti kata Junho, seperti balik lagi ke masa-masa lalu. Bicara sama Junho seperti ketika ketemu dia di masa jadi idol. Kami juga sangat santai berada di antara satu sama lain,” tutur Yoona. (bbs/ram)

HUT ke-77 Bhayangkara, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Pamit

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dalam HUT Bhayangkara ke 77, di Mapolda Sumut, Sabtu (1/7). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memohon izin pamit dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-77, di Lapangan Mapolda Sumut, Sabtu (1/7).

Ia mengatakan, bahwa HUT ke-77 Bhayangkara menjadi peringatan Hari Bhayangkara terakhirnya di Polda Sumut.

Pasalnya, Panca akan segera beranjak dari Sumut untuk nantinya melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) di Jakarta, karena digantikan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Sementara, Panca dipindahtugaskan sebagai Pati di Lemdiklat Polri, sesuai dalam surat telegram Nomor: ST/1394/VI/KEP./2023, per tanggal 24 Juni 2023, yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Irjen Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Izin Pak gubernur, Pak Panglima, mungkin ini, bukan mungkin lagi. Yang jelas upacara saya dalam rangka Hari Bhayangkara yang terakhir di Polda Sumatera Utara. Nanti pada saatnya kami akan Sertijab di Jakarta. Ini kesempatan kami pamit sekaligus kepada seluruh masyarakat Sumut. Saya dan keluarga mohon pamit,” ujarnya di sela-sela memberikan kata sambutan.

Adapun dalam acara tersebut, turut dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta ibu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Daniel A Chardin, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Toga H Panjaitan, dan para pejabat Sumut lainnya, PJU, para personel Polda Sumut dan TNI 1/BB, ketua atau perwakilan buruh, Ormas, mahasiswa serta para tokoh masyarakat, agama dan masyarakat umum. Sedangkan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), yakni Irjen Panca, dengan diawali pengecekan pasukan terlebih dahulu.

Panca mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumut, lembaga kementerian, mahasiswa, pimpinan media, ulama, Pemerintah Daerah (Pemda) serta personel TNI dan Polri yang hadir mengikuti upacara Hari Bhayangkara ke 77. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Forkompinda dan masyarakat karena telah bekerja sama dalam membangun Sumut.

“Saya selaku Kapolda Sumatera Utara mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, Pemerintah Daerah, TNI/Polri dan masyarakat yang selama ini bekerja sama untuk menuju Polri Presisi khususnya di Provinsi Sumatera Utara,” katanya.

Dia meyakini sinergitas di Sumut menjadi kunci penting untuk mewujudkan daerah yang lebih maju dan bermatabat. “Ke depan kita bisa melayani masyarakat lebih baik lagi,” harapnya.

Panca menambahkan, tantangan ke depan semakin kompleks dan dinamis, sehingga perlu terus ditingkatkan kualitas SDM personel Polri di jajaran Polda Sumut, guna mendukung Indonesia Emas 2045 serta strategi pemolisian proaktif yang humanis dan profesional dalam mencegah serta menangani berbagai permasalahan sosial.

Pihaknya juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumut, kalau masih adanya kekurangan dalam memberikan pelayanan. “Percayalah ke depan Polri khususnya, Polda Sumut akan terus memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (dwi/ila)

Kesalahan saat Mengelola Daging Menurut Chef Ika Rizqi Pradana

SUMUTPOS.CO – Corporate Chef dari Artian Kuliner Group (AKG) Ika Rizqi Pradana membagikan beberapa tips dalam mengolah daging sapi, kambing, maupun domba. Katakanlah misalnya ingin mengolah daging kurban menjadi sate yang cukup mudah dan disukai banyak orang.

Apalagi, mengelola daging bisa dikatakan gampang-gampang susah. Ya, itu lantaran karakteristik dagingnya sendiri yang berbeda-beda, apalagi kalau bicara soal daging lokal dan daging impor. Tapi pada umumnya, semua setuju akan aspek higienitas dalam mengolah makanan.

“Supaya tidak keras, kalau mau disate harus dimarinasi terlebih dahulu. Jangan dibumbui langsung dibakar,” katanya baru-baru ini di sela-sela peluncuran program ‘Lambassador: Lamb & Spices – Savour the Excellence of Aussie Lamb in Indonesian Spices’.

Bumbu untuk marinasi terdiri dari bumbu dasar antara lain bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Untuk membuat daging menjadi empuk, remas-remas pula daun pepaya lalu tutupkan pada daging yang telah dimarinasi.

Chef Rizqi melihat, kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan saat memarinasi daging yaitu menambahkan garam pada bumbu marinasi. “Ingat kalau marinasi daging jangan langsung dikasih garam, karena dia sifatnya mengeluarkan air/darah. Apapun yang dikasih garam, dia akan berair. Timun kalau dibikin acar, dikasih garam, airnya keluar kan?” katanya.

“Sama. Daging juga, kalau dikasih garam, dia bloody. Jadi, memberi garamnya itu terakhir,” lanjutnya. Lama marinasi, katanya, bisa minimal dua jam.

Nah, selain menu sate, favorit masyarakat lainnya yaitu tongseng, sup, atau gulai. Jika hendak diolah menjadi menu berkuah seperti ini, Chef Eko menyarankan agar daging direbus dengan air di bawah titik didih atau istilahnya simmering.

Gampangnya, daging dimasukkan ke dalam air yang belum mendidih. Jadi, bukan dimasukkan saat air sudah mendidih (boiling).

“Tidak boleh lebih dari dua menit. Angkat langsung buang (airnya). Ganti lagi (air), lakukan dua sampai tiga kali. Gunanya apa? Biar si kotoran, si bakteri, dan aroma yang tidak bagus hilang,” jelas Chef Eko.

Perlukah daging dicuci?

Banyak orang berpendapat bahwa daging tidak perlu dicuci. Menurut Chef Eko, lebih baik daging dicuci, apalagi daging lokal yang dibeli dari pasar.

Hal ini untuk memastikan higienitas daging sebelum diolah. Kenapa? Karena kita tidak tahu di tempat seperti apa sapi atau kambing ini dipotong, dan bagaimana cara memotongnya. Bagaimana cara menyimpan, dan bagaimana cara mendistribusikannya sampai ke pasar-pasar.

“Dijual di pasar, di suhu ruangan, bakteri berkembang. Jadi, lebih baik kalau saya sarankan dicuci,” kata Chef Eko.

Lantas bagaimana jika kita memiliki banyak daging yang belum diolah, bagaiman cara menyimpannya. Chef Eko menyarankan, daging yang sudah dicuci bersih dengan menggunakan air es, dikeringkan, lalu dibungkus dengan plastik wrap. Kemudian masukkan dalam freezer.

“Kalau daging lokal mau di-freezer, jangan lebih dari tiga hari,” pungkasnya. (jpc/ram)

Peringati Hari Bhayangkara Ke-77, Kapolda Kepri Luncurkan Buku

BUKU: Kapolda Kepri, Irjen Pol Tabana Bangun saat launching buku berjudul, 'Nilai Budaya Masyarakat Kepulauan Riau dalam Perspektif Binkamtibmas'. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-77, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen Pol Tabana Bangun meluncurkan sebuah buku, berjudul ‘Nilai Budaya Masyarakat Kepulauan Riau dalam Perspektif Binkamtibmas’.

Adapun, wilayah Kepri dianugerahi keberagaman agama, suku, dan adat istiadat yang telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat, yang kemudian mewujudkan dorongan guna penulisan buku tersebut. Disamping itu juga dilandasi dengan pertimbangan, bahwa wilayah geografis Kepri, berdekatan dengan sejumlah pengaruh budaya dari negara tetangga yang telah lama berlangsung. Namun, stabilitas keamanan tetap kondusif. Disisi lain, Polri yang memiliki tanggung jawab di bidang keamanan harus selalu mampu mengikuti perkembangan lingkungan strategisnya, termasuk dinamika nilai budaya masyarakatnya sendiri.

Buku ini adalah hasil dari kolaborasi antara penulis, para ahli dan berbagai tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama yang berperan penting dalam menghadirkan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai budaya lokal yang hidup dan berkembang di Kepri.

“Buku Nilai Budaya Masyarakat Kepulauan Riau dalam Perspektif Binkamtibmas bukan sekadar melihat kehidupan masyarakat dari permukaannya saja. Buku ini mencoba mengarahkan pemahaman kita, untuk menyelami kehidupan masyarakat Kepulauan Riau dengan cara yang aktual dan komprehensif. Dalam buku ini, kita akan menemukan berbagai kajian yang mendalam tentang keamanan dalam kehidupan masyarakat, sehingga Kepri menjadi sebuah representasi kecil dari terjaganya Kebhinekaan Indonesia yang terwujud dalam bingkai Pancasila,” kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Tabana Bangun dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Senin (3/7).

Dia berharap, agar buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi personel Polri dan masyarakat pada umumnya. Buku ini akan menjadi sebuah referensi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, yang merupakan landasan yang kuat dalam membangun harmoni antar suku bangsa dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Dengan memelihara nilai-nilai budaya yang kaya dan hidup, mudah-mudahan kita akan mencapai cita-cita mulia, Visi Indonesia Emas 2045,” harapnya.

Dikatakannya, dalam perjalanan menemukan dan menggali nilai-nilai budaya yang menjadi panduan dalam kehidupan masyarakat Kepri, Tabana menyoroti dinamika kehidupan masyarakat dan semangat kearifan lokal yang hidup dalam hati mereka. Di tengah kehidupan yang terbuka dan harmonis, masyarakat Kepri menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan toleransi, serta menjadikan musyawarah mufakat sebagai landasan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

“Buku ini bukanlah semata-mata untuk bacaan semata, tetapi diharapkan sebagai satu upaya mengungkap konsep hidup yang terpelihara di tengah masyarakat Kepri. Di sinilah kita menemukan pepatah yang bijak, ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Pepatah ini memberikan pengajaran yang mendalam kepada masyarakat untuk saling menghormati adat istiadat yang berlaku di lingkungan tempat tinggal mereka,” sebutnya.

Dalam perjalanan penulisan buku ini, Tabana juga telah mencoba menemukan kearifan lokal tentang prinsip hidup masyarakat Kepri. Ia memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menyelami kehidupan masyarakat Kepri yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan dilandasi semangat mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Dalam buku ini, ia mencoba menggambarkan hasil penelusuran tentang nilai-nilai yang dijaga oleh masyarakat, demi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Kepri yang terdiri dari beragam suku, agama dan budaya. Meskipun berbeda suku bangsa, mereka tetap dapat hidup harmonis sesuai dengan nilai-nilai adat istiadatnya.

“Dalam semangat peringatan Hari Bhayangkara yang ke-77, mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara kearifan lokal, serta menghormati perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk. Semoga buku ini menjadi bagian dari sumber inspirasi untuk menumbuhkan semangat kebhinekaan melanjutkan perjuangan dan pembangunan dalam segala aspek kehidupan termasuk mewujudkan keamanan yang kondusif, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan di Kepri,” imbuhnya.

Tabana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut memberikan dukungan dalam penulisan buku ini serta yang telah memberikan kontribusi berharga untuk menghasilkan karya tersebut.

“Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga dan memberikan inspirasi bagi kita semua dalam membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (dwi/ram)