Home Blog Page 13529

Kios Bensin Terbakar, Tiga Kritis

ASAHAN-Satu unit rumah permanen di Dusun I, Desa Subur, Kecamatan Airjoman, Kabupaten Asahan, ludes terbakar, Minggu (13/5), sekitar pukul 13.30 Wib. Tiga orang penghuninya kritis akibat mengalami luka bakar yang cukup serius. Kini, ketiga korban menjalani perawatan di rumah sakit,
Informasi dihimpun METRO (Group Sumut Pos), ketiga korban yang mengalami luka bakar itu, Sidik (60) pemilik rumah serta anak dan menantunya Suparmi (30) dan Suheri (32).

Menurut keterangan warga yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, selain berjualan kedai sampah, Sidik juga menjual bensin eceran. Saat korban sedang menuang bensin dari jerigen untuk dimasukan ke dalam botol, anaknya bernama Suparmi menghidupkan lilin untuk membakar plastik sebagai pembungkus peyek. Secepat itu juga api lilin itu menymbar minyak yang tidak jauh dari Sidik dan membakar tubuhnya.

Melihat itu, Suparmi menjerit meminta tolong. Suami Suparmi, Suheri langsung masuk ke dalam rumah menarik tubuh Suparmi dalam kondisi terbakar. Api pun turut menyambar Suheri.

“Warga berdatangan dan memberi pertolongan kepada Sidik yang terjebak api di dalam rumah,” kata saksi, Paino. (smg)

Mobil PNS Pemko Medan Tabrak Sepeda Motor dan Pejalan Kaki

Empat Kritis Masuk RS Sari Mutiara

MEDAN-Mobil Kijang Innova warna hitam dengan nomor plat polisi BK 960, yang dikemudikan oleh Muhsin Harahap (29), PNS Pemko Medan hilang kendali dan menabrak pengendara sepeda motor serta pejalan kaki, di Jalan AH Nasution, Medan Johor, tepatnya di depan bengkel dinamo milik Manullang, Minggu (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB.

Akibat peristiwa itu, Hendrik Julian (32) dan Sri (29, warga Kampung Baru yang mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun warna merah bernomor polisi BK 3241 CP mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Sedangkan Rumanti (26), warga Jalan AH Nasution yang sedang berjalan kaki hendak menunggu mobil angkutan kota (angkot), mengalami luka serius di bagian tubuhnya dan kaki sebelah kanan patah.

Warga di sekitar lokasi, langsung memberikan pertolongan dan membawa korban, termasuk supir Muhsin Harahap yang mengalami luka serius di bagian kepala ke ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sari Mutiara, Jalan AH Nasution untuk mendapatkan perawatan medis.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, Muhsin baru saja pulang dari rumah familinya di Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.  Muhsin hendak pulang ke rumahnya di Jalan Gaperta Ujung, tepatnya di samping kantor Perbanas.

Muhsin kemudian tancap gas melintasi Jalan AH Nasution. Tepat di lokasi kejadian, warga Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia itu hilang kendali dan menabrak sepeda motor yang berada di depannya.  Akibatnya  sepeda motor yang dikendarai oleh Hendrik dan Sri terpental ke badan jalan. Sedangkan kedua pengemudi sepeda motor itu terlempar di badan jalan hingga terguling-guling. Hendrik tergeletak di pinggir jalan dan Sri masuk ke dalam parit di pinggiran Jalan AH Nasution.

Muhsin langsung banting setir ke arah kiri. Tapi, mobil tetap melaju  dan langsung menghantam Rumanti, yang saat itu sedang berdiri di pinggir Jalan AH Nasution menunggu angkot jurusan Padang Bulan. Akibatnya, Rumanti terpental masuk ke dalam parit yang berada di belakangnya.

Mobil baru berhenti setelah menabrak pohon mangga hingga tumbang dan tiang Telkom yang berada di pinggir jalan. Kondisi bagian depan mobil remuk.
“Kondisi mobil saat itu sudah oleng sebelum menabrak. Untung saja menabrak pohon mangga dan tiang Telkom, kalau tidak mobil terbalik masuk ke dalam parit,” kata Mahyunir Efendi, saksi mata warga sekitar lokasi yang ikut membantu mengevakuasi korban dari dalam parit.

Dikatakan Mahyunir, pengemudi mobil juga luka parah di bagian kepala. “Astaghfirullah Halazim, kenapa bisa begini,” kata Muhsin seeperti ditirukan Mahyunir saat korban dikeluarkan dari dalam mobil.

Menurut Mahynuir, dia juga sempat menghubungi keluarganya kalau dia nabrak orang dan tidak mengetahui kondisi korban masih hidup atau sudah tewas.

Sementara itu, keluarga korban tidak mengizinkan wartawan melihat kondisi korban yang dirawat di lantai III RSU Sari Mutiara.
“Kami hanya menjalankan perintah atas permintaan keluarga korban yang tidak mengizinkan wartawan meliput kondisi korban. Karena takutnya mengganggu. Lagi pula, kondisi korban lakalantas mengalami patah tulang pada bagian kaki dan rencananya akan dioperasi,” ucap Adventina Hutapea, supervisor RSU Sari Mutiara.

Petugas Satlantas Polresta Medan yang berada di lokasi menjelaskan, kalau pengemudi saat itu mengantuk berat dan habis pulang dari rumah keluarganya.

“Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan,” cetus petugas itu. (adl)

BAP Judi Leng Palar Rampung

MEDAN-Unit Judi/Sila Satuan Reserse Kriminal (Res Krim) Polresta Medan sudah merampungkan berkas acara perkara (BAP) kasus judi leng anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Parlar Nainggolan dan ketiga rekanya. Rencananya hari ini, Senin (14/5) BAP keempat tersangka akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan. Keempat tersangka dijerat dengan pasal KHUPidana 303 bis.

Hal itu katakana Kanit Judi/Sila Reskrim Polresta Medan AKP Edi Safari kepada Sumut Pos, Minggu (13/5). “Berkasnya akan kita limpahkan Senin ini,” kata Edi saat dihubungi via telepon genggam.

Kata Edi, proses pengirim BAP Palar Cs sebelumnya sudah dilakukan Polresta Medan dengan mengirim SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan). Artinya, jika BAP keempat tersangka P21 (lengkap) oleh Kejari Medan maka keempat tersangka yang ditangkap di Lapangan Golf Martabe Tuntungan itu bakal siap untuk dipersidangkan.

Dalam kasus judi leng ini, sebenarnya Palar Nainggolan dan tiga tersangka lainnya tidak ditahan. Palar bahkan membantah bahwa dia terlibat dalam kasus perjudian itu. Namun Edi menilai itu merupakan haknya tersangka.

“Ya itu kan haknya dia (tersangka),” kata Edi. Ketika ditanya apakah Palar tertangkap tangan, Edi menjawab diplomatis. “Yang jelas, seperti itulah di lapangan,” jelasnya.

Bila nantinya terbukti di persidangan, Pasal 303 Bis siap menjerat Palar cs. Bila begitu, maka 4 tahun kurungan penjara mengancam Palar yang masih tercatat sebagai anggota DPRD Sumut ini.(gus)

Optimis Menang, Klaim Didukung 20 DPD

Anang Anas Azhar Mendaftar ke DPP BM PAN

MEDAN- Anang Anas Azhar (AA) MA resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumatera Utara ke Markas DPP BM PAN di Jalan Tebet Timur Dalam No 23 A, Jakarta Selatan (Jaksel), sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (12/5) malam.

Berkas pendaftaran Anang, diterima Wakil Ketua Umum DPP BM PAN yang juga Ketua Sterring Comitte (SC), Raji N Sitepu dan unsur DPP BM PAN lainnya. Anang AA didampingi tim pemenangan A3 for BM PAN Sumut, Ahmad Khairuddin.

Raji N Sitepu menyebutkan, pendaftaran Anang merupakan kandidat kedua yang mendaftar ke DPP BM PAN.
Dia mengatakan, pendaftaran kandidat ketua, dimulai 9 Mei dan berakhir 13 Mei 2012 sampai pukul 00.00 WIB. “Jika sampai jadwal yang ditentukan belum juga mendaftar, maka DPP BM PAN tidak mentolelirnya. DPP hanya menerima kandidat ketua yang melakukan pendaftaran ulang ke DPP,” kata Sitepu.

Raji N Sitepu mengungkapkan, setelah kandidat mendaftar, DPP BM PAN melakukan verifikasi berkas pendaftaran kandidat. DPP melakukan verifikasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), termasuk persoalan umur bagi kandidat yang mendaftarkan diri. Berdasarkan AD/ART, persyaratan administratif untuk calon ketua, umur maksimal 40 tahun.

Sementara, pelaksanaan Muswil IV BM PAN Sumut, berlangsung 15 Mei 2012, di Grand Antares Hotel Jalan SM Raja Medan. Dia mengatakan, jumlah peserta yang ikut dalam musyawarah wilayah (Muswil) tersebut, sebanyak 393 peserta, yang berasal dari perwakilan DPP, DPW BM, DPD dan DPC BM PAN se Sumut.

“Jumlah peserta ini tidak diubah lagi. Jumlah peserta sesuai dengan jumlah peserta pada Muswil BM PAN di Parapat,” kata Sitepu.

Usai mendaftarkan diri, kepada wartawan, Anang menyatakan optimis untuk memenangkan Muswil BM PAN di Medan. Anang mengklaim, sudah 20 DPD BM PAN dari 26 DPD BM PAN se Sumut memberikan dukungan untuk memilih Anang AA menjadi Ketua BM PAN Sumut periode 2012-2016.
“Insya Allah, saya tetap optimis. Saya bismillah untuk maju. Mudah-mudahan Muswil ini lancar dan tidak buntu lagi. Saya yakin, peserta Muswil akan lebih cerdas memilih dan menetapkan pilihan,” kata Anang.

Dia mengharapkan kepada seluruh peserta, khususnya yang ikut memberikan dukungan kepada dirinya, agar tetap mensukseskan Muswil BM PAN Sumut. “Kita tidak ingin Muswil ini deadlock lagi, kita semua sudah letih dan jenuh untuk persiapan Muswil ini. Karenanya, jangan lagi kita kotori dengan hal-hal yang tidak terpuji,” harap Anang.

Sekadar diketahui, Anang AA merupakan inisiator pembentukan BM PAN di Sumut bersama Ketua BM PAN Sumut pertama Besri Nazir. Ia juga pernah masuk dalam kepengurusan BM PAN Sumut periode 1998-2000.

Anang juga mantan Ketua DPD PAN Labusel, mantan Wakil Ketua DPW PAN Sumut, pernah memimpin PW Pemuda Muhammadiyah Sumut periode 2006-2010.

Saat ini bekerja sebagai Tim Ahli di DPRD Propinsi Sumut, Dosen Fisipol UMSU dan bekerja sebagai praktisi media di Medan.(ade)

Knalpot Bising, Dituding Geng Motor Dua ABG Diamuk Warga

MEDAN-Dua anak baru gede (ABG) pengendara sepeda motor,  Angga (23) dan Syahputra (22) babak belur dihajar warga, saat melintas di Jalan Mongonsidi tak jauh dari rumah makan siap saji KFC, Minggu (13/5) dini hari.  Akibatnya, keduanya mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke RS Bayangkara, di Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Keterangan yang dihimpun, Angga dan Syahputra berboncengan melintas di Jalan Mongonsidi dengan menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja warna biru bernomor polisi BK 2573 ABP. Kebetulan knalpot sepeda motornya bising. Warga yang melihat keduanya melintas berteriak dann menyuruh pelan. Namun, keduanya tak menghiraukannya dan tetap melaju. Kesal, warga sekitar yang sudah berjaga-jaga mulai dari jembatan hingga depan KFC pun meneriaki keduanya.

Warga kemudian mengejar dan menghentikan keduanya. Lalu kedua pemuda yang berboncengan tersebut dipukuli warga.

Beruntung seorang personel Polsekta Medan Baru melintas dan berhasil menyelamatkan kedua pemuda itu dari amukan warga. Tak berselang lama seorang anggota TNI AU tiba di lokasi dan berusaha menenangkan warga. Namun, warga tetap marah. Personel polisi terpaksa meletuskan peluru ke udara sebanyak 10 kali untuk membubarkan warga.

Wakapolsekta Medan Baru, AKP Tris Zeviansyah SIK, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Andi SIK, Kanit Lantas Polsekta Medan Baru, AKP Taslim bersama personel pun turun ke lokasi.  “Masih kita lidik dan kita saat ini sedang memintai keterangan saksi-saksi dan keterangan korban,” ucap Wakapolsekta Medan Baru, AKP Tris Zeviansyah didampingi Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Andi.

Syahputra mengaku, mereka baru pulang malam mingguan. Diterangkan Syahputra, mereka bukan anggota geng motor.

“Saya dan Angga bukan anggota geng motor. Saya baru pulang dari tempat teman saya di Binjai. Kami juga tak ada bawa senjata tajam dan kami juga tak ada memaki-maki mereka,” kata Syahputra.

Sementara itu, saat terjadi pemukulan, mobil Avanza warna hitam BK 1312 JR, yang dikemudikan oleh Tiur Nainggolan (25), warga Jalan Binjai, yang mendadak berhenti ditabrak becak bermotor BK 1512 CA, yang dikemudikan oleh Sultan Mayazli Mandai (53), warga Jalan Utama Medan.

Betor yang dikemudikan oleh Sultan terbalik. Melihat hal itu, warga pun langsung mendekati mobil dengan tujuan agar pemilik mobil segera turun dan menolong serta membawa pengemudi betor untuk berobat.

Melihat kerumunan warga, pemilik mobil yang kebetulan ditumpangi Mayor Sus Maria, Mia Agustia (PNS Kementerian Pertahanan TNI AU) dan Rosmini pun langsung tancap gas. Mobil pun melaju kencang meninggalkan kerumunan warga dan meninggalkan pengemudi betor.

Melihat hal itu, warga semakin beringas langsung menyerang mobil dengan kayu, batu dan hingga hancur. Mobil pun berhenti di depan KFC karena warga semakin ramai. Personel Polsekta Medan Baru yang ada di lokasi pun mengamankan mobil dan dibawa ke Mapolsekta Medan Baru.

Sementara itu, Mayor Sus Maria yang terlebih dahulu sudah turun dan mengaku dia petugas pun menelpon personel TNI AU. Tak berapa lama kemudian, tiga personel POM TNI AU pun tiba di lokasi. Setelah dilakukan pembicaraan, akhirnya Mayor Sus Maria selanjutnya dibawa ke POM TNI AU. Sekitar pukul 04.30 WIB, Mayor Sus Maria bersama dengan personel POM TNI AU dengan mengendarai mobil dinas milik POM TNI AU pun tiba di Mapolsekta Medan Baru. (jon)

Korban Tertimpa Pohon Dapat Bantuan

MEDAN-Pemko Medan berjanji akan memberikan bantuan terhadap korban yang tewas dan luka-luka, akibat tertimpa pohon sepanjang 15 meter yang tumbang di Jalan Kapten Sumarsono, Helvetia, Sunggal.

Namun, bantuan yang diberikan tersebut bukan dalam bentuk ganti rugi akibat peristiwa hujan deras disertai angin kencang.
“Jangan kepada korban yang terimpa, yang luka-luka saja kita bantu,” ujar Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Begitu juga Kadis Pertamanan, Erwin. Menurutnya, Pemko Medan akan memberikan bantuan setelah berkordinasi dengan kecamatan dan kelurahan.  “Pemko tetap membantu, akan kita koordinasikan dengan camat dan kurah, karena untuk kejelasannya pasti kita akan mendapat laporan dari camat yang akan kita teruskan ke Sekretariat Pemko Medan,” cetusnya.

Dijelaskannya, bantuan yang akan diberikan akan dikoordinasikan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Alam Kota Medan yang akan langsung melakukan pendataan terhadap korban.

“Jadi, Badan Penanggulangan Bencana Alam yang langsung memberikan bantuan setelah berkoordinasi dengan kita,” pungkasnya.
Ketua Komisi B, Surianda Lubis berharap Pemko Medan bertanggungjawab kepada korban yang tewas dan luka-luka.

“Masyarakat harus memahami karena pohon tersebut ditanami Pemko Medan. Bila sudah menimpa masyarakat, seharusnya ada bentuk tanggung jawab Pemko agar lebih manusiawi,” ucap Surianda.

Dijelaskannya, Pemko Medan harus mengevaluasi pohon yang ditanam agar mempunyai kekuatan saat ditiup angin kencang. (adl)

Cuaca Ekstrim, Rawan Penyakit Kulit

Cuaca ekstrim sedang melanda Kota Medan? Apa dampaknya bagi kesehatan? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson Siahaan dengan Kepala Puskesmas Pasar Merah, dr Syarifah Hanum Nasution.

Apa dampak cuaca ekstrim  dengan kesehatan?

Saat musim panas dan penghujan seperti saat ini penyakit kulit sangat rentan menyerang dan diminta kepada warga agar menjaga kebersihan tubuh. Penyakit kulit di musim panas dan penghujan yakni jamur, alergi, kutu air. Kalau untuk jamur, penyebabnya itu karena keringat dan suhu yang lembab. Selain ISPA, batuk, pilek dan demam.

Bagaimana mencegahnya?
Untuk mencegahnya kepada masyarakat agar lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tak hanya itu, kepada masyarakat juga harus memakai pakaian yang berbahan katun.

Berapa jumlah pasien yang konsultasi?
Untuk pasien yang konsultasi itu sekitar 30-40 orang per harinya. (*)

Kepling Digebuki Warganya

Fahrudin (60), Kepling V, Kelurahan Sidodadi, Medan Timur digebuki warganya sendiri. Tak senang Fahrudin melaporkan warganya ke  Mapolresta Medan.
Di hadapan polisi, Fahrudin mengatakan, kejadian itu terjadi ketika dirinya hendak mengutip uang iuran bulanan kepada sejumlah warganya.
Entah kenapa, ketika mengutip di rumah pelaku tiba-tiba saja pelaku marah-marah kepadanya.

“Memang ada iuran bulanan yang setiap bulan dikutip. Tapi entah kenapa kok dia marah-marah kepada saya,” jelas Fahrudin kepada polisi.
Melihat pelaku emosi, Fahrudin  melawan sehingga terjadi pertengkaran. Tapi, pelaku tiba-tiba memukul wajah Fahrudin. Beruntung, Fahrudin sigap. Tapi, pelaku, menarik tangan kiri Fahrudin, hingga mengalami luka cakaran.

Sayangnya, ketika ditanya nama pelaku, Fahrudin belum mendatanya karena tersangka warga baru. (gus)

Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos, CP Nainggolan Tantang Jhony

MEDAN-Perseteruan dua anggota Komisi C DPRD Medan terus memanas. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, CP Nainggolan menantang Jhony Nadeak dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) DPRD Medan untuk melapor ke BK DPRD Medan. Bukan itu saja, CP Nainggolan mempersilahkan untuk melaporkan kasus itu hingga ke pengadilan.

“Saya tidak khawatir. Kan saya sudah bilang, silahkan laporkan masalah ini ke jalur hukum. Silahkan saja,” kata CP Nainggolan melalui telepon selulernya kepada wartawan, Minggu (13/5).

Ditegaskannya, perseteruannya dengan Jhony Nadeak tidak ada berkaitan dengan persoalan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudbar) Kota Medan.

“Saya tegaskan, sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan RDP dengan Dispudbar. Apa lagi sampai pada persoalan membekingi tempat hiburan malam. Karenanya, kalau tidak senang dengan persoalan itu, saya persilahkan Jhony melanjutkan ke jalur hukum,” tegasnya.

Dijelaskan CP Nainggolan, Jhony sudah meminta maaf kepadanya secara langsung dengan disaksikan seluruh anggota Komisi C DPRD Medan.
“Saat itu ada rapat internal Komisi C, kan tak salah kalau saya menasehati adik saya. Karena secara usia, Jhony memang di bawah saya. Tapi mengapa di belakang saya, Jhony malah mempermalukan diri saya,” jelasnya.

Ketua Fraksi PDS DPRD Medan, Landen Marbun mempersilahkan agar Jhony melaporkan kasus tersebut hingga ke BK DPRD Medan. Sesuai dengan keinginan Jhony sendiri yang berencana melaporkan masalah ini ke BK DPRD Medan.

Ketua BK DPRD Medan, Roma Parulian Simaremare mengaku tidak bisa mengambil tindakan apapun, sebelum ada laporan secara resmi ke mejanya. (adl)

Berita sebelumnya: Jhony Nadeak Adukan CP Nainggolan ke BKDBKD

Bandar Narkoba Dituding Setor Sama Direktur Narkoba

Istri Mantan Wadir Narkoba Poldasu Buka-bukaan

MEDAN-Istri mantan Wadir Narkoba Poldasu, Rina Wandini mengaku kasus yang menimpa suminya karena Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewantoro tak senang dengan suaminya. Makanya, Direktur Narkoba pun menyusun strategi untuk menangkap suaminya.

“Seharusnya dia (Dir Narkoba Polda Sumut) ngaca dulu. Jangan jadi orang sok bersih,” ucapnya.

Rini pun buka-bukaan soal setoran bandar narkoba kepada Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewantoro. Menurutnya,penangkapan terhadap bandar-bandar narkoba pilih kasih. Pasalnya, ada beberapa bandar narkoba yang diduga memberi setoran kepada polisi tidak ditangkap.
Dijelaskan Rina, banyak bandar-bandar narkoba yang menyetor kepada Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto.

“Suami saya saja pernah bilang semua tempat hiburan, toko jamu bahkan bandar-bandar narkoba nyetor kepadanya,” jelasnya.
Ketika disingung siapa saja bandar yang menyetor kepada Dir Narkoba, Rina enggan membeberkannya.

Rina juga mengaku tes urine terhadap suaminya direkayasa. Ceritanya, katanya, tepatnya tanggal 15 Februari suaminya dites urine di Labfor Cabang Medan. Dengan dikawal Aiptu Marcos Sembiring suaminya diberi botol kecil bewarna bening. Suaminya pun memberikan urine kepada petugas labfor berpangkat Kompol.

Suaminya meminta agar botol urinenya diberi namanya agar tanda. Namun, polisi berpangkat Kompol tersebut hanya diam saja, sehingga suaminya kembali dibawa ke Reskrim Narkoba Polda Sumut untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Selang waktu dua hari kemudian, suaminya mendapatkan surat pengantar dan di dalam suratnya dinyatakan sebagai tersangka. Tanggal 24 Februari pihak Labfor Cabang Medan kembali melakukan tes urine suaminya di Labolatorium Klinik Thamrin dan hasilnya negatif.
“Nah, jelas ini rekayasa di sana 1 jam sudah keluar hasilnya,” kata Rina.

Sedangkan di Labfor selama 9 hari baru diketahuinya hasilnya dan dinyatakan positif.

“Jelas ini permainan, di sana 1 jam saja sudah diketahui hasilnya. Tapi di Labfor Polda 9 hari baru keluar hasilnya,” sambungnya.
Atas kejadian itu, Rina mengaku sudah melayangkan surat ke Kompolnas dan surat balasan sudah diterimanya tanggal 5 Maret lalu dengan nomor B/05/III/Kompolnas, perihal mohon perlindungan hukum dan keadilan serta obyektifitas permasalahan yang dihadapi serta memohon kepada Kapolri untuk melakukan audit di Labfor Cabang Medan. (adl)