Home Blog Page 13559

RS Estomihi Telantarkan Pasien, Sehari tak Diperiksa Dokter

MEDAN-RSU Estomihi Medan menelantarkan  pasien bernama Ani Tripena (16). Akibatnya, orangtua pasien, M Siahaan (44) memindahkan anaknya ke RSUP H Adam Malik Medan, Senin (30/4).

Pengakuan M Siahaan, selama satu hari anaknya Ani dirawat di dalam ruangan Kelas III, Ruang 309, RSU Estomihi tak pernah diperiksa oleh dokter.
“Yang sering memeriksa anak saya itu hanya perawat saja. Perawat bilang dokternya masuk Senin (30/4) sore sekitar pukul 17.00 WIB,” kata warga Jalan Aman Medan itu.

Melihat anaknya tak pernah diperiksa oleh dokter, M Siahaan lalu berinisiatif memindahkan anaknya ke RSUP H Adam Malik.
“Mereka bilang alat scanningnya rusak sementara anak saya muntah-muntah. Anak saya masuk rumah sakit karena dia mengalami kecelakaan lalulintas,” jelasnya.

Disinggung mengenai pelayanan selama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tambahnya, memang selama di IGD ada dilakukan perawatan.
“Yang saya butuhkan hasil pemeriksaan dokternya, bukannya keterangan dari perawat,” katanya.

Wakil Direktur RSU Estomihi, dr Chandra Halim mengaku, pasien sudah dilakukan pemeriksaan. Menurutnya, alat scanning rumah sakit memang rusak.
“Alat scanningnya memang rusak makanya kita belum tahu hasilnya,” ucapnya.

Mariati Pakpahan, seorang perawat mengatakan, dokternya memang tak ada di rumah sakit karena masih berada di luar.
“Dokternya tak ada di rumah sakit, dokternya masih di luar. Dokternya sore baru datang,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pertolongan dan perawatan kepada pasien. Saat ditanyai mengenai apakah perawat bisa mengetahui apakah pasien sudah menjalani pemeriksaan dari dokter, Mariati tak bisa menjelaskannya dengan lengkap.

Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Surianda Lubis mengaku, dirinya sangat menyayangkan dokter yang tiba di rumah sakit sore hari.
“Kita minta kepada Dinkes Medan agar melakukan evaluasi terhadap rumah sakit-rumah sakit swasta dan negeri dimana rumah sakit sudah tak sesuai dengan motonya memberikan pelayanan. Tak hanya itu, rumah sakit seharusnya lebih memperhatikan lagi pasien yang dianggap sangat memerlukan perhatian,” pungkasnya.

Menurutnya, rumah sakit belakangan ini sudah mulai mengarah ke arah yang mementingkan orang mampu saja.
“Jangan karena orang susah terus dokternya datanganya sore. Giliran orang mampu, dokternya langsung hadir dengan cepat. Sekali lagi saya tegaskan, Dinkes Medan harus melakukan evaluasi,” terangnya. (jon)

Penyuluhan di Dunia Kerja Tekan Penularan HIV

Tren penularan HIV khususnya di Kota Medan bergeser. Sebelumnya penularan HIV didominasi oleh para pengguna narkoba jarum suntik dengan tingkat penularan sebesar 56 persen. Angka ini berbanding jauh dengan penularan dari pelaku heteroseksual atau seks berlainan jenis yang hanya sebesar 10 persen.

Namun kondisi tersebut berbalik 180 derajat pada tahun 2011. Yang mana pada hasil survei Global Fund, pada tahun tersebut penularan HIV meningkat justru dari kegiatan heteroseksual mecapai angka 54 persen, sementara penularan lewat jarum suntik menurun menjadi 36 persen.

Apa penyebabnya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Kesuma Ramadhan dengan  Project Officer Global Fund, Andi Ilham Lubis, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/5).

Apa yang melatar belakangi terjadinya pergeseran tren penularan HIV saat ini?
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pergeseran, yakni seperti diketahui pelaku heteroseksual lebih banyak dibanding pengguna narkoba jarum suntik saat ini. Hal itu dikarenakan masih lemahnya intervensi perubahan prilaku pelaku heteroseksual, seperti keengganannya menggunakan pengaman saat berhubungan intim. Sementara itu para pengguna jarum suntik, memiliki intervensi yang banyak dalam supply redaction, atau terbatas penggunaannya karena hukum yang melarang, karena narkoba telah masuk dalam golongan narkotika kelas IA dengan masa hukuman yang lebih lama. Selain itu juga bisa mencari laternatif dengan membuat racikan seperti metadon ataupun beralih ke jenis narkotika lainnya seperti sabu-sabu. Sehingga dengan tingkat intervensi yag berbeda jauh ini, menjadi alasan kenapa penularan HIV lebih banyak terjadi dari para pelaku Heteroseksual.

Apa langkah yang bisa dilakukan para pelaku heteroksual untuk bisa meminimalisasi penularan HIV?
Setidaknya para heteroseksual harus bisa memahami dampak dan akibat yang diterimanya jika melakukan seks tanpa alat pengaman seperti kondom untuk mencegah penularan HIV. Selain itu para pelaku heteroseksual yang diketahui memiliki risiko tinggi penularan HIV bisa mencari solusi dengan melakukan puasa seksual atau langsung menikah. Jika kedua hal ini juga tidak bisa dilakukannnya maka alternatif lainnya yakni menggunakan kondom tadi.

Bagaimana tingkat efisiensi penggunaan kondom saat ini?
Untuk Sumatera Utara penggunaan kondom bagi pelaku heteroseksual masih sangat rendah yakni hanya 14 persen yang terus konsisten masih menggunakan kondom. Sementara sisanya enggan menggunakan dengan berbagai macam alasan klasik yakni kurang nikmat dan sebagainya.

Apa solusi yang harus dilakukan?
Setidaknya perlu keterlibatan seluruh pihak untuk ikut mendukung program peduli HIV lewat sosialisasi tentang manfaat dan kegunaan kondom. Kondom ini juga sebenarnya bukan melegalkan untuk melakukan seks melainkan untuk meminimalisasi angka penularan HIV yang terus bertambah.

Apa program ke depan untuk  meminimaslisasi penularan HIV?
Ke depannya kita akan mengarah kepada penanggalangan di dunia kerja sebagai pelanggan dan ibu rumah tangga lewat program PMTCT atau program keamanan ibu untuk menularkan HIV kepada bayinya. Sebelumnya dunia kerja diprioritaskan karena kita ketahui yang mampu membeli seks adalah orang-orang yang telah bekerja. Sehingga dengan beragam penyuluhan di dunia kerja diharapkan mampu menekan lajunya penularan HIV. (*)

UMA Perkuat Jalinan Kebersamaan dengan Media

MEDAN-Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr HA Ya’kub Matondang menyebut kemajuan perguruan tinggi tidak terlepas dari rasa kebersamaan dari semua pihak termasuk dukungan media massa.

Untuk itu, Rektor UMA mengakui kerjasama dengan media massa sangat diperlukan dalam rangkaian sosiaslisasi berbagai informasi dan beragam kegiatan kampus. Hal tersebut dikatakan Ya’kub saat silaturahmi keluarga besar UMA di Lembur Kuring Medan, pekan lalu.

Pertemuan itu dihadiri Wakil Rektor I Drs Heri Kusmanto MA, Wakil Rektor II Ir Hj Siti Mardiana MSi, Wakil Rektor III Ir Zulhery Noer MP. Turut hadir Dekan FT Ir Hj Hanija MT, Dekan FP Ir H Rizal Aziz MP, Dekan FE Prof Dr H Sya’ad Afifuddin SE MEc, Dekan FH Prof H Syamsul Arifin SH MH, Dekan Fisipol Drs M Irwan Nasution MAP, Dekan Psikologi Prof Dr Abdul Munir MPd dan Dekan Fakultas Biologi, Dra Sartini MSc.

Rektor UMA mengatakan, peran media massa turut memberi kontribusi pihak perguruan tinggi meningkatkan kualitas. Melalui media massa, lanjut dia, UMA dikenal luas sehingga tujuan Tridharma Perguruan Tinggi sebagai sarana pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dapat terwujud.
Sedangkan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA mengatakan, UMA dalam rangkaian go publik sedang merangkai kualitas melalui sistem manajemen mutu sesuai standar internasional ISO 9001:2008.

Menurut Erwin, pendidikan UMA mengarahkan organisasi pendidikan untuk mencapai sasaran sesuai ketentuan, pelayan prima dan peningkatan berkesinambungan agar UMA dapat meraih predikat terbaik, terunggul dari lainnya,” katanya.

Dekan Fakultas Psikologi Prof Dr Abdul Munir MPd juga mengatakan, pelayanan prima menjadi modal utama meningkatkan kualitas pendidikan. “Fakultas Psikologi UMA menetapkan tiga unsur penting yang harus dimiliki yakni kekeluargaan, kebersamaan dan keterbukaan,” urainya. (*/dmp)

Ditangkap Rampas Sepeda Motor

Khairul Anwar (26), warga Jalan Pasar Merah, Medan ditangkap seorang anggota TNI, Sumarno, karena merampas sepeda motor anaknya, di Jalan Mahkamah, Senin (30/4) malam.

Saat ditangkap, Khairul tengah menyantap nasi goreng di satu warung. Tertangkapnya tersangka berawal saat pemilik sepeda motor Satria FU dengan nomor BK 3272 ACH, Tirta (18), warga Jalan Gaperta Perumahan Kodam bersama keluarganya membuntuti pelaku sejak tiga hari lalu.

Sumarsono, ayah korban melihat pelaku di Jalan Halat. Merasa sepeda motor tersebut milik anaknya, Sumarno pun mengikuti korban hingga ke Jalan Mahkamah. Di sana, pelaku singgah disebuah warung makan. Sumarno memanggil rekan-rekannya untuk meringkus pelaku.

Hingga akhirnya, Khairul berhasil ditangkap. Sumarno langsung duduk disebelah korban dan langsung mendesak korban untuk mengaku. Sumarno sempat ditendang pelaku namun berhasil bangkit untuk mendekap korban. Warga sekitar yang mendengar hal tersebut ikut memukuli Khairul.
Sedangkan, temannya bernasib beruntung, langsung melarikan diri. Khairul pun diserahkan ke Polsekta Medan Kota untuk proses lanjut mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat kejadian, Sumarno mengakui anaknya baru saja usai belanja baju di salah satu distro baju. Sesampai di lokasi, ia didekati Khairul bersama teman-temannya. Ia diancam Khairul dan temannya dengan menggunakan batu. Tirta yang ketakutan kemudian menyerahkan sepeda motornya dirampas.
Modus pelaku, korban dihentikan dan ditanya jika Tirta yang memuku adik pelaku. “Iya saya di suruh jongkok katanya saya mukulin adiknya. Padahal, saya tidak pernah mukul siapa pun. Saya diancam dan sepeda motor saya diambilnya,” ungkap Tirta
Polsek Medan Kota lantas  mengamankan pria bertato itu.

“Kita telah amankan tersangka dan karena TKP di Medan Sunggal maka pelaku akan diserahkan ke Mapolsekta Medan Sunggal,” ungkap AKP Yamin, Kanit Intel Polsek Medan Kota.(Mag-18)

Pelopor Pendidikan Agama di Perkebunan

62 Tahun Taman Pendidikan Islam

MEDAN-Usia 62 tahun bagi sebuah organisasi terutama Taman Pendidikan Islam (TPI) adalah sebuah usia yang cukup matang. Didirikan oleh para pejuang, TPI  memiliki nilai historis yang cukup tinggi dalam memperjuangkan masyarakat terutama masyrakat perkebunan untuk memperoleh pendidikan yang berbasis agama. Sehingga wajar jika TPI dianggap sebagai pelopor pendidikan agama di perkebunan.

“Saat itu perkebunan merupakan devisa terbesar bagi negara, sehingga perlu dikembangkan untuk meraih hasil yang memuaskan. Hanya saja saat itu masyarakat tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sebagai satu syarat peningkatan hasil yang diharapkan. Maka dengan tradisi yang kontradiksi ini, timbullah niat para pejuang atau syuhada, untuk meneruskan kemerdekaan lewat du nia pendidikan. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Taman Pendidikan Islam di Sumatera Utara atau tepatnya Kota Medan,”ujar  Ketua Umum Taman Pendidikan Islam, Prof H Ismet Danial Nasution, drg, PhD, Sp Pros (k), dalam sambutannya pada acara peringatan 62 tahun Taman Pendidikan Islam, di Kampus I TPI, Jalan Pelajar Medan, Selasa (1/5).

Untuk meneruskan perjuangan para pejuang dalam upaya meraih cita-cita yang diharapkan bilang Ismet, perlu adanya eksistensi TPI di tengah-tengah masyarakat.

Sehingga TPI mampu memiliki kualitas dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khusunya Sumatera Utara.  Dalam kesempatan yang sama,  Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Ketua Fraksi PPP DPR RI, Drs H Hasrul Azwar MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsen terhadap dunia pendidikan agama Islam.

Sejauh ini Hasrul menilai, hanya 10 persen lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang dikelola langsung oleh Pemerintah sementara lebihnya adalah swasta. Untuk itu dirinya berharap para pengelola lembaga pendidikan yang memiliki cita-cita mulia sama seperti pejuang yang sebelumnya telah banyak mendirikan lembaga pendidikan Islam. Untuk me nambah kemeriahan dan kekhusukan acara, dalam kesempatan itu panitia pelaksana juga melakukan zikir dan doa bersama sekaligus pengguntingan pita peresmian Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Darul Hikmah.

Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Ketua Umum Taman Pendidikan Islam, Prof H Ismet Danial Nasution, drg, PhD, Sp Pros (k), Ketua Fraksi PPP DPR RI,Drs H Hasrul Azwar, MM,  Ketua Bidang Organisasi Taman Pendidikan Islam H Ikrom Helmi Nasution, SH,  Ka Kanwil Kemenag Prov Sumatera Utara, Drs H Abd Rahim, MHum, Pembantu Rektor II IAIN Sumut sekaligus Alumni Taman Pendidikan Islam Prof H Dja’far Siddiq, MA dan Keluarga Besar Taman Pendidikan Islam. (uma)

Medan Entri 1.783.840 e-KTP

MEDAN-  Pembuatan e-KTP massal di 197 kabupaten/kota gelombang pertama termasuk Kota Medan berakhir 30 April 2012.
Selanjutnya, untuk pembuatan e-KTP di Kota Medan setelah 30 April 2012, pemerintah belum memutuskan apakah akan ditanggung APBN atau APBD. Keputusan mengenai hal ini baru akan diputuskan pemerintah bersama DPR pada pekan ketiga Mei 2012.

Hanya saja, Mendagri Gamawan Fauzi memberikan sinyal, kemungkinan besar untuk pembuatan e-KTP reguler di 197 kabupaten/kota termasuk Kota Medan, ditanggung oleh APBD.  Alasannya, masalah kependudukan merupakan urusan wajib daerah.

Pemko Medan bisa dikatakan masuk kategori berhasil menghemat APBD-nya. Pasalnya, perekaman e-KTP hingga 23 April 2012 lalu, sudah mencapai 68.68 persen atau sejumlah 1.289.830 jiwa dari target yang ditetapkan kemendagri  sebesar 1.783.840 jiwa dari total penduduk Medan yang wajib e-KTP sebanyak 2.170.000 jiwa. (sam)

Program Loyalti Untuk Pelanggan dan Mitra Outlet

Telkomsel Siapkan Hadiah Mobil Bagi Pelanggan dan Mitra Outlet

Telkomsel kembali memberikan apresiasi kepada pelanggan prabayar dan mitra outlet yang ada di Sumatera melalui program REJEKI ISI ULANG dan JUTAWAN OUTLET SUMATERA. Masing-masing program ini memungkinkan pelanggan dan outlet mendapatkan hadiah utama berupa 1 Unit Mobil KIA Sportage M/T dan hadiah menarik lainnya. 

Menurut Head Of Telkomsel Sumatera Group – Gilang Prasetya “Program REJEKI ISI ULANG dan JUTAWAN OUTLET SUMATERA merupakan salahsatu bentuk perhatian kami kepada pelanggan yang tetap loyal menggunakan Telkomsel, serta mitra outlet yang juga memiliki peranan sangat penting dalam menjaga loyalitas pelanggan Telkomsel melalui ketersediaan produk di outlet hingga membantu Telkomsel dalam melakukan edukasi keunggulan produk Telkomsel kepada pelanggan di outletnya”.

Program Rejeki Isi Ulang adalah program yang dikhususkan untuk pelanggan prabayar Telkomsel di Sumatera (kecuali nomor HLR Aceh), baik pelanggan baru maupun pelanggan yang sudah lama menggunakan kartu simPATI,KartuAS dan Kartu Facebook.

Untuk mengikuti program ini tidak diperlukan registrasi khusus, caranya pelanggan prabayar cukup melakukan isi ulang pulsa pada periode program yang berlaku mulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012. Jika selama periode program telah mencapai total isi ulang minimal Rp.60ribu, secara otomatis pelanggan tersebut akan berpeluang mendapatkan salahsatu hadiah yang akan diundi pada bulan September 2012.

Bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa selama periode program, mencapai total isi ulang pulsa minimum Rp.300.000, secara otomatis berpeluang mendapatkan salahsatu dari seluruh hadiah yang disediakan berupa 30 (tiga puluh) HP Android, 30 (tiga puluh) Tas Trolley, 9 (sembilan) unit Samsung Galaxy Tab 8.9”, 9 (sembilan) unit Sepeda Motor Honda Vario, dan hadiah utama undian berupa 1 (satu) Mobil KIA Sportage M/T.

Melengkapi program Rejeki Isi Ulang, Telkomsel juga menyelenggarakan program JUTAWAN OUTLET SUMATERA (JUARA). Program apresiasi ini dikhususkan bagi seluruh mitra outlet yang juga berada diwilayah Sumatera. Program ini juga menyediakan hadiah undian berupa 1 (satu) unit Mobil KIA Sportage M/T, Honda Vario, Tablet Cyrus TV Pad, Blackberry Apollo. Program yang diperuntukkan khusus untuk mitra outlet diseluruh willayah Sumatera ini, dimulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012.

Bagi mitra outlet yang ingin mengikuti program JUARA, akan mendapatkan informasi lengkap tentang mekanisme program melalui petugas Sales Force yang berada dimasing-masing wilayah cluster mitra outlet.

Sama halnya dengan program Rejeki isi Ulang, pengundian pemenang program JUTAWAN OUTLET SUMATERA, juga akan dilakukan pada bulan September 2012. dan Informasi pemenang akan diumumkan melalui Media cetak, website resmi Telkomsel yakni www.telkomsel.com, seluruh kantor pelayanan Telkomsel serta call center Telkomsel dengan menekan 155 dari handphone.

Gilang menambahkan “Kami berharap di usia Telkomsel yang kini mencapai 17 Tahun, melalui program loyalty ini baik pelanggan maupun mitra outlet dapat semakin merasakan kedekatan emosional yang lebih erat dengan Telkomsel, dan merasakan manfaat lain dari sekedar layanan Telekomunikasi”.

Pada kesempatan ini Telkomsel tetap menghimbau kepada seluruh pelanggan dan mitra outlet agar tetap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Dalam setiap program undiannya, Telkomsel tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apapun.

2013, May Day Libur

MEDAN-Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal dengan May Day tahun depan akan menjadi hari libur daerah di Sumatera Utara. Janji ini dikemukakan pihak Pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu) di depan elemen buruh.

“Pada 2013 kita akan membuat Expo untuk menyambut May Day dan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur,” ujar Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, saat bertemu dengan berbagai elemen serikat buruh di Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan Minggu (29/4) malam.

Gatot menjelaskan, selain menetapkan 1 Mei sebagai hari libur daerah, Pemprovsu juga akan menyusun peraturan daerah (Perda), mengenai buruh dan mengusulkan perubahan aturan sistem pengupahan kepada pemerintah pusat.

Terkait penetapan May Day sebagai hari libur, Gatot meminta jajaran Pemprovsu dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dapat memfasilitasi usulan tersebut. May Day diperingati sebagai pestanya kaum buruh dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan positif dan elegan, di antaranya Labour Expo Party kerja sama pengusaha dan buruh.

Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba langsung menyambut baik. “May Day dijadikan hari libur kami sangat setuju dan kami sudah berkali kali mengusulkan kepada pemerintah, sehingga hari tersebut bisa nikmati buruh bersama keluarga. Ini adalah penghargaan bagi pekerja. Kalau bisa Sumut memulai terlebih dahulu sebelum pusat, akan bagus sekali,” kata Parlindungan Purba.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengatakan akan dibentuk tim kecil yang terdiri dari unsur buruh, pengusaha dan pemerintah serta pakar untuk menyusun berbagai materi usulan perubahan Kepmen Tenakerja dan Tansmigrasi Nomor 17 tahun 2005. Tugas tim ini nantinya akan menyusun komponen apa saja yang perlu ditambahkan untuk mencapai kebutuhan layak pekerja, serta berabagai usulan lainnya yang dianggap perlu.

Seperti diungkapkan Minggu Saragih dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Kepmen 17/2005 ini dianggap menjadi penyebab utama rendahnya upah buruh karena hanya memasukkan 44 komponen. “Jumlah komponen tersebut sudah tidak relevan dengan kebutuhan riil pekerja minimal 90-an komponen kebutuhan. Disamping itu, Permen hanya menghitung kebutuhan hidup bagi pekerja lajang, sehingga upah yang selama ini ditetapkan tidak mampu menghidupi anggota keluarga kaum buruh,” ujarnya.

Dua Aksi, Dua Tujuan

Peringatan May Day hari ini di Medan tampaknya akan terpecah menjadi dua. Pertama, aksi turun ke jalan yang berkumpul di Lapangan Merdeka dan kedua yang berkumpul di Lapangan Benteng.

Massa buruh yang berkumpul di Lapangan Merdeka diketahui akan menuju Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur di Jalan Diponegoro. Sedangkan massa yang berkumpul di Lapangan Benteng memilih Bandara Polonia sebagai tujuan.
Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Divisi Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Seluruh Sumatera Utara (SBSU), M Amrul Sinaga SH kepada Sumut Pos.

“Iya, jadi. SBSU seperti tahun-tahun sebelumnya juga akan turun dalam peringatan May Day besok (hari ini, Red). Kalau SBSU bersama serikat buruh/serikat pekerja lainnya, dalam peringatan besok akan mengerahkan perwakilan sedikitnya 2.000 anggota,” tegasnya, Senin (30/4).

Lebih lanjut Amrul menyatakan, aksi akan dimulai dari Lapangan Merdeka sebagai titik kumpul, kemudian dilanjutkan ke gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan. “Iya, bersama pemerintah di Lapangan Merdeka dengan tetap mempertahankan roh dan/atau semangat May Day dengan tuntutan utama adalah jadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional, hapuskan sistem kerja outsourcing, hapuskan praktik PPH 21 yang sangat memberatkan kaum buruh/pekerja dan lainnya. Aksi terus berlanjut ke gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubsu,” tuturnya.

Di sisi lain, Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU) juga akan turun ke jalan dengan ribuan massanya dengan mengambil titik kumpul di Lapangan Benteng. “Bersama elemen buruh yang tergabung dari mahasiswa dan masyarakat bersedia turun dalam aksi May Day ini. Diperkirakan massa akan terus bertambah untuk beraksi menuntut kesejahteraan kaum buruh,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI)1992 Provinsi Sumatera Utara, Drs Pahala Napitupulu, kemarin siang.

Dalam aksinya tersebut, lanjut Pahala, massa mengharapkan Plt Gubsu dan Kapoldasu dapat menerima seluruh aspirasi massa di Bandara Polonia Medan. “Hal itu kami lakukan dengan berkumpul di Bandara Polonia Medan agar presiden dan menteri perhubungan serta dunia internasional mengetahui nasib buruh di Kota Medan sudah tertekan,” ucapnya.

Lalu, kenapa tidak berkumpul di Lapangan Meredeka seperti yang difasilitasi pemerintah dan memilih Lapangan Benteng sebagai titik kumpul? “Sebenarnya kami tidak menerimanya lahir bathin. Tapi kami tetap menghargainya karena itu merupakan hak mereka,” tegasnya.

“Kenapa Kita tidak melakukan aksi ke Gubernur? Itu karena banyaknya persoalan di tengah-tengah masyarakat yang belum teselesaikan. Agar presiden mengetahui dan dunia internasional juga mengetahui bahwa segudang masalah di Sumatera Utara ini belum dapat diselesaikan,” timpal Koordinator Aksi, Bambang Hermanto, dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92.

Terkait dengan rencana DBSU, beberapa jalan menuju Bandara Polonia pun dijaga ketat. Tiga titik yang masuk dalam kategori pelumpuhan akses jalan menuju bandara tersebut yakni Simpang Jalan Mustang dengan Jalan Juanda tepatnya di belakang Hotel Pardede, Simpang Jalan Juanda dengan Jalan Letda Sudjono, dan Jalan Mustang tepatnya didekat Runway Bandara Polonia Medan.

“Kita upayakan dengan tertib, aman dan damai walau ada pemblokiran jalan di beberapa titik namun kita tidak akan berbuat anarkis kecuali…,” tambah Bambang Hermanto.

Kemarin, di KIM Sudah Ada Aksi

Sementara itu, seratusan massa dari SBSI 1992, kemarin sudah melakukan pawai mengelilingi Kawasan Industri Medan (KIM). Aksi dimaksud guna menyerukan dan mengajak rekan-rekan mereka (buruh) yang bekerja di kompleks perindustrian tersebut untuk turun ke jalan melakukan aksi hari ini.
Amatan Sumut Pos di KIM Kecamatan Medan Deli, seratusan massa dengan  mengendarai sepeda motor dan mobil keliling dari KIM I hingga menuju ke KIM II. “Kita lakukan ini sebagai  bentuk solidaritas, agar besok rekan-rekan buruh dapat berpartisipasi dalam aksi 100 ribu buruh turun ke jalan,” kata Adi Jhon JB Sitanggang Ketua DPC SBSI 1992 Kota Medan.

Dikatakannya, dalam memperingati hari buruh sedunia sedikitnya sekitar 20 ribu massa SBSI akan turun ke jalan. “Kita akan berkumpul di Kota Medan bersama rekan-rekan yang lain,” ungkapnya.

Aksi kemarin berlangsung tertib. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto berharap agar para pengunjuk rasa yang akan menyampaikan orasinya tetap menjaga kondusifitas. “Menyampaikan aspirasi itu hak warga negara yang diatur dalam Undang-undang, namun diharapkan jangan sampai anarkis,” pesannya.

Buruh di Deliserdang Mengheningkan Cipta

Aksi yang sama juga dilakukan Dewan Buruh Deliserdang, kemarin. Kegiatan digelar di depan pintu gerbang Kawasan Industri (KIM Star) Tanjungmorawa. Beberapa pengurus Dewan Buruh Deliserdang berorasi dengan menggunakan alat pengeras suara. Umumnya, orasi bertujuan untuk membujuk serta menghimbau agar buruh ikut aksi hari ini.

Selain berorasi, dewan buruh juga melakukan hening cipta. Hening cipta itu dipersembahkan untuk para pahlawan buruh yang gugur saat memperjuangkan hak buruh. Doa khusus diberikan kepada Marsinah pahlawan buruh dari Jawa Timur dan Rusli pahlawan buruh di Sumatera Utara, serta pahlawan buruh lainnya di seluruh belahan dunia.

Selesai kegiatan orasi serta mengheningkan cipta, massa Dewan Buruh Deliserdang bubar dengan iring-iringan kendaran bermotor dan kawalan petugas kepolisian dari Polres Deliserdang. (ari/adl/gus/mag-17/btr)

Menag: Jangan Polemikan Azan!

JAKARTA-Pernyataan Wakil Presiden Budiono semakin menjadi kontroversi. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengusulkan suara azan tak perlu lagi nyaring. Bahkan lebih pantas dilantunkan secara lirih. Tak pelak pendapat tersebut menuai kritikan. Sebagian ulama menyesali.

Apalagi di tengah kehidupan bangsa yang mulai lupa  dengan nilai-nilai religius.

Menanggapi persoalan itu, Menteri Agama Suryadharma Ali meminta persoalan suara azan yang menjadi tanda masuk salat tak perlu lagi dipertajam. Pendapat-pendapat apapun bisa menjadi benar dan beralasan, jika melihat pada kontekstualitasnya. “Jangan dipolemikan lah. Suara Azan itu kan baik. Jadi tak perlu diperbincangan lebih dalam,” kelitnya usai memberikan pengarahan kepada pejabat eselon I di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (30/4).

Menurutnya, persoalan suara azan bukanlah esensi yang perlu diperdalam. Lebih baik membahasa dan mendiskusikan persoalan umat yang lebih besar lagi. Misalkan meningkatkan kualitas keimanan dan  sebagainya.

Dia khawatir jika suara azan itu menjadi perdebatan yang serius dapat melupakan pada persoalan lebih besar. Akibatnya umat muslim lah yang mengalami kerugian tersebut. “Mari kita berdialog pada persoalan yang lebih esensi lagi. Cukup tak perlu lagi diperdebatkan suara azan itu,” ujarnya.
Ditanya soal perlunya aturan suara azan, Ketua umum PPP ini berbalik tersenyum dan sempat tetawa kecil. Dia menilai aturan suara azan menjadi sangat tidak pantas. Bahkan terkesan berlebihan. Tak itu saja, dia mengatakan jika suara azan perlu pengaturan khusus. Maka nanti mekanisme apapun terkait suara yagn nyaring perlu pengaturan pula. Akibatnya semakin rumit persoalan yang sesungguhnya sederhana. “Nggak perlulah ada aturan soal suara azan. Nanti suara orang demo pun diatur. Nggak boleh ini, nggak boleh itu,” paparnya tertawa.

Menteri Agama berharap umat muslim dapat lebih mengelola dirinya secara baik. Meningkatkan kualitas keimanan dan terus mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Tidak terlalu sibuk dengan persoalan yang sepele.

Dalam pertemuan dengan pejabat di lingkungan Kementerian Agama, Suryadharma Ali mengingatkan target kerja kementerian agama selama setahun mendatang. Target-target itu antara lain pengelolaan keuangan yang baik. Karena citra kementerian agama masih dianggap buruk oleh masyarakat. “Kita harus kerja keras. Mencapai bukti pengelolaan keuangan yang baik. Ditambah pelayanan yang juga meningkat,” ujarnya.(rko)

Tak Penuhi Kursi Pilih Independen PPP Siap Ceraikan PKS

MEDAN- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan akan mengusung calon gubernur dari kader partai, dan dipastikan tak akan berkoalisi lagi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti saat mengusung Syamsul-Gatot.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Drs H Hazrul Azwar MM mengaku, dari pengalaman PPP berkoalisi dengan PKS mendukung pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho jelas PPP tak bisa bekerja sama dengan PKS.

“Pengalaman sudah menunjukkan pada saat koalisi dengan PKS saat mendukung Syampurno kita tak bisa bekerjasama. Jadi tak usah saya kembangkan lagilah, itulah faktanya,” ujarnya di Asrama Haji Medan, saat menggelar reses dan sosialisasi UU Pemilu, Minggu (29/4).

Dia mengatakan, DPP PPP sudah menyatakan mendukung kadernya maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) periode 2013-2018. Kader yang didukung itu adalah Ketua DPW PPP Sumut, H Fadly Nurzal SAg.

Ketua Fraksi PPP DPR RI itu menyebutkan, kini Fadly  ditugasi untuk terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Hal itu dilakukan untuk memenuhi syarat dukungan minimal 15 kursi DPRD Sumut.

“Walaupun pada laporannya sudah ada beberapa partai, itukan masih dalam bentuk lisan. DPP PPP masih tetap menunggu putusan koalisinya,” katanya.
Begitupun, tegasnya, bila dukungannya Fadly Nurzal tidak memenuhi 15 kursi DPRD Sumut sebagai syarat maju Cagubsu. PPP bisa mengusungnya secara independen.

“Itu bisa karena PPP Sumut sudah menyelam, dan harus dilanjutkan. Jadi tidak ada salahnya PPP mendukung independen, sekalian buat terobosan baru,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal yang ketika itu menegaskan, komunikasi dengan partai politik tetap dilakukan secara terbuka. Hal itu sebagai bagian untuk memperkuat jaringan. “Sekarang terus berjalan komunikasi politik dengan partai lain, dan PPP terus konsolidasi ke desa-desa,” sebutnya.

Ketika disinggung mengenai PPP enggan bekoalisi dengan PKS, Fadly tidak memberikan komentar apapun. Politisi yang dikenal vokal di DPRD Sumut itu memilih diam.

Terpisah, Ketua MPW PKS, Sigit Pramono Asri SE mengatakan, PKS dan PPP sekarang ini masih koalisi dengan PPP. Apalagi, PPP dan PKS sama-sama partai Islam. Koalisi PKS dan PPP sesuai akadnya berakhir sampai 2013.

“Jadi ada baiknya kita komunikasi kembali apa saja yang menjadi kendala, tersumbat atau apapun namanya. Istinya PKS tetap terbuka untuk partai Islam, apalagi dengan PPP sebagai partai Islam tertua yang masih eksis,” ucapnya, Senin (30/4).

Dia mengingatkan, sesama partai Islam tidak boleh memutus tali silaturahim,PKS tetap ingin kerja sama dengan PPP secara terus menerus. Kemudian, PKS juga tetap sebagai partai terbuka dengan partai Islam. “Dengan partai non Islam PKS tidak menutup komunikasi politik, apalagi dengan partai Islam. Bagi PKS, partai Islam sebagai prioritas untuk kerja sama,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut itu membeberkan, membangun Sumut tidak bisa sendirian, seperti diketahui bersama partai dominan yang memiliki kursi di DPR RI ataupun DPRD Sumut masih membutuhkan koalisi, apalagi hanya partai yang kursinya pas-pasan.

“PKS tidak akan menutup diri, PKS tetap terbuka. Apalagi PKS itu banyak belajar dari PPP, baik berpolitik ataupun berdiskusi,” katanya.
Menyikapi kondisi itu, Sigit menegaskan, pihaknya tetap bersilaturahim dengan PPP, kemudian akan segera melakukan pembicaraan mengenai beberapa program menjelang Pilgubsu.

“Ketua DPW PKS dan PPP sebenarnya sudah bertemu, hanya saja belum mengkristal . Jadi kami akan melakukan komunikasi politik kembali dengan PPP setelah ada persetujuan dari DPP PKS,” sebutnya.

Menanggapi perseteruan PPP dan PKS, Pakar Politik USU, Prof DR HM Arif Nasution MA mengatakan, apa yang disampaikan PPP sebenarnya satu bentuk kerinduan saja, selama ini mungkin sudah ada komunikasi tapi belum tersalurkan.

“Saya anggap itu hanya sebatas komunikasi orang yang sedang rindu saja, mungkin ada komunikasi yang terhambat sekarang ini,”katanya.
Dia menyatakan, komunikasi yang terhambat mungkin saja saat sama-sama mendukung Syampurno. Artinya PPP merasa bersama dengan PKS, tapi terhambat komunikasinya. Jadi dilontarkan komunikasi untuk kerinduan yang disampaikan Hasrul Azwar.

“Apalagi sekarang ini akan muncul Pilkada baru. Apakah ini awal komunikasi politik itu, sebenarnya untuk menentukan siapa yang diusung partai itu tidak bisa ditentukan oleh daerah, melainkan keputusannya tetap di tingkat pusat,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pemikiran yang disampaikan Hasrul perlu diteliti kembali, apakah didukung oleh pengurus DPC atau DPW lainnya di Indonesia.

Hal lainnya, mengenai PPP akan mengusung kandidat pilgubsu dari jalur independen jika Fadly Nurzal tak memperoleh dukungan partai lain, Arif mengatakan, bagi partai politik yang kekuatannya masih tanggung, tapi menganggap kadernya bisa maju. Maka harus bersiap-siap untuk memilih jalur lain yakni independen. “Tapi itu masih sangat berat,” katanya.

Sekarang ini, sarannya, PPP dan PKS bukan memisahkan diri, melainkan memperkuat komunikasi politiknya, sehingga tujuan partai yang tetap berlandaskan Islam sama-sama terwujud. “Perlu diingat, partai tak terlepas dari koalisi. Dan koalisi itu butuh komunikasi baik dan komitmen,” tegasnya. (ril)