MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara menyembelih lima hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M l di Kantor PWI Sumut, Gedung Parada Harahap, Jalan Adinegoro No. 4 Medan, Jumat (30/6/2023).
Ketua PWI Sumut, H. Farianda Putra Sinik SE, di dampingi Sekretaris SR Hamonangan Panggabean dan Ketua Panitia Ahmad Rivai Parinduri, S.Ag, mengatakan penyembelihan hewan kurban merupakan rutinitas tahunan di laksanakan PWI Sumut pada setiap Hari Raya Idul Adha.
Penyembelihan hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar PWI Sumut untuk berbagi. “Kita berbagi kepada seluruh anggota PWI yang berdomisili di Medan, anggota IKWI dan Warakawuri,” katanya.
Farianda mengakui jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Namun, hal itu tidak mengurangi esensi dari berkurban itu sendiri.
Farianda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkurban di PWI Sumut. “Doa kita bersama, semoga ibadah kurban yang kita laksanakan dapar diterima oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi kita semua. Insya Allah ke depan semakin banyak anggota PWI yangu berkurban dan PWI semakin baik,” ujarnya.
Sementara, Ahmad Rivai Parinduri, menambahkan hewan yang disembelih PWI Sumut pada Hari Raya Idul Adha 1444 H terdiri dari empat ekor lembu dan satu ekor kambing. Lembu disumbangkan oleh Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), PT. Kurnia, keluarga H. Agus S Lubis-Hj. Ayu Kesumaningtiyas, dan PWI Sumut. “Sedangkan kambing dari H. Abdillah,” ungkapnya.
Rivai juga mengucapkan terima kasih kepada para pengkurban dan mitra kerja yang telah bersedia berkurban di PWI. “Semoga semua amal baik para pengkurban mendapatkan ganjaran setimpal dari Allah SWT,” pungkas Rivai. (dek)
Ketua Golkar PK Medan Polonia Rommy Van Boy menyerahkan daging kurban kepada warga
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Kecamatan Partai Golongan Karya (Golkar) Medan Polonia sembelih 1 ekor sapi dengan bobot 400 kilogram. Sapi tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan anggota Golongan Karya Kecamatan Medan Polonia. Kurban yang dilakukan ini diharapkan dapat dimaknai dengan rasa kepedulian sesama umat dan Partai Golkar selalu ada dan siap hadir ditengah-tengah masyarakat, Jumat (30/6) pagi.
“Sapi kurban ini sudah kita beli satu bulan sebelum Hari Raya Idhul Adha, kalau diperkirakan bobotnya sekitar 400 kilogram, dan direncanakan akan kita bagikan kepada masyarakat sekitar Kecamatan Medan Polonia dan seluruh pengurus juga akan membawa daging kurban ini”. Kata Ketua Golkar PK Medan Polonia Rommy Van Boy.
“Rommy juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha bagi umat Islam yang merayakan, semoga dengan Idul Adha ini kita dapat memupuk persatuan dan kesatuan antar umat beragama, dan saling menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” Tambah Rommy didampingi sekretarisnya Roby dan Bendahara PK Golkar Medan Polonia Widya Lubis.
Salah seorang warga penerima daging kurban, Khairil Anwar merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pengurus Golkar PK Medan Polonia pimpinan Rommy Van Boy, dirinya mendoakan Rommy Van Boy menjadi pemimpin yang rendah hati dan terus peduli kepada masyarakat.
“Meski terbilang muda, namun Rommy Van Boy terlihat sangat-sangat peduli kepada masyarakat di Kecamatan Medan Polonia, yang kita lihat, sejak Golkar PK Medan Polonia dipimpin Rommy, banyak kegiatan sosial yang dilakukan nya, mulai dari pembagian sembako kepada seluruh umat beragama disaat perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Devawali, Natal dan Imlek dirinya terus hadir ditengah masyarakat untuk membabtu” ujar Khairil Anwar warga Medan Polonia usai menerima bungkusan berisi daging kurban.
Hari ini juga, DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Medan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 27 ekor sapi yang dilakukan secara serentak se-kecamatan di kota Medan.(rel/tri)
GMC Sumut dengan memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dengan mwmotong dua wkor kambibg di Jalan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (29/6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelompok anak muda yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center (GMC) Sumatera Utara (Sumut) memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dengan menggelar ‘Milenial Qurban’ di Jalan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (29/6).Sukarelawan Ganjar Pranowo itu menyembelih hewan kurban sebanyak dua ekor kambing
“Kegiatan hari ini adalah berkurban, di mana ini memperingati Hari Raya Iduladha. Iduladha itu yang kita pasti semua umat Muslim selagi kita mampu agar melaksanakan kurban. Jadi, GMC Sumut mengurbankan kambing, dua ekor,” ujar Koordinator (Koeda) Wilayah Yusuf Elpa Sagala.
Setelah melakukan penyembelihan dan proses pengulitan kambing, sukarelawan Ganjar Milenial itu langsung bergerak menuju Sekretariat GMC Sumut yang berada di Jalan Halat, Kota Medan.
Mereka langsung membagikan daging kurban kepada masyarakat. Setidaknya, ada 30 paket daging kurban yang dibagikan dengan cara menukarkan kupon yang telah diberikan untuk warga kurang mampu.
Yusuf menyampaikan, daging kurban dibagikan kepada warga kurang mampu sesuai dengan hadis Rasulullah SAW sehingga dapat berbagi kebaikan dan kenikmatan secara bersama-sama.
“Karena yang kami ketahui, ada beberapa masyarakat yang tidak bisa menikmati daging bahkan jarang, jadi kita hadir dari Ganjar Milenial Center Sumut, membagikan itu kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka bisa menikmati juga,” ujar Yusuf.
Yusuf menjelaskan selain memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dan berbagi kebaikan dengan warga kurang mampu, GMC Sumut juga bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Tak hanya itu, mereka juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada warga bahwasannya GMC mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden 2024.
“Selain untuk berbagi kebaikan, kurban ini adalah suatu bentuk silaturahmi kita kepada tetangga juga. Melalui GMC Sumut berkurban, bisa menyambung silaturahmi antara Ayah Ganjar dan masyarakat di Kota Medan khususnya,” ungkap Yusuf.
Dia melanjutkan, kegiatan relawan yang memiliki tagline ‘Semangat Mengabdi Membangun Negeri’ itu diterima dengan baik dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat.
Oleh sebab itu, lanjut Yusuf, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah sejauh ini kita laksanakan beberapa kegiatan dari beberapa tahun sampai saat ini, sambutan masyarakat respeknya bagus,” kata Yusuf.
“Jadi menyambut bagaimana harapan masyarakat ke depannya, kita GMC Sumut ini akan terus membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat hari ini,” sambungnya. (rel/tri)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali menyembelih hewan kurban di kantor Dishub Medan, Jalan Pinang Baris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/23).
Pada Idul Adha 1444H/2023 ini, Dishub Medan menyembelih 14 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 12 ekor sapi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT mengatakan, semua hewan kurban yang disembelih di kantor Dishub Medan merupakan hasil sumbangan seluruh personel Dishub Medan.
“Alhamdulillah, kesadaran para personel untuk berbagi kepada sesama semakin meningkat setiap tahunnya. Mudah-mudahan niat baik personel ini diijabah Allah SWT,” ucap Iswar usai menyaksikan penyembelihan hewan kurban.
Dijelaskan Iswar, dari 14 ekor sapi yang disembelih Dishub Medan, 1 ekor diantaranta diserahkan ke Kecamatan Medan Baru.
“Jadi yang kita sembelih di kantor 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing, yang 1 ekor sapi disembelih di Kecamatan Medan Baru. Nantinya daging-daging hewan kurban ini akan dibagikan kepada pegawai-pegawai lapangan serta warga sekitar kantor Dishub Medan,” ujarnya.
Iswar menjelaskan, saat dirinya pertama kali menjabat sebagai Kadishub Kota Medan, pihaknya hanya menyembelih 3 ekor sapi. Taun berikutnya bertambah menjadi 7 ekor sapi
“Di tahun berikutnya lagi 12 ekor sapi dan tahun ini 14 ekor sapi. Jadi ini merupakan kali keempat Dishub Medan melakukan penyembelihan. Saya berharap kegiatan kurban ini bisa terus berlangsung dan terus bertambah jumlahnya di tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Iswar pun berharap, meningkatnya kesadaran personel Dishub Medan tentang pentinya berbagi kepada sesama pada perayaan Idul Adha tahun ini dapat diikuti dengan peningkatan kinerja para personel Dishub Medan kedepannya.
“Dengan meningkatkanya kinerja, kita harapkan program-program Dishub Medan bisa lebih sukses kedepannya,” pungkasnya. (map)
SUMUTPOS.CO – JNE kembali melaksanakan Perayaaan Idul Adha 1444 H dengan membagikan sebanyak 40.000 daging hewan kurban, diberikan secara langsung kepada masyarakat. Perayaan kali ini bertajuk #JNEBerkurban2023 menyiapkan 59 ekor sapi dan 127 ekor kambing untuk dikurbankan, yang berlangsung pada Kamis (29/6) di Yayasan Taman Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno Jl. Pusdiklat Depnaker, Kec. Makasar, Jakarta Timur dan di 62 kantor cabang seluruh Indonesia.
JNE selain turut membantu masyarakat untuk tetap berkecukupan pangan dengan membagikan daging kurban, juga memberikan hadiah 10 ekor kambing. Dalam menyemarakan Idul Adha 1444 H kali ini, JNE mengadakan program tukar resi dan dapatkan 5 kambing kurban secara gratis untuk 5 orang pemenang dengan cara menukarkan resi pengiriman. Serta khusus untuk member JNE Loyalty Card (JLC) dapat menukarkan poin langsung untuk mendapatkan kambing kurban gratis
Selain tukar resi dan tukar poin, seluruh pelanggan mempunyai kesempatan untuk mengikuti giveaway untuk mendapatkan kambing kurban secara gratis melalui akun resmi JNE di Instagram @jne_id dan seluruh periode promo spesial dimulai sejak 15-25 Juni 2023. Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah masing-masing 1 ekor kambing kurban, dan mereka pun dapat berbagi kebahagiaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Promo spesial Idul Adha lainnya adalah memberikan diskon pengiriman 50% untuk tujuan kiriman ke Negara Timur Tengah (Arab Saudi, Turki, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, Bahrain, Oman) tanpa minimal berat, promo ini tidak dapat digunakan bersama program diskon lainnya dan promo berlangsung pada tanggal 21-30 Juni 2023, dengan syarat dan ketentuan berlaku .
M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE mengatakan, “Perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk selalu berbagi serta membantu sesama. Semangat JNE dalam mengantarkan kebahagiaan sesuai tagline Connecting Happiness harus terus diwujudkan. Nilai-nilai spiritual Berbagi, Memberi dan Menyayangi kepada sesama dalam ibadah kurban yang kita laksanakan di hari yang suci ini, semoga memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat. Penyembelihan hewan kurban ini pun sebagai bentuk kepedulian kita kepada kemajuan UKM baik peternak hewan kurban dan pengrajin besek dari bambu, sehingga dapat membangkitkan perekonomian nasional menjadi lebih baik lagi setelah pandemi berlalu”.
Rasa syukur juga dirasakan manajemen dan karyawan JNE agar dapat terus memberikan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat. Seluruh daging kurban ini dibagikan kepada karyawan, kaum dhuafa, yatim piatu, seluruh masyarakat di sekitar kantor pusat maupun cabang JNE di 62 kota. Hari istimewa penuh berkah ini dimanfaatkan sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi agar mendapatkaan keberkahan, pungkas Feriadi. (rel/sih)
Budi memetik biji kopi liberica di pekarangan rumahnya. Berkat pendampingan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, jumlah pohon kopi yang kini dibudidayakan telah lebih dari 2.000 pohon.
SUMUTPOS.CO – Hujan turun membasahi tanah saat Budi Rianto baru saja menuangkan kopi hitam dalam gelas kaca. Pada sore yang dingin itu, daun-daun pinang merunduk diselimuti kabut dan gemericik air terdengar jelas di genangan parit. Namun dalam rumah panggung kayu sederhana milik Budi, suasana terasa nyaman dengan obrolan dan uap kopi yang sama hangat. Ada kisah nostalgia yang sedang mengalir.
Budi menunjuk sebuah pohon kopi di pekarangan rumahnya. Dari sanalah segala rasa dan aroma kopi yang kini tersaji di depan mata berasal. “Kopi yang kita minum ini adalah kopi liberica. Pohonnya ada di luar sana. Ditanam oleh mertua saya hampir setengah abad yang lalu,” ujar Budi. Menurutnya, bibit kopi tersebut dibawa dari Lampung dan ditanam di lahan sekitar rumah untuk konsumsi pribadi.
Meski pohon kopi itu telah berusia puluhan tahun, tetapi Budi baru mengenalnya pada tahun 2012 lalu. Saat itu, ia baru pindah ke rumah yang kini ia tempati, tepatnya di Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. “Saya baru tahu setelah saya menikah dan pindah ke sini. Ketika saya membersihkan kebun, saya lihat ada beberapa pohon kopi yang sudah besar. Saya rawat pohon itu dan mencoba mengolah bijinya,” ungkap Budi.
Pada mulanya, Budi tidak memahami jenis kopi apa yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Namun setelah ia banyak berbincang dengan para penggemar kopi, ia pun mengetahui bahwa kopi tersebut berjenis liberica, sebuah jenis yang berasal dari negara Liberia. Kopi ini memiliki aroma pekat yang khas, dengan ukuran pohon dan buah yang lebih besar dibandingkan kopi arabica dan robusta.
Budi (tengah) dan rekan-rekan Kelompok Tani Karya Lestari memanen biji kopi liberica. Budi daya kopi telah memberikan penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kopi yang dihasilkan dari kebun sendiri memberikan kebahagiaan luar biasa bagi Budi. Ia gemar berkebun, ia gemar meminum kopi, dan semua kegemaran itu bisa ia ciptakan sendiri. “Ini sebuah hal yang menyenangkan bagi saya. Oleh karena itu, saya ingin berbagi kesenangan kepada orang-orang terdekat, kepada keluarga dan teman-teman saya di sini. Jika telah ada kopi bubuk yang siap seduh, saya selalu bagikan kepada mereka,” ujar Budi.
Lambat laun, semakin banyak orang yang mengenal kopi liberica olahan Budi. Banyak orang yang menyukainya. Pesanan pun mulai berdatangan meski dalam volume kecil. “Yang memesan itu kerabat saya. Mereka menyukai kopi ini. Saya tidak mematok harga khusus karena saya bahagia jika ada orang-orang yang suka dengan kopi olahan saya,” kata Budi.
Suatu hari, terbesit ide di kepala Budi. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk turut serta berbudi daya kopi liberica. Ia membayangkan betapa menariknya jika pohon kopi ini tumbuh lestari, menghadirkan lebih banyak kehangatan dan cita rasa bagi banyak orang. “Saya ingin saling berbagi kopi ini dengan teman-teman. Syukur-syukur jika dapat menghasilkan penghasilan tambahan untuk keperluan sehari-hari,” harapnya.
Namun, ia menyadari proses yang harus ditempuh tidaklah mudah. Ia memiliki keterbatasan pengetahuan dalam budi daya dan pengolahan kopi. Ia pun tidak memiliki banyak pengalaman untuk membentuk sebuah kelompok. “Saya merasa semangat, begitu juga teman-teman. Kami ingin budi daya kopi menciptakan pemberdayaan yang lebih luas. Namun kami juga bingung bagaimana sebaiknya memulai agar rencana ini berhasil,” keluhnya.
Menebar cita rasa bersama
Bantuan peralatan pengolah kopi membuat produksi kopi Kelompok Tani Karya Lestari menjadi lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas produk.
Di tengah kebimbangan itu, Budi bertemu dengan tim Community Economic Empowerment (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui anak usahanya PT Bumipalma Lestaripersada (BPLP). Budi banyak bertukar pikiran dan berusaha mencari cara agar kopi liberica semakin berkembang di Indragiri Hilir, Negeri Seribu Parit. “Saya mendapat jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Saya menemukan arah yang dapat membuat budi daya kopi ini terus berkembang,” ucapnya.
Upaya pendampingan dari pihak perusahaan telah memberikan banyak perubahan bagi Budi, yang kini tergabung dalam Kelompok Tani Karya Lestari bersama 8 orang lainnya. “Dulu kami tidak memiliki banyak pohon kopi, mungkin hanya seratusan pohon di pekarangan. Saat ini kami bisa memperbanyak pohon kopi hingga 2.000 pohon yang tersebar hingga ke 9 desa di Keritang,” ujar Budi yang merasa senang karena bibit kopinya semakin dikenal luas.
Ketua Kelompok Tani Karya Lestari, Mardi, juga merasakan manfaat dari kehadiran Sinar Mas Agribusiness and Food dalam pengembangan usaha kopi ini. “Dukungan sarana produksi kopi juga sangat membantu dalam menghasilkan produk yang lebih baik. Kami dibantu beberapa alat pengolah kopi yaitu pemecah biji kopi, alat sangrai, kemudian alat mengubah biji menjadi bubuk kopi,” ungkap Mardi.
Menurut Mardi, terdapat peningkatan hasil produksi berkat kehadiran alat-alat tersebut. Sebelumnya, jika menggunakan cara tradisional, 1 kilogram biji kopi hanya dapat diolah menjadi 6 ons kopi bubuk. Sementara dengan menggunakan peralatan, jumlah biji yang sama dapat diolah menjadi 7,5 ons kopi bubuk atau 1,5 ons lebih banyak. “Tekstur dan rasanya juga jadi lebih baik. Selain itu, waktu dan tenaga yang dikeluarkan pun lebih efisien,” katanya.
Menurut Budi, berbagai pendampingan mulai dari teknik budi daya, pengolahan, manajemen kelompok, hingga pengemasan dan pemasaran, membuat produknya menjadi lebih baik dan semakin dikenal masyarakat luas. Ia pun bersyukur karena mampu mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha kopi yang diberi nama ‘Lestari Liberica’ ini.
“Alhamdulillah dalam satu pekan minimal ada pesanan 2 kilogram kopi bubuk. Usaha sampingan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga pinang dan kelapa sedang rendah,” ungkap Budi. Ia pun merasa bersyukur karena perusahaan telah membantu pelengkapan administrasi usaha seperti sertifikat halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga usahanya bisa kian profesional.
Head of Economic Empowerment, Sustainability, and Strategic Projects Sinar Mas Agribusiness and Food, Jusupta Tarigan, mengatakan bahwa petani kopi liberica di Indragiri Hilir memiliki potensi sekaligus tantangan dalam mengembangkan usaha. Mereka memerlukan akses dan dukungan dalam meningkatkan pengetahuan budi daya, manajemen bisnis, hingga akses permodalan.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, di bawah payung program Community Economic Empowerment, kami memberikan pendampingan bagi Pak Budi dan kawan-kawan mulai dari budi daya yang lestari hingga pemasaran produk. Kami berharap melalui program ini terdapat peningkatan hasil produksi dan penjualan bagi masyarakat yang terlibat langsung. Semoga ke depannya lebih banyak lagi orang yang bisa terlibat dan merasakan hasilnya,” tandas Jusupta.(rel)
MEDAN SUMUTPOS.CO – Tokoh muda Partai Golkar Kota Medan, Novandy Nasty Sandya, menegaskan tentang pentingnya peran kaum millenial di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi pembangunan Kota Medan. Untuk itu, setiap anak muda diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif agar setiap anak muda dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
“Untuk itu, anak muda tidak boleh lagi hanya diam dan menjadi penonton, namun harus ikut ambil bagian dalam setiap kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat luas,” ucap Novandy saat dirinya menggelar pemotongan hewan kurban di Jalan Seroja, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/2023) pagi.
Seperti diketahui, pada perayan Idul Adha 1444H/2023 ini, Novandy menggelar pemotongan tiga ekor sapi kurban di dua lokasi, yakni dua ekor sapi di Jalan Eka Wahid Kecamatan Medan Johor, Kamis (29/6/2023) dan satu ekor sapi di Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/2023).
Dikatakan Novandy, belakangan ini banyak anak muda yang lebih memilih untuk terlibat dalam kegiatan yang merusak moral bangsa, seperti tawuran hingga penggunaan narkoba yang kerap menjadi pemicu meningkatnya aksi-aksi kriminalitas di Kota Medan.
“Bila anak muda mau menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif, contohnya seperti kegiatan pemotongan hewan kurban ini, InsyaAllah akan menghindarkan kita dari hal-hal negatif. Semakin sibuk dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas, maka akan semakin baik,” ujarnya.
Oleh sebab itu, tokoh muda asal Medan Johor ini mengajak anak-anak muda di Kota Medan untuk mau mengambil bagian dan ikut serta dalam pembangunan Kota Medan dengan ikut menyumbangkan tenaga, fikiran, maupun ide-ide terbaiknya.
“Setidaknya, setiap anak muda dapat memulainya dari hal-hal yang harus dilakukan oleh diri kita sendiri, yakni dengan memastikan dan melindungi diri kita sendiri dan keluarga kita dari bahaya narkoba,” katanya.
Setelahnya, sambung Novandy, setiap anak muda harus mulai melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif, meskipun hanya untuk peran-peran kecil. Bertahap, kepercayaan masyarakat kepada anak-anak muda alan terus bertumbuh sehingga layak diberi peran besar dalam pembangunan.
“Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution sebagai salah satu contoh nyata. Beliau masih begitu muda, namun ditangan beliau pembangunan Kota Medan maju dengan begitu pesat. Sebagai tokoh muda, saya mengajak kaum millenial di Kota Medan untuk turut membangun Kota Medan,” pungkasnya. (map)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris Sutarto, menyerahkan 24 ekor lembu kurban secara simbolik kepada DPC PDI Perjuangan se-Sumatera Utara. Penyerahan hewan-hewan kurban ini diterima secara simbolis oleh Ketua DPC Labuhanbatu Dahlan Bukhari, Labuhanbatu Utara Sunaryo, dan Sekretaris DPC Labuhanbatu Selatan Muhammad Hasir, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (29/6/2023).
“Hari ini kita meyerahkan 3 ekor lembu kurban yang kita titipkan kepada masing-masing Ketua DPC se-Sumatera Utara dan dagingnya kita bagikan kepada masyarakat kurang mampu., Untuk di Kantor DPD, akan sembelih 4 ekor,” kata Rapidin Simbolon.
Rapidin juga menjelaskan, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha harus dimaknai sebagai kerelaan dan keikhlasan untuk berkorban untuk sesama. Komitmen dan keikhlasan pemimpin kepada yang dipimpinnya serta sebagai manifestasi keimanan sebagai umat beragama, yang kesemuanya bermuara pada kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu atau wong cilik dan kaum Marhaen.
“Jadi, dengan adanya Hari Raya Idul Adha harus kita jadikan momen bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk lebih membangkitkan semangat untuk terus menggelorakan komitmen dan semangat rela berkorban untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan semangat dalam membela hak-hak masyarakat kecil atau wong cilik dan Kaum Marhaen,” beber mantan Bupati Samosir tersebut.
Rapidin juga menambahkan, hakikatnya ritual kurban pada Hari Idul Adha merupakan ritual sosial atau ibadah sosial yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. “Untuk itu, sebagai Hamba Tuhan yang baik, kita harus turut serta dalam memberikan sedikit kebahagiaan kepada masyarakat, sesuai dengan ungkapan Bung Karno bahwa Tuhan bersemayam di gubuk-gubuk orang miskin. Maka jadikan hari ini menjadi hari rayanya Kaum Marhaen dan Wong Cilik sebagai bukti bahwa kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Rapidin.
Selain itu, kata Rapidin, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen penuh dari DPD PDI Perjuangan, dalam menjalankan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader PDI Perjuangan terus menjaga dan merawat silaturahmi melalui momentum hari-hari besar keagamaan. “Maka setiap tahun DPD PDI Perjuangan melakukan penyembelihan hewan kurban, sebagai manifestasi Partai Nasionalis – Religius,” pungkasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu Dahlan Bukhari menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPD PDI Perjuangan Sumut yang telah menitipkan hewan kurbannya ke DPC-DPC se-Sumut. “Hewan kurban dari DPD akan akan kita sembelih bersama hewan kurban dari gotong royong DPC Labuhanbatu, dan rencananya akan kita bagikan kepada masyarakat yang berhak,” ujar Dahlan. (adz)
SALAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melaksanakan Salat Idul Adha 1444 H di Lapangan Bola Mabar, Kota Medan.(ist/SUMUT POS)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak umat muslim untuk meneladani dan menghayati suatu peristiwa besar yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS, yakni harus ikhlas merelakan apapun yang paling berharga dalam hidupnya untuk dikurbankan
“Idul Adha ini adalah momen kita kembali mengingat dan meneladani kisah Nabi Ibrahim, tentang ketaatannya kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengurbankan anaknya atas perintah Allah. Itulah teladan yang bisa kita petik dari Hari Raya Kurban ini,” kata Gubernur Edy Rahmayadi usai melaksanakan Salat Idul Adha 1444 H bersama ribuan warga Kota Medan dan sekitarnya di Lapangan Sepak Bola Mabar, Jalan Mangaan, Medan Deli, Kamis (29/6/2023).
Tampak hadir Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho, Forkopimda Sumut, para tokoh agama dan masyarakat, Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut lainnya.
Menurut Gubernur Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua PKK Sumut Nawal Lubis, keteladanan di masa sekarang yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah bisa berbagi sesuatu yang dicintai di jalan Allah, terutama orang-orang mukmin yang ekonomi mampu. Selain itu menanamkan nilai-nilai kepatuhan kepada Allah dan menjaga keharmonisan keluarga antara orang tua dan sebaliknya.
Sementara, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Syukri Albani Nasution dalam khutbahnya pada Salat Iduladha tersebut menyampaikan, hikmah yang bisa diambil dari perjalanan kehidupan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail yakni sebuah pesan simbolik untuk taat kepada orang tua dalam berbagai hal, selama tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada. Misalnya, membantu dengan ikhlas, menyayangi dan menghormati orangtua.
“Idul Adha juga menjadi sebuah peristiwa penting untuk memaknai bagaimana Nabi Ismail patuh dan mendengarkan setiap perkataan Nabi Ibrahim, selaku orangtuanya,” jelasnya
Menurutnya, jika ditarik dalam konteks kekinian umat muslim dituntut untuk membentuk keluarga yang memiliki akidah dan kadar keimanan yang kuat, serta tidak tergoda akan kehidupan duniawi.
“Kita bentuk dan bina keluarga kita dengan nilai-nilai ke Islaman, jadikan keluarga kita sakinah, mawaddah wa rohmah, yang penuh cinta dan kasih sayang, aqidah yang kuat, bersikap ikhlas, sabar dan taat kepada-Nya,” ajaknya
Sebelum meninggalkan lokasi Salat Idul Adha, Gubernur Edy Rahmayadi menyapa warga yang hadir dan menerima permintaan masyarakat untuk berswafoto. Selanjutnya rombongan menuju Masjid Al Jihad Medan, untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban.(gus/ram)
SIDANG: Mujianto menjalani persidangan korupsi di PN Medan beberapa waktu lalu. (Ist)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahkamah Agung (MA) mengubah vonis bebas Mujianto menjadi hukuman penjara 9 tahun dan denda Rp500 juta dengan subsider 3 bulan kurungan. Meski sudah dihukum bersalah, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) belum mengeksekusi konglomerat Kota Medan tersebut.
Menanggapi itu, Pengamat Hukum dari Pusat Studi Hukum Pembaharuan dan Peradilan (PUSHPA) Sumut Muslim Muis SH, mendesak agar Kejati Sumut segera melakukan eksekusi terhadap putusan kasasi dari MA.
Menurutnya, jika kejaksaan terlalu lama melakukan eksekusi terhadap putusan kasasi MA, Mujianto dikhawatirkan akan melarikan diri.
“Banyak kasus seperti ini, yang DPO setelah vonis MA. Jadi, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kejaksaan harus segera eksekusi Mujianto,” tegasnya, Rabu (28/6).
Apalagi, kata Muslim, Mujianto pernah juga masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan penipuan dan ditangkap oleh Polda Sumut di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta.
“Kita tau kalau dia pernah DPO, sudah pernah bermasalah. Jadi untuk apa lagi diperlama. Langsung saja dieksekusi, toh itu kewenangan jaksa dan sudah resmi,” cetusnya.
Dalam kesempatan ini, Muslim Muis juga mengapresiasi MA yang sudah membatalkan vonis bebas Pengadilan Negeri Medan.
“Ini bukti kalau hukum itu ada dan adil. Karena tidak mungkin jaksa menyidangkan Mujianto tanpa alat bukti yang kuat,” pungkasnya sembari berharap agar Mujianto dieksekusi segera.
Diketahui bahwa, MA membatalkan vonis bebas Mujianto di tingkat PN Medan. Mujianto dihukum 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.
Mujianto juga dijatuhi hukuman untuk membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara senilai Rp13.400.000.000, dengan subsider 4 tahun penjara.
“Kabul. Terbukti Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 5 ayat 1 UU TPPU. Pidana penjara 9 tahun, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan,” isi putusan kasasi dilansir dari situs MA.
Sementara dalam kasus ini sendiri berawal dari, Mujianto melakukan pengikatan perjanjian jual beli tanah kepada Canakya Suman seluas 13.680 m2 yang terletak di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.
Seiring waktu berjalan, PT KAYA dengan Direkturnya Canakya Suman mengajukan kredit Modal Kerja Kredit Konstruksi Kredit Yasa Griya di bank plat merah tersebut dengan plafon Rp39,5 milyar guna pengembangan perumahan Takapuna Residence di Jalan Kapten Sumarsono dan menjadi kredit macet serta diduga terdapat Peristiwa Pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.
Kemudian, dalam proses pencairan kredit tersebut tidak sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku dalam penyetujuan kredit di perbankan, akibatnya ditemukan peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp39,5 M. (man/ram)