32 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 1351

Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sediaan Lulur dari Serbuk Buah Salak

apt. Khairani Fitri, S.Si., M.Kes - ISTIMEWA

Penulis: apt. Khairani Fitri, S.Si., M.Kes., Tetty Noverita Khairani, S.Si., M.Si dan Salmah Zendrato (Dosen Institut Kesehatan Helvetia)

SALAK (Salacca zalacca Gaertn voss) merupakan salah satu buah tropis yang saat ini banyak diminati masyarakat. Buah salak dapat berperan sebagai antioksidan alami karena memiliki senyawa antioksidan yang cukup tinggi.

Hasil uji fitokimia pada sampel daging dan kulit salak menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dan tanin lebih dominan dari pada senyawa fitokimia lainnya serta mengandung sedikit senyawa alkaloid. Buah salak yang memiliki kandungan flavanoid dan fenol merupakan mekanisme yang berhubungan dengan inhibitor tirosinase sehingga buah salak dapat dijadikan sebagai skin brightening atau mencerahkan kulit.

Buah Salak – ISTIMEWA

Lulur adalah kosmetika yang digunakan untuk merawat dan membersihkan kulit
dari kotoran dan sel kulit mati. Luluran merupakan aktivitas menghilangkan kotoran, minyak atau kulit mati yang dilakukan dengan pijatan di seluruh badan. Hasilnya dapat langsung terlihat, kulit lebih halus, kencang, harum dan sehat bercahaya.

Sediaan lulur (body scrub) dibuat dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu
konsentrasi 5%, 7%, dan 9%. Sediaan lulur (body scrub) dibuat sebanyak 100 gram. Setiap konsentrasi dilakukan pengujian terhadap sediaan yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji iritasi dan uji kesukaan (hedonik test).

Hasil uji organoleptis menunjukan tekstur semi padat, warna putih keabu-abuan pada konsetrasi 5% dan 7%, dan warna abu abu pada konsetrasi 9% dengan aroma sediaan lulur yaitu aroma strawberry. Hasil uji pH rentang 5,0-7,0 yang relatif aman untuk kulit berdasarkan SNI.

Pada uji daya sebar dari sediaan lulur F0 lebih luas daya sebarnya
dibandingkan dengan F1, F2, dan F3. Sediaan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Hasil uji viskositas menunjukkan bahwa sediaan lulur serbuk buah salak memiliki viskositas baik dan memenuhi syarat yang ditetapkan SNI 16-4399-1996 yaitu dalam kisaran nilai antara 2.000-50.000 cP dan untuk hasil uji kesukaan (hedonik test) pada respon 12 orang sukarelawan menunjukkan bahwa F1 dengan konsentrasi 5% yang paling banyak disukai.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah serbuk buah salak (Salacca zalacca Gaertn voss) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lulur (Body scrub) dengan konsentrasi 5%, 7%, dan 9%. (*)

Angkat Komjen Agus Andrianto Jadi Wakapolri, Wasekjend BKPRMI Apresiasi Kapolri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menunjuk Komjen Pol Agus Andrianto menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang memasuki masa pensiun. Selain itu, Kapolri juga menunjuk Komjen Wahyu Widada sebagai Kabareskrim, dan Komjen Suntana sebagai Kabaintelkam.

Rotasi di tubuh Polri ini mendapat apresiasi dari Wasekjend Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Malik Assalih Harahap. Menurutnya, hal ini menunjukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespon situasi di tengah masyarakat.

Malik menilai, posisi Wakapolri harus diisi oleh perwira tinggi Polri senior. Pasalnya, Wakapolri harus mampu mengkonsolidasi internal Polri dan pembenahan ke internal. “Dan Komjen Agus Andrianto perwira tinggi Polri Angkatan 1989, dari karirnya sudah malang melintang, banyak pengalaman. Agus pernah jadi Kapolda Sumatera Utara (Tipe A), Kabaharkam, dan Kabareskrim. Maka sudah tepat menempati posisi Wakapolri,” ujar Malik dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (2/7/2023).

Dia juga menilai, penunjukkan Komjen Wahyu Widada sebagai Kabareskrim juga sudah tepat. “Dari karir beliau pernah Kapolda Aceh, Asisten SDM Kapolri, dan Kabaintelkam. Beliau alumni Akpol 1991 peraih Adhi Makayasa (Terbaik Akpol 1991) dan satu angkatan dengan Kapolri,” bebernya.

Untuk penunjukkan Komjen Suntana sebagai Kabaintelkam, lanjut Malik, juga sudah tidak diragukan lagi. “Komjen Suntana termasuk senior, beliau Akpol 1989. Dari karir, beliau pernah menjabat Kapolda Jawa Barat dan sudah malang melintang di bagian intel,” terangnya.

Karenanya, Malik Harahap berpendapat, ketiga Pati Polri tersebut merupakan orang yang tepat membantu Kapolri untuk menegakkan marwah institusi, dan menaikkan citra Polri. Dengan penempatan Wakapolri dan Kabareskrim serta Kabaintelkam yang baru ini, Malik berharap, tugas Polri sesuai UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia untuk memelihara Kamtibmas, penegakkan hukum, dan memberi perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik sesuai dengan Program Presisi Polri.

“Kita apresiasi juga Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang pada Hari Bhayangkara yang ke-77 di Gelora Bung Karno (GBK) telah meminta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia, bilamana ada masyarakat yang tersakiti oleh Polri dan akan terus melakukan perrbaikan dan pembenahan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri makin tinggi,” ujar pria yang dikenal dekat dengan para Jendral Polisi sejak menjadi aktivis mahasiswa ini.

Dia pun berharap, dengan permintaan maaf yang disampaikan Kapolri terhadap masyarakat, citra Polri dan kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga. “Melalui pembenahan-pembenahan dan bersih-bersih yang terus dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, kepercayaan publik kepada Polri akan kembali terbangun,” pungkasnya. (adz)

Dedy Aksyari Minta Warga Medan Pahami Tata Cara Penggunaan Program UHC

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST, mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah bertanggungjawab penuh dalam memberikan jaminan kesehatan kepada warganya.

Hal ini dapat dibuktikan dari diluncurkannya program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) Universal Health Coverage (UHC) yang berlaku sejak awal Desember 2022 lalu.

Hal ini dikatakan Dedy Aksyari Nasution ST saat Penyelenggaraan Sosialisasi Produk Hukum Daerah ke 7 Tahun 2023 Perda No 4
Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota (Pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas DPRD – Sub Kegiatan Publikasi Dewan,
di Jalan Kemiri II, Kelurahan
Sudirejo II Kecamatan Medan Kota Sabtu, (1/7/2023).

Dedy berharap, dengan adanya sosialisasi Perda No 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan ini, seluruh masyarakat dapat memahami apa yang harus dilakukan jika ingin menggunakan program jaminan kesehatan.

“Saya melakukan sosialisasi produk hukum ini bukan tanpa sebab. Selaku Anggota DPRD Kota Medan, saya merasa berkewajiban melakukan sosialisasi perda ini agar masyarakat tahu akan hak-hak kesehatannya. Terkhusus dengan adanya program UHC ini, telah banyak masyarakat yang terbantu secara langsung di bidang kesehatan,”

Dilanjutkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan ini, sejalan dengan telah diluncurkannya program JKMB UHC oleh Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bebarapa waktu lalu, seluruh warga Kota Medan yang tidak memiliki jaminan kesehatan diajak untuk memanfaatkan proram JKMB UHC tersebut.

“Mari kita manfaatkan program UHC ini,” ajak Anggota dewan yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Medan IV yang meliputi Kecamatan Medan Denai, Medan Area, Medan Kota dan Medan Amplas tersebut.

Dedy yang duduk sebagai Anggota Komisi IV itu juga menyoroti banyaknya RS yang dibangun di Kota Medan belakangan ini. Hal itu dinilai berbanding lurus dengan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan.

“Jika diambil garis lurusnya, berarti banyak warga Kota Medan yang sakit. Apalagi, ada banyak RS yang tidak bisa menampung pasien dengan alasan penuh. Untuk itu saya berharap seluruh masyarakat Kota Medan harus sudah memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang aktif atau segera mengurus JKMB UCH,” kata Dedy.

Terkhusus untuk program UHC, Dedy menjelaskan bahwa saat ini seluruh warga Kota Medan yang tidak memiliki jaminan kesehatan dapat berobat dengan menggunakan KTP maupun KK.

Namun jika ingin berobat ke rumah sakit, harus tetap melalui tahapan yang ada, yakni harus membawa rujukan dari puskesmas atau klinik faskes tingkat I.

Namun begitu, Dedy mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar dapat bersama-sama menjaga kesehatan. (map)

Hidayatullah Tebar Hewan Kurban, 41 Kambing dan 3 Sapi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Hidayatullah SE kembali menebar hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1444 Hijriah. Sebanyak 41 ekor kambing dan 3 ekor sapi disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat di wilayah Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebingtinggi.

“Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa merasakan manisnya Iman dan Takwa kepada Allah SWT melalui pelaksanaan Haji dan Qurban” kata Hidayatullah kepada SumutPos.co melalui pesan tertulisnya, Jumat (30/6).

Menurut Hidayatullah, daging kurban yang dia bagikan ini termasuk dalam program tebar 1.8 juta daging kurban yang dicanangkan DPP PKS. “Puncak program tebar 1.8 juta daging kurban sendiri berlangsung pada Sabtu (1/7),” sebut Hidayatullah.

Lebih lanjut dikatakannya, pemotongan dan pembagian daging hewan kurban ini dibantu oleh pengurus dan kader PKS di tingkat kecamatan (DPC) dan kelurahan (DPRa) yang ada di Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebingtiggi. “Saya sangat gembira teman-teman bisa membantu sehingga tebar hewan kurban tahun ini berjalan lancar dan sukses,” ungkap tokoh ekonomi syariah Sumatera Utara ini.

Hidayatullah yang duduk di Komisi XI DPR RI ini juga mengajak para anak bangsa untuk terus menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan yang sudah ada. “Apalagi di tahun politik seperti sekarang ini, jangan sampai karena kepentingan pribadi atau kelompok keutuhan bangsa sampai tergadai,” pungkasnya. (adz)

Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia, Pusat Keunggulan Penanganan Penyakit Kronis Lansia

TUMPENG: Gubsu H Edy Rahmayadi menyerahkan nasi tumpeng pada Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr H Ismail Efendy MSi saat peresmian fakultas kedokteran.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

GUBSU H Edy Rahmayadi meresmikan Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia di Ballroom Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Jalan S Parman Medan pada 27 Juli 2023.

Dalam kesempatan ini juga ditandatangani kerja sama gubernur dan rektor Institut Kesehatan Helvetia. Kerja sama untuk sinergitas bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peresmian fakultas kedokteran tersebut, diawali dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. SK diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD pada Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr H Ismail Efendy MSi.

Hadir dalam acara ini Anggota DPR RI Prof Dr Djohar Arifin Husein, Ketua PB MABMI Dato Seri H Syamsul Arifin, Ketua Yayasan Institut Kesehatan Helvetia Dr dr Hj Razia Begum Suroyo MSc MKes, Ketua ABPPTSI Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan MM, sejumlah guru besar, pimpinan rumah sakit dan undangan lainnya.

Gubernur berharap Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia Medan mampu menghasilkan tenaga medis berkompeten. Ia pun meminta agar mengutamakan kejujuran.

Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Dr Lukman MHum menegaskan untuk membuka fakultas kedokteran tidak mudah karena harus memenuhi syarat mulai dari memiliki rumah sakit, dosen dengan latar belakang ilmu kesehatan, peralatan kesehatan dan laboratorium.

”Institut Kesehatan Helvetia memulai proses pengurusan izin fakultas kedokteran sejak tahun 2015,” ujar direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan Dr H Ismail Efendy MSi mengutarakan bahwa fakultas kedokteran untuk membantu pemerintah memenuhi tenaga kesehatan, khususnya dokter umum di Sumut.

Berdasarkan standar WHO, kata rektor, minimal 1 dokter per 1.000 penduduk. Pada tahun 2022, Sumut dengan penduduk 15 juta jiwa, idealnya membutuhkan 15.115 dokter. Namun Sumut baru ada 5.126 dokter termasuk dokter spesialis.

Untuk itu Sumut masih butuh 9.989 dokter agar tenaga kesehatan cukup dan merata sesuai standar WHO. Institut Kesehatan Helvetia akan melahirkan dokter berkualitas, profesional, berintegritas dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Saat ini, sebut rektor, Institut Kesehatan Helvetia dengan akreditasi B mengelola fakultas farmasi dan kesehatan, fakultas kesehatan masyarakat dan fakultas kedokteran.

Disamping itu terdapat lima rumah sakit yakni Rumah Sakit Mitra di Tanjungmulia, Bandarkhalipa dan Amplas, Rumah Sakit Wulan Windy Medan Utara serta Rumah Sakit Mitra Medika Premiere.

Rektor juga menjabarkan fakultas kedokteran yang hasilkan dokter yang kompeten dan berdaya saing nasional terutama pada penyakit kronis Lansia serta mampu gunakan teknologi informasi kesehatan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Ia menyebut beberapa penyakit kronis Lansia diantaranya hipertensi, diabetes dan rematik. Sejalan itu telah dijalin kerja sama dengan rumah sakit dan instansi terkait. ”Semoga Fakultas Kedokteran ini menjadi pusat keunggulan penanganan penyakit kronis Lansia dalam pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan,” sebut rektor. (dmp)

Langkat Kembangkan Wisata Alam Terpadu

BAMBU: Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM beserta undangan peresmian WAT-JBL.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Langkat memberi dukungan terhadap pengembangan wisata alam berbasis lingkungan hidup di kabupaten tersebut untuk menyejahterakan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Bupati Langkat diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Langkat Muhammad Harmain SSTP MAP saat meresmikan Wisata Alam Terpadu Jendela Bambu Leuser (WAT-JBL) di Kecamatan Sei Bingei Langkat baru-baru ini.

Muhammad Harmain saat itu didampingi Ketua FPRB Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, tokoh masyarakat Sumut Dr Parlindungan Purba MM, Ketua Forum DAS Wampu Prof Dr Abdul Rauf MP, Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes dan Purnama Ginting (ketua panitia).

Kepala dinas mengutarakan bahwa mengapresiasi kehadiran WAT-JBL yang juga berperan penting dalam menjaga kelestarian alam. ”Selain untuk pariwisata, aliran sungai disini juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Ia pun mendorong kolaborasi pengelola objek wisata di Langkat dengan pemerintah agar dapat semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Kedepan, lanjut dia, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait akan meningkatkan kualitas akses jalan ke objek wisata. ”Banyak objek wisata di Langkat. Saat ini yang objek wisata unggulan Bukit Lawang dan Tangkahan,” katanya.

Ketua Forum DAS Wampu Prof Dr Abdul Rauf MP juga mengapresiasi peresmian WAT-JBL dengan tanaman bambu. Ia pun memberikan bibit tanaman matoa dan kacang almon untuk dibudidayakan bersama bambu.

Kedepan, ia terus mendorong kegiatan-kegiatan berbasis lingkungan yang memberi nilai ekonomi pada masyarakat. Ketua Forum DAS Wampu berterima kasih dengan dukungan berbagai pihak terhadap pelestarian lingkungan. (dmp)

Perayaan Idul Adha 1444H, PLN UID Sumatera Utara Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban

General Manager Awaluddin Hafid beserta istri (seragam putih) menyaksikan penyembelihan hewan kurban

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyalurkan 2.639 paket daging kurban dalam perayaan Idul Adha 1444H. Ribuan paket tersebut merupakan hasil penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di Kantor Induk dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3).

Simbolis penyerahan hewan kurban dilakukan dan disaksikan oleh General Manager Awaluddin Hafid di pelataran masjid Nurul Iman PLN UID Sumatera Utara pada Jumat (30/6/2023).

General Manager PLN UID Sumatera Utara Awalludin Hafid menyampaikan sebagai rangkaian dari perayaan Idul Adha 1444H akan dilakukan penyembelihan hewan kurban dari para pegawai PLN yang dengan keikhlasan dan ketulusan hati memberikan hewan kurban untuk disembelih dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu disekitar kantor.

“Pada perayaan Idul Adha 1444H ini, sebanyak 26 ekor sapi dan 8 ekor kambing merupakan hasil pengumpulan dari para pegawai dan mitra kerja PLN. Sebanyak 9 UP3 juga melaksanakan penyembelian hewan kurban sejak kemarin hingga hari ini,” kata Awaluddin.

Awaluddin juga menambahkan, seluruh daging daging kurban terlebih dahulu diperiksa dinas kesehatan dan kemudian paket daging tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang kurang mampu disekitar kantor PLN.

Ia juga berharap melalui pemberian hewan kurban tersebut dapat memberikan kebahagian dan keberkahan kepada orang yang membutuhkan.

Adapun 9 UP3 yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban tahun ini diantaranya Kantor Induk sebanyak 7 sapi dan 5 ekor kambing, UP3 Medan sebanyak 9 ekor sapi, UP3 Medan Utara sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, UP3 Binjai sebanyak 3 ekor sapi, UP3 Lubuk Pakam sebanyak 2 ekor sapi, UP3 Rantauprapat sebanyak 2 ekor sapi, UP3 Bukit Barisan sebanyak 2 ekor sapi dan 2 ekor , UP3 Padang Sidimpuan sebanyak 4 ekor sapi, UP3 Sibolga sebanyak 1 ekor sapi dan UP3 Nias sebanyak 1 ekor sapi. (ila)