Home Blog Page 13498

Lalat Buah Jadi Musuh Petani

KARO- Lalat buah menjadi musuh terbesar  petani  karo saat ini, gagal panen pada musim pertama  membuat para petani jeruk khawatir  terulang pada musim panen kedua tahun ini.

Hal ini disebabkan para petani belum mampu menemukan insektisida yang ampuh menjauhkan tanaman jeruk dari serangan Bactocera atau lalat buah yang kerap disebut Citcit.

Petani jeruk Karo sangat berharap pemerintah setempat dapat membantu menemukan Agen Hayati yang mampu memberantas serangan lalat buah hingga ke pada ambang ekonomi. Artinya menemukan insektisida cara yang tepat membantu para petani menghindari gagal panen.

Roni Bukit SP salah seorang petani  jeruk Karo didampangi rekannya petani jeruk lainnya Juna Arif ST mengatakan, faktor utama petani jeruk gagal panen adalah lalat buah. Dimana efek yang diakibatkan lalat ini, jeruk berjatuhan sebelum masa panen.

Menurut keterangan Rony dan Jun sebelumnya Citcit hanya menyerang jeruk yang sudah menguning saja, tetapi sekarang Citcit juga  menyerang buah yang masih kecil atau masih hijau. Mereka mengatakan perlu kiranya perhatian khusus.(mag-19)

Palsukan DO, Oknum Petugas Pertamina Diamankan

BELAWAN- Pasca lima sopir tanki PT Elnusa Petrofin Medan dipecat atas dugaan penyalahgunaan pendistribusia BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, kini giliran oknum petugas pengukur isi muatan truk tangki Pertamina Instalasi Medan Group (IMG) yang diamankan Satuan Pengawas Internal (SPI).
Pria yang diamanakan itu berinisial Ya (48). Dia ditangkap karena diduga melakukan pemalsuan DO (delivery order).

Informasi diperoleh Sumut Pos, Jumat (18/5) kemarin, di Medan Labuhan menyebutkan, oknum petugas pertamina berinisial, Ya diamankan setelah petugas SPI Pertamina Upms I Medan menerima informasi terkait dugaan pemalsuan DO melakukan infeksi mendadak (sidak) ke depot pendistribusian Instalasi Medan Group milik pertamina di Jalan KL Yos Sudarso Km 20 Medan Labuhan.

Dari hasil pemeriksaan, selanjutnya diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan di kantor Pertamina Upms I Medan. Tak sampai disitu, petugas pengawas internal juga mengamankan seorang oknum petugas pengisian BBM di depot tersebut, diamankannya oknum pria yang belum diketahui identitasnya disinyalir terkait tindakan kesengajaan melakukan pengisian berlebih terhadap sejumlah truk tangki pertamina.

Kepala Satuan Pengaman PT (Persero) Pertamina Upms I Medan, Parman ketika dikonfirmasi terkait diamankannya oknum petugas Pertamina di Instalasi Medan Group mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan baik dari petugas keamanan depot maupun petugas SPI yang mengamankan oknum dimaksud.Dia mengakui, kalau praktek pungli maupun penyimpangan BBM di depot memang sulit untuk ditertibkan. Hal ini dikarenakan banyak oknum yang terlibat di lingkungan perusahaan milik BUMN tersebut. (mag-17)

Tonie Cusell Gabung

MEDAN-Setelah sempat dilanda ketidakjelasan, pemain naturalisasi yang dijanjikan manajemen PSMS akhirnya tiba di Medan. Tonie Cusell, satu dari dua pemain yang dijanjikan naturalisasi sudah tiba di Medan Jumat (18/5) kemarin. PSMS pun punya tambahan kekuatan menghadapi Persela, Minggu (20/5) besok.

Meski belum bergabung dalam latihan, Tonie sudah terlihat hadir mengamati Zulkarnaen cs berlatih. “Saya tiba pukul 3 sore dari Amsterdam transit ke Jakarta terus langsung ke Medan,” ujar Tonie. Soal kesiapan, jika dibutuhkan pada Minggu (20/5) nanti, Tonie mengaku tidak ada masalah dengan kondisi fisiknya. Apalagi ia baru menjalani kompetisi di Belanda yang baru berakhir pada 12 Mei lalu.

“Di Belanda kompetisi baru berakhir satu pekan lalu. Jadi tidak ada masalah dengan kondisi fisik jikapun harus main hari Minggu. Mungkin tinggal mengenali kondisi lapangan dalam satu atau dua kali latihan. Intinya saya fit jika nantinya diturunkan pelatih,” kata pemain yang merumput bersama klub Divisi II Belanda, Gelders Veenendaalse Voetbal Vereniging ( GVVV).

Sebenarnya kehadiran Tonie cukup terlambat dari yang dijadwalkan semula sebelum laga tur ke tiga pulau. Menurut Tonie selain kompetisi di Belanda yang belum rampung, proses kepindahannya yang cukup memakan waktu. “Saya sudah berbicara dengan Pak Iman (Iman Arif-red). Butuh waktu untuk proses administrasi. Tapi sudah tidak ada masalah,” tambah pemain yang mengaku pernah merumput di Vittese Arnhem dan FC Twente.

Sebagai klub pertamanya di Indonesia, pemain naturalisasi asal Belanda ini mengaku tidak memasang target muluk-muluk. “Semuanya baru disini. Saya tidak tahu soal tim ini tapi yang saya dengar tim ini punya suporter yang fanatik. Saya cuma ingin memenangkan setiap pertandingan disini,” tambah mantan pemain tim nasional Belanda junior ini.

Sementara Caretaker PSMS, Suharto mengatakan kemungkinan Tonie bisa diturunkan kontra Persela nanti, tergantung kondisinya pada latihan hari ini. “Kita lihat saja nanti. Kelihatannya sih belum. Karena selain fisik, beradaptasi dengan tim ini pun tidak gampang. Tapi besok dia ikut latihan, dan kita akan lihat dulu,” katanya.
Yang pasti Suharto menyambut positif kehadiran Tonie. Apalagi stok pemain di lini tengah maupun depan terbatas. “Tentu kita punya banyak pilihan dan cukup bermanfaat di tengah kondisi pemain kita yang sering tidak komplit,” pungkasnya. (mag-18)

Persipura Tempel Sriwijaya

JAYAPURA – Persipura Jayapura mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor tipis tipis 2-1. Dengan hasil ini, Persipura tetap berada di peringkat dua dengan nilai 51 angka beda empat poin dari pemimpin klasemen, Sriwijaya FC.

Berduel di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (18/5) sore, Persipura membuka keunggulan pada menit ke-32. Zah Rahan sukses menjebol gawang PSPS setelah memanfaatkan umpan silang Moses Banggo.

Memasuki menit ke-61, tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti menyusul handball yang dilakukan oleh pemain PSPS. Alberti Goncalves Da Costa yang jadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Persipura memimpim 2-0.

Gol hiburan tim tamu hadir pada menit-menit akhir babak kedua melalui tendangan penalti April Hadi. Penalti ini diberikan setelah wasit Aeng Suarlan menilai Daniel Tata melakukan handball. Bagi  PSPS hasil itu membuatnya tetap berada di urutan ke-11 dengan 30 poin.

Pada partai lain, hasil seri kembali dituai Persidafon Dafonsoro saat menjamu Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Gabus Sentani ini harus puas dengan skor 2-2.

Dengan hasil ini, Persidafon naik dua strip ke urutan kesepuluh klasemen sementara dengan nilai 30 dari 24 laga. Persiba masih di posisi enam kelasemen sementara dengan nilai 38. (bbs)

Utangan Telat, Benny Melambai

MANAJEMEN PSMS telah menjanjikan pinjaman alias utangan kepada pemain untuk menjaga motivasi jelang laga kontra Persela, Minggu (20/5) besok. Namun tidak hanya gaji yang telat, pinjaman yang dijanjikan pun tidak diberikan tepat waktu kepada pemain.

Sampai saat ini pinjaman urung diberikan. Padahal kesepakatannya pinjaman untuk kali ketiga berupa uang sebesar 5-10 juta rupiah sesuai nilai kontrak masing-masing pemain akan diberikan sebelum laga.

Para pemain yang menjalani sesi latihan persiapan kontra Persela di Stadion Teladan kemarin terlihat masih mengeluh dengan belum turunnya pinjaman. Asa sempat muncul saat manajer Benny Tomasoa hadir menyaksikan latihan bersama pemain naturalisasi yang baru tiba, Tonie Cusell. Namun menjelang latihan berakhir, Benny melenggang meninggalkan stadion, tanpa ada memberi kejelasan.

Beberapa pemain serempak memanggil nama Benny yang terlihat  berlalu tanpa membawa kabar. Namun Benny hanya melambaikan tangan sambil berjalan meninggalkan stadion. Dan isyarat itu sudah cukup menjawab diiringi wajah pemain yang kembali lesu.

Saat dikonfirmasi soal pinjaman yang dijanjikan CEO PSMS, Idris membenarkan pinjaman sedikit molor dari jadwal semula. “Mundur sehari. Senin (21/5) akan kita berikan sehari setelah laga. Uangnya sudah ada di rekening tapi karena Sabtu dan Minggu libur uang belum bisa dicairkan kita mundurkan sehari,” kata Idris.

Jelas alasan ini sulit diterima akal sehat. Jika uang sudah ada di rekening, kenapa tidak  diambil via ATM.
Ironisnya, Idris malah kembali memberi angin surga soal bonus.  “Ada bonus selain pinjaman jika tim mampu memenangkan laga lawan Persela nanti.  Uang itu akan langsung diberikan seusai laga. Semoga ini bisa memberi motivasi dan spirit pemain,” pungkasnya. (mag-18)

Persiram Serius Tuntut Okto ke Ranah Hukum

Gabung Timnas Tanpa Izin

KEPUTUSAN Okto Maniani bergabung ke Timnas bakal berbuntut panjang. Lantaran masa kontraknya dengan Persiram Raja Ampat belum berakhir, manajemen Persiram Raja Ampat telah mempercayakan kepada Max Mahare, SH selaku kuasa hukumnya untuk memperkarakan Okto Maniani secara hukum.

Manajer Persiram Raja Ampat, Hendrik Wairara tak dapat menutupi rasa geramnya dengan sikap Okto yang dianggap tidak profesional. “Kami tidak perlu mengomentari terlalu banyak mengenai Okto, tetapi menurut kami dari manajemen, Okto merupakan pemain yang tidak profesional, dan tidak memegang janji kontrak dengan kami,”ujar  Hendrik Wairara.

Manajer Persiram mengatakan seperti itu karena menurutnya, masa kontrak Okto  baru berakhir pada Agustus mendatang. “Ini yang kami sangat sesalkan Okto bisa berkelakuan seperti begitu,”tandasnya. Untuk langkah selanjutnya, menurut Hendrik, pihaknya  pasti akan memberikan sanksi  bagi Okto. “Sekarang proses hukumnya sedang berlangsung, dan dipelajari oleh pihak-pihak tertentu,”ujarnya.

Ditambahkan Hendrik Wairara,  manajemen Persiram sudah memberikan waktu kepada Okto 2×24 jam untuk  konfirmasi kepada Persiram,  namun hingga saat ini Okto  belum  pernah menghubungi  manajemen Persiram.  “Jelas kami menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Sementara itu kuasa hukum Persiram Raja Ampat, Max Mahare, SH membenarkan telah menerima kuasa untuk memproses Okto Maniani. “Ya saya diberikan petunjuk dari manajemen selaku kuasa hukum Persiram Raja Ampat untuk mempelajari kasus Okto Maniani dan segera dibawa ke ranah hukum, dan kami sementara sudah memprosesnya,”ujar Max Mahare.

Dalam upaya menempuh jalur hukum,  Max Mahare mengatakan pekan depan pihaknya sudah mulai bergerak. “Cuma saya belum bisa membeberkan ke publik, mengenai langkah hukum apa yang diambil oleh kami, karena ini menyangkut strategi kami sebagai lawyer, tetapi yang jelas tujuan dari langkah hukum yang kami ambil, agar tidak melahirkan Okto- Okto lainnya di Indonesia, dan bisa memperbaiki sepak bola Indonesia,” ujar Max Mahare yang juga kuasa hukum Pemkab Raja Ampat.

Ditambahkan Max, langkah hukum yang akan diambil oleh manajemen Persiram agar menjadi pelajaran bagi pemain lainnya  dan tim-tim lain di Indonesia, supaya kalau masih terikat kontrak dengan salah satu tim,  jangan  berbuat seenaknya.

“Pemain-pemain luar negri sangat menghargai kontrak, makanya persepakbolaan di sana lebih maju dari kita,” tandas Max.
Seperti diketahui usai laga away bersama Persidafon tanggal 8 Mei 2012 di Jayapura, semua pemain  Persiram berangkat ke Sorong tanggal  9 Mei, namun Okto Maniani memilih terbang ke Jakarta dan bergabung dengan timnas Indonesia tanpa sepengetahuan manajemen. (iso/jpnn)

Innova Ringsek Dihantam KA

Terobos Plang, Terseret 50 Meter

MEDAN-Kecelakaan di lintasan kereta api kembali terjadi. Kali ini mobil Kijang Innova silver bernomor plat polisi BK 1286 JR, yang dikemudikan Ashari (41) ringsek dihantam kereta api barang dengan nomor BB 3207002, di lintasan kereta api Jalan Palang Merah, simpang Jalan MT Haryono, Uniland Plaza, Jumat (18/5) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pengemudi mobil warga Gampong Keude Geudong, Desa Keh, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, hanya mengalami luka lecet.

Informasi yang dihimpun, dini hari itu Ashari melintas di lokasi kejadian.
Secara bersamaan kereta api barang mengangkut BBM milik Pertamina dari arah Medan menuju Kisaran melintas.

Petugas penjaga pintu perlintasan menurunkan plang tanda ada kereta api mau melintas. Tapi, mobil tersebut tetap melintas. Di tengah rel mobil berjalan pelan dan langsung ditabrak kereta api hingga terseret 50 meter. Brak, akibatnya bagian kiri mobil ringsek.

Begitu mengetahui kereta api menyeret mobil, masinis kereta api langsung mengerem kereta api seketika itu juga. Sementara supir yang berada di dalam mobil keluar dari dalam mobil begitu kereta api berhenti.

Warga yang melihat kejadian itu langsung beramai-ramai melihat kejadian. Polsuska dan personel Sat Lantas Polresta Medan pun turun ke lokasi.
Pengakuan saksi mata, Khoirulisan Dalimunte (18), warga yang melintas mengaku, saat itu petugas
penjaga pintu kereta api sudah menurunkan plang.

“Saya saat itu berhenti dan mobil Kijang itu menerobos dan datang kereta api akhirnya mobil itu ditabrak dan terseret,” katanya.
“Memang mobilnya yang salah karena plang saja putus bagian ujungnya diterobos mobil itu,” tambahnya.

Khoirulisan Dalimunte menuturkan, semua warga sudah berhenti dan sudah dilarang melintas karena kereta api mau melintas.

“Semua pengendara berteriak jangan melintas, tapi dia saja tetap membandel dan memaksa melintas. Yah, terakhirnya dia pun terseret lah. Tapi dia tak ada luka serius karena dia tetap tenang di dalam mobil. Kemudian kereta apinya berhenti lalu mundur ke belakang,” ujarnya.

Warga lainnya menuturkan, mobil tersebut menerobos plang yang sudah turun. “Sudah diteriaki supaya jangan melintas, tapi pengemudi mobil tetap membandel. Anehnya, dia tetap tenang di dalam mobil sehingga hanya luka lecet saja,” ujar saksi mata lainnya.
Saksi mata lainnya, Ihsan mengatakan, mobil menerobos plang dan menabraknya.

“Mobilnya kencang, tak dilihatnya plang diturunkan langsung dihantam,” terang pria paruh baya itu.
Petugas penjaga plang perlintasan kereta api mengatakan, jika plang sudah diturunkan namun pengendara mobil tak memperhatikan dan langsung menabraknya hingga patah.

“Sudah saya turunkan plang, namun dia tetap melintas saja,” ujarnya.
Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Risya mengatakan sudah mengamankan pengemudi mobil untuk dimintai keterangan serta manahan mobilnya.

Pengemudi mobil, Ashari (41) saat ditemui di lokasi mengaku tak melihat plang perlintasan akibat mengantuk.
“Saya tak perhatikan, memang saya menabrak plang, beruntung saya tidak apa-apa karena saya langsung lompat begitu mobil saya tertabrak,” terangnya. (jon/gus)

Tiket Tujuan Jakarta dan Batam Habis

MEDAN-Libur panjang jumlah penumpang yang tiba dan hendak berangkat di Bandara Polonia Medan meningkat. Kalau hari biasa ada sekitar 3.201 orang per hari meningkat menjadi sekitar 4.020 orang per hari.

“Jumlah penumpang memang mengalami kenaikan tapi kenaikannya tak begitu drastis,” ujar seorang petugas di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Polonia Medan, Jumat (18/5).

Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang karena hari libur nasional selama tiga hari. Humas PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengaku, jumlah kenaikan penumpang hanya sekitar 30 persen.

“Pihak maskpai penerbangan tetap kita berikan imbauan agar memberikan harga tiket sesuai dengan harga batas atas dan jangan sampai melebihi batas yang ditentukan,” jelasnya.

Seorang petugas penjual tiket di outlet Sriwijaya Air menyebutkan, belum ada menerapakan kenaikan harga.
“Harga tiket belum ada naik masih tetap seperti hari biasa,” jelasnya.

Menurutnya, tiket untuk penerbangan Minggu (20/5) memang sudah habis diborong.

“Harga tiket Rp1.420.000 tujuan Medan-Jakarta. Sementara tiket tujuan Medan-Batam Rp820.000,” tambahnya.
Kepala Distrik Batavia Air, Marwan mengaku, kenaikan harga tiket di saat hari libur panjang dan libur nasional masih wajar.
“Kenaikan harga tiket masih sesuai dengan harga batas atas yang ditentukan pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Humas PT KAI Sumut, Hasri mengaku, jumlah penumpang kereta api juga mengalami kenaikan.
“Kenaikan penumpang sekitar 96 persen dari hari biasanya,” jelasnya.

Disinggung mengenai harga tiket, Hasri menyebutkan, hanya mengalami kenaikan Rp10.000 untuk Kelas Bisnis dan Kelas Eksekutif. Sedangkan untuk tiket Kelas Ekonomi masih tetap. (jon)

Puskesmas Harus Siaga 24 Jam

Seluruh unit pelayanan masyarakat khususnya Puskesmas diharapkan tetap beroperasi dan melayani masyarakat selama 24 jam meski sedang liburan panjang. Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga dengan Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Surianda Lubis.

Apa tanggapan Anda soal puskesmas yang tutup?

Seharusnya yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak seperti bidang kesehatan, tidak mengenal waktu libur. Sebagaimana rumah sakit, puskesmas juga harus siap melayani masyarakat selama 24 jam termasuk di hari libur.

Berapa idealnya dokter yang bertugas di Puskesmas?
Seharusnya setiap puskesmas minimal ada 1 orang dokter yang standby. Lebih baik, tempat tinggal para petugas medis ini juga tidak jauh dari puskesmas tempatnya bekerja. Jadi kalau ada yang bertugas beristirahat, dokter yang dekat dengan puskesmas tadi dapat memberikan pelayanan kesehatan. Tapi kita dari Komisi B siap menindaklanjuti kalau memang ada Puskesmas yang tutup ketika hari libur. Dilihat dari sisi kemanusiaan, puskesmas itu tidak sama sebagaimana dengan fasilitas yang lain, karena puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang sangat urgen. Fungsi pemerintah, adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah dini untuk mengatasi ataupun melayani masyarakat yang sakit. Jadi, kalau puskesmasnya tutup ini akan memberikan dampak tidak baik ke depannya.

Sanksi apa yang akan diberikan bila masih ada puskesmas yang ditemukan tutup?
Memang belum adanya aturan baku yang menyebutkan kalau itu merupakan satu bentuk kesalahan. Tapi nantinya akan kita perjelas dengan mengadakan pertemuan bersama Dinas Kesehatan Medan. Kita tetap akan tindak lanjuti hal itu bersama Dinas Kesehatan Medan supaya evaluasi terus dilakukan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terhambat. (*)

Dipecat Jaga Parkir, Tikam Penjaga Parkir

Penjaga parkir bernama Aseng (26), warga Jalan AR Hakim, Medan Area nekat menikam punggung temannya sesama penjaga parkir, M Rasyid alias Asep (20), warga Jalan Bromo Medan Denai, menggunakan pisau lipat, di lokasi parkir Jalan AR Hakim, Medan Area.

Keterangan yang dihimpun, lahan parkir tersebut dikuasai oleh Irwanto alias Anto (25), abang kandung M Rasyid. Anto memecat Aseng karena jarang memberikan uang setoran kepada Anto.

Anto kemudian Aseng dengan adiknya M Rasyid. Merasa tak senang, Aseng merusuh di lahan parkir tersebut dengan mengutip uang parkir. Melihat hal itu M Rasyid Aseng.

Merasa tak senang, Aseng lantas memukul M Rasyid sehingga terjadi perkelahian yang akhirnya dimenangkan oleh M Rasyid. Rupanya, Aseng dendam. Diam-diam Aseng bersama dengan 2 orang temannya mendatangi M Rasyid yang sedang menjaga parkir dan langsung menikamnya dari belakang. Korban sempat melakukan perlawanan namun kalah.

Melihat M Rasyid terkapar, Aseng dan kedua orang temannya kabur. M Rasyid yang sudah berlumuran darah kemudian langsung dibawa ke RS Bhakti untuk mendapatkan pertolongan.

Menurut keterangan M Rasyid sebelumnya pernah terjadi perkelahian dengan Aseng karena Aseng mengambil uang parkir. Abang M Rasyid, Anto membuat laporan ke Polsekta Medan Area dengan nomor STPL: LP/677/V/2012/Sektor Medan Area. (bay/smg)