Home Blog Page 13557

Presentasi Berbuah Hadiah Berangkat ke Luar Negeri

Tiga Mahasiswi IPB Bikin Beras Analog Pengganti Beras Otentik

Keberhasilan IPB membuat beras analog mendapatkan apresiasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Beras sintetis itu diharapkan mampu meringankan ‘beban’ beras alami sebagai makanan pokok rakyat Indonesia.

M. DINARSA KURNIAWAN, Bogor

Tanggal 17 April 2012 adalah hari bersejarah bagi Annisa Karunia dan dua rekannya, Suba Santika Widara dan Yulianti. Ketiganya mahasiswi Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB Bogor. Malam itu mereka mendapatkan apresiasi istimewa dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Annisa cs dijanjikan berangkat ke luar negeri karena berhasil membuat beras analog sebagai bahan makanan pokok pengganti beras.

Saat itu Dahlan memberikan kuliah umum memperingati 60 tahun Pendidikan Pertanian Indonesia di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Bogor. Dahlan lantas membuka sesi tanya jawab. “Begitu pembawa acara mengumumkan membuka sesi tanya jawab, saya langsung lari ke atas panggung. Tapi, di atas sudah ada 14 orang,” kata Annisa saat ditemui di F-Technopark, laboratorium di Fateta, pekan lalu.

“Padahal, moderator hanya mengizinkan maksimal lima penanya. Akhirnya diundi. Sebenarnya saya kalah, tapi saya memaksa, karena lawan suit saya adalah adik kelas,” sambungnya lantas tertawa.

Mahasiswi berjilbab itu pun berhasil mempresentasikan beras analog di depan Dahlan. Dia menjelaskan, beras analog merupakan beras sintetis yang dibuat dari berbagai macam tepung, seperti sorgum, jagung, atau sagu. Bentuknya mirip beras, tapi warnanya kecokelatan.

Memang belum dipastikan kapan Annisa dkk diberangkatkan ke luar negeri. Yang jelas, dia berharap kepergian mereka ke luar negeri bukan sekadar jalan-jalan. Mereka ingin mendapatkan beasiswa S-2 di Universitas Wageningen, Belanda. Perguruan tinggi tersebut mengkhususkan diri pada ilmu pertanian.

Jika harapan itu tak dikabulkan, Annisa berharap bisa diberi kesempatan menghadiri pertemuan Institute of Food Technologist (IFT) Expo di Las Vegas, Amerika Serikat, Juni mendatang. “Tapi, kalaupun nanti hanya jalan-jalan, kami tetap senang, karena hasil kerja kami diapresiasi. Tapi, harapan kami, sepulang dari luar negeri bisa membawa manfaat secara keilmuan,” ungkap mahasiswi semester delapan ini.

Riset tentang beras analog sebenarnya dilakukan sebagai tugas akhir (TA) bagi Annisa, Suba, dan Yulianti. Kebetulan inventor beras analog adalah Slamet Budijanto, dosen pembimbing mereka sendiri. Tema beras analog adalah topik yang dia tawarkan kepada tiga mahasiswi itu.

Menurut Slamet, beras analog sebenarnya adalah riset yang dilakukannya tahun lalu dengan biaya dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Namun, sampai deadline presentasi, Slamet belum bisa membuatnya secara sempurna karena terkendala mesin.

Bagi Slamet, meski riset yang dilakukan Annisa dkk dibiayai sendiri, itu semacam penebusan utang pada Kemenristek. Hasilnya pun cukup signifikan. Bahkan, bentuk beras sintetis itu nyaris sempurna, menyerupai beras betulan. (*/c2/ari/jpnn)

Apa yang Kau Cari Geng Motor?

Drs John F Marpaung MA

Fenomena kenakalan remaja dan anak-anak muda kita semakin menjadi-jadi. Kalau dulu ancaman bahaya terhadap remaja adalah bahaya seks bebas, narkoba, miras, kini muncul ancaman yang baru, geng motor.

Kita tidak tahu pasti cikal bakal lahirnya geng motor sebagai bahaya baru bagi masyarakat.

Bayangkan, kalau kita di Kota Medan berjalan pada malam Minggu di atas jam 12, kita bisa diberhentikan tanpa sebab, dipukul tanpa sebab, sepeda motor atau harta benda lainnya dibawa lari.

Sungguh sebuah pemandangan yang jauh dari manusia beradab dan bermoral. Nurani sudah mati, etika sudah hilang, pikiran mungkin juga sudah dirasuki oleh setan.

Kini geng motor menjadi penyakit sosial baru di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta. Hampir setiap malam Minggu di Kota Medan anak-anak nakal ini membuat keonaran. Melempar pom bensin, melempar KFC, merampok, bahkan tidak segan memukul tanpa belas kasihan sedikitpun.

Kita pun sangat menyesalkan mengapa aparat Polri tidak bisa mengatasi masalah ini. Memang Polri sebagai institusi tidak bisa sendirian mengatasi ini. Tetapi sebagai institusi yang punya kapasitas dan kewenangan kelembagaan sudah seharusnya Polri mengatasi ini dengan maksimal agar tercipta sebuah masyarakat yang kondusif serta tertib di negara kita.

Kitapun tidak tahu persis apa yang dicari oleh geng motor ini. Apakah dengan melakukan kekerasan mereka bisa menjadi kaya mendadak? Tentu tidak. Apakah dengan melakukan kekerasan mereka langsung menjadi freeman yang dihormati dan ditakuti oleh masyarakat? Tidak juga.

Sekarang bukan lagi zaman otot, tetapi zaman otak. Budaya fisik dalam arti premanisme tidak lagi pada tempatnya. Negara-negara luar sekarang bicara mengenai nuklir, kemajuan IT, kemajuan teknologi mutahir. Mereka bukan bicara mengenai bagaimana manusia yang kebal senjata. Tetapi apa yang bisa dilakukan untuk terus melakukan penemuan teknologi terkini.

Lantas, apa sebenarnya yang kau cari geng motor? Kalau mafia Italia di Sisilia dan Venezia jelas yang dicari, yakni uang..uang..uang.. dan uang. Mereka bermain pada kelas tinggi. Mereka tidak menyusahkan orang kecil. Mereka bermain pada level atas dan selalu melakukan aksinya dengan teknologi terkini. Artinya mereka merupakan mafia yang terorganisir dan punya Renstra yang jelas. Mereka punya tujuan yang jelas pula. Mereka punya target yang ingin dicapai. Sekalipun mereka mengabaikan moral. Tidak seperti geng motor kita yang tidak tahu apa yang mau dicari. Justru merugikan orang lain.

Geng motor memberikan kita banyak pesan. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami sekaligus mengenai mengenai geng motor ini. Pertama, kita dihadapkan pada sebuah fase krisis generasi. Bayangkan apa jadinya bangsa ini tanpa dukungan generasi yang bermoral dan berahlak. Geng motor merupakan sebuah pesan bahwa bangsa ini dihadapkan pada krisis moral. Kita tidak tahu apakah keluarga, sekolah gagal menndidik mereka menjadi manusia bermoral? Kalaulah kita bilang bahwa kekerasan karena kemiskinan, fenomena geng motor bukanlah karena kemiskinan. Mana mungkin orang miskin mau membelikan anaknya sepeda motor yang harganya lumayan mahal.

Justru orang yang bergabung di geng motor adalah orang-orang yang mampu secara ekonomi dan dari kalangan kelas atas. Selama ini studi sosiologi selalu menempatkan akar dari kekerasan adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Geng motor bukan lahir dari kekerasan dan kesenjangan sosial.
Geng motor lahir sebagai sebuah konsekuensi logis kegagalan keluarga dan sekolah dalam mendidik mereka menjadi manusia bermoral. Ini pun tidak bisa menjadi sebuah kesimpulan.

Kedua, negara ini membutuhkan pendidikan karakter yang kuat agar menjadi negara yang punya masa depan yang lebih bagus. Geng motor merupakan sebuah potret dimana anak-anak muda ini kehilangan karakter yang bagus. Presiden Soekarno dulu selalu menekankan perlunya sebuah karakter yang kuat bagi bangsa Indonesia agar bisa menajdi bangsa yang diperhitungkan. Kegagalan menanamkan karakter yang kuat bagi bangsa ini menjadi tanggung jawab kita semua.

Ketiga, perlu sebuah upaya bagaimana menjadikan anak-anak muda ini menjadi asik dengan hal-hal yang bersifat positif. Pengalaman saya ketika belajar di Virginia State University tahun 1994 banyak tempat-tempat anak muda menuangkan bakatnya. Mulai dari bengkel remaja, olahraga, dan berbagai sarana publik lainnya. Mereka semua menuangkan bakatnya dan bebas mengekspresikan kemampuannya. Sehingga dari mereka terbangun sebuah energi yang sangat positif. Membuat mereka asik dengan hal-hal yang positif tidaklah sulit. Hanya butuh komitmen dari penguasa di negara ini. Memang negara kita sekarang berjuang sangat keras agar terbebas dari korupsi. Korupsi menjadi penyakit akut bangsa yang membuat semua sendi kehidupan bangsa ini sangat rapuh.

Sekali lagi, apa yang kau cari geng motor sehingga meresahkan masyarakat? Engkau geng motor tidak akan pernah menajdi kaya dengan perilaku seperti ini. Engkau geng motor hanya akan menjadi sampah masyarakat yang akan busuk dan dicampakkan ke tong sampah masyarakat.
Engkau geng motor harus melihat ini bukan lagi zaman otot, tetapi zaman otak. Engkau geng motor tidak usah menjadi belajar jadi preman karena preman bukan zamannya lagi.

Kita harus berjuang terus bagaimana supaya bibit geng motor divaksin agar jangan menyebar. Mengamputasi genologi geng motor adalah keharusan.
Sungguh sebuah perilaku biadab memukul orang yang tidak tahu apa-apa dan merampoknya dengan ramai-ramai di tempat umum. Untuk itu Polri harus tegas agar muncul efek jera. Sudah banyak persoalan yang dialami oleh negara ini. Muncul lagi persoalan yang sangat menyayat hati, sekelompok orang atas nama geng motor melakukan keonaran di tempat umum.

Tidak segan-segan memukul dan merampok orang di jalan raya. Mari berperang melawan geng motor mulai dari keluarga. Keluarga harus mengevaluasi  dan mendidik semua anak remajanya sebagai pencegahan yang paling efektif. Sekali lagi, apa yang kau cari geng motor? Kalau mafia Italia di Sisilia sangat jelas yang dicari. Sementara kau geng motor tidak tahu apa yang mau kau cari.(*)

Penulis adalah: Ketua Pembina STMIK Pelita Nusantara Medan

Mahasiswa UHN Sandera Mobil

Minta Diantarkan ke Kuburan

Ratusan Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) melakukan aksi Tragedi UHN Berdarah yang bertepatan pada Tanggal 1 Mei 2012. Aksi memperingati sekaligus mengenang tragedi 1 Mei 2000 tentang kebiadapan aparat negara yakni kepolisian yang menewaskan teman mereka yakni Ricardo Silitonga dan Calvin Nababan.

Aksi dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (1/5) sore pukul 17.00 WIB.

Menurut Seref Napitulu meminta kepada pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, pasalnya hingga saat ini tragedi 1 Mei tersebut tidak diproses secara hukum.

“Kami mau tragedi itu diusut, sampai saat ini kematian teman kami tidak diproses hukum,” terang dia.  Pantauan Sumut Pos di lokasi, mahasiswa yang tergabung dari Kebebasan Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (KBM-UHN) mengajak sejumlah rekan-rekannya untuk ikut dalam mengenang tragedi 12 tahun yang lalu. Selain itu, massa tersebut juga melakukan teatrikal dan bakar ban di depan kampus mereka.

Massa aksi sempat menyandara sebuah mobil pick up dan Colt Diesel untuk mengatar mereka berjiarah kekuburan rekan mereka yang tewas pada 1 Mei 2000 di Pemakan Kristen di Jalan Gajah Madah. Setelah sang supir mengizinkan mereka untuk diantar ke pemakaman, mobil yang dikendari merekan pun berjalan berlawan arah di Jalan Perintis Kemerdekaan Membuat arus lebih macet lagi.

Yang mana sebelumnya jalan tersebut sempat diblokir para pendemo karena membakar ban, kini kemacetan ditambah lagi dengan melawan arus atas kenderaan yang mereka tumpang, pihak kepolisian yang berjaga dilokasi tidak terlihat, hanya sejumlah personil lalulintas yang melihat aksi tanpa bisa berbuat apa-apa saat melawan arus yang memacatkan jalan ini.(gus/jon)

SSB Generasi Kosek Bertolak ke Jakarta

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi Kosek akan bertolak ke Jakarta mengikuti lanjutan kualifikasi Manchester United Primer Cup (MUPC) 2012 tingkat nasional, hari ini, Rabu (2/5). Hal itu disampaikan Sucipto Kepala Pelatih SSB Generasi Kosek kepada wartawan usai latihan di Lapangan Lanud Polonia Medan, Selasa (1/5).

“Lain kali kami tidak janji bisa mengikuti ajang ini lagi karena terus terang kebanyakan siswa tidak mampu untuk membeli tiket, memang kalau menang biaya ongkos pulang akan ditanggung sponsor,” katanya.

SSB Generasi Kosek bisa melaju hingga ke tingkat nasional setelah mengalahkan SSB Gumarang dengan perolehan skor 5-3 di partai final MUPC tingkat Sumut di Lapangan Lanud Polonia Medan, Sabtu (21/4) lalu.

Selanjutnya Sucipto menambahkan, dalam hal persiapan timnya untuk menghadapi ajang bergengsi itu sudah mantap. “Semenjak lolos di tingkat Sumut waktu lalu, saya tetap meningkatkan pembinaan kepada anak-anak, terlebih dalam hal menempa mental karena menurut saya hal itu merupakan yang paling riskan selain masalah kemampauan dalam  mengolah bola,” katanya mengakhiri.

SSB Generasi Kosek akan bertemu dengan sembilan tim lainnya dari daerah yang berbeda di Jakarta dan mulai bertanding Jumat (4/5) dan Minggu (6/5) mendatang.

Di tempat terpisah, Ketua MUPC 2012 Sumut Nunuk mengatakan, tim terbaik dari Regional Country Final akan mewakili Indonesia bertanding di regional Asia Tenggara. Tahun ini Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan pertandingan final Asia Tenggara melawan tim terbaik dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan India nanti yang akan diadakan pada tanggal 28-31 Mei mendatang di Jakarta. (mag-10)

Methodist Binjai dan Sutomo 1 tak Terbendung

Grandfinal Liga basket Pelajar Sumut 2012

MEDAN- Langkah tim-tim unggulan tak terbendung pada Grand Final Liga Basket Pelajar (Libala) 2012 di GOR Angsapura, Selasa (1/5) kemarin. Di kategori putra, Sutomo 1 dan Methodist Binjai melaju ke babak semifinal.

Sutomo 1 mengandaskan Sisingamangaraja Tanjungbalai dengan skor fantastis 110-31. Sementara Methodist Binjai mengungguli Harapan Mandiri 78-55. Di semifinal putri, Methodist 2 melaju ke final dengan menghentikan langkah Wiyata Dharma 62-40.

Pertarungan Sutomo 1 dan Sisingamangaraja Tanjung Balai bak pertarungan David lawan Goliath. Sutomo 1 yang berstatus juara zona Medan masih terlalu tangguh bagi Sisingamangaraja yang bertarung sebagai tim terbaik di zona Tanjung Balai. Sutomo 1 yang bermaterikan Christoper, Reynaldo, Tommy, Fredrick dan Surya terlalu dominan bagi lawannya. Di kuarter kedua  Sutomo 1 sudah unggul jauh 51-17.

Dominasi Sutomo 1 tak terbendung meski Pelatih Suwandy sudah melakukan beberapa rotasi. Strategi full pressure Sutomo 1 membuat para pemain Sisingamangaraja kesulitan mengejar defisit angka yang terlampau jauh. Bahkan untuk masuk ke zona lawan saja, Andi dkk kesulitan. Beberapa kali mereka terjebak kesalahan sendiri maupun agresifitas Sutomo 1 yang kerap sukses melakukan steal. Tambahan 33 angka membuat Reynaldo cs unggul 84-23 di kuarter ketiga.

Kuarter penentu, Sutomo 1 tak juga mengendurkan keran angkanya. Tembakan tiga angka Tommy semakin menegaskan superioritas Sutomo 1. Shot Christoper membuat Sutomo 1 menembus 100 angka dan menutup laga 110-31.

Pelatih Sutomo 1, Suwandy mengakui kekuatan lawan jauh di bawah timnya hingga timnya bermain sangat dominan. “Iya memang lawannya di bawah. Tapi tetap harus ada perbaikan di pertandingan berikutnya. Defence tetap harus diperbaiki. Apalagi di semifinal kita akan menghadapi Methodist Binjai yang lebih berpengalaman,” tambahnya.

Sementara duel Methodist 2 dan Wiyata Dharma di semifinal putri menyajikan aksi ciamik Angeline. Jebolan DBL Champ Amerika itu menjadi inspirator kemenangan timnya. 34 angka disumbangkannya untuk Methodist 2. Tim besutan Jenny ini sempat kesulitan di kuarter awal namun mampu bangkit di tiga kuarter berikutnya hingga akhirnya mengakhiri laga 62-40. (mag-18)

Beto Kecewa Hardiansyah

Buntut Kartu Merah Saat Lawan PSP Padang

MEDAN- Kemenangan tipis 1-0 Pro Duta FC atas PSP Padang, Minggu (29/4) kemarin, tidak hanya menghadirkan sukacita namun juga kekecewaan. Ini menyoal ulah bek Pro Duta, Hardiansyah yang diusir wasit di menit 87. Hardi mendapat kartu merah langsung akibat ulahnya memukul pemain lawan. Ketika itu ia berduel ketat dengan Fransiskus.

Tak ayal Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi menyayangkan ulah Dian, sapaan akrab Hardiansyah. Jika biasanya pelatih yang terkenal tempremental ini menyalahkan wasit, kali ini ia memaklumi keputusan wasit Yudi Nur Cahya mengusir pemainnya. “Saya pikir wasit bertindak benar. Kalau saya jadi wasit tentu saya juga akan berbuat demikian. Ia dengan sengaja memukul pemain lawan. Dan ini kerugian buat kami,” ujarnya didampingi Asisten Pelatih, Deca Dos Santos.

Wajar saja Beto kecewa. Ketika itu Kuda Pegasus masih ditahan PSP Padang. Bermain dengan 10 orang akan lebih menyulitkan untuk mencetak gol. Beruntung tak lama pasca kartu merah, Arif Sajali mampu menuntaskan bola liar di kotak penalti menjadi gol. “Dia bahkan bisa dihukum tiga sampai empat pertandingan karena ulahnya. Bisa saja ada sanksi dari komisi disiplin karena ini,” ujarnya.

Hukuman ini tentu membuat Pro Duta pincang di laga berikutnya. Terutama di lini pertahanan, pos yang diisi Dian. Apalagi Pro Duta sebelumnya sudah kehilangan Antonio Soldevilla karena cedera. “Kartu merah itu membuat kami harus mencari penggantinya. Ke depannya kami akan menghadapi Persitara di Stadion Tugu. Saya belum bisa pastikan  siapa. Ada Saralim dan Rifki. Tergantung siapa yang paling siap nanti pada saat latihan terakhir sebelum bertanding,” tambahnya.

Lini belakang yang pincang itu sempat membuat Beto melakukan spekulasi. Xavi Perez yang biasa beroperasi sebagai playmaker ditempatkan di belakang saat duel dengan PSP Padang. Xavi terlihat cukup menjalankan perannya dengan baik mendampingi kapten tim, Suyatno. Bukan tidak mungkin pemain bernama lengkap Fransisko Javier Perez itu kembali ditempatkan di belakang.(mag-18)

Forki Jaring Atlet untuk Piala Mendagri

MEDAN- Untuk menjaring atlet di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Mendagri XVI di Manado, Sulawesi Selatan, Juni mendatang, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki) Sumut menggelar Kejurda untuk tingkatan kadet dan junior pada 5-6 Mei mendatang. Kejuaraan akan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Provsu.

Ketua Panitia, Delphinus Rumahorbo mengatakan, 26 Pengcab Forki se-Sumut, dua kabupaten/kota yang belum memiliki pengurus dan 21 perguruan tinggi Sumut akan ikut ambil bagian pada kejurda yang mempertandingkan 23 kelas ini. “Ini sebagai seleksi untuk Kejurnas di Manado memperebutkan Piala Mendagri. Begitu seterusnya akan berlanjut di Kejuaraan di Uzbekistan,” ujarnya didampingi Wakil Ketua Jaya Kirana Lubis dan panitia lainnya.
Selain itu, Kejurda ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi Pengcab/Perguruan Forki se Sumut. “Mudah-mudahan ini mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak lainnya untuk mengirimkan atlet terbaiknya mengikuti Kejurda ini,” tuturnya.

Keberhasilan Forki Sumut berkontribusi pada SEA Games 2011 lalu dengan sumbangan empat emas memang membuat para karateka Sumut kerap diperhitungkan di mata nasional. Ketika itu dua karateka andalan Sumut, Doni Darmawan dan Jintar Simanjuntak menyumbang emas pada nomor perseorangan dan beregu.

Begitu juga keberhasilan di Piala Mendagri dengan merebut enam kali kejuaraan lewat Nilawati Daud (1989), Donni Dharmawan (2003), Takashi Hadi (2007), Indah Mogia Angkat (2009), Tiffani Hadi (2010) dan Maruli Butar-butar (2010).  “Kita sudah pernah menjuarai Piala Mendagri itu 6 kali. Kejurnas itu nanti yang ke-16 kalinya. Kita berharap tahun ini kita rebut kembali,” tandasnya.

Senada, Jaya Kirana Lubis yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organiasasi PB Forki mengatakan ajang ini tepat untuk evaluasi hasil latihan. “Jadi ini sebagai bentuk kepedulian kita bagi karateka Sumut,” tandasnya.

Diharapkan pada tahun depan, Sumut sudah lebih meningkatkan level kejuaraan menjadi Kejurnas. Didukung dengan keberadaan GSG yang berkapasitas ribuan penonton. “Dengan keberadaan GSG yang baru ini, kita bisa beranikan diri untuk menyelenggarakan Kejuaraan tingkat nasional,” pungkasnya. (mag-18)

Turnamen Piala Specs 2012 Digelar 6 Mei

MEDAN- Mantan pemain dan keluarga besar Persatuan Sepakbola Medan dan Sekitarnya (PSMS) menggelar turnamen Piala Specs U-15 di Stadion Kebun Bunga, 6 Mei hingga 2 Juli mendatang. Hal itu disampaikan ketua pelaksana turnamen Iner Siagian kepada wartawan di sekretariat Mantan Pemain dan Keluarga PSMS di Jalan Kebun Bunga Medan, Selasa (1/5).

Disebutkannya, hingga kemarin, peserta yang sudah mendaftar ke panitia sebanyak 16 SSB yakni SSB Bima, SSB LBK Pakam Bersinar, SSB Kebun Bunga, SSB Bina Pratama Kabanjahe, SSB Lokomotif, SSB Medan Soccer, SSB Hamparan Permata, SSB Mabar Putra, SSB Kharisma, SSB Rajawali, SSB Gumarang, SSB Mayang Putra, SSB Sejati Pratama, SSB Medan Utara, SSB SPM, serta SSB Cikal Garuda.

Sistem pertandingan dalam turnamen ini setengah kompetisi dan dibagi empat pool, A, B, C, dan D. Setiap pool terdiri dari empat tim. Juara dan runner up grup lolos babak berikutnya.(mag-10)

Infrastruktur Dibenahi, Prestasi Datang Sendiri

Hari ini (2/5), seluruh institusi pendidikan di tanah air memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Demikian juga dengan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Dinas Pendidikan sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengurusi dunia pendidikan di Sergai tidak akan menjadikan peringatan Hardiknas ini sebagai seremoni saja, melainkan sebagai momentum refleksi untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai pada masa lalu dan apa yang akan digapai di masa-masa yang akan datang.

Sejarah mencatat, daerah yang dipimpin Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman ini sudah banyak memperoleh kemajuan di bidang pendidikan. Ini dilihat dari mutu pendidikan yang sudah semakin maju, baik dari sisi kualitas anak didik yang tingkat kelulusan UN-nya rata-rata 99 persen maupun kemampuan guru yang sudah dapat diandalkan.

Kemudian infrastruktur sekolah yang sudah membaik dan penambahan sarana pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tapi hal itu belum ada apa-apanya.

Meskipun Kabupaten Sergai usianya masih relatif muda yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Deliserdang, delapan tahun yang lalu, namun banyak hal-hal yang harus dibenahi. Pemkab Sergai yakin seiring berjalannya waktu, segala kekurangan-kekurangan untuk menjadikan dunia pendidikan yang maju di Kabupaten Sergai akan bisa terwujud. Hal ini sudah menjadi komitmen Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman untuk memajukan pendidikan bagi 653.250 jiwa penduduknya.

Di awal pemekaran tepatnya tahun 2005 lalu, Kabupaten Sergai hanya memiliki tujuh unit gedung SMA Negeri. Padahal Indonesia sudah 60 tahun merdeka. Tepat 8 tahun usia Sergai yang dipimpin Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman yang memimpin dua periode,  sudah ada 18 unit gedung SMA Negeri yang dibangun di setiap kecamatan, bahkan di Kecamatan Perbaungan memiliki dua unit SMA Negeri ditambah juga dengan pembangunan tujuh unit SMK Negeri yang tersebar di setiap kecamatan, antara lain dua di Kecamatan Sei Rampah, satu di Kecamatan Sipispis,  satu di Kecamatan Pantai Cermin, satu di Kecamatan Dolok Masihul, satu di Kecamatan Teluk Mengkudu dan satu di Kecamatan Perbaungan. Padahal sebelumnya di Sergai tidak ada SMK Negeri.

Kedepan, Pemkab Sergai memprogramkan SMK Negeri ada di setiap kecamatan. Hal ini seiring dengan angka partisipasi kasar (APK) SMA/SMK tahun 2011 yang naik secara signifikan di banding tahun sebelumnya. Itu baru di bidang pendidikan menengah.

Di bidang pendidikan dasar, seiring dengan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu, Pemkab Sergai juga memperbaiki 253 ruang kelas SMP dari 36 unit gedung SMP Negeri. Lalu dari jumlah itu ada 12 SMP berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan tujuh sekolah yang masih berstatus Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN).

Tak cukup sampai di situ, pada tahun 2011 sudah dibangun juga ruang kelas baru serta menambah lima gedung perpustakaan dan dua ruang laboratorium. Sama halnya juga tingkat SD dimana saat ini sudah 99 persen atau sebanyak 2830 ruang kelas dari 2854 ruang yang ada atau 457 unit sekolah SD Negeri/Swasta sudah direhab. Hebatnya lagi SDLBN di Kecamatan Pegajahan dan SD di Desa Bengkel juga sudah berstatus RSBI.

Di bidang lain untuk mengantisipasi anak usia wajib belajar 12 tahun yang tidak bersekolah, karena ketidak mampuan biaya, Pemkab Sergai juga telah menerbitkan Perda No 31 tahun 2007 tentang wajib belajar 12 tahun dengan menggratiskan SPP bagi siswa SMAN, SMKN, dan MAN mulai tahun 2008.
Lalu saat ini juga, Pemkab Sergai sedang membahas Ranperda wajib belajar membaca Al-Quran bagi pelajar beragama Islam di semua tingkatan sekolah. Nah, untuk memayungi pelaksanaan pengelolaan pendidikan yang lebih baik, Pemkab Sergai telah menerbitkan Peraturan Bupati No 12 tahun 2009 tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan yang telah diperdakan dengan No 15 tahun 2009.

Lain hal nya di bidang pendidikan non formal. Di bawah kepemimpinan Bupati Sergai HT Erry Nuradi, Pemkab Sergai juga telah meningkatkan sarana dan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), RA dan TK negeri dan swasta.

Apalagi secara teknis pelaksanaanya langsung dipantau oleh Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Evi Diana Erry Nuradi yang peduli terhadap dunia pendidikan.  Dari 90 unit TK, RA dan PAUD tahun 2005 sekarang sudah menjadi 505 unit pada tahun 2011 serta membangun gedung perpustakaan di 17 kecamatan dan dilengkapi dengan mobiler dan buku-buku ilmu pengetahuan. Tahun 2011 lalu juga sudah membangun 82 gedung perpustakaan SD.

Di bidang lain untuk kelancaran proses belajar mengajar, di Sergai jumlah guru sudah mencukupi yakni 8427 orang dengan rincian guru PNS 4487 orang, guru Non PNS 3940 orang. Untuk kesejahteraannya para guru PNS maupun Non PNS sudah mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan baik itu bentuknya insentif maupun tunjangan fungsional. Maka tak heran meskipun usia Sergai masih muda tetapi banyak prestasi-prestasi yang sudah diraih. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi warga Sergai pada umumnya. (dra)

 

Turnamen Brimo Utama Cup Digelar

STABAT- Sebanyak 20 klub meramaikan turnamen sepak bola Brimo Utama Cup di Lapangan Sepak Bola Nur Cahaya, Kecataman Tanjungpura, Langkat, mulai 27 April hingga 19 Mei 2012 mendatang. Turnamen ini memperebutkan piala bergilir Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Fadly Nurzal yang menjadi sponsor tunggal dalam turnamen sepak bola Brimo Utama Cup tingkat usia 17 tahun ini. Kami berharap, semoga Bapak Fadly Nurzal bisa menjadi pemimpin di Sumut sehingga bisa lebih berperan dalam perkembangan olahraga, khususnya sepak bola,” kata Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Syafrie SE pada pembukaan turnamen tersebut, Jumat (27/4) lalu.

Sementara Fadly Nurzal dalam sambutannya mengungkapkan, kekompakan dan seportifitas merupakan kunci kesuksesan dalam sepakbola. Menurutnya, sepak bola merupakan sebuah olaharaga yang mendunia dan mampu membuka sekat-sekat perbedaan yang ada. Dia berharap, turnamen ini bisa menghasilkan pemain-pemain andal, bahkan bisa menjadi pemain nasional. Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh pemain yang ikut serta dalam turnamen ini berlatih dengan sungguh-sungguh dan menempa mental agar mampu menjadi juara.

Selanjutnya, Fadly memberikan tropi kepada Muhammad Syafrie SE selaku panitia dan dilanjutkan dengan tendangan pertama pertanda dimulainya turnamen.(ade)