24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 1349

Viral Video Imam Perempuan di Langkat, MUI Dalami Ajarannya

MINTA MAAF: Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat, Sunaryo alias Mas Karyo (2 kanan), saat menyampaikan permintaan maaf.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Beredar dan viral di media sosial (medsos) video yang menampilkan seorang perempuan jadi imam salat dengan makmum pria. Terungkap video tersebut terjadi di Padepokan Sendang Sejagat, Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Sontak hal ini menggegerkan masyarakat dan menyita perhatian Polres Langkat, hingga jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Karena itu, MUI Kabupaten Langkat melakukan pemanggilan terhadap Pimpinan Padepokan Sendang Se­jagat, Minggu (2/7).

Menurut Ketua MUI Kabupaten Langkat, Zulkifli Ahmad Dian, pemanggilan terhadap Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat atas nama Sunaryo alias Mas Karyo, guna di­mintai keterangan lebih lanjut, terkait aktivitas mereka di sana. Ini dilakukan buntut video yang beredar, viral di jagad dunia maya. Ditambah lagi, video tersebut telah membuat resah masyarakat.

“Kami dapat berita pada Jumat (30/6) lalu. Saya bersama kawan-kawan MUI Langkat berkoordinasi dengan pihak terkait, dan pengurus MUI kecamatan serta camat, polsek, babinsa, karena kejadiannya di Secanggang. Dan kami sudah mendatangi tempat mereka membuat kegiatan,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli juga mengatakan, ketera­ngan juga diambil untuk mendalami terkait jumlah pengikut padepokan tersebut. Termasuk proses pembuatan video menjadi konten mereka di YouTube.

“Pengikutnya, masih didalami. Kalau yang kami lihat, dalam petikan hasil keterangan mereka, ada sekitar 5 sampai 10 orang. Tapi kami belum tahu persis jumlahnya. Hari ini (kemarin, red) kami mintai keterangan dan mendalami,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendalami asal-usul dana mereka, dari mana memproduksi konten video tersebut, hingga melakukan aktivitas yang lain.

“Sesungguhnya, kami akan me­mintai keterangan, berapa orang jum­lah mereka? Lalu, kegiatan apa saja yang dibuat, apakah ada penyan­dang dana yang memberikan dana tertentu, juga didalami,” tutur Zulkifli.

Pengambilan keterangan ini tidak lepas dari antisipasi terjadinya ajaran sesat hingga ancaman lain untuk Indonesia. Seperti aksi terorisme dan radikalisme.

“Kami takut juga, ada semacam penyesatan terhadap agama Islam. Kami juga khawatir, takut juga se­macam ancaman terhadap negara dengan kedok seperti ini. Juga dikhawatirkan di dalamnya ada teroris, radikal, dan sebagainya. Perlu disi­kapi dengan sesegera mungkin,” kata Zulkifli lagi.

MUI Kabupaten Langkat pun memastikan, Pondok Pesantren Al-Khafiyah tidak ada di Bumi Bertuah.

“Pesantren Al-Khafiyah itu, tidak ada. Itu hanya sekadar cerita. Dalam konten YouTube mereka buat berseri dan bersambung,” bebernya.

MUI Kabupaten Langkat yang mendalami hal ini, juga menjelaskan, Padepokan Sendang Sejagat tidak menjalankan aktivitas pendidikan formal pada umumnya.

“Kalau padepokan atau berupa pendidikan, pendidikan apa? Kuri­kulum apa yang mereka laksanakan? Seperti apa pengajaran yang mereka buat? Tapi, info yang kami dapatkan, mereka tidak melakukan pendidikan formal seperti sekolah. Kegiatannya hanya berupa pengajian ibu-ibu, seperti majelis taklim pada umum­nya,” ujar Zulkifli.

Dalam waktu dekat, MUI Kabupa­ten Langkat akan membuat rekomendasi kepada aparat kepolisian terkait hal ini. Apakah tetap berlanjut atau ditutup saja padepokan ter­sebut.

“Kalau memang kami anggap itu menyimpang dan semacam ada ajaran keliru atau sesat, kami akan ber­koordinasi dengan pihak terkait. Kalau perlu, dengan Polres Langkat. Kami akan membuat rekomendasi, kalau pengajian itu harus ditutup. Tapi itu belum, masih wacana dan diproses,” jelas Zulkifli.

Terpisah, Sumut Pos menerima vi­deo klarifikasi dari Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat, Sunaryo alias Mas Karyo. Dia mengungkapkan, video tersebut, merupakan hiburan atau sekadar konten berupa film pen­dek di YouTube dengan judul ‘Pesan­tren Sesat Dapat Menghapus Dosa’.

“Dalam kesempatan ini, saya disaksikan oleh pihak-pihak terkait, ada bapak Kapolsek, bapak Koramil, bapak camat, bapak Ketua MUI. Di sini saya klarifikasi terkait video yang viral, konten video yang kami buat ter­sebut telah dipotong-potong,” jelas Su­naryo pada video klarifikasi tersebut.

Menurut Sunaryo, konten dimaksud untuk memberi edukasi kepada masyarakat luas, agar tidak terpe­ngaruh dengan mengatasnamakan agama. Dalam video itu, lanjutnya, menggambarkan seorang guru pondok pesantren (ponpes) menjanjikan dapat menghapus dosa pengi­kutnya dengan membayar uang sebesar Rp50 juta.

“Video yang aslinya, ada di channel kami. Kami sengaja, buat untuk perfilman seperti sinetron berseri. Nah apa yang kami buat itu, sebagai contoh bagi umat Islam, jangan terpengaruh dengan ponpes, ataupun kata-kata Islami atau memakai ayat-ayat Allah, tapi memanipulasi. Makanya saya buat untuk edukasi dan pelajaran,” katanya lagi.

Sunaryo pun menyebutkan, film tersebut ditayangkan khusus YouTube mereka dan untuk hiburan, seraya dapat diambil edukasi serta dipetik pelajarannya.

“Saya sangat menyayangkan du­nia medsos, memotong-motong video kami, dengan kata-kata nyeleneh, pengalih isu, dan lainnya. Jujur, saya sedikit terbebani. Memotong video tersebut, tapi tidak menyertakan link aslinya,” ujarnya.

Dalam video ini, Sunaryo menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, agar tidak percaya dengan me­ngatasnamakan agama, untuk meraup keuntungan, yang menjamin dapat menghapus dosa.

“Menceritakan Ponpes Al-Kha­fiyah ini adalah ponpes sesat, yang mencari orang. Mempengaruhi orang, dengan ilmu-ilmu sihirnya mempengaruhi jamaah. Setiap orang yang melakukan dosa, dosanya bisa dihapuskan. Itu sebagai contoh yang ditampilkan, agar kita orang awam, bisa lebih berhati-hati,” imbaunya.

“Jaga iman, tegakan salat, banyak mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Taala. Semoga bisa dipahami. Saya minta maaf atas keteledoran saya,” pungkas Sunaryo. (ted/saz)

Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru, Cory Imbau Karang Taruna Jauhi Narkoba

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menyampaikan sambutan saat menghadiri Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menghadiri Gendang Guro-Guro Aron/Mburo Ate Tedeh Desa Bunga Baru, Kecamatan Tigabinanga, 27 Juni 2023 lalu. Pada kesempatan itu, Cory didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Karo, yang ikut memeriahkan acara Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru.

Dalam kesempatan ini, dia berpesan kepada seluruh masyarakat dan terkhusus kepada Karang Taruna yang ada di Desa Bunga Baru, agar menghindari segala jenis penyakit masyarakat.

“Penting saya sampaikan, kepada seluruh anak-anak kami di Karang Taruna, untuk menjauhi segala bentuk penyakit masyarakat. Mulai dari narkoba, perjudian, minuman beralkohol, dan lain sebagainya, yang dapat merugikan kita sendiri dan merusak generasi muda. Untuk itu, saya meminta kepada anak-anak kami untuk bersama-sama menjaga keamanan di desa yang kita cintai ini,” harap Cory.

Cory juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga serta melestarikan adat dan budaya, khususnya Pesta Tahunan, agar nilai-nilai budaya yang ada dapat tetap dipertahankan. (deo/saz)

Prof Tri Basuki Joewono Dilantik Sebagai Rektor UNPAR 2023-2027

Prof Tri Basuki Joewono dilantik sebagai Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung periode 2023-2027, Sabtu (1/7/2023). Prof Tri Basuki resmi menggantikan Mangadar Situmorang yang telah habis masa jabatannya.

Pelantikan Prof Tri Basuki dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Unpar Pst. Hendra Kimawan. Sementara Pengucapan janji rektor didampingi juga oleh Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin; Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono; dan Pst. Yohannes Driyanto, Pr.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten M. Samsuri.

Ketua Pengurus Yayasan Unpar Pst. Hendra Kimawan menyampaikan harapannya agar UNPAR di masa kepemimpinan Prof. Tri Basuki tetap menjadi Perguruan Tinggi yang menjaga tumbuh kembangnya peradaban. Dia pun menyampaikan 4 hal bagi Prof Tri Basuki agar budaya akademik UNPAR yang telah terjaga semakin produktif. Yakni : Concern terkait dengan kualitas atau mutu dan memperhatikan relevansi.

UNPAR harus adaptif dengan perkembangan zaman dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum sistem pembelajaran harus adaptif dengan perkembangan zaman. Produktif menghasilkan lulusan yang berkualitas, keilmuan yang makin hebat, dan pengabdian kepada masyarakat meningkat. Peningkatan akses untuk mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK).

Sementara itu, Prof Tri Basuki menyampaikan, mengusung prinsip pengembangan “From Great to Greater and Stronger, interaksi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia nyata tidak hanya berguna untuk pengembangan kekuatan keilmuan dan sumbangan pada pengembangan peradaban. Interaksi dan bisnis proses pendidikan tinggi perlu diarahkan pada kerangka baru, yaitu Enterprise Research Campus (ERC).

Program-program utama UNPAR 2040 kemudian didetailkan dalam sejumlah target/indikator, yaitu 16 indikator akademik (IAK) dan 10 indikator organisasi (IOR). Berdasarkan program utama dan indikator tersebut, maka Rektorat periode 2023-2027 menyusun target capaian 2027.

Secara khusus, sejumlah program untuk mencapai Greater UNPAR, yaitu:
Pembukaan Program Studi Baru, Pengembangan Enterprise Research Campus, Pembukaan UNPAR HUB dan penyelenggaraan kajian strategis, dan Pelaksanaan Rebranding UNPAR.

Adapun program utama untuk merealisasikan Stronger UNPAR ialah:
Penguatan Jurusan, Pelaksanaan Riset dan Inovasi Unggulan, Pengembangan Smart Campus, dan Pelaksanaan Optimalisasi Sumber Daya dan Organisasi.

Sekadar informasi, setelah Prof Tri Basuki dilantik sebagai rektor, dilanjutkan pula dengan pelantikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Henky Muljana; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Organisasi Gery Lusanjaya; Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Alumni, Inovasi dan Bisnis Catharina Badra Nawangpalupi; dan Sekretaris Universitas Sylvia Yazid.(rel/sih)

Pemko Medan Berhasil Tekan Pengangguran Terbuka

FOTO BDRSAMA: Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan HUT ke-433 Kota Medan yang dipimpin Ketua DPRD Hasyim, di gedung dewan, Senin (3/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di usia ke-433 tahun, Pemko Medan juga mengukir berbagai prestasi. Pada 2022 Pemko meraih penghargaan Anugerah Layanan Inverstasi. Selain itu, berkolaborasi dengan pelaku UMKM, Pemko Medan berhasil menekan pengangguran terbuka dari 10,81 menjadi 8,89 persen.

 Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan HUT ke-433 Kota Medan yang dipimpin Ketua DPRD Hasyim, Senin (3/7/2023) di gedung dewan. Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Gubsu Edy Rahyamadi, para Konjen negara sahabat, unsur Forkopimda Medan, bupati/wali kota di Sumut, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman, Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Sekda Wiriya Alrahman, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam tersebut, Bobby Nasution juga memaparkan, Pemko Medan juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 8,34 menjadi 8,07 persen di tahun 2022.

“Selain itu, Kota Medan berhasil meningkatan pendapatan per kapita dari Rp64.070.000 menjadi Rp70.500.000 di tahun 2022,” ungkapnya.

Dalam rapat paripurna itu Bobby Nasution juga mengatakan, saat ini Kota Medan menghadapi kasus stunting pada anak. Kasus ini penting segera dituntaskan, karena berkaitan dengan dukungan Medan menciptakan generasi unggul yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Bobby Nasution mengungkapkan, upaya penanganan yang dilakukan Pemko Medan berhasil menurunkan jumlah anak stunting dan prevalensi anak stunting melalui upaya pendataan menyeluruh.

“Berkat bergerak bersama dengan bingkai kolaborasi, alhamdulillah kita berhasil menurunkan angka stunting dari 550 balita atau prevalensi 0,48 persen  pada Februari tahun 2022 menjadi 298 balita atau prevalensi 0,19 persen pada Februari 2023,” paparnya.

Mewujudkan Medan nihil kasus stunting, lanjutnya, menjadi harapan dan cita-cita yang wajid diwujudkan. Karya nyata yang diciptakan akan menjadi warisan berharga untuk Medan di masa depan.

Bobby Nasution mengungkapkan, 433 tahun sudah Medan berdiri dan menjadi rumah untuk seluruh lapisan masyarakat di dalamnya.

“Di usia yang sudah sangat matang ini kita harus mampu membawa Medan menjadi lebih berarti dan dicintai oleh masyarakatnya. Kita, Pemko dan DPRD Medan hadir dan berada di tempat ini oleh karena masyarakat. Untuk itu sudah sepantasnya bahwa kita hadir untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” pungkasnya. (rel)

Gubsu Lepas Kontingen Sumut ke FORNAS VII di Jabar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melepas keberangkatan kontingen Provinsi Sumatera Utara untuk mengikuti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VII di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Pelepasan kontingen ini ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut Baharuddin Siagian. Sebanyak 326 atlet dan 51 official akan bertanding pada 2-9 Juli 2023 di Kabupaten Bandung.

Gubernur Edy Rahmayadi berharap para atlet dapat terus semangat, jaga sportivitas, nama baik dan tidak pantang menyerah untuk meraih prestasi.

“Saudara-saudaraku, selamat jalan, selamat bertanding, jangan pernah kau menyerah, pastikan kau bisa, hingga kau tidak pernah gagal, perkara kau mendapat mendali atau tidak itu urusan nanti, tapi jangan coba-coba kau menyerah,” ucap Edy Rahmyadi, Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Sabtu (1/7/2023).

Selain itu, Edy Rahmayadi juga mengatakan di FORNAS ini, tidak hanya sekadar menghadirkan masyarakat yang berfisik bugar dan bermental juara, namun bagaimana menumbuhkan semangat dan gemar berolahraga di kalangan masyarakat. Karena selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, olahraga juga diketahui dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Untuk itu, Edy Rahmayadi berharap KORMI Sumut bisa melahirkan bibit-bibit dan penggiat olahraga dari berbagai pelosok desa di Sumut.

Edy Rahmayadi juga mengatakan Pemprov Sumut terus mendorong kemajuan pembangunan olahraga. Salah satunya melalui dukungan anggaran untuk memajukan prestasi olahraga di Sumut. Namun dengan keterbatasan anggaran tidak semua bisa dipenuhi.

Sementara, Ketua Umum KORMI Sumut, Baharuddin Siagian menjelaskan kontingen Sumut diperkuat 377 orang dari 32 Inorga (Induk Organisasi). Rinciannya 326 atlet dan 51 ofisial. Dari semua yang dikirim, hanya 167 orang dibiayai KORMI Sumut. Kemudian 64 orang ditanggung KORMI kabupaten/kota dan 146 menggunakan biaya mandiri.

“Inilah salutnya dengan pegiat olahraga masyarakat, mereka mau mengeluarkan biaya sendiri demi bisa tampil di FORNAS VII ini,” ungkap Baharuddin.

Terkait target, lanjut Baharuddin, dengan jumlah pegiat olahraga yang dikirim tersebut, dia menargetkan Sumut meraih posisi minimal 10 besar.

“Tahun 2022 lalu di Palembang, kita berada di posisi 12 besar. Kenapa 12 besar karena memang tahun lalu KORMI baru mulai terkoordinir di tingkat provinsi. Tahun ini di Bandung, mudah-mudahan dengan kekuatan 326 penggiat olahraga ini, bisa menorehkan prestasi terbaik untuk Sumut, minimal di posisi 10 besar target kita. Karena provinsi lain ada yang mengirim 500 hingga 700 atlet,” sebut Baharuddin yang juga menjabat Kadispora Sumut ini.

Wakil Ketua Harian PON wilayah Sumut ini juga menyampaikan, kegiatan FORNAS VII ini juga dirangkai dengan sosialisasi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Aceh-Sumut. “Kami akan membuka stand di lokasi utama kegiatan FORNAS ke-VII, di stand tersebut akan diputar video yang memperkenalkan persiapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON XXI tahun 2024,” jelas Baharuddin. (gus/dek)

Daihatsu Bagikan Hewan Kurban ke Masyarakat di Jakarta dan Karawang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Daihatsu berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pelanggan dan masyarakat di Indonesia, khususnya dalam merayakan Idul Adha 1.444 Hijriah yang jatuh pada 28-29 Juni 2023. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan penyaluran hewan kurban kepada masyarakat di sekitar untuk area Jakarta dan Karawang dengan total 6 ekor sapi dan 64 ekor domba pada 27 Juni 2023 bertempat di masing-masing wilayah.

Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen dan bentuk tanggung jawab PT Astra Daihatsu Motor, yang sejalan dengan 4 pilar CSR (Corporate Social Responsibility) yang mencakup pilar Pintar, Sehat, Hijau, dan Sejahtera untuk turut berperan aktif dan berkontribusi dalam lingkungan sosial, khususnya kepada masyarakat sekitar.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan ibadah masyarakat, sekaligus dapat menjadi sarana silaturahmi yang baik antara masyarakat sekitar dengan Daihatsu,” ujar Mark Widjaja, Industrial Design Division Head PT Astra Daihatsu Motor.

Pada area Jakarta, kegiatan ini diwakilkan oleh Walikota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, yang menerima hewan kurban sebanyak 2 ekor sapi dan 42 ekor domba dari Daihatsu untuk dapat disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di area Sunter, Jakarta Utara.

Sedangkan pada area Karawang, kegiatan ini dihadiri Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang menerima hewan kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 22 ekor domba untuk dapat diteruskan ke masyarakat di wilayah Karawang Barat, dan Karawang Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi PT Astra Daihatsu Motor yang telah berkontribusi melalui kepeduliannya untuk berbagi kebahagiaan melalui pemberian hewan kurban di momentum hari raya Idul Adha ini. Semoga aktivitas ini dapat menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang. (rel/ram)