Home Blog Page 13531

Rampok Gondol Mesin ATM BRI di Al Azhar

Diduga Berisi Hampir Rp1 M, Pihak Bank Tidak Merasa Rugi

MEDAN- Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Komplek Sekolah Plus Al Azhar, Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, dibawa kabur kawanan maling, Sabtu (12/5) sekitar Pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos, pelaku pembobolan ATM diperkirakan lebih dari tiga orang dan diduga membawa senjata api serta mengendarai mobil jenis pick up.

Dalam aksinya, pelaku menodongkan senjata api ke Bahtiar Ginting, penjaga malam sekaligus teknisi listrik. Bahtiar diancam dan diikat di pos jaga. Sementara tiga penjaga malam lain sedang berada di bagian belakang komplek sekolah. Setelah melumpuhkan Bahtiar, pelaku membongkar dan membawa pergi  mesin ATM.

“Kami dengar ATM itu baru diisi,” kata M Indra, security Sekolah Al Azhar.

Setelah itu, Bahtar bersama rekan petugas jaga malam melaporkan hal itu kepada pihak polisi. Jajaran Polsek Deli Tua yang melakukan identifikasi. Kapolsek Deli Tua Kompol SP Sinulingga menyatakan, empat penjaga malam, termasuk Bahtar Ginting, masih diperiksa di Mapolsek. “Soal kerugian akibat aksi perampokan ini belum diketahui, kita masih akan koordinasi dengan pihak BRI. Sejauh ini sudah 4 saksi yang kita diperiksa,” ujarnya.

Polsekta Delitua juga belum memaparkan detail perampokan itu karena masih mempelajari rekaman CCTV dari lokasi kejadian. “Yang pasti, mesin ATM dibawa kabur karena ATM terletak begitu saja dan tidak lengket,” sebut  SP Sinulingga.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki mendiduga, pelaku adalah kawanan rampok terlatih. “Kalau soal senpi, sama sekali gak ada yang ngelihat sama sekali. Gak ada saksi,” tuturnya. Soal jumlah pelaku, Yoris belum memastikan. “Gak bisa duga-duga, yang jelas lebih dari tiga orang,” akunya.

Yoris memastikan, penanganan perkara yang awalnya ditangani Polsekta Delitua akan diambil alih Polresta Medan.
Pimpinan BRI Wilayah Medan, Don Simatupang, mengaku pun belum bisa memastikan nilai uang yang berhasil dibawa perampok. “Karyawan kita masih mengecek,” ujarnya.

Kalau pun sudah ketahuan berapa nilainya, pihak bank memilih tidak akan mengungkapkannya ke publik. “Kalau dibilang, nanti banyak Mudharatnya. Nanti semua orang mau (berniat) mencuri ATM kita, dan kita tidak mau seperti itu,” jelasnya.

Sedangkan sumber koran ini yang bekerja di dunia perbankan menjelaskan, mesin ATM dapat menampung uang minimal Rp500 juta hingga Rp1 miliar, tergantung jenis mesin dan uang pecahannya.

Meski diduga ada uang ratusan juga di ATM, pihak BRI memastikan tidak mengalami kerugian. “Tidak ada kerugian, uang di ATM sudah diasuransikan,” sebutnya.

Pihak manajemen BRI hanya berharap pihak kepolisian bisa bekerja maksimal, agar pelaku perampokan secepatnya diringkus.

Pembobol Amatiran

Nursairani Simatupang Pengamatan Hukum dan Kriminolog Fakultas Hukum UMSU kepada Sumut. Menduga pelaku perampokan masih amatiran. “Ya, cukup aneh melihat aksi kawanan perampok ini. Biasanya pembobol ATM hanya mengambil uang, bukan mesinnya juga ikut dibawa kabur. Terlihat (mereka, red) masih amatir,” ungkapnya.

Nursani mengingatkan, biar pun uang di ATM sudah diasuransi, harus pihak Bank memperketat penjagaan dan pencegahan. “Mesin ATM terletak begitu saja, hal ini membuat orang mudah melakukan tindakkan kejahatan,” ujarnya.(gus)

Penuh Sesak di Tiga Kota, Smanses Kawinkan Gelar

Honda Development Basketball League (DBL) 2012

Kemarin (12/5) menjadi hari yang paling sibuk di Honda Development Basketball League (DBL) 2012. Kompetisi basket pelajar SMA terbesar di Indonesia itu melangsung final party untuk seri Sulawesi Selatan (Sulsel) serta opening party di untuk seri Jawa tengah wilayah selatan, serta Jawa Timur untuk region south.

Di Makassar, final party Honda DBL 2012 South Sulawesi Series yang berlangsung di GOR menjadi pesta bagi SMAN 11 Makassar. Tim putra dan putri Smanses, sebutan SMAN 11 Makassar sukses mengawinkan juara Honda DBL 2012 South Sulawesi Series.

Tim putri Smanses berhasil back to back champion setelah mengalahkan SMK Sandhy Putra 2 dengan skor telak 102-42. Sementara di game berikutnya tim putra Smanses mampu mengunci gelar juara usai menghentikan perlawanan dari SMA Dian Harapan Makassar dengan skor 80-66.

Keberhasilan tersebut membuat Smanses menjadi sekolah pertama di Sulsel yang mampu menyandingkan gelar juara putra dan putri Honda DBL. Sukses smanses makin terasa sempurna dengan keberhasilan dua pemainnya, Windasari Basir dan Muhammad Irfiansyah Fahrezi menjadi MVP putri dan putra Honda DBL 2012 seri Sulsel.

Pencapain tersebut langsung dirayakan oleh seluruh pemain dan offisial Smanses bersama ratusan suportenya yang memenuhi GOR Andi Mattalatta Makassar.”Akhirnya, mimpi kami terwujud. Dua gelar (putra dan putri, Red) bisa kami bawa pulang hari ini. Ini benar-benar luar biasa,” ucap Kurniawan coach Smanses.

Ketika Honda DBL 2012 seri Sulsel berakhir, kemarin justru menjadi awal dimulainya penyelenggaraan Honda DBL 2012. Yaitu pada seri Jatim untuk wilayah selatan di GOR Pertamina UB serta seri Jateng wilayah selatan yang berlangsung di Sritex Arena Solo.

Di Malang, suasana Opening Honda DBL 2012 East Java wilayah South kemarin (12/5) tak mau kalah heboh dengan opening wilayah North yang telah berlangsung Jumat 4 Mei lalu. Atmosfer kompetisi yang sengit berbaur dengan keriaan opening show dan suporter yang setia mendukung tim kebanggaan sekolahnya di GOR Pertamina UB.

Suguhan Shuffle Dance yang di remix dengan gerakan hip-hop oleh Street Soul Crew feat Malang Shuffle Community membuat sebagian penonton gatal untuk ikut bergerak rancak. Penonton juga gemas dengan aksi Si Det yang ikut tampil energik memainkan irama kaki.

Bahkan hingga menginjak game ke empat, jumlah penonton terus bertambah hingga tembus 3500 penonton. “Apresiasi penonton Malang sangat luar biasa, meskipun penonton tiap tim bergantian menempati tribun, tapi masih terlihat penuh sesak. Suasana meriah ini melebihi ekspektasi panitia,” pungkas Masany Audri Gultom.
Suasana tak kalah heboh juga terjadi ketika opening party Honda DBL 2012 Central Java Series-South Region dimulai di Sritex Arena Solo. Hampir 4.000 penonton bergantian memenuhi tribun Sritex Arena, khusus untuk menyaksikkan empat pertandingan pembuka.
Kemeriahan di opening party membuat kagum Jerry Lolowang, kapten tim Satya Wacana Salatiga yang hadir di Sritex Arena. Dia sangat mengapresiasi kompetisi sekelas Honda DBL untuk menjadi mata rantai perkembangan olahraga basket di Indonesia. (dik/nik/ira/puz/jpnn)
“Para pemain yang bermain di kompetisi ini merupakan masa depan bola basket nasional. Dari kompetisi ini akan muncul pebasket nasional yang bisa menembus NBL. dan saya harap even-even seperti ini bisa tumbuh dan bisa lebih mengembangkan olah raga bola basket di seluruh indonesia” jelasnya.(dik/nik/ira/puz/jpnn)

Cikal Garuda dan SPM Berbagi Poin

Piala Specs 2012 

MEDAN- Laga seru tersaji di lanjutan turnamen Piala Specs 2012 yang berlangsung di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (12/5). Sekolah Sepak Bola (SSB) Cikal Garuda harus puas berbagi angka dengan SSB Surya Putra Marindal setelah bermain seri dengan skor 2-2.

Kedua gol SSB Cikal Garuda tercipta Suharta di menit 53 dan 66, sedangkan gol SSB SPM diciptakan Singgih di menit 15 dan 42. Sementara, wasit terpaksa mengeluarkan kartu kuning untuk M Iqbal dari SSB Cikal Garuda.

Di awal babak pertama, anak-anak Cikal Garuda yang dilatih mantan pemain PSMS Coly Musrun langsung berusaha menekan pertahanan SPM. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun sayang belum menghasilkan gol.

Namun karena keasyikan menyerang, akhirnya Cikal Garuda kebobolan lebih dulu lewat gol striker SPM Singgih di menit 15 setelah memperdaya kiper Sanar Rafli.

Melihat anak asuhnya tertinggal satu gol, Coly Misrun tak henti-hentinya memberi instruksi dari pinggir lapangan. Namun sayang, bukannya memperkecil ketertinggalan, sebaliknya gawang Cikal Garuda yang dikawal Sannar Rafli kembali bergetar di menit 42 setelah Singgih melepaskan tendanga keras, sehingga merubah kedudukan menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, anak-anak Cikal Garuda berambisi memperkecil ketertinggalan. Mereka tak henti-hentinya melancarkan serangan dan menguasai jalannya pertandingan. Tak sedikit peluang mereka ciptakan dan nyaris menciptakan gol.

Akhirnya, upaya anak-anak Cikal Garuda memperkecil ketertinggalan berhasil. Di menit 53, Suharta mampu mengecoh barisan pertahanan SPM dan melesakkan bola ke gawang SPM. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan SPM.

Berhasil memperkecil ketertinggalan, anak-anak Cikal Garuda semakin bersemangat. Mereka terus-menerus mengurung daerah pertahanan SPM. Di menit 66, Suharta kembali sukses mengetarkan jala gawang SPM yang dikawal David. Skor pun menjadi 2-2. Hingga wasit Zainal Abbidin meniup peluit panjang, skor tak berubah.(mag-10)

Payah Menang

Persija VS PSMS

MEDAN- Krisis kemenangan belum juga beranjak dari PSMS. Namun tak ada opsi lain selain melahap sisa laga di Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012 dengan poin maksimal. Duel selanjutnya cukup berat menantang Persija Jakarta di Stadion Wilis Madiun, Minggu (13/5) sore ini.

Posisi PSMS saat ini memang jauh dari membanggakan. Dari 15 laga yang telah dilakoni PSMS baru mengoleksi dua kemenangan. Sisanya PSMS menambah angka lewat empat hasil imbang. Sisanya sembilan kali PSMS nirpoin. Jumlah terbanyak diantara 12 peserta IPL. Belum lagi produktivitas gol yang minim.
Melihat situasi ini, PSMS tentu tak boleh tersandung lagi. Namun untuk memenuhi target yang diinginkan pasukan Fabio justru dibayangi kelelahan dan skuad yang tidak lengkap. Pasca menjalani lawatan ke Padang dan Banda Aceh, PSMS kini harus menempuh perjalanan panjang lewat jalur darat ke Madiun. Tak kurang durasi 13 jam harus dilalui Vagner Luis cs. Durasi yang sama ketika menempuh perjalanan darat ke Banda Aceh saat berduel dengan Persiraja di Piala Indonesia. Dengan fakta ini, untuk menang di kandang lawan tentu bukan pekerjaan mudah.

“Kami kelelahan menjalani tiga laga dalam sepekan. Kami memang tidak menggelar latihan dalam seminggu terakhir kecuali ujicoba stadion,” ujar Pelatih PSMS, Fabio Lopez kemarin.

Derita PSMS bertambah dengan skuad yang terancam pincang tanpa beberapa pilar. Julio Cesar Alcorse masih absen karena cedera. Andea Abubakar dan Sutrisno harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Sementara Jecky harus bergabung dengan seleksi timnas senior untuk menghadapi turnamen di Palestina.

“Kami tidak akan diperkuat empat pemain inti. Kondisi ini membuat kami tidak punya banyak pilihan selain pemain pengganti. Tapi saya yakin mereka pemain yang bisa diandalkan,” ujar Mantan pemandu bakat Fiorentina itu.

Kali ini tugas berat dibebankan kepada Vagner Luis dan Goran Gancev untuk mengawal Emanuel De Porras, striker andalan Persija.  “Vagner dan Gancev yang akan mengawal De Porras. Dia tidak boleh berdiri bebas,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Khaidir.

Untuk lini depan, PSMS berharap pada trio striker pelapis. Asa menggetarkan jala lawan kini ada pada Rinaldo, Marwin dan Heri Swandana kali ini
Pun demikian peluang menjinakkan Macan Kemayoran tetap terbuka. Apalagi anak asuh Toyo Hartoyo tak selalu menang di kandang. Dua kali kekalahan dan tiga hasil imbang menodai catatan Persija di kandang. Namun PSMS harus mewaspadai kebangkitan Persija. Kemenangan telak atas Persijap 6-1 di Madiun menandakan De Porras cs sudah bangkit. Ketajaman De Porras kembali terbukti dengan dua golnya dan menggenapkan jumlah gol di klasemen menjadi delapan. (mag-18)

PSMS U-21 Hidupkan Asa Lolos

MEDAN- Asa PSMS U-21 untuk lolos dari grup D Liga Indonesia U-21 masih tetap terjaga. Kemenangan atas PSAP Sigli 2-1, Jumat (11/5) malam di Jakarta membuat tim besutan Zulfitri dan Zefrizal ini mengoleksi tujuh angka. Berselisih dua angka dari PSAP yang masih kokoh di peringkat dua dengan koleksi sembilan angka.

Ini merupakan kemenangan kedua PSMS U-21 atas PSAP U-21. Sebelumnya saat berlaga di Medan, PSMS U-21 juga mencatat kemenangan 3-0. Caretaker PSMS U-21, Zulfitri memuji perjuangan anak asuhnya. Apalagi laga tersebut merupakan hidup mati bagi PSMS U-21. Jika kalah, PSMS U-21 dipastikan tersingkir.

“Kami menjaga peluang lolos. Anak-anak bermain baik dan pantang menyerah. Kapten kami Luis Irsandi sampai mengalami cedera di bagian hidung, berdarah. Kami masih percaya tetap ada peluang lolos meski kecil,” ujarnya saat dihubungi dari Medan kemarin.

Namun nasib PSMS bergantung pada hasil duel Persija dan PSAP. Zulfitri berharap Persija yang sudah memastikan lolos tetap main fight untuk menang. Atau jikapun seri, PSMS harus punya rekor gol yang lebih baik jika sukses menundukkan PSPS U-21 di laga terakhir Senin (14/5) mendatang.
Dengan hasil ini, lanjutnya, pertandingan terakhir Senin (14/5) mendatang lawan PSPS menjadi penentu.

“Persija memang sudah mengantogi tiket. Tapi kami harap mereka tetap bermain maksimal.Kami memang berharap banyak pada hasil pertandingan itu. Sehingga di laga malam harinya anak-anak lebih termovitasi lagi,” jelasnya.

Zulfitri juga berharap anak asuhnya fokus untuk memenangkan laga hidup mati kontra PSPS.
“Kami juga tentu harus fight. Kalau selisih gol memang akan cukup menentukan tapi kami tidak mau terlalu memikirkan itu. Yang penting anak-anak mau berjuang untuk menang,” pungkasnya. (mag-18)

Kader Partai dan Fans

Oleh: TOGA M SIAHAAN
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Beberapa waktu belakangan, suhu politik di Sumatera Utara perlahan menghangat. Para prnguru parpol sibuk konsolidasi, hingga ada yang gontok-gontokan. Maklum, jadwal pesta demokrasi terbesar di provinsi ini suah kian dekat.

Pilgubsu memang baru akan berlangsung April tahun depan. Tapi prosesnya sudah menggeliat. Harus, supaya jadwal bisa terlaksana. Selain itu, persiapan yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan di setiap kompetisi.

Menarik juga melihat kiprah beberapa ‘tokoh dadakan’ yang bersiap dan dipersiapkan maju dalam pilgub dan upaya mereka mendongkrak popularitas instan. Tiba-tiba merasa dekat dengan rakyat. Cara yang paling manjur, menyebar uang dengan bungkusan macam-macam kegiatan. Tujuannya cuma satu, meraih simpati pemilih.

Bagi rakyat, lumayan lah, tiba-tiba banyak tokoh yang peduli masyarakat kecil, melebih hari-hari sebelumnya. Kaum marjinal dan golongan menengah menjadi target para calon dan tim sukses untuk digarap. Bukan apa-apa, jumlahnya memang paling banyak dan dikira paling mudah ‘dipengaruhi’ dengan perhatian sesaat. Dalam konteks wajar, siapa yang tak mendapatkan perhatian. Jarang-jarang sih.…

Soal pengambilan keputusan di bilik suara, ada keyakinan, rakyat akan bersikap kalau itu masalah nanti. Ada keyakinan, rakyat-rakyat itu, sebagai pemegang kedaulatan dalam pemilihan, tak mudah dipengaruhi dengan cara instan.

Oke lah, itu upaya mereka, para calon-calon penentu kebijakan. Terserah mereka bagaimana caranya menaikkan elektabilitas. Asal tidak melanggar etika dan norma, biarkan saja. Rakyat juga sudah pintar, tidak gampang dikelabui.
***
Mengamati upaya para politisi menggaet perhatian pemilik suara, jadi menggelitik bila dibandingkan dengan apa yang dilakukan penyanyi terkenal maupun klub sepakbola elit dengan fansnya. Apapun yang dibuat politisi mencuri perhatian kader partainya, rasanya tak mampu mengalahkan loyalitas fans sepakbola atas klub kebanggaannya atau fans biduan dan band terkenal itu.

Indikatornya, bisakah politisi atau parpol mengumpulkan massa tanpa harus mengeluarkan uang? Itu gampang saja bagi penyanyi terkenal atau klub sepakbola elit. Tinggal buat konser atau mengikuti pertandingan reguler, dijamin aliran massa akan meluber. Fans pun sangat tidak keberatan bila harus merogoh kocek dan mengeluarkan uangnya. Loyalitas dan kesetiaan mereka juga biasanya bertahan lama. Tak jarang diturunkan dan ditularkan pada orang-orang di sekitar mereka. Itu karena mereka tumbuh dan berkembang bersama dan dengan dukungan fansnya.
Apa yang salah dengan partai politik? Tak adakah lagi figur yang memiliki magnet seperti Soekarno?

Entahlah. Yang jelas, penyanyi, grup band maupun klub sepakbola akan berusaha menghibur fans nya. Karena itulah hakikat keberadaan mereka.
Dan baiknya sih, parpol dan politisi itu bisa membuat sejahtera rakyat yang diwakilinya. Setidaknya, menjalankan fungsi awal sebagai mana mestinya. Bukan malah melakukan penyimpangan yang terang-terangan, mengambil kebijakan yang dengan sadar mengakomodir segelintir pemodal dan melukai hati rakyat yang diwakilinya. (*)

Terlalu Pede, Pilot Manuver Berbahaya

Bukti bahwa pilot Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100), Alexander Yablontsev terlalu pede dalam melakukan manuver-manuvernya saat penerbangan gembira (joyflight) makin kuat. Gerakan pilot senior yang disebut sebagai Godfather-nya Sukhoi Superjet itu dianggap berbahaya.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu yang menilai banyak kejanggalan dalam penerbangan yang dipiloti mantan kosmonot itu. Dia mengaku heran mendengar pilot menurunkan ketinggian dengan cepat dari 10 ribu kaki ke 6 ribu kaki. “Sangat tidak lazim dalam joyflight menurunkan ketinggian setajam itu dalam sekali gerakan. Itu kan cuma butuh 40-45 detik,” ujarnya.

Biasanya dalam penerbangan gembira, pilot akan berusaha membuat penumpang senyaman mungkin. Bahkan diusahakan penumpang bisa makan minum dengan tenang tanpa ada goncangan. Dalam joyflight Rabu lalu (9/5), Yablontsev nampaknya ingin mendekati Landasan Udara Atang Sanjaya. “Tapi kalau turunnya drastis, penumpang belakang bisa mual, tidak nyaman,” katanya.

Keputusan itu juga dianggap janggal oleh pilot Indonesia. Pasalnya sudah umum bahwa 25 mil kearah selatan Bandara Halim Perdanakusumah, pilot Indonesia akan menghindari terbang rendah. Para pilot Indonesia menyebutnya dengan istilah MSA (Minimum Safety Altitude) atau Ketinggian Aman Minimal. “Kearah selatan itu kita (pilot lokal) MSA-nya dibawah 6900 kaki, dibawah itu cuaca unpredictable (tidak bisa diprediksi),” ungkapnya.

Oleh karena itu Manotar meminta KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk menyelidiki lebih lanjut mengapa pilot tiba-tiba memutuskan untuk turun begitu drastis, apakah karena obstacle (hambatan) atau memang ingin menikmati pemandangan di pegunungan Salak. “ATC (Air Trafic Control) memberi izin karena memang kawasan udara di Atang Sanjaya sudah steril, tidak akan ada pesawat lain,” lanjutnya.

Yang cukup mengherankan, ketika berada 6.000 kaki diatas Lanud Atang Sanjaya, pilot meminta izin orbit (memutar) kearah kanan. Permasalahannya, apakah belok ke kanan itu masih di atas Lanud Atang Sanjaya? Ternyata tidak, pesawat malah menuju arah pegunungan Salak. “Antara Lanud Atang Sanjaya ke Gunung Salak itu memang cukup dekat hanya tujuh mil, kalau pakai Sukhoi paling satu menit,” tandasnya.

Manotar menilai Yablontsev sengaja membawa penumpang ke atas pegunungan menunjukkan kelincahan manuver pesawat buatan Rusia itu. Keputusan itu dinilai berisiko karena cuaca pegunungan dikabarkan sedang diselimuti kabut tebal.

Kemungkinan, kata Manotar, pilot Yablontsev sengaja ingin menikmati pemandangan di pegunungan Salak terlebih dahulu. Oleh karena itu dia meminta KNKT untuk menyelidiki apakah pesawat itu sengaja keluar dari zona aman diatas Lanud Atang Sanjaya? “Kemungkinan pilot itu terlalu pede, pengen bermanuver, padahal tidak mengenal medan. Apalagi saat itu tidak didampingi pilot lokal,” tandasnya.

Deputi Manager Senior Angkasa Pura II, Mulya Abdi mengakui bahwa selama penerbangan joyflight kedua itu, pilot tiga kali melakukan komunikasi dengan ATC (Air Trafic Control). Pertama saat melakukan take off dari bandara Halim Perdana Kusuma. Kedua, saat meminta izin turun dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6 ribu kaki, dan Ketiga saat meminta orbit (memutar) ke kanan,”ATC mengizinkan karena masih di area aman penerbangan,” tandasnya.
Pilot senior Jeffrey Adrian menambahkan, semua pihak harus belajar banyak dari peristiwa kecelakaan SSJ 100. Salah satu yang harus menjadi pelajaran adalah jangan sampai pilot asing yang belum mengerti medan dan kondisi penerbangan di tanah air dibebaskan untuk melakukan berbagai manuver penerbangan.

“Kedepan, seharusnya pilot asing harus didampingi co-pilot lokal yang mengerti benar kondisi wilayah dan penerbangan di sini (Indonesia),” kata Jeffrey dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin.

Pria yang sudah 15 tahun berpengalaman sebagai pilot Garuda Indonesia itu menduga pilot Alexander belum memahami medan dengan baik. Meksi begitu, kata dia Alexander sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengikuti aturan yang berlaku.

Jeffery mengaku dirinya banyak memiliki pengalaman terbang di sela-sela pegunungan dengan ketinggian dibawah 6 ribu kaki. Terutama saat terbang di pegunungan Jaya Wijaya Papua. Dia berhasil melintasi pegunungan tersebut karena hafal dan paham benar dengan medan.

Sementara itu pengamat penerbangan Samudra Sukardi mengatakan, mayoritas teknologi ATC di bandara-bandara Indonesia sudah usang. Menurutnya, teknologi ATC sudah jauh tertinggal dengan teknologi pesawat yang kecanggihannya tidak bisa dibendung. “Jangankan di bandara daerah, di bandara ibukota seperti (Bandara) Soekarno Hatta saja teknologinya harus segera diperbaharui,” katanya.

Selain masalah teknologi, Samudra juga menyorot soal jumlah sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di ATC kurang. Kata dia, kekurangan jumlah sumber daya manusia mengakibatkan para petugas yang ada harus bekerja melebihi waktu yang seharusnya. Akhirnya mereka kelelahan dan tidak berkonsentrasi. Padahal untuk mengatur lalu lintas penerbangan, petugas ATC harus memiliki konsentrasi tinggi. (wir/kuh/jpnn)

Frekuensi Sering Terganggu Lagu Dangdut atau Phone Sex

Jeffrey Adrian, Pilot Senior Garuda, tentang Kerawanan Penerbangan di Indonesia yang Dianalogikan ’’Neraka’’

Banyak pilot, terutama pilot asing, yang menganggap wilayah udara Indonesia bak neraka. Frekuensi sering terganggu, bahkan tak jarang blind spot.

PARA pilot yang melintas kawasan udara Indonesia kerap mendapat sajian musik tak “terduga.” Tiba-tiba saja ada musik dangdut, jazz, atau jenis musik lain nyelonong masuk ke frekuensi penerbangan. Sumbernya, frekuensi radio penyiaran.

“Kejadian seperti itu sering banget,” kata pilot senior Garuda Indonesia Jeffrey Adrian di Jakarta kemarin (12/5).

Pria yang kini menempuh pelatihan menjadi pilot Red Bull Air Race di Boston itu mengaku, saat masih aktif menjadi pilot komersial Garuda Indonesia, sudah akrab dengan gangguan seperti itu. “Bagaimana nggak kaget, sedang konsentrasi tiba-tiba dengar dangdutan,” imbuhnya lantas ngakak.

Menurut dia, musik tersebut berasal dari frekuensi radio penyiaran umum yang sangat kuat sehingga merembes ke frekuensi penerbangan yang seharusnya aman dari segala gangguan. Dia menduga, saat ini banyak sekali perusahaan radio yang bersaing dengan menguatkan frekuensi penyiaran. “Seharusnya mereka (perusahaan radio) memperbanyak pemancar, jangan menguatkan sinyal,” imbuhnya.

Tentu saja itu sangat mengganggu konsentrasi pilot. Apalagi, jika pilot sedang berkomunikasi dengan petugas air tower centre (ATC). “Jadi, kami harus lebih berkonsentrasi,” imbuh pria yang meraih predikat pilot dari South Wind Flight Academy di Houston, Amerika Serikat (AS), dua tahun sebelum bekerja di Garuda Indonesia itu.

Bukan hanya radio penyiaran yang kerap nyelonong. Percakapan-percakapan telepon seluler pun masih sering bocor. Bahkan, dia pernah mendengarkan pembicaraan phone sex saat mengendalikan pesawat.

Yang lebih mengerikan, Jeffery mengaku beberapa kali kehilangan sinyal sama sekali alias blind spot. “Inilah yang membuat wilayah penerbangan kita dijuluki wilayah neraka. Kalau sudah masuk ke wilayah Indonesia, pilot asing mengatakan, “kita masuk ke wilayah neraka”,” imbuhnya.

Karena itu, sangat penting bagi penumpang agar mematuhi peraturan untuk mematikan alat-alat elektronis selama terbang. Terutama pada saat pesawat hendak lepas landas dan mendarat. Sebab, itu adalah waktu krusial untuk sang pilot.

Meski begitu, kata dia, semua pilot sudah dibekali persiapan menerbangkan pesawat dalam kondisi sesulit apa pun. Jadi, meski mengalami kendala sulit, pilot harus bisa mengendalikan dan menerbangkan pesawat dengan selamat. Kata dia, pilot tidak mungkin pasrah dengan apa yang dialami.

Jeffrey pun berharap peristiwa kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak untuk membenahi dunia penerbangan tanah air.

Bukan hanya pemerintah dan maskapai penerbangan yang harus membenahi diri. Kesadaran masyarakat untuk membuat transportasi udara aman juga mesti ditingkatkan. (*c2/ttg)

Clippers-Grizzlies Harus Tujuh Game

LOS ANGELES-Sempat tertinggal 1-3, Memphis Grizzlies kini berhasil memaksakan Los Angeles Clippers menjalani game ketujuh. Beberapa saat lalu, Grizzlies berhasil memetik kemenangan untuk membuat skor sama kuat 3-3.

Berlaga di Staples Center, Sabtu (12/5) siang WIB, Grizzlies memetik kemenangan dengan skor tipis 90-88. Hasil ini membuat mereka bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan memaksakan digelarnya game penentuan.

Pertandingan antara Grizzlies vs Clippers berlangsung sengit sejak kuarter awal. Adalah tim tamu yang pertama unggul dengan 25-16, namun selepas kuarter ketiga tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 66-66.
Clippers bahkan balik unggul delapan poin saat kuarter keempat masuk separuh waktu. Namun Grizzlies bisa bangkit dan merenut 10 poin beruntun.  Di akhir laga tim tamu pun menang tipis 90-88.

Kemenangan ini membuka jalan Grizzlies lolos ke babak berikutnya. Game ketujuh akan digelar di kandang mereka, FedExForum, Memphis, pada 14 Mei WIB.

“Kami sama sekali tak membiarkan tekanan mereka mengganggu kami, seperti terjadi di pertandingan sebelumnya,” sahut point guard Grizzlies, Mike Conley usai pertandingan.
“Mereka sangat bagus dalam menekan, tapi kami berhasil menjaga bola, mengopernya pada pemain besar kami yang akhirnya memenangkan pertandingan,” lanjut dia dikutip dari Yahoosports. (bbs/jpnn)

Bercita-cita Bangun Rumah Sakit Wakaf

Dr Suhrawardi K Lubis SH SpN MH, Pembantu Rektor UMSU

Pembantu Rektor (Purek) II Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr Suhrawardi K Lubis, SH, SpN, MH baru saja menyelesaikan Program Doktor dari Universiti Sains Malaysia (USM). Seperti apa keseharian dan ambisi pria yang dikenal ramah dan mudah senyum itu.  Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Faliruddin Lubis dan Kesuma Ramadhan.

Selamat Anda sudah meraih gelar S3. Konsentrasi disertasi anda tentang wakaf, bisa diceritakan?

Perasaan saya begitu memperoleh gelar Doktor dari Universiti Sains Malaysia (USM) tentunya pertama sekali saya mengucapkan Syukur Alhamdulillah, sebab apa yang saya cita-citakan selama ini sudah dikabulkan Allah SWT. Selain itu tentunya saya sangat senang  karena memiliki bidang keilmuan dan keahlian di bidang “Pembangunan Berteraskan Islam” yang Insya Allah dapat bermanfat bagi agama, nusa dan bangsa.

Apalagi keahlian saya menyangkut wakaf, khususnya wakaf uang. Saya terobsesi sekali mendayagunakan wakaf untuk pembangunan, antara lain saya bercita-cita mendirikan Rumah Sakit Wakaf yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat (tanpa membedakan suku, agama dan ras). Berdirinya Rumah Sakit Wakaf ini sekaligus membuka peluang kepada semua orang, terutama para dokter untuk mewakafkan sebahagian waktunya untuk investasi akhirat.

Tampaknya Anda pendidik yang religius. Bagaimana caranya menyelaraskan dunia yang  berbeda ini?

Dunia pendidikan merupakan dunia keluarga saya, ayah saya almarhum Kalim D Lubis merupakan seorang guru baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Sebagai putra seorang guru tentulah bidang pendidikan merupakan bidang profesi yang menarik bagi saya. Selain itu secara agama, seorang pendidik itu sangat mungkin memperoleh “Ilmu yang Bermanfaat” karena dapat mencerdaskan masyarakat. Dengan begitu sekaligus diperoleh ganjaran pahala dari Allah SWT secara terus menerus.

Sejauh mana dunia pendidikan mempengaruhi hidup Ada ?

Insya Allah saya akan tetap bergelut di dunia kampus, sebab dunia kampus merupakan dunia yang sudah saya geluti semenjak lama dan sudah mendarah daging bagi saya. Apalagi menulis dan mengajar merupakan kehidupan saya.

Dukungan orang keluarga, istri dan anak-anak?

Tentu mereka sangat mendukung, sebab mereka juga orang-orang yang bergelut di dunia pendidikan, istri saya juga sebagai seorang dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU, anak-anak saya juga semuanya masih dalam pendidikan. Sebagai keluarga yang bergelut di bidang pendidikan, tentu mereka sangat mendukung sekali.

Selain anak istri, siapa yang paling berperan sehingga Anda menjadi seperti sekarang ini?

Yang paling berperan tentunya kedua orangtua saya, yaitu almarhum ayah saya Kalim D Lubis dan almarhumah ibu saya Nurhalimah. Selain itu tentulah keluarga saya dan teman-teman di lingkungan keluarga besar Muhammadiyah Sumatera Utara dan Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Anda setuju bahwa banyak akademisi cuma menang di gelar saja, tapi lemah dalam kemampuan analisinya?

Tentu ada juga yang memiliki kemampuan analisis yang baik. Namun tidak dapat dipungkiri banyak di antara akademisi yang kurang memiliki kemampuan analisis. Buktinya banyak diantara akademisi kita di Sumatera Utara hanya senang mengajar saja dan kurang (bahkan tidak) menulis, sehingga tidak memiliki karya tulis. Mereka terpaksa menulis hanya untuk kepentingan menyelesaikan pendidikan S1, S2 atau S3 saja (hanya sekadar kerja paksa). Setelah itu hanya mengajar dan mengajar saja. Padahal, seorang akademisi itu memiliki tugas mengajar, menulis dan meneliti. Kalau tiga tugas tersebut tidak dilaksanakan secara bersamaan, sebenarnya tidak layak disebut sebagai akademisi.

Bicara kehidupan intelektual Medan saat ini, apakah sudah dalam tataran praktis, atau masih sebatas teori?

Menurut saya intelektual di Medan saat ini memang tidak banyak yang bergerak dalam tataran praktis, lebih banyak diantara mereka sebatas teoritisi saja. Padahal, semestinya seorang intelektual itu juga menerapkan ilmunya sesuai bidang keahlian yang dimiliki. Sehingga kemampuan intelektual yang dimiliki tersebut dapat berguna bagi pembangunan masyarakat, bukan sekadar dinikmati sendiri. (*)

Koleksi 1.000 Buku

Sebagai seorang akademisi yang masih aktif di dunia pendidikan, Suhrawardi K Lubis terus menelurkan karya-karya yang bernilai akademik. Setidaknya, lewat kecintaanya akan menulis dan membaca, Suhrawardi kini telah menulis enam buku bernilai akademik yang kerap dijadikan referensi bagi para akdemisi di Indonesia khususnya di kota Medan.

Bahkan, dari pengakuan pria yang masih aktif menjabat sebagai Pembantu Rektor II di UMSU ini, dirinya bahkan telah memiliki 10 ribu buku untuk koleksi pribadinya.

Selain memiliki kecintaan terhadap buku bernilai akademik, Suhrawardi ternyata juga memiliki sejumlah buku humor untuk dibaca dalam upaya mengurangi kepenatan atas padatnya jadwal yang harus dilaluinya.

“Agar seluruh buku tetap terawat, saya sengaja menyiapkan sebuah ruang pribadi untuk penyimpanan buku. Diharapkan buku ini nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain,”ucapnya.

Tak sampai disitu saja, ternyata dibalik kesibukannya yang teramat padat, Suhrawardi K Lubis masih memiliki waktu untuk bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Terbukti, setiap sebulan sekali tak jarang Suhrawardi mengajak keluarga untuk kumpul bareng sembari menikmati keindahan kota dan menikmati kuliner jajanan Kota Medan.

“Walaupun sibuk tapi keharmonisan rumah tangga tetap menjadi prioritas hidup saya. Bahkan kalau saya tidak keluar kota, seminggu sekali biasanya saya dan keluarga mengunjungi salah seorang anak saya yang tengah menjalani pendidikan di pondok pesantren,”ungkapnya.
Kini, bagi pria yang baru saja menggapai gelar S3 nya di Malaysia ini, bisa terus eksis dan melahirkan karya-karya kereatif dan inofatif demi kemajuan peradaban bangsa, adalah misi yang diemban dan tak luntur dimakan zaman. (uma)

DATA DIRI

  • Nama    :    Dr Suhrawardi K Lubis, SH, SpN, MH
  • Lahir    :    Batang Natal, 15 Juni 1962
  • Alamat    :     Jalan Belat Nomor 69 Medan
  • Telepon    :     (061)6617304
  • HP     :     0816332335
  • Tercatat Sebagai Anggota Muhammadiyah di Ranting Al-HilalCabang Sidorame Timur, Kota Medan, Sumatera Utara
  • Nama Istri     :     Dra. Latifah Hanum Almadany
  • Aktivitas Istri dalam Muhammadiyah / Ortom Muhammadiyah :
    Sebagai Pengurus Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara.

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • Sekolah Dasar Negeri di Silayang Pasaman Barat
  • Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah di Silaping Pasaman Barat
  • Madrasah Aliyah Muhammadiyah di Silaping Pasaman Barat
  • Sarjana Hukum Fakultas Hukum UMSU di Medan
  • Spesialis Notariat Fakultas Hukum USU di Medan
  • Magister Hukum PMIH Univ.Muhammadiyah Jakarta
  • Program PhD di USM Malaysia

RIWAYAT PEKERJAAN

  • Guru SD Muhammadiyah (1982)
  • Tata Usaha FKIP UMSU (1986)
  • Dosen Fakultas Hukum UMSU Medan (1987-sekarang)
  • PD-III Fakultas Keguruan II Pendd.UMSU(1987-1989)
  • PD-III Fakultas Hukum UMSU (1989-1991)
  • PD-I Fakultas Hukum UMSU (1991-1997)
  • Dekan Fakultas Hukum UMSU (1996-2005)
  • Pembantu Rektor II UMSU ( 2004-sekarang)

KEGIATAN ORGANISASI DI MUHAMMADIYAH

  • Ketua Ranting IPM MAM di Silaping (1979)
  • Ketua Komisariat IMM Fakultas Hukum UMSU (1984)
  • Ketua Dep.Hukum dan Per.UU PWPM Sum.Utara(1987
  • Ketua Majlis Wakaf & Kehartabendaan PCM Perumnas Mandala II (1988).
  • Anggota Majlis Tabligh PWM Sum. Utara (1987)
  • Ketua LABDA Majlis Tabligh PWM-SU (2000)
  • Ketua Lembaga Penegakan Hukum Dan HAM PWM-SU (2001).
  • Ketua Lembaga Hikmah PWM-SU (2004)
  • Pembina Bidang Hukum PWM-SU (2004)
  • Wakil Sekretaris PWM-SU (2005-2010)
  • Bendahara PWM Sumatera Utara (2005-2010)
  • Wakil Ketua PWM Sumatera Utara (2010-2015)

KEGIATAN ORGANISASI DI LUAR MUHAMMADIYAH

  • Ketua PGRI Cabang UMSU
  • Ketua Koperasi Syariah Al Batahany
  • Wakil Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris Deli Serdang (2007-2009).
  • Anggota INI Deli Serdang
  • Anggota IPPAT Deli Serdang
  • Wakil Ketua Dewan Mesjid Indonesia Sumatera Utara (2007-2011).
  • Ketua Umum HIMNI Sumut

KARYA TULIS (BUKU-BUKU)

  • Etika Profesi Hukum, diterbitkan oleh Penerbit Sinar Grafika Jakarta.
  • Hukum Waris Islam (Lengkap dan Praktis), di- terbitkan oleh Penerbit Sinar Grafika Jakarta
  • Hukum Perjanjian Dalam Islam, diterbitkan oleh Penerbit Sinar Grafika Jakarta.
  • Hukum Ekonomi Islam, diterbitkan oleh Penerbit Sinar Grafika Jakarta.

KUNJUNGAN LUAR NEGERI

  • Arab Saudi     :    (Melaksanakan Haji)
  • Malaysia     :    (Studi)
  • Thailand     :    (Study Banding)