Home Blog Page 13499

PN Tutup, Warga Ngambil Tilang Kecewa

MEDAN-Ratusan pelanggar lalulintas yang kena tilang ngomel di gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (18/5). Pasalnya, saat mereka hendak mengambil surat kendaraan bermotor yang kena tilang tak bisa, karena gedung Pengadilan Negeri Medan tutup.

“Sudah disempat-sempatkan datang, eh kok malah pengadilan tutup. Nggak ada pula pemberitahuan sebelumnya,” kata Hendri, seorang warga.
Hal senada juga dikatakan Misna (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Medan.

“Kecewa, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Saya tahu kalau hari ini cuti bersama tapi kan seharusnya diberitahulah supaya nggak terlantar,” ujarnya.

Humas PN Medan, Ahmad Guntur SH MH saat dikonfirmasi wartawan tidak tahu kalau PN Medan tutup.

“Kan sekarang hari libur. Sudah tahu libur panjang dan cuti bersama kenapa ditentukan hari sidangnya oleh polisi pas hari libur. Yang menentukan hari sidang itu adalah polisi ketika di lapangan. Kasihan juga lihat melihat mereka,” tegas Guntur. (rud)

Heboh, Ada Pria Terkapar di Jalan

MEDAN-Warga Prumnas Mandala, Percut Seituan mendadak heboh, Jumat (18/5) siang. Pasalnya, seorang warga menemukan pria tanpa identitas tergeletak di Jalan Kenari Medan, tepatnya di depan kuburan muslim.

Saat ditemukan posisi pria itu telentang dan masih bernyawa diperkirakan berusia 60 tahun. Pria itu pertama kali ditemukan Parlin (36), yang kebetulan melintas.

Penemuan itu kemudian diberitahukannya kepada  warga yang lainnya dan langsung berduyun-duyun ke lokasi penemuan.
Warga selanjutnya membawanya ke Klinik Martua Sudarlis yang berada di Jalan Enggang, Prumnas Mandala. Karena peralatan di klinik tak lengkap, korban kemudian dibawa ke RSU dr Pringadi Medan oleh petugas Polsekta Percut Seituan.

Namun, sebelum tiba di rumah sakit, pria tua itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chaniago mengaku saat ditemukan, kondisi korban sudah kritis.
“Warga sudah memberikan pertolongan dengan bawa ke rumah sakit, namun pria tua tanpa identitas itu menghembuskan nafas terakhir saat dirujuk ke RSU dr Pirngadi,” katanya. (gus/jon)

Basarnas Kurangi Tim

Hari Ini, Lima Jenazah Korban Sukhoi Superjet 100 Diidentifikasi

BANDUNG-Pencarian korban Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 tidak dihentikan, namun Basarnas memilih untuk lebih realistis. Kemarin, instansi pimpinan Marsekal Madya Daryatmo itu memilih untuk mengurangi tim pencari. Alasannya, potensi ditemukannya jenazah makin tipis dan lokasi jatuhnya pesawat mulai rawan penyakit.

Keputusan itu langsung direalisasikan dengan “memulangkan” tujuh ratus Personel dari crash site. Pemulangan awal itu membuat tim pencari tinggal 1.300 orang dari sebelumnya 2.000 orang. Rencananya, penyusutan akan terus dilakukan hingga 186 orang. “Nanti, tim tinggal dari Kopassus dan Korem,” ujarnya di Halim Perdanakusuma kemarin.

Sementara, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus berupaya mengungkap identitas para penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100). Setelah satu orang teridentifikasi, tim DVI Polri akan segera mengumumkan hasil identifikasi sejumlah korban lainnya. Kemarin (17/5) Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Pol Anton Castilani menuturkan ada kemungkinan hari ini, timnya berhasil mengidentifikasi lima korban lainnya.
“Mudah-mudahan besok ada sekitar lima lagi korban yang bisa ditambahkan untuk proses rekonsiliasi. Jadi doakan besok siang, sudah ada beberapa lagi yang kita umumkan untuk teridentifikasi lima (orang) atau lebih,”ujar Anton ditemui di RS Polri, Kramat Jati, Bandung.

Anton menuturkan, hingga kemarin, pihaknya telah menerima 35 kantong jenazah. Rinciannya, 30 kantong berisi potongan tubuh (body parts) dan lima lainnya adalah properti korban. Tim DVI Polri pun telah memeriksa semua kantong tersebut. Bahkan, tim dari bagian pemeriksaan post mortem dan ante mortem “sudah melakukan pre rekonsiliasi, dimana mulai dilakukan pencocokan data antara post mortem dan ante mortem. Laboratorum DNA pun, lanjut dia, sudah mengerjakan pemeriksaan hingga 30 persen.
Karena itu, besar kemungkinan untuk dilakukan proses rekonsiliasi untuk memastikan identitas korban. “Besok jam 8.00 WIB, akan diadakan rapat rekonsiliasi. Setelah itu kita umumkan jenazah mana saja yang sudah teridentifikasi. Mudah-mudahan prosesnya cepat,”ujarnya.
Meski begitu, proses identifikasi jenazah korban masih menemui kendala. Salah satunya berkaitan dengan pemeriksaan sidik jari. Anton menuturkan, sebagian besar pihak keluarga sudah mengumpulkan sampel sidik jari para korban, namun beberapa dari sampel tersebut tidak cocok dengan data sidik jari post mortem korban. Dia mencontohkan, data sidik jari dari pihak keluarga adalah tangan kanan, sementara data post mortem yang ditemukan di jenazah berupa tangan kiri.

“Soal sidik jari kami memang mengalami kesulitan. Karena banyak keluarga yang kebetulan membawa data sidik jari yang kita perlukan terbalik-balik dari yang kita temukan di jenazah. Misalnya, di ijazah tangan kiri, ketemunya tangan kanan, jadi nggak bisa kita bandingkan,”jelasnya.

Untuk itu, Anton menghimbau pada pihak keluarga, untuk mengumpulkan data sidik jari lengkap dari 10 jari korban. Hal itu akan sangat membantu proses identifikasi korban. Sejauh ini, lanjut dia, baru sekitar empat keluarga yang telah mengumpulkan data sidik jari korban secara lengkap. “Tolong kalau ada lagi yang lengkap, mungkin dari SIM atau Paspor, tolong dibawa kepada kami,”lanjutnya.

Ketika ditanya apakah jenazah para korban dari Rusia sudah berhasil diidentifikasi, Anton belum bisa bicara banyak. Namun, dia memastikan jenazah korban Warga Negara Asing (WNA) sudah melalui proses identifikasi. Pihak keluarga para korban WNA tersebut juga telah mengumpulkan data ante mortem yang diminta pihaknya. “Sudah. Sudah semuanya,”kata dia.

Sementara itu, kemarin, tim DVI Polri melakukan pemanggilan terhadap salah satu pihak keluarga korban, yakni Ganis Arman Zuvianto.
Menurut Kapusdokkes RS Polri, Brigjen Pol Mussadeq Ishaq, pemanggilan atas keluarga Ganis tersebut hanya untuk melengkapi data-data ante mortem yang kurang lengkap. Bukan untuk memberitahu pihak keluarga bahwa satu jenazah yang teridentifikasi adalah jenazah Ganis.
“Bukan, mereka (keluarga) datang untuk melengkapi data-data yang diperlukan,”ujar Musshadeq. (ken/jpnn)

Kecamatan Medan Helvetia Biarkan Tumpukan Sampah

MEDAN- Tumpukan Sampah yang berserakan di Jalan Guru Sinumba Karya Ujung, Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan lokasi Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga kini tidak diangkut. Aparatur kecamatan Medan Helvetia juga tampak tak peduli dengan kondisi tersebut meskipun warga berulangkali mengeluhkan. Selain menganggu pemandangan, warga dan pengguna jalan amat meresahkan aroma busuk yang bersumber dari tumpukan sampah di tempat itu.

“Sampah yang bertumpuk di situ terasa tak enak dipandang mata. Aromanya juga sangat menganggu,” ungkap Husin, warga setempat, kepada Sumut Pos, Kamis (17/5).

Husin meminta tumpukan sampah itu segera diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan atau petugas kebersihan kecamatan atau kelurahan. Dikatakan, warga juga sudah berulangkali mengeluhkan tumpukan sampah tersebut, tapi hingga kini belum direspons pihak kelurahan.

“Kalau bisa bekas tumpukan sampah itu ditanami bibit pohon mangga atau dibuat taman PKK,” sarannya. “Saya khawatir bila sampah-sampah itu tak segera diangkut bisa-bisa nyamuk malaria bersarang di situ. Warga bisa terjangkit penyakit demam beradarah,” dia menambahkan.
Husin berharap pihak Dinas Kebersihan peduli atas kebersihan lingkungan di Medan Helvetia dengan mengerahkan petugas pengangkut sampah secepatnya. Dia yakin areal tumpukan sampah itu bisa dibersihkan bila ada kepedulian berbagai pihak.

Hal senada diungkapkan warag lainnya bernama Wina. Dia mengungkapkan  tumpukan sampah di depan SLB tersebut sebetulnya sudah lama tak diangkut  petugas Dinas Kebersihan Kota Medan. Warga di situ, dikatakan dia, sejauh ini sudah memiliki kesadaran membuang sampah di tempat yang disediakan.

“Jujur saja kami resah sekali dengan tumpukan sampah di situ. Kami minta Dinas Kebersihan Medan segara membersihkannya, Masak itu saja nggak bisa dikerjakan,” katanya dengan nada kesal. Dimintai tanggapannya soal tumpukan samapah di Jalan Guru Sinumba, Kecamatan Medan Helvetia, Camat Medan Helvetia, Reza Hanafi, tak bisa dimintai penjelasan. Saat dikontak Sumut Pos, Kamis (17/5), Reza tak bersedia mengangkat meskipun ada nada sambung yang masuk ke ponselnya. (omi)

PPPFN Bantu Korban Banjir Sei Mati

MEDAN- Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Deli, khususnya di kawasan Sei Mati, Kampung Baru, Medan Maimun, kembali dilanda banjir kiriman, Kamis (17/5) dini hari pukul 02.00 WIB. Air Sungai Deli meluap dan merendam ribuan rumah di bantaran sungai tersebut.

Merasa prihatin atas musibah yang dialami warga di sana, Pusat Perjuangan Pemenangan Fadly Nurzal (PPPFN) Kota Medan menyerahkan bantuan berupa 35 kotak mie instan kepada warga yang terkena musibah banjir di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Kamis (17/5) sore pukul 15.30 WIB. Bantuan ini diserahkan oleh Ketua PPPFN Abdul Rani melalui Sekretaris PPPFN Kota Medan Ghafar Iriansyah SH didampingi pengurus lainnya, di antaranya Wakil Ketua PPPFN Muhammad Yusuf, M Setia Budi Pandia, Abdullah Fathoni dan Sutan Gembira, kepada tokoh masyarakat setempat, Isa Harahap.

Atas bantuan yang diberikan PPPFN, Isa Harahap mewakili masyarakat Sei Mati mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian PPPFN yang langsung merespon musibah yang mereka alami.

Menurutnya, hingga sore kemarin, bantuan dari Pemko Medan belum juga turun. Karenanya, dia sangat berharap kepada PPPFN untuk dapat memperjuangkan aspirasi mereka, agar pemerintah dapat memperhatikan nasib warga di sana.

Diungkapkan Isa, setiap tahun mereka mengalami musibah banjir ini. Namun, belum ada langkah maksimal yang dilakukan pemerintah untuk mengantispasi hal itu. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk membangun kanal, namun hingga kini belum ada manfaat yang dirasakan dari pembangunan kanal tersebut.

“Kami berharap kepada pemerintah agar segera memfungsikan kanal tersebut dan melebarkan sungai batuan. Jika ini terealisasi kami yakin banjir yang kami alami setiap tahun dapat diantisipasi,” beber Isa.

Sementara Sekretaris PPPFN Ghafar Iriansyah berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga sekitar yang mengalami musibah banjir. “Kita merasa perihatin dengan apa yang dialami saudara-saudara kita yang tinggal di bantaran Sungai Deli ini,” katanya.
Disebutkannya, aspirasi warga tersebut akan disampaikan kepada Cagubsu Fadly Nurzal yang juga anggota DPRD Sumut, agar hal tersebut dapat diperjuangkan. Apalagi, jika Fadly Nurzal menjadi pemimpin di Sumut ini, maka segala aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan, sehingga warga Sei Mati tidak lagi mengalami banjir kiriman. (ade)

Alumni SMAN 10 Gelar Pengajian

MEDAN- Menyambung tali silaturahim sesama umat Islam dapat dilakukan dengan berbagai cara tanpa memandang suku, bahasa, adat istiadat, dan warna kulit.

“Dalam agama Islam sudah diperintahkan untuk menjalin tali silaturahim  tanpa memandang suku bangsa, bahasa atau adat istiadat. Yang dipandang di sisi Tuhan adalah orang yang bertaqwa dan meningkatkan tali silaturahim,” papar Ustadz Amri Susanto di depan jamaah pengajian Ikatan Alumni 1987 SMA Negeri 9 Medan Jalan Tilak Medan, Minggu (13/5) di aula SMAN 9 yang kini  menjadi SMA Negeri 10Medan.

Amri mengatakan orang-orang yang akan mendapatkan kebahagiaan kelak, sesuai kata Rasullullah, adalah orang-orang yang taat beribadah, suka bersyukur atas nikmat yang diberikan, dan orang yang sabar mengatasi kesulitan hidup dengan rezeki yang halal. “Tali silaturahim juga mempererat ukhuwah, apalagi setelah 25 tahun berpisah dan bertemu kembali di majelis taklim pengajian,” ujar Amri.

Ketua Pengajian Alumni 1987 SMAN 9 Medan (SMAN 10 Medan, Red) Jalan Tilak Medan, Andi Ilham Lubis menjelaskan, kegiatan pengajian alumni baru kali pertama digelar dan akan dilakukan per tiga bulan sekali. Pengajian kedua akan dilaksanakan pada 8 Juli sebelum bulan suci Ramadhan. (gus)

Murah Bagi Pelanggan, Berkah Bagi Pedagang

Untungnya Bersama Produk Telkomsel

Lieanto, tak akan pernah melupakan momen menggembirakan setahun lalu, ketika namanya disebut sebagai pemenang hadiah Grand Prize satu unit mobil dari program Telkomsel yang disajikan untuk mitra outlet.

Asih Astuti, Medan

‘’Saya kaget sekali. Tidak menyangka sebelumnya,’’ujar Lieanto, pemilik Mutiara Ponsel di Langkat. Diakuinya, selama ini Telkomsel memang selalu menjalin kedekatan emosional dengan para mitra outletnya. ‘’Apa yang dilakukan Telkomsel ini sangat bermanfaat bagi kita untuk mengembangkan bisnis ke depan. Kita jadi lebih termotivasi,’’ tuturnya.

Inilah salah satu bentuk kepedulian Telkomsel. Dengan berbagai program memikatnya, Telkomsel terus memanjakan mitra outlet dan juga pelanggan. Salah satu program yang saat ini tengah digelar adalah program Rejeki Isi Ulang dan Jutawan Outlet Sumatera. Ini adalah program loyalty untuk pelanggan dan  outlet.  Masing-masing program ini memungkinkan pelanggan dan outlet mendapatkan hadiah utama berupa 1 unit mobil KIA Sportage M/T dan hadiah menarik lainnya.

Program Rejeki Isi Ulang adalah program yang dikhususkan untuk pelanggan prabayar Telkomsel di Sumatera (kecuali nomor HLR Aceh), baik pelanggan baru maupun pelanggan yang sudah lama menggunakan kartu simPATI, Kartu AS dan Kartu Facebook.

Untuk mengikuti program ini tidak diperlukan registrasi khusus. Pelanggan prabayar cukup melakukan isi ulang pulsa pada periode program yang berlaku mulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012. Jika selama periode program telah mencapai total isi ulang minimal Rp60 ribu, secara otomatis pelanggan  akan berpeluang mendapatkan salah satu hadiah yang akan diundi pada bulan September 2012.

Bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa selama periode program, mencapai total isi ulang pulsa minimum Rp300.000, secara otomatis berpeluang mendapatkan salah satu dari seluruh hadiah yang disediakan berupa 30 HP Android, 30 tas trolley, 9 unit Samsung Galaxy Tab 8.9”, 9 unit sepeda motor Honda Vario, dan hadiah utama undian berupa 1 mobil KIA Sportage M/T.

Melengkapi program Rejeki Isi Ulang, Telkomsel juga menyelenggarakan program Jutawan Outlet Sumatera (JUARA). Program apresiasi ini dikhususkan bagi seluruh mitra outlet yang juga berada di wilayah Sumatera. Program ini juga menyediakan hadiah undian berupa 1 unit Mobil KIA Sportage M/T, Honda Vario, Tablet Cyrus TV Pad, Blackberry Apollo. Program yang diperuntukkan khusus untuk mitra outlet diseluruh willayah Sumatera ini, dimulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012.
‘’Program Rejeki Isi Ulang dan Jutawan Outlet Sumatera  merupakan salah satu bentuk perhatian kami kepada pelanggan yang tetap loyal menggunakan Telkomsel, serta mitra outlet yang juga memiliki peranan sangat penting dalam menjaga loyalitas pelanggan Telkomsel melalui ketersediaan produk di outlet hingga membantu Telkomsel dalam melakukan edukasi keunggulan produk Telkomsel kepada pelanggan di outletnya,’’ sebut  Head Of Telkomsel Sumatera Group – Gilang Prasetya.

Sama halnya dengan program Rejeki isi Ulang, pengundian pemenang program Jutawan  Outlet Sumatera, juga akan dilakukan pada bulan September 2012 dan Informasi pemenang akan diumumkan melalui media cetak, website resmi Telkomsel yakni www.telkomsel.com, seluruh kantor pelayanan Telkomsel serta call center Telkomsel dengan menekan 155 dari handphone.

“Kami berharap di usia Telkomsel yang kini mencapai 17 Tahun, melalui program loyalty ini baik pelanggan maupun mitra outlet dapat semakin merasakan kedekatan emosional yang lebih erat dengan Telkomsel, dan merasakan manfaat lain dari sekedar layanan Telekomunikasi,’’ ujarnya seraya menghimbau kepada seluruh pelanggan dan mitra outlet agar tetap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel.

Program Rejeki isi Ulang dan Jutawan  Outlet  Sumatera ini sangat disambut antusias oleh pelanggan dan mitra outlet. Seperti yang diakui Junaidi, pemilik Nina Ponsel di Jalan Brigjen Katamso. ’’Program ini sangat menarik. Pastinya kita berharap hadiahnya,’ ’ujarnya ketika dihubungi Sumut Pos, Rabu (16/5).

Diakui Junaidi, selama satu bulan ini dia sudah mengumpulkan 2500 poin yang siap untuk diikutsertakan dalam program ini.  Junaidi memang selalu aktif mengikuti setiap program yang disajikan Telkomsel. Beruntung, sudah tiga kali dia memenangkan hadiah yang disiapkan Telkomsel.  Mulai dari sepeda motor Yahama Mio, Televisi dan Kulkas. ’’Inilah untungnya jual produk Telkomsel, untungnya dapat hadiahnya juga dapat,’’tuturnya.

Hal senada disampaikan Dian Lisnawati, pemilik DE Ponsel di Jalan Darusalam No 56 Medan. Dian  yang sudah enam tahun membuka outlet DE Ponsel ini mengaku, berbagai kemudahan yang ditawarkan produk Telkomsel,  tidak hanya menguntungkan pelanggan, tetapi  pastinya juga memberikan berkah tersendiri bagi mereka sebagai pedagang produk Telkomsel.  ‘’Tarifnya benar –benar transparan, jelas  dan nyata. Tidak sekedar promisi,’’sebutnya.
Sebagai pemilik outlet yang menjual beragam produk operator selular, Dian mengaku sering mengedukasi pelanggan soal promo tarif murah yang ditawarkan operator. ‘’Saya sering mempromosikan, tetapi pilihan tetap ada di konsumen. Mereka yang mencoba dan merasakan sendiri apakah benar – benar murah atau tidak,’’sebutnya. Produk Telkomsel, sambungnya paling diminati konsumen dibanding produk lain yang dijualnya.

‘’Minat masyarakat cukup tinggi. Sebanyak 85 persen  omzet penjualan didapat dari  produk Telkomsel.  Lebih mudah menjualnya sehingga lebih menguntungkan. Diminati selain karena tarifnya yang murah tadi, kualitas jaringan dan jangkauan Telkomsel ada di mana – mana.  Tidak heran kalau  ada konsumen yang coba –coba produk lain, tetapi akhirnya balik ke Telkomsel,’’ tukasnya.

Soal tarif yang murah ini, benar –benar dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Ferdy Supharta (26) pengusaha gas warga Tembung mengakuinya. Disebutkannya, dalam sebulan Ferdy hanya mengeluarkan dana  Rp160 ribu, sangat murah terutama karena dia selalu mengaktifkan paket simPATI TalkMania.  “Paket ini mempermudah kerjaan saya.

Bayangkan, jika tidak pakai TalkMania, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk menelepon atau SMS pelanggan yang jumlahnya ratusan,”ujar Ferdy  yang baru – baru ini mendapat Rp150 juta setelah memenangkan program Jutawan TalkMania se Sumatera. (*)

Sudah Ngebet Nikah

Aura Kasih

Aura Kasih mengaku sudah memiliki tambatan hati. Kini di usianya yang sudah menginjak 25 tahun, dirinya pun sudah kebelet nikah.

“Target (nikah) aku tuh 2013-2014, pokoknya umur 26-27 aku harus nikah,” ujarnya sumringah saat ditemui di acara Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (17/5)

“Kan kalau udah ada cowoknya, dan mau secepatnya nikahin saya sih ayo aja coba,” tuturnya.

Desakan orangtua jga menjadi pertimbangan Aura untuk melepas lajang. “Mama juga udah ingetin mulu ‘udah 25 nih jangan kerja mulu’, dia pengen gendong cucu katanya,” jelasnya. Sayang Aura belum mau memperkenalkan sang kekasih. Namun penyanyi seksi itu mengaku akan memperkenalkannya ke publik.

“Nanti deh nunggu momennya yang pas, ntar juga dikenalin” katanya. “Pokoknya dia support aku banget, orangnya juga lucu, dan (umurnya) di atas aku,” tandas Aura memberi petunjuk sosok kekasihnya itu.

Menyinggung sial pekerjaannya, meski menyanyi tetap menjadi pekerjaan utamanya, Aura mengaku cukup ketagihan main sinetron. Ada alasan yang menurut Aura mengapa begitu menikmati berakting di sebuah sinetron. Menurutnya menjadi pemain sinetron secara finansial cukup menjanjikan.
“Secara finansial juga oke banget dan mencoba sesuatu yang baru aja,” katanya.

Saat ini bintang sinetron ‘Dewa’ itu juga sedang terlibat di sebuah sinteron terbarunya. Lalu bagaimana pekerjaan sebagai penyanyi?
“Kalau bisa sih pembagian waktunya kan juga bagus, pengennya sinetron dan nyanyi juga ya ambil aja,” jelas finalis Miss Indonesia 2007 itu. (bbs/net)

Momo ‘Geisha’ Akan Blak-blakan Soal Pacar

Tepat 7 Juni nanti, Momo ultah. Ia janji mengungkap siapa pacarnya sebenarnya.

Pada 7 Juni 2012 akan menjadi hari yang membahagiakan bagi Momo “Geisha”. Ia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-26.
Pelantun Jika Cinta Dia ini juga akan mengumumkan ihwal perubahan statusnya yang semula jomblo jadi berpacaran. Momo mengaku akan blak-blakan soal pacar barunya di hari ulang tahunnya.

“Insya Allah, mudah-mudahan semuanya terjawab pas ulang tahun aku,” ucap Momo.

Perubahan status Momo yang begitu cepat, memang menimbulkan banyak kecurigaan.

Apalagi, Momo tak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang pria, kecuali Ariel ‘Peterpan’ yang selama ini intens berkomunikasi dengannya karena tengah menggarap sebuah proyek solo.

Benarkah desas-desus yang menyebut Momo dan Ariel resmi pacaran? “Tunggu aja jawabannya tanggal 7 Juni, pas ulang tahun aku,” ujar Momo sembari berteka-teki.

Kabar kedekatan Momo dengan Ariel mulai santer sejak Luna Maya dikabarkan sudah tak lagi menjalin kasih dengan Ariel. Momo sering kepergok mengunjungi Ariel di penjara. Saat ditanya lebih jauh soal hubungannya dengan Ariel, Momo kembali berkelit. “Aku memang nge-fans banget sama grup band Peterpan,” katanya.

Tapi tak dipungkiri, Momo pernah membahas gosip Ariel dan Luna putus dengan Ariel.
Keduanya hanya bisa tertawa melihat berita tersebut. “Iya, pernah. Bertanya soal gosip. Kita cuma ketawa-ketawa saja. Memang nggak ada apa-apa sama Ariel. Mau dibilang apalagi,” ungkapnya.

Sejak dikabarkan putus dengan Luna, hingga kini Ariel masih belum memiliki kekasih.
Namun sahabat Ariel di ‘New Peterpan’, David membantah Momo adalah pacar baru Ariel. “Kayaknya nggak, sejauh yang kita sharing ya,” ucap David.  (bbs/net)

Cerita Rakyat Sudah Langka

Poppy Sovia

Berperan dalam launching musikal Lutung Kasarung di Jakarta baru-baru ini, Poppy Sovia jadi terenyuh. Menurutnya, anak-anak jaman sekarang sudah jarang mengenal legenda dan cerita rakyat Indonesia, karena budaya untuk melestarikan dan menceritakan hal tersebut terbilang sudah sangat langka.
“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi. Masak kita menunggu orang asing yang bergerak, dan kita justru menjadi penonton,” ujar Poppy.

Bintang Mengejar Mas-Mas ini bilang, salah satu faktor langkanya cerita-cerita tersebut karena kurang disinggung oleh masyarakat saat ini.

Makanya, perempuan berambut bondol ini mendorong pelaku hiburan mampu mengangkat kembali cerita seperti ini melalui cerita aslinya, maupun dalam bentuk lagu dan tarian.

“Cerita rakyat memiliki makna yang sangat luas. Dari awal cerita itu dibuat sampai akhirnya disebarkan ke orang, ke orang lain lagi, dan seterusnya,” jelas wanita penyuka tato ini.

Dari semua cerita rakyat, Poppy terkesan dengan kisah Tangkuban Perahu. Ada sisi positif yang bisa diambil mengenai kisah cinta dalam cerita tersebut.  (rm/jpnn)